Get Adobe Flash player
1 December 2014

Khotbah Minggu dari WSB Edisi 29 Mopember 2014

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah Minggu | Tag

Ringkasan khotbah Pdt. Otniel Firmanyo Osiyo M.Th

23 Nopember 2014 – Ibadah Pagi

Kerangka khotbah

Thema :

Dari Kandang Domba Berkahir Ke Istana – From Sheepfold Ending To Palace

Allah Maha Tahu

God Omniscient (Knows Everythings)

38. Teguran Tuhan Bagi Daud, The Lord’s Warning For David

2 Samuel 12:1-14

Allah Mengasihi Daud

God Loves David

 

 

                                                            Wahyu 3:19

Tuhan Mengampuni Daud

The Lord Forgives David

39. Pengakuan Daud, The Confessing Of David

2 Samuel 12:13

Malapetaka Terjadi

Calamities Happened

Tetapi/But

 

Daud Menyesal

David Repents

40. Doa Pertobatan, A Prayer Of Repentance

Mazmur 52:1-21

 

41. Nasihat, Advise

Bertobatlah

Repent

Mazmur 32:5

Amsal 28:13

1 Yohanes 1:9

 

Pengakuan Anak Yang Hilang

The Confession Of the Lost Son)

Catatan, Note

Lukas 15:11-32

 

 

 

 

Ringkasan khotbah

Thema :

Dari Kandang Domba Berkahir Ke Istana – From Shhepfold Ending To Palace

Ketaatan adalah hal mutlak dalam mengiring Tuhan, karena ketaatan menuntun kita untuk tetap dekat bahkan semakin dekat kepada Tuhan. Untuk menjadi taat lebih mudah dari pada harus menjaga ketaatan itu terus ada bahkan meningkat dalam kehidupan ini. Perjuangan untuk mencapai tujuan memang tidak seberat perjuangan untuk konstan hidup dalam tujuan tersebut.Inilah yang dialami raja Daud,dia sudah melewati jalan yang berliku tajam untuk menjadi raja Israel. Ia telah berhasil menundukkan kehendak bebasnya dan mengikuti kehendak Allah dalam menghadapi teror Raja Saul. Tetapi ketika  Daud sudah berhasil menjadi raja, ia gagal mentaati hukum yang telah ditetapkan bagi seorang raja Israel. Daud memilih untuk memuaskan keinginan hatinya terhadap wanita, ia memiliki banyak istri.Ketika seseorang melanggar maka siap atau tidak siap, ada konsekuensi yang harus dihadapi.

 

38. Teguran Tuhan Bagi Daud, The Lord’s Warning For David

Allah Maha Tahu – God Omniscient (Knows Everythings)

2 Samuel 12:1-14 TUHAN mengutus Natan kepada Daud. Ia datang kepada Daud dan berkata kepadanya: “Ada dua orang dalam suatu kota: yang seorang kaya, yang lain miskin…………………………Pada suatu waktu orang kaya itu mendapat tamu; ………Jadi ia mengambil anak domba betina kepunyaan si miskin itu, dan memasaknya bagi orang yang datang kepadanya itu.” Lalu Daud menjadi sangat marah karena orang itu dan ia berkata kepada Natan: “Demi TUHAN yang hidup: orang yang melakukan itu harus dihukum mati………………….Kemudian berkatalah Natan kepada Daud: “Engkaulah orang itu!………….Oleh sebab itu, pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan mengambil isteri Uria, orang Het itu, untuk menjadi isterimu.

 

Teguran nabi Natan bagi Daud disampaikan dalam bentuk perumpamaan. Daud yang belum menyadari kesalahannya menjadi marah dengan peristiwa yang disampaikan nabi Natan.Namun ketika  nabi Natan menjelaskan inti perumpamaannya Daud menjadi tertunduk lesu, dan mengakui pelanggarannya. Dosa perzinahan dilakukan dilakukan Daud secara tersembunyi namun bagi Tuhan  tidak ada yang tersembunyi. Apapun yang dilakukan manusia, bagi Alah semuanya sangat terbuka di hadapanNya.

Daud telah melakukan dosa perzinahan, pembunuhan dengan sengaja terhadap Uria, dan usaha Daud untuk menutupi hal itu sangatlah jahat dalam pandangan Allah. Daud bersalah karena melanggar hukum ke 6 (Jangan membunuh), 7 (Jangan berzinah), 8 (Jangan mencuri), 9 (Jangan mengucapkan saksi dusta), 10 (Jangan mengingini miliki sesamamu) dalam 10 hukum Taurat. Dosa-dosanya menjadi semakin besar karena dia adalah gembala umat dan orang yan bertanggung jawab melaksanakan kebenaran dan keadilan di Israel.

Nabi Natan menyatakan bahwa Daud, dengan berbuat zinah, membunuh dan menipu telah bersalah karena menghina firman Tuhan dan menghina Allah sendiri. Istilah menghina berarti memandang rendah, menganggap tidak penting, meremehkan, jadi dengan tindakan-tindakannya Daud menyatakan bahwa Allah tidak penting, tidak layak untuk dikasihi dan disembah.

Kondisi dunia saat ini sangat memprihatinkan, kejahatan seksual terjadi dimana-mana, menyerang siapa saja, dan telah menyusup ke berbagai gereja. Tidak ada yang aman atau kebal terhadap dosa seks, oleh karenanya setiap pribadi bertanggungjawab pada dirinya sendiri. Mari melakukan tanggung jawab kita sebagai terang dan garam dunia dengan disertai rasa takut kepada Tuhan.

Allah Mengasihi Daud -God Loves David

Allah tidak menghendaki Daud menjadi semakin rusak dan menderita karena dosa perzinahan, oleh karenanya Ia mengutus nabi Natan untuk menyadarkan Daud terhadap pelanggarannya.

 

Wahyu 3:19 Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!

Allah mengasihi Daud, sehingga teguran diberikan untuk menyelamatkan Daud.Teguran yang kita alami adalah bukti kasih Allah dalam kehidupan kita. Teguran ini harus direspon dengan pertobatan.  Daud, sekalipun telah menjadi raja yang besar, tetapi dia tetap terbuka dengan teguran Allah. Ia mengakui segala kejahatannya dan bertobat. Inilah keunggulan Daud, sehingga Tuhan memberikan pengampunan. Tetapi bukan berarti Daud lepas dari dampak kejahatannya karenaanak hasil perzinahannya pasti mati.

Amsal 16:32 Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.

Penguasaan diri yang mantap membentengi kehidupan kita. Daud memilih untuk mengumbar keinginannya akan wanita, sehingga ia menjadi tidak terkendali, dan hal ini membawnya ke dalam berbagai tindakan yang merugikan.

 

39. Pengakuan Daud, The Confessing Of David

Tuhan Mengampuni Daud – The Lord Forgives David

2 Samuel 12:13  Lalu berkatalah Daud kepada Natan: “Aku sudah berdosa kepada TUHAN.” Dan Natan berkata kepada Daud: “TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati.

 

Malapetaka Terjadi – Calamities Happened

Dosa Daud telah diampuni dalam pengertian bahwa hukuman mati (Imamat 10:10 – hukuman mati bagi pasangan selingkuh) dan hukuman kekal dikesampingkan. Jadi hubungan Daud dengan Allah dipulihkan.

Tetapi/But

Sekalipun Daud memperoleh pengampunan Allah, tetapi reputasinya telah dicemarkan selama-lamanya dan dampak-dampaknya dari dosanya itu berlangsung terus menerus sepanjang hidupnya dan sepanjang sejarah kehidupannya. Pengalaman Daud setelah diampuni dan dipulihkan adalah sebuah pelajaran yang penting untuk mereka yang menganggap dosa seenaknya saja sebagai sesuatu yang diampuni dan dilupakan Allah.

Dampak perbuatan Daud terjadi secara turun temurun. Keluarga Daud menderita di tahun-tahun selanjutnya. Daud harus berjiwa besar menyaksikan penderitaan akibat dosanya. Hukuman dahsyat atas Daud terjadi selama 25 tahun dalam masa sisa hidupnya. Kekerasaan, persengketaan dan pembunuhan terus terjadi dalam kehidupan Daud: kematian anak hasil perzinahan, pembunuhan Amnon oleh Absalom, pembunuhan Absalom karena pemberontakannya, dan hukuman mati bagi Adonia. Daud mengalami perlakukan kejam dari anak-anaknya sendiri, seperti pemerkosaan Tamar oleh Amnon dan pemerkosaan istri-istrinya oleh Absalom

Untungkah Daud dengan berbuat zinah dengan Betsyeba? Untungkah Daud dengan mengatur kematian Uria untuk mendapatkan Batsyeba – perempuan yang diinginkannya?

 

40. Doa Pertobatan, A Prayer Of Repentance

Daud Menyesal – David Repents

Mazmur 52:1-21 Untuk pemimpin biduan. Mazmur dari Daud, ketika nabi Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Batsyeba. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!………..

 

Daud bergumul dengan dosanya – penyesalan yang mendalam dan permohonan ampun dinyatakan di hadapan Allah dengan sepenuh hatinya. Pada akhir masa hidupnya Daud menjadi pribadi yang finishing well. Sekalipun sisa waktu hidupnya setelah berdosa menjadi begitu berat tetapi Daud mampu bertahan di dalam Tuhan, Daud bisa bangkit.

Permohonan Daud untuk pengampunan dan pemulihan berdasarkan  kasih karunia, kemurnian, kasih yang  yang tidak pernah gagal dan belas kasihan Allah, hati yang benar-benar hancur dan bertobat. Kadang-kadang kepastian akan pengampunan dan pembaharuan berkat Allah tidak datang dengan mudah. Seseorang yang telah mengalami sukacita keselamatan namun kemudian terjerumus ke dalam  kebejatan mungkin mengalami masa pertobatan dan pergumulan rohani berkepanjangan sebelum menerima kepastian akan pengampunan dan pemulihan penuh kepada perkenan Allah. Artinya ia harus berjuang dengan sungguh-sungguh terlebih dahulu – menyatakan penyesalan dan tindakan pertobatan. Pengalaman Daud menunjukkan betapa menakutkan melukai hati Allah yang kudus setelah diberkati dengan luar biasa olehNya.

Daud tidak mengatakan bahwa ia tidak berbuat dosa terhadap prang lain, tetapi bahwa dosanya itu terutama terhadap Allah dan firmanNya. Daud mengakui bahwa sejak lahir ia telah memiliki kecenderungan bawaan untuk berdosa, dengan kata lain ia mengambil tanggungjawab penuh atas sifatnya yang berdosa. Setiap kita memiliki kecenderungan yang sama untuk berdosa tetapi keinginan ini dapat ditaklukan melalui penebusan dalam Kristus dan dengan rela memberi diri untuk dikuasai sepenuhnya oleh Roh Kudus.  Peran Roh Kudus sangat penting dalam kehidupan orang percaya, hal ini sangat disadari oleh Daud sehingga ia memohon kepada Allah untuk tidak mengambil Roh-Nya dalam kehidupan Daud.

 

41. Nasihat, Advise

Mazmur 32:5 Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: “Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku,” dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku.  

Kelicikan Daud dibuat untuk menutupi dosanya,tetapi hal ini semakin menjerumuskannya ke berbagai penderitaan.Cara ampuh untuk menghentikan dosa adalah mengakuinya di hadapan Tuhan dan memohon pengampunan padaNya. Ketika dosa masih ditutupi, maka dosa itu menindas kita siang dan malam. Kegelisahan akan melanda sepanjang waktu,pengakuan adalah solusi paling tepat untuk mengatasinya.

Amsal 28:13 Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.

Mengaku dan meninggalkan – inilah sikap yang benar terhadap dosa. Sukacita yang besar timbul saat kita lepas dari dosa

1 Yohanes 1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Dosa yang sudah diampuni akan dilupakan. Jika kita sudah mengampuni maka kita harus melupakan peristiwa pahit. Hubungan keluarga yang rusak bisa dipulihkan jika masing -masing berjuang untuk memperbaiki. Suami atau istri yang telah mengampuni kesalahan pasangannya harus berjiwa besar untuk  melupakannya. Sikap ini, sekalipun berat untuk dijalani tetapi menjadi satu-satunya solusi  yang ampuh dalam memperbaiki hubungan yang telah hancur. Mengampuni dan melupakan kesalahan orang lain, inilah yang Allah rindukan terjadi dalam kehidupan kita karena sebagai anak-anak Allah, kitapun harus menyerupai karakter Allah yang mengampuni dan melupakan setiap pelanggaran kita.

Bertobatlah – Repent

Kita yang kena imbas dari perbuatan salah seseorang, tetapi jika ia sudah minta ampun maka kitapun harus mengampuni dan melupakan. Buang semua kenangan buruk, sehingga dengan senyum kita bisa menatap masa depan

 

 

Catatan, Note

Pengakuan Anak Yang Hilang  – The Confession Of the Lost Son)

Lukas 15:11-32 …………Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa. Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa…………………

 

Pengakuan dosa yang dilakukan anak yang hilang mendatangkan pemulihan yang menyeluruh.Seperti Daud dan anak yang terhilang yang mau berjuang keluar dari himpitan dosa, demikianlah sikap yang seharusnya kita  ambil terhadap dosa. Tidak ada manusia yang sempurna, setiap kita tidak ada yang kebal dengan dosa. Tetapi Allah telah memberikan solusi yang terbaik untuk keluar dari jerat dosa, yaitu dengan terbuka terhadap teguran firman Allah, dan dengan kesadaran diri mau mengakui pelanggaran tersebut di hadapan Allah.

Responi setiap teguran Tuhan dengan positif. Mari memiliki derap iman yang semakin cemerlang, karena TUHAN MENGHARGAI PENGAKUAN DOSA KITA

Tuhan Yesus memberkati  (Cy-M)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

17 September 2014

Dari Kandang Domba Berakhir Ke Istana

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah Minggu | Tag

Ringkasan khotbah Pdt. Otniel Firmanyo Osiyo M.Th

Minggu 14 September 2014 – Ibadah Pagi
Kerangka khotbah
Thema :
Dari Kandang Domba Berakhir Ke Istana – From The Sheepfold Ending To Palace

5. Kenali Potensi Anak-anakmu, Knowing The Potency Of Your Children
1 Samuel 16:11-12
6. Kenali Potensi Saudaramu, Knowing The Paotency Of Your Brother
1 Samuel 17:28
7. Kenali Potensi Anak Buahmu, Knowing The Potency Of Your Staff
1 Samuel 17:33

1 Samuel 17:58
1 Samuel 17:34-5
8. Nasihat, Advice
Ibrani 13:1

 

 

Uraian khotbah
Dari Kandang Domba Berakhir Ke Istana – From The Sheepfold Ending To Palace
Daud memiliki kualitas hidup yang baik. Kualitas itu diperoleh karena ia terbuka terhadap segala hal baik dan melakukan semua tanggungjawabnya dengan segenap hati. Kemampuannya terus terasah karena ia tidak pernah menyerah dengan tantangan/permasalahan. Hatinya yang tulus telah menjadikanya sebagai pribadi yang gigih, rendah hati dan apa adanya (tidak dibuat-buat).
Setiap manusia diciptakan Allah dengan keunikan dan keistimewaan tersendiri. Masing-masing diberikan kemampuan untuk kemudian dikembangkan dalam proses menjalani hidup. Jadi sangat penting bagi kita untuk mengenali apa potensi yang ada dalam diri kita dan orang-orang disekitar kita. Potensi adalah kemampuan – kekuatan – kesanggupan – daya, yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan
5. Kenali Potensi Anak-anakmu, Knowing The Potency Of Your Children
1 Samuel 16:11-12 Lalu Samuel berkata kepada Isai: “Inikah anakmu semuanya?” Jawabnya: “Masih tinggal yang bungsu, tetapi sedang menggembalakan kambing domba.” Kata Samuel kepada Isai: “Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang ke mari.” Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: “Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia.”
Isai memiliki 8 anak laki-laki tetapi ia hanya mengikutkan 7 anaknya dalam kontes pencarian pengganti raja Saul. Awalnya Nabi Samuel terpesona dengan penampilan Eliab, ia berpikir inilah yang akan menjadi pengganti Raja Saul. Namun ternyata bukan Eliab, Abinadab, Simea, Natanael, Radai, Ozem atau Seruya yang dipilih Tuhan untuk menggantikan posisi raja Saul, melainkan Daud-si bungsu yang masih sangat belia. Nabi Samuel telah keliru/salah karena menilai seseorang dari penampilan fisiknya.
Kitapun kadang mengalami hal serupa, salah menilai sesuatu atau salah melangkah. Sangat mendasar bagi kita untuk menyampaikan semua rencana pada Tuhan, karena Ia tahu yang terbaik bagi kita, sehingga kita tidak salah melangkah. Jangan pernah mengambil keputusan tanpa melibatkan Tuhan.
Daud ketika itu sedang melakukan tanggungjawabnya sebagai gembala domba, ia tidak diikutsertakan dalam kontes pemilihan raja. Mungkin hal ini disebabkan karena Daud adalah anak bungsu yang masih terlalu belia untuk ikut dalam kontes ini. Isai ternyata memiliki cara pandang yang salah terhadap Daud, Isai tidak mengenal Daud dengan baik padahal Daud selalu menjalankan tugasnya dengan penuh tanggungjawab sebagai gembala dari domba-dombanya.

Namun Daud adalah pribadi yang sangat tulus sehingga hatinya tidak terluka karena perlakuan ayahnya. Ketika ia dipanggil dari padang rumput tempat ia menggembalakan kambing domba ayahnya, Daud taat – ia mau datang. Daud memiliki penguasaan diri yang baik.
Perkembangan jaman menuntut orang tua untuk mengenali potensi dari anak-anaknya. Pengenalan tidak dapat diperoleh dengan kepemimpinan yang otoriter
Ulangan 11:18-20 Tetapi kamu harus menaruh perkataanku ini dalam hatimu dan dalam jiwamu; kamu harus mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu. Kamu harus mengajarkannya kepada anak-anakmu dengan membicarakannya, apabila engkau duduk di rumahmu dan apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun; engkau harus menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu,
Tuhan sudah mengarahkan kepada bangsa Israel untuk peduli dengan keluarga. Komunikasi harus hidup dalam keluarga. Orangtua bertanggungjawab membangun komunikasi yang hangat dengan seluruh anggota keluarga. Pembinaan bagi anak-anak harus berpusat di rumah dan melibatkan orang tua didalamnya.
Amsal 31:28-29 Anak-anaknya bangun, dan menyebutnya berbahagia, pula suaminya memuji dia: Banyak wanita telah berbuat baik, tetapi kau melebihi mereka semua.
Penghargaan kepada penolong perlu diberikan. Para kepala rumah tangga wajib mengapresiasi jerih lelah istri dengan pujian. Ini adalah budaya yang harus dikembangkan. Kebutuhan emosi manusia adalah rasa diterima, dihargai/dikasihi dan dimiliki. Suami harus melihat segi positif dari istri yang telah dinikahinya sendiri. Komunikasi yang hangat dibangun dan dikembangkan terlebih dahulu oleh suami istri/orang tua. Kenalilah potensi pasangan hidupmu.
Komunasi yang hangat di dalam keluarga memudahkan orang tua mengenal minat bakat – potensi dari anak-anak yang mereka miliki. Jika orang tua sudah mengenalnya maka sangat mudah untuk mengarahkan anak-anak untuk mengembangkan talentanya. Isai tidak mengenal potensi yang ada dalam diri Daud, sehingga ia memandang Daud sebagai anak yang lemah, dan tidak diikutsertakan dalam kontes pencarian pengganti raja Saul. Hal ini menggambarkan bahwa hubungan Isai dengan Daud tidak cukup dekat.
Kemajuan jaman dengan berbagai kesibukan yang diciptakannya menyita waktu yang cukup besar sehingga keluarga susah mencari waktu untuk bercengkerama. Ini adalah pintu yang dimanfaatkan dengan maksimal oleh iblis. Menghadapi hal ini adalah diperlukan adanya KOMITMEN yang kuat untuk menciptakan atau mencari waktu bersama/quality time.

