Get Adobe Flash player
8 April 2011

Sesuai jerih lelah

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama |

JUM’AT, 8 APRIL 2011

KEJADIAN 30:25-43                                                                                  

“Kemudian Yakub memisahkan domba-domba itu, dihadapkannya kepala-kepala kambing domba itu kepada yang bercoreng-coreng dan kepada segala yang hitam diantara kambing domba Laban. Demiki anlah ia beroleh kumpulan-kumpulan hewan baginya sendiri…” (ayat 40). Setelah berlalu masa yang cukup lama, yakni setelah masa ikatan kerjanya dengan Laban selesai, maka Yakub menyatakan niatnya kepada Laban untuk pulang, kembali ketempat kelahirannya, kenegerinya. Sebagai seorang yang bekerja , sudah seharusnyalah sebelum Yakub kembali kenegerinya bila Laban membayar upah kerjanya. Waktu yang cukup lama membuat Yakub cukup mengenal Laban dengan karakternya, maka iapun bertindak dengan kecerdikannya untuk mendapat upah yang ia anggap setimpal dengan jerih lelahnya selama ia bekerja pada Laban. Jika dipertimbangkan dengan akal sehat, pastilah sedikit domba yang berwarna hitam dan sedikit pula kambing yang berbelang-belang maupun berbintik-bintik. Tapi kecerdikan Yakub membuat ia mendapat kambing domba yang setimpal dengan jerih lelahnya sebagai upah kerjanya. Jika  manusia didunia ini saja memberikan upah untuk orang yang bekerja, terlebih lagi Tuhan akan memberi kan upah sepenuhnya bagi setiap orang yang melayaninya. Banyak cara Tuhan pakai, bahkan kadang-kadang melalui cara yang sepertinya tidak mungkin bagi akal dan pikiran manusiawi kita. Sekecil apa pun peluangnya, jika sudah waktunya Tuhan memberikan upah, maka Tuhan sanggup melimpahkan segala berkat-Nya dengan melimpah yang menjadi suatu kesaksian akan kekuasaan dan keadilan-Nya. Maka, berdirilah teguh, jangan goyah dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan, karena dalam perseku tuan dengan Tuhan, jerih payah kita tidak akan pernah sia-sia (1 Korintus 15:58).

DARI TUHANLAH KITA MENERIMA BAGIAN YANG DITENTUKAN SEBAGAI UPAH.