Get Adobe Flash player
11 April 2011

Seri Khotbah Mingguan WSB 10 April 2011

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah, Khotbah Minggu | Tag

Khotbah minggu 3 April 2011 oleh hambaNya Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo ,Bc.M                        

 Uraian

 Contoh ketujuh The seven example  

Jemaat Laodikia The church of Laodicea

Wahyu 3:7-13

74.  Keadaan berikut The next condition

 

Wahyu 3:17, “Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,

 

Yang pertama jemaat Laodikia disebut jemaat yang suam-suam, yang kedua disebut arogan. Selanjutnya apa yang diucapkan tidak sesuai dengan kenyataannya. Jemaat Laodikia berarti :

 

 

Pembohong / Pendusta – Boaster / Liar

The Liar church – Gereja pembohong

 

Gereja pembual (Jw. nggedabrus), tidak cocok omongannya. Ini juga senada dengan kebiasaan suka meng-gosip. Bila tidak tahu jelas jangan berasumsi dalam menyikapi sesuatu, janganlah justru menambah-nambahkan sehingga berkembang ke arah yang tidak sesuai kebenaran. Orang percaya dididik untuk mengatakan ya bila iya, tidak bila tidak (Mat. 5:37), selebihnya dari itu berasal dari si jahat.

 

Jujur kepada diri sendiri, jujur dengan pasangannya, jujur kepada orang-tua. Jujur dalam lingkungan pekerjaan dan dalam pelayanan kepada Tuhan. Jangan lupakan, dosa pertama yang terjadi dalam sejarah gereja mula-mula dan menjadi pelajaran bagi jemaat kala itu adalah dosa dusta, dilakukan oleh Ananias dan Shafira (Kis 5:1-10).

 

Gereja hujan awal dinodai dengan dusta, sekarang zaman akhir jangan terjadi lagi. Berikan dengan benar bila telah bernazar kepada Tuhan, belajar jujur mengembalikan apa yang telah menjadi berkat Tuhan.

 

Jangan suka dusta, sebab yang suka dusta itu bukanlah ciri anak Tuhan, namun adalah anaknya iblis :

 

Yohanes 8:44, “Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

 

Yang suka bohong berarti anaknya iblis, Bapa pendusta adalah iblis, sebab tidak ada kebenaran di dalam dirinya :

 

 

 

Iblis adalah bapa pembohong – Satan is the liar’s father

 

Maka meski orang percaya tapi bila tetap suka bohong, meski jabatannya pendeta –imam-imam- tapi tidak bicara jujur maka berarti ia bukanlah anak Tuhan.

 

 

 7.5.  Jalan keluar The solution

 

Wahyu 3:18, “maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.

 

Jalan keluar yang Tuhan mau :

 

 

  1. Beli emas – Buy gold

      

Maleakhi 3:2-3, “Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. 3 Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN.  “

 

Ada artinya, tiga unsur yang Tuhan mau, berkenaan dengan tiga alat di Tabernakel. Di Ruangan Suci alat-alat yang ada disana semua serba keemasan, bicara salutan   kekudusan.

 

Emas bicara tentang kualitas kehidupan. Kedatangan Yesus yang pertama kedunia bicara pentahiran, minimal duakali secara fisik Yesus datang ke Bait Allah untuk menahirkan Bait Allah, dimasa itu. Belum lagi kotbah-kotbahnya yang jelas mengajarkan tentang kemurnian di hadapan Bapa.

 

Ketika Yesus hadir pertama kali, Ia bagaikan pemurni/pencuci logam yang menyucikan kaum Lewi dalam melayani Tuhan, bukan melayani untuk mencari keuntungan bagi diri sendiri.

 

Kehidupan menjadi cemerlang bagaikan pelita. Di dalam ruang suci Tabernakel ada Pelita Emas, yang dibuat dari emas utuh – pada pelita emas tidak ada sekrup- tapi dibakar dan dibentuk dari emas dengan ukiran yang lengkap.

 

Melalui proses pembakaran awal untuk membersihkan emas, ditempa berkali-kali dengan seksama, bukan dikerjakan dengan di cetak / di press seperti pada proses pabrik modern.

 

Seperti Yusuf dalam kehidupannya, di tempa hingga menghasilkan Yusuf yang mulia. Sejak masa remajanya Yusuf kerap dicibir, dicela bahkan ia ditelanjangi dan dibuang oleh saudara-saudaranya. Hingga selanjutnya di jual senilai budak belian. Yusuf  kemudian dibawa ke negeri asing. Yusuf telah ditempa berkali-kali, bagaikan mempersiapkan pelita emas. Terus  bertahan, dalam proses penyucian hingga tampil cemerlang.

 

Proses adalah suatu hal yang harus dilalui bila ingin berhasil. Biji gandum tidak akan berbuah lebat, bila biji itu tidak jatuh ke tanah dan mati. Hingga kemudian dapat tumbuh dan menghasilkan buah yang lebat.

 

Emas bicara kualitas pribadi, bila dikaitkan dengan :

 

2 Korintus 9:10-11, “Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu; 11 kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami.

 

Rasul Paulus mengajarkan kepada jemaat Korintus, bila tumbuh sehat maka jemaat akan tahu memberi kepada yang lain saat menerima berkat, tidak tamak dengan berkat.

 

Ingat, di dalam berkat ada terkandung roti dan benih, roti untuk dinikmati dan benih untuk ditabur.

 

Kualitas kepribadian yang dewasa, mantap, sudah melewati penyucian maka ia akan :

 

 

Kaya dengan kebajikan – Rich of virtue

 

Hidup yang memuliakan Tuhan, dan menyadari semua untuk kemuliaan Tuhan.Hidup seperti ini senada dengan Pelita Emas.

 

 

  1. Pakaian putih – White garment

 

Wahyu 19:8, “Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!” [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]

 

Untuk menutup ketelanjangan, jemaat Laodikia dianjurkan untuk mengenakan pakaian putih. Pakaian putih bicara kebenaran Firman.

 

 

Perbuatan benar dari orang-orang kudus

The righteous acts of the saints

 

Kita tidak saja sebatas tahu Firman Tuhan tapi menjadi pelaku Firman Tuhan, yang melakukan Firman-Nya bagaikan orang yang membangun rumah di atas batu karang. Menjadi kokoh meski ada terpaan gelombang

 

Adam dan Hawa menjadi telanjang, pakaian kemuliaan Tuhan hilang karena melanggar kebenaran –tidak berbuat benar-. Melanggar kebenaran Tuhan itu sama dengan menelanjangi diri.

 

Tapi dosa-dosa kita telah dibayar di kalvari, ketelanjangan manusia siap ditutup oleh Tuhan, maka kita dituntut menjadi pelaku Firman. Bila Tuhan mengajarkan jujur maka lakukanlah.

 

Memakai lenan halus berkilauan adalah perbuatan benar dari orang-orang Kudus. Orang percaya yang telah ada di ruang Kudus mengenakan pakaian kekudusan, ini ada kaitannya dengan meja roti sajian emas.

 

 

 

  1. Minyak pelumas mata – eye salve 

 

Efesus 1:18-23, “Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, 19 dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, 20 yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, 21 jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang. 22 Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. 23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.  “

 

2 Korintus 4:3-4, “Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, 4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.  “

 

Membeli minyak pelumas mata, supaya dapat melihat masalah-masalah spiritual. Minyak pelumas mata bicara perihal mezbah dupa emas / penyembahan-.

 

Jemaat Laodikia dikatakan buta, miskin, dan telanjang. Buta berarti tidak dapat melihat, mata hati yang buta tidak  akan dapat melihat kebenaran (2 Kor 4:3-4). Akhir zaman, iblis bekerja tiada henti supaya mata hati manusia menjadi tidak dapat melihat kebenaran.

 

Untuk itu sepanjang pelayananya rasul Paulus berdoa bagi jemaat Tuhan supaya diberi hikmat dan wahyu, supaya mata hati menjadi terang -terbuka- dan mengerti ibadah yang sejati

 

Di mezbah dupa yang dibakar adalah dupa, penyembahan kepada Dia. Menjadi intim dan melihat betapa dahyat kuasa-Nya, betapa besar anugrah yang Ia sediakan, juga kekayaan yang disediakan bagi orang kudus-Nya.

 

Jangan pernah lupa!! segala sesuatu telah diletakkan di bawah kaki Yesus.Bila mata hati tidak terang bagaimana bisa melihat hal ini.

 

Orang percaya harus berani bayar harga, korbankan waktu untuk mengerti kehendak-Nya dan mencari Dia dalam kekudusan-Nya.Mempersembahkan yang terbaik bagi Dia.

 

Membeli miyak pelumas mata dianjurkan supaya :

 

 

Kenal kuasa-Nya – Know His power

 

Kita punya Tuhan yang dahyat, punya kuasa, punya otoritas. Bukan pecundang, yang tidak berdaya. Kenali bahwa tidak ada yang sebanding dengan Dia, sebab Ia memiliki segala-galanya.

 

Mezbah dupa di dalam Tabernakel posisinya paling dekat dengan Tirai -pembatas ruangan Suci dan Ruangan Maha Suci-. Saat karya Salib diselesaikan oleh Yesus, tirai yang ada pada bait Allah Herodes terbelah dua. Memberikan arti, melalui korban

Kristus, hari-hari ini ibadah kita dimampukan melewati tirai, bisa mengetahui rahasia-rahasia terdalam dari-Nya, dan membuat kita semakin tenggelam di dalam penyerahan diri kepada Dia.                        

 

7.6.  Penutup Ending

 1 Tesalonika 5:23, “Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. “

 

              

Sempurna menjelang kedatangan-Nya ke-2

Perfect before His second coming                             

 

Bila kita sudah membeli emas yang sudah dimurnikan, mengenakan pakaian putih bersih, mata hati terbuka, maka ini adalah unsur kesempurnaan yang Tuhan  sediakan, sempurna tubuh jiwa dan roh. Kesempurnaan yang holistik, sempurna di dalam Dia. Dimana Dia ada kita juga ada. Haleluya!!

 

 

 

 

4 April 2011

Khotbah Minggu di WSB 3 April 2011

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah, Khotbah Minggu | Tag

Khotbah Minggu – Pdt. Dr. Gatut Budiono,Rektor SATI Malang

Minggu tanggal 27 Maret 2011

BELAJAR DARI ORANG MAJUS

Matius 2:1-12Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem 2 dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.” 3 Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. 4 Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. 5 Mereka berkata kepadanya: “Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: 6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.” 7 Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak. 8 Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: “Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya aku pun datang menyembah Dia.” 9 Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. 10 Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. 11 Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. 12 Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.”

 

Pernahkah kita menerima seorang tamu, yang meski hanya sebentar waktu kunjungannya namun memberikan kesan yang sulit untuk dilupakan? Bahkan mungkin nama tamu itu, kita sudah tidak ingat lagi, tapi pakaian, gaya atau perilakunya tetap mudah diingat.

Senada dengan hal di atas, orang percaya pasti pernah mendengar cerita tentang orang Majus. Kitab Suci yang digunakan oleh umat Kristen memang tidak mencatat nama ketiga orang Majus itu, tapi kehadirannya akan selalu dikenang oleh orang percaya, khususnya pada masa raya natal.

Ya, kebanyakan orang percaya mendengar kisah orang Majus menjelang natal, meski sesungguhnya kedatangan orang Majus tidaklah tepat saat Yesus lahir ke dunia.

Kini kita akan belajar lebih dalam dari kunjungan orang Majus yang dicatat oleh Kitab Suci sebagai  inspirasi bagi kehidupan kita.

Ada empat pelajaran kebenaran yang memberikan gambaran bagaimana semestinya menjadi anak-anak Tuhan, ini disampaikan oleh Matius secara tidak langsung saat ia menulis kunjungan orang Majus di injil Matius. Meneguhkan fakta betapa baiknya Allah kita.

Allah yang luar biasa, yang sangat kaya dengan cara-Nya memanggil ciptaan-Nya untuk datang menyembah Dia. Apa yang dituliskan dalam Kitab Suci tidak terbantahkan. Seluruh Kitab Suci menceritakan Allah kita, Allah yang tidak ekslusif yang suka merangkul siapa saja untuk menjadi umat-Nya.

 

1. Allah itu tidak ekslusif :

Orang Majus yang datang untuk berjumpa dengan Yesus bukanlah umat Allah, bukan orang Yahudi, bukan pula orang Israel, tetapi dari keturunan bangsa Asyur, dari Babel yang berada di negeri yang jauh dari kota Betlehem.

Saat natal pertama, orang Majus juga menerima undangan, diperoleh melalui pengertian yang mereka terima sejak nenek moyang mereka, yaitu lewat ilmu perbintangan. Pada masa itu ilmu perbintangan telah dikenal, dan hanya orang tertentu yang mampu mempelajarinya. Pada masa itu pula, sejarah dunia mencatat ada kepercayaan Zoroaster yang bersinggungan dengan perihal semesta dan perbintangan.