6. Kenali Potensi Saudaramu, Knowing The Paotency Of Your Brother
1 Samuel 17:28 Ketika Eliab, kakaknya yang tertua, mendengar perkataan Daud kepada orang-orang itu, bangkitlah amarah Eliab kepada Daud sambil berkata: “Mengapa engkau datang? Dan pada siapakah kautinggalkan kambing domba yang dua tiga ekor itu di padang gurun? Aku kenal sifat pemberanimu dan kejahatan hatimu: engkau datang ke mari dengan maksud melihat pertempuran.”
Tentara Israel sedang berada di pegunungan Yehuda Barat, mereka sedang dalam situasi menghadapi tekanan tentara Filistin. Isai memerintahkan Daud mengantar bekal untuk kakaknya. Ini adalah kesempatan kedua bagi Daud menampilkan potensi diri yang Tuhan berikan dalam hidupnya, setelah ia untuk pertama kalinya menampilkan potensinya sebagai pemain kecapi yang excelent. Di medan peperangan, tentara Israel sedang menghadapi intimidasi Goliat yang memilki postur tubuh tinggi besar (tinggi tubuhnya sekitar 3,5m). Goliat dengan penampilan fisiknya yang kuat disertai dengan perlengkapan perang yang menunjang, menjadi terlalu percaya diri sehingga berani mengintimidasi tentara Israel dengan mengatakan hal-hal yang tidak pantas. Rupanya intimidasi ini berhasil menciutkan nyali seluruh tentara Israel termasuk raja Israel – raja Saul. Daud tidak suka dengan hinaan yang dilontarkan Goliat terhadap tentara Israel. Reaksi spontan Daud ini memicu amarah Eliab, sehingga Eliab melontarkan kata-kata penghakimannya terhadap Daud.
.
Eliab tidak menghargai bekal yang Daud bawakan baginya, padahal Daud harus menempuh perjalanan yang jauh dari Bethlehem menuju pegunungan Yehuda. Eliab cemburu dengan Daud, mungkin saja ia cemburu dengan sikap Daud yang pemberani padahal ditinjau dari segi usia seharusnya ia jauh lebih pemberani dari Daud. Atau mungkin juga ia cemburu karena mengetahui bahwa bukan dia yang dipilih Tuhan menjadi raja kedua Israel menggantikan posisi raja Saul. Kecemburuan ini tentunya menciptakan situasi yang tidak nyaman. Hal ini mengingatkan kita pada pengalaman hidup Yusuf dalam menghadapi perilaku kasar saudara-saudaranya karena rasa cemburu yang dalam.
1 Samuel 17:29 Tetapi jawab Daud: “Apa yang telah kuperbuat? Hanya bertanya saja!”

Daud tidak terpancing emosinya, ia meresponi amarah kakaknya dengan sikap tenang. Ia meninggalkan kakaknya dan kembali berkomunikasi dengan tentara Israel yang lain. Daud memiliki karakter yang luar biasa, ia mampu menguasai dirinya dengan baik. Ia cakap dalam menghadapi tekanan yang diberikan kakaknya sendiri. Sekalipun Eliab tidak menghargai jerih lelahnya, sekalipun Eliab telah menuduhnya dengan hal-hal yang tidak dilakukannya, Daud tetap menghormati kakaknya. Ia tidak membalas pernyataan pedas kakaknya dengan kata-kata yang kasar.
Persaudaraan tidak hanya dalam keluarga, tetapi mencakup skup yang lebih luas misalnya dalam lingkungan pelayanan. Hendaknya potensi jangan menimbulkan kecemburuan, tetapi dikembangkan untuk kemajuan pelayanan bersama sehingga pertumbuhan dapat dicapai dengan maksimal dan dampaknya dapat dirasakan bersama-sama. Rasa saling menghargai harus dikembangkan sehingga hubungan persaudaraan semakin erat. Apresiasi harus diberikan terhadap potensi yang sedang dikembangkan, sehingga perkembangan yang dihasilkan maksimal.
Namun jika potensi kita tidak mendapat apresiasi, janganlah hal ini memancing emosi kita, atau memadamkan semangat kita untuk mengembangkan diri. Jika sesuatu yang tidak diharapkan terjadi, ingatlah kisah Daud ini. Jaga semangat kita tetap menyala dengan iman tetap mengarah kepada Tuhan. Percaya saja, Tuhan punya waktu sendiri untuk membuka jalan bagi kita.
7. Kenali Potensi Anak Buahmu, Knowing The Potency Of Your Staff
1 Samuel 17:33 Tetapi Saul berkata kepada Daud: “Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit.”
Keberanian Daud rupanya telah sampai kepada raja Saul sehingga ia memanggil Daud. Namun Saul menjadi terkejut karena ucapan yang membangkitkan semangat itu ternyata datang dari seorang anak yang masih sangat muda.
1 Samuel 17:58 Kata Saul kepadanya: “Anak siapakah engkau, ya orang muda?” Jawab Daud: “Anak hamba tuanku, Isai, orang Betlehem itu.”
Daud telah bekerja bagi raja Saul sebagai pembawa senjata pribadinya dan juga sebagai pemain harpa. Entah apa yang terjadi pada raja Saul, ia menjadi lupa dengan Daud sehingga ia bertanya “Anak siapakah engkau?”. Daud tidak tersinggung dengan sikap raja Saul, sebagai pegawai pribadi raja Saul sangat memungkinkan bagi Daud untuk memahami kondisi kejiwaan raja Saul. Tetapi terlepas dari kondisi kejiwaannya ternyata raja Saul bukanlah sosok raja pemerhati. Ia cenderung memakai/mengkaryakan tenaga yang berkualitas tanpa mengenal dengan cermat sisi-sisi potensi yang bisa dikembangkan dengan lebih maksimal dari orang tersebut. Daud bekerja kepadanya karena kebutuhan saja, jadi raja Saul tidak mengenal dengan baik siapa Daud yang selama ini setia menemaninya dalam peperangan dan yang berjasa mengusir kegelisahan, ketakutan atau bahkan kegalauan hatinya dengan permainan kecapi yang luar biasa.
1 Samuel 17:34-35 Tetapi Daud berkata kepada Saul: “Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya, maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya.

Daud mematahkan ketidak percayaan raja Saul terhadap keberanian dan kemampuannya dengan menceritakan pengalaman pertarungannya dengan singa dan beruang ketika ia berjuang menyelamatkan kambing dombanya dari ancaman binatang-binatang buas tersebut.
Daud memiliki pengalaman yang luar biasa, ketika direndahkan ia tidak emosi atau minder, tetapi tetap tenang sehingga mengalahkan tekanan yang sedang dihadapinya.
Aplikasinya bagi kita adalah jika kita adalah seorang pemimpin maka kita wajib mengenal potensi setiap karyawan yang kita miliki. Hal ini sangat penting karena bisa membawa perusahaan yang kita pimpin menjadi lebih maju. Seorang pemimpin yang tahu potensi karyawannya dan bisa mengembangkan potensi tersebut mendatangkan keuntungan ganda karena perusahaannya berkembang demikian juga kemampuan pribadi para karyawannya.

8. Nasihat, Advice
Ibrani 13:1
Hubungan yang hangat menciptakan banyak hal yang baik, sehingga masing masing mendapatkan kesempatan bertumbuh yang maksimal.
Ibrani 12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.
Prioritas hidup Daud adalah kedamaian, sejak usianya yang masih belia ia memilih untuk menguasai dirinya terhadap segala tekanan hidup. Ia tidak menyimpan kebencian terhadap ayahnya yang telah meremehkannya. Ia tetap mengasihi Eliab – kakak sulungnya sekalipun ia telah berlaku kasar kepadanya. Daud memilih untuk tetap setia melayani raja Saul sekalipun ia tidak dikenal dengan baik walau telah menjadi pelayan pribadinya. Karakter Daud sangat luar biasa, ia memutuskan untuk menjaga hubungan baiknya dengan semua orang tetap terjaga, ia bertekad untuk menjaga kasih persaudaraan tetap terjalin sekalipun orang-orang yang dikasihinya tidak mendukung tekadnya tersebut.
Mari menjadi pelaku firman dengan selalu berusaha hidup damai dengan semua orang. Suasana damai tidak hanya menciptakan kesempatan bagi semua potensi untuk berkembang secara maksimal tetapi juga menciptakan hubungan yang semakin erat dengan Tuhan.
JADILAH PRIBADI YANG MENJADI PENYEMANGAT BUKAN PENGHAMBAT
Tuhan Yesus memberkati (Cy-M)

 

 

 

11 September 2014

Dari Kandang Domba Berakhir di Istana

Oleh victor anusa indra | Dalam Khotbah, Khotbah Minggu | Tag

Ringkasan khotbah Pdt. Otniel Firmanyo Osiyo M.Th

Minggu, 7 September 2014 – Ibadah Pagi

Kerangka khotbah

Thema :
Dari Kandang Domba Berakhir Ke Istana
From The Sheepfold Finshed To The Palace

1. Saul Ditolak Tuhan, Saul Was Rejected By The Lord
1 Samuel 15:23b
2. Tuhan Mencari Pengganti, The Lord Seeks The Substitute
1 Samuel 16:1, 13
Catatan, Note
1 Samuel 16:6-12
3. Pekerjaan Baru, New Job
1 Samuel 16:18
1 Samuel 16:21-23
4. Nasihat, Advice
Kolose 3:23

Uraian khotbah
Dari Kandang Domba Berakhir Ke Istana
From The Sheepfold Finshed To The Palace

Setelah Nabi Samuel, tokoh selanjutnya adalah Raja Saul tetapi karena kesaksian hidupnya tidak benar, maka Saul tidak termasuk dalam tokoh iman. Raja Saul dengan kegagalannya yang besar tidak layak dijadikan panutan. Berbeda dengan Saul, maka Daud sebagai raja kedua sangat dikagumi oleh bangsa Israel hingga saat ini. Daud adalah tokoh nasional yang luar biasa, ia raja yang hebat, seniman yang berkualitas, pribadi yang lemah lembut-penuh kasih-sabar menderita/tangguh, dan gembala domba yang bertanggungjawab. Daud adalah seorang yang berhasil dalam banyak hal karena hidupnya diabdikan untuk menjadi pelaku firman Tuhan.
1. Saul Ditolak Tuhan, Saul Was Rejected By The Lord
1 Samuel 15:23b Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja.
Saul adalah pribadi yang meremehkan firman Tuhan. Ia memberontak dan menolak untuk mentaati Allah dan perintah-perintahNya. Saul tidak mengabdikan hidupnya kepada kehendak Allah dengan sepenuh hati. Ia menganggap bahwa firman Tuhan itu baik, tetapi tidak demikian kudus sehingga harus ditaati dalam segala hal. Paradigma ini yang menyebabkan Raja Saul rentan terhadap dosa pemberontakan.
1 Samuel 15:3 Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai.”
Perintah Tuhan adalah jelas, yaitu menumpas seluruh bangsa Amalek dan segala yang ada padanya. Bangsa Amalek adalah musuh bebuyutan Israel, mereka adalah suku pertama yang menentang Allah dan bangsa Israel.
1 samuel 15:9 Tetapi Saul dan rakyat itu menyelamatkan Agag dan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dan tambun, pula anak domba dan segala yang berharga: tidak mau mereka menumpas semuanya itu. Tetapi segala hewan yang tidak berharga dan yang buruk, itulah yang ditumpas mereka.
Raja Saul diperintahkan Allah untuk menumpas habis bangsa Amalek. Tetapi Raja Saul tidak melakukannya dengan tuntas, ia membiarkan Agag – Raja Amalek tetap hidup dan dijadikan sebagai tawanan, ia juga menjarah semua ternak yang tambun. Perintah Allah telah dilakukan dengan disertai berbagai pertimbangan pemikirannya sendiri. Ini adalah kesalahan fatal, dan juga kesalahan kedua yang diperbuat raja Saul.
Kesalahan pertama dilakukan Raja Saul di Gilgal. Ketika itu bangsa Israel sedang dalam persiapan perang melawan bangsa Filistin. Tuhan secara khusus telah memerintahkan Raja Saul untuk tinggal di Gilgal menantikan kedatangan Nabi Samuel yang akan mempersembahkan korban dan memberikan pengarahan. Tuhan menguji ketaatan Raja Saul dengan menunda kedatangan Nabi Samuel sampai lewat 7 hari dari hari yang telah disepakati. Dalam perasaan putus asa dan angkuh, Raja Saul sendiri mengambil alih peran Nabi Samuel, ia sendiri langsung mempersembahkan korban – ini bertentangan dengan firman Allah.
Respon kita – sikap hidup terhadap firman Tuhan menentukan sikap Tuhan pada kita. Kita adalah imamat yang rajani (1 Petrus 2:9) maka responi Firman Tuhan dengan benar. Adam dan Hawa telah menolak firman Tuhan sehingga mereka diusir keluar dari Taman Eden. Israel sebagai bangsa pilihan dengan hukum-hukum yang luar biasa telah menerima kasih kemurahan Allah dengan melimpah. Karena Allah itu Maha Kasih dan Maha Adil, maka ketidak taatan bangsa Israel mendatangkan keadilan Tuhan- yaitu dalam bentuk penderitaan.
Roma 11:22 Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamu pun akan dipotong juga.
Allah adalah maha kasih dan adil, perilaku hidup kita akan menentukan apakah yang akan kita terima dari Allah, kasihNya atau keadilanNya. Ibadah melatih kita mengutamakan Firman Tuhan. Sikap kita terhadap Firman Tuhan menentukan jatuh bangunnya hidup kita.
Yohanes 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
Sebagai orang percaya, kita dianugerahi hak untuk menjadi anak Allah yang artinya menjadi sewaris dengan putraNya yang tunggal. Kita berhak menerima berbagai hal baik dari Allah tetapi jangan lupakan keadilanNya – Tuhan bisa bertindak sangat tegas. Mari menghargai Firmn Tuhan, hiduplah dengan benar sebagai wujud terimakasih kita akan kemurahanNya.
Saul telah diurapi sebagai raja oleh Nabi Samuel dengan janji bahwa kerajaannya akan tetap-keturunannya akan menggantikannya menjadi raja, tetapi dengan satu syarat yaitu Taat pada Firman Tuhan. Dan Raja Saul tidak mampu mengokohkan kerajaannya, ia hanya memerintah sebagai Raja yang diurapi Tuhan selama 2 tahun. Sekalipun Saul telah ditolak tetapi ia masih memerintah sebagai raja, namun tanpa kehadiran Roh Allah.
Berhentilah bermain-main dengan hidup dan jadilah pelaku Firman Tuhan dalam segala hal. Kita harus tahu apa tanggungjawab kita sebagai orang percaya Dosa kadang tidak langsung mendatangkan kedisiplinan Allah. Jangan jadikan ini sebagai pemahaman yang salah, tidak ada dosa yang tidak mendatangkan keadilan Allah.
2. Tuhan Mencari Pengganti, The Lord Seeks The Substitute
1 Samuel 16:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Berapa lama lagi engkau berdukacita karena Saul? Bukankah ia telah Kutolak sebagai raja atas Israel? Isilah tabung tandukmu dengan minyak dan pergilah. Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu, sebab di antara anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagi-Ku.”
1 Samuel 16:13 Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.

Nabi Samuel sesungguhnya sangat mengasihi Raja Saul sehingga ia begitu sedih ketika Tuhan menolaknya sebagai raja. Tuhan memerintahkan Nabi Samuel untuk pergi kepada keluarga Isai untuk mengurapi salah satu anak Isai. Tuhan menyampaikan firmanNya secara bertahap, Ia tidak menyebut siapa nama anak Isai yang menggantikan Raja Saul.
Daud dipilih Tuhan menjadi raja kedua Israel menggantikan Raja Saul. Ia adalah cicit dari Rut dan Boas, bungsu dari 8 bersaudara. Ia diurapi saat usianya masih sangat muda. Hetzberg, seorang ahli penerjemah Alkitab menerjemahkan kata “ditengah-tengah saudara-saudaranya” sebagai “dari tengah-tengah saudara-saudaranya” artinya Daud diurapi menjadi raja kedua Israel secara rahasia – tanpa publisitas. Itulah sebabnya sekalipun telah diurapi karena ketidaktahuan saudara-saudaranya, mereka tetap memandang rendah Daud ketika bermaksud melawan Goliat.
Catatan, Note
1 Samuel 16:6-12 Ketika mereka itu masuk dan Samuel melihat Eliab, lalu pikirnya: “Sungguh, di hadapan TUHAN sekarang berdiri yang diurapi-Nya.”…………………………………………………..Demikianlah Isai menyuruh ketujuh anaknya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata kepada Isai: “Semuanya ini tidak dipilih TUHAN.” Lalu Samuel berkata kepada Isai: “Inikah anakmu semuanya?” Jawabnya: “Masih tinggal yang bungsu, tetapi sedang menggembalakan kambing domba.” Kata Samuel kepada Isai: “Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang ke mari.” Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: “Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia.”

Daud tidak diikutsertakan dalam kontes pemilihan raja Daud, ia tetap di ladang menjaga dombaNya. Daud tidak masuk dalam kategori secara phisik, Ia dipandang masih sangat belia. Sekalipun Daud tidak diikut sertakan, ia tidak berambisi dan tetap setia melakukan tanggungjawab yang diberikan ayahnya untuk menggembalakan domba, tetapi Tuhan justru memilihnya karena ia memiliki hati yang takut pada Tuhan.
Sebagai penggembala domba Daud telah dilatih dan dipersiapkan menjadi pemimpin besar. Dalam pekerjaan inilah ia ditempa menjadi berani, yang kemudian hari terbukti dalam pertempuran. Dalam pekerjaan itu juga ia belajar kelemahlembutan dan jiwa pengasuhan terhadap kawanan dombanya.
Sosok Daud adalah pribadi yang mengejutkan bagi Nabi Samuel. Memang secara fisik Daud terlihat masih belia, sepertinya kurang pengalaman dan tidak memiliki kemampuan. Namun ternyata ia adalah si bungsu yang di pilih Tuhan karena memiliki hati yang bersih. Penting bagi kita bersandar pada hikmat Tuhan sehingga kita bisa melihat segala sesuatu dengan perspektif yang benar, yang akhirnya tidak menjerumuskan kita ke dalam keputusan yang salah.
3. Pekerjaan Baru, New Job
1 Samuel 16:18 Lalu jawab salah seorang hamba itu, katanya: “Sesungguhnya, aku telah melihat salah seorang anak laki-laki Isai, orang Betlehem itu, yang pandai main kecapi. Ia seorang pahlawan yang gagah perkasa, seorang prajurit, yang pandai bicara, elok perawakannya; dan TUHAN menyertai dia.”

1 Samuel 16:21-23 Demikianlah Daud sampai kepada Saul dan menjadi pelayannya. Saul sangat mengasihinya, dan ia menjadi pembawa senjatanya.

