Get Adobe Flash player
24 August 2014

Serial Khotbah Dari Gelap Terbitlah Terang

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah Minggu | Tag

Serial Khotbah Minggu, diambil dari WSB Edisi 17 Agustus 2014

Oleh Gembala Senior, Pdt. Otniel Firmanyo Osiyo, M.Th

Yakobus 4 : 13 – 15 Jadi sekarang, hal kamu yang berkata : “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan disana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”, sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uang yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata : “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”

Ketika terjadi kelaparan di Betlehem, Elimelekh mengajak seluruh keluarganya pindah ke Moab. Tujuannya sangat sederhana yaitu mencari hidup yang lebih baik dengan menghindari kelaparan di negerinya sendiri. Namun, bukan kesuksesan yang diperoleh melainkan malapetaka. Elimelekh harus beserta kedua anaknya harus mati di negeri Moab dan mewariskan kesulitan besar bagi istri dan kedua menantunya. Kita tidak memiliki kemampuan untuk memprediksi apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Oleh karenanya mari membawa segala rencana hidup kepada Tuhan melalui doa.

Naomi dan Rut, dua janda yang awalnya hidup dalam penderitaan kini mulai menikmati pemeliharaan Allah yang luar biasa. Pemeliharaan itu terus berlanjut hingga Rut memiliki keturunan yang kemudian merupakan nenek moyang Mesias. Keturunan Rut tercatat dalam silsilah yang luar biasa.

Silsilah yang menarik !
Rut 4 : 18 – 22 Inilah keturunan Peres : Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram, Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon, Salmon memperanakkan Boas, Boas memperanakkan Obed, Obed memperanakkan Isai dan Isai memperanakkan Daud.

 Siapa Peres ?
Kejadian 38 : 1 – 30 ….”Tinggalah sebagai janda di rumah ayahmu, sampai anakku Syela itu besar,” sebab pikirnya : “Jangan-jangan ia mati seperti kedua kakaknya itu.” Maka pergilah Tamar dan tinggal di rumah ayahnya …………….. Maka ditanggalkannyalah pakaian kejandaannya, ia bertelekung dan berselubung, lalu pergi duduk di pintu masuk ke Enaim yang di jalan ke Timna, karena dilihatnya, bahwa Syela telah menjadi besar, dan dia tidak diberikan juga kepada Syela itu untuk menjadi istrinya….. Lalu diberikannyalah semuanya itu kepadanya, maka ia menghampirinya. Perempuan itu mengandung daripadanya……… Sesudah kira-kira tiga bulan dikabarkanlah kepada Yehuda : ‘Bawalah perempuan itu, supaya dibakar.” …………….. Yehuda memeriksa barang-barang itu,lalu berkata ; “Bukan aku, tetapi perempuan itulah yang benar, karena memang aku tidak memberikan dia kepada Syela, anakku.” Dan ia tidak bersetubuh lagi dengan perempuan itu…………… Ketika anak itu menarik tangannya kembali, keluarlah saudaranya laki-laki,dan bidan itu berkata ; “Alangkah kuatnya engkau menembus ke luar,” maka anak itu dinamai Peres.

Yehuda menikah dengan seorang perempuan Kanaan bernama Syua. Kejadian 38 : 2 “Di situ Yehuda melihat anak perempuan seorang Kanaan : nama orang itu adalah Syua. Lalu Yehuda kawin dengan perempuan itu dan menghampirinya.”

Peres adalah anak yang dilahirkan Tamar dalam hubungan antara mertua dengan menantu. Hal ini terjadi karena Yehuda tidak menepati janjinya kepada Tamar dalam hal pernikahan Levirat-pernikahan penebusan.

Tamar adalah istri Er-anak sulung Yehuda, karena Er jahat di mata Tuhan maka Tuhan membunuhnya. Er mati tanpa anak, sesuai dengan budaya Yahudi kuno tentang pernikahan Levirat, maka Onan harus menggantikan posisi Er dan menjadi suami Tamar. Jika kemudian dalam pernikahan ini melahirkan seorang anak laki-laki (pertama) maka anak itu di anggap sebagai anak Er, bukan anak Onan. Inilah yang ditolak Onan, sehingga ketika persetubuhan terjadi dengan Tamar ia membiarkan spermanya terbuang.

Dari perilaku Onan inilah kemudian muncul istilah Onani/Masturbasi – seks hampa / membuang sperma. Tuhan menghargai benih, jadi sangat penting bagi orang tua untuk memberikan pendidikan seks yang benar, khususnya pada anak laki-laki. Seorang anak laki-laki yang biasa melakukan onani/masturbasi akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak PD, dan cenderung mengalami kesulitan ketika masuk dalam dunia pernikahan.

Perilaku Onan dipandang jahat oleh Allah, maka Allah pun membunuh Onan. Seharusnya Syela menggantikan posisi Onan dan menjadi suami Tamar. Tetapi Yehuda tidak memberikan Syela kepada Tamar dengan alasan Syela masih kecil. Yehuda menyuruh Tamar pulang kepada keluarganya sambil menunggu Syela menjadi pria dewasa.

Pada suatu ketika anak perempuan Yehuda meninggal, setelah selesai masa berkabung Yehuda pergi ke Timna. Ternyata daerah yang dikunjungi Yehuda adalah tempat tinggal Tamar. Kekecewaan muncul di hati Tamar karena melihat Syela telah menjadi besar tetapi Yehuda tidak memberikan Syela kepadanya. Ide muncul, Tamar menyamar menjadi pelacur. Dahulu dalam budaya Israel kuno, pakaian merupakan identitas diri, jadi Tamar berbusana seperti pelacur. Ketika itu, pembayaran dilakukan secara barter. Tetapi karena Yehuda tidak membawa harta benda ia memberikan beberapa benda pribadi kepada Tamar sebagai jaminan. Setelah kesepakatan terjadi maka transaksi pun berlangsung. Kemudian hari Yehuda menepati janjinya, ia mengirim anak kambing melalui sahabatnya, tetapi ia tidak menemui pelacur itu.

Setelah tiga bulan dari peristiwa di Timna itu, maka berita tentang kehamilan Tamar sampai kepada Yehuda. Dengan geram Yehuda memerintahkan orang untuk membawa Tamar kehadapannya dengan maksud untuk dihukum rajam. Tetapi ketika Tamar sudah tiba dan menjelaskan apa yang terjadi, maka Yehuda mengerti bahwa dialah sumber dari segala kekacauan ini. Jika saja ia menepati janjinya dan memberikan Syela menjadi suami Tamar, maka hal ini tidak perlu terjadi.

Dari hubungan Tamar dan Yehuda lahir bayi kembar, mereka adalah Peres dan Zerah. Hubungan intim antara Tamar dan Yehuda hanya terjadi satu kali, yakni dalam peristiwa di Timna.

b.Siapa Salmon ?

Matius 1 : 5 Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai.

Yosua 2 : 1 – 24 Yosua bin Nun dengan diam-diam melepas dari Sitim dua orang pengintai, katanya : “Pergilah, amat-amatilah negeri itu dan kota Yerikho.” Maka pergilah mereka dan sampailah mereka ke rumah seorang perempuan sundal, yang bernama Rahab, lalu tidur di situ. Tetapi perempuan itu telah membawa dan menyembunyikan kedua orang itu.

Ini adalah 2 kisah pengintai yang diutus Yosua untuk menyelidiki negeri Kanaan. Kedua pengintai ini disembunyikan dan diselamatkan dari ancaman kematian raja Yerikho oleh Rahab. Rahab sendiri adalah seorang pemilik penginapan tempat para pengintai menginap, dan juga disebut sebagai pelacur. Dalam penaklukan Kanaan, sesuai dengan janji kedua pengintai maka hanya Rahab dan semua keluarganya yang diselamatkan. Kemudian Rahab masuk ke dalam komunitas bangsa Israel, ia tidak lagi menjadi pemilik penginapan dan bukan lagi seorang pelacur. Salmon, salah seorang dari kedua pengintai tersebut akhirnya menikahi Rahab, dan dari pernikahan ini lahirlah Boas.

Peristiwa kelahiran Peres dan Boas adalah kasus yang tidak sedap di dengar, menjadi titik-titik hitam dalam silsilah Mesias. Tetapi kitab kita yang jujur ini tidak menyembunyikan sesuatu, atauh bahkan mengada-ada. Apa yang terjadi antara Yehuda dan Tamar dibenarkan oleh Tuhan. Ia melacurkan diri kepada Yehuda karena ia menuntut benih yang menjadi haknya bagi kandungannya. Salmon menikahi Rahab yang adalah mantan pelacur. Ia tidak lagi melacurkan dirinya ketika sudah bergabung dalam komunitas bangsa Israel. Tuhan menyatakan pengampunan, dan mengangkat derajat Tamar dan Rahab.

Ingat

Mazmur 32 : 1 – 2 Dari Daud, Nyanyian Pengajaran. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi ! Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu !

BERBAHAGIALAH ORANG YANG DIAMPUNI DOSANYA

Apa yang dilakukan Tamar memang tidak sedap didengar, tetapi ia terpaksa melakukannya demi hak yang sudah seharusnya menjadi miliknya. Pertobatannya nyata, ia tidak lagi mengulangi perbuatannya. Demikian juga Rahab menjadi pribadi yang baru setelah masuk dalam komunitas bangsa Israel.

Hidup dalam dosa adalah hidup dalam tekanan. Pengakuan akan dosa akan melepaskan seseorang dari tekanan dosa. Pengakuan akan merubah tekanan itu menjadi kebahagiaan.

 1 Yohanes 1 : 9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
  
  Inilah budaya yang harus dikembangkan yaitu selalu mengadakan penyelesaian, mengadakan pengakuan baik kepada orang yang bersangkutan dan kepada Tuhan.
  
  Yohanes 8 : 11 Jawabnya : “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus : “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

JANGAN BERBUAT DOSA LAGI

Ini adalah peristiwa tertangkapnya seorang wanita yang sedang berzinah. Ahli Taurat dan orang Farisi membawa perempuan ini kepada Yesus dengan tujuan untuk mencobainya. Sesuai dengan Hukum Taurat, maka jika ada orang yang kedapatan berselingkuh (tidur bukan dengan pasangannya) maka mereka harus di hukum rajam – dilempari batu. Dan orang-orang yang menjadi saksi (menemukan/mendapati/melihat perselingkuhan) adalah orang pertama yang berhak melempari mereka dengan batu. Peristiwa ini sangat janggal karena hanya perempuannya saja yang di bawa, sedangkan pihak laki-laki tidak ada.

Dengan bijak Yesus menghadapi para Ahli Taurat dan Orang Farisi ini. Yesus berkata bahwa barangsiapa yang merasa tidak berdosa boleh melempari perempuan ini. Ternyata, tidak seorangpun yang melakukan pelemparan, justru satu persatu mulai pergi hinga hanya ada Yesus dan perempuan tersebut. Yesus tidak menghukum perempuan ini, Ia justru mengampuninya dan berpesan agar tidak berbuat dosa lagi.

Pesan ini juga bergulir bagi kita, silsilah Yesus menyertakan peristiwa yang kelam, tetapi pemulihan Tuhan mengangkat generasi yang dilahirkan. Seperti halnya perempuan yang berzinah itu memperoleh pengampuan dan pemulihan maka melalui karya penebusan kalfari, kita disiapkan menjadi serupa dengan diri-Nya yang mulia. Kita telah ditebus dari gelapnya dosa, untuk hidup menjadi anak terang. Inilah kerinduan Allah yaitu menjadikan kita kudus, sempurna di hadapan-Nya.

JANGAN SIMPAN KEPAHITAN DAN PELANGGARAN LAINNYA TETAPI AKUILAH DAN JANGAN DIULANG LAGI.

Bagaimana Caranya ?

1 Yohanes 3 : 9 Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi : sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa lagi, karena ia lahir dari Allah.

BENIH ILAHI TETAP DI DALAM DIA

Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak lagi berbuat dosa. Lahir baru adalah kunci untuk melihat kerajaan Allah. Untuk menjadi manusia baru kita perlu benih Allah ada dalam kita. Benih ilahi adalah Firman Allah. Kita telah rusak karena dosa tetapi bisa menjadi manusia baru dengan menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, menerima Yesus yang adalah Firman Allah.

Ibrani 8 : 10 “Maka inilah perjanjian yang Ku adakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu,” demikianlah Firman Tuhan. “Aku akan menaruh Hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalma hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

Benih itu ditaruh dalam loh hati kita, dalam dianoya kita. Dianoya yang diisi terus dengan Firman Allah, akan menuntun kita pada kekudusan. Sebagai manusia kita diperhadapkan dengan kehendak bebas, kehendak ini yang menentukan apa pilihan kita, tetap mengisi loh hati dengan firman atau tidak.

Respon dan sikap kita terhadap Firman Allah menentukan langkah kita ke depan. Dunia yang kita hidupi ini penuh dengan dosa, di mana manusia yang rapuh tanpa Firman akan mudah dimangsa dosa. Dosa membuat hati nurani menderita, jika hal ini dilakukan terus menerus, maka hati nurani menjadi mati. Perilaku kita terus diamati oelh Allah, tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya. Jadi mari menjaga Firman Tuhan tetap ada dalam kehidupan, sehingga kita tidak berbuat dosa. Jangan seperti Er yang harus mati karena dosa, tetapi bila waktunya tiba biarlah kita menghadap kepada-Nya karena kita sudah menyelesaikan tugas dengan baik.

Nasihat

Amsal 4 ; 23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaa, karena dari situlah terpancar kehidupan.

JAGALAH HATI

Jangan sampai hati kita kosong dari Firman Tuhan. Kerinduan Tuhan adalah agar kita tetap tinggal dalam kebenaran-Nya. Sehingga keubahan dan kesempurnaan terjadi dalam hidup. Tetapi jika semakin hari hidup kita mengalami pertumbuhan rohani yang maksimal, ingatlah itu bukan hasil jerih lelah kita tetapi hasil karya Roh Allah dalam hidup kita.

Roh Allah membuat kita berhasil, mantap dan selalu mengucap syukur. Roh Allah membuat kita saling menghargai, mendukung, menopang, dan membangun. Puncak karya Roh Kudus adalah penguasaan diri. Hal ini bisa dimiliki dengan menjalani proses. Jangan berhenti belajar hidup sesuai dengan Firman Tuhan.

Jangan patah semangat dalam kesesakkan dalam proses hidup dan jangan mengeluh. Tetapi tetap semangat, berharap terus kepada Tuhan. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Hidup yang berkemenangan adalah janji Firman Tuhan. Selalu ada harapan bagi orang yang percaya pada Firman Tuhan. Milikilah respon dan sikap hati yang benar terhadap Firman dan Roh Allah. Budayakan mengakui kesalahan agar pengampunan turun atas kita.

Adanya Firman Allah dan Roh Kudus dalam hati kita, itu yang menolong kita untuk bisa menolak dosa sehingga kita tidak berbuat dosa lagi.

JAGALAH HATI BAIK-BAIK SEBAB HATIMU MENENTUKAN JALAN HIDUPMU. (Amsal 4 : 23 )

Tuhan Yesus Memberkati

 

James 4: 13-15 So now, things that you say: “Today or tomorrow we leave for such and such a town and spend a year there and trade and make a profit,” You do not know what will happen tomorrow. Is the meaning of life? Your life is the same as money is for a moment and then looked away. You ought to say: “If the Lord wills, we will live and do this or that.”

When there was a famine in Bethlehem, Elimelech took his entire family moved to Moab. The goal is very simple: look for a better life by avoiding starvation in his own country. However, success is not obtained but havoc. Elimelech and their two children should have to die in the land of Moab and bequeath great difficulty for his wife and second-in-law. We do not have the ability to predict what will happen in the future. Therefore, let’s bring all plan living to God through prayer.

Naomi and Ruth, two widows who originally lived in misery now beginning to enjoy the extraordinary providence of God. Maintenance was continued until Ruth had offspring which then is the ancestor of the Messiah. Descendants of Ruth recorded in a remarkable pedigree.

Lineage interesting!
Ruth 4: 18-22 The descendants of Perez: Perez begat Hezron, Hezron begat Ram, Ram begat Amminadab, Amminadab begat Nahshon, Nahshon begat Salmon, Salmon begat Boaz, Boaz begat Obed, and Obed begat Jesse, and Jesse begat David.

Who Peres?
Genesis 38: 1-30 …. “there lived as a widow in your father’s house, till Shelah my son was huge,” saying, “Lest he die like her siblings were.” So Tamar went and lived in her father’s house .. …………… So She took off her clothes as a widow, she was hooded and sheathed, then go sit at the entrance to Enaim are on the road to Timnah, She saw that Shelah was an adult , and the man was not given to Shelah also, to be her husband ….. then give it to him, then he approached. Women that contains thereof ……… After about three months it was told Judah: ‘Bring the woman, burned in order. “…………….. Judah check out the goods, then said; “Not I, but the woman being true, because I do not give her to Shelah my son.” And he did not have intercourse with the woman again …………… When the boy pulled his hand back, his brother came out, and the midwife was saying; “How strong you break out,” the boy was named Perez.

Judah married a Canaanite woman named Shua. Genesis 38: 2 “There Judah saw the daughter of a Canaanite: the person’s name was Shua. Then Judah and marries it to him. ”

Peres is a child born in the relationship between law Tamar by law. This happens because Judah did not keep his promise to Tamar in marriage levirate-marriage redemption.

Tamar was the wife of Er-eldest son of Judah, because Er displeased the Lord and the Lord killed him. Er died without children, according to the ancient Jewish culture of levirate marriage, then it should replace Er, Onan and Tamar became husband. If later in this marriage gave birth to a boy (first) then the child is considered as the son of Er, Onan not children. This is what Onan refused, so when intercourse occurs with Tamar he let his sperm wasted.

Onan’s behavior is then the term Masturbation / Masturbation – sex vacuum / discard sperm. God appreciates the seed, so it is very important for parents to provide proper sex education, especially in boys. A boy who used to do masturbation / masturbation will grow into the person who does not trust themselves, and tend to have difficulty when entering the world of marriage.