Namun meski berasal dari negeri yang jauh, dengan Kasih Allah yang tidak terbatas. Melalui ilmu serta pengertian yang mereka miliki sejak turun-temurun, “bila terlihat bintang yang besar, maka raja besar sedang lahir” mereka “ditarik” untuk natalan. Orang Majus mengikuti bintang itu, dengan tujuan untuk datang menyembah Sang Raja Besar.  Membawa orang Majus datang kepada Allah

Allah yang baik, rindu semua manusia menyembah-Nya, Ia ingin semua masuk ke dalam kerajaan-Nya maka pesan itu disampaikan kepada semua orang.

Allah kita adalah Allah yang baik, salah satu sifat Bapa itu inklusif atau tidak ekslusif, maka anak-anak-Nya juga dituntut untuk tidak eklusif.

Orang Kristen juga tidak ekslusif

 

 

 

Jemaat mula-mula meneladankan pula hidup yang tidak ekslusif, hidup mereka menjadi berkat bagi banyak orang. Maka, senada dengan hal di atas bila gereja tidak ekslusif, maka pasti akan memberkati banyak orang

2. Orang-orang Majus betul-betul niat dan serius

Bila kita lihat dari sisi orang-orang Majus, betapa luar biasa tindakan yang mereka lakukan. Dengan melihat bintang saja, mereka percaya dan bertindak. Padahal bila melihat dari pengetahuan dan kemampuan yang mereka miliki untuk datang berkunjung ke Betlehem mereka adalah orang terpandang dan cerdik pandai. Orang Majus rela menempuh jarak dan waktu yang panjang selama 1,5 tahun melewati darat, meninggalkan segala aktivitas sehari-hari mereka ditempat asalnya.

Orang Majus mengikuti bintang itu, ketika sesampainya di tanah Yudea, mereka berkunjung ke Herodes untuk mencari tahu. Herodes saat mendengar ada raja yang lahir, ia berpesan kepada orang Majus untuk mencari raja yang baru lahir itu.

 

Waktu tempuh 1,5 tahun perjalanan hingga sampai di Yudea, disimpulkan dari pernyataan orang Majus itu sendiri. Orang Majus yang datang kepada Herodes pada kala itu telah berdialog dengan Herodes, dan Herodes mengetahui bahwa orang Majus telah melihat bintang yang sejak 1, 5 tahun yang lalu. Maka kelak setelah orang Majus tidak kembali datang kepada Herodes, dengan didorong niat jahat, Herodes memerintahkan untuk membunuh semua bayi dibawah 2 tahun (Mat. 2:16)

Perjalanan yang ditempuh sangat jauh (1,5 tahun), berbiaya yang besar. Jadi selama 3 tahun mereka off –berhenti- dari aktivitas sehari-harinya untuk berjumpa dengan Sang Raja lalu pulang kembali ke negerinya. Suatu perjuangan dan pengorbanan besar telah dilakukan oleh orang Majus.

Bila tidak niat dan serius, tentu mereka tidak mau menempuh perjalanan yang jauh dari sungai Tigris dan Efrat sampai ke Yudea. Perjalanan memutar dikarenakan keadaan geografis saat itu, dengan ditempuh melalui perjalanan darat menunggang kendaraan yang lazim saat itu pula –onta- sehingga tidak bisa secepat sarana transportasi zaman modern.

Betapa bersyukur bila kita dapat beribadah di hari-hari. Apalagi bila kita beribadah dengan sarana transportasi yang telah memadai. Ada rahasia besar dalam ibadah orang percaya kepada-Nya, dan membawa manfaat besar pula bagi orang percaya.

 

3. Walaupun sangat terhormat, tapi rendah hati

Mereka mau menyembah kepada Anak itu di rumah tersebut. Kata rumah ini menjelaskan bahwa, tidak seperti ilustrasi atau cerita yang sering ditampilkan saat perayaan natal, orang Majus datang menyembah Yesus di kandang. Tapi orang Majus datang ke sebuah rumah.  Yusuf, Maria, dan Yesus tidaklah lama tinggal di kandang, hanya sesaat sebab pada malam Maria akan melahirkan seluruh penginapan yang ada telah terisi penuh. Kandang inipun yang dimaksud bukanlah kandang peternakan tapi identik dengan tempat parkir, sebab penginapan masa itu menyediakan tempat parkir atau kandang untuk kendaraan yang lazim digunakan kala itu -keledai, unta- .

“Di hati yang rendah dan menyembah, tangan terbuka dan siap berkorban”

 

Saat orang Majus datang, sudah tidak di kandang lagi tapi di rumah. Mereka datang dan menyembah Yesus. Tidak datang dengan tangan kosong, tapi ucapan syukur dan bhakti ditunjukkan dengan mempersembahkan sesuatu yang berharga. Sebab :

 

Orang Majus datang dengan membawa persembahan: emas batangan, kemenyan berharga, dan mur (ingg. myrhh=ramuan yang dipakai untuk wewangian, biasanya harganya mahal).  

Dapat dirasakan betapa penuh sukacita suasana saat itu. Orang Majus yang datang dari negeri yang jauh telah berhasil menunaikan misi mereka.

Setelah berjumpa dengan Yesus dan mempersembahkan korban, merekapun beranjak pulang kembali ke negerinya.

Setelah kepulangan orang Majus, malaikat datang memperingatkan Yusuf melalui mimpi untuk membawa keluarganya pergi ke Mesir. Ada bahaya yang mengancam, sebab Herodes akan murka, ketika orang Majus tidak datang kembali kepadanya untuk menunjukkan dimana raja besar yang telah lahir itu.

Herodes akhirnya memerintahkan semua anak dibawah 2 tahun harus dibunuh. Tapi Yusuf dan keluarganya telah pergi ke Mesir atas suruhan Tuhan hingga bahaya berlalu.

Lalu dananya darimana untuk pergi ke Mesir dan tinggal di sana –sampai batas waktu yang belum ditentukan sebelumnya-? Dari persembahan orang-orang Majus itu. Tuhan sudah persiapkan segalanya, lewat kedatangan orang Majus. Orang yang datang dari negeri yang jauh –bukan sanak, bukan sesuku, penampilan fisik juga mungkin berbeda- tapi dipersiapkan Tuhan untuk mendukung pelayanan kemuliaan-Nya. Betapa dahyat Allah kita..

 

4. Setelah sukses besar, tetap terbuka pada pimpinan Tuhan

Setelah berhasil menyembah Tuhan, orang Majus yang beranjak pulang diperingatkan Tuhan melalui mimpi untuk tidak kembali kepada Herodes dan mengambil jalan lain bukan jalan yang telah dilaluinya. Mereka menurut walaupun jalannya menjadi lebih jauh.

Orang Majus terbuka dengan petunjuk Tuhan, bersedia mendengar arahan Tuhan dan melakukannya. Demikian halnya, anak Tuhan harus siap menerima pimpinan Tuhan, termasuk diminta menempuh jalan baru.

Jangan pernah merasa mampu, beralasan telah bertahun-tahun melewati jalan yang lama. Tuhan pasti punya rencana yang jauh lebih indah dan sempurna bagi kebaikan umat yang di Cintai-Nya. Menghadapi tantangan kehidupan di zaman akhir ini kita harus siap, mohon selalu pimpinan Tuhan yang segar setiap hari untuk membawa umat-Nya kepada kemenangan. Kemenangan yang besar!!

28 March 2011

Seri Khotbah dari WSB edisi 27 Maret 2011

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah, Khotbah Minggu | Tag

Uraian Khotbah MInggu 20 Maret 2011

Oleh hambanya Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo,B.cM

 Contoh ketujuh The seven example  

Jemaat Laodikia The church of Laodicea

Wahyu 3:7-13

80.  Kesimpulan The conclusion

 Wahyu 21:1-8, “Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi. 2 Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. 3 Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. 4 Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” 5 Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!” Dan firman-Nya: “Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar.” 6 Firman-Nya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. 7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku. 8 Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.”

 Ajaran dan didikan Tuhan itu mengarah kepada sesuatu yang jelas. Ada suasana kehidupan yang baru dan mulia yang menjadi hasil, dan itu adalah suatu kemenangan besar. Jemaat-jemaat yang dituliskan oleh Rasul Paulus, dipuji dan juga ditegor supaya menerima kemenangan. Bersama kita akan lihat, kesimpulan dari pengajaran-Nya kepada jemaat yang diajarkan melalui jemaat Laodikia.

 Tentu pernah mendengar nama kota Yerusalem. Nah, nama kota Yerusalem yang ada sejak zaman Daud akan dikekalkan.

 Bila menengok  kota Yerusalem yang ada di bumi saat ini, kota ini adalah kota yang penuh keunikan. Selain indah, Yerusalem memiliki sejarah yang panjang. Empat puluh empat kali pernah dihancurkan, namun sebanyak empat puluh empat kali pula kota ini dibangun kembali dari kehancurannya, dan kota Yerusalem hingga kini masih tegar berdiri.

 Nama kota Yerusalem tetap dipakai tapi Yerusalem Baru akan jauh berbeda. Jauh lebih indah dan jauh lebih mulia. 

 Orang percaya yang terus meningkat pertumbuhan spiritualnya akan masuk dalam kota kekekalan itu. Yerusalem baru, kota yang kelak sama sekali baru, sebab oleh-Nya :

 Segala sesuatu dijadikan baru – All thing’s made new

 Kota Yerusalem Baru kelak, lebih megah dan mulia lagi, kota yang sangat indah dan tiada bandingnya dengan kota-kota di bumi. Ketika Yesus kembali ke Sorga, Ia mempersiapkan tempat ini bagi bagi umat-Nya (Yoh 14:2-3), bila waktu-Nya tiba Ia akan menjemput umat yang dikasihi dan mengasihi-Nya dan membawa ketempat itu, sehingga dimana Dia ada, mereka juga ada.

 Pembaruan terus bergulir, hingga masuk ke Yerusalem baru :   

 81.  Untuk siapa? For whom?

 Wahyu 21:7, “Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.

 Siapa saja yang menang akan memperoleh semua, Yerusalem baru, langit baru diberikan kepada mereka yang mendapat predikat pemenang :

 Untuk para pemenang – For the winners       

 Hidup ini bagai perang (Ayub 7:1), ada pergumulan semasa hidup di dunia. Melawan roh jahat di udara, serta melawan keinginan dalam diri – berperang dengan kenginan daging / kedagingan- dan harus menang. Kenginan daging yang dibuahi akan menjadi dosa, dan dosa bila sudah matang pasti mendatangkan maut.

 Hanya pemenang yang dapat menikmati kehidupan yang indah dan mulia kelak. Sebab siapa yang menang akan menerima :

 Warisan kekal – An eternal legacy     

 Semua akan langgeng, tidak sementara seperti dibumi. Di sana ada makanan rohani, tubuh kemuliaan, hidup dalam suasana kerajaan Allah. Suatu tempat sangat indah, yang tidak dapat dituliskan dengan kata-kata dan semuanya berlangsung kekal.

 Kita masih ingat tujuh surat yang dialamatkan kepada tujuh jemaat oleh Rasul Paulus, selalu diakhiri kalimat “…barangsiapa yang menang..” supaya beroleh kemenangan beberapa sidang jemaat dipuji dan dimotivasi untuk terus mempertahankan prestasi, tapi ada pula jemaat yang ditegor sebagai bagian dari perhatian-Nya. Salah satu jemaat yang ditegor adalah jemaat Laodikia.

 Allah orang percaya punya karakter selain Maha Kasih tapi juga Maha Adil. Keadilan-Nya yang akan berbicara “lautan api”. Keadilan-Nya yag tidak mengijinkan kedagingan masuk ke Sorga-Nya. Semua di berikan hanya kepada yang menang!

 Ingat – Remember

 Pemenang akan menerimaThe overcome will recive

 Wahyu 2:11, “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua.”  “     

 Yang menang akan menerima :

 Hidup kekal – Eternal life

 Ada jaminan akan kehidupan kelak. Saat semua menghadap tahta putih, untuk menentukan hidup selanjutnya, orang percaya yang menang akan luput dari kemtatian kedua. Yang menang akan bersama dengan Dia dalam kekekalan yang tiada batas keindahannya, 

 Wahyu 2:17, “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapa pun, selain oleh yang menerimanya.”  “          

 Kepada yang menang akan diberikan :

            Nama baru – The new name

 Sebuah nama yang kekal di sana, dan unik. Tidak akan terjadi nama yang sama untuk orang berbeda, hanya satu nama untuk satu orang layaknya sidik jari dan kornea mata yang masing-masing berbeda satu dengan yang lainnya.

 Maka bersukacitalah kalau namamu ada di dalam buku kehidupan, sabda Yesus. Berjuanglah untuk mendengar dan melakukan Firman-Nya, supaya nama kita ada di sana (Lukas 10:19-20).