Sebab itu Saul menyuruh orang kepada Isai mengatakan: “Biarkanlah Daud tetap menjadi pelayanku, sebab aku suka kepadanya.” Dan setiap kali apabila roh yang dari pada Allah itu hinggap pada Saul, maka Daud mengambil kecapi dan memainkannya; Saul merasa lega dan nyaman, dan roh yang jahat itu undur dari padanya.
Daud yang belia itu ternyata memiliki potensi yang luar biasa. Ia memiliki kualitas hidup – kemampuan/keahlian/prestasi yang ideal untuk dimaksimalkan di istana Raja Saul. Daud bisa dipercaya sebagai pembawa senjata Raja Saul. Tuhan memiliki banyak cara untuk mengantar Daud masuk dalam lingkungan istana.
Penolakan Tuhan atas Raja Saul tidak hanya membuat Roh-Nya undur dari kehidupan Raja Saul. Tetapi akibat lain yang ditimbulkan adalah munculnya tekanan jiwa yang kronis, yang kadang-kadang membuat Raja Saul mendekati keadaan gila. Secara ilmu jiwa Raja Saul mengalami goncangan jiwa yang hebat karena ditinggalkan Tuhan dan Nabi Samuel serta kehilangan takhta untuk keturuanannya, sementara ia harus berjuang menghadapi gempuran bangsa Filistin. Badai permasalahan ini menimbulkan kegelisahan(stress/depresi) yang luar biasa hingga akhirnya mengganggu sistem kerja syarafnya.
Ada suatu wahyu yang indah tentang pemeliharaan Allah, dimana Daud yang akan menggantikan Raja Saul dalam karunia dan rencana Allah, dipilih untuk melayani raja yang ditolak itu dengan permainan kecapinya. Rupanya Roh Kudus bergerak aktif dalam permaianan kecapi Daud, sehingga Raja Saul ketika mendengarnya menerima pembebasan sementara dari gangguan roh-roh jahat yang bertindak dibawah kehendak permisif Allah yang berdaulat/atas seijin Allah. Demikianlah kehidupan kedua tokoh ini dipertemukan Allah, yaitu raksasa penguasa yang telah kehilangan segala-galanya dengan pemuda yang sedang berkembang.
1 Samuel 17:15 Tetapi Daud selalu pulang dari pada Saul untuk menggembalakan domba ayahnya di Betlehem.
Daud telah bekerja sebagai pelayan Raja Saul, tetapi sekalipun dalam posisi seperti ini Daud tidak berambisi menjadi raja, ia tetap kembali pulang setiap usai melakukan pekerjaannya di istana. Daud pulang untuk menggembalakan domba ayahnya.
Daud yang sederhana itu telah menampilkan sesuatu yang luar biasa. Apapun yang dikerjakan berhasil, ia menjadi pribadi yang layak diperhitungkan dalam pemerintahan Raja Saul. Prestasi ini adalah bukti penyertaan Tuhan yang luar biasa. Namun penyertaan Tuhan ini tidak datang secara tiba-tiba, melainkan datang karena Daud sangat menghargai Firman Tuhan, hati Daud takut akan Tuhan. Penyertaan Tuhan adalah kunci keberhasilan Daud.
Ibrani 12:1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.
Bukan Daud yang memproklamirkan keberhasilannya karena penyertaan Tuhan, melainkan orang lain yang melakukannya. Kehidupan kita dipantau/diperhatikan oleh banyak orang dan mereka berada di sekelilingi kita, oleh karenanya perhatikan hidup kita dengan seksama. Jadilah teladan, jadilah pelaku firman.
4. Nasihat, Advice
Kolose 3:23

Daud adalah seorang anak muda yang tidak pernah memikirkan/berambisi mengenai hal-hal yang muluk, tetapi kemudian ia bisa berprestasi – memiliki semua hal yang luar biasa. Motivasi hidup Daud adalah hanya untuk melakukan firman Tuhan, sehingga Daud melakukan semua tanggungjawabnya dengan segenap hati, baik sebagai gembala domba, pembawa senjata Raja Saul dan pemusik pribadi Raja Saul. Tuhan sedang mencari pribadi seperti Daud – pribadi yang bisa dipercaya.
Ayat diatas adalah nasehat dari Rasul Paulus yang mengingatkan kepada kita semua untuk menganggap semua pekerjaan sebagai suatu pelayanan kepada Tuhan. Jadi, mari menghargai semua tanggungjawab yang Tuhan berikan dengan segenap hati. Melakukan sesuatu kepada Tuhan artinya memberi dengan kualitas yang terbaik, tidak sekedar/ asal-asalan.
Kristus adalah teladan kita yang sempurna. Semua tugas dan tanggungjawabNya dilakukan dengan segenap hati dan sempurna, baik sebagai manusia – hamba Allah – dan Juru Selamat. Menjadi orang percaya berarti secara tegas memutuskan hubungan dengan cara hidup yang lama – yang mementingkan diri sendiri. Artinya, meneladani Kristus dengan bertekad untuk membiarkan hidup baru yang ada dalam diri kita itu memerintah segala sesuatu yang kita pikirkan, katakan dan lakukan. Memiliki gaya hidup seperti Kristus – melakukan segala sesuatu dengan segenap hati seperti untuk Tuhan.
MILIKILAH MOTIVASI HIDUP YANG BENAR DENGAN MELAKUKAN SEGALA SESUATU DENGAN SEGENAP HATI SEPERTI UNTUK TUHAN. PERCAYALAH TUHAN MEMILIKI BANYAK CARA UNTUK MEMBUKA PINTU KESUKSESAN BAGI KITA.
Tuhan Yesus memberkati (Cy-M)
Sharingkanlah !
Pelajaran apa yang anda dapatkan dari kehidupan Raja Saul?
Kebenaran-kebenaran apakah yang anda dapatkan dari kehidupan Daud sampai dia menjadi Raja Israel?

Ringkasan khotbah Pdt. Otniel Firmanyo Osiyo, M.Th
Minggu 24 Agustus 2014 – Ibadah Pagi

Kerangka khotbah
Thema : Samuel

1. Nazar Orang Mandul, A Vow Of Childless
1 Samuel 1:9-11

1 Samuel 1:20, 27-28
2. Sikap Samuel, Samuel’s Attitude!
1 Samuel 3:19-20
3. Iman Samuel, Samuel’s Faith
1 Samuel 7:3, 12

1 Samuel 7:13-14
4. Nasehat, Advice
Amsal 4:20-22

Uraian khotbah

Samuel adalah seorang pemimpin penting dalam sejarah Israel kuno. Menurut sastra Rabinik, Samuel adalah hakim terakhir dan nabi pertama yang mulai bernubuat di negeri Israel. Ia hidup di antara dua zaman, yaitu zaman Hakim-Hakim dan zaman kerajaan. Ia mengurapi dua raja pertama Kerajaan Israel, yaitu raja Saul dan raja Daud.

1. Nazar Orang Mandul, A Vow Of Childless
1 Samuel 1:9-11 Pada suatu kali, setelah mereka habis makan dan minum di Silo, berdirilah Hana, sedang imam Eli duduk di kursi dekat tiang pintu bait suci TUHAN, dan dengan hati pedih ia berdoa kepada TUHAN sambil menangis tersedu-sedu. Kemudian bernazarlah ia, katanya: “TUHAN semesta alam, jika sungguh-sungguh Engkau memperhatikan sengsara hamba-Mu ini dan mengingat kepadaku dan tidak melupakan hamba-Mu ini, tetapi memberikan kepada hamba-Mu ini seorang anak laki-laki, maka aku akan memberikan dia kepada TUHAN untuk seumur hidupnya dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya.”

Samuel lahir dari keluarga Elkana dan Hana. Elkana sebagai kepala keluarga adalah seorang yang takut kepada Tuhan, ia mengajak kedua isterinya (Hana dan Penina) untuk mengunjungi Silo (Rumah Tuhan) dalam waktu-waktu tertentu untuk beribadah. Namun Hana mandul, kenyataan ini sangat menyedihkan hatinya. Kebahagiaan terasa jauh dari hidup Hana, sekalipun Elkana sangat mengasihinya tetapi kemandulannya selalu menjadi bahan ejekan yang dilontarkan Penina (madunya) kepadanya. Dalam kehidupan Israel kuno, kemandulan adalah aib/kehinaan, jadi tekanan batin yang dialami Hana sangat berat, ia menderita dan sengsara.
Sekalipun terpuruk dalam kesedihan, tetapi Hana adalah seorang ibu yang memiliki iman yang luar biasa. Kunjungan ke rumah Tuhan di Silo dimanfaatkan semaksimal mungkin, ia berdoa tanpa henti kepada Tuhan untuk memohon anak. Kegiatan ini mencuri perhatian Imam Eli, sehingga ia beranggapan bahwa Hana sedang mabuk karena berbicara tanpa suara dan tanpa henti. Dalam doa tersebut ia bernazar bahwa jika Tuhan mengijinkan ia mengandung, maka anak yang kemudian lahir akan dipersembahkan kepada Tuhan.
1 Samuel 1:17 Jawab Eli: “Pergilah dengan selamat, dan Allah Israel akan memberikan kepadamu apa yang engkau minta dari pada-Nya.” Kata-kata Imam Eli ini sangat menguatkan hati Hana. Dan ketika Hana sudah mencurahkan semua kepedihan hatinya, Hana mendapatkan kelegaan.
1 Samuel 1:20 Maka setahun kemudian mengandunglah Hana dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ia menamai anak itu Samuel, sebab katanya: “Aku telah memintanya dari pada TUHAN.”
1 Samuel 1:27-28 Untuk mendapat anak inilah aku berdoa, dan TUHAN telah memberikan kepadaku, apa yang kuminta dari pada-Nya. Maka aku pun menyerahkannya kepada TUHAN; seumur hidup terserahlah ia kiranya kepada TUHAN.” Lalu sujudlah mereka di sana menyembah kepada TUHAN.

Hana telah berdoa dengan sungguh-sungguh, dan Tuhan mendengar doa itu. Setahun kemudian Hana mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ia teringat akan janji/nazarnya kepada Tuhan, setelah Samuel disapih maka ia dibawa ke Rumah Tuhan di Silo dan diserahkan sepenuhnya kepada Imam Eli. Tidak ada keraguan dalam hati Hana ketika menyerahkan Samuel kepada Imam Eli untuk dididik sebagai pelayan Tuhan, karena Hana dengan tulus hati mempersembahkan Samuel kepada Allah.
Janji/nazar kepada Tuhan adalah sesuatu yang harus segera dilakukan ketika apa yang kita minta kepada Tuhan telah digenapi. Membayar Nazar adalah memberi sesuatu sesuai dengan janji, dan itu sesungguhnya belum memberi/berkorban karena kita telah meminta sesuatu terlebih dahulu. Dengan mempersembahkan perpuluhanpun sebenarnya kita belum memberi/berkorban karena perpuluhan adalah hak Allah yang harus dikembalikan kepadaNya (Pengkhotbah 5:3).
Memberi adalah korban yang kita berikan/persembahkan. Memberi mengajarkan kepada kita bahwa semua yang kita miliki adalah anugerah Tuhan, dan bahwa sesungguhnya hidup inilah yang harus kita persembahkan secara total kepada Tuhan. Memberi tidak perlu menunggu kaya, ingat persembahan seorang janda miskin (Markus 12:43-44). Tuhan lebih berkenan kepada persembahan janda tersebut dari pada persembahan orang kaya. Mari belajar memberi dalam kekurangan hidup ini, memeberi dengan motivasi yang benar.
Menjadi kaya bukanlah sesuatu yang jahat, tetapi ingin menjadi kaya atau berambisi menjadi kaya adalah hal yang jahat karena ambisi ini akan membawa langkah kita untuk melakukan berbagai hal untuk memperkaya diri (I Timotius 6:9-10).
Hana adalah ibu Rumah Tangga yang sederhana, tetapi ia memiliki kualitas iman yang luar biasa. Tidak ada yang mustahil bagi Allah, doa orang benar sangat besar kuasanya jika didoakan dengan sungguh-sungguh. Di dalam Tuhan tidak ada jalan buntu, selalu ada jalan keluar bagi kita yang percaya. Hana menepati nazarnya, ia mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, memberikan nama Samuel kepadanya dan menyerahkan Samuel kepada Tuhan. Sikap Hana dalam menghadapi tekanan hidup patut kita teladani. Ia tidak menyerah pada keadaan, tidak mengambil jalan pintas yang menyesatkan, tetapi menyerahkan semua kekuatirannya kepada Tuhan dan berharap penuh kepadaNya. Hana diberi anugerah yang luar biasa, selain Samuel ia mengandung dan melahirkan 3 anak laki-laki dan 2 anak perempuan.

2. Sikap Samuel, Samuel’s Attitude!
1 Samuel 3:19-20 Dan Samuel makin besar dan TUHAN menyertai dia dan tidak ada satu pun dari firman-Nya itu yang dibiarkan-Nya gugur. Maka tahulah seluruh Israel dari Dan sampai Bersyeba, bahwa kepada Samuel telah dipercayakan jabatan nabi TUHAN.

Samuel yang belum berpengalaman dalam hubungannya dengan Tuhan, dibimbing oleh imam Eli. Dan Samuel menerima seluruh didikan Imam Eli dengan hati terbuka. Samuel sangat menghargai Firman Allah, perilaku ini yang dilihat oleh bangsa Israel, sehingga mereka tahu bahwa Samuel adalah nabi Tuhan.
Kini Samuel bukan lagi kanak-kanak, ia telah bertumbuh menjadi pria dewasa yang matang imannya. Kini Samuel menjadi tokoh nasional. Sebagai Imam – peranan Samuel hanya berlaku di Silo saja, tetapi sebagai nabi – pengaruhnya demikian luasnya yaitu dari Dan dan Bersyeba, yaitu kota-kota perlindungan yang terletak paling utara dan selatan yang terdapat di Israel.
Menjadi tokoh nasional bukanlah proses yang mudah bagi Samuel, hal ini adalah buah ketaatannya kepada firman Allah, ia tidak membiarkan firman Tuhan berlalu begitu saja. Ia melakukan semua yang Tuhan firmankan. Samuel termasuk salah satu orang pertama yang menduduki jabatan nabi, sekalipun bukan orang pertama yang mempunyai karunia bernubuat.

3. Iman Samuel, Samuel’s Faith
1 Samuel 7:3 Lalu berkatalah Samuel kepada seluruh kaum Israel demikian: “Jika kamu berbalik kepada TUHAN dengan segenap hati, maka jauhkanlah para allah asing dan para Asytoret dari tengah-tengahmu dan tujukan hatimu kepada TUHAN dan beribadahlah hanya kepada-Nya; maka Ia akan melepaskan kamu dari tangan orang Filistin.”
1 Samuel 7:12 Kemudian Samuel mengambil sebuah batu dan mendirikannya antara Mizpa dan Yesana; ia menamainya Eben-Haezer, katanya: “Sampai di sini TUHAN menolong kita.”

Ketika bangsa Israel hidup dalam zaman Samuel, mereka ditekan – diintimidasi oleh bangsa Filistin. Hal ini disebabkan karena bangsa ini telah berzina secara rohani, mereka menyembah dewa-dewa (Asytoret adalah dewi kesuburan yang dipuja di seluruh teluk Mesopotamia). Samuel menyerukan pertobatan, bangsa Israel harus meninggalkan semua dewa-dewa yang dahulu mereka sembah dan kemudian menetapkan hati untuk hanya beribadah kepada Allah saja. Bangsa Israel mendengar mendengar dan melakukan perintah Samuel, sehingga akhirnya mereka lepas dari cengkeraman bangsa Filistin.
Jika kita fokus pada Tuhan, maka Ia akan meluputkan kita dari berbagai kesesakan. Pertobatan adalah mutlak untuk memperoleh pertolongan Tuhan. Bangsa Israel bertobat, mereka menyingkirkan dewa-dewa sehingga Allah turun tangan menolong bangsa Israel. Eben haezer, pernyataan ini adalah pernyataan bahwa kemenangan bangsa Israel adalah murni pertolongan Tuhan bukan karena jerih lelah mereka. Apapun yang telah kita capai saat ini semua adalah anugerah Tuhan, bukan hasil jerih lelah kita sendiri. Kemenangan orang percaya timbul karena sikap hidup.
1 Samuel 7:13-14 Demikianlah orang Filistin itu ditundukkan dan tidak lagi memasuki daerah Israel. Tangan TUHAN melawan orang Filistin seumur hidup Samuel, dan kota-kota yang diambil orang Filistin dari pada Israel, kembali pula kepada Israel, mulai dari Ekron sampai Gat; dan orang Israel merebut daerah sekitarnya dari tangan orang Filistin. Antara orang Israel dan orang Amori ada damai.

Seumur hidup Samuel bangsa Filistin tidak dapat menjajah bangsa Israel. Pembelaannya nyata- janjiNya Ya dan Amin. Samuel dengan wibawa Ilahi, dimampukan untuk mendidik bangsa Israel, sehingga selama Samuel hidup bangsa Israel tetap setia kepada Allah. Kesetiaan inilah yang menghadirkan pembelaan Tuhan bagi bangsa Israel.
4. Nasehat, Advice
Amsal 4:20-22 Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku; janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu. Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka.

Amsal adalah kumpulan kata-kata bijak, sebgaian besar adalah karya raja Salomo. Tetapi tidak ada kata-kata bijak yang dapat melebihi firman Allah. Mari memperhatikan firman Tuhan dan menyimpannya dalam hati sebagai kekayaan rohani yang berharga.
Kolose 3:16 Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.
Matius 12:34b Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.
Jika kita ingin berhasil di dalam Tuhan, mari menghargai dan hidup dalam kebenaran firmanNya. Dihari-hari ini gerak Antikris semakin nyata – dimana dunia akan dikuasai oleh pemimpin otoriter yang anti Kristus, maka jangan remehkan firman Tuhan, jangan biarkan gugur tanpa dilakukan. Responi dan hargai firman Allah lebih dari yang lain.
Tiap-tiap keluarga wajib memuridkan anak-anaknya untuk mengenal Kristus secara pribadi. Sehingga firman Tuhan sudah ada dalam kehidupan mereka sejak dini. Firman yang selalu kita tabur dalam hatinya akan berkembang menjadi dasar hidup yang luar biasa.
Berbicara tentang generasi maka taburlah yang baik. Imam Eli adalah sosok ayah yang gagal dalam mendidik anak-anaknya. Hofni dan Pinehas tumbuh dalam egonya sendiri, sekalipun mereka adalah pelayan Tuhan tetapi perilaku mereka sangat liar. Mereka merampas korban persembahan bagi Tuhan untuk memperkaya diri, untuk memuaskan keinginan dagingnya sendiri. Mereka sering melakukan tindakan asusila terhadap para wanita yang melayani di Gerbang Kemah Pertemuan. Sekalipun Imam Eli mengetahui hal ini, tetapi ia tidak bertindak untuk mendisiplin anak-anaknya sehingga Hofni dan Pinehas menjadi imam yang jahat. Hal inilah yang membuat Tuhan memutus tali imam dalam keluarga imam Eli. Dan mempersiapkan/membentuk kehidupan Samuel untuk menggantikan Imam Eli dan keturunannya sebagai Imam dan hakim bagi banga Israel.
1 samuel 4:21 Ia menamai anak itu Ikabod, katanya: “Telah lenyap kemuliaan dari Israel” — karena tabut Allah sudah dirampas dan karena mertuanya dan suaminya.
Ikabod, adalah satu-satunya cucu penerus imam Eli. Ketika Tabut Perjanjian dirampas bangsa Filistin, Hofni dan Pinehas mati terbunuh dalam peperangan. Kabar duka ini membuat Imam Eli terkejut, ia jatuh telentang dari kursinya – batang lehernya patah dan ia mati. Ketika itu istri Pinehas sedang hamil tua, kabar kematian Pinehas dan Imam Eli yang mengejutkan menyebabkan kontraksi dalam rahimnya sehingga ia melahirkan dan kemudian mati. Tuhan memiliki banyak cara, ia memutus rantai imam dari keluarga Eli karena anak-anak Eli tidak layak dijadikan imam. Samuel diangkat menjadi imam dan hakim untuk menggantikan Eli.
Setiap orangtua bertanggungjawab untuk mendidik anak-anak dalam kebenaran firman Tuhan, sehingga mereka bisa bertumbuh menjadi manusia dewasa secara holistik/menyeluruh. Dewasa dalam berperilaku (pikiran, ucapan, tindakan) dan dewasa dalam iman kepada Tuhan. Mari mendidik anak-anak kita dalam takut akan Tuhan, sehingga mereka bertumbuh seperti samuel yang matang imannya dan hidupnya menjadi berkat bagi bangsanya. Ada kemenangan bagi mereka yang mau menghargai firman Tuhan.

FIRMAN-MU PELITA BAGI KAKIKU TERANG BAGI JALANKU

Tuhan Yesus memberkati (Cy-M)

 

 

 

 

 

24 August 2014

Serial Khotbah Dari Gelap Terbitlah Terang

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah Minggu | Tag

Serial Khotbah Minggu, diambil dari WSB Edisi 17 Agustus 2014

Oleh Gembala Senior, Pdt. Otniel Firmanyo Osiyo, M.Th

Yakobus 4 : 13 – 15 Jadi sekarang, hal kamu yang berkata : “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan disana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”, sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uang yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata : “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”

Ketika terjadi kelaparan di Betlehem, Elimelekh mengajak seluruh keluarganya pindah ke Moab. Tujuannya sangat sederhana yaitu mencari hidup yang lebih baik dengan menghindari kelaparan di negerinya sendiri. Namun, bukan kesuksesan yang diperoleh melainkan malapetaka. Elimelekh harus beserta kedua anaknya harus mati di negeri Moab dan mewariskan kesulitan besar bagi istri dan kedua menantunya. Kita tidak memiliki kemampuan untuk memprediksi apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Oleh karenanya mari membawa segala rencana hidup kepada Tuhan melalui doa.

