<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>GPT Baithani</title>
	<atom:link href="http://www.gptbaithani.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.gptbaithani.org</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 Apr 2011 16:01:12 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>DIKUASAI PANAS HATI</title>
		<link>http://www.gptbaithani.org/2011/04/dikuasai-panas-hati/</link>
		<comments>http://www.gptbaithani.org/2011/04/dikuasai-panas-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Apr 2011 16:01:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>victor anusa indra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gptbaithani.org/?p=2015</guid>
		<description><![CDATA[Renungan harian GPT.Baithani
SABTU, 16 APRIL 2011
 KEJADIAN 34:1-31    
“Sementara itu anak-anak Yakub pulang dari padang, dan sesudah mendengar peristiwa itu orang-orang ini sakit hati dan sangat marah karena Sikhem telah berbuat noda diantara orang Israel dengan memperkosa anak perempuan Yakub, sebab yang demikian itu tidak patut dilakukan” (ayat 7).  Dalam perjalanannya kembali kerumah ayahnya, Yakub sampai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Renungan harian GPT.Baithani</em></p>
<p><strong>SABTU, 16 APRIL 2011</strong></p>
<p><strong> KEJADIAN 34:1-31    </strong></p>
<p><em>“Sementara itu anak-anak Yakub pulang dari padang, dan sesudah mendengar peristiwa itu orang-orang ini sakit hati dan sangat marah karena Sikhem telah berbuat noda diantara orang Israel dengan memperkosa anak perempuan Yakub, sebab yang demikian itu tidak patut dilakukan” (ayat 7).</em>  Dalam perjalanannya kembali kerumah ayahnya, Yakub sampai di Sikhem dan tinggal disana untuk sementara waktu dan suatu peristiwa memaksanya untuk segera meninggalkan daerah itu. Marah dan sakit hati menguasai hati anak-anak lelaki Yakub terhadap Sikhem, anak Hemor, raja setempat, dikarenakan Dina, adik perempuan mereka telah diperkosa oleh Sikhem. Sekalipun Sikhem berniat baik untuk mengawini Dina, hal itu tetap tidak menyurutkan amarah mereka, bahkan mereka membuat tipu muslihat untuk membalaskan dendam. Dengan berpura-pura menyetujui, mereka mengajukan syarat, yakni setiap laki-laki diantara orang-orang Sikhem harus disunat sama seperti mereka disunat. Usul itu mereka pandang baik, maka merekapun disunat dan kesempatan saat mereka sedang kesakitan digunakan anak-anak Yakub mengambil Dina dari rumah Sikhem dengan kekerasan, membunuh laki-laki yang bersunat yang sedang kesakitan tersebut dan merampasi harta mereka. Emosi dan kekerasan bukanlah jalan yang baik bagi penyelesaian suatu masalah sekalipun karenanya kita yang dirugikan. Jangan turuti panas hati karena hal itu hanya akan membawa kita pada masalah baru yang seharusnya tidak perlu terjadi. Bila panas hati yang menguasai, pikiran negatiflah yang berperan sehingga niat baikpun akan ditanggapi sebagai ancaman sehingga diri sendirilah yang rugi. <em>Panas hati dan amarah hanya membawa pada keja hatan demi kejahatan, maka adalah bijak bila berhenti marah dan tinggalkan panas hati itu (Mazmur 37:8).</em><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong><strong>TANGKASLAH UNTUK MENDENGAR TAPI LAMBAT UNTUK MARAH.</strong></p>
<img src="http://www.gptbaithani.org/?ak_action=api_record_view&id=2015&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gptbaithani.org/2011/04/dikuasai-panas-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HANYA BAYANG-BAYANG</title>
		<link>http://www.gptbaithani.org/2011/04/hanya-bayang-bayang/</link>
		<comments>http://www.gptbaithani.org/2011/04/hanya-bayang-bayang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Apr 2011 16:01:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>victor anusa indra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gptbaithani.org/?p=2012</guid>
		<description><![CDATA[Renungan harian GPT.Baithani
JUM’AT, 15 APRIL 2011
  KEJADIAN 33:1-20     
“Tetapi Esau berlari mendapatkan dia, didekapnya dia, dipeluk lehernya dan diciumnya dia, lalu bertangis-tangisanlah mereka” (ayat 4). Setelah bergumul Yakub melanjutkan perjalanan dan lebih siap untuk menghadapi kakaknya sekalipun rasa was-was itu masih ada. Maka ketika dilihatnya rombongan kakaknya dari jauh, iapun segera mempercayakan anak-anak pada istri-istrinya dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Renungan harian GPT.Baithani</em></p>
<p><strong>JUM’AT, 15 APRIL 2011</strong></p>
<p><strong> </strong><strong> KEJADIAN 33:1-20     </strong></p>
<p><em>“Tetapi Esau berlari mendapatkan dia, didekapnya dia, dipeluk lehernya dan diciumnya dia, lalu bertangis-tangisanlah mereka” (ayat 4). </em>Setelah bergumul Yakub melanjutkan perjalanan dan lebih siap untuk menghadapi kakaknya sekalipun rasa was-was itu masih ada. Maka ketika dilihatnya rombongan kakaknya dari jauh, iapun segera mempercayakan anak-anak pada istri-istrinya dan berbeda dengan langkah yang ia ambil sebelumnya, sekarang ia yang berjalan paling depan dan sujud ketanah sampai tujuh kali hingga sampai dekat kakaknya. Yakub yang pecundang karena menyuruh budak-budaknya untuk berjalan didepan, telah menjadi Yakub yang berani dan bertanggungjawab dengan berjalan memimpin rombongannya. Dan apa yang ia kuatirkan, ia takutkan, tidaklah terjadi, justru sebaliknya Esau menyambutnya dengan penuh sukacita dan kerinduan, ia dekap, ia peluk dan diciumnya adiknya lalu bertangis-tangisanlah mereka. Persembahan yang Yakub persiapkan untuk melunakkan hati kakak nyapun menjadi hal yang kurang berarti, bahkan perlu sedikit paksaan supaya diterima. Kita sering takut dengan bayang-bayang sendiri, apa yang belum tentu terjadi, yang masih menjadi praduga justru kita anggap menakutkan. Tapi, bila kita mau bergumul, ketika kita mau menyerahkan segala perkara dan mengikutsertakan Allah didalamnya, kita akan melihat bahwa apa yang kita takutkan adalah bayang-bayang. Bersama dengan Allah kita tidak akan menjadi pecundang, tapi kita akan ada didepan untuk menghadapi segala perkara. Percayalah bahwa Allah tidak akan mempermalukan orang yang berserah dan mengandalkan-Nya.