Behavior Onan displeased God, then God killed Onan also. It should replace the Onan and Shelah became husband Tamar. But Judah did not give Shelah to Tamar to Shelah was little reason. Judah sent Tamar back to her family while waiting for Shelah to be a man.

At one point the daughter of Judah died, after a period of mourning Judah went to Timnah. It turns out that the areas visited residence of Judah was Tamar. Disappointment appeared in the liver as seen Shelah has been a man but Judah did not give  Shelah to her. The idea appears, Tamar disguised as a prostitute. Formerly in the ancient Israeli culture, clothing is identity, so Tamar dressed as a prostitute. When it is, payments are made in barter. But because Judah did not bring the property he gave to Tamar few personal items as collateral. Once the deal occurs, the transaction is in progress. Judah later kept his promise, he sent the young goat by his friend, but he does not see that bitch.

After three months of events in the Timna, the news of the pregnancy Tamar to Judah. Judah angrily ordered the people to bring before him with intent to Tamar stoned. But when Tamar had arrived and explained what happened, then Judah understood that he was the source of all this chaos. If only he had kept his promise and gave Tamar Shelah became the husband, then it need not be the case.

From the relationship Tamar and Judah born twins, Perez and Zerah they are. The intimate connection between Tamar and Judah only happens one time, ie, in the event of Timnah.

b.Who Is  Salmon?

Matthew 1: 5 Salmon begat Boaz of Rahab, Boaz begot Obed of Ruth, and Obed begat Jesse.

Joshua 2: 1-24 Joshua son of Nun secretly release of Shittim two spies, he said: “Go, very, observe the land and the city of Jericho.” So they went and came to the house of a prostitute named Rahab , then sleep on it. But it has brought women and two men were hiding.

This is the second story of the spies that Joshua sent to investigate the land of Canaan. Both of these spies hidden and saved from the threat of death by the king of Jericho, Rahab. Rahab was an innkeeper himself where the scouts stay, and is also referred to as prostitutes. In the conquest of Canaan, according to the promise of the spies, the only Rahab and all her family were saved. Rahab then entered into the community of Israel, he is no longer the owner of the inn and is no longer a prostitute. Salmon, one of the spies were eventually married Rahab, and Boaz was born of this marriage.

The birth of Peres and Boaz is the case is not good at hearing, into the black dots in the lineage of the Messiah. But we are honest this book does not hide anything, or even absurd. What happens between Judah and Tamar justified by God. She prostituting themselves to Judah because she demands that they are entitled to seed abortion. Salmon married Rahab who was a former prostitute. She no longer prostituting herself when it joined the community of Israel. God declares forgiveness, and raise the degree of Tamar and Rahab.

Remember

Psalm 32: 1-2 From David, Song of Teaching. Blessed are the forgiven his transgression, whose sin is covered! Blessed man, whom the LORD does not count, and that is not a soulless imposter!

Blessed are the forgiven

What did Tamar is not nice to hear, but she was forced to do so for the sake of the rights that should be hers. Real conversion, she did not repeat his actions again. Likewise, Rahab became a new person after entering the community of Israel.

Living in sin is to live under pressure. Recognition will be releasing one’s sin of sins pressure. Recognition of the pressure change into happiness.

1 John 1: 9 If we confess our sins, he is faithful and just and will forgive us our sins and purify us from all unrighteousness.

This is the culture that must be developed that is always held settlement, recognition of good conduct to the person concerned and to God.

John 8: 11 And he said: “No one, Lord.” And Jesus said, “Neither do I condemn you. Go, and sin no more from now on. ”
DO NOT SIN AGAIN

This is event was the arrest of a woman who committed adultery. Scribes and Pharisees brought this woman to Jesus with a view to tempt. In accordance with the Law, so if anyone is caught cheating (not sleeping with her ​​partner) then they should be in the stoning – stoned. And those who witness (to find / found / saw affair) was the first to have the right pelted them with stones. It’s very strange because the only course that brought her, while the men are not there.

Jesus wisely deal with the Scribes and Pharisees this. Jesus said that whoever was without sin should throw at these women. Apparently, no one is doing the throwing, Just one by one began to go up only Jesus and the woman. Jesus did not condemn this woman, he actually forgave her and advised not to sin again.

This message is also rolling for us, the genealogy of Jesus include a dark events, but recovery Lord lift generation was born. As well as the adulterous woman to obtain guardianship and restore it through the atoning work Calvari, we are prepared to be similar to his glorious self. We have been redeemed from the darkness of sin, to live into light. This is God’s desire that makes us holy, perfect in His sight.

Do not keep the hurt and other violations, but let’s face it and do not do it again.

 

How Do I?

1 John 3: 9 Whosoever is born of God doth not commit sin: for his seed remains in him and he can not sin, because he is born of God.
DIVINE SEED REMAIN IN HIM

Every person who is born of God does not sin anymore. The new birth is the key to see the kingdom of God. To become a new man we need the seed of God is in us. Divine seed is the Word of God. We have broken because of sin, but could be a new man by accepting Christ as Lord and Savior, Jesus receives the Word of God.

Hebrews 8: 10 “For this is my covenant with the house of Israel held after that time,” says the Lord. “I will put my law in their minds and write it Dalma their hearts, and I will be their God and they will be my people.

eeds were placed in tablets of our hearts, in our hearts. hearts are filled with the Word of God continued, will lead us to holiness. As humans, we are confronted with a free will, this will determine what our options, keep filling the heart with the word tablet or not.

Response and our attitude toward the Word of God determines our steps forward. The world we are living is full of sin, in which humans are fragile without the Word will be easy prey to sin. Sin makes conscience suffer, if this is done continuously, the conscience becomes dead. We constantly observed behavior enumerated by God, nothing is hidden from Him. So let’s keep the Word of God remains in life, so we do not sin. Er do not like to be dead because of sin, but when the time comes let us come to Him because we had a job well done.

advice

Proverbs 4; 23 Keep your heart with all vigilance, for from it flow the springs of life.
KEEP HEART

Do not let the empty our hearts of God’s Word. God is longing for us to remain in His truth. So changes and perfection happens in life. But if the days of our life experience spiritual growth maximum, remember it is not the result of our labors but the work of God’s Spirit in our lives.

Spirit of God makes us successful, stable and always give thanks. Spirit of God makes us respect, support, sustain, and build. Culmination of the work of the Holy Spirit is self-control. It can be had by living processes. Do not stop learning to live in accordance with God’s Word.

Do not be discouraged when facing difficulties in life and do not complain.  But keep the spirit, hope continues to God. For God nothing is impossible. Victorious life is the promise of God’s Word. There is always hope for those who believe in the Word of God. Have a response and the right heart attitude towards God’s Word and Spirit. make it a habit to admit mistakes so forgiveness descend upon us.

The presence of the Word of God and the Holy Spirit in our hearts, that’s what helps us to be able to reject sin so that we do not sin again.
Keep good heart, because your heart determines the course of your life
(Proverbs 4: 23)

Lord Jesus Blesses

10 August 2014

Dari Gelap terbitlah Terang ( From Darkness to Light )

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah Minggu | Tag

Khotbah Minggu diambil dari WSB Edisi 10 Agustus 2014

Rangkaian Seri Khotbah minggu, Oleh Pdt. Otniel Firmanyo Osiyo

 

DARI GELAP TERBITLAH TERANG

Kematian Elimelekh, Mahlon dan Kilyon di Negeri Moab menjadi bagian hidup terkelam yang harus dijalani Naomi. Tetapi kegelapan itu perlahan-lahan mulai berlalu. Harapan untuk masa depan yang cerah mulai mendekat, hasil kerja Naomi dan Ruth mulai tampak hasilnya. Naomi yang penyayang sangat beruntung memiliki menantu perempuan seperti Ruth yang taat , sekalipun masih muda, Ruth tidak mengikuti keinginan hatinya, tetapi ia memilih untuk lebih menuruti semua rencana Naomi. Ruth dengan rela hati menanggalkan semua kepentingan pribadinya untuk menjadi calon istri Boas yang usianya jauh lebih tua darinya.

Boas sendiri adalah pribadi yang luar biasa, ia seorang yang kaya tetapi murah hati. Status sosialnya yang tinggi tidak membuatnya menjadi pribadi yang sombong, tetapi justru ia adalah pribadi yang bijak dalam menghadapi kesulitan hidup yang dialami keluarga Naomi.

Boas berjuang

Rurh 4 : 1 – 10 Boas telah pergi ke pintu gerbang dan duduk di sana. Kebetulan lewatlah penebus yang disebutkan Boas itu. Lalu berkatalah Boas ; “Hai saudara, datanglah dahulu kemari, duduklah disini.” Maka datanglah ia, lalu duduk. Kemudian dipilihnyalah sepuluh orang dari para tua-tua kota itu, dan berkata : “Duduklah kamu disini.” ……..sebab tidak ada orang yang dapat menebusnya kecuali engkau, dan sesudah engkau : aku..”…….engkau memperoleh Rut juga, perempuan Moab, istri orang yang telah mati itu, untuk menegakkan nama orang itu diatas milik pusakanya.”

ADA 2 PENEBUS

Lalu berkatalah penebus itu : “Jika demikian, aku ini tidak dapat menebusnya, sebab aku akan merusakkan milik pusakaku sendiri. Aku mengharap engkau menebus apa yang seharusnya aku tebus, sebab aku tidak dapat menebusnya.’

PENEBUS PERTAMA

TIDAK DAPAT MENEBUS TAURAT

Beginilah kebiasaan dahulu di Israel dalam hal menebus dan menukar : …….”Kamulah pada hari ini menjadi saksi, bahwa segala milik Elimelekh dan segala milik Kilyon dan Mahlon, aku beli dari tangan Naomi; juga Rut, permpuan Moab itu, istri Mahlon,aku peroleh menjadi istriku untuk menegakkan nama orang yang telah mati itu diatas milik pusakanya. Demikianlah nama orang itu tidak akan lenyap dari antara saudara-saudaranya dan dari antara warga kota. Kamulah pada hari ini menjadi saksi.”
BOAS PENEBUS KEDUA
Boas tahu bahwa Hukum Taurat memberikan kesempatan pertama kepada sanak saudara laki-laki terdekat dengan Rut untuk menikahinya. Jika saudara itu menolak, Boas dapat menikahi Rut. Boas tidak membuang waktu untuk memenuhi janjinya. Ia segera pergi ke gerbang kota, yakni tempat yang paling mungkin menjumpai sanak saudaranya pada pagi hari itu, ketika kesibukan mulai berlangsung. Sekalipun tokoh kerabat ini (penebus pertama) disebut tanpa nama dalam catatan kisah Rut, Boas tentu menyapanya dengan namanya. Jelaslah bahwa Boas sangat berwibawa dalam masyarakatnya karena ia menguasai keadaan, dan para tua-tua menyediakan diri baginya selaku saksi. Ini merupakan pengukuhan bahwa ia bukan lagi seorang muda.

Penebus yang pertama tidak dapat menebus Rut karena 2 hal, yaitu :
Dengan bersedia menebus ladang Naomi, maka penebus pertama tidak hanya bertanggung jawab untuk kesejahteraan hidup Naomi, tetapi ia juga harus menikahi Rut. Jika Rut kemudian melahirkan seorang anak laki-laki, maka anak itu berhak secara penuh untuk memiliki ladang yang telah dibelinya sebagai warisan. Artinya si penebus tidak mendapat keuntungan secara materi. Hal ini disebabkan karena ia sendiri harus kehilangan apa yang telah ditebus yaitu anak lelakinya sendiri tidak dapat memiliki ladang tersebut sebagai warisan. Selain itu, ia juga harus memberikan sebagian harta yang dimilikinya untuk diwariskan kepada anak-anak Rut. Disebut anak-anak Rut karena Hukum Taurat dalam budaya penebusan ini adalah untuk menegakkan nama orang yang sudah meninggal agar tidak terhapus dari sukunya-dari milik pusakanya. Jadi anak lelaki pertama Rut yang dilahirkan akan disebut keturunan Elimelekh, demi menjaga keutuhan tanah warisan. Penebus pertama juga harus menambah biaya pengeluaran rutin dalam rumah tangganya karena selain harus menanggung kesejahteraan keluarga barunya (Naomi dan Rut) si penebus pertama juga harus tetap memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sendiri (Istri pertama). Inilah bentuk kerugian materi yag tidak ingin ditanggung oleh penebus pertama.
2. Rut adalah orang Non Yahudi, ia adalah keturunan Bangsa Moab – Bangsa Kafir yang dibenci Allah karena usul-usulnya. Hukum perkawinan Yahudi sangat keras melarang Bangsa Yahudi menikah dengan Bangsa Non Yahudi. Jika hal ini dilakukan maka mereka tidak lagi disebut sebagai Yahudi asli karena membiarkan Bangsa Non Yahudi masuk sehingga mencemari keaslian sukunya. Si penebus pertama menolak menikahi Rut karena ingin tetap mempertahankan keaslian sukunya.
Hukum Taurat menghalangi penebus pertama untuk menebus Rut.
Boas Penebus Kedua

Para saksi/tua tua sudah mendengarkan bahwa sanak saudara yang dekat itu telah mengalihkan hak penebusan kepada Boas. Tapi untuk mengesahkan perkara itu, harus dilakukan upacara simbolis, yakni menyerahkan kasut. kebiasaan di Israel kuno ini menjadi tanda yang disaksikan oleh banyak orang bahwa suatu pembelian tanah dan harta benda sudah selesai. Dengan demikian para tua-tua itu menyaksikan bahwa Boas adalah ahli waris dari Mahlon dan Kilyon. anak lelaki Rut yang pertama akan dikenal sebagai anak Elimelekh, dengan demikian menegakkan nama orang yang telah meninggal.
Boas adalah penebus kedua yang luar biasa. Dengan rela hati ia mau menderita kerugian secara materi untuk menebus tanah atau ladang Naomi sekaligus menikahi Rut. Masa lalu Rut dengan segala latar belakangnya atau asal usulnya bukanlah penghalang bagi Boas untuk menebusnya. Tindakan Boas tidak berdasarkan pertimbangan untung rugi atau hal lainnya. Sosoknya yang matang dan bijak membuatnya memandang peristiwa ini dengan kasih bahwa keluarga Naomi perlu ditolong-perlu ditebus.

Sejarah penebusan ini adalah gambaran proses penebusan oleh Kristus, kisah Rut ini, telah dikanonisasi oleh para ahli teologia, sehingga bisa digabungkan dalam kumpulan kitab perjanjian lama. Memang banyak karya tulis yang ada,tetapi perlu penyelidikan mendalam untuk menggabungkan mereka dalam kumpulan kitab perjanjian lama. Menurut hasil penelitian, kitab Rut ini ditulis pada zaman pemerintahan Raja Daud, namun peristiwa yang sesungguhnya, terjadi pada jaman hakim-hakim, 200 tahun sebelum Daud menjadi Raja Israel. Penulis kitab Rut tentunya adalah orang yang di ilhami Roh Allah.

RUT 4:17 Dan tetangga-tetangga perempuan memberi nama kepada anak itu, katanya :” pada Naomi telah lahir seorang anak laki-laki” , lalu mereka menyebutkan namanya Obed. Dialah ayah Isai, ayah Daud.

Kitab Rut mengandung nubuatan yang besar dan tidak hanya sebatas perjalanan hidup keluarga Elimelekh. Silsilah diatas menyebutkan bahwa Daud adalah cucu Obed. Daud adalah satu sosok yang tidak hanya disebut sebagai Raja kedua yang luar biasa tetapi dalam perjanjian baru, namanya tetap disebut. Namanya tidak terhapus karena berhubungan dengan karya penebusan, yakni masuk dalam silsilah mesias-sang penebus sejati.. Apa yang dikerjakan Allah dalam peristiwa ini, memiliki suatu tujuan tertentu. Dalam sejarah penyelamatan bangsa, baik bagi Israel sampai seluruh bangsa kita dihadapkan pada dua perjanjian. Hukum taurat : bagi bangsa Yahudi telah menjadi satu tatanan yang tidak mampu membawa seseorang bebas dari dosa. Ini adalah hukum spesifik atau khusus , karena hanya berlaku bagi kaum Yahudi. Hukum taurat ini adalah gambaran penebus pertama yang tidak mampu menebus Rut,orang Moab. Hukum ini tidak mampu membebaskan.

Roma 3: 20-24 Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan dihadapan Allah oleh karena melakukan hukum taurat, … Yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

Hukum taurat ini disediakan sebagai fasilitas untuk membenahi hubungan dengan Allah. Keharmonisan hubungan manusia pertama dengan Allah telah menjadi hancur karena dosa Adam dan hawa. Karena peristiwa ini karya penebusan mulai dicanangkan Allah dalam kitab kejadian 3:15 dituliskan bahwa “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya, keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya. Generasi Iblis akan berperang dengan generasi Allah, Generasi bersifat luas, tidak bersifat harafiah, lahir melalui proses kehamilan. Keturunan perempuan ( dalam bentuk tunggal ) akan meremukkan keturunan ular ( bentuk jamak ) . Rancangan penyelamatan bergulir tahap demi tahap, dimana perlu waktu yang panjang untuk penggenapannya.

Perjalanan iman terus bergulir dari mezbah korban yang sederhana sampai lahirnya tabernakel dan hukum taurat. Inilah budaya bangsa Israel dimana ada kebahagiaan dan kehidupan yang dijanjikan Allah bagi yang taat pada hukum taurat. Namun kitab maleakhi mencatat, bagaimana bangsa Israel tidak mampu taat secara utuh.sehingga terjadilah masa gelap selama 400 tahun dimana Allah tidak mengirimkan nabi bagi bangsa Israel, sampai akhirnya lahirlah nabi Yohanes pembaptis,seruan nabi Yohanes adalah pertobatan. Hukum taurat tidak mampu membawa bangsa ini kepada kebebasan. Keturunan perempuan hadir untuk menebus bangsa ini. dalam perjanjian baru, kitab Matius dibuka dengan silsilah, hal ini berbicara tentang generasi. Pentingnya bagi kita untuk menghadirkan GENERASI ILAHI. Saat ini dosa bergerak dengan leluasa, memangsa generasi muda melalui berbagai hal, khususnya melalui teknologi informatika. betapa pentingnya gereja perduli akan generasi. Wadah sekolah minggu dan kaum remaja adalah sarana untuk membentuk iman anak, jadi manfaatkanlah dengan maksimal. Bagi para pembina remaja, guru sekolah minggu harus memiliki wawasan yang lebih luas sehingga mampu memberikan sesuatu dengan maksimal dalam waktu yang sempit. Bisa memberikan sesuatu dengan tingkat excellent service.