 Selalu waspada dengan tipu daya iblis yang tidak suka nama orang percaya ada disana, kuasa iblis sudah dihancurkan memungkinkan orang percaya dapat menghalau iblis yang berusaha menjatuhkan iman orang percaya   

 Wahyu 3:5, “Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.

 Yang menang akan diberikan pakaian putih bersih :

            Jubah kebenaran – The robes of rightousness

 Hari-hari ini adalah perjuangan, akan ada yang menang dan ada yang kalah. Sejauh kita terima Kristus dan terus berjuang tidak sampai gugur iman dalam ketekunan melakukan kehendak-Nya. Sabda Tuhan menjamin orang percaya akan menang, ia di bela di hadapan Bapa dan dihadapan malaikat-Nya (Yesaya 61:10).

Wahyu 2:26, “Dan barangsiapa menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa;  “

 Kepada yang menang akan beroleh :

            Kuasa atas bangsa-bangsa– Power over the nations

 Ini berlaku kepada semua orang percaya yang menang. Seperti halnya ada jaminan bagi bangsa Israel (Ul 28:1), jaminan itu juga berlaku bagi orang percaya non Israel. Yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, setia sampai akhir akan menerima kuasa atas bangsa-bangsa.

 Wahyu 3:12, “Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru

 Yang menang akan dijadikan :

                        Sokoguru Bait Suci Allah – The pillar of the temple of God

 Tetap di dalam rumah Allah. Tetap menjadi umat Tuhan, dan Tuhan ada di dalam kehidupannya. Terus punya kesempatan melayani Tuhan selama-lamanya, hidup dan pelayanannya dihargai dihadapan Tuhan.

 Wahyu 2:7, “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah.  “

        

Wahyu 2:17, “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapa pun, selain oleh yang menerimanya.

Kepada yang menang akan diberikan :

 Makanan rohani – The spiritual food

 Keperluannya akan dicukupi dalam hal makanan. Karena tubuh telah menjadi rohani, maka makanannyapun adalah makanan rohani. Makanan yang bersifat kekal.

 Dberi makan dari pohon yang ada di Firdaus, pohon kehidupan. Buah pohon kehidupan tidak sembarangan boleh dimakan, kecuali kepada yang diberikan hak oleh-Nya.

 Pada mula kejadian, pohon kehidupan ini dijaga sebab bila manusia memakannya ia akan beroleh kekekalan (Kej. 3:22), sesaat manusia melanggar ketetapan Allah mereka diusir dari taman Firdaus, dan pintu taman dijaga oleh malaikat dengan pedang yang bernyala.

 

Manusia diusir, sebab bila sampai makan dengan kehidupan yang telah tercemar dosa, maka mereka akan kekal dalam dosa. Hal itu akan menjadi sesuatu yang akan menyengsarakan manusia.

 

Hingga rancangan-Nya yang indah berlaku, Ia dengan rela mengutus Putra-Nya untuk menebus manusia kembali supaya menjadi milik-Nya lagi. Yang menerima-Nya akan beroleh selamat, dan beroleh warisan kekal termasuk akan menerima makanan rohani, buah dari pohon el-hayat. 

 

  1. Wahyu 3:21, “Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya. “      

 

Yang menang akan didudukkan bersama-sama dengan Dia di atas Tahta-Nya, atau sama dengan:

 

 

           Memerintah bersama Dia – Rule with Him

 

Suatu posisi yang luar biasa. Orang percaya yang menerima hal ini, sama halnya dengan memperoleh kemenangan besar, sebab tidak semua orang percaya dapat menerimanya.

 

Bila kita melihat skema Tabernakel, suasana pemerintahan ada di dalam wilayah kesempurnaan (aras putih)

 

Gambar Skema Tabernakel

Kemuliaan Allah terasa di seluruh kerajaan, tapi tidak semua akan ada di aras putih, ditentukan  seturut karya pengabdian orang percaya di bumi.

 

Untuk sampai pada posisi ini kita perlu penolong –Roh Kudus-, memiliki sikap hidup yag jelas, bertumbuh sehat, hingga disempurnakan.

 

Manusia adalah ciptaan yang istimewa dihadapan Allah, secara mendasar Allah sudah mengatur sedemikian rupa, kewenangan Allah itu diberikan secara tidak lansung melalui penugasan kepada malaikan untuk untuk melayani manusia (ibr 1:14).

 

Orang percaya yang mendapat jaminan keselamatan dilayani oleh malaikat, suatu hal yang memberikan gambaran betapa besar perhatian-Nya kepada milik-Nya.

 

Sejarah bangsa Israel mencatat, saat bangsa ini akan memasuki kota Yerikho. Malaikat Tuhan berkarya lebih dulu, mereka meneguhkan dan berperang bersama bangsa Israel. Ketika bangsa Israel taat, Dia berperang ganti kita. Maka pada setiap ujian kehidupan bila yang orang percaya hadapi itu seijin Tuhan maka pasti ada hasil yang positif.

 

 Siapa yang dikatakan pemenang?  – Who are the winners?

 

Orang percaya atau pribadi-pribadi yang tekun dan setia kepada-Nya, dalam wujud :

 

 

Tunduk Firman Allah sampai mengalami keubahan wujud seperti Dia

Obey the word until have transformation as Him

 

Kolose 3:10, “dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;

 

Berjuang untuk bersedia belajar dan diajar oleh pengajaran-Nya, sampai menampakkan perubahan yang berarti dalam sikap, perilaku, dan tindakan nyata dalam kehidupannya.

 

Tidak sebatas menerima Firman Allah hanya menjadi pengetahuan (Ibr. logos) tapi menjadi tindakan iman yang nyata (Ibr. rhema), menginspirasikan kehidupan orang percaya untuk melangkah hingga memperoleh kemenangan, dan kemenangannya adalah kemenangan besar!

 

 

82.  Penutup Ending

 

Ibrani 5:8, “Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya,

 

Filipi 2:5-8, “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

 

Mencapai kemenangan ada perjuangannya, untuk menerima segala hal yang baru kelak ada prosesnya.

 

Yesus dimuliakan oleh Bapa, Ia dikaruniakan nama segala nama juga bukan didapat dari hasil yang serta merta , tetapi dari suatu proses ketaatan yang sangat luar biasa untuk menjalankan kehendak Bapa.

 

Yesus Kristus, junjungan orang percaya memberikan teladan kebenaran. Ia telah ada di sorga, menyediakan tempat bagi orang percaya. Maka untuk beroleh hasil yang sama :  

             

Ikutilah teladan-Nya !

Follow His example!                          

 

 

Menjadi taat dan setia kepada kehendak-Nya dalam kehidupan kita. Tentu hal ini tidak mudah, manusia punya kecenderungan tidak taat. Tapi Yesus dalam kemanusiaan-Nya meneladankan untuk belajar taat, sebagai pengikut-Nya kita pun dituntut hal yang sama, belajar taat.

 

Belajar, menuruti teladan-Nya, menuruti jejak kaki-Nya hingga keluar menjadi pemenang. Menguasai diri untuk selalu fokus pada kehendak-Nya, dan bukan menuruti keinginan daging yang pasti tidak sudi dikekang. Ingat, orang yang mampu menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota (Ams 16:32).

 

Penguasaan diri adalah sesuatu yang luar biasa, ia akan lebih dari pahlawan yang menaklukan kota. Teruslah minta Roh Kudus untuk berdiam di dalam kehidupan kita dan memberi tuntunan supaya dapat melangkah sesuai kehendak-Nya.

 

Sadar, bila berhasil itu berarti campur tangan Tuhan, dan tidak menjadi arogan. Dari upaya yang sederhana berhasil menaklukan keinginan diri, keakuan diri dan terus berjuang di jalur-Nya Tuhan, maka cepat atau lambat kita akan dapati kehidupan yang berkemenangan besar!!!   

 

 

 

24 March 2011

Khotbah Minggu 13 Maret 2011

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah, Khotbah Minggu | Tag

Oleh hamba-Nya Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo,B.cM

Uraian

 Contoh ketujuh The seven example  

Jemaat Laodikia The church of Laodicea

Wahyu 3:7-13

77.  Fakta KasihNya The fact of His Love

 Wahyu 3:19, “Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!

Yang dikasihi Tuhan, jemaat Laodikia diberi hajaran yang mengarah kepada kekudusan (Jw. Diuruk’i). Cinta Kasih Allah tidak saja dipahami sebatas Kasih yang lembut, namun untuk kepentingan pertumbuhan jemaatNya, jemaat itu akan : 

 

Ditegor dan diajar – Rebuked & Chastened

 Dia yang mengasihi  menegor jemaat Laodikia supaya menjadi lebih baik. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari didikan yang seturut rencana-Nya.

 Tujuannya- The purpose

 Ibrani 12:5-11, “ Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: “Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; 6 karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.7 Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? 8 Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang. 9 Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup? 10 Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya. 11 Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.

 Ajaran atau didikan Tuhan ada tujuan-Nya demi kebaikan umat-Nya. Supaya kita mencapai standar atau beroleh dalam :

Kekudusan – Holiness

Meski awalnya, ajaran Tuhan dirasakan tidak enak secara daging, tapi kemudian akan menghasilkan sukacita sebagai buahnya.

 

Bila sesuatu hal Tuhan ijinkan terjadi, hal itu pasti akan membawa kebaikan bagi umat-Nya. Sebab demikianlah memang rancangan-Nya, rancangan damai sejahtera.

 

Sejak orang percaya mengakui Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat, dan hidup dalam ketaatan pada Firman-Nya maka Ia adalah milik Tuhan. Sebagai milik-Nya, tidak akan ada satu kuasapun dapat mendekati tanpa seijin-Nya. Milik-Nya akan terus dijaga dan dipelihara.

Ajaran yang diijinkan Tuhan terjadi dalam kehidupan umat-Nya akan menjadikan orang percaya punya kualitas spiritual yang terus meningkat, hingga kelak disempurnakan oleh-Nya pada masa-Nya.

 Maka, bila tegoran / ajaran itu diberikan kta wajib memberikan respon yang benar.  

  7.8.  Respon yang benar The real reaction

 Wahyu 3:20 “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.

 Tuhan yang mengasihi manusia rindu masuk ke dalam kehidupan umat-Nya. Ia mengetok pintu hati berulang-ulang. Jika ada yang mendengar yang Ia harapkan adalah :

Buka pintu hati – Open the heart       

 Ia tetap mengetok, hingga orang itu rela membukakan pintu. Bila respon yang benar dilakukan dengan membuka pintu hati, Ia akan masuk dan akan ada : 

 

 

 

Pesta – celebrate

 

Bila itu adalah kita, Ia masuk dalam kehidupan kita, memberikan sukacita dan beragam hal positif lainnya. Setiap hari-hari yang dilalui orang percaya yang rela membuka pintu hatinya akan selalu diisi dengan perayaan. Momen penuh keindahan dan penuh ucapan syukur sambung menyambung tiada putusnya.

 

Bicara tentang pintu, Yesus sendiri berkata bahwa “Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. “( Yoh. 10:9), Ia juga adalah Gembala Yang Baik  yang menuntun domba-dombaNya ke padang rumput pemeliharaan. Ia akan menuntun umat-Nya tergembala, masuk dalam negeri perhentian yang sejati, ini adalah suasana pesta.

 

Dalam bagian Tabernakel terdapat pintu-pintu. Ada yang disebut pintu gerbang, pintu kemah dan pintu tirai. Tiga pintu itu merefleksikan Kristus dalam karya-Nya, dalam kepribadian yang berbeda sebagai jalan.

 

Dimulai dari jalan kebenaran. “Karena begitu besar Kasih Bapa,..Ia karuniakan Putra-Nya supaya yang percaya – yang membuka pintuhatinya- tidak binasa (Yoh. 3:16). Jalan kepada Bapa, hanya mungkin terjadi melalui Putra-Nya.  

 

Bersyukur bila kita telah menanggapi dengan benar. Menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat (Rom. 10:9-10), akan beroleh keselamatan. Hal ini dalam Tabernakel bagai melewati Pintu Gerbang.

 

 

 

A. Pintu gerbang                        Dibuka                                Terima keselamatan

The gate                                      opened                                receive salvation

 

Efesus 2:8-10, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.  “

 

Roma 10:9-10, “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. 10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

 

Yesaya 61:10, “Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya.

 

Suara-Nya yang berseru tentang betapa besar Cinta Kasih-Nya, laksana Dia yang mengetuk pintu. Saat seseorang merespon dengan membuka pintu hati. Keselamatan yang kekal diberikan. Jaminan yang pasti bahwa ia yang menerima-Nya tidak akan binasa, ini sebuah pesta!  Disahkan :

 

 

Jadi umat Tuhan – Become the people of the Lord

 

Yesus menampilkan diri-Nya sebagai pintu, Ia adalah jalan keselamatan dan hidup. Yesus tidak datang ke dalam dunia untuk mendirikan agama tapi menganugrahkan keselamatan. Yesus Kristus adalah penyelamat manusia!!