<em> Maka andalkanlah Tuhan dalam segala hal dan taruhlah harapanmu pada-Nya dan kita akan diberkati bagai pohon yang ditanam ditepi air, yang tidak berhenti menghasilkan buah (Yeremia 17:7-8). </em></p>
<p><strong>SERAHKANLAH SEGALA KUATIRMU PADA TUHAN DALAM DOA.</strong></p>
<img src="http://www.gptbaithani.org/?ak_action=api_record_view&id=2012&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gptbaithani.org/2011/04/hanya-bayang-bayang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PERGUMULAN TIADA HENTI</title>
		<link>http://www.gptbaithani.org/2011/04/pergumulkan-tiada-henti/</link>
		<comments>http://www.gptbaithani.org/2011/04/pergumulkan-tiada-henti/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Apr 2011 16:01:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>victor anusa indra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gptbaithani.org/?p=2009</guid>
		<description><![CDATA[Renungan harian GPT.Baithani
KAMIS, 14 APRIL 2011
KEJADIAN 32:22-32
“Lalu kata orang itu: “Namamu tidak akan lagi disebutkan Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah ber gumul melawan Allah dan manusia dan engkau menang” (ayat 28).  Rasa takut untuk bertemu dan menghadapi kakaknya membuat Yakub gelisah sehingga sekalipun hari masih malam ia memaksa untuk menyeberangkan istri-istri, anak-anak dan segala [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Renungan harian GPT.Baithani</em></p>
<p><strong>KAMIS, 14 APRIL 2011</strong></p>
<p><strong>KEJADIAN 32:22-32</strong></p>
<p><em>“Lalu kata orang itu: “Namamu tidak akan lagi disebutkan Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah ber gumul melawan Allah dan manusia dan engkau menang” (ayat 28).</em>  Rasa takut untuk bertemu dan menghadapi kakaknya membuat Yakub gelisah sehingga sekalipun hari masih malam ia memaksa untuk menyeberangkan istri-istri, anak-anak dan segala miliknya dan iapun tingal seorang diri dikemah dimana ia bermalam. Dalam kesendiriannya mempersiapkan mental untuk bertemu kakaknya, seorang laki-laki dating dan bergulat dengannya sampai fajar menyingsing. Cukup aneh, seorang Yakub yang dulunya orang yang tenang dan suka tinggal dikemah, mampu bergulat sekian lama dan tidak berhasil dikalah kan. Mungkin itulah hasil secara fisik dari pekerjaannya selama dua puluh tahun di rumah Laban. Dan pergulatan Yakub malam itu tidak menjadi sia-sia sekalipun sendi pahanya terpelecok dan menjadi pincang karena dipukul orang tersebut, tapi ia juga mendapat berkat, yaitu namanya yang baru, Israel, sebab ia telah bergumul melawan Allah dan manusia dan ia menang. Bergumul, memang itulah hal yang seharusnya kita lakukan manakala tantangan dan kesulitan datang menghadang. Kita tidak bergumul secara fisik seperti Yakub, tapi lebih pada mengalahkan hawa nafsu sendiri dalam mencari kehendak Tuhan, menemukan pertolongan yang daripada-Nya. Menyerahkan segala perkara dan kekuatiran kita pada-Nya adalah sebuah pergumulan, karena hal itu berarti kita harus rela menomorduakan keinginan kita sendiri. Dan bila kita sudah bergumul bukan berarti masalah selesai, masalah harus tetap kita hadapi, tapi akan kita hadapi bersama dan dalam kekuatan Allah. <em>Memang manusia harus bergumul dibumi dan hari-harinya seperti orang upahan, maka pergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya (Kolose 1:29). </em></p>
<p><strong>PERGUMULKAN SEGALA PERKARA DIDALAM DOA.</strong></p>
<img src="http://www.gptbaithani.org/?ak_action=api_record_view&id=2009&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gptbaithani.org/2011/04/pergumulkan-tiada-henti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DIHANTUI RASA TAKUT</title>
		<link>http://www.gptbaithani.org/2011/04/dihantui-rasa-takut/</link>
		<comments>http://www.gptbaithani.org/2011/04/dihantui-rasa-takut/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Apr 2011 16:01:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>victor anusa indra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gptbaithani.org/?p=2007</guid>
		<description><![CDATA[Renungan harian GPT.Baithani
RABU, 13 APRIL 2011
KEJADIAN 32:1-21
“Lalu sangat takutlah Yakub dan merasa sesak hati; maka dibaginyalah orang-orangnya yang bersama -sama dengan dia, kambing dombanya, lembu sapi dan untanya menjadi dua pasukan” (ayat 7).  Satu masalah selesai dan sekarang masalah yang lebih membuat Yakub ketakutan adalah bertemu dengan Esau, kakaknya dan itu adalah hal yang tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Renungan harian GPT.Baithani</em></p>
<p><strong>RABU, 13 APRIL 2011</strong></p>
<p><strong>KEJADIAN 32:1-21</strong></p>