Pembangunan keutuhan pribadi generasi tidak hanya dilakukan di gereja, tetapi dilakukan dengan maksimal di rumah. Keluarga berjuang untuk mendidik anak anak, untuk menjadikan mereka sebagai pribadi yang dewasa imannya dan memiliki pengetahuan yang benar tentang Allah,sehingga perilaku mereka sehari hari menyenangkan hati Allah. Anak anak bisa memiliki sikap hidup yang bisa menghormati Allah jika orang tua bisa menjadi teladan yang benar bagi mereka.

Yesaya 54 : 5 Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya : yang menjadi Penebusmu ialah yang Mahakudus, Alla Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi.

Latar belakang penulisan ini adalah kisah pembuangan Bangsa Israel karena ketidaktaatan mereka. Ini adalah ayat yang menyemangati Bangsa Israel sehingga mereka tidak perlu merasa takut dan putus asa, karena akan ada waktunya Allah akan membebaskan mereka. Allah adalah Penebus Sejati, karena Ia bukan hanya Allah Israel, tetapi juga Allah seluruh bumi, ini adalah sosok Penebus Kedua. Aplikasi dari catatan sejarah ini adalah bahwa semua kita tertawan dalam dosa. Penebus Kedua tidak memandang suku bangsa. Perbedaan telah dirobohkan sehingga tidak ada lagi perbedaan antara Bangsa Yahudi dan Non Yahudi.

Efesus 2 : 14 – 18 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang “jauh” dan damai sejahtera kepada mereka yang “dekat”, karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.
Inilah kekuatan Penebus Kedua. Boas adalah gambaran Penebus Kedua yang adalah nubuatan dari pribadi Kristus. Hubungan Allah dengan umat-Nya sangat dekat. Dalam Perjanjian Baru hubungan Allah dan manusia bagaikan mempelai pria dan wanita-Nya. Penebusan adalah anugerah yang mempersatukan kita dengan Allah. Anugerah ini harus betul-betul kita hargai dengan menjaga sikap hidup agar selalu menyenangkan Allah.

1 Korintus 6 : 20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu ! Dan Rohmu yang keduanya adalah milik Dia.

Perilaku kita dalam hidup keseharian adalah bukti kita menghargai kemurahan Tuhan. Gereja bertanggung jawab mendidik jemaat agar jemaat mengerti kehendak Tuhan, sehingga bisa mengantar jemaat menuju puncak ibadah yaitu persembahan hidup.

Roma 12 : 1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah : itu adalah ibadahmu yang sejati.

Kita telah dimerdekakan dari dosa mari menjadi hamba kebenaran. Jadi, jangan gunakan anggota tubuh untuk menyenangkan dosa – membangun Babel.

Penebusan mengangkat Naomi dari kemiskinan, menyelamatkan Rut dari kejandaan dan melahirkan nenek moyang Mesias. Setiap kita bertanggung jawab menjaga anugerah Tuhan, oleh karenanya jadilah pribadi yang baik dalam segala status sosial kita. Baik sebagai kepala keluarga, anggota keluarga, pelajar/mahasiswa,pegawai,majikan/bos,dll. Korban Kristus menyelamatkan kita dari ancaman mereka. Mari menghargainya dengan menjadi pribadi yang mengasihi Allah.
Harapan Para Saksi

Rut 4 : 11 – 12 Dan seluruh orang banyak yang hadir di pintu gerbang, dan para tua-tua berkata : “Kamilah menjadi saksi. TUHAN kiranya membuat perempuan yang akan masuk ke rumahmu itu sama seperti Rahel dan Lea, yang keduanya telah membangun umat Israel. Biarlah engkau menjadi makmur di Efrata dan biralah namamu termasyhur di Betlehem, keturunanmu kiranya menjadi seperti keturunan Peres yang dilahirkan Tamar bagi Yehuda oleh karena anak-anak yang akan diberikan TUHAN kepadamu dari perempuan muda ini !”
DIBERKATILAH KELUARGAMU

Orang-orang lain disamping para saksi resmi ini, pada waktu itu berkumpul di gerbang kota mengukuhkan legalitas dari perkara itu, dan menambahkan berkat mereka kepada yang telah dilakukan oleh para tua-tua itu. Berkat itu mencakup bahwa lebih dari seorang anak yang diharapkan akan dilahirkan Rut bagi Rahel dan Lea beserta hamba-hambanya, telah melahirkan 12 putera bagi Yakub. Boas akan mendapat berkat bila Rut melahirkan banyak putera baginya untuk menambah martabatnya dan kemakmurannya. Sekalipun sejarah kelahiran Peres oleh Yehuda dan Tamar tidak sedap didengar, tetapi nama ini tetap disebut karena Peres adalah leluhur Boas dan beberapa orang lainnya di Betlehem. Penebusan yang dilakukan Boas membawa keluarganya kepada kebahagiaan dalam segala hal jasmani dan rohani.

Terang itu bercahaya

Rut 4 : 13 – 17 Lalu Boas mengambil Rut dan perempuan itu menjadi istrinya dan dihampirinya oleh dia. Maka atas karunia TUHAN perempuan itu mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki.
RUT MELAHIRKAN OBED

Itu perempuan-perempuan berkata kepada Naomi : “Terpujilah TUHAN, yang telah rela menolong engkau pada hari ini dengan seorang penebus. Termasyhurlah kiranya nama anak itu di Israel. Dan dialah yang akan menyegarkan jiwamu dan memelihara engkau pada waktu rambutmu telah putih, sebab menantumu yang mengasihi engkau telah melahirkannya, perempuan yang lebih berharga bagimu dari tujuh anak laki-laki.” Dan Naomi mengambil anak itu serta meletakkannya pada pangkuannya dan dialah yang mengasuhnya. Dan tetangga-tetangga perempuan itu memberi nama kepada anak itu, katanya : “Pada Naomi telah lahir seorang anak laki-laki.” lalu mereka menyebutkan namanya Obed. Dialah Ayah Isai, Ayah Daud.
KEBAHAGIAAN NAOMI

Kelahiran seorang anak bagi Rut dikatakan secara langsung oleh berkat Tuhan. Tapi orang yang diberi selamat adalah Naomi, karena ia tidak lagi terpencil, sebab telah memiliki seorang “anak” melalui siapa nama Elimelekh akan dilanjutkan. Anak yang baru lahir itu akan memberikan kepada Naomi suatu kesempatan untuk hidup lebih baik, dan merupakan penghiburan baginya pada hari tua. Sekalipun penghormatan diberikan juga kepada Rut, tetapi Naomilah yang menjadi pusat perhatian. Meskipun Obed secara teknis bukan anak laki-laki Naomi atau cucu Naomi (Rut adalah menantunya bukan anak kandungnya), perempuan Betlehem itu tahu bahwa karena anak laki-laki Rut inilah, keluarga Naomi akan terus berlanjut dan tempat Naomi dalam komunitas akan tetap terjaga. Naomi yang sempat putus asa kini berbahagia karena memiliki cucu, kegelapan sirna karena kelahiran Obed. Dalam bahasa Ibrani Obed berarti Pemuja atau Penyembah. Cucu laki-laki Obed adalah Daud, raja terbesar di Israel. Daud adalah anak laki-laki Isai, seorang petani dan gembala yang makmur. Di Israel kuno, mengetahui siapa nenek moyangnya adalah sesuatu yang penting.

Penutup

Yesaya 55 : 8-9 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancangan mu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah Firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancangan mu.
RANCANGANNYA TAK TERSELIDIKI

Naomi adalah janda Israel yang harus menderita di Moab karena “didikan Allah.” Ia kemudian memutuskan kembali ke Betlehem dengan ditemani Rut, menantunya yang adalah orang Moab. Rut telah sedikit belajar tentang Allah Israel melalui Naomi dan almarhum suaminya, namun dengan pengetahuan yang sedikit ini, ia begitu terpesona akan kebesaran Allah sehingga memutuskan untuk tetap percaya kepada Allah apapun yang terjadi. Kehidupan yang sulit sudah menanti di Betlehem, tetapi Rut tidak mengeluh. Ia tetap tunduk dan taat melakukan arahan Naomi. Sesungguhnya pernikahan Levirat/pernikahan penebusan tidak berlaku bagi Naomi karena ia tidak lagi memiliki anak laki-laki, dan Rut adalah orang asing-bangsa kafir. Tetapi Allah yang luar biasa itu memberikan anugerah yang jauh lebih besar dari apa yang dibayangkan Naomi dan Rut. Melalui Boas, kelangsungan hidup Naomi dan Rut terpelihara dengan baik. Dan tidak berhenti disini, karya Allah terus bergulir hingga akhirnya Rut melahirkan Obed yang adalah kakek Daud-nenek moyang Mesias. Nubuatan dalam kehidupan Rut adalah berkat yang hingga kini bisa dinikmati oleh semua orang-segala bangsa.

Rancangan Allah adalah sesuatu yang tak dapat diselidiki. Lika-liku perjalanan hidup yang harus dilewati untuk mencapai rancangan itu tidak dapat kita prediksi. Namun yang pasti, rancangan-Nya adalah memulihkan hidup manusia yang telah rusak oleh dosa untuk dijadikan mulia dan sempurna. Oleh karenanya marilah kita berserah penuh kepada-Nya.
KARENA RANCANGAN-NYA TIDAK TERSELIDIKI, MAKA MARI MENGIKUTI POLA ALLAH – MENJALANI LANGKAH DEMI LANGKAH PROSES DALAM KETAATAN.

From darkness to light

The death of Elimelech, Mahlon and Chilion in the State of Moab into the darkest part of life that must be followed Naomi. But the darkness slowly began to pass. Hope for a bright future approaches, the work of Naomi and Ruth began to appear the result. Naomi is very fortunate to have a loving daughter in law-abiding as Ruth, though still young, Ruth did not follow her heart’s desire, but he chose to obey all over Naomi plans. Ruth willingly stripped of all his personal interests to be the future wife of Boaz who was much older than him.

Boas himself was exceptional personal, he is a wealthy but generous. High social status does not make it an arrogant person, but rather it is a wise person in the face of life’s difficulties experienced by the family of Naomi.

Boas struggling

Rurh 4: 1-10 Boas has gone to the gate and sat down there. Incidentally Gone redeemer Boaz mentioned it. Then said Boaz; “Hi siblings, first come here, sit down here.” Then he came and sat down. He took ten men of the elders of that city, and said: “Sit down here.” …….. Because no one except you can make it up, and after thee: I am .. “… well …. you acquire Ruth, Moabite, the wife of the dead, to enforce the person’s name on his inheritance. ”

NO 2 REDEEMER

Then the redeemer said: “If so, I can not redeem it, because I would ruin my own inheritance. I hope you make up for what should have redeemed me, because I can not make it up. ‘

FIRST REDEEMER  CAN NOT REDEEM TORAH

This is what the ancient custom in Israel in terms of redeeming and exchanging: ……. “You are witnesses this day, that all that belonged to Elimelech and all that belonged to Chilion and Mahlon, I bought from the hand of Naomi; also Ruth, the Moabite permpuan, wife of Mahlon, I get to be my wife to uphold the name of the person who died was on his inheritance. Thus the person’s name will not disappear from among his brothers and from among the citizens of the city. Ye are witnesses this day. ”
Boaz, The Second Redeemer 
Boas know that the Law provides the first opportunity to relatives of men closest to Ruth to marry her. If you were rejected, Boaz could marry Ruth. Boas did not waste time to fulfill his promise. He immediately went to the gate of the city, which is the most likely to meet their relatives on the morning of that day, when the busyness begins to take place. Although these relative figures (the first avenger) is called without a name in the record the story of Ruth, Boaz would address him by his name. It is clear that Boaz is very authoritative in his community because he had everything under control, and the elders make themselves available to him as a witness. This is an affirmation that she was no longer young.

First redeemer can not redeem Ruth because of 2 things:
With Naomi’s willing to redeem the field, then the first redeemer is not only responsible for the welfare of Naomi’s life, but he must also marry Ruth. If Ruth gave birth to a male child, then the child is fully entitled to have a field that has been bought as a legacy. This means that the trespass was not materially benefit. This is because he had lost what he had redeemed himself that his son can not have fields such as heritage. In addition, he also had to give most of its wealth to bequeath to the children of Ruth. Ruth called the children because of the law in a culture of redemption is to uphold the name of a deceased person that is not erased from his tribe-of inheritance. So the first son of Ruth that Elimelech offspring born will be called, in order to maintain the integrity of the estate. First Redeemer should also increase the cost routine expenses in the household because in addition to his new family must bear welfare (Naomi and Ruth) the first redeemer must also continue to meet the needs of his own family life (the first wife). This is the form of loss of material  do not want to be covered by the first redeemer.
2 Ruth was a Gentile, he is a descendant of Moab Nations – United Pagans who hated God for his proposals. Jewish marriage law strictly that Jews marry non-Jewish nation. If this is done then they are no longer referred to as the original Jewish Gentile Nations for allowing entry thus contaminating the authenticity of his tribe. The first redeemer refuses to marry Ruth because it wanted to keep the authenticity of his tribe. Law prevents the first redeemer to redeem Ruth. Both Boas Redeemer

The witness / hear that the elderly have close relatives that it has transferred the right of redemption to Boaz. But to certify the case, it should be a symbolic ceremony, handing the shoes. customs in ancient Israel was a sign that was witnessed by many people that a purchase of land and property has been completed. Thus the elders of the witness that Boaz was the heir of Mahlon and Chilion. Ruth was the first boy who would be known as the son of Elimelech, thereby upholding the name of the person who has died.
Boaz was a redeemer both outstanding. He would willingly suffer the loss of material to make up ground or fields once married Ruth Naomi. Past Ruth with all her background or origin is not a barrier for Boaz to redeem. Boas action is not based on cost-benefit considerations or other things. Mature and wise figure who makes this event look with love that families need to be help-need Naomi redeemed.

This is a picture of the history of redemption by Christ’s redemptive process, the story of Ruth, has been canonized by the scholars, so that could be combined in a collection of books of the Old Testament. Indeed, many papers are there, but need to combine their in-depth investigation in a collection book of the Old Testament. According to the research, the book of Ruth was written during the reign of King David, but the actual event, happening at the time of the judges, 200 years before David became king of Israel. Author of the book of Ruth is a person who in the course of the Spirit of God inspired.

Ruth 4:17 And the women neighbors gave the name to the child, he said: “Naomi was born a boy”, and they called his name Obed. He was the father of Jesse, the father of David.

The Book of Ruth contains a great prophecy and not just limited to family life journey Elimelech. Pedigree above mentioned that David is the grandson of Obed. David is one person who is not only known as the second king incredible but in the new treaty, his name still called. His name is not deleted because it relates to the work of redemption, which is included in the genealogy of the true messiah-redeemer .. What God is doing in this event, having a specific purpose. In the rescue of the nation’s history, both for the entire nation of Israel until we are faced with two agreements. The law: for the Jews had become an order which is not capable of carrying a person free from sin. It is specific or special law, because it applies only to the Jews. This is an overview of the law first redeemer who is not able to redeem Ruth, the Moabitess. This law is not able to free.

Romans 3: 20-24 For no flesh be justified in his sight by observing the law, … Even the righteousness of God through faith in Jesus Christ for all who believe. For there is no difference. For all have sinned and have lost the glory of God, and by grace are justified freely through the redemption that is in Christ Jesus.

The law is provided as a facility to fix the relationship with God. Harmony of human relationships first with God has been destroyed because of the sin of Adam and Eve. Because these events begin proclaimed the redemptive work of God in Genesis 3:15 is written that “I will put enmity between thee and the woman, between thy seed and offspring, the offspring will crush your head, and thou shalt bruise his heel. Generation devil will fight with God generation, Generation is broad, non-literal, born through the process of pregnancy. Descendants of women (in the singular) offspring will crush the serpent (the plural form). Rescue draft rolling step by step, which needs a long time for its fulfillment.

The journey of faith continues to roll on the altar of the simple to the birth of the tabernacle and the law. This is the culture of the people of Israel where there is happiness and life which God has promised to those who obey the law. But Malachi noted, how the people of Israel are not able to obey in full, so there was a dark period for 400 years, in which God did not send a prophet to the Israelites, until finally born the prophet John the Baptist, John the prophet’s call is repentance. The law was not able to bring this nation to freedom. Female offspring present to redeem this nation. in the new treaty, the book of Matthew opens with a genealogy, this is talking about generations. The importance for us to deliver GENERATION DIVINE. Currently sin move freely, preying on young people through a variety of ways, especially through information technology. how important the church cares about generations. Containers Sunday school and youth is a means to establish the faith of a child, so take advantage to the maximum. For teens builder, Sunday school teachers should have greater insight so as to give something to the maximum in a narrow time. Can give something to the excellent level of service.

Development of next-generation personal integrity is not just done in the church, but it is done with a maximum at home. Family struggling to educate children, to make them as a mature person of faith and have the knowledge of God, so that their behavior in everyday please God. Children can have an attitude of life which can honor God if the parents can be a right example for them.

Isaiah 54: 5 For the husband is the one who made ​​you, the LORD of hosts His name: which is your Redeemer is the Holy One, God of  Israel, He is called the God of the whole earth.

The background of this paper is the story of the disposal of Israel for their disobedience. This is an encouraging verse Israelites so that they do not need to feel fear and despair, because there will be a time God will deliver them. God is the True Redeemer, because He is not only the God of Israel, but also the God of the whole earth, this is the figure of the Second Redeemer. Application of this history is that all of us captive in sin. Both Redeemer does not look tribes. The difference has been broken down so that there is no longer a difference between Jews and non-Jews.