 

 

 

B. Pintu Kemah                                      Dibuka                               Terima kesucian

The door                                      opened                                receive holiness

 

Galatia 4:6-7, “Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: “ya Abba, ya Bapa!” 7 Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.

 

Tidak saja disebut umat Tuhan tapi diakui :

 

 

 

Jadi anak-anakNya

Become the sons

 

Pintu kemah bicara Yesus pembaptis Roh Kudus. Setelah menerima keselamatan, maka kepada yang seturut kehendak-Nya, Roh Kudus akan mengisi hati umat Tuhan, memampukan kita sekalian berseru “ya Abba, ya Bapa”. Suatu anugrah luar biasa, hak istimewa dapat memanggil Dia Bapa. Ini juga pesta!

 

Pintu Kemah yang di bukakan akan membuat orang percaya menerima kesucian. Hal ini hanya dimungkinkan bila di hati orang percaya ada Roh Kudus. Roh Kudus yang akan menjadi penolong, mengingatkan dan menuntun orang percaya untuk tetap bertahan dan melakukan kehendak-Nya dalam kebenaran.Roh Kudus yang mengisi hati, akan membantu anak Tuhan dalam keseharian hidup. Memampukannya untuk cakap menanggung segala perkara.

 

Murid Yesus yang mendengar dan bersedia membuka pintu untuk menerima Roh-Nya pada zaman gereja mula-mula berjumlah 120 murid. Mereka diminta untuk tinggal di Yerusalem setelah kebangkitan-Nya. Jumlah murid Yesus saat itu, diperkirakan lebih dari itu, namun yang mendengar dan melakukan perintah-Nya lah -yang saat itu ada di loteng Yerusalem-, tercatat menerima kepenuhan Roh sebagai kegenapan Janji-Nya yang luar biasa (Mat. 3:11; Kis. 1:4-5)

 

Bila Terima Roh Kudus. Maka Roh itu bersaksi bahwa kita adalah anak  Allah (Rom. 8:14-17), menjadi pewaris kerajaan Sorga, sewaris dengan Kristus sumber sukacita orang percaya.

 

Pertumbuhan di dalam pengiringan kepada Dia telah selangkah maju hingga kelak berjumpa dalam kesempurnaan.

 

 

 

C. Tabir / Tirai                                      Dibuka                                  Kesempurnaan                     

The Jeil                                            opened                                        Perfection       

 

Matius 27:51, “Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,  “

 

Tabir menggambarkan diri-Nya sebagai perobek daging. Saat karya salib tuntas dilaksanakan pembatas Ruangan Suci dan Ruangan Maha Suci terbelah. Sehingga dengan keberanian percaya dapat masuk ke dalam Ruangan Maha Suci (Ibr. 10:19), masuk dalam kemuliaan-Nya.

 

Ketika pintu tirai itu dibuka, orang percaya dapat memandang kemuliaan-Nya. Keagungan-Nya yang luar biasa di tampilkan. Pada posisi ini orang percaya akan :

 

 

Jadi kekasihNya / Mempelai

 

Kualitas hubungan yang jauh lebih tinggi secara spiritual, memenuhi standar Kasih ilahi yang tiada batas.

 

Setelah daging tidak bersuara, kita akan dimampukan untuk memandang kemuliaan-Nya. Hidup terus di sucikan, sampai puncaknya kelak, saat kedatangan-Nya tubuh jasmani akan berganti dengan tubuh kemuliaan.Sempurna seperti Dia yang adalah sempurna

 

7.6.  Nasehat Advice

 

Ibrani 3:7, “Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya,

 

        Bila mendengar ketokan pintu, mendengar suaraNya, nasehat Tuhan adalah :

       

 

 

Jangan keraskan hati – bertobatlah

Don’t harden your heart – repent                               

 

Saat membuka pintu, akan ada pengampunan. Berbuahkan sukacita yang menjadi bagian kita.

 

Hari-hari ini Tuhan terus memberkati kita, maka buka hati dan tinggalkan kelakuan yang lama. Dengan rela hati menerima kebenaran Firman, supaya Roh Kudus turun memenuhi hati kita dan kita disebut anak-anak Allah yang mewarisi Kerajaan Sorga.

 

Jemaat Laodikia di ajar sebagai wujud Cinta Kasih-Nya yang besar kepada mereka, demikian juga kita orang percaya di zaman akhir, di ajar untuk menerima kemuliaan. Bila bersedia membuka pintu hati, maka kemenangan besar pasti terjadi, cakap menanggung segala perkara.  

 

 

 

 

28 February 2011

Dampak Kesaksian yang Hidup

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah, Khotbah Minggu | Tag

ibadah_setiabudiRingkasan khotbah minggu pagi

20 Februari 2011

 DAMPAK KESAKSIAN YANG HIDUP.

II Raja-raja 5:1-6

Oleh Pdp. Supardji Utomo

 Pagi ini bersama-sama kita akan belajar tentang dampak kesaksian yang hidup. Pelajaran yang berharga ini kita pelajari dari kisah Namaan, yaitu dari kesaksian hidup tokoh-tokoh yang ada di dalamnya. Ada beberapa tokoh dalam kisah Naaman ini antara lain : Raja Aram, Raja Isarel, Naaman, Anak Perempuan yang tertawan/pegawai-pegawai Naaman, Elisa, dan Gehazi. Namun pagi ini kita akan mempelajari dua figur saja yaitu, Naaman dan anak perempuan Israel yang tertawan.

 

Apa yang  pagi ini kita pelajari juga berkaitan dengan misi gereja kita pada butir pertama yaitu : memperlengkapi talenta  dan memberdayakan karunia jemaat. Seperti yang disampaikan Bapak Gembala melalui khotbahnya pada pertengahan tahun 1995 / 1996, Allah berkarya melalui gereja lokal dengan lima jawatan yaitu : Rasul, Nabi, Penginjil, Gembala, Guru dan diperlengkapi dengan karunia-karunia, ini bagaikan kesatuan dari satu tubuh, menyatu dan saling bekerja sama. Tidak ada satu bagianpun dari tubuh kita, terutama sel yang hidup yang tidak berguna, semua memiliki peran, semua ada manfaatnya mulai dari ujung rambut hingga telapak kaki.

 

Dalam sebuah bukunya Juan Carlos Curtis yang adalah  pendeta sekaligus penginjil mengisahkan bahwa  ia telah memulai pelayanannya dengan seratus delapan puluh empat orang, kemuadian ia mengikuti seminar dan membaca banyak buku dan kemudian diterapkan dalam pelayanannya. Gerejanya berkembang, jemaatnya menjadi enam ratus orang, tetapi dengan jumlah yang sedemikian perkembangan menjadi  stacknan/berhenti, pelayanannya tidak bertambah lagi, sekalipun bertambah mereka tidak bertumbuh . Setelah bergumul dua minggu, mengambil waktu secara pribadi untuk berdoa kepada Tuhan, ia menemukan bahwa ia harus turun kepada jemaat, harus menyatu dengan mereka. Dengan demikian, maka ia akan menemukan talenta-talenta  yang dimiliki jemaatnya. Semua komponen gereja harus mendukung Visi &Misi gereja, bagi orang percaya tidak ada yang boleh nganggur.

 

Kembali lagi pada kisah Naaman, pada  ayat pertama kita bisa mengetahui bahwa, Naaman adalah panglima raja Aram, orang yang terpandang di hadapan tuannya dan sangat disayangi tuannya, dikenang oleh Tuhan, tetapi ia juga pahlawan yang sedang sakit kusta. Naaman adalah gambaran orang yang sedang mencapai puncak kejayaan, bukan saja jabatan, posisi dalam pemerintahan, tetapi ia juga sangat kaya, berlimpah secara finansial. Hal ini disebutkan pada ayat lima : “Lalu pergilah Naaman dan membawa sebagai persembahan sepuluh talenta perak dan enam ribu syikal emas dan sepuluh potong pakaian” Jika dihitung, satu  talenta sama dengan tiga puluh empat kilogram, jadi  sepuluh talenta sama dengan tiga ratus empat puluh kilogram. Jika satu gram perak nilai jualnya enam puluh ribu pergram menurut data dari geogle, maka total semuanya senilai dua puluh empat miliar empat ratus juta rupiah. Sedangkan satu syikal sama dengan sebelas koma empat gram, satu gram emas dua puluh empat karat saat ini harganya empat ratus tiga puluh empat ribu lima ratus rupiah, maka enam ribu syikal emas, nilainya dua puluh sembilan miliar tujuh ratus Sembilan belas juta delapan ratus ribu rupiah. Jadi  total keseluruhan mencapai lima puluh sampai lima puluh lima miliar rupiah. Secara financial Naaman sungguh sangat kaya.

 

Selanjutnya pada ayat yang kedua kita menjumpai tokoh lain yang dituliskan sebagai Anak perempuan Israel yang tertawan. Jika kita bandingkan maka posisi / status anak ini sangat kontras dengan Naaman, namanya saja tidak disebutkan, ia menjadi tawanan perang, pada saat itu anjing piaran masih sangat beruntung hidupnya daripada seorang tawanan, karena tawanan kerap disiksa,bahkan  tidak diberi makan.  Ia perempuan dan masih anak-anak, orang menyebutnya masih bau kencur / tidak memiliki pengalaman. Ini merupakan gambaran dari wong cilik, orang yang tidak pernah diperhatikan, orang pinggiran (orang yang termarginalkan). Menyikapi pribadi level Namaan dan melihat kenyataan hidup anak perempuan Israel ini, menyadarkan kita bahwa di dunia ini hidup orang-orang dengan level majemuk. Namun seringali perhatian kita cenderung memandang ke level Naaman. Karena kaya maka  si “A” diangkat jadi majelis, memperoleh ini dan itu. Saudara, ini adalah pola pikir yang salah.

 

Sekalipun ia seorang tawanan, namun anak ini mempunyai keberanian yang luar biasa. Coba kita bayangkan – seorang pembantu rumah tangga (anak ini lebih rendah dari pembantu rumah tangga) masih bisa menangkap peluang dengan melontarkan kata-kata  iman. Ini adalah perbuatan yang sangat beresiko, bisa disebut sebagai pelecehan bagi Naaman. Jika usulan ini ditolak, tentunya hidup anak ini ke depan sangat suram. Anak ini tentunya tumbuh di keluarga yang mengasihi Tuhan, keluarga yang selalu mengajarkan bahwa kuasa dan pertolongan Tuhan itu sungguh nyata, keluarga yang selalu berharap pada Tuhan, sehingga ia tumbuh dalam kebenaran Tuhan. Kata-kata iman yang ditanamkan oleh keluarganya sejak kecil, menciptakan sebuah keyakinan yang luar biasa kepada Tuhan, sehingga dengan dengan percaya diri ia berkata kepada isteri Namaan, “Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya.”

 

Isteri Naaman menyampaikan cerita ini kepada Naaman, dan kemudian Naaman menanggapinya  secara positif. Perpaduan antara perkataan iman anak perempuan Israel dengan kerendahan hati Naaman, membuahkan sebuah tindakan bagi Naaman, ia berangkat ke Israel dengan membawa persembahan, ini dapat diartikan bahwa ia berangkat dengan keyakinan. Sesampainya di Israel Naaman menyerahkan surat pengantar yang ditulis Raja Aram bagi Raja Israel dan surat ini menimbulkan kemarahan Raja Israel. Namun setelah didengar oleh Nabi  Elisa maka Naaman disarankan agar datang kepadanya.

 

Naaman adalah seorang panglima, ia biasa memperoleh perlakuan yang semestinya namun setibanya di kediaman Nabi Elisa, ia hanya ditemui seorang pembantu nabi Elisa. Pada ayat yang kesebelas kita dapat membaca betapa kecewanya Naaman dengan sambutan Elisa, perkataannya adalah reaksi pada puncak kemarahan, ia merasa sangat dilecehkan. Namun pada ayat yang keduabelas, dituliskan bahwa pertolongan datang dari pegawai-pegawainya, sekali lagi dari wong cilik. Berkat namaan turun karena mendengar wong cilik. Pikiran Namaan terlalu tinggi, sehingga ia tidak dapat menerima  usulan untuk hal-hal yg sederhana.