<p><em>“Lalu sangat takutlah Yakub dan merasa sesak hati; maka dibaginyalah orang-orangnya yang bersama -sama dengan dia, kambing dombanya, lembu sapi dan untanya menjadi dua pasukan” (ayat 7).</em>  Satu masalah selesai dan sekarang masalah yang lebih membuat Yakub ketakutan adalah bertemu dengan Esau, kakaknya dan itu adalah hal yang tidak bisa dihindari tapi harus dihadapi. Semua terjadi karena kepergian Yakub dari rumah keluarganya dikarenakan masalah dirinya dengan kakaknya tersebut. Dan semua itu dimulai dari peristiwa Esau menjual hak kesulungannya dan juga Yakub yang mengakali ayahnya untuk mendapat berkat kesulungan yang sebenarnya milik kakaknya. Sekarang dia kembali dan siap atau tidak ia harus menghadapi kemarahan kakaknya yang disimpan dalam hatinya sejak waktu itu. Maka tidak bisa tidak hati Yakub dilanda ketakutan yang sangat untuk bertemu dengan kakaknya terse but dan diapun berusaha untuk melunakkan hati kakaknya dengan menyuruh utusan untuk lebih dahulu menemuinya tapi justru rasa takut yang lebih ia dapatkan karena kenyataan kakaknya tersebut datang menemuinya dengan empat ratus orang yang menyertainya. Untuk itulah ia bertindak dengan membagi rombongannya menjadi kelompok-kelompok dan kelompok-kelompok yang terdepan bertugas menjaga dan membawa persembahan untuk melunakkan hati Esau. Menjadi pelajaran bagi kita untuk tidak membiarkan masalah berlarut-larut karena hal itu tidak mendatangkan kebaikan tapi justru akan membe bani bahkan membuat kita hidup dalam suasana ketakutan, kehilangan damai sejahtera yang dari Allah.<em> Daripada hidup dalam suasana ketakutan, hiduplah dalam suasana kasih sebab kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan oleh karena sifat kasih itu sendiri yang tidak menyimpan kesalahan (1Yohanes 4:18). </em></p>
<p><strong>TAKUT PADA MANUSIA MENDATANGKAN JERAT.</strong></p>
<img src="http://www.gptbaithani.org/?ak_action=api_record_view&id=2007&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gptbaithani.org/2011/04/dihantui-rasa-takut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PAKAI JALAN TERBAIK</title>
		<link>http://www.gptbaithani.org/2011/04/pakai-jalan-terbaik/</link>
		<comments>http://www.gptbaithani.org/2011/04/pakai-jalan-terbaik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Apr 2011 16:01:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>victor anusa indra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gptbaithani.org/?p=2005</guid>
		<description><![CDATA[Renungan Harian GPT.Baithani
SELASA, 12 APRIL 2011
KEJADIAN 31:43-55 
 “Jika engkau mengaibkan anak-anakku, dan jika engkau mengambil istri lain disamping anakku itu, ingatlah, walau tidak ada orang dekat kita, Allah juga yang menjadi saksi antara aku dan engkau” (ayat 50).  Masing-masing merasa telah berjasa dan berbuat benar, Yakub merasa bahwa karena dialah Laban diberkati Allah, sebab sebelum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Renungan Harian GPT.Baithani</em></p>
<p><strong>SELASA, 12 APRIL 2011</strong></p>
<p><strong>KEJADIAN 31:43-55 </strong></p>
<p><strong> </strong><em>“</em><strong>Jika engkau mengaibkan anak-anakku, dan jika engkau mengambil istri lain disamping anakku itu, ingatlah, walau tidak ada orang dekat kita, Allah juga yang menjadi saksi antara aku dan engkau</strong><em>” (ayat 50).</em>  Masing-masing merasa telah berjasa dan berbuat benar, Yakub merasa bahwa karena dialah Laban diberkati Allah, sebab sebelum dia datang ternak laban sedikit, tapi telah menjadi sangat banyak dengan kehadirannya. Sementara Laban juga merasa telah menolong Yakub dengan menerima dia di rumahnya, bahkan anak-anak perempuannya telah diberikannya pada Yakub, demikian juga kawanan ternak yang ada pada Yakub juga berasal daripadanya. Dan jika masing-masing tetap pada kebenarannya , sendiri-sendiri, maka hanya akan mengakibatkan perselisihan dan perseteruan, maka cara terbaik menyelesaikan masalah tersebut adalah mengadakan perjanjian damai diantara keduanya. Allahlah yang menjadi saksi atas perjanjian yang mereka buat sehingga masing-masing mereka bertanggungjawab atas perjanjian tersebut kepada Allah. Maka setelah semuanya itu, Yakubpun dapat meneruskan perjalananya dengan tenang karena satu masalah yang membebaninya sudah terselesaikan dan masih ada masalah lain yang harus ia hadapi, bertemu kakaknya, Esau. Amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran dihada pan Allah dan juga hanya akan menimbulkan kesulitan yang baru jika memberikan diri untuk dikuasai nya. Kemarahan ataupun panas hati dimulai dari kebenaran diri sendiri yang tidak diperhitungkan atau dipandang oleh yang lain. Maka daripada diri sendiri hangus terbakar oleh panas hati, adalah lebih baik jika kita mau saling merendahkan diri dan mengusahakan perdamaian, itulah yang berharga dihadapan Tuhan.<em> Pembalasan adalah hak Tuhan, maka jangan balas kejahatan dengan kejahatan, sebaliknya usahakan dan hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang, kalahkan kejahatan dengan kebaikan (Roma 12:17-21).</em><strong> </strong></p>
<p><strong>BERBAHAGIALAH ORANG YANG MEMBAWA DAMAI.</strong></p>
<img src="http://www.gptbaithani.org/?ak_action=api_record_view&id=2005&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gptbaithani.org/2011/04/pakai-jalan-terbaik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BUKTI PENYERTAAN ALLAH</title>
		<link>http://www.gptbaithani.org/2011/04/bukti-penyertaan-allah/</link>
		<comments>http://www.gptbaithani.org/2011/04/bukti-penyertaan-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Apr 2011 01:52:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>victor anusa indra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gptbaithani.org/?p=2003</guid>