Naomi dan Rut, dua janda yang awalnya hidup dalam penderitaan kini mulai menikmati pemeliharaan Allah yang luar biasa. Pemeliharaan itu terus berlanjut hingga Rut memiliki keturunan yang kemudian merupakan nenek moyang Mesias. Keturunan Rut tercatat dalam silsilah yang luar biasa.

Silsilah yang menarik !
Rut 4 : 18 – 22 Inilah keturunan Peres : Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram, Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon, Salmon memperanakkan Boas, Boas memperanakkan Obed, Obed memperanakkan Isai dan Isai memperanakkan Daud.

 Siapa Peres ?
Kejadian 38 : 1 – 30 ….”Tinggalah sebagai janda di rumah ayahmu, sampai anakku Syela itu besar,” sebab pikirnya : “Jangan-jangan ia mati seperti kedua kakaknya itu.” Maka pergilah Tamar dan tinggal di rumah ayahnya …………….. Maka ditanggalkannyalah pakaian kejandaannya, ia bertelekung dan berselubung, lalu pergi duduk di pintu masuk ke Enaim yang di jalan ke Timna, karena dilihatnya, bahwa Syela telah menjadi besar, dan dia tidak diberikan juga kepada Syela itu untuk menjadi istrinya….. Lalu diberikannyalah semuanya itu kepadanya, maka ia menghampirinya. Perempuan itu mengandung daripadanya……… Sesudah kira-kira tiga bulan dikabarkanlah kepada Yehuda : ‘Bawalah perempuan itu, supaya dibakar.” …………….. Yehuda memeriksa barang-barang itu,lalu berkata ; “Bukan aku, tetapi perempuan itulah yang benar, karena memang aku tidak memberikan dia kepada Syela, anakku.” Dan ia tidak bersetubuh lagi dengan perempuan itu…………… Ketika anak itu menarik tangannya kembali, keluarlah saudaranya laki-laki,dan bidan itu berkata ; “Alangkah kuatnya engkau menembus ke luar,” maka anak itu dinamai Peres.

Yehuda menikah dengan seorang perempuan Kanaan bernama Syua. Kejadian 38 : 2 “Di situ Yehuda melihat anak perempuan seorang Kanaan : nama orang itu adalah Syua. Lalu Yehuda kawin dengan perempuan itu dan menghampirinya.”

Peres adalah anak yang dilahirkan Tamar dalam hubungan antara mertua dengan menantu. Hal ini terjadi karena Yehuda tidak menepati janjinya kepada Tamar dalam hal pernikahan Levirat-pernikahan penebusan.

Tamar adalah istri Er-anak sulung Yehuda, karena Er jahat di mata Tuhan maka Tuhan membunuhnya. Er mati tanpa anak, sesuai dengan budaya Yahudi kuno tentang pernikahan Levirat, maka Onan harus menggantikan posisi Er dan menjadi suami Tamar. Jika kemudian dalam pernikahan ini melahirkan seorang anak laki-laki (pertama) maka anak itu di anggap sebagai anak Er, bukan anak Onan. Inilah yang ditolak Onan, sehingga ketika persetubuhan terjadi dengan Tamar ia membiarkan spermanya terbuang.

Dari perilaku Onan inilah kemudian muncul istilah Onani/Masturbasi – seks hampa / membuang sperma. Tuhan menghargai benih, jadi sangat penting bagi orang tua untuk memberikan pendidikan seks yang benar, khususnya pada anak laki-laki. Seorang anak laki-laki yang biasa melakukan onani/masturbasi akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak PD, dan cenderung mengalami kesulitan ketika masuk dalam dunia pernikahan.

Perilaku Onan dipandang jahat oleh Allah, maka Allah pun membunuh Onan. Seharusnya Syela menggantikan posisi Onan dan menjadi suami Tamar. Tetapi Yehuda tidak memberikan Syela kepada Tamar dengan alasan Syela masih kecil. Yehuda menyuruh Tamar pulang kepada keluarganya sambil menunggu Syela menjadi pria dewasa.

Pada suatu ketika anak perempuan Yehuda meninggal, setelah selesai masa berkabung Yehuda pergi ke Timna. Ternyata daerah yang dikunjungi Yehuda adalah tempat tinggal Tamar. Kekecewaan muncul di hati Tamar karena melihat Syela telah menjadi besar tetapi Yehuda tidak memberikan Syela kepadanya. Ide muncul, Tamar menyamar menjadi pelacur. Dahulu dalam budaya Israel kuno, pakaian merupakan identitas diri, jadi Tamar berbusana seperti pelacur. Ketika itu, pembayaran dilakukan secara barter. Tetapi karena Yehuda tidak membawa harta benda ia memberikan beberapa benda pribadi kepada Tamar sebagai jaminan. Setelah kesepakatan terjadi maka transaksi pun berlangsung. Kemudian hari Yehuda menepati janjinya, ia mengirim anak kambing melalui sahabatnya, tetapi ia tidak menemui pelacur itu.

Setelah tiga bulan dari peristiwa di Timna itu, maka berita tentang kehamilan Tamar sampai kepada Yehuda. Dengan geram Yehuda memerintahkan orang untuk membawa Tamar kehadapannya dengan maksud untuk dihukum rajam. Tetapi ketika Tamar sudah tiba dan menjelaskan apa yang terjadi, maka Yehuda mengerti bahwa dialah sumber dari segala kekacauan ini. Jika saja ia menepati janjinya dan memberikan Syela menjadi suami Tamar, maka hal ini tidak perlu terjadi.

Dari hubungan Tamar dan Yehuda lahir bayi kembar, mereka adalah Peres dan Zerah. Hubungan intim antara Tamar dan Yehuda hanya terjadi satu kali, yakni dalam peristiwa di Timna.

b.Siapa Salmon ?

Matius 1 : 5 Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai.

Yosua 2 : 1 – 24 Yosua bin Nun dengan diam-diam melepas dari Sitim dua orang pengintai, katanya : “Pergilah, amat-amatilah negeri itu dan kota Yerikho.” Maka pergilah mereka dan sampailah mereka ke rumah seorang perempuan sundal, yang bernama Rahab, lalu tidur di situ. Tetapi perempuan itu telah membawa dan menyembunyikan kedua orang itu.

Ini adalah 2 kisah pengintai yang diutus Yosua untuk menyelidiki negeri Kanaan. Kedua pengintai ini disembunyikan dan diselamatkan dari ancaman kematian raja Yerikho oleh Rahab. Rahab sendiri adalah seorang pemilik penginapan tempat para pengintai menginap, dan juga disebut sebagai pelacur. Dalam penaklukan Kanaan, sesuai dengan janji kedua pengintai maka hanya Rahab dan semua keluarganya yang diselamatkan. Kemudian Rahab masuk ke dalam komunitas bangsa Israel, ia tidak lagi menjadi pemilik penginapan dan bukan lagi seorang pelacur. Salmon, salah seorang dari kedua pengintai tersebut akhirnya menikahi Rahab, dan dari pernikahan ini lahirlah Boas.

Peristiwa kelahiran Peres dan Boas adalah kasus yang tidak sedap di dengar, menjadi titik-titik hitam dalam silsilah Mesias. Tetapi kitab kita yang jujur ini tidak menyembunyikan sesuatu, atauh bahkan mengada-ada. Apa yang terjadi antara Yehuda dan Tamar dibenarkan oleh Tuhan. Ia melacurkan diri kepada Yehuda karena ia menuntut benih yang menjadi haknya bagi kandungannya. Salmon menikahi Rahab yang adalah mantan pelacur. Ia tidak lagi melacurkan dirinya ketika sudah bergabung dalam komunitas bangsa Israel. Tuhan menyatakan pengampunan, dan mengangkat derajat Tamar dan Rahab.

Ingat

Mazmur 32 : 1 – 2 Dari Daud, Nyanyian Pengajaran. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi ! Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu !

BERBAHAGIALAH ORANG YANG DIAMPUNI DOSANYA

Apa yang dilakukan Tamar memang tidak sedap didengar, tetapi ia terpaksa melakukannya demi hak yang sudah seharusnya menjadi miliknya. Pertobatannya nyata, ia tidak lagi mengulangi perbuatannya. Demikian juga Rahab menjadi pribadi yang baru setelah masuk dalam komunitas bangsa Israel.

Hidup dalam dosa adalah hidup dalam tekanan. Pengakuan akan dosa akan melepaskan seseorang dari tekanan dosa. Pengakuan akan merubah tekanan itu menjadi kebahagiaan.

 1 Yohanes 1 : 9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
  
  Inilah budaya yang harus dikembangkan yaitu selalu mengadakan penyelesaian, mengadakan pengakuan baik kepada orang yang bersangkutan dan kepada Tuhan.
  
  Yohanes 8 : 11 Jawabnya : “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus : “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

JANGAN BERBUAT DOSA LAGI

Ini adalah peristiwa tertangkapnya seorang wanita yang sedang berzinah. Ahli Taurat dan orang Farisi membawa perempuan ini kepada Yesus dengan tujuan untuk mencobainya. Sesuai dengan Hukum Taurat, maka jika ada orang yang kedapatan berselingkuh (tidur bukan dengan pasangannya) maka mereka harus di hukum rajam – dilempari batu. Dan orang-orang yang menjadi saksi (menemukan/mendapati/melihat perselingkuhan) adalah orang pertama yang berhak melempari mereka dengan batu. Peristiwa ini sangat janggal karena hanya perempuannya saja yang di bawa, sedangkan pihak laki-laki tidak ada.

Dengan bijak Yesus menghadapi para Ahli Taurat dan Orang Farisi ini. Yesus berkata bahwa barangsiapa yang merasa tidak berdosa boleh melempari perempuan ini. Ternyata, tidak seorangpun yang melakukan pelemparan, justru satu persatu mulai pergi hinga hanya ada Yesus dan perempuan tersebut. Yesus tidak menghukum perempuan ini, Ia justru mengampuninya dan berpesan agar tidak berbuat dosa lagi.

Pesan ini juga bergulir bagi kita, silsilah Yesus menyertakan peristiwa yang kelam, tetapi pemulihan Tuhan mengangkat generasi yang dilahirkan. Seperti halnya perempuan yang berzinah itu memperoleh pengampuan dan pemulihan maka melalui karya penebusan kalfari, kita disiapkan menjadi serupa dengan diri-Nya yang mulia. Kita telah ditebus dari gelapnya dosa, untuk hidup menjadi anak terang. Inilah kerinduan Allah yaitu menjadikan kita kudus, sempurna di hadapan-Nya.

JANGAN SIMPAN KEPAHITAN DAN PELANGGARAN LAINNYA TETAPI AKUILAH DAN JANGAN DIULANG LAGI.

Bagaimana Caranya ?

1 Yohanes 3 : 9 Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi : sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa lagi, karena ia lahir dari Allah.

BENIH ILAHI TETAP DI DALAM DIA

Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak lagi berbuat dosa. Lahir baru adalah kunci untuk melihat kerajaan Allah. Untuk menjadi manusia baru kita perlu benih Allah ada dalam kita. Benih ilahi adalah Firman Allah. Kita telah rusak karena dosa tetapi bisa menjadi manusia baru dengan menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, menerima Yesus yang adalah Firman Allah.

Ibrani 8 : 10 “Maka inilah perjanjian yang Ku adakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu,” demikianlah Firman Tuhan. “Aku akan menaruh Hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalma hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

Benih itu ditaruh dalam loh hati kita, dalam dianoya kita. Dianoya yang diisi terus dengan Firman Allah, akan menuntun kita pada kekudusan. Sebagai manusia kita diperhadapkan dengan kehendak bebas, kehendak ini yang menentukan apa pilihan kita, tetap mengisi loh hati dengan firman atau tidak.

Respon dan sikap kita terhadap Firman Allah menentukan langkah kita ke depan. Dunia yang kita hidupi ini penuh dengan dosa, di mana manusia yang rapuh tanpa Firman akan mudah dimangsa dosa. Dosa membuat hati nurani menderita, jika hal ini dilakukan terus menerus, maka hati nurani menjadi mati. Perilaku kita terus diamati oelh Allah, tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya. Jadi mari menjaga Firman Tuhan tetap ada dalam kehidupan, sehingga kita tidak berbuat dosa. Jangan seperti Er yang harus mati karena dosa, tetapi bila waktunya tiba biarlah kita menghadap kepada-Nya karena kita sudah menyelesaikan tugas dengan baik.

Nasihat

Amsal 4 ; 23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaa, karena dari situlah terpancar kehidupan.

JAGALAH HATI

Jangan sampai hati kita kosong dari Firman Tuhan. Kerinduan Tuhan adalah agar kita tetap tinggal dalam kebenaran-Nya. Sehingga keubahan dan kesempurnaan terjadi dalam hidup. Tetapi jika semakin hari hidup kita mengalami pertumbuhan rohani yang maksimal, ingatlah itu bukan hasil jerih lelah kita tetapi hasil karya Roh Allah dalam hidup kita.

Roh Allah membuat kita berhasil, mantap dan selalu mengucap syukur. Roh Allah membuat kita saling menghargai, mendukung, menopang, dan membangun. Puncak karya Roh Kudus adalah penguasaan diri. Hal ini bisa dimiliki dengan menjalani proses. Jangan berhenti belajar hidup sesuai dengan Firman Tuhan.

Jangan patah semangat dalam kesesakkan dalam proses hidup dan jangan mengeluh. Tetapi tetap semangat, berharap terus kepada Tuhan. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Hidup yang berkemenangan adalah janji Firman Tuhan. Selalu ada harapan bagi orang yang percaya pada Firman Tuhan. Milikilah respon dan sikap hati yang benar terhadap Firman dan Roh Allah. Budayakan mengakui kesalahan agar pengampunan turun atas kita.

Adanya Firman Allah dan Roh Kudus dalam hati kita, itu yang menolong kita untuk bisa menolak dosa sehingga kita tidak berbuat dosa lagi.

JAGALAH HATI BAIK-BAIK SEBAB HATIMU MENENTUKAN JALAN HIDUPMU. (Amsal 4 : 23 )

Tuhan Yesus Memberkati

 

James 4: 13-15 So now, things that you say: “Today or tomorrow we leave for such and such a town and spend a year there and trade and make a profit,” You do not know what will happen tomorrow. Is the meaning of life? Your life is the same as money is for a moment and then looked away. You ought to say: “If the Lord wills, we will live and do this or that.”

When there was a famine in Bethlehem, Elimelech took his entire family moved to Moab. The goal is very simple: look for a better life by avoiding starvation in his own country. However, success is not obtained but havoc. Elimelech and their two children should have to die in the land of Moab and bequeath great difficulty for his wife and second-in-law. We do not have the ability to predict what will happen in the future. Therefore, let’s bring all plan living to God through prayer.

Naomi and Ruth, two widows who originally lived in misery now beginning to enjoy the extraordinary providence of God. Maintenance was continued until Ruth had offspring which then is the ancestor of the Messiah. Descendants of Ruth recorded in a remarkable pedigree.

Lineage interesting!
Ruth 4: 18-22 The descendants of Perez: Perez begat Hezron, Hezron begat Ram, Ram begat Amminadab, Amminadab begat Nahshon, Nahshon begat Salmon, Salmon begat Boaz, Boaz begat Obed, and Obed begat Jesse, and Jesse begat David.

Who Peres?
Genesis 38: 1-30 …. “there lived as a widow in your father’s house, till Shelah my son was huge,” saying, “Lest he die like her siblings were.” So Tamar went and lived in her father’s house .. …………… So She took off her clothes as a widow, she was hooded and sheathed, then go sit at the entrance to Enaim are on the road to Timnah, She saw that Shelah was an adult , and the man was not given to Shelah also, to be her husband ….. then give it to him, then he approached. Women that contains thereof ……… After about three months it was told Judah: ‘Bring the woman, burned in order. “…………….. Judah check out the goods, then said; “Not I, but the woman being true, because I do not give her to Shelah my son.” And he did not have intercourse with the woman again …………… When the boy pulled his hand back, his brother came out, and the midwife was saying; “How strong you break out,” the boy was named Perez.

Judah married a Canaanite woman named Shua. Genesis 38: 2 “There Judah saw the daughter of a Canaanite: the person’s name was Shua. Then Judah and marries it to him. ”

Peres is a child born in the relationship between law Tamar by law. This happens because Judah did not keep his promise to Tamar in marriage levirate-marriage redemption.

Tamar was the wife of Er-eldest son of Judah, because Er displeased the Lord and the Lord killed him. Er died without children, according to the ancient Jewish culture of levirate marriage, then it should replace Er, Onan and Tamar became husband. If later in this marriage gave birth to a boy (first) then the child is considered as the son of Er, Onan not children. This is what Onan refused, so when intercourse occurs with Tamar he let his sperm wasted.

Onan’s behavior is then the term Masturbation / Masturbation – sex vacuum / discard sperm. God appreciates the seed, so it is very important for parents to provide proper sex education, especially in boys. A boy who used to do masturbation / masturbation will grow into the person who does not trust themselves, and tend to have difficulty when entering the world of marriage.

Behavior Onan displeased God, then God killed Onan also. It should replace the Onan and Shelah became husband Tamar. But Judah did not give Shelah to Tamar to Shelah was little reason. Judah sent Tamar back to her family while waiting for Shelah to be a man.

At one point the daughter of Judah died, after a period of mourning Judah went to Timnah. It turns out that the areas visited residence of Judah was Tamar. Disappointment appeared in the liver as seen Shelah has been a man but Judah did not give  Shelah to her. The idea appears, Tamar disguised as a prostitute. Formerly in the ancient Israeli culture, clothing is identity, so Tamar dressed as a prostitute. When it is, payments are made in barter. But because Judah did not bring the property he gave to Tamar few personal items as collateral. Once the deal occurs, the transaction is in progress. Judah later kept his promise, he sent the young goat by his friend, but he does not see that bitch.

After three months of events in the Timna, the news of the pregnancy Tamar to Judah. Judah angrily ordered the people to bring before him with intent to Tamar stoned. But when Tamar had arrived and explained what happened, then Judah understood that he was the source of all this chaos. If only he had kept his promise and gave Tamar Shelah became the husband, then it need not be the case.

From the relationship Tamar and Judah born twins, Perez and Zerah they are. The intimate connection between Tamar and Judah only happens one time, ie, in the event of Timnah.

b.Who Is  Salmon?

Matthew 1: 5 Salmon begat Boaz of Rahab, Boaz begot Obed of Ruth, and Obed begat Jesse.

Joshua 2: 1-24 Joshua son of Nun secretly release of Shittim two spies, he said: “Go, very, observe the land and the city of Jericho.” So they went and came to the house of a prostitute named Rahab , then sleep on it. But it has brought women and two men were hiding.

This is the second story of the spies that Joshua sent to investigate the land of Canaan. Both of these spies hidden and saved from the threat of death by the king of Jericho, Rahab. Rahab was an innkeeper himself where the scouts stay, and is also referred to as prostitutes. In the conquest of Canaan, according to the promise of the spies, the only Rahab and all her family were saved. Rahab then entered into the community of Israel, he is no longer the owner of the inn and is no longer a prostitute. Salmon, one of the spies were eventually married Rahab, and Boaz was born of this marriage.

The birth of Peres and Boaz is the case is not good at hearing, into the black dots in the lineage of the Messiah. But we are honest this book does not hide anything, or even absurd. What happens between Judah and Tamar justified by God. She prostituting themselves to Judah because she demands that they are entitled to seed abortion. Salmon married Rahab who was a former prostitute. She no longer prostituting herself when it joined the community of Israel. God declares forgiveness, and raise the degree of Tamar and Rahab.

Remember

Psalm 32: 1-2 From David, Song of Teaching. Blessed are the forgiven his transgression, whose sin is covered! Blessed man, whom the LORD does not count, and that is not a soulless imposter!

Blessed are the forgiven

What did Tamar is not nice to hear, but she was forced to do so for the sake of the rights that should be hers. Real conversion, she did not repeat his actions again. Likewise, Rahab became a new person after entering the community of Israel.

Living in sin is to live under pressure. Recognition will be releasing one’s sin of sins pressure. Recognition of the pressure change into happiness.

1 John 1: 9 If we confess our sins, he is faithful and just and will forgive us our sins and purify us from all unrighteousness.