 

Perilaku Naaman mengingatkan kepada kita bahwa setinggi apapun yang dicapai seseorang pada suatu saat akan pasti akan mentok/buntu. Oleh karenanya kita diingatkan untuk tidak berharap pada manusia. Dalam kitab Yeremia 17:5dikatakan “terkutuklah orang yang mengandalkan manusia”, dalam kitab Yesaya 64:6 dituliskan “segala kesalehan manusia seperti kain kotor”, dalam kitab  Mazmur 103:15-16 dituliskan “hari-hari manusia seperti rumput”. Sesungguhnya manusia tidak memiliki sesuatu yang dapat diandalkan di hadapan Tuhan. Keberhasilan kita saat ini hendaknya tidak membuat kita menjadi sombong. Jika seseorang memiliki karunia memberi itu artinya ia memiliki sesuatu yang dapat diberikan kepada orang lain, hal ini bisa berupa usul atau materi. Orang kaya harus merelakan hidupnya dibentuk oleh Firman Tuhan, agar ia tidak serakah, karena mammon ada rohnya – ia begitu mengikat dan jahat, menyebabkan orang tidak akan pernah puas (seperti Gayus Tambunan). Orang kaya dalam gereja bukan untuk pamer tetapi agar ada keseimbangan.

 

Setiap talenta harus digarap, seperti usul yang sederhana dapat membawa berkat kesembuhan dan keselamatan. Mari belajar dari Anak perempuan Israel dengan kata-kata imannya: dibalik ketidak berdayaannya, ia sangat menghargai talenta yang dimilikinya. Ia menyadari bahwa Tuhan menciptakannya karena dan dalam anugerah. Allah tidak menciptakan manusia dengan iseng, dalam kitab Mazmur 103:14, dituliskan bahwa manusia berasal dari debu, namun debu yang memiliki potensi luar biasa, karena di dalamnya tersimpan harta keyaan yaitu kekuatan ilahi. Sekali lagi, siapapun kita mari belajar dari anak perempuan Israel ini, selalu siap sedia mengambil kesempatan mengabarkan kabar baik. Jangan berpangku tangan, tidak ada seorangpun yang tidak berguna. Anak perempuan Israel ini hidup dalam banyak keterbatasan namun bisa mengusulkan sesuatu yang berdampak baik bagi orang lain. Apalagi kita yang saat ini memiliki kesempatan yang luas.

 

Ternyata wong cilik/orang terpinggirkan/tidak diperhatikan, jika diberi kesempatan mampu menghasilkan sesuatu. Jika Naaman tidak mendengarkan Anak perempuan Israel dan pegawai-pegawainya maka ceritanya akan berbeda. Betapa pentingnya belajar dari peristiwa/berbagai kejadian saat ini, Benny Hinn, James Backer, tidak mau mendengarkan jemaat dan orang-orang terdekatnya sehingga ia jatuh. Jangan sepelekan orang kecil. Dan jika kita merasa sebagai wong cilik, jangan kecil hati dengan kondisi saat ini, percayalah! kita berharga di mata Tuhan. Tuhan memiliki rencana bagi setiap kita dimanapun kita ditempatkan.

 

Saya akhiri khotbah pagi ini dengan sebuah kisah bersejarah yang saya dapatkan ketika berkunjung ke Israel, yaitu ketika mengunjungi gereja sampah di daerah Alexandria. Disana terdapat bongkah bukit yang bernama makatam. Sejarah Mesir mencatat bahwa bukit ini bergeser/pindah sejauh empat kilometer. Hal ini disebabkan karena pada masa itu (tahun 975 sebelum masehi) Mesir mengalami masalah politik yang serius, yang membuat keristenan /orang Kristen hidup dalam tekanan karena harus keluar dari Mesir. Ada salah satu tentara Mesir/pemuka pemerintahan di Kairo memberi tahu kepada Bapa Sinoda (pemimpin jemaat) bahwa orang Mesir terusik dengan pengajaran Yesus tentang iman sebesar biji sesawi dapat memindahkan gunung. Mereka menganggap ini adalah ajaran sesat. Gunung sering kita pahami sebagai masalah, namun tidak demikian dengan orang Mesir, mereka mengartikannya secara lahiriah. Mereka menantang orang percaya saat itu, jika perkataan Yesus dapat dibuktikan maka mereka tidak perlu keluar dari Mesir. Maka Bapa Sinoda segera meresponinya, ia mengumpulkan seratus orang percaya, dan naik ke bukit Makatam. Di sana mereka berdoa selama tiga hari tiga malam, hanya sebaris kalimat yang diucapkan berulang-ulang, yaitu “Tuhan kasihanilah kami”.  Hari pertama gunung mulai goyah – Mesir gempar, hari kedua gunung beranjak – Mesir tambah gempar, dan hari ketiga gunung mulai berjalan – Mesir berteriak HENTIKAN! Saudara, hal ini pernah terjadi. Jika saja peristiwa ini terjadi 325 tahun sebelum masehi tentunya akan dikanonkan.

 

 Iman sebesar biji sesawi bisa melakukan sesuatu yang luar biasa, jadi mari berjuang mulai dengan talenta yang kecil, jangan sampai kita dipandang oleh Tuhan sebagai orang-orang  yang  menyembunyikan talenta  – (Matius 25:25, orang jahat/malas/ tidak berguna). Dalam 1 Timotius 4:14a kita diingatkan untuk tidak lalai mempergunakan karunia yang kita miliki. Tidak ada satu jemaatpun yang berkata aku tidak bisa apa-apa, semua kita diberi talenta. Anak perempuan Israel mengembangkan talentanya,  sehingga ia memiliki kesaksian hidup yang luarbiasa, dan bisa memberkati orang lain. Dalam ayat ke lima belas bagian b, segala sesuatu yang kita lakukan harus bertujuan agar nama Tuhan yang dipermuliakan. Dalam ayatnya yang ketujuh belas dituliskan bahwa Naaman diselamatkan, dan ia bertobat. Saudara, jangan pernah mengadalkan manusia, kejayaan Naaman menyadarkan kita bahwa, Kemegahan, kejayaan dan kekuatan manusia sangat terbatas, suatu saat pasti akan mentok, tetapi bagi orang percaya SELALU ADA HARAPAN. Tuhan Yesus memberkati!

 

-Cyelamardyasmara-

21 February 2011

Seri Khotbah Minggu 13 Februari 2011

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah, Khotbah Minggu | Tag

Kuasa Keubahan

The power of transformation

Filipi 3:20-21

 

Uraian

 Contoh ketujuh The seven example  

Jemaat Laodikia The church of Laodicea

Wahyu 3:7-13

 6.6.  The Lukwarm Church Jemaat yang suam-suam kuku

 Wahyu 3:15, Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! 

 Kali ini kita melihat kehidupan jemaat yang di tegor keras oleh Tuhan. Tegoran itu ditujukan sebagai langkah pertobatan dalam sikap hidp jemaat ini, jemaat Laodikia dilihat Tuhan sebagai jemaat yang tidak dingin, namun juga tidak panas. Persekutuan yang dijalankan oleh jemaat ini berjalan tanpa greget, tanpa semangat di dalam Terang Tuhan. Percaya kepada Kristus, terima Dia sebagai “Tuhan dan Juruselamat” tetapi semuanya dijalankan dengan biasa-biasa, keseharian ibadahnya stagnan dalam pemandangan-Nya, sementara Kasih-Nya dicurahkan dengan luar biasa, jemaat ini nampak kurang menyadarinya.

 Bandingkan – Compare

 Matius 13:22, “Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah

 Firman Tuhan yang disampaikan dalam kehidupan jemaat itu laksana benih yang ditaburkan. Firman yang diterima itu, jatuh ke dalam lahan hati masing-masing jemaat, namun tidak semua benih dapat tumbuh dan kelak menghasilkan buah. Dari empat jenis lahan tempat jatuhnya benih dalam perumpaaan penabur tersebut hanya satu yang berhasil. Di perumpaam penaburan benih ketiga, benih itu jatuh itu jatuh ke dalam semak belukar. Benih itu tumbuh tapi :

  Tidak berbuah – Unfruitful

 Akibatnya – The effect

 Wahyu 3:16, “Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.

 Matius 3:10, “Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.

 Setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik pasti ditebang dan :

 Dibuang ke dalam api – Thrown into the fire

 Kehidupan yang dibuang sama dengan dimuntahkan seperti yang dituliskan kepada jemaat Laodikia, di buang dan menjadi tidak berguna. Maka perlu dipahami, jangan sampai kekristenan kita seperti jemaat Laodikia, ditolak Tuhan.Menjadi orang percaya dan mengaku sudah melayani tapi ditolak Tuhan, sebab Tuhan tidak mengenalnya.

 6.7.  Apa penyebabnya? What is the cause?

 Matius 13:22, “Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.

Mengapa orang Kristen suam-suam (Jw. Kerem-kerem kambang), dalam kebanyakan kondisi imannya muncul tidak tenggelam tidak. Ada sesuatu di dalam kehidupannya, yaitu :

        Kekuatiran – Fearness

 Firman yang ditaburkan laksana benih itu tergencet oleh roh kuatir, dan ini mempengaruhi jalan hidup seseorang. Firman yang memiliki kuasa untuk membebaskan, meski telah ditabur tergeser oleh kekuatiran. Membuat kuasa Firman tidak dirasakan dalam kehidupan seseorang.

 Mengapa bisa kuatir? Karena tidak mengenal siapa Allahnya, Allah yang menciptakan langit dan bumi, yang sangat memperhatikan umat-Nya. Bukti nyatanya adalah Kristus yang diutus oleh Bapa untuk memuliakan kembali manusia di dalam diri-Nya, menuju kehidupan yang berbahagia.

 Hal lain adalah :

Percintaan dunia – Loved the world

 Saat ini, bagi kita yang masih hidup tentunya masih tinggal di dunia. Namun sebagai orang percaya yang telah dipanggil dari gelap menuju Terang-Nya yang ajaib, kita tidak boleh mencintai dunia.

 Hal ini tentu tidak mudah, namun hendaklah disadari bila bicara cinta, arah nomor satu tentunya kepada Tuhan, seperti Sabda Suci-Nya cintai Tuhan dengan sebulat hati. Yang kedua cintai sesama manusia (dimulai dengan dari yang paling dekat, pasangan hidup –suami atau istri), kemudian anak-anak, keluarga, tetangga dan seterusnya sebagai sesama manusia.

 Bila dasarnya benar maka sikapnya dalam hidup akan tidak arogan. Melayani Tuhan dan sesama dengan penuh Kasih. Memberitakan kabar baik dengan penuh Cinta Kasih bukan dengan menonjolkan kebenaran dan kemauan sendiri. Bertindak bijaksana tanpa harus menjelek-jelekan orang lain.

  Ingat – Remember

 Matius 6:27-32, “Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? 28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, 29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.30 Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? 31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? 32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu

 Dalam Karya per-utusan-Nya, Yesus mengajarkan kepada murid-murid dan semua orang percaya berkenaan dengan :

 Roh kuatir  – The spirit of fear

 Kekuatiran tidak menambah sedikitpun jalan hidup. Rasa kuatir ini sangatlah berbeda dengan sikap hati-hati dalam hidup seseorang. Hati-hati memang perlu sebagai bagian dari akal budi dan hikmat yang telah Ia berikan. Tetapi kekuatiran adalah sikap yang cenderung negatif hasil dari pikiran dan pandangan yang berlebihan dalam menanggapi suatu permasalahan. Karena kuatir hidup bisa tersendat, menyebabkan sakit, diantaranya karena peredaran darah yang tidak teratur, serta mengakibatkan pola makan yang tidak sehat.

 Tuhan itu pemelihara, Ia punya rencana yang indah. Dalam Sabda-Nya, Ia memberikan gambaran logis, bagaimana bunga bakung bermekaran dengan indah juga burung-burung yang beterbangan dengan riang di udara. Raja Salomo, seorang raja yang kaya-raya saja tidak berpakaian seindah dan semegah bunga bakung yang indah itu. Artinya, bila Tuhan perduli tanaman yang sederhana –yang masa hidupnya singkat- apalagi manusia, ciptaan yang diciptakan seturut citra-Nya. Tuhan pasti beri solusi!!

 Sekarang mari kita lihat percintaan dunia. 

 I Yohanes 2:15-17, “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. 16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. 17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

 Yakobus 4:4, “Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.”

 Sabda Tuhan mengatakan semua yang ada di dalam dunia yaitu, keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup itu bukan berasal dari Bapa. Semua itu berasal dari dunia. Maka keinginan daging jangan dipuja, keinginan mata jangan dituruti sebab mata tidak akan pernah puas, dan keangkuhan hidup dapat mencelakakan. Semua kemegahan yang ada di dunia akan lenyap, sebab kelak Tuhan akan jadikan langit dan bumi baru (Why 21).

 Maka sekali lagi, jangan pernah bangga dengan apa yang dimiliki di dunia ini karena kelak akan dilenyapkan, akan musnah. Mari kita bersama hargai berkat Tuhan dan mengucap syukur bila Tuhan memperkenankan kita mengelola kekayaan dari-Nya. Kelola dengan bijak pula.