Ephesians 2: 14-18 For he is our peace, who has made both one, and has broken down the dividing wall, He came and preached peace to you who are “distant” and peace to those who are “close”, because through him we both sides in one Spirit to the Father hath driveway.
This is the power of the Second Redeemer. Both Redeemer Boaz is a picture that is prophetic of the person of Christ. God’s relationship with His people very close. In the New Testament God and human relationships like a bride and groom him. Redemption is a gift that unites us with God. This award should really cherish to maintain an attitude of life that always pleases God.

1 Corinthians 6: 20 For ye are bought with a price paid. Therefore honor God with your body! And your spirit both of which are owned by him.

Our behavior in everyday life is proof we appreciate God’s mercy. Church is responsible to educate the congregation to congregation understand the will of God, so that the congregation can take to the top of the living sacrifice of worship.

Romans 12: 1 Therefore, brothers, by the mercies of God I beseech you, that ye present your bodies a living sacrifice, holy and pleasing to God: it is your reasonable service.

We have been set free from sin let as slaves to righteousness. So, do not use body members to please sins – build Babylon.

Redemption Naomi lifted out of poverty, save Ruth from widowhood and gave birth to the ancestors of the Messiah. Each of us is responsible to maintain the grace of God, therefore, be a good person in all of our social status. Well as the head of the family, family member, student / student, employee, employer / boss, etc.. Victims of Christ saves us from their threat. Let’s appreciate being personally loved by God.
Hope Witnesses

Ruth 4: 11-12 And all the people that were in the gate, and the elders, said: “We are witnesses. May the Lord make the woman that will go into your house like Rachel and Leah, which two did build the house of Israel. May you prosper in Ephrathah and biralah name famous in Bethlehem, descendants would be like the descendants of Perez who was born Tamar to Judah, because of the children who will be given unto the Lord of this young woman! ”
Blessed your family

Other people besides these official witnesses, at the time gathered at the gate of the city confirmed the legality of the case, and add them to the blessing that has been done by the elders. Thanks to that it covers more than a child expected to be born Ruth for Rachel and Leah and their servants, has given birth to 12 sons of Jacob. Boas will be blessed when Ruth gave birth to her son much to add dignity and prosperity. Although the history of the birth of Perez by Judah and Tamar is not nice to hear, but the name is still referred to as Peres was the ancestor of Boaz and several other people in Bethlehem. Redemption is done Boas took his family to the joy in all things temporal and spiritual.

The bright luminous

Ruth 4: 13-17 So Boaz took Ruth and she became his wife and they have intercourse. Then the Lord for the gift of the woman conceived, and gave birth to a boy.
RUT BIRTH OBED

It was the women said to Naomi: “Blessed be the Lord, who has been willing to help you in today with a redeemer. Famous-was presumably the boy’s name in Israel. And he that will refresh your soul and nurture you have white hair at the time, because-law who loves you, has given birth is better to you than seven sons. “And Naomi took the child and put it on his lap and he was the one who feeds it. Neighbors and the woman gave the name to the child, he said: “At Naomi was born a boy.” They named him Obed. He is the father of Jesse, father of David.

Naomi Bliss

The birth of a child for Ruth said directly by the blessing of God. But the person who is to be congratulated Naomi, because he is no longer isolated, for he has a “child” through whom the name of Elimelech will continue. Newborn child that will give Naomi a chance for a better life, and a consolation for him in the old days. Although respect is given also to Ruth, but Naomi which became the center of attention. Although technically not Obed son or grandson Naomi Naomi (Ruth was not his son-in-law), the Bethlehem woman knows that because boys this Ruth, Naomi families will continue and Naomi in the community will be maintained. Naomi was desperate now happy because it has grandchildren, the darkness dissipated due to the birth of Obed. In Hebrew Obed means Devotees or Worshippers. Grandson Obed was David, the greatest king in Israel. David is the son of Jesse, a prosperous farmer and shepherd. In ancient Israel, to know who their ancestors are important.

Closing

Isaiah 55: 8-9 For my design is not your design, and your ways are not my ways, saith the LORD. As the heavens are higher than the earth, so my ways higher than your ways and my design of your design.
Unsearchable design

Naomi was a widow of Israel who must suffer in Moab because “God upbringing.” He then decided to return to Bethlehem in the company of Ruth, which is the law of Moab. Ruth has a bit to learn about the God of Israel through Naomi and her late husband, but with a little knowledge of this, he was so fascinated by the greatness of God so decided to keep trust in God no matter what happens. Difficult life already waiting in Bethlehem, but Ruth was not complaining. He remained submissive and obedient conduct Naomi direction. Indeed levirate marriage / wedding redemption does not apply to Naomi because he no longer has a son, and Ruth is stranger pagan nations. But God’s amazing grace that gives far greater than what is imagined Naomi and Ruth. Through Boaz, Naomi and Ruth survival well maintained. And do not stop here, the work of God continues to roll until finally Ruth gave birth to Obed who was the grandfather of David-the ancestors of the Messiah. Prophecy in Ruth’s life is a blessing that until now can be enjoyed by all people of all nations.

God’s design is something that can not be investigated. Twists and turns of the journey of life that must be overcome to achieve a design that we can not predict. But certainly, his plan is to restore the human life that has been corrupted by sin to be noble and perfect. Therefore let us fully surrender to Him.
DRAFT BECAUSE HIS UNEXPLORED, THEN LET’S FOLLOW THE PATTERN OF GOD – UNDERGOING STEP BY STEP PROCESS IN COMPLIANCE.

11 April 2011

Seri Khotbah Mingguan WSB 10 April 2011

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah, Khotbah Minggu | Tag

Khotbah minggu 3 April 2011 oleh hambaNya Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo ,Bc.M                        

 Uraian

 Contoh ketujuh The seven example  

Jemaat Laodikia The church of Laodicea

Wahyu 3:7-13

74.  Keadaan berikut The next condition

 

Wahyu 3:17, “Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,

 

Yang pertama jemaat Laodikia disebut jemaat yang suam-suam, yang kedua disebut arogan. Selanjutnya apa yang diucapkan tidak sesuai dengan kenyataannya. Jemaat Laodikia berarti :

 

 

Pembohong / Pendusta – Boaster / Liar

The Liar church – Gereja pembohong

 

Gereja pembual (Jw. nggedabrus), tidak cocok omongannya. Ini juga senada dengan kebiasaan suka meng-gosip. Bila tidak tahu jelas jangan berasumsi dalam menyikapi sesuatu, janganlah justru menambah-nambahkan sehingga berkembang ke arah yang tidak sesuai kebenaran. Orang percaya dididik untuk mengatakan ya bila iya, tidak bila tidak (Mat. 5:37), selebihnya dari itu berasal dari si jahat.

 

Jujur kepada diri sendiri, jujur dengan pasangannya, jujur kepada orang-tua. Jujur dalam lingkungan pekerjaan dan dalam pelayanan kepada Tuhan. Jangan lupakan, dosa pertama yang terjadi dalam sejarah gereja mula-mula dan menjadi pelajaran bagi jemaat kala itu adalah dosa dusta, dilakukan oleh Ananias dan Shafira (Kis 5:1-10).

 

Gereja hujan awal dinodai dengan dusta, sekarang zaman akhir jangan terjadi lagi. Berikan dengan benar bila telah bernazar kepada Tuhan, belajar jujur mengembalikan apa yang telah menjadi berkat Tuhan.

 

Jangan suka dusta, sebab yang suka dusta itu bukanlah ciri anak Tuhan, namun adalah anaknya iblis :

 

Yohanes 8:44, “Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

 

Yang suka bohong berarti anaknya iblis, Bapa pendusta adalah iblis, sebab tidak ada kebenaran di dalam dirinya :

 

 

 

Iblis adalah bapa pembohong – Satan is the liar’s father

 

Maka meski orang percaya tapi bila tetap suka bohong, meski jabatannya pendeta –imam-imam- tapi tidak bicara jujur maka berarti ia bukanlah anak Tuhan.

 

 

 7.5.  Jalan keluar The solution

 

Wahyu 3:18, “maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.

 

Jalan keluar yang Tuhan mau :

 

 

  1. Beli emas – Buy gold

      

Maleakhi 3:2-3, “Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. 3 Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN.  “

 

Ada artinya, tiga unsur yang Tuhan mau, berkenaan dengan tiga alat di Tabernakel. Di Ruangan Suci alat-alat yang ada disana semua serba keemasan, bicara salutan   kekudusan.

 

Emas bicara tentang kualitas kehidupan. Kedatangan Yesus yang pertama kedunia bicara pentahiran, minimal duakali secara fisik Yesus datang ke Bait Allah untuk menahirkan Bait Allah, dimasa itu. Belum lagi kotbah-kotbahnya yang jelas mengajarkan tentang kemurnian di hadapan Bapa.

 

Ketika Yesus hadir pertama kali, Ia bagaikan pemurni/pencuci logam yang menyucikan kaum Lewi dalam melayani Tuhan, bukan melayani untuk mencari keuntungan bagi diri sendiri.

 

Kehidupan menjadi cemerlang bagaikan pelita. Di dalam ruang suci Tabernakel ada Pelita Emas, yang dibuat dari emas utuh – pada pelita emas tidak ada sekrup- tapi dibakar dan dibentuk dari emas dengan ukiran yang lengkap.

 

Melalui proses pembakaran awal untuk membersihkan emas, ditempa berkali-kali dengan seksama, bukan dikerjakan dengan di cetak / di press seperti pada proses pabrik modern.

 

Seperti Yusuf dalam kehidupannya, di tempa hingga menghasilkan Yusuf yang mulia. Sejak masa remajanya Yusuf kerap dicibir, dicela bahkan ia ditelanjangi dan dibuang oleh saudara-saudaranya. Hingga selanjutnya di jual senilai budak belian. Yusuf  kemudian dibawa ke negeri asing. Yusuf telah ditempa berkali-kali, bagaikan mempersiapkan pelita emas. Terus  bertahan, dalam proses penyucian hingga tampil cemerlang.

 

Proses adalah suatu hal yang harus dilalui bila ingin berhasil. Biji gandum tidak akan berbuah lebat, bila biji itu tidak jatuh ke tanah dan mati. Hingga kemudian dapat tumbuh dan menghasilkan buah yang lebat.

 

Emas bicara kualitas pribadi, bila dikaitkan dengan :

 

2 Korintus 9:10-11, “Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu; 11 kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami.

 

Rasul Paulus mengajarkan kepada jemaat Korintus, bila tumbuh sehat maka jemaat akan tahu memberi kepada yang lain saat menerima berkat, tidak tamak dengan berkat.

 

Ingat, di dalam berkat ada terkandung roti dan benih, roti untuk dinikmati dan benih untuk ditabur.

 

Kualitas kepribadian yang dewasa, mantap, sudah melewati penyucian maka ia akan :

 

 

Kaya dengan kebajikan – Rich of virtue

 

Hidup yang memuliakan Tuhan, dan menyadari semua untuk kemuliaan Tuhan.Hidup seperti ini senada dengan Pelita Emas.

 

 

  1. Pakaian putih – White garment

 

Wahyu 19:8, “Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!” [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]

 

Untuk menutup ketelanjangan, jemaat Laodikia dianjurkan untuk mengenakan pakaian putih. Pakaian putih bicara kebenaran Firman.

 

 

Perbuatan benar dari orang-orang kudus

The righteous acts of the saints

 

Kita tidak saja sebatas tahu Firman Tuhan tapi menjadi pelaku Firman Tuhan, yang melakukan Firman-Nya bagaikan orang yang membangun rumah di atas batu karang. Menjadi kokoh meski ada terpaan gelombang

 

Adam dan Hawa menjadi telanjang, pakaian kemuliaan Tuhan hilang karena melanggar kebenaran –tidak berbuat benar-. Melanggar kebenaran Tuhan itu sama dengan menelanjangi diri.

 

Tapi dosa-dosa kita telah dibayar di kalvari, ketelanjangan manusia siap ditutup oleh Tuhan, maka kita dituntut menjadi pelaku Firman. Bila Tuhan mengajarkan jujur maka lakukanlah.

 

Memakai lenan halus berkilauan adalah perbuatan benar dari orang-orang Kudus. Orang percaya yang telah ada di ruang Kudus mengenakan pakaian kekudusan, ini ada kaitannya dengan meja roti sajian emas.

 

 

 

  1. Minyak pelumas mata – eye salve 

 

Efesus 1:18-23, “Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, 19 dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, 20 yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, 21 jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang. 22 Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. 23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.  “

 

2 Korintus 4:3-4, “Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, 4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.  “

 

Membeli minyak pelumas mata, supaya dapat melihat masalah-masalah spiritual. Minyak pelumas mata bicara perihal mezbah dupa emas / penyembahan-.

 

Jemaat Laodikia dikatakan buta, miskin, dan telanjang. Buta berarti tidak dapat melihat, mata hati yang buta tidak  akan dapat melihat kebenaran (2 Kor 4:3-4). Akhir zaman, iblis bekerja tiada henti supaya mata hati manusia menjadi tidak dapat melihat kebenaran.

 

Untuk itu sepanjang pelayananya rasul Paulus berdoa bagi jemaat Tuhan supaya diberi hikmat dan wahyu, supaya mata hati menjadi terang -terbuka- dan mengerti ibadah yang sejati

 

Di mezbah dupa yang dibakar adalah dupa, penyembahan kepada Dia. Menjadi intim dan melihat betapa dahyat kuasa-Nya, betapa besar anugrah yang Ia sediakan, juga kekayaan yang disediakan bagi orang kudus-Nya.

 

Jangan pernah lupa!! segala sesuatu telah diletakkan di bawah kaki Yesus.Bila mata hati tidak terang bagaimana bisa melihat hal ini.

 

Orang percaya harus berani bayar harga, korbankan waktu untuk mengerti kehendak-Nya dan mencari Dia dalam kekudusan-Nya.Mempersembahkan yang terbaik bagi Dia.

 

Membeli miyak pelumas mata dianjurkan supaya :

 

 

Kenal kuasa-Nya – Know His power

 

Kita punya Tuhan yang dahyat, punya kuasa, punya otoritas. Bukan pecundang, yang tidak berdaya. Kenali bahwa tidak ada yang sebanding dengan Dia, sebab Ia memiliki segala-galanya.

 

Mezbah dupa di dalam Tabernakel posisinya paling dekat dengan Tirai -pembatas ruangan Suci dan Ruangan Maha Suci-. Saat karya Salib diselesaikan oleh Yesus, tirai yang ada pada bait Allah Herodes terbelah dua. Memberikan arti, melalui korban

Kristus, hari-hari ini ibadah kita dimampukan melewati tirai, bisa mengetahui rahasia-rahasia terdalam dari-Nya, dan membuat kita semakin tenggelam di dalam penyerahan diri kepada Dia.                        

 

7.6.  Penutup Ending

 1 Tesalonika 5:23, “Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. “

 

              

Sempurna menjelang kedatangan-Nya ke-2

Perfect before His second coming                             

 

Bila kita sudah membeli emas yang sudah dimurnikan, mengenakan pakaian putih bersih, mata hati terbuka, maka ini adalah unsur kesempurnaan yang Tuhan  sediakan, sempurna tubuh jiwa dan roh. Kesempurnaan yang holistik, sempurna di dalam Dia. Dimana Dia ada kita juga ada. Haleluya!!

 

 

 

 

4 April 2011

Khotbah Minggu di WSB 3 April 2011

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah, Khotbah Minggu | Tag

Khotbah Minggu – Pdt. Dr. Gatut Budiono,Rektor SATI Malang

Minggu tanggal 27 Maret 2011

BELAJAR DARI ORANG MAJUS

Matius 2:1-12Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem 2 dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.” 3 Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. 4 Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. 5 Mereka berkata kepadanya: “Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: 6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.” 7 Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak. 8 Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: “Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya aku pun datang menyembah Dia.” 9 Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. 10 Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. 11 Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. 12 Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.”

 

Pernahkah kita menerima seorang tamu, yang meski hanya sebentar waktu kunjungannya namun memberikan kesan yang sulit untuk dilupakan? Bahkan mungkin nama tamu itu, kita sudah tidak ingat lagi, tapi pakaian, gaya atau perilakunya tetap mudah diingat.

Senada dengan hal di atas, orang percaya pasti pernah mendengar cerita tentang orang Majus. Kitab Suci yang digunakan oleh umat Kristen memang tidak mencatat nama ketiga orang Majus itu, tapi kehadirannya akan selalu dikenang oleh orang percaya, khususnya pada masa raya natal.

Ya, kebanyakan orang percaya mendengar kisah orang Majus menjelang natal, meski sesungguhnya kedatangan orang Majus tidaklah tepat saat Yesus lahir ke dunia.

Kini kita akan belajar lebih dalam dari kunjungan orang Majus yang dicatat oleh Kitab Suci sebagai  inspirasi bagi kehidupan kita.

Ada empat pelajaran kebenaran yang memberikan gambaran bagaimana semestinya menjadi anak-anak Tuhan, ini disampaikan oleh Matius secara tidak langsung saat ia menulis kunjungan orang Majus di injil Matius. Meneguhkan fakta betapa baiknya Allah kita.

Allah yang luar biasa, yang sangat kaya dengan cara-Nya memanggil ciptaan-Nya untuk datang menyembah Dia. Apa yang dituliskan dalam Kitab Suci tidak terbantahkan. Seluruh Kitab Suci menceritakan Allah kita, Allah yang tidak ekslusif yang suka merangkul siapa saja untuk menjadi umat-Nya.

 

1. Allah itu tidak ekslusif :

Orang Majus yang datang untuk berjumpa dengan Yesus bukanlah umat Allah, bukan orang Yahudi, bukan pula orang Israel, tetapi dari keturunan bangsa Asyur, dari Babel yang berada di negeri yang jauh dari kota Betlehem.

Saat natal pertama, orang Majus juga menerima undangan, diperoleh melalui pengertian yang mereka terima sejak nenek moyang mereka, yaitu lewat ilmu perbintangan. Pada masa itu ilmu perbintangan telah dikenal, dan hanya orang tertentu yang mampu mempelajarinya. Pada masa itu pula, sejarah dunia mencatat ada kepercayaan Zoroaster yang bersinggungan dengan perihal semesta dan perbintangan.