This is the culture that must be developed that is always held settlement, recognition of good conduct to the person concerned and to God.

John 8: 11 And he said: “No one, Lord.” And Jesus said, “Neither do I condemn you. Go, and sin no more from now on. ”
DO NOT SIN AGAIN

This is event was the arrest of a woman who committed adultery. Scribes and Pharisees brought this woman to Jesus with a view to tempt. In accordance with the Law, so if anyone is caught cheating (not sleeping with her ​​partner) then they should be in the stoning – stoned. And those who witness (to find / found / saw affair) was the first to have the right pelted them with stones. It’s very strange because the only course that brought her, while the men are not there.

Jesus wisely deal with the Scribes and Pharisees this. Jesus said that whoever was without sin should throw at these women. Apparently, no one is doing the throwing, Just one by one began to go up only Jesus and the woman. Jesus did not condemn this woman, he actually forgave her and advised not to sin again.

This message is also rolling for us, the genealogy of Jesus include a dark events, but recovery Lord lift generation was born. As well as the adulterous woman to obtain guardianship and restore it through the atoning work Calvari, we are prepared to be similar to his glorious self. We have been redeemed from the darkness of sin, to live into light. This is God’s desire that makes us holy, perfect in His sight.

Do not keep the hurt and other violations, but let’s face it and do not do it again.

 

How Do I?

1 John 3: 9 Whosoever is born of God doth not commit sin: for his seed remains in him and he can not sin, because he is born of God.
DIVINE SEED REMAIN IN HIM

Every person who is born of God does not sin anymore. The new birth is the key to see the kingdom of God. To become a new man we need the seed of God is in us. Divine seed is the Word of God. We have broken because of sin, but could be a new man by accepting Christ as Lord and Savior, Jesus receives the Word of God.

Hebrews 8: 10 “For this is my covenant with the house of Israel held after that time,” says the Lord. “I will put my law in their minds and write it Dalma their hearts, and I will be their God and they will be my people.

eeds were placed in tablets of our hearts, in our hearts. hearts are filled with the Word of God continued, will lead us to holiness. As humans, we are confronted with a free will, this will determine what our options, keep filling the heart with the word tablet or not.

Response and our attitude toward the Word of God determines our steps forward. The world we are living is full of sin, in which humans are fragile without the Word will be easy prey to sin. Sin makes conscience suffer, if this is done continuously, the conscience becomes dead. We constantly observed behavior enumerated by God, nothing is hidden from Him. So let’s keep the Word of God remains in life, so we do not sin. Er do not like to be dead because of sin, but when the time comes let us come to Him because we had a job well done.

advice

Proverbs 4; 23 Keep your heart with all vigilance, for from it flow the springs of life.
KEEP HEART

Do not let the empty our hearts of God’s Word. God is longing for us to remain in His truth. So changes and perfection happens in life. But if the days of our life experience spiritual growth maximum, remember it is not the result of our labors but the work of God’s Spirit in our lives.

Spirit of God makes us successful, stable and always give thanks. Spirit of God makes us respect, support, sustain, and build. Culmination of the work of the Holy Spirit is self-control. It can be had by living processes. Do not stop learning to live in accordance with God’s Word.

Do not be discouraged when facing difficulties in life and do not complain.  But keep the spirit, hope continues to God. For God nothing is impossible. Victorious life is the promise of God’s Word. There is always hope for those who believe in the Word of God. Have a response and the right heart attitude towards God’s Word and Spirit. make it a habit to admit mistakes so forgiveness descend upon us.

The presence of the Word of God and the Holy Spirit in our hearts, that’s what helps us to be able to reject sin so that we do not sin again.
Keep good heart, because your heart determines the course of your life
(Proverbs 4: 23)

Lord Jesus Blesses

10 August 2014

Dari Gelap terbitlah Terang ( From Darkness to Light )

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah Minggu | Tag

Khotbah Minggu diambil dari WSB Edisi 10 Agustus 2014

Rangkaian Seri Khotbah minggu, Oleh Pdt. Otniel Firmanyo Osiyo

 

DARI GELAP TERBITLAH TERANG

Kematian Elimelekh, Mahlon dan Kilyon di Negeri Moab menjadi bagian hidup terkelam yang harus dijalani Naomi. Tetapi kegelapan itu perlahan-lahan mulai berlalu. Harapan untuk masa depan yang cerah mulai mendekat, hasil kerja Naomi dan Ruth mulai tampak hasilnya. Naomi yang penyayang sangat beruntung memiliki menantu perempuan seperti Ruth yang taat , sekalipun masih muda, Ruth tidak mengikuti keinginan hatinya, tetapi ia memilih untuk lebih menuruti semua rencana Naomi. Ruth dengan rela hati menanggalkan semua kepentingan pribadinya untuk menjadi calon istri Boas yang usianya jauh lebih tua darinya.

Boas sendiri adalah pribadi yang luar biasa, ia seorang yang kaya tetapi murah hati. Status sosialnya yang tinggi tidak membuatnya menjadi pribadi yang sombong, tetapi justru ia adalah pribadi yang bijak dalam menghadapi kesulitan hidup yang dialami keluarga Naomi.

Boas berjuang

Rurh 4 : 1 – 10 Boas telah pergi ke pintu gerbang dan duduk di sana. Kebetulan lewatlah penebus yang disebutkan Boas itu. Lalu berkatalah Boas ; “Hai saudara, datanglah dahulu kemari, duduklah disini.” Maka datanglah ia, lalu duduk. Kemudian dipilihnyalah sepuluh orang dari para tua-tua kota itu, dan berkata : “Duduklah kamu disini.” ……..sebab tidak ada orang yang dapat menebusnya kecuali engkau, dan sesudah engkau : aku..”…….engkau memperoleh Rut juga, perempuan Moab, istri orang yang telah mati itu, untuk menegakkan nama orang itu diatas milik pusakanya.”

ADA 2 PENEBUS

Lalu berkatalah penebus itu : “Jika demikian, aku ini tidak dapat menebusnya, sebab aku akan merusakkan milik pusakaku sendiri. Aku mengharap engkau menebus apa yang seharusnya aku tebus, sebab aku tidak dapat menebusnya.’

PENEBUS PERTAMA

TIDAK DAPAT MENEBUS TAURAT

Beginilah kebiasaan dahulu di Israel dalam hal menebus dan menukar : …….”Kamulah pada hari ini menjadi saksi, bahwa segala milik Elimelekh dan segala milik Kilyon dan Mahlon, aku beli dari tangan Naomi; juga Rut, permpuan Moab itu, istri Mahlon,aku peroleh menjadi istriku untuk menegakkan nama orang yang telah mati itu diatas milik pusakanya. Demikianlah nama orang itu tidak akan lenyap dari antara saudara-saudaranya dan dari antara warga kota. Kamulah pada hari ini menjadi saksi.”
BOAS PENEBUS KEDUA
Boas tahu bahwa Hukum Taurat memberikan kesempatan pertama kepada sanak saudara laki-laki terdekat dengan Rut untuk menikahinya. Jika saudara itu menolak, Boas dapat menikahi Rut. Boas tidak membuang waktu untuk memenuhi janjinya. Ia segera pergi ke gerbang kota, yakni tempat yang paling mungkin menjumpai sanak saudaranya pada pagi hari itu, ketika kesibukan mulai berlangsung. Sekalipun tokoh kerabat ini (penebus pertama) disebut tanpa nama dalam catatan kisah Rut, Boas tentu menyapanya dengan namanya. Jelaslah bahwa Boas sangat berwibawa dalam masyarakatnya karena ia menguasai keadaan, dan para tua-tua menyediakan diri baginya selaku saksi. Ini merupakan pengukuhan bahwa ia bukan lagi seorang muda.

Penebus yang pertama tidak dapat menebus Rut karena 2 hal, yaitu :
Dengan bersedia menebus ladang Naomi, maka penebus pertama tidak hanya bertanggung jawab untuk kesejahteraan hidup Naomi, tetapi ia juga harus menikahi Rut. Jika Rut kemudian melahirkan seorang anak laki-laki, maka anak itu berhak secara penuh untuk memiliki ladang yang telah dibelinya sebagai warisan. Artinya si penebus tidak mendapat keuntungan secara materi. Hal ini disebabkan karena ia sendiri harus kehilangan apa yang telah ditebus yaitu anak lelakinya sendiri tidak dapat memiliki ladang tersebut sebagai warisan. Selain itu, ia juga harus memberikan sebagian harta yang dimilikinya untuk diwariskan kepada anak-anak Rut. Disebut anak-anak Rut karena Hukum Taurat dalam budaya penebusan ini adalah untuk menegakkan nama orang yang sudah meninggal agar tidak terhapus dari sukunya-dari milik pusakanya. Jadi anak lelaki pertama Rut yang dilahirkan akan disebut keturunan Elimelekh, demi menjaga keutuhan tanah warisan. Penebus pertama juga harus menambah biaya pengeluaran rutin dalam rumah tangganya karena selain harus menanggung kesejahteraan keluarga barunya (Naomi dan Rut) si penebus pertama juga harus tetap memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sendiri (Istri pertama). Inilah bentuk kerugian materi yag tidak ingin ditanggung oleh penebus pertama.
2. Rut adalah orang Non Yahudi, ia adalah keturunan Bangsa Moab – Bangsa Kafir yang dibenci Allah karena usul-usulnya. Hukum perkawinan Yahudi sangat keras melarang Bangsa Yahudi menikah dengan Bangsa Non Yahudi. Jika hal ini dilakukan maka mereka tidak lagi disebut sebagai Yahudi asli karena membiarkan Bangsa Non Yahudi masuk sehingga mencemari keaslian sukunya. Si penebus pertama menolak menikahi Rut karena ingin tetap mempertahankan keaslian sukunya.
Hukum Taurat menghalangi penebus pertama untuk menebus Rut.
Boas Penebus Kedua

Para saksi/tua tua sudah mendengarkan bahwa sanak saudara yang dekat itu telah mengalihkan hak penebusan kepada Boas. Tapi untuk mengesahkan perkara itu, harus dilakukan upacara simbolis, yakni menyerahkan kasut. kebiasaan di Israel kuno ini menjadi tanda yang disaksikan oleh banyak orang bahwa suatu pembelian tanah dan harta benda sudah selesai. Dengan demikian para tua-tua itu menyaksikan bahwa Boas adalah ahli waris dari Mahlon dan Kilyon. anak lelaki Rut yang pertama akan dikenal sebagai anak Elimelekh, dengan demikian menegakkan nama orang yang telah meninggal.
Boas adalah penebus kedua yang luar biasa. Dengan rela hati ia mau menderita kerugian secara materi untuk menebus tanah atau ladang Naomi sekaligus menikahi Rut. Masa lalu Rut dengan segala latar belakangnya atau asal usulnya bukanlah penghalang bagi Boas untuk menebusnya. Tindakan Boas tidak berdasarkan pertimbangan untung rugi atau hal lainnya. Sosoknya yang matang dan bijak membuatnya memandang peristiwa ini dengan kasih bahwa keluarga Naomi perlu ditolong-perlu ditebus.

Sejarah penebusan ini adalah gambaran proses penebusan oleh Kristus, kisah Rut ini, telah dikanonisasi oleh para ahli teologia, sehingga bisa digabungkan dalam kumpulan kitab perjanjian lama. Memang banyak karya tulis yang ada,tetapi perlu penyelidikan mendalam untuk menggabungkan mereka dalam kumpulan kitab perjanjian lama. Menurut hasil penelitian, kitab Rut ini ditulis pada zaman pemerintahan Raja Daud, namun peristiwa yang sesungguhnya, terjadi pada jaman hakim-hakim, 200 tahun sebelum Daud menjadi Raja Israel. Penulis kitab Rut tentunya adalah orang yang di ilhami Roh Allah.

RUT 4:17 Dan tetangga-tetangga perempuan memberi nama kepada anak itu, katanya :” pada Naomi telah lahir seorang anak laki-laki” , lalu mereka menyebutkan namanya Obed. Dialah ayah Isai, ayah Daud.

Kitab Rut mengandung nubuatan yang besar dan tidak hanya sebatas perjalanan hidup keluarga Elimelekh. Silsilah diatas menyebutkan bahwa Daud adalah cucu Obed. Daud adalah satu sosok yang tidak hanya disebut sebagai Raja kedua yang luar biasa tetapi dalam perjanjian baru, namanya tetap disebut. Namanya tidak terhapus karena berhubungan dengan karya penebusan, yakni masuk dalam silsilah mesias-sang penebus sejati.. Apa yang dikerjakan Allah dalam peristiwa ini, memiliki suatu tujuan tertentu. Dalam sejarah penyelamatan bangsa, baik bagi Israel sampai seluruh bangsa kita dihadapkan pada dua perjanjian. Hukum taurat : bagi bangsa Yahudi telah menjadi satu tatanan yang tidak mampu membawa seseorang bebas dari dosa. Ini adalah hukum spesifik atau khusus , karena hanya berlaku bagi kaum Yahudi. Hukum taurat ini adalah gambaran penebus pertama yang tidak mampu menebus Rut,orang Moab. Hukum ini tidak mampu membebaskan.

Roma 3: 20-24 Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan dihadapan Allah oleh karena melakukan hukum taurat, … Yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

Hukum taurat ini disediakan sebagai fasilitas untuk membenahi hubungan dengan Allah. Keharmonisan hubungan manusia pertama dengan Allah telah menjadi hancur karena dosa Adam dan hawa. Karena peristiwa ini karya penebusan mulai dicanangkan Allah dalam kitab kejadian 3:15 dituliskan bahwa “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya, keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya. Generasi Iblis akan berperang dengan generasi Allah, Generasi bersifat luas, tidak bersifat harafiah, lahir melalui proses kehamilan. Keturunan perempuan ( dalam bentuk tunggal ) akan meremukkan keturunan ular ( bentuk jamak ) . Rancangan penyelamatan bergulir tahap demi tahap, dimana perlu waktu yang panjang untuk penggenapannya.

Perjalanan iman terus bergulir dari mezbah korban yang sederhana sampai lahirnya tabernakel dan hukum taurat. Inilah budaya bangsa Israel dimana ada kebahagiaan dan kehidupan yang dijanjikan Allah bagi yang taat pada hukum taurat. Namun kitab maleakhi mencatat, bagaimana bangsa Israel tidak mampu taat secara utuh.sehingga terjadilah masa gelap selama 400 tahun dimana Allah tidak mengirimkan nabi bagi bangsa Israel, sampai akhirnya lahirlah nabi Yohanes pembaptis,seruan nabi Yohanes adalah pertobatan. Hukum taurat tidak mampu membawa bangsa ini kepada kebebasan. Keturunan perempuan hadir untuk menebus bangsa ini. dalam perjanjian baru, kitab Matius dibuka dengan silsilah, hal ini berbicara tentang generasi. Pentingnya bagi kita untuk menghadirkan GENERASI ILAHI. Saat ini dosa bergerak dengan leluasa, memangsa generasi muda melalui berbagai hal, khususnya melalui teknologi informatika. betapa pentingnya gereja perduli akan generasi. Wadah sekolah minggu dan kaum remaja adalah sarana untuk membentuk iman anak, jadi manfaatkanlah dengan maksimal. Bagi para pembina remaja, guru sekolah minggu harus memiliki wawasan yang lebih luas sehingga mampu memberikan sesuatu dengan maksimal dalam waktu yang sempit. Bisa memberikan sesuatu dengan tingkat excellent service.

Pembangunan keutuhan pribadi generasi tidak hanya dilakukan di gereja, tetapi dilakukan dengan maksimal di rumah. Keluarga berjuang untuk mendidik anak anak, untuk menjadikan mereka sebagai pribadi yang dewasa imannya dan memiliki pengetahuan yang benar tentang Allah,sehingga perilaku mereka sehari hari menyenangkan hati Allah. Anak anak bisa memiliki sikap hidup yang bisa menghormati Allah jika orang tua bisa menjadi teladan yang benar bagi mereka.

Yesaya 54 : 5 Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya : yang menjadi Penebusmu ialah yang Mahakudus, Alla Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi.

Latar belakang penulisan ini adalah kisah pembuangan Bangsa Israel karena ketidaktaatan mereka. Ini adalah ayat yang menyemangati Bangsa Israel sehingga mereka tidak perlu merasa takut dan putus asa, karena akan ada waktunya Allah akan membebaskan mereka. Allah adalah Penebus Sejati, karena Ia bukan hanya Allah Israel, tetapi juga Allah seluruh bumi, ini adalah sosok Penebus Kedua. Aplikasi dari catatan sejarah ini adalah bahwa semua kita tertawan dalam dosa. Penebus Kedua tidak memandang suku bangsa. Perbedaan telah dirobohkan sehingga tidak ada lagi perbedaan antara Bangsa Yahudi dan Non Yahudi.

Efesus 2 : 14 – 18 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang “jauh” dan damai sejahtera kepada mereka yang “dekat”, karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.
Inilah kekuatan Penebus Kedua. Boas adalah gambaran Penebus Kedua yang adalah nubuatan dari pribadi Kristus. Hubungan Allah dengan umat-Nya sangat dekat. Dalam Perjanjian Baru hubungan Allah dan manusia bagaikan mempelai pria dan wanita-Nya. Penebusan adalah anugerah yang mempersatukan kita dengan Allah. Anugerah ini harus betul-betul kita hargai dengan menjaga sikap hidup agar selalu menyenangkan Allah.

1 Korintus 6 : 20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu ! Dan Rohmu yang keduanya adalah milik Dia.

Perilaku kita dalam hidup keseharian adalah bukti kita menghargai kemurahan Tuhan. Gereja bertanggung jawab mendidik jemaat agar jemaat mengerti kehendak Tuhan, sehingga bisa mengantar jemaat menuju puncak ibadah yaitu persembahan hidup.

Roma 12 : 1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah : itu adalah ibadahmu yang sejati.

Kita telah dimerdekakan dari dosa mari menjadi hamba kebenaran. Jadi, jangan gunakan anggota tubuh untuk menyenangkan dosa – membangun Babel.

Penebusan mengangkat Naomi dari kemiskinan, menyelamatkan Rut dari kejandaan dan melahirkan nenek moyang Mesias. Setiap kita bertanggung jawab menjaga anugerah Tuhan, oleh karenanya jadilah pribadi yang baik dalam segala status sosial kita. Baik sebagai kepala keluarga, anggota keluarga, pelajar/mahasiswa,pegawai,majikan/bos,dll. Korban Kristus menyelamatkan kita dari ancaman mereka. Mari menghargainya dengan menjadi pribadi yang mengasihi Allah.
Harapan Para Saksi

Rut 4 : 11 – 12 Dan seluruh orang banyak yang hadir di pintu gerbang, dan para tua-tua berkata : “Kamilah menjadi saksi. TUHAN kiranya membuat perempuan yang akan masuk ke rumahmu itu sama seperti Rahel dan Lea, yang keduanya telah membangun umat Israel. Biarlah engkau menjadi makmur di Efrata dan biralah namamu termasyhur di Betlehem, keturunanmu kiranya menjadi seperti keturunan Peres yang dilahirkan Tamar bagi Yehuda oleh karena anak-anak yang akan diberikan TUHAN kepadamu dari perempuan muda ini !”
DIBERKATILAH KELUARGAMU

Orang-orang lain disamping para saksi resmi ini, pada waktu itu berkumpul di gerbang kota mengukuhkan legalitas dari perkara itu, dan menambahkan berkat mereka kepada yang telah dilakukan oleh para tua-tua itu. Berkat itu mencakup bahwa lebih dari seorang anak yang diharapkan akan dilahirkan Rut bagi Rahel dan Lea beserta hamba-hambanya, telah melahirkan 12 putera bagi Yakub. Boas akan mendapat berkat bila Rut melahirkan banyak putera baginya untuk menambah martabatnya dan kemakmurannya. Sekalipun sejarah kelahiran Peres oleh Yehuda dan Tamar tidak sedap didengar, tetapi nama ini tetap disebut karena Peres adalah leluhur Boas dan beberapa orang lainnya di Betlehem. Penebusan yang dilakukan Boas membawa keluarganya kepada kebahagiaan dalam segala hal jasmani dan rohani.