 Meski hidup di dunia, namun sikap dan cara hidup orang benar bukan menggunakan cara hidup dan pandangan dunia –yang meminggirkan Tuhan bahkan tidak mengakui keberadaan Tuhan-, tapi menggunakan pandangan dan sikap hidup sorgawi. Hidup tidak tercemari dengan dunia, ibarat ikan laut yang ketika hidup tidak akan terasa asin. Hanya ketika ikan itu mati maka air laut yang merasuk ke dalam tubuh ikan yang membuat menjadi asin.

        Mencintai dunia                           Tiada Kasih Allah

       Love the world                             No God’s Love

 Bila mengasihi dunia akan tidak ada Kasih Allah, dan Allah tidak akan mengasihi. Bersahabat (Yun. Philia φιλία) dengan dunia akan menjadikan kita menjadi seteru Allah, berseberangan dengan Allah (Yak. 4:4), selaku orang percaya kita tidak ber-kasih-kasihan dengan dunia. Sebab keinginan dunia yang telah tercemari dosa dan kehendak Allah yang Kudus bagaikan dua kutub yang berlawanan, dan tidak akan tersatukan.

 Semestinya saat orang percaya menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, Ia telah masuk ke dalam areal keselamatan, dan seiring dengan pertumbuhan rohani ia akan masuk dalam kekudusan di bawah perlindungan dan Kasih yang nyata dari-Nya.

 

 

  

 

 

 

 

Bila Pejanjian Lama berpusat pada Torat maka Perjanjian Baru pada Anugerah –Yesuslah penggenapan Torat, di Perjanjian Baru Janji Allah yang mengasihi manusia itu di genapi.

 Perjanjian Baru di awali dengan hadirnya nabi Yohanes pembaptis, ia menyerukan pertobatan dan juga baptisan sebagai tanda –simbolik- pertobatan. Bicara Baptisan, nabi Yohanes pembaptis ini berkata “..kapak sudah siap, yang tidak berbuah akan ditebang” (Mat 13:22).

 Posisi baptisan ada di halaman. Seorang Imam di Tabernakel, setelah masuk dari pintu gerbang, ia akan melangkah untuk cuci tangan dahulu di kolam pembasuhan. Artinya, setiap pelayan Tuhan yang sudah lahir baru harus melayani Tuhan dengan hati nurani atau motivasi yang beres di hadapan Tuhan (2 Tim 1:3).

 Rasul Paulus menasehati Timotius muridnya yang kala itu masih muda (20th), saat sebelum memulai tugas penggembalaan. Bahwa melayani Tuhan harus dengan hati yang tulus ikhlas, melayani dengan benar di hadapan-Nya supaya menjadi pelayanan yang berbobot. Pelayanan tidak boleh sekedar asal jalan, asal jadi, asal dilaksanakan tanpa ada ketulusan hati untuk melayani-Nya. Maka disisi lain untuk menghadirkan pelayanan yang berbobot prima, sebagai institusi gereja perlu tertib, perlu dikelola dengan seksama dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai wadah pertumbuhan yang sehat di hadapan-Nya.

 Berdasar pada skema Tabernakel di atas, secara sederhana umat Tuhan umumnya (yang ber-gereja) minimal sudah ada di area halaman, percaya dan terima Kristus, memberi diri dibaptis dan sudah terima Roh Kudus, maka seyogyanya ada buah yaitu buah pertobatan. Menghasilkan kehidupan yang baru, memiliki kesaksian dalam hidupnya dan menunjukkan perbedaan sikap hidup dibanding dengan sikap hidup orang yang tidak percaya.

 Seseorang yang sudah melangkah dari area halaman dan masuk dalam persekutuan Ruangan Suci. Ia akan berjumpa dengan tiga benda, meja roti pertunjukan, pelita emas dan mezbah dupa. Ketiga benda itu memberikan arti dalam pertumbuhan rohani seseorang. Meja roti pertunjukan berarti tumbuh dalam kesucian karena persekutuan dengan Firman Tuhan dan perjamuan suci yang menjadi daging. Pelita Emas, berarti tumbuh dalam pelayanan dalam manifestasinya Roh Kudus dan Mezbah dupa berarti tumbuh dalam hidup di dalam doa –dalam Roh dan Kebenaran-

Berjuang untuk terus ada di Ruangan Suci –Tumbuh menjadi dewasa- dan berbuah kekudusan, dan terus bertekun kepada sasaran puncak, hingga nanti di persekutuan sempurna di Ruangan Maha Suci. Sempurna adalah puncakdari proses, sebab Bapa itu sempurna (Mat 5:48). Berjuang terus menyucikan diri dan menyempurnakan kekudusan (2 Kor 7:1). Menjaga diri supaya tidak terlibat dalam pencemaran jasmani dan rohani/pikiran.

 Kekuatiran dan percintaan dunia yang menghambat pertumbuhan untuk menghasilkan buah. Solusinya seperti apa?      

 6.8.  Penutup Ending

  Filipi 4:6-7,Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. 7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

 Kehidupan menjadi tidak bertumbuh, Firman yang ditabur tidak bertumbuh dan membuahkan sesuatu aksi dalam kehidupan perlu dicarikan solusi.

 Dari dua hal yang menyebabkan kehidupan yang tidak berbuah, kita akan lihat satu persatu.

Bila :

Kuatir                                           Berdoalah

       Fear                                             Let us pray

menyatakan keinginan kita dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Bersyukur masih bisa menyatakan permohonan kepada Allah yang sanggup memenuhi segala keperluan kita. Setelah kita menyatakannya kita akan melihat dan merasakan bahwa Tuhan sealu memiliki rencana yang indah dalam hidup kita dan damai sejahtera akan turun dalam kehidupan kita.

 Bila damai sejahtera Allah menguasai hati dan pikiran kita akibatnya akan ada keyakinan. Ada ketenangan dan tidak  kuatir. Berdoalah supaya tenang dan ada kemantapan saat menghadapi masalah, menjadi percaya diri dalam melangkah di jalan kehidupan. Bila suatu saat merasa kuatir, maka serahkan saja kuatirmu pada Tuhan.

 Solusi atas percintaan dengan dunia sehingga menjadi tidak bertumbuh dan menghasilkan buah :

 Ibrani 13:5-6, “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” 6 Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: “Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?

 Meski berat berjuanglah untuk :

                         Jangan mencintai dunia – Don’t love the world

 Ditunjukkan dalam bentuk kongkrit dengan tidak cinta akan uang. Uang penting tetapi  jangan sampai diperbudak oleh uang. Bila akarnya cinta akan uang, itu akan menumbuhkan berjenis-jenis kejahatan.Orang percaya telah ditebus dengan harga yang mahal –seharga darah Kristus- di bebaskan dari kesia-siaan hidup (Rom 12:1). Maka berubahlah, jangan lagi menjadi budak kejahatan.

 Ingat, dimana ada hartamu, disitu ada hatimu. Orang percaya yang sudah terima Kristus akan menjalankan Sabda-Nya untuk mencintai-Nya sebulat hati, dan senantiasa percaya bahwa hidupnya ada di dalam rancangan-Nya yang indah. Tuhan sekali-kali tidak akan membiarkan dan meninggalkan kita itu adalah Sabda-Nya, tidak akan dibiarkan orang yang mengasihi-Nya dengan sebulat hati dibiarkan sendiri, dibiarkan terlantar, hidup tersia-sia.

 Orang benar dan hidup dalam kebenaran akan cakap menanggung segala perkara –hidup berkemenangan besar- , sebab Ia memampukannya. Sehingga orang percaya akan selalu berkata dalam hati dan ucapannya bahwa : 

 Tuhanlah penolongku – God is my helper

 

31 January 2011

Khotbah Mingguan WSB 29 Januari 2011

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah, Khotbah Minggu | Tag

kelanjutan seri khotbah “Kuasa Keubahan” oleh hamba-Nya, Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo,B.cm

tanggal 2 januari 2011

YESUS1 JEMAAT PERGAMUS THE CHURCH OF PERGAMOS

Wahyu 2:12-17

 42.  Penampilan Tuhan The Lord appereance

 Wahyu 2:12, “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Pergamus: Inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua

 Wahyu 1:16, “Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.”

 Ini adalah penampilan Yesus setelah kebangkitan-Nya, yang membuat Rasul Yohanes rebah ketika melihatnya, untuk disampaikan kepada jemaat Pergamus. Ia ditampilkan sebagai Pribadi yang memiliki …

 Pedang tajam bermata dua – the sharp two edged sword

 Ibrani 4:12, “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

 Pedang tajam bermata dua itu tidak lain adalah ….

Firman Allah – the Word of God 

yang lebih tajam dari pedang matapun, pedang bermata dua yang sanggup menembus hati kita. Firman Allah mampu mengorek isi hati dan pikiran kita.

 43.  Posisi jemaat Pergamus The position of Pergamos church

 Wahyu 2:13, “Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam.

 Alasan Tuhan tampil bagaikan pedang tajam bermata dua, karena kondisi jemaat Pergamus digambarkan berada pada ….

                  Tahta iblis – satan’s throne

Padahal jemaat ini memiliki iman yang luar biasa. Mereka setia dan selalu berpegang pada firman Tuhan.

 Mengapa?Why?

Wahyu 2:14-15, “Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah. 15Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus.

 Penyebabnya adalah karena ternyata di tengah-tengah mereka …

  Ada ajaran Bileam dan Nikolaus

  There were the teaching of Balaam and Nicolaitans

Bilangan 31:16, “Bukankah perempuan-perempuan ini, atas nasihat Bileam, menjadi sebabnya orang Israel berubah setia terhadap TUHAN dalam hal Peor, sehingga tulah turun ke antara umat TUHAN.

Bileam adalah seorang nabi yang menolak suap dari raja Balak dan lebih menuruti perintah Tuhan untuk tidak mengutuki bangsa Israel (Bilangan 22). Tapi kesalahan Bileam adalah pada ….

                   Nasihat Bileam The advice of Balaam

Walaupun Bileam menolak untuk mengutuki bangsa Israel, tetapi ia mulai terpengaruh oleh berkat yang ditawari oleh raja Balak. Ia kemudian memberikan nasihat kepada raja Balak dengan memberitahukan kelemahan bangsa Israel melalui penyembahan berhala dan perzinahan sehingga akan dihukum Tuhan.

 Atas nasihat Bileam inilah, akhirnya raja Balak menjebak dan menyesatkan bangsa Israel. Akibat penyembahan berhala dan perzinahan itu, bangsa Israel yang dibunuh mati ada 24.000 orang. Suatu korban yang luar biasa, gara-gara terjebak karena nasihat Bileam.

 Sementara Nikolaus, ajarannya adalah menghalalkan perzinahan dan perselingkuhan. Jemaat Pergamus memiliki iman yang luar biasa, tetapi sayang mereka kompromi dengan ajaran Bileam dan Nikolaus.

 Ajaran Bileam ini adalah gambaran dari bagaimana gereja sudah kompromi dengan berkat-berkat yang tidak benar, menggunakan trik-trik yang tidak sehat.

                   Inilah gereja yang berkompromi dengan dosa

                  This is the compromising church with sin

 Jemaat Pergamus imannya YES, tapi berkompromi dengan dosa penyembahan berhala, perzinahan, dan perselingkuhan. Itulah sebabnya mengapa jemaat Pergamus dikatakan berada di tahta iblis.

 44.  Nasihat Advise

 Wahyu 2:16, “Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini.

 Roma 1:21, “Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.

 Salah satu cara untuk mematikan dosa adalah dengan …

              bertobat – repent        

 Jangan beri kesempatan dosa menguasai hidup kita. Jika melakukan kesalahan, cepat minta ampun, jangan kompromi lagi. Bertobat dimulai …

     dari pikiran – from the thought

 Karena pola pikir yang belum bertobat akan membawa kita pada kompromi dengan dosa. Pola pikir yang salah harus diubah dulu, sehingga dapat mengenal kebenaran yang sesungguhnya.   

 II Korintus 6:17-18, “Sebab itu:  Keluarlah kamu dari antara mereka,  dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis,  maka Aku akan menerima kamu. 18Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan  demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa.

 Wahyu 18:4-5, “Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: “Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya. 5Sebab dosa-dosanya telah bertimbun-timbun sampai ke langit, dan Allah telah mengingat segala kejahatannya.

 Perhatikan bagaimana kita hidup. Jauhkan diri dari pergaulan yang tidak baik, karena akan merusak kebiasaan yang baik. Karena itu …

                  pisahkan diri dari dosa – separate the self from sin

Maka kita akan diterima sebagai anak-Nya. Katakan TIDAK pada dosa, YA pada kebenaran firman Tuhan. Jadilah pemenang, melangkah dengan Tuhan, dan nama kita tercatat dalam buku kehidupan. Amin.