Namun meski berasal dari negeri yang jauh, dengan Kasih Allah yang tidak terbatas. Melalui ilmu serta pengertian yang mereka miliki sejak turun-temurun, “bila terlihat bintang yang besar, maka raja besar sedang lahir” mereka “ditarik” untuk natalan. Orang Majus mengikuti bintang itu, dengan tujuan untuk datang menyembah Sang Raja Besar.  Membawa orang Majus datang kepada Allah

Allah yang baik, rindu semua manusia menyembah-Nya, Ia ingin semua masuk ke dalam kerajaan-Nya maka pesan itu disampaikan kepada semua orang.

Allah kita adalah Allah yang baik, salah satu sifat Bapa itu inklusif atau tidak ekslusif, maka anak-anak-Nya juga dituntut untuk tidak eklusif.

Orang Kristen juga tidak ekslusif

 

 

 

Jemaat mula-mula meneladankan pula hidup yang tidak ekslusif, hidup mereka menjadi berkat bagi banyak orang. Maka, senada dengan hal di atas bila gereja tidak ekslusif, maka pasti akan memberkati banyak orang

2. Orang-orang Majus betul-betul niat dan serius

Bila kita lihat dari sisi orang-orang Majus, betapa luar biasa tindakan yang mereka lakukan. Dengan melihat bintang saja, mereka percaya dan bertindak. Padahal bila melihat dari pengetahuan dan kemampuan yang mereka miliki untuk datang berkunjung ke Betlehem mereka adalah orang terpandang dan cerdik pandai. Orang Majus rela menempuh jarak dan waktu yang panjang selama 1,5 tahun melewati darat, meninggalkan segala aktivitas sehari-hari mereka ditempat asalnya.

Orang Majus mengikuti bintang itu, ketika sesampainya di tanah Yudea, mereka berkunjung ke Herodes untuk mencari tahu. Herodes saat mendengar ada raja yang lahir, ia berpesan kepada orang Majus untuk mencari raja yang baru lahir itu.

 

Waktu tempuh 1,5 tahun perjalanan hingga sampai di Yudea, disimpulkan dari pernyataan orang Majus itu sendiri. Orang Majus yang datang kepada Herodes pada kala itu telah berdialog dengan Herodes, dan Herodes mengetahui bahwa orang Majus telah melihat bintang yang sejak 1, 5 tahun yang lalu. Maka kelak setelah orang Majus tidak kembali datang kepada Herodes, dengan didorong niat jahat, Herodes memerintahkan untuk membunuh semua bayi dibawah 2 tahun (Mat. 2:16)

Perjalanan yang ditempuh sangat jauh (1,5 tahun), berbiaya yang besar. Jadi selama 3 tahun mereka off –berhenti- dari aktivitas sehari-harinya untuk berjumpa dengan Sang Raja lalu pulang kembali ke negerinya. Suatu perjuangan dan pengorbanan besar telah dilakukan oleh orang Majus.

Bila tidak niat dan serius, tentu mereka tidak mau menempuh perjalanan yang jauh dari sungai Tigris dan Efrat sampai ke Yudea. Perjalanan memutar dikarenakan keadaan geografis saat itu, dengan ditempuh melalui perjalanan darat menunggang kendaraan yang lazim saat itu pula –onta- sehingga tidak bisa secepat sarana transportasi zaman modern.

Betapa bersyukur bila kita dapat beribadah di hari-hari. Apalagi bila kita beribadah dengan sarana transportasi yang telah memadai. Ada rahasia besar dalam ibadah orang percaya kepada-Nya, dan membawa manfaat besar pula bagi orang percaya.

 

3. Walaupun sangat terhormat, tapi rendah hati

Mereka mau menyembah kepada Anak itu di rumah tersebut. Kata rumah ini menjelaskan bahwa, tidak seperti ilustrasi atau cerita yang sering ditampilkan saat perayaan natal, orang Majus datang menyembah Yesus di kandang. Tapi orang Majus datang ke sebuah rumah.  Yusuf, Maria, dan Yesus tidaklah lama tinggal di kandang, hanya sesaat sebab pada malam Maria akan melahirkan seluruh penginapan yang ada telah terisi penuh. Kandang inipun yang dimaksud bukanlah kandang peternakan tapi identik dengan tempat parkir, sebab penginapan masa itu menyediakan tempat parkir atau kandang untuk kendaraan yang lazim digunakan kala itu -keledai, unta- .

“Di hati yang rendah dan menyembah, tangan terbuka dan siap berkorban”

 

Saat orang Majus datang, sudah tidak di kandang lagi tapi di rumah. Mereka datang dan menyembah Yesus. Tidak datang dengan tangan kosong, tapi ucapan syukur dan bhakti ditunjukkan dengan mempersembahkan sesuatu yang berharga. Sebab :

 

Orang Majus datang dengan membawa persembahan: emas batangan, kemenyan berharga, dan mur (ingg. myrhh=ramuan yang dipakai untuk wewangian, biasanya harganya mahal).  

Dapat dirasakan betapa penuh sukacita suasana saat itu. Orang Majus yang datang dari negeri yang jauh telah berhasil menunaikan misi mereka.

Setelah berjumpa dengan Yesus dan mempersembahkan korban, merekapun beranjak pulang kembali ke negerinya.

Setelah kepulangan orang Majus, malaikat datang memperingatkan Yusuf melalui mimpi untuk membawa keluarganya pergi ke Mesir. Ada bahaya yang mengancam, sebab Herodes akan murka, ketika orang Majus tidak datang kembali kepadanya untuk menunjukkan dimana raja besar yang telah lahir itu.

Herodes akhirnya memerintahkan semua anak dibawah 2 tahun harus dibunuh. Tapi Yusuf dan keluarganya telah pergi ke Mesir atas suruhan Tuhan hingga bahaya berlalu.

Lalu dananya darimana untuk pergi ke Mesir dan tinggal di sana –sampai batas waktu yang belum ditentukan sebelumnya-? Dari persembahan orang-orang Majus itu. Tuhan sudah persiapkan segalanya, lewat kedatangan orang Majus. Orang yang datang dari negeri yang jauh –bukan sanak, bukan sesuku, penampilan fisik juga mungkin berbeda- tapi dipersiapkan Tuhan untuk mendukung pelayanan kemuliaan-Nya. Betapa dahyat Allah kita..

 

4. Setelah sukses besar, tetap terbuka pada pimpinan Tuhan

Setelah berhasil menyembah Tuhan, orang Majus yang beranjak pulang diperingatkan Tuhan melalui mimpi untuk tidak kembali kepada Herodes dan mengambil jalan lain bukan jalan yang telah dilaluinya. Mereka menurut walaupun jalannya menjadi lebih jauh.

Orang Majus terbuka dengan petunjuk Tuhan, bersedia mendengar arahan Tuhan dan melakukannya. Demikian halnya, anak Tuhan harus siap menerima pimpinan Tuhan, termasuk diminta menempuh jalan baru.

Jangan pernah merasa mampu, beralasan telah bertahun-tahun melewati jalan yang lama. Tuhan pasti punya rencana yang jauh lebih indah dan sempurna bagi kebaikan umat yang di Cintai-Nya. Menghadapi tantangan kehidupan di zaman akhir ini kita harus siap, mohon selalu pimpinan Tuhan yang segar setiap hari untuk membawa umat-Nya kepada kemenangan. Kemenangan yang besar!!

28 March 2011

Seri Khotbah dari WSB edisi 27 Maret 2011

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah, Khotbah Minggu | Tag

Uraian Khotbah MInggu 20 Maret 2011

Oleh hambanya Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo,B.cM

 Contoh ketujuh The seven example  

Jemaat Laodikia The church of Laodicea

Wahyu 3:7-13

80.  Kesimpulan The conclusion

 Wahyu 21:1-8, “Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi. 2 Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. 3 Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. 4 Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” 5 Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!” Dan firman-Nya: “Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar.” 6 Firman-Nya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. 7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku. 8 Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.”

 Ajaran dan didikan Tuhan itu mengarah kepada sesuatu yang jelas. Ada suasana kehidupan yang baru dan mulia yang menjadi hasil, dan itu adalah suatu kemenangan besar. Jemaat-jemaat yang dituliskan oleh Rasul Paulus, dipuji dan juga ditegor supaya menerima kemenangan. Bersama kita akan lihat, kesimpulan dari pengajaran-Nya kepada jemaat yang diajarkan melalui jemaat Laodikia.

 Tentu pernah mendengar nama kota Yerusalem. Nah, nama kota Yerusalem yang ada sejak zaman Daud akan dikekalkan.

 Bila menengok  kota Yerusalem yang ada di bumi saat ini, kota ini adalah kota yang penuh keunikan. Selain indah, Yerusalem memiliki sejarah yang panjang. Empat puluh empat kali pernah dihancurkan, namun sebanyak empat puluh empat kali pula kota ini dibangun kembali dari kehancurannya, dan kota Yerusalem hingga kini masih tegar berdiri.

 Nama kota Yerusalem tetap dipakai tapi Yerusalem Baru akan jauh berbeda. Jauh lebih indah dan jauh lebih mulia. 

 Orang percaya yang terus meningkat pertumbuhan spiritualnya akan masuk dalam kota kekekalan itu. Yerusalem baru, kota yang kelak sama sekali baru, sebab oleh-Nya :

 Segala sesuatu dijadikan baru – All thing’s made new

 Kota Yerusalem Baru kelak, lebih megah dan mulia lagi, kota yang sangat indah dan tiada bandingnya dengan kota-kota di bumi. Ketika Yesus kembali ke Sorga, Ia mempersiapkan tempat ini bagi bagi umat-Nya (Yoh 14:2-3), bila waktu-Nya tiba Ia akan menjemput umat yang dikasihi dan mengasihi-Nya dan membawa ketempat itu, sehingga dimana Dia ada, mereka juga ada.

 Pembaruan terus bergulir, hingga masuk ke Yerusalem baru :   

 81.  Untuk siapa? For whom?

 Wahyu 21:7, “Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.

 Siapa saja yang menang akan memperoleh semua, Yerusalem baru, langit baru diberikan kepada mereka yang mendapat predikat pemenang :

 Untuk para pemenang – For the winners       

 Hidup ini bagai perang (Ayub 7:1), ada pergumulan semasa hidup di dunia. Melawan roh jahat di udara, serta melawan keinginan dalam diri – berperang dengan kenginan daging / kedagingan- dan harus menang. Kenginan daging yang dibuahi akan menjadi dosa, dan dosa bila sudah matang pasti mendatangkan maut.

 Hanya pemenang yang dapat menikmati kehidupan yang indah dan mulia kelak. Sebab siapa yang menang akan menerima :

 Warisan kekal – An eternal legacy     

 Semua akan langgeng, tidak sementara seperti dibumi. Di sana ada makanan rohani, tubuh kemuliaan, hidup dalam suasana kerajaan Allah. Suatu tempat sangat indah, yang tidak dapat dituliskan dengan kata-kata dan semuanya berlangsung kekal.

 Kita masih ingat tujuh surat yang dialamatkan kepada tujuh jemaat oleh Rasul Paulus, selalu diakhiri kalimat “…barangsiapa yang menang..” supaya beroleh kemenangan beberapa sidang jemaat dipuji dan dimotivasi untuk terus mempertahankan prestasi, tapi ada pula jemaat yang ditegor sebagai bagian dari perhatian-Nya. Salah satu jemaat yang ditegor adalah jemaat Laodikia.

 Allah orang percaya punya karakter selain Maha Kasih tapi juga Maha Adil. Keadilan-Nya yang akan berbicara “lautan api”. Keadilan-Nya yag tidak mengijinkan kedagingan masuk ke Sorga-Nya. Semua di berikan hanya kepada yang menang!

 Ingat – Remember

 Pemenang akan menerimaThe overcome will recive

 Wahyu 2:11, “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua.”  “     

 Yang menang akan menerima :

 Hidup kekal – Eternal life

 Ada jaminan akan kehidupan kelak. Saat semua menghadap tahta putih, untuk menentukan hidup selanjutnya, orang percaya yang menang akan luput dari kemtatian kedua. Yang menang akan bersama dengan Dia dalam kekekalan yang tiada batas keindahannya, 

 Wahyu 2:17, “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapa pun, selain oleh yang menerimanya.”  “          

 Kepada yang menang akan diberikan :

            Nama baru – The new name

 Sebuah nama yang kekal di sana, dan unik. Tidak akan terjadi nama yang sama untuk orang berbeda, hanya satu nama untuk satu orang layaknya sidik jari dan kornea mata yang masing-masing berbeda satu dengan yang lainnya.

 Maka bersukacitalah kalau namamu ada di dalam buku kehidupan, sabda Yesus. Berjuanglah untuk mendengar dan melakukan Firman-Nya, supaya nama kita ada di sana (Lukas 10:19-20).

 Selalu waspada dengan tipu daya iblis yang tidak suka nama orang percaya ada disana, kuasa iblis sudah dihancurkan memungkinkan orang percaya dapat menghalau iblis yang berusaha menjatuhkan iman orang percaya   

 Wahyu 3:5, “Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.

 Yang menang akan diberikan pakaian putih bersih :

            Jubah kebenaran – The robes of rightousness

 Hari-hari ini adalah perjuangan, akan ada yang menang dan ada yang kalah. Sejauh kita terima Kristus dan terus berjuang tidak sampai gugur iman dalam ketekunan melakukan kehendak-Nya. Sabda Tuhan menjamin orang percaya akan menang, ia di bela di hadapan Bapa dan dihadapan malaikat-Nya (Yesaya 61:10).

Wahyu 2:26, “Dan barangsiapa menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa;  “

 Kepada yang menang akan beroleh :

            Kuasa atas bangsa-bangsa– Power over the nations

 Ini berlaku kepada semua orang percaya yang menang. Seperti halnya ada jaminan bagi bangsa Israel (Ul 28:1), jaminan itu juga berlaku bagi orang percaya non Israel. Yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, setia sampai akhir akan menerima kuasa atas bangsa-bangsa.

 Wahyu 3:12, “Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru

 Yang menang akan dijadikan :

                        Sokoguru Bait Suci Allah – The pillar of the temple of God

 Tetap di dalam rumah Allah. Tetap menjadi umat Tuhan, dan Tuhan ada di dalam kehidupannya. Terus punya kesempatan melayani Tuhan selama-lamanya, hidup dan pelayanannya dihargai dihadapan Tuhan.

 Wahyu 2:7, “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah.  “

        

Wahyu 2:17, “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapa pun, selain oleh yang menerimanya.

Kepada yang menang akan diberikan :

 Makanan rohani – The spiritual food

 Keperluannya akan dicukupi dalam hal makanan. Karena tubuh telah menjadi rohani, maka makanannyapun adalah makanan rohani. Makanan yang bersifat kekal.

 Dberi makan dari pohon yang ada di Firdaus, pohon kehidupan. Buah pohon kehidupan tidak sembarangan boleh dimakan, kecuali kepada yang diberikan hak oleh-Nya.

 Pada mula kejadian, pohon kehidupan ini dijaga sebab bila manusia memakannya ia akan beroleh kekekalan (Kej. 3:22), sesaat manusia melanggar ketetapan Allah mereka diusir dari taman Firdaus, dan pintu taman dijaga oleh malaikat dengan pedang yang bernyala.

 

Manusia diusir, sebab bila sampai makan dengan kehidupan yang telah tercemar dosa, maka mereka akan kekal dalam dosa. Hal itu akan menjadi sesuatu yang akan menyengsarakan manusia.

 

Hingga rancangan-Nya yang indah berlaku, Ia dengan rela mengutus Putra-Nya untuk menebus manusia kembali supaya menjadi milik-Nya lagi. Yang menerima-Nya akan beroleh selamat, dan beroleh warisan kekal termasuk akan menerima makanan rohani, buah dari pohon el-hayat. 

 

  1. Wahyu 3:21, “Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya. “      

 

Yang menang akan didudukkan bersama-sama dengan Dia di atas Tahta-Nya, atau sama dengan:

 

 

           Memerintah bersama Dia – Rule with Him

 

Suatu posisi yang luar biasa. Orang percaya yang menerima hal ini, sama halnya dengan memperoleh kemenangan besar, sebab tidak semua orang percaya dapat menerimanya.

 

Bila kita melihat skema Tabernakel, suasana pemerintahan ada di dalam wilayah kesempurnaan (aras putih)

 

Gambar Skema Tabernakel

Kemuliaan Allah terasa di seluruh kerajaan, tapi tidak semua akan ada di aras putih, ditentukan  seturut karya pengabdian orang percaya di bumi.

 

Untuk sampai pada posisi ini kita perlu penolong –Roh Kudus-, memiliki sikap hidup yag jelas, bertumbuh sehat, hingga disempurnakan.

 

Manusia adalah ciptaan yang istimewa dihadapan Allah, secara mendasar Allah sudah mengatur sedemikian rupa, kewenangan Allah itu diberikan secara tidak lansung melalui penugasan kepada malaikan untuk untuk melayani manusia (ibr 1:14).

 

Orang percaya yang mendapat jaminan keselamatan dilayani oleh malaikat, suatu hal yang memberikan gambaran betapa besar perhatian-Nya kepada milik-Nya.

 

Sejarah bangsa Israel mencatat, saat bangsa ini akan memasuki kota Yerikho. Malaikat Tuhan berkarya lebih dulu, mereka meneguhkan dan berperang bersama bangsa Israel. Ketika bangsa Israel taat, Dia berperang ganti kita. Maka pada setiap ujian kehidupan bila yang orang percaya hadapi itu seijin Tuhan maka pasti ada hasil yang positif.

 

 Siapa yang dikatakan pemenang?  – Who are the winners?

 

Orang percaya atau pribadi-pribadi yang tekun dan setia kepada-Nya, dalam wujud :

 

 

Tunduk Firman Allah sampai mengalami keubahan wujud seperti Dia

Obey the word until have transformation as Him

 

Kolose 3:10, “dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;

 

Berjuang untuk bersedia belajar dan diajar oleh pengajaran-Nya, sampai menampakkan perubahan yang berarti dalam sikap, perilaku, dan tindakan nyata dalam kehidupannya.