		<description><![CDATA[Renungan Harian GPT.Baithani
SENIN, 11 APRIL 2011
KEJADIAN 31:2242
“Pada waktu malam datanglah Allah dalam suatu mimpi kepada Laban, orang Aram itu, serta berfir man kepadanya: “Jagalah baik-baik, supaya engkau jangan mengatai Yakub dengan sepatah katapun” (ayat 24).  Dibakar rasa kecemburuan dihati oleh karena Yakub telah memperoleh banyak ternak dari kawanan kambing dombanya, tiga hari kemudian setelah diketahuinya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Renungan Harian GPT.Baithani</em></p>
<p><strong>SENIN, 11 APRIL 2011</strong></p>
<p><strong>KEJADIAN 31:2242</strong></p>
<p>“Pada waktu malam datanglah Allah dalam suatu mimpi kepada Laban, orang Aram itu, serta berfir man kepadanya: “Jagalah baik-baik, supaya engkau jangan mengatai Yakub dengan sepatah katapun”<em> (ayat 24).</em>  Dibakar rasa kecemburuan dihati oleh karena Yakub telah memperoleh banyak ternak dari kawanan kambing dombanya, tiga hari kemudian setelah diketahuinya Yakub telah pergi dengan memba wa istri-istrinya, anak-anak dan semua hewan ternak yang telah diperolehnya, maka Labanpun mengejar Yakub. Bersama dengan sanak saudaranya seminggu kemudian Laban dapat menyusul Yakub dan rom bongannya di Gilead. Memang Laban dapat mengejar Yakub, tapi ia tidak dapat berbuat sesuatu yang bisa mendatangkan celaka karena perlindungan Allah yang telah menyuruh Yakub untuk meninggalkan Laban dan pergi kembali kenegerinya, bahkan mengata-katai Yakub saja tidak diijinkan-Nya. Namun demikian hati Yakub panas juga ketika Laban menggeledah isi kemahnya untuk mencari terafimnya yang hilang dan ternyata diambil oleh Rahel tanpa sepengetahuannya. Dan kekecewaan yang dipendam nya selama ia bekerja pada Laban seperti mendapat jalan untuk diungkapkannya. Perlindungan Allah bisa dinyatakan-Nya dengan banyak cara tergantung situasi dan kondisi yang sedang terjadi. Allah sendiri yang akan menjaga dan melindungi setiap orang yang berjalan menurut kehendak-Nya sekalipun jalan yang sedang ditempuhnya sepertinya tidak dalam tanda pembelaan-Nya. Bisa saja Dia mencegah untuk tidak terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan, tapi jika toh hal itu tetap terjadi, Ia juga sanggup bertindak untuk menyelamatkan.<em> Penyertaan-Nya sempurna, didalamnya ada pembelaan, pemeliharaan dan sebagainya, maka tidak ada suatupun yang akan menimpa kita tanpa seijin Tuhan (Roma 8:31-39).</em></p>
<p><strong>ALLAH MENYERTAI DAN AKAN MELEPASKAN KITA DARI YANG JAHAT. </strong> <em></em></p>
<img src="http://www.gptbaithani.org/?ak_action=api_record_view&id=2003&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gptbaithani.org/2011/04/bukti-penyertaan-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seri Khotbah Mingguan WSB 10 April 2011</title>
		<link>http://www.gptbaithani.org/2011/04/2000/</link>
		<comments>http://www.gptbaithani.org/2011/04/2000/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Apr 2011 01:49:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>victor anusa indra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[Khotbah Minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gptbaithani.org/?p=2000</guid>
		<description><![CDATA[Khotbah minggu 3 April 2011 oleh hambaNya Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo ,Bc.M                         
 Uraian
 Contoh ketujuh – The seven example  
Jemaat Laodikia – The church of Laodicea
Wahyu 3:7-13
74.  Keadaan berikut – The next condition
 
Wahyu 3:17, “Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Khotbah minggu 3 April 2011 oleh hambaNya Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo</em><em> ,Bc.M                         </em></p>
<p> Uraian</p>
<p> <strong>Contoh ketujuh </strong>–<strong> </strong><em>The seven example</em><strong> <em> </em></strong></p>
<p><strong>Jemaat Laodikia </strong>– <em>The church of Laodicea</em></p>
<p><strong>Wahyu 3:7-13</strong></p>
<p><strong>74.  Keadaan berikut </strong>– <em>The next condition</em></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Wahyu 3:17, “</strong><em>Karena engkau berkata: <strong>Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa</strong>, dan karena engkau tidak tahu, <strong>bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang</strong>,</em><strong> “</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Yang pertama jemaat Laodikia disebut jemaat yang suam-suam, yang kedua disebut arogan. Selanjutnya apa yang diucapkan tidak sesuai dengan kenyataannya. Jemaat Laodikia berarti :</p>
<p><strong> </strong></p>
<p> </p>
<p>Pembohong / Pendusta &#8211; <em>Boaster / Liar</em></p>
<p><em>The Liar church</em> – Gereja pembohong</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Gereja pembual (Jw. <em>nggedabrus</em>), tidak cocok omongannya. Ini juga senada dengan kebiasaan suka meng-gosip. Bila tidak tahu jelas jangan berasumsi dalam menyikapi sesuatu, janganlah justru menambah-nambahkan sehingga berkembang ke arah yang tidak sesuai kebenaran. Orang percaya dididik untuk mengatakan ya bila iya, tidak bila tidak (Mat. 5:37), selebihnya dari itu berasal dari si jahat.</p>
<p> </p>
<p>Jujur kepada diri sendiri, jujur dengan pasangannya, jujur kepada orang-tua. Jujur dalam lingkungan pekerjaan dan dalam pelayanan kepada Tuhan. Jangan lupakan, dosa pertama yang terjadi dalam sejarah gereja mula-mula dan menjadi pelajaran bagi jemaat kala itu adalah dosa dusta, dilakukan oleh Ananias dan Shafira (Kis 5:1-10).</p>