20 December 2010

Khotbah Minggu dari WSB 17 Desember 2010

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah, Khotbah Minggu | Tag

Oleh Hambanya, Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo,B.cM

Pendahuluan – Proloque

YESUS1 29.  Pikiran Kristus The mind of Christ

Markus 10:45, Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.

 Yohanes 10:11, “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya

            

Lukas 19:10, Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.

Yehezkiel 34:11-12, “Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: Dengan sesungguhnya Aku sendiri akan memperhatikan domba-domba-Ku dan akan mencarinya. 12Seperti seorang gembala mencari dombanya pada waktu domba itu tercerai dari kawanan dombanya, begitulah Aku akan mencari domba-domba-Ku dan Aku akan menyelamatkan mereka dari segala tempat, ke mana mereka diserahkan pada hari berkabut dan hari kegelapan.

 Yehezkiel 34:15-21, “Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku dan Aku akan membiarkan mereka berbaring, demikianlah firman Tuhan ALLAH. 16Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya. 17Dan hai kamu domba-domba-Ku, beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba, dan di antara domba jantan dan kambing jantan. 18Apakah belum cukup bagimu bahwa kamu menghabiskan padang rumput yang terbaik? Mesti pulakah kamu injak-injak padang rumput yang lain-lain dengan kakimu? Belum cukup bahwa kamu minum air yang jernih? Mesti pulakah yang tinggal itu kamu keruhkan dengan kakimu? 19Apakah domba-domba-Ku seharusnya memakan rumput yang sudah diinjak-injak kakimu dan meminum air yang sudah dikeruhkan kakimu? 20Oleh sebab itu, beginilah firman Tuhan ALLAH terhadap mereka. Dengan sesungguhnya Aku sendiri akan menjadi hakim di antara domba yang gemuk dengan domba yang kurus; 21oleh karena semua yang lemah kamu desak dengan lambungmu dan bahumu serta kamu tanduk dengan tandukmu, sehingga kamu menghalau mereka ke luar kandang

Kristus datang ke dunia, bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani, bahkan menyerahkan nyawa-Nya (hidup-Nya). Suatu ciri khas Kristus sebagai Gembala, Gembala yang baik bagi domba-domba-Nya, memberi / berkorban bukan menerima karena Ia sangat ….

memikirkan keselamatan domba-domba

Think about the salvation of the lambs

 Hati dan pikiran Kristus mengarah pada keselamatan orang-orang yang tersesat, merebut  dan membebaskan mereka dari kuasa dosa, hukuman, dan ancaman kebinasaan/kematian kekal. Ia datang untuk mencari domba yang hilang, yang tercerai-berai, dan menyelamatkannya. Sebagai Gembala yang baik, Ia tidak hanya mencari tetapi juga mengembalakan mereka sehingga terlindungi dan tidak kekurangan. Suatu gambaran kasih sayang Kristus dalam memelihara domba-domba-Nya: penuh perhatian, kewaspadaan, dan kasih.

 Karya-Nya sebagai Gembala yang baik, mencari domba yang terhilang ditunjukkan sampai beberapa hari sebelum penyaliban-Nya. Sebelum menyerahkan nyawa-Nya di kayu salib, Kristus masih terus berusaha untuk menyelamatkan yang hilang.  Ia datang kepada Zakheus, seorang pemungut cukai yang ditolak dan dipandang rendah oleh masyarakat. Perhatian-Nya telah membawa Zakheus pada pertobatan dan keselamatan.

 Kedatangan Kristus sebagai Gembala telah dinubuatkan sebelumnya oleh Nabi Yehezkiel. Sebagai akibat kegagalan para pemimpin bangsa Israel membawa bangsanya hidup benar, membuat Tuhan sendiri turun tangan untuk mengatur umat-Nya. Ia akan memelihara, menghakimi yang salah, dan mengikat perjanjian damai dengan umat-Nya.

Kristus mengajarkan kepada kita untuk menggembalakan domba-domba tidak hanya di dalam (gereja), tetapi juga di luar kepada orang-orang yang tertolak, terhilang, tersesat, terluka, dsb. karena mereka juga memerlukan keselamatan. Tujuannya agar mereka menjadi domba-domba yang sehat di hadapan Tuhan, mengalami keubahan total. Adalah menjadi tugas dan tanggung jawab dari kelima jawatan pokok, sebagai denyut jantungnya Kristus, untuk saling berjejaring membawa domba-domba (jiwa-jiwa) datang kepada-Nya.

 30.  Kerinduan-NyaHis desire

Yohanes 10:16, “Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

Keselamatan tidak hanya diperuntukkan bagi bangsa Israel (Yahudi), sebagai bangsa pilihan Allah. Ada domba yang lain,  non Yahudi, termasuk kita semua yang menjadi pikiran Kristus sebagai Gembala. Kerinduan-Nya adalah untuk ….

             

mengumpulkan yang lain juga – to collect another

 Tuhan mencari tidak hanya golongan kita, orang-orang yang percaya, tapi juga di luar lingkup kita yaitu mereka yang belum mengenal dan mendengar tentang Kristus. Karena memang untuk itulah Kristus datang, datang untuk semua orang dan menjadikan mereka kawanan domba yang menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Yesus begitu peduli, peduli penuh atas domba-domba-Nya. Bahkan kita semua terukir di telapak tangan-Nya, tidak pernah dilupakan. Mata Tuhan senantiasa terarah kepada kita, memperhatikan dan mengawasi demi kebaikan kita.

31.  Doa-Nya His prayer

Yohanes 17:20-23, “Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; 21supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. 22Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: 23Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

Sebagai Gembala yang baik, tidak hanya menjaga dan melindungi domba-domba-Nya, tetapi kerinduan-Nya yang lain diungkapkan Yesus dalam doa-Nya yaitu …

            supaya mereka jadi satu – that they all may be one

Kesatuan yang didoakan Yesus bukan kesatuan organisasi, tetapi kesatuan rohani yang berlandaskan hidup di dalam Kristus. Tujuannya agar umat-Nya menjadi gereja yang AM, yang kudus, yang menjadi satu kesatuan, tidak terpecah-belah. Berjejaring bersama, tidak dibatasi oleh tembok-tembok denominasi yang notabene tidak menyelamatkan, hanya Kristus yang dapat menyelamatkan.

Menjadi satu adanya, merupakan suatu tindakan yang berkesinambungan, terus-menerus bersatu. Kesatuan hati, tujuan, pikiran, dan kehendak di dalam orang-orang percaya yang berlandaskan kesamaan hubungan kepada Bapa dan Anak, memiliki sikap yang sama terhadap dunia, Firman Allah, dan menjangkau mereka yang hilang.

Kerendahan hati, penyangkalan diri, dan kesediaan untuk menderita bagi Kristus akan memastikan kesatuan sejati orang percaya dan membawa pada kemuliaan sejati. Mulailah dari keluarga, bina kesatua  tersebut sampai menuju pada kesempurnaan.

32.  Moto-NyaHis motto

Yohanes 4:34, “Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.”

Filipi 2:8, “Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Dakam berkarya, hati dan pikiran Kristus mengarah pada bagaimana menuntaskan karya-Nya. Itulah sebabnya sebelum menyerahkan nyawa-Nya di atas kayu salib, Kristus berkata, “sudah selesai”. Yesus tidak mau berkarya setengah-setengah. Ia mau menyelesaikannya sampai tuntas, penuh tanggung jawab dalam ….

mentaati kehendak Bapa – obey the will of the Father

Yesus bekerja sampai akhir, mentaati kehendak Bapa bahkan sampai mati sebagai harga yang harus dibayar untuk membebaskan manusia kuasa dosa, dari hukuman dan kematian. Kristus sebagai Gembala yang baik tidak akan membiarkan domba-domba-Nya menderita. Ia begitu peduli, sejauh kita hidup benar dan mau digembalakan oleh-Nya.

Domba yang baik akan mengenal suara gembalanya (Yohanes 10:3). Gembala yang akan menuntun ke tempat yang baik dan aman. Dengarkan suara gembala yang menyampaikan firman Allah, jangan keras hati dan membantah.

 33.  Nasihat Advise

Filipi 2:5-7, ”Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 6yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

 Yesus merupakan pribadi yang sangat rendah hati. Ia rela mengosongkan diri dan mengambil rupa seorang hamba. Walau benar-benar ilahi, Kristus mengambil sifat manusia dengan segala pencobaan, kehinaan, dan kelemahannya namun Ia tanpa dosa. Terakhir, Kristus taat sampai mati. Biarlah kita ….

Milikilah pikiran dan perasaan Kristus

                                 Having the mind and the feeling of Christ

 Mengikuti hidup-Nya yang rendah hati dan memikul salib. Kerjakan keselamatan dengan takut dan gentar (Filipi 2:12). Berusahalah terus-menerus dengan menggunakan cara yang ditetapkan Tuhan untuk mengalahkan kejahatan, menentang dosa, menyatakan kehidupan Kristus, dan mengikuti keinginan Roh Kudus.

Jangan andalkan kekuatan sendiri. Kalau ingin berhasil, jangan sombong, mengucap syukur dalam segala hal, karena segala sesuatu berasal dari dan oleh Dia. Kosongkan dan rendahkan diri untuk kemuliaan Tuhan. Tuhan memberkati!

11 December 2010

Khotbah Minggu WSB 12 Desember 2010

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah, Khotbah Minggu | Tag

Oleh Hambanya Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo,Bc.M

Lanjutan Khotbah tentang Kuasa Keubahan

danauatitlanPendahuluan – Proloque 

 25.  Perilaku seseorang ditentukan oleh 3 hal!

 The behaviour of men is determined by three things!

 Pada dasarnya, perilaku seseorang ditentukan dari:

1.     Pola pikirCognitive

2.     Pola rasaAffective

3.     Pola tindakmotoric

Ketiga hal ini sangat mempengaruhi kehidupan seseorang, dilihat dari bagaimana ia berpikir, bagaimana ia merespon, dan bagaimana ia mengambil tindakan. Pola pikir yang baik / benar akan menghasilkan respon yang baik dan terimplikasi pada tindakan yang baik pula. Sebaliknya, pola pikir yang salah / tidak benar akan menghasilkan respon yang salah dan terimplikasi pada tindakan yang salah pula.

 Pola pikir mengontrol seluruh rasa, gerak, dan tindakan manusia. Karenanya, penting bagi seseorang untuk memiliki pola pikir (mind set) yang benar, pola pikir yang terus menerus dibaharui sehingga tidak menyimpang dari kebenaran.

 26.  Strategi iblis!Satan strategy!

 Menyadari begitu vitalnya pengaruh pola pikir terhadap perilaku manusia, maka iblis menyusun strategi untuk menghancurkan manusia dengan ….

             Merusak pola pikir manusia – Destroyed the cognitive of man

 Inilah yang akhirnya menyebabkan manusia jatuh dalam dosa, dengan mengacaukan pola pikir manusia. Sejak di taman Eden sampai kini, iblis tidak pernah berhenti untuk mencoba memutarbalikkan kebenaran Allah, menimbulkan keragu-raguan mengenai kebenaran itu dengan merusak pola pikir manusia. Faktanya, manusia banyak terjebak oleh tipu muslihat iblis, jatuh dalam dosa dan semakin jauh dari Tuhan.

 Contoh Examples

 * Adam–Hawa – Adam-Eve

 Kejadian 3:1-5, “Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?2Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, 3tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.” 4Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati, 5tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.

 Dengan kecerdikannya (bicara tentang pola pikir), melalui ular, iblis berhasil menipu dan mengacaukan pola pikir Hawa di taman Eden. Kebenaran Firman Allah yang didengar oleh Hawa, diputarbalikkan sehingga Hawa menjadi ragu. Pola pikir Hawa dirusak,  menjadi kacau dan ragu, dan diakhiri dengan tindakan yang salah.

 Pola pikir yang telah dirusak, membuat Hawa tidak percaya pada Firman Allah, tetapi lebih percaya pada perkataan iblis dan kemudian menurutinya dengan memakan buah larangan. Suatu tindakan yang gegabah, melanggar perintah Tuhan dan dampaknya luar biasa, manusia …  

                                    diusir – was thrown out

Manusia jatuh dalam dosa, kemuliaan Allah hilang dan menjadi binasa, serta hubungan yang intim dengan Allah menjadi putus. Manusia diusir dari taman Eden, dijauhkan dan tidak dapat menikmati pohon kehidupan. Iblis telah berhasil menghancurkan gambar Allah, manusia yang diciptakan serupa dengan diri-Nya, dengan merusak pola pikir manusia.

 * Zaman Nuh – Noah age

 Kejadian 6:5, “Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata

Keberhasilan iblis merusak pola pikir manusia di taman Eden berlanjut terus. Kejahatan manusia semakin bertambah, bahkan sifat dosa manusia ditunjukkan dengan  terang-terangan di Zaman Nuh. Pikiran / angan-angan manusia rusak, pikiran dan hatinya semata-mata jahat adanya. Kebejatan manusia tidak berubah, nafsu seksual dan kekerasan merupakan sarana ungkapan kejahatan yang tak terkendali.