 

Tidak sebatas menerima Firman Allah hanya menjadi pengetahuan (Ibr. logos) tapi menjadi tindakan iman yang nyata (Ibr. rhema), menginspirasikan kehidupan orang percaya untuk melangkah hingga memperoleh kemenangan, dan kemenangannya adalah kemenangan besar!

 

 

82.  Penutup Ending

 

Ibrani 5:8, “Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya,

 

Filipi 2:5-8, “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

 

Mencapai kemenangan ada perjuangannya, untuk menerima segala hal yang baru kelak ada prosesnya.

 

Yesus dimuliakan oleh Bapa, Ia dikaruniakan nama segala nama juga bukan didapat dari hasil yang serta merta , tetapi dari suatu proses ketaatan yang sangat luar biasa untuk menjalankan kehendak Bapa.

 

Yesus Kristus, junjungan orang percaya memberikan teladan kebenaran. Ia telah ada di sorga, menyediakan tempat bagi orang percaya. Maka untuk beroleh hasil yang sama :  

             

Ikutilah teladan-Nya !

Follow His example!                          

 

 

Menjadi taat dan setia kepada kehendak-Nya dalam kehidupan kita. Tentu hal ini tidak mudah, manusia punya kecenderungan tidak taat. Tapi Yesus dalam kemanusiaan-Nya meneladankan untuk belajar taat, sebagai pengikut-Nya kita pun dituntut hal yang sama, belajar taat.

 

Belajar, menuruti teladan-Nya, menuruti jejak kaki-Nya hingga keluar menjadi pemenang. Menguasai diri untuk selalu fokus pada kehendak-Nya, dan bukan menuruti keinginan daging yang pasti tidak sudi dikekang. Ingat, orang yang mampu menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota (Ams 16:32).

 

Penguasaan diri adalah sesuatu yang luar biasa, ia akan lebih dari pahlawan yang menaklukan kota. Teruslah minta Roh Kudus untuk berdiam di dalam kehidupan kita dan memberi tuntunan supaya dapat melangkah sesuai kehendak-Nya.

 

Sadar, bila berhasil itu berarti campur tangan Tuhan, dan tidak menjadi arogan. Dari upaya yang sederhana berhasil menaklukan keinginan diri, keakuan diri dan terus berjuang di jalur-Nya Tuhan, maka cepat atau lambat kita akan dapati kehidupan yang berkemenangan besar!!!   

 

 

 

24 March 2011

Khotbah Minggu 13 Maret 2011

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah, Khotbah Minggu | Tag

Oleh hamba-Nya Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo,B.cM

Uraian

 Contoh ketujuh The seven example  

Jemaat Laodikia The church of Laodicea

Wahyu 3:7-13

77.  Fakta KasihNya The fact of His Love

 Wahyu 3:19, “Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!

Yang dikasihi Tuhan, jemaat Laodikia diberi hajaran yang mengarah kepada kekudusan (Jw. Diuruk’i). Cinta Kasih Allah tidak saja dipahami sebatas Kasih yang lembut, namun untuk kepentingan pertumbuhan jemaatNya, jemaat itu akan : 

 

Ditegor dan diajar – Rebuked & Chastened

 Dia yang mengasihi  menegor jemaat Laodikia supaya menjadi lebih baik. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari didikan yang seturut rencana-Nya.

 Tujuannya- The purpose

 Ibrani 12:5-11, “ Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: “Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; 6 karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.7 Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? 8 Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang. 9 Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup? 10 Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya. 11 Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.

 Ajaran atau didikan Tuhan ada tujuan-Nya demi kebaikan umat-Nya. Supaya kita mencapai standar atau beroleh dalam :

Kekudusan – Holiness

Meski awalnya, ajaran Tuhan dirasakan tidak enak secara daging, tapi kemudian akan menghasilkan sukacita sebagai buahnya.

 

Bila sesuatu hal Tuhan ijinkan terjadi, hal itu pasti akan membawa kebaikan bagi umat-Nya. Sebab demikianlah memang rancangan-Nya, rancangan damai sejahtera.

 

Sejak orang percaya mengakui Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat, dan hidup dalam ketaatan pada Firman-Nya maka Ia adalah milik Tuhan. Sebagai milik-Nya, tidak akan ada satu kuasapun dapat mendekati tanpa seijin-Nya. Milik-Nya akan terus dijaga dan dipelihara.

Ajaran yang diijinkan Tuhan terjadi dalam kehidupan umat-Nya akan menjadikan orang percaya punya kualitas spiritual yang terus meningkat, hingga kelak disempurnakan oleh-Nya pada masa-Nya.

 Maka, bila tegoran / ajaran itu diberikan kta wajib memberikan respon yang benar.  

  7.8.  Respon yang benar The real reaction

 Wahyu 3:20 “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.

 Tuhan yang mengasihi manusia rindu masuk ke dalam kehidupan umat-Nya. Ia mengetok pintu hati berulang-ulang. Jika ada yang mendengar yang Ia harapkan adalah :

Buka pintu hati – Open the heart       

 Ia tetap mengetok, hingga orang itu rela membukakan pintu. Bila respon yang benar dilakukan dengan membuka pintu hati, Ia akan masuk dan akan ada : 

 

 

 

Pesta – celebrate

 

Bila itu adalah kita, Ia masuk dalam kehidupan kita, memberikan sukacita dan beragam hal positif lainnya. Setiap hari-hari yang dilalui orang percaya yang rela membuka pintu hatinya akan selalu diisi dengan perayaan. Momen penuh keindahan dan penuh ucapan syukur sambung menyambung tiada putusnya.

 

Bicara tentang pintu, Yesus sendiri berkata bahwa “Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. “( Yoh. 10:9), Ia juga adalah Gembala Yang Baik  yang menuntun domba-dombaNya ke padang rumput pemeliharaan. Ia akan menuntun umat-Nya tergembala, masuk dalam negeri perhentian yang sejati, ini adalah suasana pesta.

 

Dalam bagian Tabernakel terdapat pintu-pintu. Ada yang disebut pintu gerbang, pintu kemah dan pintu tirai. Tiga pintu itu merefleksikan Kristus dalam karya-Nya, dalam kepribadian yang berbeda sebagai jalan.

 

Dimulai dari jalan kebenaran. “Karena begitu besar Kasih Bapa,..Ia karuniakan Putra-Nya supaya yang percaya – yang membuka pintuhatinya- tidak binasa (Yoh. 3:16). Jalan kepada Bapa, hanya mungkin terjadi melalui Putra-Nya.  

 

Bersyukur bila kita telah menanggapi dengan benar. Menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat (Rom. 10:9-10), akan beroleh keselamatan. Hal ini dalam Tabernakel bagai melewati Pintu Gerbang.

 

 

 

A. Pintu gerbang                        Dibuka                                Terima keselamatan

The gate                                      opened                                receive salvation

 

Efesus 2:8-10, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.  “

 

Roma 10:9-10, “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. 10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

 

Yesaya 61:10, “Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya.

 

Suara-Nya yang berseru tentang betapa besar Cinta Kasih-Nya, laksana Dia yang mengetuk pintu. Saat seseorang merespon dengan membuka pintu hati. Keselamatan yang kekal diberikan. Jaminan yang pasti bahwa ia yang menerima-Nya tidak akan binasa, ini sebuah pesta!  Disahkan :

 

 

Jadi umat Tuhan – Become the people of the Lord

 

Yesus menampilkan diri-Nya sebagai pintu, Ia adalah jalan keselamatan dan hidup. Yesus tidak datang ke dalam dunia untuk mendirikan agama tapi menganugrahkan keselamatan. Yesus Kristus adalah penyelamat manusia!!

 

 

 

B. Pintu Kemah                                      Dibuka                               Terima kesucian

The door                                      opened                                receive holiness

 

Galatia 4:6-7, “Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: “ya Abba, ya Bapa!” 7 Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.

 

Tidak saja disebut umat Tuhan tapi diakui :

 

 

 

Jadi anak-anakNya

Become the sons

 

Pintu kemah bicara Yesus pembaptis Roh Kudus. Setelah menerima keselamatan, maka kepada yang seturut kehendak-Nya, Roh Kudus akan mengisi hati umat Tuhan, memampukan kita sekalian berseru “ya Abba, ya Bapa”. Suatu anugrah luar biasa, hak istimewa dapat memanggil Dia Bapa. Ini juga pesta!

 

Pintu Kemah yang di bukakan akan membuat orang percaya menerima kesucian. Hal ini hanya dimungkinkan bila di hati orang percaya ada Roh Kudus. Roh Kudus yang akan menjadi penolong, mengingatkan dan menuntun orang percaya untuk tetap bertahan dan melakukan kehendak-Nya dalam kebenaran.Roh Kudus yang mengisi hati, akan membantu anak Tuhan dalam keseharian hidup. Memampukannya untuk cakap menanggung segala perkara.

 

Murid Yesus yang mendengar dan bersedia membuka pintu untuk menerima Roh-Nya pada zaman gereja mula-mula berjumlah 120 murid. Mereka diminta untuk tinggal di Yerusalem setelah kebangkitan-Nya. Jumlah murid Yesus saat itu, diperkirakan lebih dari itu, namun yang mendengar dan melakukan perintah-Nya lah -yang saat itu ada di loteng Yerusalem-, tercatat menerima kepenuhan Roh sebagai kegenapan Janji-Nya yang luar biasa (Mat. 3:11; Kis. 1:4-5)

 

Bila Terima Roh Kudus. Maka Roh itu bersaksi bahwa kita adalah anak  Allah (Rom. 8:14-17), menjadi pewaris kerajaan Sorga, sewaris dengan Kristus sumber sukacita orang percaya.

 

Pertumbuhan di dalam pengiringan kepada Dia telah selangkah maju hingga kelak berjumpa dalam kesempurnaan.

 

 

 

C. Tabir / Tirai                                      Dibuka                                  Kesempurnaan                     

The Jeil                                            opened                                        Perfection       

 

Matius 27:51, “Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,  “

 

Tabir menggambarkan diri-Nya sebagai perobek daging. Saat karya salib tuntas dilaksanakan pembatas Ruangan Suci dan Ruangan Maha Suci terbelah. Sehingga dengan keberanian percaya dapat masuk ke dalam Ruangan Maha Suci (Ibr. 10:19), masuk dalam kemuliaan-Nya.

 

Ketika pintu tirai itu dibuka, orang percaya dapat memandang kemuliaan-Nya. Keagungan-Nya yang luar biasa di tampilkan. Pada posisi ini orang percaya akan :

 

 

Jadi kekasihNya / Mempelai

 

Kualitas hubungan yang jauh lebih tinggi secara spiritual, memenuhi standar Kasih ilahi yang tiada batas.

 

Setelah daging tidak bersuara, kita akan dimampukan untuk memandang kemuliaan-Nya. Hidup terus di sucikan, sampai puncaknya kelak, saat kedatangan-Nya tubuh jasmani akan berganti dengan tubuh kemuliaan.Sempurna seperti Dia yang adalah sempurna

 

7.6.  Nasehat Advice

 

Ibrani 3:7, “Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya,

 

        Bila mendengar ketokan pintu, mendengar suaraNya, nasehat Tuhan adalah :

       

 

 

Jangan keraskan hati – bertobatlah

Don’t harden your heart – repent                               

 

Saat membuka pintu, akan ada pengampunan. Berbuahkan sukacita yang menjadi bagian kita.

 

Hari-hari ini Tuhan terus memberkati kita, maka buka hati dan tinggalkan kelakuan yang lama. Dengan rela hati menerima kebenaran Firman, supaya Roh Kudus turun memenuhi hati kita dan kita disebut anak-anak Allah yang mewarisi Kerajaan Sorga.

 

Jemaat Laodikia di ajar sebagai wujud Cinta Kasih-Nya yang besar kepada mereka, demikian juga kita orang percaya di zaman akhir, di ajar untuk menerima kemuliaan. Bila bersedia membuka pintu hati, maka kemenangan besar pasti terjadi, cakap menanggung segala perkara.  

 

 

 

 

28 February 2011

Dampak Kesaksian yang Hidup

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah, Khotbah Minggu | Tag

ibadah_setiabudiRingkasan khotbah minggu pagi

20 Februari 2011

 DAMPAK KESAKSIAN YANG HIDUP.

II Raja-raja 5:1-6

Oleh Pdp. Supardji Utomo

 Pagi ini bersama-sama kita akan belajar tentang dampak kesaksian yang hidup. Pelajaran yang berharga ini kita pelajari dari kisah Namaan, yaitu dari kesaksian hidup tokoh-tokoh yang ada di dalamnya. Ada beberapa tokoh dalam kisah Naaman ini antara lain : Raja Aram, Raja Isarel, Naaman, Anak Perempuan yang tertawan/pegawai-pegawai Naaman, Elisa, dan Gehazi. Namun pagi ini kita akan mempelajari dua figur saja yaitu, Naaman dan anak perempuan Israel yang tertawan.

 

Apa yang  pagi ini kita pelajari juga berkaitan dengan misi gereja kita pada butir pertama yaitu : memperlengkapi talenta  dan memberdayakan karunia jemaat. Seperti yang disampaikan Bapak Gembala melalui khotbahnya pada pertengahan tahun 1995 / 1996, Allah berkarya melalui gereja lokal dengan lima jawatan yaitu : Rasul, Nabi, Penginjil, Gembala, Guru dan diperlengkapi dengan karunia-karunia, ini bagaikan kesatuan dari satu tubuh, menyatu dan saling bekerja sama. Tidak ada satu bagianpun dari tubuh kita, terutama sel yang hidup yang tidak berguna, semua memiliki peran, semua ada manfaatnya mulai dari ujung rambut hingga telapak kaki.

 

Dalam sebuah bukunya Juan Carlos Curtis yang adalah  pendeta sekaligus penginjil mengisahkan bahwa  ia telah memulai pelayanannya dengan seratus delapan puluh empat orang, kemuadian ia mengikuti seminar dan membaca banyak buku dan kemudian diterapkan dalam pelayanannya. Gerejanya berkembang, jemaatnya menjadi enam ratus orang, tetapi dengan jumlah yang sedemikian perkembangan menjadi  stacknan/berhenti, pelayanannya tidak bertambah lagi, sekalipun bertambah mereka tidak bertumbuh . Setelah bergumul dua minggu, mengambil waktu secara pribadi untuk berdoa kepada Tuhan, ia menemukan bahwa ia harus turun kepada jemaat, harus menyatu dengan mereka. Dengan demikian, maka ia akan menemukan talenta-talenta  yang dimiliki jemaatnya. Semua komponen gereja harus mendukung Visi &Misi gereja, bagi orang percaya tidak ada yang boleh nganggur.

 

Kembali lagi pada kisah Naaman, pada  ayat pertama kita bisa mengetahui bahwa, Naaman adalah panglima raja Aram, orang yang terpandang di hadapan tuannya dan sangat disayangi tuannya, dikenang oleh Tuhan, tetapi ia juga pahlawan yang sedang sakit kusta. Naaman adalah gambaran orang yang sedang mencapai puncak kejayaan, bukan saja jabatan, posisi dalam pemerintahan, tetapi ia juga sangat kaya, berlimpah secara finansial. Hal ini disebutkan pada ayat lima : “Lalu pergilah Naaman dan membawa sebagai persembahan sepuluh talenta perak dan enam ribu syikal emas dan sepuluh potong pakaian” Jika dihitung, satu  talenta sama dengan tiga puluh empat kilogram, jadi  sepuluh talenta sama dengan tiga ratus empat puluh kilogram. Jika satu gram perak nilai jualnya enam puluh ribu pergram menurut data dari geogle, maka total semuanya senilai dua puluh empat miliar empat ratus juta rupiah. Sedangkan satu syikal sama dengan sebelas koma empat gram, satu gram emas dua puluh empat karat saat ini harganya empat ratus tiga puluh empat ribu lima ratus rupiah, maka enam ribu syikal emas, nilainya dua puluh sembilan miliar tujuh ratus Sembilan belas juta delapan ratus ribu rupiah. Jadi  total keseluruhan mencapai lima puluh sampai lima puluh lima miliar rupiah. Secara financial Naaman sungguh sangat kaya.

 

Selanjutnya pada ayat yang kedua kita menjumpai tokoh lain yang dituliskan sebagai Anak perempuan Israel yang tertawan. Jika kita bandingkan maka posisi / status anak ini sangat kontras dengan Naaman, namanya saja tidak disebutkan, ia menjadi tawanan perang, pada saat itu anjing piaran masih sangat beruntung hidupnya daripada seorang tawanan, karena tawanan kerap disiksa,bahkan  tidak diberi makan.  Ia perempuan dan masih anak-anak, orang menyebutnya masih bau kencur / tidak memiliki pengalaman. Ini merupakan gambaran dari wong cilik, orang yang tidak pernah diperhatikan, orang pinggiran (orang yang termarginalkan). Menyikapi pribadi level Namaan dan melihat kenyataan hidup anak perempuan Israel ini, menyadarkan kita bahwa di dunia ini hidup orang-orang dengan level majemuk. Namun seringali perhatian kita cenderung memandang ke level Naaman. Karena kaya maka  si “A” diangkat jadi majelis, memperoleh ini dan itu. Saudara, ini adalah pola pikir yang salah.

 

Sekalipun ia seorang tawanan, namun anak ini mempunyai keberanian yang luar biasa. Coba kita bayangkan – seorang pembantu rumah tangga (anak ini lebih rendah dari pembantu rumah tangga) masih bisa menangkap peluang dengan melontarkan kata-kata  iman. Ini adalah perbuatan yang sangat beresiko, bisa disebut sebagai pelecehan bagi Naaman. Jika usulan ini ditolak, tentunya hidup anak ini ke depan sangat suram. Anak ini tentunya tumbuh di keluarga yang mengasihi Tuhan, keluarga yang selalu mengajarkan bahwa kuasa dan pertolongan Tuhan itu sungguh nyata, keluarga yang selalu berharap pada Tuhan, sehingga ia tumbuh dalam kebenaran Tuhan. Kata-kata iman yang ditanamkan oleh keluarganya sejak kecil, menciptakan sebuah keyakinan yang luar biasa kepada Tuhan, sehingga dengan dengan percaya diri ia berkata kepada isteri Namaan, “Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya.”