<p> </p>
<p>Gereja hujan awal dinodai dengan dusta, sekarang zaman akhir jangan terjadi lagi. Berikan dengan benar bila telah bernazar kepada Tuhan, belajar jujur mengembalikan apa yang telah menjadi berkat Tuhan.</p>
<p> </p>
<p>Jangan suka dusta, sebab yang suka dusta itu bukanlah ciri anak Tuhan, namun adalah anaknya iblis :</p>
<p> </p>
<p><strong>Yohanes 8:44, “</strong><em>Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab <strong>di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta</strong>.</em><strong> “</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Yang suka bohong berarti anaknya iblis, Bapa pendusta adalah iblis, sebab tidak ada kebenaran di dalam dirinya :</p>
<p> </p>
<p><strong> </strong></p>
<p> </p>
<p>Iblis adalah bapa pembohong – <em>Satan is the liar’s father</em></p>
<p> </p>
<p>Maka meski orang percaya tapi bila tetap suka bohong, meski jabatannya pendeta –imam-imam- tapi tidak bicara jujur maka berarti ia bukanlah anak Tuhan.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> 7.5.  Jalan keluar </strong>– <em>The solution</em></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Wahyu 3:18</strong>, “<em>maka <strong>Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api</strong>, agar engkau menjadi kaya, dan juga <strong>pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu</strong> yang memalukan; dan lagi <strong>minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.</strong></em> “</p>
<p> </p>
<p>Jalan keluar yang Tuhan mau :</p>
<p> </p>
<p> </p>
<ol>
<li>Beli emas – <em>Buy gold</em></li>
</ol>
<p>      </p>
<p><strong>Maleakhi 3:2-3</strong>, “<em>Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. <sup>3 </sup>Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan <strong>Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN</strong>.</em>  “</p>
<p> </p>
<p>Ada artinya, tiga unsur yang Tuhan mau, berkenaan dengan tiga alat di Tabernakel. Di Ruangan Suci alat-alat yang ada disana semua serba keemasan, bicara salutan   kekudusan.</p>
<p> </p>
<p>Emas bicara tentang kualitas kehidupan. Kedatangan Yesus yang pertama kedunia bicara pentahiran, minimal duakali secara fisik Yesus datang ke Bait Allah untuk menahirkan Bait Allah, dimasa itu. Belum lagi kotbah-kotbahnya yang jelas mengajarkan tentang kemurnian di hadapan Bapa.</p>
<p> </p>
<p>Ketika Yesus hadir pertama kali, Ia bagaikan pemurni/pencuci logam yang menyucikan kaum Lewi dalam melayani Tuhan, bukan melayani untuk mencari keuntungan bagi diri sendiri.</p>
<p> </p>
<p>Kehidupan menjadi cemerlang bagaikan pelita. Di dalam ruang suci Tabernakel ada Pelita Emas, yang dibuat dari emas utuh – pada pelita emas tidak ada sekrup- tapi dibakar dan dibentuk dari emas dengan ukiran yang lengkap.</p>
<p> </p>
<p>Melalui proses pembakaran awal untuk membersihkan emas, ditempa berkali-kali dengan seksama, bukan dikerjakan dengan di cetak / di <em>press </em>seperti pada proses pabrik modern.</p>
<p> </p>
<p>Seperti Yusuf dalam kehidupannya, di tempa hingga menghasilkan Yusuf yang mulia. Sejak masa remajanya Yusuf kerap dicibir, dicela bahkan ia ditelanjangi dan dibuang oleh saudara-saudaranya. Hingga selanjutnya di jual senilai budak belian. Yusuf  kemudian dibawa ke negeri asing. Yusuf telah ditempa berkali-kali, bagaikan mempersiapkan pelita emas. Terus  bertahan, dalam proses penyucian hingga tampil cemerlang.</p>
<p> </p>
<p>Proses adalah suatu hal yang harus dilalui bila ingin berhasil. Biji gandum tidak akan berbuah lebat, bila biji itu tidak jatuh ke tanah dan mati. Hingga kemudian dapat tumbuh dan menghasilkan buah yang lebat.</p>
<p> </p>
<p>Emas bicara kualitas pribadi, bila dikaitkan dengan :</p>
<p> </p>
<p><strong>2 Korintus 9:10-11</strong>, “<strong><em>Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan,</em></strong><em> Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu; <sup>11</sup> <strong>kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur</strong> kepada Allah oleh karena kami.</em> “</p>
<p> </p>
<p>Rasul Paulus mengajarkan kepada jemaat Korintus, bila tumbuh sehat maka jemaat akan tahu memberi kepada yang lain saat menerima berkat, tidak tamak dengan berkat.</p>
<p> </p>
<p>Ingat, di dalam berkat ada terkandung roti dan benih, roti untuk dinikmati dan benih untuk ditabur.</p>
<p> </p>
<p>Kualitas kepribadian yang dewasa, mantap, sudah melewati penyucian maka ia akan :</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p>Kaya dengan kebajikan – <em>Rich of virtue</em></p>
<p> </p>
<p>Hidup yang memuliakan Tuhan, dan menyadari semua untuk kemuliaan Tuhan.Hidup seperti ini senada dengan Pelita Emas.</p>
<p> </p>
<p> </p>
<ol>
<li>Pakaian putih – <em>White garment</em></li>
</ol>
<p> </p>
<p><strong>Wahyu 19:8</strong>, “<em>Dan <strong>kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus</strong> yang <strong>berkilau-kilauan dan yang putih bersih!</strong>&#8221; [Lenan halus itu adalah <strong>perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus</strong>.]</em> “</p>
<p> </p>
<p>Untuk menutup ketelanjangan, jemaat Laodikia dianjurkan untuk mengenakan pakaian putih. Pakaian putih bicara kebenaran Firman.</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p>Perbuatan benar dari orang-orang kudus</p>