Terang itu bercahaya

Rut 4 : 13 – 17 Lalu Boas mengambil Rut dan perempuan itu menjadi istrinya dan dihampirinya oleh dia. Maka atas karunia TUHAN perempuan itu mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki.
RUT MELAHIRKAN OBED

Itu perempuan-perempuan berkata kepada Naomi : “Terpujilah TUHAN, yang telah rela menolong engkau pada hari ini dengan seorang penebus. Termasyhurlah kiranya nama anak itu di Israel. Dan dialah yang akan menyegarkan jiwamu dan memelihara engkau pada waktu rambutmu telah putih, sebab menantumu yang mengasihi engkau telah melahirkannya, perempuan yang lebih berharga bagimu dari tujuh anak laki-laki.” Dan Naomi mengambil anak itu serta meletakkannya pada pangkuannya dan dialah yang mengasuhnya. Dan tetangga-tetangga perempuan itu memberi nama kepada anak itu, katanya : “Pada Naomi telah lahir seorang anak laki-laki.” lalu mereka menyebutkan namanya Obed. Dialah Ayah Isai, Ayah Daud.
KEBAHAGIAAN NAOMI

Kelahiran seorang anak bagi Rut dikatakan secara langsung oleh berkat Tuhan. Tapi orang yang diberi selamat adalah Naomi, karena ia tidak lagi terpencil, sebab telah memiliki seorang “anak” melalui siapa nama Elimelekh akan dilanjutkan. Anak yang baru lahir itu akan memberikan kepada Naomi suatu kesempatan untuk hidup lebih baik, dan merupakan penghiburan baginya pada hari tua. Sekalipun penghormatan diberikan juga kepada Rut, tetapi Naomilah yang menjadi pusat perhatian. Meskipun Obed secara teknis bukan anak laki-laki Naomi atau cucu Naomi (Rut adalah menantunya bukan anak kandungnya), perempuan Betlehem itu tahu bahwa karena anak laki-laki Rut inilah, keluarga Naomi akan terus berlanjut dan tempat Naomi dalam komunitas akan tetap terjaga. Naomi yang sempat putus asa kini berbahagia karena memiliki cucu, kegelapan sirna karena kelahiran Obed. Dalam bahasa Ibrani Obed berarti Pemuja atau Penyembah. Cucu laki-laki Obed adalah Daud, raja terbesar di Israel. Daud adalah anak laki-laki Isai, seorang petani dan gembala yang makmur. Di Israel kuno, mengetahui siapa nenek moyangnya adalah sesuatu yang penting.

Penutup

Yesaya 55 : 8-9 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancangan mu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah Firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancangan mu.
RANCANGANNYA TAK TERSELIDIKI

Naomi adalah janda Israel yang harus menderita di Moab karena “didikan Allah.” Ia kemudian memutuskan kembali ke Betlehem dengan ditemani Rut, menantunya yang adalah orang Moab. Rut telah sedikit belajar tentang Allah Israel melalui Naomi dan almarhum suaminya, namun dengan pengetahuan yang sedikit ini, ia begitu terpesona akan kebesaran Allah sehingga memutuskan untuk tetap percaya kepada Allah apapun yang terjadi. Kehidupan yang sulit sudah menanti di Betlehem, tetapi Rut tidak mengeluh. Ia tetap tunduk dan taat melakukan arahan Naomi. Sesungguhnya pernikahan Levirat/pernikahan penebusan tidak berlaku bagi Naomi karena ia tidak lagi memiliki anak laki-laki, dan Rut adalah orang asing-bangsa kafir. Tetapi Allah yang luar biasa itu memberikan anugerah yang jauh lebih besar dari apa yang dibayangkan Naomi dan Rut. Melalui Boas, kelangsungan hidup Naomi dan Rut terpelihara dengan baik. Dan tidak berhenti disini, karya Allah terus bergulir hingga akhirnya Rut melahirkan Obed yang adalah kakek Daud-nenek moyang Mesias. Nubuatan dalam kehidupan Rut adalah berkat yang hingga kini bisa dinikmati oleh semua orang-segala bangsa.

Rancangan Allah adalah sesuatu yang tak dapat diselidiki. Lika-liku perjalanan hidup yang harus dilewati untuk mencapai rancangan itu tidak dapat kita prediksi. Namun yang pasti, rancangan-Nya adalah memulihkan hidup manusia yang telah rusak oleh dosa untuk dijadikan mulia dan sempurna. Oleh karenanya marilah kita berserah penuh kepada-Nya.
KARENA RANCANGAN-NYA TIDAK TERSELIDIKI, MAKA MARI MENGIKUTI POLA ALLAH – MENJALANI LANGKAH DEMI LANGKAH PROSES DALAM KETAATAN.

From darkness to light

The death of Elimelech, Mahlon and Chilion in the State of Moab into the darkest part of life that must be followed Naomi. But the darkness slowly began to pass. Hope for a bright future approaches, the work of Naomi and Ruth began to appear the result. Naomi is very fortunate to have a loving daughter in law-abiding as Ruth, though still young, Ruth did not follow her heart’s desire, but he chose to obey all over Naomi plans. Ruth willingly stripped of all his personal interests to be the future wife of Boaz who was much older than him.

Boas himself was exceptional personal, he is a wealthy but generous. High social status does not make it an arrogant person, but rather it is a wise person in the face of life’s difficulties experienced by the family of Naomi.

Boas struggling

Rurh 4: 1-10 Boas has gone to the gate and sat down there. Incidentally Gone redeemer Boaz mentioned it. Then said Boaz; “Hi siblings, first come here, sit down here.” Then he came and sat down. He took ten men of the elders of that city, and said: “Sit down here.” …….. Because no one except you can make it up, and after thee: I am .. “… well …. you acquire Ruth, Moabite, the wife of the dead, to enforce the person’s name on his inheritance. ”

NO 2 REDEEMER

Then the redeemer said: “If so, I can not redeem it, because I would ruin my own inheritance. I hope you make up for what should have redeemed me, because I can not make it up. ‘

FIRST REDEEMER  CAN NOT REDEEM TORAH

This is what the ancient custom in Israel in terms of redeeming and exchanging: ……. “You are witnesses this day, that all that belonged to Elimelech and all that belonged to Chilion and Mahlon, I bought from the hand of Naomi; also Ruth, the Moabite permpuan, wife of Mahlon, I get to be my wife to uphold the name of the person who died was on his inheritance. Thus the person’s name will not disappear from among his brothers and from among the citizens of the city. Ye are witnesses this day. ”
Boaz, The Second Redeemer 
Boas know that the Law provides the first opportunity to relatives of men closest to Ruth to marry her. If you were rejected, Boaz could marry Ruth. Boas did not waste time to fulfill his promise. He immediately went to the gate of the city, which is the most likely to meet their relatives on the morning of that day, when the busyness begins to take place. Although these relative figures (the first avenger) is called without a name in the record the story of Ruth, Boaz would address him by his name. It is clear that Boaz is very authoritative in his community because he had everything under control, and the elders make themselves available to him as a witness. This is an affirmation that she was no longer young.

First redeemer can not redeem Ruth because of 2 things:
With Naomi’s willing to redeem the field, then the first redeemer is not only responsible for the welfare of Naomi’s life, but he must also marry Ruth. If Ruth gave birth to a male child, then the child is fully entitled to have a field that has been bought as a legacy. This means that the trespass was not materially benefit. This is because he had lost what he had redeemed himself that his son can not have fields such as heritage. In addition, he also had to give most of its wealth to bequeath to the children of Ruth. Ruth called the children because of the law in a culture of redemption is to uphold the name of a deceased person that is not erased from his tribe-of inheritance. So the first son of Ruth that Elimelech offspring born will be called, in order to maintain the integrity of the estate. First Redeemer should also increase the cost routine expenses in the household because in addition to his new family must bear welfare (Naomi and Ruth) the first redeemer must also continue to meet the needs of his own family life (the first wife). This is the form of loss of material  do not want to be covered by the first redeemer.
2 Ruth was a Gentile, he is a descendant of Moab Nations – United Pagans who hated God for his proposals. Jewish marriage law strictly that Jews marry non-Jewish nation. If this is done then they are no longer referred to as the original Jewish Gentile Nations for allowing entry thus contaminating the authenticity of his tribe. The first redeemer refuses to marry Ruth because it wanted to keep the authenticity of his tribe. Law prevents the first redeemer to redeem Ruth. Both Boas Redeemer

The witness / hear that the elderly have close relatives that it has transferred the right of redemption to Boaz. But to certify the case, it should be a symbolic ceremony, handing the shoes. customs in ancient Israel was a sign that was witnessed by many people that a purchase of land and property has been completed. Thus the elders of the witness that Boaz was the heir of Mahlon and Chilion. Ruth was the first boy who would be known as the son of Elimelech, thereby upholding the name of the person who has died.
Boaz was a redeemer both outstanding. He would willingly suffer the loss of material to make up ground or fields once married Ruth Naomi. Past Ruth with all her background or origin is not a barrier for Boaz to redeem. Boas action is not based on cost-benefit considerations or other things. Mature and wise figure who makes this event look with love that families need to be help-need Naomi redeemed.

This is a picture of the history of redemption by Christ’s redemptive process, the story of Ruth, has been canonized by the scholars, so that could be combined in a collection of books of the Old Testament. Indeed, many papers are there, but need to combine their in-depth investigation in a collection book of the Old Testament. According to the research, the book of Ruth was written during the reign of King David, but the actual event, happening at the time of the judges, 200 years before David became king of Israel. Author of the book of Ruth is a person who in the course of the Spirit of God inspired.

Ruth 4:17 And the women neighbors gave the name to the child, he said: “Naomi was born a boy”, and they called his name Obed. He was the father of Jesse, the father of David.

The Book of Ruth contains a great prophecy and not just limited to family life journey Elimelech. Pedigree above mentioned that David is the grandson of Obed. David is one person who is not only known as the second king incredible but in the new treaty, his name still called. His name is not deleted because it relates to the work of redemption, which is included in the genealogy of the true messiah-redeemer .. What God is doing in this event, having a specific purpose. In the rescue of the nation’s history, both for the entire nation of Israel until we are faced with two agreements. The law: for the Jews had become an order which is not capable of carrying a person free from sin. It is specific or special law, because it applies only to the Jews. This is an overview of the law first redeemer who is not able to redeem Ruth, the Moabitess. This law is not able to free.

Romans 3: 20-24 For no flesh be justified in his sight by observing the law, … Even the righteousness of God through faith in Jesus Christ for all who believe. For there is no difference. For all have sinned and have lost the glory of God, and by grace are justified freely through the redemption that is in Christ Jesus.

The law is provided as a facility to fix the relationship with God. Harmony of human relationships first with God has been destroyed because of the sin of Adam and Eve. Because these events begin proclaimed the redemptive work of God in Genesis 3:15 is written that “I will put enmity between thee and the woman, between thy seed and offspring, the offspring will crush your head, and thou shalt bruise his heel. Generation devil will fight with God generation, Generation is broad, non-literal, born through the process of pregnancy. Descendants of women (in the singular) offspring will crush the serpent (the plural form). Rescue draft rolling step by step, which needs a long time for its fulfillment.

The journey of faith continues to roll on the altar of the simple to the birth of the tabernacle and the law. This is the culture of the people of Israel where there is happiness and life which God has promised to those who obey the law. But Malachi noted, how the people of Israel are not able to obey in full, so there was a dark period for 400 years, in which God did not send a prophet to the Israelites, until finally born the prophet John the Baptist, John the prophet’s call is repentance. The law was not able to bring this nation to freedom. Female offspring present to redeem this nation. in the new treaty, the book of Matthew opens with a genealogy, this is talking about generations. The importance for us to deliver GENERATION DIVINE. Currently sin move freely, preying on young people through a variety of ways, especially through information technology. how important the church cares about generations. Containers Sunday school and youth is a means to establish the faith of a child, so take advantage to the maximum. For teens builder, Sunday school teachers should have greater insight so as to give something to the maximum in a narrow time. Can give something to the excellent level of service.

Development of next-generation personal integrity is not just done in the church, but it is done with a maximum at home. Family struggling to educate children, to make them as a mature person of faith and have the knowledge of God, so that their behavior in everyday please God. Children can have an attitude of life which can honor God if the parents can be a right example for them.

Isaiah 54: 5 For the husband is the one who made ​​you, the LORD of hosts His name: which is your Redeemer is the Holy One, God of  Israel, He is called the God of the whole earth.

The background of this paper is the story of the disposal of Israel for their disobedience. This is an encouraging verse Israelites so that they do not need to feel fear and despair, because there will be a time God will deliver them. God is the True Redeemer, because He is not only the God of Israel, but also the God of the whole earth, this is the figure of the Second Redeemer. Application of this history is that all of us captive in sin. Both Redeemer does not look tribes. The difference has been broken down so that there is no longer a difference between Jews and non-Jews.

Ephesians 2: 14-18 For he is our peace, who has made both one, and has broken down the dividing wall, He came and preached peace to you who are “distant” and peace to those who are “close”, because through him we both sides in one Spirit to the Father hath driveway.
This is the power of the Second Redeemer. Both Redeemer Boaz is a picture that is prophetic of the person of Christ. God’s relationship with His people very close. In the New Testament God and human relationships like a bride and groom him. Redemption is a gift that unites us with God. This award should really cherish to maintain an attitude of life that always pleases God.

1 Corinthians 6: 20 For ye are bought with a price paid. Therefore honor God with your body! And your spirit both of which are owned by him.

Our behavior in everyday life is proof we appreciate God’s mercy. Church is responsible to educate the congregation to congregation understand the will of God, so that the congregation can take to the top of the living sacrifice of worship.

Romans 12: 1 Therefore, brothers, by the mercies of God I beseech you, that ye present your bodies a living sacrifice, holy and pleasing to God: it is your reasonable service.

We have been set free from sin let as slaves to righteousness. So, do not use body members to please sins – build Babylon.

Redemption Naomi lifted out of poverty, save Ruth from widowhood and gave birth to the ancestors of the Messiah. Each of us is responsible to maintain the grace of God, therefore, be a good person in all of our social status. Well as the head of the family, family member, student / student, employee, employer / boss, etc.. Victims of Christ saves us from their threat. Let’s appreciate being personally loved by God.
Hope Witnesses

Ruth 4: 11-12 And all the people that were in the gate, and the elders, said: “We are witnesses. May the Lord make the woman that will go into your house like Rachel and Leah, which two did build the house of Israel. May you prosper in Ephrathah and biralah name famous in Bethlehem, descendants would be like the descendants of Perez who was born Tamar to Judah, because of the children who will be given unto the Lord of this young woman! ”
Blessed your family

Other people besides these official witnesses, at the time gathered at the gate of the city confirmed the legality of the case, and add them to the blessing that has been done by the elders. Thanks to that it covers more than a child expected to be born Ruth for Rachel and Leah and their servants, has given birth to 12 sons of Jacob. Boas will be blessed when Ruth gave birth to her son much to add dignity and prosperity. Although the history of the birth of Perez by Judah and Tamar is not nice to hear, but the name is still referred to as Peres was the ancestor of Boaz and several other people in Bethlehem. Redemption is done Boas took his family to the joy in all things temporal and spiritual.

The bright luminous

Ruth 4: 13-17 So Boaz took Ruth and she became his wife and they have intercourse. Then the Lord for the gift of the woman conceived, and gave birth to a boy.
RUT BIRTH OBED

It was the women said to Naomi: “Blessed be the Lord, who has been willing to help you in today with a redeemer. Famous-was presumably the boy’s name in Israel. And he that will refresh your soul and nurture you have white hair at the time, because-law who loves you, has given birth is better to you than seven sons. “And Naomi took the child and put it on his lap and he was the one who feeds it. Neighbors and the woman gave the name to the child, he said: “At Naomi was born a boy.” They named him Obed. He is the father of Jesse, father of David.

Naomi Bliss

The birth of a child for Ruth said directly by the blessing of God. But the person who is to be congratulated Naomi, because he is no longer isolated, for he has a “child” through whom the name of Elimelech will continue. Newborn child that will give Naomi a chance for a better life, and a consolation for him in the old days. Although respect is given also to Ruth, but Naomi which became the center of attention. Although technically not Obed son or grandson Naomi Naomi (Ruth was not his son-in-law), the Bethlehem woman knows that because boys this Ruth, Naomi families will continue and Naomi in the community will be maintained. Naomi was desperate now happy because it has grandchildren, the darkness dissipated due to the birth of Obed. In Hebrew Obed means Devotees or Worshippers. Grandson Obed was David, the greatest king in Israel. David is the son of Jesse, a prosperous farmer and shepherd. In ancient Israel, to know who their ancestors are important.

Closing

Isaiah 55: 8-9 For my design is not your design, and your ways are not my ways, saith the LORD. As the heavens are higher than the earth, so my ways higher than your ways and my design of your design.
Unsearchable design

Naomi was a widow of Israel who must suffer in Moab because “God upbringing.” He then decided to return to Bethlehem in the company of Ruth, which is the law of Moab. Ruth has a bit to learn about the God of Israel through Naomi and her late husband, but with a little knowledge of this, he was so fascinated by the greatness of God so decided to keep trust in God no matter what happens. Difficult life already waiting in Bethlehem, but Ruth was not complaining. He remained submissive and obedient conduct Naomi direction. Indeed levirate marriage / wedding redemption does not apply to Naomi because he no longer has a son, and Ruth is stranger pagan nations. But God’s amazing grace that gives far greater than what is imagined Naomi and Ruth. Through Boaz, Naomi and Ruth survival well maintained. And do not stop here, the work of God continues to roll until finally Ruth gave birth to Obed who was the grandfather of David-the ancestors of the Messiah. Prophecy in Ruth’s life is a blessing that until now can be enjoyed by all people of all nations.

God’s design is something that can not be investigated. Twists and turns of the journey of life that must be overcome to achieve a design that we can not predict. But certainly, his plan is to restore the human life that has been corrupted by sin to be noble and perfect. Therefore let us fully surrender to Him.
DRAFT BECAUSE HIS UNEXPLORED, THEN LET’S FOLLOW THE PATTERN OF GOD – UNDERGOING STEP BY STEP PROCESS IN COMPLIANCE.

11 April 2011

Seri Khotbah Mingguan WSB 10 April 2011

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah, Khotbah Minggu | Tag

Khotbah minggu 3 April 2011 oleh hambaNya Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo ,Bc.M                        

 Uraian

 Contoh ketujuh The seven example  

Jemaat Laodikia The church of Laodicea

Wahyu 3:7-13

74.  Keadaan berikut The next condition

 

Wahyu 3:17, “Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,

 

Yang pertama jemaat Laodikia disebut jemaat yang suam-suam, yang kedua disebut arogan. Selanjutnya apa yang diucapkan tidak sesuai dengan kenyataannya. Jemaat Laodikia berarti :

 

 

Pembohong / Pendusta – Boaster / Liar

The Liar church – Gereja pembohong

 

Gereja pembual (Jw. nggedabrus), tidak cocok omongannya. Ini juga senada dengan kebiasaan suka meng-gosip. Bila tidak tahu jelas jangan berasumsi dalam menyikapi sesuatu, janganlah justru menambah-nambahkan sehingga berkembang ke arah yang tidak sesuai kebenaran. Orang percaya dididik untuk mengatakan ya bila iya, tidak bila tidak (Mat. 5:37), selebihnya dari itu berasal dari si jahat.

 

Jujur kepada diri sendiri, jujur dengan pasangannya, jujur kepada orang-tua. Jujur dalam lingkungan pekerjaan dan dalam pelayanan kepada Tuhan. Jangan lupakan, dosa pertama yang terjadi dalam sejarah gereja mula-mula dan menjadi pelajaran bagi jemaat kala itu adalah dosa dusta, dilakukan oleh Ananias dan Shafira (Kis 5:1-10).

 

Gereja hujan awal dinodai dengan dusta, sekarang zaman akhir jangan terjadi lagi. Berikan dengan benar bila telah bernazar kepada Tuhan, belajar jujur mengembalikan apa yang telah menjadi berkat Tuhan.

 

Jangan suka dusta, sebab yang suka dusta itu bukanlah ciri anak Tuhan, namun adalah anaknya iblis :

 

Yohanes 8:44, “Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

 

Yang suka bohong berarti anaknya iblis, Bapa pendusta adalah iblis, sebab tidak ada kebenaran di dalam dirinya :

 

 

 

Iblis adalah bapa pembohong – Satan is the liar’s father

 

Maka meski orang percaya tapi bila tetap suka bohong, meski jabatannya pendeta –imam-imam- tapi tidak bicara jujur maka berarti ia bukanlah anak Tuhan.