 

Isteri Naaman menyampaikan cerita ini kepada Naaman, dan kemudian Naaman menanggapinya  secara positif. Perpaduan antara perkataan iman anak perempuan Israel dengan kerendahan hati Naaman, membuahkan sebuah tindakan bagi Naaman, ia berangkat ke Israel dengan membawa persembahan, ini dapat diartikan bahwa ia berangkat dengan keyakinan. Sesampainya di Israel Naaman menyerahkan surat pengantar yang ditulis Raja Aram bagi Raja Israel dan surat ini menimbulkan kemarahan Raja Israel. Namun setelah didengar oleh Nabi  Elisa maka Naaman disarankan agar datang kepadanya.

 

Naaman adalah seorang panglima, ia biasa memperoleh perlakuan yang semestinya namun setibanya di kediaman Nabi Elisa, ia hanya ditemui seorang pembantu nabi Elisa. Pada ayat yang kesebelas kita dapat membaca betapa kecewanya Naaman dengan sambutan Elisa, perkataannya adalah reaksi pada puncak kemarahan, ia merasa sangat dilecehkan. Namun pada ayat yang keduabelas, dituliskan bahwa pertolongan datang dari pegawai-pegawainya, sekali lagi dari wong cilik. Berkat namaan turun karena mendengar wong cilik. Pikiran Namaan terlalu tinggi, sehingga ia tidak dapat menerima  usulan untuk hal-hal yg sederhana.

 

Perilaku Naaman mengingatkan kepada kita bahwa setinggi apapun yang dicapai seseorang pada suatu saat akan pasti akan mentok/buntu. Oleh karenanya kita diingatkan untuk tidak berharap pada manusia. Dalam kitab Yeremia 17:5dikatakan “terkutuklah orang yang mengandalkan manusia”, dalam kitab Yesaya 64:6 dituliskan “segala kesalehan manusia seperti kain kotor”, dalam kitab  Mazmur 103:15-16 dituliskan “hari-hari manusia seperti rumput”. Sesungguhnya manusia tidak memiliki sesuatu yang dapat diandalkan di hadapan Tuhan. Keberhasilan kita saat ini hendaknya tidak membuat kita menjadi sombong. Jika seseorang memiliki karunia memberi itu artinya ia memiliki sesuatu yang dapat diberikan kepada orang lain, hal ini bisa berupa usul atau materi. Orang kaya harus merelakan hidupnya dibentuk oleh Firman Tuhan, agar ia tidak serakah, karena mammon ada rohnya – ia begitu mengikat dan jahat, menyebabkan orang tidak akan pernah puas (seperti Gayus Tambunan). Orang kaya dalam gereja bukan untuk pamer tetapi agar ada keseimbangan.

 

Setiap talenta harus digarap, seperti usul yang sederhana dapat membawa berkat kesembuhan dan keselamatan. Mari belajar dari Anak perempuan Israel dengan kata-kata imannya: dibalik ketidak berdayaannya, ia sangat menghargai talenta yang dimilikinya. Ia menyadari bahwa Tuhan menciptakannya karena dan dalam anugerah. Allah tidak menciptakan manusia dengan iseng, dalam kitab Mazmur 103:14, dituliskan bahwa manusia berasal dari debu, namun debu yang memiliki potensi luar biasa, karena di dalamnya tersimpan harta keyaan yaitu kekuatan ilahi. Sekali lagi, siapapun kita mari belajar dari anak perempuan Israel ini, selalu siap sedia mengambil kesempatan mengabarkan kabar baik. Jangan berpangku tangan, tidak ada seorangpun yang tidak berguna. Anak perempuan Israel ini hidup dalam banyak keterbatasan namun bisa mengusulkan sesuatu yang berdampak baik bagi orang lain. Apalagi kita yang saat ini memiliki kesempatan yang luas.

 

Ternyata wong cilik/orang terpinggirkan/tidak diperhatikan, jika diberi kesempatan mampu menghasilkan sesuatu. Jika Naaman tidak mendengarkan Anak perempuan Israel dan pegawai-pegawainya maka ceritanya akan berbeda. Betapa pentingnya belajar dari peristiwa/berbagai kejadian saat ini, Benny Hinn, James Backer, tidak mau mendengarkan jemaat dan orang-orang terdekatnya sehingga ia jatuh. Jangan sepelekan orang kecil. Dan jika kita merasa sebagai wong cilik, jangan kecil hati dengan kondisi saat ini, percayalah! kita berharga di mata Tuhan. Tuhan memiliki rencana bagi setiap kita dimanapun kita ditempatkan.

 

Saya akhiri khotbah pagi ini dengan sebuah kisah bersejarah yang saya dapatkan ketika berkunjung ke Israel, yaitu ketika mengunjungi gereja sampah di daerah Alexandria. Disana terdapat bongkah bukit yang bernama makatam. Sejarah Mesir mencatat bahwa bukit ini bergeser/pindah sejauh empat kilometer. Hal ini disebabkan karena pada masa itu (tahun 975 sebelum masehi) Mesir mengalami masalah politik yang serius, yang membuat keristenan /orang Kristen hidup dalam tekanan karena harus keluar dari Mesir. Ada salah satu tentara Mesir/pemuka pemerintahan di Kairo memberi tahu kepada Bapa Sinoda (pemimpin jemaat) bahwa orang Mesir terusik dengan pengajaran Yesus tentang iman sebesar biji sesawi dapat memindahkan gunung. Mereka menganggap ini adalah ajaran sesat. Gunung sering kita pahami sebagai masalah, namun tidak demikian dengan orang Mesir, mereka mengartikannya secara lahiriah. Mereka menantang orang percaya saat itu, jika perkataan Yesus dapat dibuktikan maka mereka tidak perlu keluar dari Mesir. Maka Bapa Sinoda segera meresponinya, ia mengumpulkan seratus orang percaya, dan naik ke bukit Makatam. Di sana mereka berdoa selama tiga hari tiga malam, hanya sebaris kalimat yang diucapkan berulang-ulang, yaitu “Tuhan kasihanilah kami”.  Hari pertama gunung mulai goyah – Mesir gempar, hari kedua gunung beranjak – Mesir tambah gempar, dan hari ketiga gunung mulai berjalan – Mesir berteriak HENTIKAN! Saudara, hal ini pernah terjadi. Jika saja peristiwa ini terjadi 325 tahun sebelum masehi tentunya akan dikanonkan.

 

 Iman sebesar biji sesawi bisa melakukan sesuatu yang luar biasa, jadi mari berjuang mulai dengan talenta yang kecil, jangan sampai kita dipandang oleh Tuhan sebagai orang-orang  yang  menyembunyikan talenta  – (Matius 25:25, orang jahat/malas/ tidak berguna). Dalam 1 Timotius 4:14a kita diingatkan untuk tidak lalai mempergunakan karunia yang kita miliki. Tidak ada satu jemaatpun yang berkata aku tidak bisa apa-apa, semua kita diberi talenta. Anak perempuan Israel mengembangkan talentanya,  sehingga ia memiliki kesaksian hidup yang luarbiasa, dan bisa memberkati orang lain. Dalam ayat ke lima belas bagian b, segala sesuatu yang kita lakukan harus bertujuan agar nama Tuhan yang dipermuliakan. Dalam ayatnya yang ketujuh belas dituliskan bahwa Naaman diselamatkan, dan ia bertobat. Saudara, jangan pernah mengadalkan manusia, kejayaan Naaman menyadarkan kita bahwa, Kemegahan, kejayaan dan kekuatan manusia sangat terbatas, suatu saat pasti akan mentok, tetapi bagi orang percaya SELALU ADA HARAPAN. Tuhan Yesus memberkati!

 

-Cyelamardyasmara-

21 February 2011

Seri Khotbah Minggu 13 Februari 2011

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah, Khotbah Minggu | Tag

Kuasa Keubahan

The power of transformation

Filipi 3:20-21

 

Uraian

 Contoh ketujuh The seven example  

Jemaat Laodikia The church of Laodicea

Wahyu 3:7-13

 6.6.  The Lukwarm Church Jemaat yang suam-suam kuku

 Wahyu 3:15, Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! 

 Kali ini kita melihat kehidupan jemaat yang di tegor keras oleh Tuhan. Tegoran itu ditujukan sebagai langkah pertobatan dalam sikap hidp jemaat ini, jemaat Laodikia dilihat Tuhan sebagai jemaat yang tidak dingin, namun juga tidak panas. Persekutuan yang dijalankan oleh jemaat ini berjalan tanpa greget, tanpa semangat di dalam Terang Tuhan. Percaya kepada Kristus, terima Dia sebagai “Tuhan dan Juruselamat” tetapi semuanya dijalankan dengan biasa-biasa, keseharian ibadahnya stagnan dalam pemandangan-Nya, sementara Kasih-Nya dicurahkan dengan luar biasa, jemaat ini nampak kurang menyadarinya.

 Bandingkan – Compare

 Matius 13:22, “Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah

 Firman Tuhan yang disampaikan dalam kehidupan jemaat itu laksana benih yang ditaburkan. Firman yang diterima itu, jatuh ke dalam lahan hati masing-masing jemaat, namun tidak semua benih dapat tumbuh dan kelak menghasilkan buah. Dari empat jenis lahan tempat jatuhnya benih dalam perumpaaan penabur tersebut hanya satu yang berhasil. Di perumpaam penaburan benih ketiga, benih itu jatuh itu jatuh ke dalam semak belukar. Benih itu tumbuh tapi :

  Tidak berbuah – Unfruitful

 Akibatnya – The effect

 Wahyu 3:16, “Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.

 Matius 3:10, “Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.

 Setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik pasti ditebang dan :

 Dibuang ke dalam api – Thrown into the fire

 Kehidupan yang dibuang sama dengan dimuntahkan seperti yang dituliskan kepada jemaat Laodikia, di buang dan menjadi tidak berguna. Maka perlu dipahami, jangan sampai kekristenan kita seperti jemaat Laodikia, ditolak Tuhan.Menjadi orang percaya dan mengaku sudah melayani tapi ditolak Tuhan, sebab Tuhan tidak mengenalnya.

 6.7.  Apa penyebabnya? What is the cause?

 Matius 13:22, “Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.

Mengapa orang Kristen suam-suam (Jw. Kerem-kerem kambang), dalam kebanyakan kondisi imannya muncul tidak tenggelam tidak. Ada sesuatu di dalam kehidupannya, yaitu :

        Kekuatiran – Fearness

 Firman yang ditaburkan laksana benih itu tergencet oleh roh kuatir, dan ini mempengaruhi jalan hidup seseorang. Firman yang memiliki kuasa untuk membebaskan, meski telah ditabur tergeser oleh kekuatiran. Membuat kuasa Firman tidak dirasakan dalam kehidupan seseorang.

 Mengapa bisa kuatir? Karena tidak mengenal siapa Allahnya, Allah yang menciptakan langit dan bumi, yang sangat memperhatikan umat-Nya. Bukti nyatanya adalah Kristus yang diutus oleh Bapa untuk memuliakan kembali manusia di dalam diri-Nya, menuju kehidupan yang berbahagia.

 Hal lain adalah :

Percintaan dunia – Loved the world

 Saat ini, bagi kita yang masih hidup tentunya masih tinggal di dunia. Namun sebagai orang percaya yang telah dipanggil dari gelap menuju Terang-Nya yang ajaib, kita tidak boleh mencintai dunia.

 Hal ini tentu tidak mudah, namun hendaklah disadari bila bicara cinta, arah nomor satu tentunya kepada Tuhan, seperti Sabda Suci-Nya cintai Tuhan dengan sebulat hati. Yang kedua cintai sesama manusia (dimulai dengan dari yang paling dekat, pasangan hidup –suami atau istri), kemudian anak-anak, keluarga, tetangga dan seterusnya sebagai sesama manusia.

 Bila dasarnya benar maka sikapnya dalam hidup akan tidak arogan. Melayani Tuhan dan sesama dengan penuh Kasih. Memberitakan kabar baik dengan penuh Cinta Kasih bukan dengan menonjolkan kebenaran dan kemauan sendiri. Bertindak bijaksana tanpa harus menjelek-jelekan orang lain.

  Ingat – Remember

 Matius 6:27-32, “Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? 28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, 29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.30 Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? 31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? 32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu

 Dalam Karya per-utusan-Nya, Yesus mengajarkan kepada murid-murid dan semua orang percaya berkenaan dengan :

 Roh kuatir  – The spirit of fear

 Kekuatiran tidak menambah sedikitpun jalan hidup. Rasa kuatir ini sangatlah berbeda dengan sikap hati-hati dalam hidup seseorang. Hati-hati memang perlu sebagai bagian dari akal budi dan hikmat yang telah Ia berikan. Tetapi kekuatiran adalah sikap yang cenderung negatif hasil dari pikiran dan pandangan yang berlebihan dalam menanggapi suatu permasalahan. Karena kuatir hidup bisa tersendat, menyebabkan sakit, diantaranya karena peredaran darah yang tidak teratur, serta mengakibatkan pola makan yang tidak sehat.

 Tuhan itu pemelihara, Ia punya rencana yang indah. Dalam Sabda-Nya, Ia memberikan gambaran logis, bagaimana bunga bakung bermekaran dengan indah juga burung-burung yang beterbangan dengan riang di udara. Raja Salomo, seorang raja yang kaya-raya saja tidak berpakaian seindah dan semegah bunga bakung yang indah itu. Artinya, bila Tuhan perduli tanaman yang sederhana –yang masa hidupnya singkat- apalagi manusia, ciptaan yang diciptakan seturut citra-Nya. Tuhan pasti beri solusi!!

 Sekarang mari kita lihat percintaan dunia. 

 I Yohanes 2:15-17, “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. 16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. 17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

 Yakobus 4:4, “Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.”

 Sabda Tuhan mengatakan semua yang ada di dalam dunia yaitu, keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup itu bukan berasal dari Bapa. Semua itu berasal dari dunia. Maka keinginan daging jangan dipuja, keinginan mata jangan dituruti sebab mata tidak akan pernah puas, dan keangkuhan hidup dapat mencelakakan. Semua kemegahan yang ada di dunia akan lenyap, sebab kelak Tuhan akan jadikan langit dan bumi baru (Why 21).

 Maka sekali lagi, jangan pernah bangga dengan apa yang dimiliki di dunia ini karena kelak akan dilenyapkan, akan musnah. Mari kita bersama hargai berkat Tuhan dan mengucap syukur bila Tuhan memperkenankan kita mengelola kekayaan dari-Nya. Kelola dengan bijak pula.

 Meski hidup di dunia, namun sikap dan cara hidup orang benar bukan menggunakan cara hidup dan pandangan dunia –yang meminggirkan Tuhan bahkan tidak mengakui keberadaan Tuhan-, tapi menggunakan pandangan dan sikap hidup sorgawi. Hidup tidak tercemari dengan dunia, ibarat ikan laut yang ketika hidup tidak akan terasa asin. Hanya ketika ikan itu mati maka air laut yang merasuk ke dalam tubuh ikan yang membuat menjadi asin.

        Mencintai dunia                           Tiada Kasih Allah

       Love the world                             No God’s Love

 Bila mengasihi dunia akan tidak ada Kasih Allah, dan Allah tidak akan mengasihi. Bersahabat (Yun. Philia φιλία) dengan dunia akan menjadikan kita menjadi seteru Allah, berseberangan dengan Allah (Yak. 4:4), selaku orang percaya kita tidak ber-kasih-kasihan dengan dunia. Sebab keinginan dunia yang telah tercemari dosa dan kehendak Allah yang Kudus bagaikan dua kutub yang berlawanan, dan tidak akan tersatukan.

 Semestinya saat orang percaya menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, Ia telah masuk ke dalam areal keselamatan, dan seiring dengan pertumbuhan rohani ia akan masuk dalam kekudusan di bawah perlindungan dan Kasih yang nyata dari-Nya.

 

 

  

 

 

 

 

Bila Pejanjian Lama berpusat pada Torat maka Perjanjian Baru pada Anugerah –Yesuslah penggenapan Torat, di Perjanjian Baru Janji Allah yang mengasihi manusia itu di genapi.

 Perjanjian Baru di awali dengan hadirnya nabi Yohanes pembaptis, ia menyerukan pertobatan dan juga baptisan sebagai tanda –simbolik- pertobatan. Bicara Baptisan, nabi Yohanes pembaptis ini berkata “..kapak sudah siap, yang tidak berbuah akan ditebang” (Mat 13:22).

 Posisi baptisan ada di halaman. Seorang Imam di Tabernakel, setelah masuk dari pintu gerbang, ia akan melangkah untuk cuci tangan dahulu di kolam pembasuhan. Artinya, setiap pelayan Tuhan yang sudah lahir baru harus melayani Tuhan dengan hati nurani atau motivasi yang beres di hadapan Tuhan (2 Tim 1:3).

 Rasul Paulus menasehati Timotius muridnya yang kala itu masih muda (20th), saat sebelum memulai tugas penggembalaan. Bahwa melayani Tuhan harus dengan hati yang tulus ikhlas, melayani dengan benar di hadapan-Nya supaya menjadi pelayanan yang berbobot. Pelayanan tidak boleh sekedar asal jalan, asal jadi, asal dilaksanakan tanpa ada ketulusan hati untuk melayani-Nya. Maka disisi lain untuk menghadirkan pelayanan yang berbobot prima, sebagai institusi gereja perlu tertib, perlu dikelola dengan seksama dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai wadah pertumbuhan yang sehat di hadapan-Nya.

 Berdasar pada skema Tabernakel di atas, secara sederhana umat Tuhan umumnya (yang ber-gereja) minimal sudah ada di area halaman, percaya dan terima Kristus, memberi diri dibaptis dan sudah terima Roh Kudus, maka seyogyanya ada buah yaitu buah pertobatan. Menghasilkan kehidupan yang baru, memiliki kesaksian dalam hidupnya dan menunjukkan perbedaan sikap hidup dibanding dengan sikap hidup orang yang tidak percaya.