<p><em>The righteous acts of the saints</em></p>
<p> </p>
<p>Kita tidak saja sebatas tahu Firman Tuhan tapi menjadi pelaku Firman Tuhan, yang melakukan Firman-Nya bagaikan orang yang membangun rumah di atas batu karang. Menjadi kokoh meski ada terpaan gelombang</p>
<p> </p>
<p>Adam dan Hawa menjadi telanjang, pakaian kemuliaan Tuhan hilang karena melanggar kebenaran –tidak berbuat benar-. Melanggar kebenaran Tuhan itu sama dengan menelanjangi diri.</p>
<p> </p>
<p>Tapi dosa-dosa kita telah dibayar di kalvari, ketelanjangan manusia siap ditutup oleh Tuhan, maka kita dituntut menjadi pelaku Firman. Bila Tuhan mengajarkan jujur maka lakukanlah.</p>
<p> </p>
<p>Memakai lenan halus berkilauan adalah perbuatan benar dari orang-orang Kudus. Orang percaya yang telah ada di ruang Kudus mengenakan pakaian kekudusan, ini ada kaitannya dengan meja roti sajian emas.</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<ol>
<li>Minyak pelumas mata – eye salve<em> </em></li>
</ol>
<p> </p>
<p><strong>Efesus 1:18-23</strong>, “<em>Dan <strong>supaya Ia menjadikan mata hatimu terang,</strong> agar <strong>kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, <sup>19 </sup>dan betapa hebat kuasa-Nya</strong> bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, <sup>20</sup> yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, <sup>21</sup> jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang. <sup>22 </sup>Dan <strong>segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus</strong> dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. <sup>23 </sup>Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.</em>  “</p>
<p> </p>
<p><strong>2 Korintus 4:3-4</strong>, “<em>Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, <sup>4</sup> yaitu <strong>orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat</strong> cahaya Injil tentang <strong>kemuliaan Kristus</strong>, yang adalah gambaran Allah.</em>  “</p>
<p> </p>
<p>Membeli minyak pelumas mata, supaya dapat melihat masalah-masalah spiritual. Minyak pelumas mata bicara perihal mezbah dupa emas / penyembahan-.</p>
<p> </p>
<p>Jemaat Laodikia dikatakan buta, miskin, dan telanjang. Buta berarti tidak dapat melihat, mata hati yang buta tidak  akan dapat melihat kebenaran (2 Kor 4:3-4). Akhir zaman, iblis bekerja tiada henti supaya mata hati manusia menjadi tidak dapat melihat kebenaran.</p>
<p> </p>
<p>Untuk itu sepanjang pelayananya rasul Paulus berdoa bagi jemaat Tuhan supaya diberi hikmat dan wahyu, supaya mata hati menjadi terang -terbuka- dan mengerti ibadah yang sejati</p>
<p> </p>
<p>Di mezbah dupa yang dibakar adalah dupa, penyembahan kepada Dia. Menjadi intim dan melihat betapa dahyat kuasa-Nya, betapa besar anugrah yang Ia sediakan, juga kekayaan yang disediakan bagi orang kudus-Nya.</p>
<p> </p>
<p>Jangan pernah lupa!! segala sesuatu telah diletakkan di bawah kaki Yesus.Bila mata hati tidak terang bagaimana bisa melihat hal ini.</p>
<p> </p>
<p>Orang percaya harus berani bayar harga, korbankan waktu untuk mengerti kehendak-Nya dan mencari Dia dalam kekudusan-Nya.Mempersembahkan yang terbaik bagi Dia.</p>
<p> </p>
<p>Membeli miyak pelumas mata dianjurkan supaya :</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p>Kenal kuasa-Nya – <em>Know His power</em></p>
<p> </p>
<p>Kita punya Tuhan yang dahyat, punya kuasa, punya otoritas. Bukan pecundang, yang tidak berdaya. Kenali bahwa tidak ada yang sebanding dengan Dia, sebab Ia memiliki segala-galanya.</p>
<p> </p>
<p>Mezbah dupa di dalam Tabernakel posisinya paling dekat dengan Tirai -pembatas ruangan Suci dan Ruangan Maha Suci-. Saat karya Salib diselesaikan oleh Yesus, tirai yang ada pada bait Allah Herodes terbelah dua. Memberikan arti, melalui korban</p>
<p>Kristus, hari-hari ini ibadah kita dimampukan melewati tirai, bisa mengetahui rahasia-rahasia terdalam dari-Nya, dan membuat kita semakin tenggelam di dalam penyerahan diri kepada Dia.<em>                         </em></p>
<p> </p>
<p><strong>7.6.  Penutup </strong>– <em>Ending</em></p>
<p> <strong>1 Tesalonika 5:23</strong>, “<em>Semoga Allah damai sejahtera <strong>menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna</strong> dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. “</em></p>
<p> </p>
<p>              </p>
<p>Sempurna menjelang kedatangan-Nya ke-2</p>
<p><em>Perfect before His second coming                              </em></p>
<p> </p>
<p>Bila kita sudah membeli emas yang sudah dimurnikan, mengenakan pakaian putih bersih, mata hati terbuka, maka ini adalah unsur kesempurnaan yang Tuhan  sediakan, sempurna tubuh jiwa dan roh. Kesempurnaan yang <em>holistik</em>, sempurna di dalam Dia. Dimana Dia ada kita juga ada. <em>Haleluya!!</em></p>
<p> </p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<img src="http://www.gptbaithani.org/?ak_action=api_record_view&id=2000&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gptbaithani.org/2011/04/2000/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dipaksa untuk kembali</title>
		<link>http://www.gptbaithani.org/2011/04/dipaksa-untuk-kembali/</link>
		<comments>http://www.gptbaithani.org/2011/04/dipaksa-untuk-kembali/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Apr 2011 11:31:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>victor anusa indra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gptbaithani.org/?p=1995</guid>
		<description><![CDATA[SABTU, 9 APRIL 2011
KEJADIAN 31:1-21