 

 

 7.5.  Jalan keluar The solution

 

Wahyu 3:18, “maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.

 

Jalan keluar yang Tuhan mau :

 

 

  1. Beli emas – Buy gold

      

Maleakhi 3:2-3, “Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. 3 Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN.  “

 

Ada artinya, tiga unsur yang Tuhan mau, berkenaan dengan tiga alat di Tabernakel. Di Ruangan Suci alat-alat yang ada disana semua serba keemasan, bicara salutan   kekudusan.

 

Emas bicara tentang kualitas kehidupan. Kedatangan Yesus yang pertama kedunia bicara pentahiran, minimal duakali secara fisik Yesus datang ke Bait Allah untuk menahirkan Bait Allah, dimasa itu. Belum lagi kotbah-kotbahnya yang jelas mengajarkan tentang kemurnian di hadapan Bapa.

 

Ketika Yesus hadir pertama kali, Ia bagaikan pemurni/pencuci logam yang menyucikan kaum Lewi dalam melayani Tuhan, bukan melayani untuk mencari keuntungan bagi diri sendiri.

 

Kehidupan menjadi cemerlang bagaikan pelita. Di dalam ruang suci Tabernakel ada Pelita Emas, yang dibuat dari emas utuh – pada pelita emas tidak ada sekrup- tapi dibakar dan dibentuk dari emas dengan ukiran yang lengkap.

 

Melalui proses pembakaran awal untuk membersihkan emas, ditempa berkali-kali dengan seksama, bukan dikerjakan dengan di cetak / di press seperti pada proses pabrik modern.

 

Seperti Yusuf dalam kehidupannya, di tempa hingga menghasilkan Yusuf yang mulia. Sejak masa remajanya Yusuf kerap dicibir, dicela bahkan ia ditelanjangi dan dibuang oleh saudara-saudaranya. Hingga selanjutnya di jual senilai budak belian. Yusuf  kemudian dibawa ke negeri asing. Yusuf telah ditempa berkali-kali, bagaikan mempersiapkan pelita emas. Terus  bertahan, dalam proses penyucian hingga tampil cemerlang.

 

Proses adalah suatu hal yang harus dilalui bila ingin berhasil. Biji gandum tidak akan berbuah lebat, bila biji itu tidak jatuh ke tanah dan mati. Hingga kemudian dapat tumbuh dan menghasilkan buah yang lebat.

 

Emas bicara kualitas pribadi, bila dikaitkan dengan :

 

2 Korintus 9:10-11, “Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu; 11 kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami.

 

Rasul Paulus mengajarkan kepada jemaat Korintus, bila tumbuh sehat maka jemaat akan tahu memberi kepada yang lain saat menerima berkat, tidak tamak dengan berkat.

 

Ingat, di dalam berkat ada terkandung roti dan benih, roti untuk dinikmati dan benih untuk ditabur.

 

Kualitas kepribadian yang dewasa, mantap, sudah melewati penyucian maka ia akan :

 

 

Kaya dengan kebajikan – Rich of virtue

 

Hidup yang memuliakan Tuhan, dan menyadari semua untuk kemuliaan Tuhan.Hidup seperti ini senada dengan Pelita Emas.

 

 

  1. Pakaian putih – White garment

 

Wahyu 19:8, “Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!” [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]

 

Untuk menutup ketelanjangan, jemaat Laodikia dianjurkan untuk mengenakan pakaian putih. Pakaian putih bicara kebenaran Firman.

 

 

Perbuatan benar dari orang-orang kudus

The righteous acts of the saints

 

Kita tidak saja sebatas tahu Firman Tuhan tapi menjadi pelaku Firman Tuhan, yang melakukan Firman-Nya bagaikan orang yang membangun rumah di atas batu karang. Menjadi kokoh meski ada terpaan gelombang

 

Adam dan Hawa menjadi telanjang, pakaian kemuliaan Tuhan hilang karena melanggar kebenaran –tidak berbuat benar-. Melanggar kebenaran Tuhan itu sama dengan menelanjangi diri.

 

Tapi dosa-dosa kita telah dibayar di kalvari, ketelanjangan manusia siap ditutup oleh Tuhan, maka kita dituntut menjadi pelaku Firman. Bila Tuhan mengajarkan jujur maka lakukanlah.

 

Memakai lenan halus berkilauan adalah perbuatan benar dari orang-orang Kudus. Orang percaya yang telah ada di ruang Kudus mengenakan pakaian kekudusan, ini ada kaitannya dengan meja roti sajian emas.

 

 

 

  1. Minyak pelumas mata – eye salve 

 

Efesus 1:18-23, “Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, 19 dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, 20 yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, 21 jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang. 22 Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. 23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.  “

 

2 Korintus 4:3-4, “Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, 4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.  “

 

Membeli minyak pelumas mata, supaya dapat melihat masalah-masalah spiritual. Minyak pelumas mata bicara perihal mezbah dupa emas / penyembahan-.

 

Jemaat Laodikia dikatakan buta, miskin, dan telanjang. Buta berarti tidak dapat melihat, mata hati yang buta tidak  akan dapat melihat kebenaran (2 Kor 4:3-4). Akhir zaman, iblis bekerja tiada henti supaya mata hati manusia menjadi tidak dapat melihat kebenaran.

 

Untuk itu sepanjang pelayananya rasul Paulus berdoa bagi jemaat Tuhan supaya diberi hikmat dan wahyu, supaya mata hati menjadi terang -terbuka- dan mengerti ibadah yang sejati

 

Di mezbah dupa yang dibakar adalah dupa, penyembahan kepada Dia. Menjadi intim dan melihat betapa dahyat kuasa-Nya, betapa besar anugrah yang Ia sediakan, juga kekayaan yang disediakan bagi orang kudus-Nya.

 

Jangan pernah lupa!! segala sesuatu telah diletakkan di bawah kaki Yesus.Bila mata hati tidak terang bagaimana bisa melihat hal ini.

 

Orang percaya harus berani bayar harga, korbankan waktu untuk mengerti kehendak-Nya dan mencari Dia dalam kekudusan-Nya.Mempersembahkan yang terbaik bagi Dia.

 

Membeli miyak pelumas mata dianjurkan supaya :

 

 

Kenal kuasa-Nya – Know His power

 

Kita punya Tuhan yang dahyat, punya kuasa, punya otoritas. Bukan pecundang, yang tidak berdaya. Kenali bahwa tidak ada yang sebanding dengan Dia, sebab Ia memiliki segala-galanya.

 

Mezbah dupa di dalam Tabernakel posisinya paling dekat dengan Tirai -pembatas ruangan Suci dan Ruangan Maha Suci-. Saat karya Salib diselesaikan oleh Yesus, tirai yang ada pada bait Allah Herodes terbelah dua. Memberikan arti, melalui korban

Kristus, hari-hari ini ibadah kita dimampukan melewati tirai, bisa mengetahui rahasia-rahasia terdalam dari-Nya, dan membuat kita semakin tenggelam di dalam penyerahan diri kepada Dia.                        

 

7.6.  Penutup Ending

 1 Tesalonika 5:23, “Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. “

 

              

Sempurna menjelang kedatangan-Nya ke-2

Perfect before His second coming                             

 

Bila kita sudah membeli emas yang sudah dimurnikan, mengenakan pakaian putih bersih, mata hati terbuka, maka ini adalah unsur kesempurnaan yang Tuhan  sediakan, sempurna tubuh jiwa dan roh. Kesempurnaan yang holistik, sempurna di dalam Dia. Dimana Dia ada kita juga ada. Haleluya!!

 

 

 

 

4 April 2011

Khotbah Minggu di WSB 3 April 2011

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah, Khotbah Minggu | Tag

Khotbah Minggu – Pdt. Dr. Gatut Budiono,Rektor SATI Malang

Minggu tanggal 27 Maret 2011

BELAJAR DARI ORANG MAJUS

Matius 2:1-12Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem 2 dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.” 3 Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. 4 Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. 5 Mereka berkata kepadanya: “Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: 6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.” 7 Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak. 8 Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: “Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya aku pun datang menyembah Dia.” 9 Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. 10 Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. 11 Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. 12 Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.”

 

Pernahkah kita menerima seorang tamu, yang meski hanya sebentar waktu kunjungannya namun memberikan kesan yang sulit untuk dilupakan? Bahkan mungkin nama tamu itu, kita sudah tidak ingat lagi, tapi pakaian, gaya atau perilakunya tetap mudah diingat.

Senada dengan hal di atas, orang percaya pasti pernah mendengar cerita tentang orang Majus. Kitab Suci yang digunakan oleh umat Kristen memang tidak mencatat nama ketiga orang Majus itu, tapi kehadirannya akan selalu dikenang oleh orang percaya, khususnya pada masa raya natal.

Ya, kebanyakan orang percaya mendengar kisah orang Majus menjelang natal, meski sesungguhnya kedatangan orang Majus tidaklah tepat saat Yesus lahir ke dunia.

Kini kita akan belajar lebih dalam dari kunjungan orang Majus yang dicatat oleh Kitab Suci sebagai  inspirasi bagi kehidupan kita.

Ada empat pelajaran kebenaran yang memberikan gambaran bagaimana semestinya menjadi anak-anak Tuhan, ini disampaikan oleh Matius secara tidak langsung saat ia menulis kunjungan orang Majus di injil Matius. Meneguhkan fakta betapa baiknya Allah kita.

Allah yang luar biasa, yang sangat kaya dengan cara-Nya memanggil ciptaan-Nya untuk datang menyembah Dia. Apa yang dituliskan dalam Kitab Suci tidak terbantahkan. Seluruh Kitab Suci menceritakan Allah kita, Allah yang tidak ekslusif yang suka merangkul siapa saja untuk menjadi umat-Nya.

 

1. Allah itu tidak ekslusif :

Orang Majus yang datang untuk berjumpa dengan Yesus bukanlah umat Allah, bukan orang Yahudi, bukan pula orang Israel, tetapi dari keturunan bangsa Asyur, dari Babel yang berada di negeri yang jauh dari kota Betlehem.

Saat natal pertama, orang Majus juga menerima undangan, diperoleh melalui pengertian yang mereka terima sejak nenek moyang mereka, yaitu lewat ilmu perbintangan. Pada masa itu ilmu perbintangan telah dikenal, dan hanya orang tertentu yang mampu mempelajarinya. Pada masa itu pula, sejarah dunia mencatat ada kepercayaan Zoroaster yang bersinggungan dengan perihal semesta dan perbintangan.

Namun meski berasal dari negeri yang jauh, dengan Kasih Allah yang tidak terbatas. Melalui ilmu serta pengertian yang mereka miliki sejak turun-temurun, “bila terlihat bintang yang besar, maka raja besar sedang lahir” mereka “ditarik” untuk natalan. Orang Majus mengikuti bintang itu, dengan tujuan untuk datang menyembah Sang Raja Besar.  Membawa orang Majus datang kepada Allah

Allah yang baik, rindu semua manusia menyembah-Nya, Ia ingin semua masuk ke dalam kerajaan-Nya maka pesan itu disampaikan kepada semua orang.

Allah kita adalah Allah yang baik, salah satu sifat Bapa itu inklusif atau tidak ekslusif, maka anak-anak-Nya juga dituntut untuk tidak eklusif.

Orang Kristen juga tidak ekslusif

 

 

 

Jemaat mula-mula meneladankan pula hidup yang tidak ekslusif, hidup mereka menjadi berkat bagi banyak orang. Maka, senada dengan hal di atas bila gereja tidak ekslusif, maka pasti akan memberkati banyak orang

2. Orang-orang Majus betul-betul niat dan serius

Bila kita lihat dari sisi orang-orang Majus, betapa luar biasa tindakan yang mereka lakukan. Dengan melihat bintang saja, mereka percaya dan bertindak. Padahal bila melihat dari pengetahuan dan kemampuan yang mereka miliki untuk datang berkunjung ke Betlehem mereka adalah orang terpandang dan cerdik pandai. Orang Majus rela menempuh jarak dan waktu yang panjang selama 1,5 tahun melewati darat, meninggalkan segala aktivitas sehari-hari mereka ditempat asalnya.

Orang Majus mengikuti bintang itu, ketika sesampainya di tanah Yudea, mereka berkunjung ke Herodes untuk mencari tahu. Herodes saat mendengar ada raja yang lahir, ia berpesan kepada orang Majus untuk mencari raja yang baru lahir itu.

 

Waktu tempuh 1,5 tahun perjalanan hingga sampai di Yudea, disimpulkan dari pernyataan orang Majus itu sendiri. Orang Majus yang datang kepada Herodes pada kala itu telah berdialog dengan Herodes, dan Herodes mengetahui bahwa orang Majus telah melihat bintang yang sejak 1, 5 tahun yang lalu. Maka kelak setelah orang Majus tidak kembali datang kepada Herodes, dengan didorong niat jahat, Herodes memerintahkan untuk membunuh semua bayi dibawah 2 tahun (Mat. 2:16)

Perjalanan yang ditempuh sangat jauh (1,5 tahun), berbiaya yang besar. Jadi selama 3 tahun mereka off –berhenti- dari aktivitas sehari-harinya untuk berjumpa dengan Sang Raja lalu pulang kembali ke negerinya. Suatu perjuangan dan pengorbanan besar telah dilakukan oleh orang Majus.

Bila tidak niat dan serius, tentu mereka tidak mau menempuh perjalanan yang jauh dari sungai Tigris dan Efrat sampai ke Yudea. Perjalanan memutar dikarenakan keadaan geografis saat itu, dengan ditempuh melalui perjalanan darat menunggang kendaraan yang lazim saat itu pula –onta- sehingga tidak bisa secepat sarana transportasi zaman modern.

Betapa bersyukur bila kita dapat beribadah di hari-hari. Apalagi bila kita beribadah dengan sarana transportasi yang telah memadai. Ada rahasia besar dalam ibadah orang percaya kepada-Nya, dan membawa manfaat besar pula bagi orang percaya.

 

3. Walaupun sangat terhormat, tapi rendah hati

Mereka mau menyembah kepada Anak itu di rumah tersebut. Kata rumah ini menjelaskan bahwa, tidak seperti ilustrasi atau cerita yang sering ditampilkan saat perayaan natal, orang Majus datang menyembah Yesus di kandang. Tapi orang Majus datang ke sebuah rumah.  Yusuf, Maria, dan Yesus tidaklah lama tinggal di kandang, hanya sesaat sebab pada malam Maria akan melahirkan seluruh penginapan yang ada telah terisi penuh. Kandang inipun yang dimaksud bukanlah kandang peternakan tapi identik dengan tempat parkir, sebab penginapan masa itu menyediakan tempat parkir atau kandang untuk kendaraan yang lazim digunakan kala itu -keledai, unta- .

“Di hati yang rendah dan menyembah, tangan terbuka dan siap berkorban”

 

Saat orang Majus datang, sudah tidak di kandang lagi tapi di rumah. Mereka datang dan menyembah Yesus. Tidak datang dengan tangan kosong, tapi ucapan syukur dan bhakti ditunjukkan dengan mempersembahkan sesuatu yang berharga. Sebab :

 

Orang Majus datang dengan membawa persembahan: emas batangan, kemenyan berharga, dan mur (ingg. myrhh=ramuan yang dipakai untuk wewangian, biasanya harganya mahal).  

Dapat dirasakan betapa penuh sukacita suasana saat itu. Orang Majus yang datang dari negeri yang jauh telah berhasil menunaikan misi mereka.

Setelah berjumpa dengan Yesus dan mempersembahkan korban, merekapun beranjak pulang kembali ke negerinya.

Setelah kepulangan orang Majus, malaikat datang memperingatkan Yusuf melalui mimpi untuk membawa keluarganya pergi ke Mesir. Ada bahaya yang mengancam, sebab Herodes akan murka, ketika orang Majus tidak datang kembali kepadanya untuk menunjukkan dimana raja besar yang telah lahir itu.

Herodes akhirnya memerintahkan semua anak dibawah 2 tahun harus dibunuh. Tapi Yusuf dan keluarganya telah pergi ke Mesir atas suruhan Tuhan hingga bahaya berlalu.

Lalu dananya darimana untuk pergi ke Mesir dan tinggal di sana –sampai batas waktu yang belum ditentukan sebelumnya-? Dari persembahan orang-orang Majus itu. Tuhan sudah persiapkan segalanya, lewat kedatangan orang Majus. Orang yang datang dari negeri yang jauh –bukan sanak, bukan sesuku, penampilan fisik juga mungkin berbeda- tapi dipersiapkan Tuhan untuk mendukung pelayanan kemuliaan-Nya. Betapa dahyat Allah kita..

 

4. Setelah sukses besar, tetap terbuka pada pimpinan Tuhan

Setelah berhasil menyembah Tuhan, orang Majus yang beranjak pulang diperingatkan Tuhan melalui mimpi untuk tidak kembali kepada Herodes dan mengambil jalan lain bukan jalan yang telah dilaluinya. Mereka menurut walaupun jalannya menjadi lebih jauh.

Orang Majus terbuka dengan petunjuk Tuhan, bersedia mendengar arahan Tuhan dan melakukannya. Demikian halnya, anak Tuhan harus siap menerima pimpinan Tuhan, termasuk diminta menempuh jalan baru.

Jangan pernah merasa mampu, beralasan telah bertahun-tahun melewati jalan yang lama. Tuhan pasti punya rencana yang jauh lebih indah dan sempurna bagi kebaikan umat yang di Cintai-Nya. Menghadapi tantangan kehidupan di zaman akhir ini kita harus siap, mohon selalu pimpinan Tuhan yang segar setiap hari untuk membawa umat-Nya kepada kemenangan. Kemenangan yang besar!!

28 March 2011

Seri Khotbah dari WSB edisi 27 Maret 2011

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah, Khotbah Minggu | Tag

Uraian Khotbah MInggu 20 Maret 2011

Oleh hambanya Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo,B.cM

 Contoh ketujuh The seven example  

Jemaat Laodikia The church of Laodicea

Wahyu 3:7-13

80.  Kesimpulan The conclusion

 Wahyu 21:1-8, “Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi. 2 Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. 3 Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. 4 Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” 5 Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!” Dan firman-Nya: “Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar.” 6 Firman-Nya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. 7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku. 8 Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.”

 Ajaran dan didikan Tuhan itu mengarah kepada sesuatu yang jelas. Ada suasana kehidupan yang baru dan mulia yang menjadi hasil, dan itu adalah suatu kemenangan besar. Jemaat-jemaat yang dituliskan oleh Rasul Paulus, dipuji dan juga ditegor supaya menerima kemenangan. Bersama kita akan lihat, kesimpulan dari pengajaran-Nya kepada jemaat yang diajarkan melalui jemaat Laodikia.

 Tentu pernah mendengar nama kota Yerusalem. Nah, nama kota Yerusalem yang ada sejak zaman Daud akan dikekalkan.

 Bila menengok  kota Yerusalem yang ada di bumi saat ini, kota ini adalah kota yang penuh keunikan. Selain indah, Yerusalem memiliki sejarah yang panjang. Empat puluh empat kali pernah dihancurkan, namun sebanyak empat puluh empat kali pula kota ini dibangun kembali dari kehancurannya, dan kota Yerusalem hingga kini masih tegar berdiri.

 Nama kota Yerusalem tetap dipakai tapi Yerusalem Baru akan jauh berbeda. Jauh lebih indah dan jauh lebih mulia. 

 Orang percaya yang terus meningkat pertumbuhan spiritualnya akan masuk dalam kota kekekalan itu. Yerusalem baru, kota yang kelak sama sekali baru, sebab oleh-Nya :

 Segala sesuatu dijadikan baru – All thing’s made new

 Kota Yerusalem Baru kelak, lebih megah dan mulia lagi, kota yang sangat indah dan tiada bandingnya dengan kota-kota di bumi. Ketika Yesus kembali ke Sorga, Ia mempersiapkan tempat ini bagi bagi umat-Nya (Yoh 14:2-3), bila waktu-Nya tiba Ia akan menjemput umat yang dikasihi dan mengasihi-Nya dan membawa ketempat itu, sehingga dimana Dia ada, mereka juga ada.