 Seseorang yang sudah melangkah dari area halaman dan masuk dalam persekutuan Ruangan Suci. Ia akan berjumpa dengan tiga benda, meja roti pertunjukan, pelita emas dan mezbah dupa. Ketiga benda itu memberikan arti dalam pertumbuhan rohani seseorang. Meja roti pertunjukan berarti tumbuh dalam kesucian karena persekutuan dengan Firman Tuhan dan perjamuan suci yang menjadi daging. Pelita Emas, berarti tumbuh dalam pelayanan dalam manifestasinya Roh Kudus dan Mezbah dupa berarti tumbuh dalam hidup di dalam doa –dalam Roh dan Kebenaran-

Berjuang untuk terus ada di Ruangan Suci –Tumbuh menjadi dewasa- dan berbuah kekudusan, dan terus bertekun kepada sasaran puncak, hingga nanti di persekutuan sempurna di Ruangan Maha Suci. Sempurna adalah puncakdari proses, sebab Bapa itu sempurna (Mat 5:48). Berjuang terus menyucikan diri dan menyempurnakan kekudusan (2 Kor 7:1). Menjaga diri supaya tidak terlibat dalam pencemaran jasmani dan rohani/pikiran.

 Kekuatiran dan percintaan dunia yang menghambat pertumbuhan untuk menghasilkan buah. Solusinya seperti apa?      

 6.8.  Penutup Ending

  Filipi 4:6-7,Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. 7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

 Kehidupan menjadi tidak bertumbuh, Firman yang ditabur tidak bertumbuh dan membuahkan sesuatu aksi dalam kehidupan perlu dicarikan solusi.

 Dari dua hal yang menyebabkan kehidupan yang tidak berbuah, kita akan lihat satu persatu.

Bila :

Kuatir                                           Berdoalah

       Fear                                             Let us pray

menyatakan keinginan kita dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Bersyukur masih bisa menyatakan permohonan kepada Allah yang sanggup memenuhi segala keperluan kita. Setelah kita menyatakannya kita akan melihat dan merasakan bahwa Tuhan sealu memiliki rencana yang indah dalam hidup kita dan damai sejahtera akan turun dalam kehidupan kita.

 Bila damai sejahtera Allah menguasai hati dan pikiran kita akibatnya akan ada keyakinan. Ada ketenangan dan tidak  kuatir. Berdoalah supaya tenang dan ada kemantapan saat menghadapi masalah, menjadi percaya diri dalam melangkah di jalan kehidupan. Bila suatu saat merasa kuatir, maka serahkan saja kuatirmu pada Tuhan.

 Solusi atas percintaan dengan dunia sehingga menjadi tidak bertumbuh dan menghasilkan buah :

 Ibrani 13:5-6, “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” 6 Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: “Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?

 Meski berat berjuanglah untuk :

                         Jangan mencintai dunia – Don’t love the world

 Ditunjukkan dalam bentuk kongkrit dengan tidak cinta akan uang. Uang penting tetapi  jangan sampai diperbudak oleh uang. Bila akarnya cinta akan uang, itu akan menumbuhkan berjenis-jenis kejahatan.Orang percaya telah ditebus dengan harga yang mahal –seharga darah Kristus- di bebaskan dari kesia-siaan hidup (Rom 12:1). Maka berubahlah, jangan lagi menjadi budak kejahatan.

 Ingat, dimana ada hartamu, disitu ada hatimu. Orang percaya yang sudah terima Kristus akan menjalankan Sabda-Nya untuk mencintai-Nya sebulat hati, dan senantiasa percaya bahwa hidupnya ada di dalam rancangan-Nya yang indah. Tuhan sekali-kali tidak akan membiarkan dan meninggalkan kita itu adalah Sabda-Nya, tidak akan dibiarkan orang yang mengasihi-Nya dengan sebulat hati dibiarkan sendiri, dibiarkan terlantar, hidup tersia-sia.

 Orang benar dan hidup dalam kebenaran akan cakap menanggung segala perkara –hidup berkemenangan besar- , sebab Ia memampukannya. Sehingga orang percaya akan selalu berkata dalam hati dan ucapannya bahwa : 

 Tuhanlah penolongku – God is my helper

 

31 January 2011

Khotbah Mingguan WSB 29 Januari 2011

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah, Khotbah Minggu | Tag

kelanjutan seri khotbah “Kuasa Keubahan” oleh hamba-Nya, Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo,B.cm

tanggal 2 januari 2011

YESUS1 JEMAAT PERGAMUS THE CHURCH OF PERGAMOS

Wahyu 2:12-17

 42.  Penampilan Tuhan The Lord appereance

 Wahyu 2:12, “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Pergamus: Inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua

 Wahyu 1:16, “Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.”

 Ini adalah penampilan Yesus setelah kebangkitan-Nya, yang membuat Rasul Yohanes rebah ketika melihatnya, untuk disampaikan kepada jemaat Pergamus. Ia ditampilkan sebagai Pribadi yang memiliki …

 Pedang tajam bermata dua – the sharp two edged sword

 Ibrani 4:12, “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

 Pedang tajam bermata dua itu tidak lain adalah ….

Firman Allah – the Word of God 

yang lebih tajam dari pedang matapun, pedang bermata dua yang sanggup menembus hati kita. Firman Allah mampu mengorek isi hati dan pikiran kita.

 43.  Posisi jemaat Pergamus The position of Pergamos church

 Wahyu 2:13, “Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam.

 Alasan Tuhan tampil bagaikan pedang tajam bermata dua, karena kondisi jemaat Pergamus digambarkan berada pada ….

                  Tahta iblis – satan’s throne

Padahal jemaat ini memiliki iman yang luar biasa. Mereka setia dan selalu berpegang pada firman Tuhan.

 Mengapa?Why?

Wahyu 2:14-15, “Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah. 15Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus.

 Penyebabnya adalah karena ternyata di tengah-tengah mereka …

  Ada ajaran Bileam dan Nikolaus

  There were the teaching of Balaam and Nicolaitans

Bilangan 31:16, “Bukankah perempuan-perempuan ini, atas nasihat Bileam, menjadi sebabnya orang Israel berubah setia terhadap TUHAN dalam hal Peor, sehingga tulah turun ke antara umat TUHAN.

Bileam adalah seorang nabi yang menolak suap dari raja Balak dan lebih menuruti perintah Tuhan untuk tidak mengutuki bangsa Israel (Bilangan 22). Tapi kesalahan Bileam adalah pada ….

                   Nasihat Bileam The advice of Balaam

Walaupun Bileam menolak untuk mengutuki bangsa Israel, tetapi ia mulai terpengaruh oleh berkat yang ditawari oleh raja Balak. Ia kemudian memberikan nasihat kepada raja Balak dengan memberitahukan kelemahan bangsa Israel melalui penyembahan berhala dan perzinahan sehingga akan dihukum Tuhan.

 Atas nasihat Bileam inilah, akhirnya raja Balak menjebak dan menyesatkan bangsa Israel. Akibat penyembahan berhala dan perzinahan itu, bangsa Israel yang dibunuh mati ada 24.000 orang. Suatu korban yang luar biasa, gara-gara terjebak karena nasihat Bileam.

 Sementara Nikolaus, ajarannya adalah menghalalkan perzinahan dan perselingkuhan. Jemaat Pergamus memiliki iman yang luar biasa, tetapi sayang mereka kompromi dengan ajaran Bileam dan Nikolaus.

 Ajaran Bileam ini adalah gambaran dari bagaimana gereja sudah kompromi dengan berkat-berkat yang tidak benar, menggunakan trik-trik yang tidak sehat.

                   Inilah gereja yang berkompromi dengan dosa

                  This is the compromising church with sin

 Jemaat Pergamus imannya YES, tapi berkompromi dengan dosa penyembahan berhala, perzinahan, dan perselingkuhan. Itulah sebabnya mengapa jemaat Pergamus dikatakan berada di tahta iblis.

 44.  Nasihat Advise

 Wahyu 2:16, “Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini.

 Roma 1:21, “Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.

 Salah satu cara untuk mematikan dosa adalah dengan …

              bertobat – repent        

 Jangan beri kesempatan dosa menguasai hidup kita. Jika melakukan kesalahan, cepat minta ampun, jangan kompromi lagi. Bertobat dimulai …

     dari pikiran – from the thought

 Karena pola pikir yang belum bertobat akan membawa kita pada kompromi dengan dosa. Pola pikir yang salah harus diubah dulu, sehingga dapat mengenal kebenaran yang sesungguhnya.   

 II Korintus 6:17-18, “Sebab itu:  Keluarlah kamu dari antara mereka,  dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis,  maka Aku akan menerima kamu. 18Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan  demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa.

 Wahyu 18:4-5, “Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: “Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya. 5Sebab dosa-dosanya telah bertimbun-timbun sampai ke langit, dan Allah telah mengingat segala kejahatannya.

 Perhatikan bagaimana kita hidup. Jauhkan diri dari pergaulan yang tidak baik, karena akan merusak kebiasaan yang baik. Karena itu …

                  pisahkan diri dari dosa – separate the self from sin

Maka kita akan diterima sebagai anak-Nya. Katakan TIDAK pada dosa, YA pada kebenaran firman Tuhan. Jadilah pemenang, melangkah dengan Tuhan, dan nama kita tercatat dalam buku kehidupan. Amin.

20 December 2010

Khotbah Minggu dari WSB 17 Desember 2010

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah, Khotbah Minggu | Tag

Oleh Hambanya, Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo,B.cM

Pendahuluan – Proloque

YESUS1 29.  Pikiran Kristus The mind of Christ

Markus 10:45, Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.

 Yohanes 10:11, “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya

            

Lukas 19:10, Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.

Yehezkiel 34:11-12, “Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: Dengan sesungguhnya Aku sendiri akan memperhatikan domba-domba-Ku dan akan mencarinya. 12Seperti seorang gembala mencari dombanya pada waktu domba itu tercerai dari kawanan dombanya, begitulah Aku akan mencari domba-domba-Ku dan Aku akan menyelamatkan mereka dari segala tempat, ke mana mereka diserahkan pada hari berkabut dan hari kegelapan.

 Yehezkiel 34:15-21, “Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku dan Aku akan membiarkan mereka berbaring, demikianlah firman Tuhan ALLAH. 16Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya. 17Dan hai kamu domba-domba-Ku, beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba, dan di antara domba jantan dan kambing jantan. 18Apakah belum cukup bagimu bahwa kamu menghabiskan padang rumput yang terbaik? Mesti pulakah kamu injak-injak padang rumput yang lain-lain dengan kakimu? Belum cukup bahwa kamu minum air yang jernih? Mesti pulakah yang tinggal itu kamu keruhkan dengan kakimu? 19Apakah domba-domba-Ku seharusnya memakan rumput yang sudah diinjak-injak kakimu dan meminum air yang sudah dikeruhkan kakimu? 20Oleh sebab itu, beginilah firman Tuhan ALLAH terhadap mereka. Dengan sesungguhnya Aku sendiri akan menjadi hakim di antara domba yang gemuk dengan domba yang kurus; 21oleh karena semua yang lemah kamu desak dengan lambungmu dan bahumu serta kamu tanduk dengan tandukmu, sehingga kamu menghalau mereka ke luar kandang

Kristus datang ke dunia, bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani, bahkan menyerahkan nyawa-Nya (hidup-Nya). Suatu ciri khas Kristus sebagai Gembala, Gembala yang baik bagi domba-domba-Nya, memberi / berkorban bukan menerima karena Ia sangat ….

memikirkan keselamatan domba-domba

Think about the salvation of the lambs

 Hati dan pikiran Kristus mengarah pada keselamatan orang-orang yang tersesat, merebut  dan membebaskan mereka dari kuasa dosa, hukuman, dan ancaman kebinasaan/kematian kekal. Ia datang untuk mencari domba yang hilang, yang tercerai-berai, dan menyelamatkannya. Sebagai Gembala yang baik, Ia tidak hanya mencari tetapi juga mengembalakan mereka sehingga terlindungi dan tidak kekurangan. Suatu gambaran kasih sayang Kristus dalam memelihara domba-domba-Nya: penuh perhatian, kewaspadaan, dan kasih.

 Karya-Nya sebagai Gembala yang baik, mencari domba yang terhilang ditunjukkan sampai beberapa hari sebelum penyaliban-Nya. Sebelum menyerahkan nyawa-Nya di kayu salib, Kristus masih terus berusaha untuk menyelamatkan yang hilang.  Ia datang kepada Zakheus, seorang pemungut cukai yang ditolak dan dipandang rendah oleh masyarakat. Perhatian-Nya telah membawa Zakheus pada pertobatan dan keselamatan.

 Kedatangan Kristus sebagai Gembala telah dinubuatkan sebelumnya oleh Nabi Yehezkiel. Sebagai akibat kegagalan para pemimpin bangsa Israel membawa bangsanya hidup benar, membuat Tuhan sendiri turun tangan untuk mengatur umat-Nya. Ia akan memelihara, menghakimi yang salah, dan mengikat perjanjian damai dengan umat-Nya.

Kristus mengajarkan kepada kita untuk menggembalakan domba-domba tidak hanya di dalam (gereja), tetapi juga di luar kepada orang-orang yang tertolak, terhilang, tersesat, terluka, dsb. karena mereka juga memerlukan keselamatan. Tujuannya agar mereka menjadi domba-domba yang sehat di hadapan Tuhan, mengalami keubahan total. Adalah menjadi tugas dan tanggung jawab dari kelima jawatan pokok, sebagai denyut jantungnya Kristus, untuk saling berjejaring membawa domba-domba (jiwa-jiwa) datang kepada-Nya.

 30.  Kerinduan-NyaHis desire

Yohanes 10:16, “Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

Keselamatan tidak hanya diperuntukkan bagi bangsa Israel (Yahudi), sebagai bangsa pilihan Allah. Ada domba yang lain,  non Yahudi, termasuk kita semua yang menjadi pikiran Kristus sebagai Gembala. Kerinduan-Nya adalah untuk ….

             

mengumpulkan yang lain juga – to collect another

 Tuhan mencari tidak hanya golongan kita, orang-orang yang percaya, tapi juga di luar lingkup kita yaitu mereka yang belum mengenal dan mendengar tentang Kristus. Karena memang untuk itulah Kristus datang, datang untuk semua orang dan menjadikan mereka kawanan domba yang menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Yesus begitu peduli, peduli penuh atas domba-domba-Nya. Bahkan kita semua terukir di telapak tangan-Nya, tidak pernah dilupakan. Mata Tuhan senantiasa terarah kepada kita, memperhatikan dan mengawasi demi kebaikan kita.

31.  Doa-Nya His prayer

Yohanes 17:20-23, “Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; 21supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. 22Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: 23Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

Sebagai Gembala yang baik, tidak hanya menjaga dan melindungi domba-domba-Nya, tetapi kerinduan-Nya yang lain diungkapkan Yesus dalam doa-Nya yaitu …

            supaya mereka jadi satu – that they all may be one

Kesatuan yang didoakan Yesus bukan kesatuan organisasi, tetapi kesatuan rohani yang berlandaskan hidup di dalam Kristus. Tujuannya agar umat-Nya menjadi gereja yang AM, yang kudus, yang menjadi satu kesatuan, tidak terpecah-belah. Berjejaring bersama, tidak dibatasi oleh tembok-tembok denominasi yang notabene tidak menyelamatkan, hanya Kristus yang dapat menyelamatkan.

Menjadi satu adanya, merupakan suatu tindakan yang berkesinambungan, terus-menerus bersatu. Kesatuan hati, tujuan, pikiran, dan kehendak di dalam orang-orang percaya yang berlandaskan kesamaan hubungan kepada Bapa dan Anak, memiliki sikap yang sama terhadap dunia, Firman Allah, dan menjangkau mereka yang hilang.

Kerendahan hati, penyangkalan diri, dan kesediaan untuk menderita bagi Kristus akan memastikan kesatuan sejati orang percaya dan membawa pada kemuliaan sejati. Mulailah dari keluarga, bina kesatua  tersebut sampai menuju pada kesempurnaan.

32.  Moto-NyaHis motto

Yohanes 4:34, “Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.”

Filipi 2:8, “Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Dakam berkarya, hati dan pikiran Kristus mengarah pada bagaimana menuntaskan karya-Nya. Itulah sebabnya sebelum menyerahkan nyawa-Nya di atas kayu salib, Kristus berkata, “sudah selesai”. Yesus tidak mau berkarya setengah-setengah. Ia mau menyelesaikannya sampai tuntas, penuh tanggung jawab dalam ….

mentaati kehendak Bapa – obey the will of the Father

Yesus bekerja sampai akhir, mentaati kehendak Bapa bahkan sampai mati sebagai harga yang harus dibayar untuk membebaskan manusia kuasa dosa, dari hukuman dan kematian. Kristus sebagai Gembala yang baik tidak akan membiarkan domba-domba-Nya menderita. Ia begitu peduli, sejauh kita hidup benar dan mau digembalakan oleh-Nya.

Domba yang baik akan mengenal suara gembalanya (Yohanes 10:3). Gembala yang akan menuntun ke tempat yang baik dan aman. Dengarkan suara gembala yang menyampaikan firman Allah, jangan keras hati dan membantah.

 33.  Nasihat Advise

Filipi 2:5-7, ”Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 6yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

 Yesus merupakan pribadi yang sangat rendah hati. Ia rela mengosongkan diri dan mengambil rupa seorang hamba. Walau benar-benar ilahi, Kristus mengambil sifat manusia dengan segala pencobaan, kehinaan, dan kelemahannya namun Ia tanpa dosa. Terakhir, Kristus taat sampai mati. Biarlah kita ….

Milikilah pikiran dan perasaan Kristus

                                 Having the mind and the feeling of Christ

 Mengikuti hidup-Nya yang rendah hati dan memikul salib. Kerjakan keselamatan dengan takut dan gentar (Filipi 2:12). Berusahalah terus-menerus dengan menggunakan cara yang ditetapkan Tuhan untuk mengalahkan kejahatan, menentang dosa, menyatakan kehidupan Kristus, dan mengikuti keinginan Roh Kudus.

Jangan andalkan kekuatan sendiri. Kalau ingin berhasil, jangan sombong, mengucap syukur dalam segala hal, karena segala sesuatu berasal dari dan oleh Dia. Kosongkan dan rendahkan diri untuk kemuliaan Tuhan. Tuhan memberkati!