“Akulah Allah yang di Betel itu, dimana engkau mengurapi tugu, dan dimana engkau bernazar kepada-Ku; maka sekarang, bersiaplah engkau, pergilah dari negeri ini dan pulanglah kenegeri sanak saudara mu” (ayat 13).  Tidak dapat dihindari bahwa keberhasilan Yakub dalam bekerja sehingga ia diberkati Tuhan menimbulkan kecemburuan di hati Laban dan anak-anaknya. Keadaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SABTU, 9 APRIL 2011</strong></p>
<p><strong>KEJADIAN 31:1-21</strong></p>
<p>“<em>Akulah Allah yang di Betel itu, dimana engkau mengurapi tugu, dan dimana engkau bernazar kepada-Ku; maka sekarang, bersiaplah engkau, pergilah dari negeri ini dan pulanglah kenegeri sanak saudara mu” (ayat 13).</em>  Tidak dapat dihindari bahwa keberhasilan Yakub dalam bekerja sehingga ia diberkati Tuhan menimbulkan kecemburuan di hati Laban dan anak-anaknya. Keadaan sudah berubah, mulai ada jarak yang lebar antara Yakub dan keluarga Laban yang mana pada akhirnya membuat Yakub tidakbetah dan memutuskan untuk kembali kenegerinya karena memang tidak ada niat dia untuk menetap di Padan Aram. Memang sudah ada niat dalam diri Yakub untuk kembali, tapi ia masih menunggu waktu. Akhir nya Allah sendiri melalui sebuah mimpi menguatkan hati Yakub untuk pulang kenegerinya. Demikian lah dengan diam-diam Yakub beserta seluruh keluarganya dan juga harta benda yang didapatnya menye berangi sungai Efrat dan kembali kenegerinya. Kadang suatu perkara yang tidak menyenangkan Tuhan ijinkan terjadi atas kita bukan dimaksudkan untuk membebani atau membuat kita menderita, tapi untuk membuat kita tetap ada dialur rencana-Nya. Waspadalah dengan ikatan kekayaan dunia, jangan sampai oleh karena kekayaan dunia, oleh karena kemapanan hidup kita bergeser dari hidup dalam rancangan Allah pada hidup menuruti keinginan dunia. Maka jika kita mendapat tegoran atau peringatan melalui peristiwa yang tidak menyenangkan, anggaplah itu sebagai kasih Allah untuk membuat kita tetap hidup dalam rancangan-Nya. Bukankah rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera untuk memberi kan hari esok yang penuh pengharapan? <em>Maka terimalah dengan segala kerelaan hati apabila ditegor dan diperingatkan Allah karena Dia menghendaki kita hidup dalam damai sejahtera-Nya (Wahyu 3:19). </em></p>
<p><strong>KEMBALILAH PADA GEMBALA DAN PEMELIHARA JIWAMU</strong></p>
<img src="http://www.gptbaithani.org/?ak_action=api_record_view&id=1995&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gptbaithani.org/2011/04/dipaksa-untuk-kembali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sesuai jerih lelah</title>
		<link>http://www.gptbaithani.org/2011/04/sesuai-jerih-lelah/</link>
		<comments>http://www.gptbaithani.org/2011/04/sesuai-jerih-lelah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Apr 2011 16:01:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>victor anusa indra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gptbaithani.org/?p=1991</guid>
		<description><![CDATA[JUM’AT, 8 APRIL 2011
KEJADIAN 30:25-43                                                                                   
“Kemudian Yakub memisahkan domba-domba itu, dihadapkannya kepala-kepala kambing domba itu kepada yang bercoreng-coreng dan kepada segala yang hitam diantara kambing domba Laban. Demiki anlah ia beroleh kumpulan-kumpulan hewan baginya sendiri…” (ayat 40). Setelah berlalu masa yang cukup lama, yakni setelah masa ikatan kerjanya dengan Laban selesai, maka Yakub menyatakan niatnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JUM’AT, 8 APRIL 2011</strong></p>
<p><strong>KEJADIAN 30:25-43                                                                                   </strong></p>
<p><em>“Kemudian Yakub memisahkan domba-domba itu, dihadapkannya kepala-kepala kambing domba itu kepada yang bercoreng-coreng dan kepada segala yang hitam diantara kambing domba Laban. Demiki anlah ia beroleh kumpulan-kumpulan hewan baginya sendiri…” (ayat 40).</em> Setelah berlalu masa yang cukup lama, yakni setelah masa ikatan kerjanya dengan Laban selesai, maka Yakub menyatakan niatnya kepada Laban untuk pulang, kembali ketempat kelahirannya, kenegerinya. Sebagai seorang yang bekerja , sudah seharusnyalah sebelum Yakub kembali kenegerinya bila Laban membayar upah kerjanya. Waktu yang cukup lama membuat Yakub cukup mengenal Laban dengan karakternya, maka iapun bertindak dengan kecerdikannya untuk mendapat upah yang ia anggap setimpal dengan jerih lelahnya selama ia bekerja pada Laban. Jika dipertimbangkan dengan akal sehat, pastilah sedikit domba yang berwarna hitam dan sedikit pula kambing yang berbelang-belang maupun berbintik-bintik. Tapi kecerdikan Yakub membuat ia mendapat kambing domba yang setimpal dengan jerih lelahnya sebagai upah kerjanya. Jika  manusia didunia ini saja memberikan upah untuk orang yang bekerja, terlebih lagi Tuhan akan memberi kan upah sepenuhnya bagi setiap orang yang melayaninya. Banyak cara Tuhan pakai, bahkan kadang-kadang melalui cara yang sepertinya tidak mungkin bagi akal dan pikiran manusiawi kita. Sekecil apa pun peluangnya, jika sudah waktunya Tuhan memberikan upah, maka Tuhan sanggup melimpahkan segala berkat-Nya dengan melimpah yang menjadi suatu kesaksian akan kekuasaan dan keadilan-Nya.<em> Maka, berdirilah teguh, jangan goyah dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan, karena dalam perseku tuan dengan Tuhan, jerih payah kita tidak akan pernah sia-sia (1 Korintus 15:58). </em></p>