 Pembaruan terus bergulir, hingga masuk ke Yerusalem baru :   

 81.  Untuk siapa? For whom?

 Wahyu 21:7, “Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.

 Siapa saja yang menang akan memperoleh semua, Yerusalem baru, langit baru diberikan kepada mereka yang mendapat predikat pemenang :

 Untuk para pemenang – For the winners       

 Hidup ini bagai perang (Ayub 7:1), ada pergumulan semasa hidup di dunia. Melawan roh jahat di udara, serta melawan keinginan dalam diri – berperang dengan kenginan daging / kedagingan- dan harus menang. Kenginan daging yang dibuahi akan menjadi dosa, dan dosa bila sudah matang pasti mendatangkan maut.

 Hanya pemenang yang dapat menikmati kehidupan yang indah dan mulia kelak. Sebab siapa yang menang akan menerima :

 Warisan kekal – An eternal legacy     

 Semua akan langgeng, tidak sementara seperti dibumi. Di sana ada makanan rohani, tubuh kemuliaan, hidup dalam suasana kerajaan Allah. Suatu tempat sangat indah, yang tidak dapat dituliskan dengan kata-kata dan semuanya berlangsung kekal.

 Kita masih ingat tujuh surat yang dialamatkan kepada tujuh jemaat oleh Rasul Paulus, selalu diakhiri kalimat “…barangsiapa yang menang..” supaya beroleh kemenangan beberapa sidang jemaat dipuji dan dimotivasi untuk terus mempertahankan prestasi, tapi ada pula jemaat yang ditegor sebagai bagian dari perhatian-Nya. Salah satu jemaat yang ditegor adalah jemaat Laodikia.

 Allah orang percaya punya karakter selain Maha Kasih tapi juga Maha Adil. Keadilan-Nya yang akan berbicara “lautan api”. Keadilan-Nya yag tidak mengijinkan kedagingan masuk ke Sorga-Nya. Semua di berikan hanya kepada yang menang!

 Ingat – Remember

 Pemenang akan menerimaThe overcome will recive

 Wahyu 2:11, “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua.”  “     

 Yang menang akan menerima :

 Hidup kekal – Eternal life

 Ada jaminan akan kehidupan kelak. Saat semua menghadap tahta putih, untuk menentukan hidup selanjutnya, orang percaya yang menang akan luput dari kemtatian kedua. Yang menang akan bersama dengan Dia dalam kekekalan yang tiada batas keindahannya, 

 Wahyu 2:17, “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapa pun, selain oleh yang menerimanya.”  “          

 Kepada yang menang akan diberikan :

            Nama baru – The new name

 Sebuah nama yang kekal di sana, dan unik. Tidak akan terjadi nama yang sama untuk orang berbeda, hanya satu nama untuk satu orang layaknya sidik jari dan kornea mata yang masing-masing berbeda satu dengan yang lainnya.

 Maka bersukacitalah kalau namamu ada di dalam buku kehidupan, sabda Yesus. Berjuanglah untuk mendengar dan melakukan Firman-Nya, supaya nama kita ada di sana (Lukas 10:19-20).

 Selalu waspada dengan tipu daya iblis yang tidak suka nama orang percaya ada disana, kuasa iblis sudah dihancurkan memungkinkan orang percaya dapat menghalau iblis yang berusaha menjatuhkan iman orang percaya   

 Wahyu 3:5, “Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.

 Yang menang akan diberikan pakaian putih bersih :

            Jubah kebenaran – The robes of rightousness

 Hari-hari ini adalah perjuangan, akan ada yang menang dan ada yang kalah. Sejauh kita terima Kristus dan terus berjuang tidak sampai gugur iman dalam ketekunan melakukan kehendak-Nya. Sabda Tuhan menjamin orang percaya akan menang, ia di bela di hadapan Bapa dan dihadapan malaikat-Nya (Yesaya 61:10).

Wahyu 2:26, “Dan barangsiapa menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa;  “

 Kepada yang menang akan beroleh :

            Kuasa atas bangsa-bangsa– Power over the nations

 Ini berlaku kepada semua orang percaya yang menang. Seperti halnya ada jaminan bagi bangsa Israel (Ul 28:1), jaminan itu juga berlaku bagi orang percaya non Israel. Yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, setia sampai akhir akan menerima kuasa atas bangsa-bangsa.

 Wahyu 3:12, “Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru

 Yang menang akan dijadikan :

                        Sokoguru Bait Suci Allah – The pillar of the temple of God

 Tetap di dalam rumah Allah. Tetap menjadi umat Tuhan, dan Tuhan ada di dalam kehidupannya. Terus punya kesempatan melayani Tuhan selama-lamanya, hidup dan pelayanannya dihargai dihadapan Tuhan.

 Wahyu 2:7, “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah.  “

        

Wahyu 2:17, “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapa pun, selain oleh yang menerimanya.

Kepada yang menang akan diberikan :

 Makanan rohani – The spiritual food

 Keperluannya akan dicukupi dalam hal makanan. Karena tubuh telah menjadi rohani, maka makanannyapun adalah makanan rohani. Makanan yang bersifat kekal.

 Dberi makan dari pohon yang ada di Firdaus, pohon kehidupan. Buah pohon kehidupan tidak sembarangan boleh dimakan, kecuali kepada yang diberikan hak oleh-Nya.

 Pada mula kejadian, pohon kehidupan ini dijaga sebab bila manusia memakannya ia akan beroleh kekekalan (Kej. 3:22), sesaat manusia melanggar ketetapan Allah mereka diusir dari taman Firdaus, dan pintu taman dijaga oleh malaikat dengan pedang yang bernyala.

 

Manusia diusir, sebab bila sampai makan dengan kehidupan yang telah tercemar dosa, maka mereka akan kekal dalam dosa. Hal itu akan menjadi sesuatu yang akan menyengsarakan manusia.

 

Hingga rancangan-Nya yang indah berlaku, Ia dengan rela mengutus Putra-Nya untuk menebus manusia kembali supaya menjadi milik-Nya lagi. Yang menerima-Nya akan beroleh selamat, dan beroleh warisan kekal termasuk akan menerima makanan rohani, buah dari pohon el-hayat. 

 

  1. Wahyu 3:21, “Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya. “      

 

Yang menang akan didudukkan bersama-sama dengan Dia di atas Tahta-Nya, atau sama dengan:

 

 

           Memerintah bersama Dia – Rule with Him

 

Suatu posisi yang luar biasa. Orang percaya yang menerima hal ini, sama halnya dengan memperoleh kemenangan besar, sebab tidak semua orang percaya dapat menerimanya.

 

Bila kita melihat skema Tabernakel, suasana pemerintahan ada di dalam wilayah kesempurnaan (aras putih)

 

Gambar Skema Tabernakel

Kemuliaan Allah terasa di seluruh kerajaan, tapi tidak semua akan ada di aras putih, ditentukan  seturut karya pengabdian orang percaya di bumi.

 

Untuk sampai pada posisi ini kita perlu penolong –Roh Kudus-, memiliki sikap hidup yag jelas, bertumbuh sehat, hingga disempurnakan.

 

Manusia adalah ciptaan yang istimewa dihadapan Allah, secara mendasar Allah sudah mengatur sedemikian rupa, kewenangan Allah itu diberikan secara tidak lansung melalui penugasan kepada malaikan untuk untuk melayani manusia (ibr 1:14).

 

Orang percaya yang mendapat jaminan keselamatan dilayani oleh malaikat, suatu hal yang memberikan gambaran betapa besar perhatian-Nya kepada milik-Nya.

 

Sejarah bangsa Israel mencatat, saat bangsa ini akan memasuki kota Yerikho. Malaikat Tuhan berkarya lebih dulu, mereka meneguhkan dan berperang bersama bangsa Israel. Ketika bangsa Israel taat, Dia berperang ganti kita. Maka pada setiap ujian kehidupan bila yang orang percaya hadapi itu seijin Tuhan maka pasti ada hasil yang positif.

 

 Siapa yang dikatakan pemenang?  – Who are the winners?

 

Orang percaya atau pribadi-pribadi yang tekun dan setia kepada-Nya, dalam wujud :

 

 

Tunduk Firman Allah sampai mengalami keubahan wujud seperti Dia

Obey the word until have transformation as Him

 

Kolose 3:10, “dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;

 

Berjuang untuk bersedia belajar dan diajar oleh pengajaran-Nya, sampai menampakkan perubahan yang berarti dalam sikap, perilaku, dan tindakan nyata dalam kehidupannya.

 

Tidak sebatas menerima Firman Allah hanya menjadi pengetahuan (Ibr. logos) tapi menjadi tindakan iman yang nyata (Ibr. rhema), menginspirasikan kehidupan orang percaya untuk melangkah hingga memperoleh kemenangan, dan kemenangannya adalah kemenangan besar!

 

 

82.  Penutup Ending

 

Ibrani 5:8, “Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya,

 

Filipi 2:5-8, “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

 

Mencapai kemenangan ada perjuangannya, untuk menerima segala hal yang baru kelak ada prosesnya.

 

Yesus dimuliakan oleh Bapa, Ia dikaruniakan nama segala nama juga bukan didapat dari hasil yang serta merta , tetapi dari suatu proses ketaatan yang sangat luar biasa untuk menjalankan kehendak Bapa.

 

Yesus Kristus, junjungan orang percaya memberikan teladan kebenaran. Ia telah ada di sorga, menyediakan tempat bagi orang percaya. Maka untuk beroleh hasil yang sama :  

             

Ikutilah teladan-Nya !

Follow His example!                          

 

 

Menjadi taat dan setia kepada kehendak-Nya dalam kehidupan kita. Tentu hal ini tidak mudah, manusia punya kecenderungan tidak taat. Tapi Yesus dalam kemanusiaan-Nya meneladankan untuk belajar taat, sebagai pengikut-Nya kita pun dituntut hal yang sama, belajar taat.

 

Belajar, menuruti teladan-Nya, menuruti jejak kaki-Nya hingga keluar menjadi pemenang. Menguasai diri untuk selalu fokus pada kehendak-Nya, dan bukan menuruti keinginan daging yang pasti tidak sudi dikekang. Ingat, orang yang mampu menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota (Ams 16:32).

 

Penguasaan diri adalah sesuatu yang luar biasa, ia akan lebih dari pahlawan yang menaklukan kota. Teruslah minta Roh Kudus untuk berdiam di dalam kehidupan kita dan memberi tuntunan supaya dapat melangkah sesuai kehendak-Nya.

 

Sadar, bila berhasil itu berarti campur tangan Tuhan, dan tidak menjadi arogan. Dari upaya yang sederhana berhasil menaklukan keinginan diri, keakuan diri dan terus berjuang di jalur-Nya Tuhan, maka cepat atau lambat kita akan dapati kehidupan yang berkemenangan besar!!!   

 

 

 

24 March 2011

Khotbah Minggu 13 Maret 2011

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah, Khotbah Minggu | Tag

Oleh hamba-Nya Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo,B.cM

Uraian

 Contoh ketujuh The seven example  

Jemaat Laodikia The church of Laodicea

Wahyu 3:7-13

77.  Fakta KasihNya The fact of His Love

 Wahyu 3:19, “Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!

Yang dikasihi Tuhan, jemaat Laodikia diberi hajaran yang mengarah kepada kekudusan (Jw. Diuruk’i). Cinta Kasih Allah tidak saja dipahami sebatas Kasih yang lembut, namun untuk kepentingan pertumbuhan jemaatNya, jemaat itu akan : 

 

Ditegor dan diajar – Rebuked & Chastened

 Dia yang mengasihi  menegor jemaat Laodikia supaya menjadi lebih baik. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari didikan yang seturut rencana-Nya.

 Tujuannya- The purpose

 Ibrani 12:5-11, “ Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: “Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; 6 karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.7 Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? 8 Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang. 9 Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup? 10 Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya. 11 Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.

 Ajaran atau didikan Tuhan ada tujuan-Nya demi kebaikan umat-Nya. Supaya kita mencapai standar atau beroleh dalam :

Kekudusan – Holiness

Meski awalnya, ajaran Tuhan dirasakan tidak enak secara daging, tapi kemudian akan menghasilkan sukacita sebagai buahnya.

 

Bila sesuatu hal Tuhan ijinkan terjadi, hal itu pasti akan membawa kebaikan bagi umat-Nya. Sebab demikianlah memang rancangan-Nya, rancangan damai sejahtera.

 

Sejak orang percaya mengakui Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat, dan hidup dalam ketaatan pada Firman-Nya maka Ia adalah milik Tuhan. Sebagai milik-Nya, tidak akan ada satu kuasapun dapat mendekati tanpa seijin-Nya. Milik-Nya akan terus dijaga dan dipelihara.

Ajaran yang diijinkan Tuhan terjadi dalam kehidupan umat-Nya akan menjadikan orang percaya punya kualitas spiritual yang terus meningkat, hingga kelak disempurnakan oleh-Nya pada masa-Nya.

 Maka, bila tegoran / ajaran itu diberikan kta wajib memberikan respon yang benar.  

  7.8.  Respon yang benar The real reaction

 Wahyu 3:20 “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.

 Tuhan yang mengasihi manusia rindu masuk ke dalam kehidupan umat-Nya. Ia mengetok pintu hati berulang-ulang. Jika ada yang mendengar yang Ia harapkan adalah :

Buka pintu hati – Open the heart       

 Ia tetap mengetok, hingga orang itu rela membukakan pintu. Bila respon yang benar dilakukan dengan membuka pintu hati, Ia akan masuk dan akan ada : 

 

 

 

Pesta – celebrate

 

Bila itu adalah kita, Ia masuk dalam kehidupan kita, memberikan sukacita dan beragam hal positif lainnya. Setiap hari-hari yang dilalui orang percaya yang rela membuka pintu hatinya akan selalu diisi dengan perayaan. Momen penuh keindahan dan penuh ucapan syukur sambung menyambung tiada putusnya.

 

Bicara tentang pintu, Yesus sendiri berkata bahwa “Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. “( Yoh. 10:9), Ia juga adalah Gembala Yang Baik  yang menuntun domba-dombaNya ke padang rumput pemeliharaan. Ia akan menuntun umat-Nya tergembala, masuk dalam negeri perhentian yang sejati, ini adalah suasana pesta.

 

Dalam bagian Tabernakel terdapat pintu-pintu. Ada yang disebut pintu gerbang, pintu kemah dan pintu tirai. Tiga pintu itu merefleksikan Kristus dalam karya-Nya, dalam kepribadian yang berbeda sebagai jalan.

 

Dimulai dari jalan kebenaran. “Karena begitu besar Kasih Bapa,..Ia karuniakan Putra-Nya supaya yang percaya – yang membuka pintuhatinya- tidak binasa (Yoh. 3:16). Jalan kepada Bapa, hanya mungkin terjadi melalui Putra-Nya.  

 

Bersyukur bila kita telah menanggapi dengan benar. Menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat (Rom. 10:9-10), akan beroleh keselamatan. Hal ini dalam Tabernakel bagai melewati Pintu Gerbang.

 

 

 

A. Pintu gerbang                        Dibuka                                Terima keselamatan

The gate                                      opened                                receive salvation

 

Efesus 2:8-10, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.  “

 

Roma 10:9-10, “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. 10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

 

Yesaya 61:10, “Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya.

 

Suara-Nya yang berseru tentang betapa besar Cinta Kasih-Nya, laksana Dia yang mengetuk pintu. Saat seseorang merespon dengan membuka pintu hati. Keselamatan yang kekal diberikan. Jaminan yang pasti bahwa ia yang menerima-Nya tidak akan binasa, ini sebuah pesta!  Disahkan :

 

 

Jadi umat Tuhan – Become the people of the Lord

 

Yesus menampilkan diri-Nya sebagai pintu, Ia adalah jalan keselamatan dan hidup. Yesus tidak datang ke dalam dunia untuk mendirikan agama tapi menganugrahkan keselamatan. Yesus Kristus adalah penyelamat manusia!!

 

 

 

B. Pintu Kemah                                      Dibuka                               Terima kesucian

The door                                      opened                                receive holiness

 

Galatia 4:6-7, “Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: “ya Abba, ya Bapa!” 7 Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.

 

Tidak saja disebut umat Tuhan tapi diakui :

 

 

 

Jadi anak-anakNya

Become the sons

 

Pintu kemah bicara Yesus pembaptis Roh Kudus. Setelah menerima keselamatan, maka kepada yang seturut kehendak-Nya, Roh Kudus akan mengisi hati umat Tuhan, memampukan kita sekalian berseru “ya Abba, ya Bapa”. Suatu anugrah luar biasa, hak istimewa dapat memanggil Dia Bapa. Ini juga pesta!

 

Pintu Kemah yang di bukakan akan membuat orang percaya menerima kesucian. Hal ini hanya dimungkinkan bila di hati orang percaya ada Roh Kudus. Roh Kudus yang akan menjadi penolong, mengingatkan dan menuntun orang percaya untuk tetap bertahan dan melakukan kehendak-Nya dalam kebenaran.Roh Kudus yang mengisi hati, akan membantu anak Tuhan dalam keseharian hidup. Memampukannya untuk cakap menanggung segala perkara.

 

Murid Yesus yang mendengar dan bersedia membuka pintu untuk menerima Roh-Nya pada zaman gereja mula-mula berjumlah 120 murid. Mereka diminta untuk tinggal di Yerusalem setelah kebangkitan-Nya. Jumlah murid Yesus saat itu, diperkirakan lebih dari itu, namun yang mendengar dan melakukan perintah-Nya lah -yang saat itu ada di loteng Yerusalem-, tercatat menerima kepenuhan Roh sebagai kegenapan Janji-Nya yang luar biasa (Mat. 3:11; Kis. 1:4-5)

 

Bila Terima Roh Kudus. Maka Roh itu bersaksi bahwa kita adalah anak  Allah (Rom. 8:14-17), menjadi pewaris kerajaan Sorga, sewaris dengan Kristus sumber sukacita orang percaya.

 

Pertumbuhan di dalam pengiringan kepada Dia telah selangkah maju hingga kelak berjumpa dalam kesempurnaan.

 

 

 

C. Tabir / Tirai                                      Dibuka                                  Kesempurnaan                     

The Jeil                                            opened                                        Perfection       

 

Matius 27:51, “Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,  “

 

Tabir menggambarkan diri-Nya sebagai perobek daging. Saat karya salib tuntas dilaksanakan pembatas Ruangan Suci dan Ruangan Maha Suci terbelah. Sehingga dengan keberanian percaya dapat masuk ke dalam Ruangan Maha Suci (Ibr. 10:19), masuk dalam kemuliaan-Nya.

 

Ketika pintu tirai itu dibuka, orang percaya dapat memandang kemuliaan-Nya. Keagungan-Nya yang luar biasa di tampilkan. Pada posisi ini orang percaya akan :

 

 

Jadi kekasihNya / Mempelai

 

Kualitas hubungan yang jauh lebih tinggi secara spiritual, memenuhi standar Kasih ilahi yang tiada batas.

 

Setelah daging tidak bersuara, kita akan dimampukan untuk memandang kemuliaan-Nya. Hidup terus di sucikan, sampai puncaknya kelak, saat kedatangan-Nya tubuh jasmani akan berganti dengan tubuh kemuliaan.Sempurna seperti Dia yang adalah sempurna

 

7.6.  Nasehat Advice

 

Ibrani 3:7, “Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya,

 

        Bila mendengar ketokan pintu, mendengar suaraNya, nasehat Tuhan adalah :

       

 

 

Jangan keraskan hati – bertobatlah

Don’t harden your heart – repent                               

 

Saat membuka pintu, akan ada pengampunan. Berbuahkan sukacita yang menjadi bagian kita.

 

Hari-hari ini Tuhan terus memberkati kita, maka buka hati dan tinggalkan kelakuan yang lama. Dengan rela hati menerima kebenaran Firman, supaya Roh Kudus turun memenuhi hati kita dan kita disebut anak-anak Allah yang mewarisi Kerajaan Sorga.

 

Jemaat Laodikia di ajar sebagai wujud Cinta Kasih-Nya yang besar kepada mereka, demikian juga kita orang percaya di zaman akhir, di ajar untuk menerima kemuliaan. Bila bersedia membuka pintu hati, maka kemenangan besar pasti terjadi, cakap menanggung segala perkara.