<p><strong>DARI TUHANLAH KITA MENERIMA BAGIAN YANG DITENTUKAN SEBAGAI UPAH.</strong></p>
<img src="http://www.gptbaithani.org/?ak_action=api_record_view&id=1991&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gptbaithani.org/2011/04/sesuai-jerih-lelah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencari perhatian ( Looking for attention )</title>
		<link>http://www.gptbaithani.org/2011/04/mencari-perhatian/</link>
		<comments>http://www.gptbaithani.org/2011/04/mencari-perhatian/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Apr 2011 16:01:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>victor anusa indra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gptbaithani.org/?p=1989</guid>
		<description><![CDATA[Renungan harian edisi dwi bahasa ( Daily bread bilingual edition ) by WSB Editorial staff
KAMIS, 7 APRIL 2011
KEJADIAN 29:31-30:24 
“Ketika dilihat Rahel bahwa ia tidak melahirkan anak bagi Yakub, cemburulah ia kepada kakaknya itu, lalu berkata kepada Yakub: “Berikanlah kepadaku seorang anak; kalau tidak, akau akan mati” (ayat 1).  Dari semula cinta Yakub itu untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Renungan harian edisi dwi bahasa ( Daily bread bilingual edition ) by WSB Editorial staff</em></p>
<p><strong>KAMIS, 7 APRIL 2011</strong></p>
<p><strong>KEJADIAN 29:31-30:24 </strong></p>
<p><em>“</em><strong>Ketika dilihat Rahel bahwa ia tidak melahirkan anak bagi Yakub, cemburulah ia kepada kakaknya itu, lalu berkata kepada Yakub: “Berikanlah kepadaku seorang anak; kalau tidak, akau akan mati”</strong><em> (ayat 1).</em>  Dari semula cinta Yakub itu untuk Rahel, sedang kepada Lea ia tidak mencintainya, tapi karena adat dan budaya setempat ia harus lebih dahulu menikahi Lea untuk mendapat Rahel. Berat bagi Lea sebenarnya menikah dengan seorang yang tidak mencintainya, dan Allah melihat hal itu, maka Iapun membuka kan dungannya, sedang Rahel mandul. Empat anak laki-laki pertama Lea diberi nama yang mengandung arti perjuangannya dalam mendapatkan cinta dari suaminya. Hal itu membuat Rahel cemburu sehingga ia memberikan budaknya kepada suaminya supaya budaknya tersebut melahirkan anak dipangkuannya. Maka terjadilah, kedua kakak beradik dengan suami yang sama tersebut berlomba mendapat perhatian dan cinta dari suami mereka dengan memberikan anak bagaimanapun caranya. Dan sang suami sendiri bagai barang sewaan yang harus membagi kasihnya kepada kedua istrinya tersebut hingga Allah ingat kepada Rahel dan membuka kandungannya lalu melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Yusuf. Apapun adanya, kebutuhan mendasar bagi perempuan, bagi seorang istri khususnya adalah cinta atau kasih dari suaminya. Ketika seorang istri mendapat perhatian dan kasih dari sang suami sebagaima na seharusnya, seorang istri yang baik tidak akan berbuat sesuatu yang tidak perlu yang bisa mengakibat kan hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan berbagai kelemahan dan kekurangannya, seorang istri yang dicintai suaminya akan merasa aman dan jiwanyapun merasa tentram dalam mendampingi suaminya.<em> Maka para suami, hiduplah bijaksana dengan istrimu sebagai kaum yang lebih lemah, kasihi dan hormatilah dia sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan sehingga doamu tidak terhalang (1 Petrus 3:7).</em><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong><strong>SUAMI-ISTRI PADA HAKEKATNYA ADALAH SATU DAGING.</strong></p>
<p><strong>THURSDAY, 7 APRIL 2011</strong></p>
<p><strong>29:31-30:24 EVENTS</strong></p>
<p> <strong>&#8220;When viewed Rachel that she did not bear children to Jacob, then she is jealous of her sister, and said to Jacob:&#8221; Give me a child, otherwise, I will die &#8220;(</strong>verse 1). From the beginning of Jacob&#8217;s love for Rachel, Leah was told he did not love her, but because of local customs and culture he must first marry Leah for Rachel. Weight for Lea actually married to someone who does not love her, and God saw it, then He Himself opened it has conceived, while Rachel was barren. Four boys are first given the name Leah means struggle in getting the love from her husband. It makes Rachel jealous so she gives her slave to her husband so that his slave is his lap child. So it came to pass, the two sisters with the same husband are racing to get attention and love from their husbands by giving the child somehow. And the husband himself as a rental item that must share his love for both his wife until God remembered Rachel and opened her womb to then give birth to a boy named Joseph. Whatever it is, a fundamental requirement for women, for a wife in particular is love or love from her husband. When a wife gets the attention and love from her husband as they should, a good wife would not do something that could not have resulted in the things that are not desired. With the various weaknesses and shortcomings, a wife who loved her husband will feel safe and soul felt at ease in assisting  her husband. <em>So the husbands, live with your wife as the weaker, love and respect her as a friend heir of the grace of life so that your prayers are not hindered</em> (1 Peter 3:7).</p>
<p><strong> HUSBAND-WIFE IS ESSENTIALLY ONE FLESH.</strong></p>
<img src="http://www.gptbaithani.org/?ak_action=api_record_view&id=1989&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gptbaithani.org/2011/04/mencari-perhatian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