Dosa telah membuat hubungan intim manusia dengan Allah terputus, membuat Allah menyembunyikan diri dari manusia (Yesaya 59). Akhirnya Allah mengambil keputusan untuk memusnahkan manusia lewat ….

                                                 banjir – flood

Tetapi Nuh dan keluarganya diselamatkan, karena hanya mereka yang Allah jumpai masih hidup benar. Di tengah kefasikan dan dan kejahatan yang merajalela, Nuh tetap hidup benar, memisahkan diri dari kejahatan yang ada di sekitarnya, dan berusaha untuk tetap berhubungan dan bergaul dengan Allah.

* Zaman Israel – Israel age

 Bilangan 14:22-23, “Semua orang yang telah melihat kemuliaan-Ku dan tanda-tanda mujizat yang Kuperbuat di Mesir dan di padang gurun, namun telah sepuluh kali mencobai Aku dan tidak mau mendengarkan suara-Ku, 23pastilah tidak akan melihat negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka! Semua yang menista Aku ini tidak akan melihatnya.

Sebagai bangsa pilihan, bangsa Israel memiliki kecerdasan yang luar biasa, karena Allah sendiri yang melindungi dan menolong mereka. Tetapi sayang, iblis dibiarkan mengacaukan pola pikir mereka. Berbagai tanda ajaib yang Tuhan sudah dan sedang lakukan tidak membuat mereka percaya dan menaruh pengharapan sepenuhnya kepada-Nya.

 Persungutan, pemberontakan, dan ketidakpercayaan kepada Tuhan adalah tindakan yang mereka lakukan, buah dari pola pikir yang telah rusak. Puncaknya tampak pada respon mereka terhadap laporan para utusan, yang dikirim Musa untuk mengintai keaadan tanah Kanaan.

Kabar kurang baik yang disampaikan oleh 10 dari 12 pengintai itu, telah membuat mereka menjadi takut dan gentar. Pola pikir mereka telah dikacaukan, sehingga mereka lebih percaya pada perkataan ke-10 pengintai itu dibanding kuasa Allah. Akibatnya Allah murka, persungutan dan ketidakpercayaan kepada-Nya membuat mereka …..

                                                 binasa – perish

 Mujizat-mujizat yang Allah lakukan saat membawa mereka keluar dari Mesir, ditanggapi salah. Pola pikir mereka telah dirusak iblis sehingga mereka menjadi buta, menyalahkan Musa, tidak percaya dan bahkan juga menyalahkan Tuhan.

 Menurut cara pikir mereka, mereka tidak bisa lagi bersandar kepada Tuhan dalam segala keadaan. Mereka telah gagal untuk mengingat kesetiaan Allah pada waktu lalu, mempercayai firman-Nya, dan mempercayainya sebagai Tuhan. Alhasil, yang terjadi kemudian, mereka berniat balik ke Mesir. Suatu tindakan yang fatal, sebagai akibat dari pola pikir yang salah.

* Zaman akhir – the last age

Roma 1:21, “Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.

 II Korintus 4:3-4, “Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, 4yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.     

Berlanjut sampai kini, di zaman akhir ini, iblis terus mencari jalan untuk membawa manusia jauh dari Tuhan. Pola pikir manusia dirusak, dikacaukan, sehingga menjadi buta, hatinya gelap, dan pada akhirnya juga akan ….

  binasa – perish

 Manusia sering tidak melibatkan Allah dalam setiap pikiran, perasaan, dan tindakannya sehingga memberi peluang besar bagi iblis untuk merusak pola pikirnya.

 Akibatnya The effect

 Tindakan tidak melibatkan Allah dalam pikiran, lebih mengandalkan pada akalnya sendiri berakibat ….

 Mereka bertindak salah – They do wrong / wrong motoric

 Pikirannya menjadi buta, dibutakan oleh ilah zaman ini (iblis). Percaya dan mengenal Tuhan, mendengar firman-Nya, tetapi tidak dapat melihat dan menikmati kuasa-Nya. Hatinya menjadi keras, tidak dapat menerima kebenaran Injil. Pikiran dan tindakannya semata-mata jahat, yang pada akhirnya menuju pada kebinasaan.

27.  Cara Allah God strategy

Membaharui pikiran! Renewing the mind!

 Efesus 4:20-24, “Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus. 21Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, 22yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, 23supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, 24dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

 Inilah cara Allah menolong manusia terhindar / terbebas dari pikiran jahat. Iblis telah menjatuhkan manusia, salah satunya dengan merusak pola pikirnya. Maka Allah menolong manusia dengan membaharui pola pikirnya, dibaharui dalam roh dan pikiran sehingga menjadi manusia baru yang serupa kembali dengan diri-Nya. 

 Bagaimana caranya? How is the way?

 Ibrani 8:10, “Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu,” demikianlah firman Tuhan. “Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

 Tuhan memberi kesempatan kembali kepada manusia untuk dapat berkomunikasi dan berpikir dengan benar. Kalau sebelumnya iblis telah merusak pikiran manusia dengan memakai firman Tuhan yang diputarbalikkan, maka Allah membaharui pikiran manusia dengan cara …..  

   Taruh Firman di pikiran / loh hati - Put the word in the mind / (Dia Noya)

Kebenaran Firman Tuhan ditaruh dan diukir dalam loh hati (dia noya – otak kanan) manusia, karena Allah mau tinggal dalam setiap pikiran manusia. Bukan lagi iblis yang menguasai pikiran dan hati manusia, tetapi hanya kebenaran Allah.    

 Akibatnya The effect

Kolose 3:1-3, “Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. 2Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. 3Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.

Matius 6:33, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Kalau pikiran dan hati manusia dipenuhi Firman Tuhan, maka pasti langkah / tindakan yang muncul adalah ada kerinduan untuk selalu …

     cari Tuhan – seek the Lord

 Firman Tuhan mengarahkan pikiran manusia untuk lebih dahulu memikirkan tentang Kerajaan Allah yang bersifat kekal, daripada hal-hal di bumi yang hanya bersifat sementara. Cari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya di atas segala-galanya, maka berkat-berkat jasmani akan Tuhan berikan/tambahkan.

 Mencari kebenaran tidak hanya dengan datang ke gereja, beribadah, atau membaca Firman Tuhan. Kebenaran yang sesungguhnya adalah terpancar dalam setiap kehidupan kita, menjadi garam dan terang di manapun berada dan apapun yang kita lakukan. Nyatakan kebenaran Allah dalam setiap pikiran, perasaan, dan tindakan kita. Miliki kebenaran Kristus dan tunjukkan kasih Kristus kepada semua orang.

28.  Nasihat Advise

I Korintus 2:16, “Sebab: “Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?” Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.

 Manusia yang sudah dibaharui, roh dan pikirannya dipenuhi Firman Tuhan, maka ia akan juga ….

  Miliki pikiran Kristus – Have Christ mind

 Mengetahui kehendak-Nya serta rencana dan maksud penebusan-Nya. Menghargai dan memandang segala perkara sesuai dengan cara Allah, sehingga pikiran dan pandangan hidup orang percaya berbeda sama sekali dengan dunia.

 Klimaksnya, kalau Firman Tuhan tinggal dalam loh hati sehingga memiliki pikiran Kristus, maka otomatis manusia akan …..

  Taat Firman Allah – Obey God mind

 Manusia akan kembali serupa dengan Dia, seperti pada mulanya Allah menciptakan manusia sebelum dosa merusaknya. Tidakkah kita merindukan hal ini?

 Berjuanglah untuk memiliki pikiran Kristus dan Firman Tuhan benar-benar terukir / termeterai dalam loh hati kita. Taat, setia, dan lakukan kehendak Tuhan dengan sungguh-sungguh. Undung Roh Kudus untuk menolong dan memampukan kita melakukan semuanya itu. Tuhan memberkati.

Kuasa Keubahan

The power of transformation

Filipi 3:20-21

kasih001 6. Mengapa hati? – Why is the heart?

 Amsal 4:23, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

 Firman Tuhan telah jelaskan bahwa roh pikiran manusia perlu diubah/dipulihkan, karena dari hati keluar pikiran-pikiran jahat (Matius 15:19). Makanya hati harus diubahkan dulu, karena dari hatilah terpancar kehidupan. Ini menunjukkan bahwa … 

                         hati itu pusat – the heart is central

 pikiran – thought

perasaan – feeling

kehendak – willing

Hati merupakan sentralnya kehidupan manusia. Dari hati berpusat seluruh pikiran, perasaan, dan kehendak manusia. Dikatakan sebagai pusat pikiran, karena segala kegiatan seperti berpikir, merencanakan sesuatu, percaya atau ragu, berdoa, merenung, menyimpan Firman Tuhan, dsb. Timbul dari hati. Dikatakan pusat perasaan, karena segala kegiatan seperti gembira, sedih, mengasihi, marah, takut, berani, bertobat, bersemangat, dsb. juga timbul dari hati. Sementara dikatakan pusat kehendak, karena segala kegiatan seperti tunduk pada perintah Tuhan, setia mencari Tuhan, ingin melakukan sesuatu, mengambil keputusan, keras menolak melakukan Firman Tuhan, dsb. bersumber dari hati.

 Yeremia 17:9-10, “Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya? 10Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya.

Hati bagaikan gunung es, yang terlihat diluar amat kecil, sementara didalam tidak terlihat lebih dari 90%. Yang muncul : personality ± 7% sementara karakter dan temperamen terselubung didalam.

 Sasaran keubahan/pemulihan yang dikehendaki Tuhan adalah lebih dulu hati yang diubah, hati yang diciptakan kembali seperti hatinya Kristus. Dua menjadi satu, gambaran hubungan Kristus dengan jemaat sebagai suami-isteri, yang punya pikiran, perasaan, dan kehendak seperti Kristus. Ketika melihat kita seperti domba yang tidak tergembala, hati Kristus terenyuh. Ketika melihat kita akan binasa, hati Kristus tergerak untuk menyelamatkannya. Suatu bukti bahwa hati Kristus menyatu dengan kita umat tebusan-Nya yang telah mengalami pemulihan hati.

 Baik atau jahatnya manusia bergantung bagaimana kondisi hatinya. Dan siapa yang tahu isi hati manusia, selain Tuhan dan manusia itu sendiri. Tuhan menyelidiki hati kita yang terdalam, bahkan sebelum kita sendiri menyadarinya.

 Dosa telah membuat hati manusia menjadi rusak secara rohani, terpisah dari hidup keselamatan dan persekutuan dengan Kristus. Dosa timbul dari hati, karena ….

 hati itu licik / penipu – the heart is deceitful

 Kelicikan hati ini dipertegas oleh Yesus saat mengatakan bahwa yang menjadikan seorang najis di hadapan Tuhan bukan kelalaiannya dalam mematuhi hukum tertentu, tetapi kesediaan untuk mendengarkan kecenderungan-kecenderungan fasik yang tertanam dalam hati (Matius 7:21-22).

 7. Apa isinya?What is it’s content?

 Matius 15:19, “Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.”

Markus 7:21-22, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, 22perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.

 Sebagai pusat, tidak hanya yang baik tetapi yang jahat juga bersumber dari hati. Dosa telah membuat hati manusia berisi ….

              macam-macam kejahatan – the kinds of evils

 Pikiran jahat, perasaan jahat, dan kehendak pun jahat. Begitu banyaknya kejahatan yang timbul dari hati (setidaknya telah disebutkan 7 sampai 13 macam kejahatan hati). Itulah sebabnya mengapa sangat penting hati diubahkan, hati yang isinya penuh dengan segala macam kejahatan. Perubahan hati harus terus berkesinambungan.

 Keluar melalui through out

 Lukas 6:45, “Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.

Matius 12:34, “Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.

 Memang hati manusia tidak terselidiki secara nyata, tapi dari kata-katanya dapat ditebak bagaimana hatinya. Sebab dari hati, keluar melalui … 

 mulut – mouth

 Laksana sumber mata air yang dapat memancarkan air bersih atau kotor, bergantung pada isinya, demikianlah hati menjadi sumber atau tempat perbendaharaan yang dapat memancarkan hal yang baik atau yang jahat.

 Hati yang dipenuhi firman Tuhan, hatinya baik dan dari mulutnya keluar kata-kata yang baik pula, kata-kata yang bersifat membangun dan menjadi berkat bagi orang yang mendengarnya. Tidak ada kata dusta dan sia-sia keluar dari mulut mereka yang hatinya baik (bersih). Sebaliknya, hati yang isinya penuh dengan kejahatan, tidak ada kata-kata baik keluar dari mulutnya. Yang ada hanya kata-kata yang jahat, tidak bersifat membangun, penuh dengan kata-kata dusta dan sia-sia.

 8. Janji Tuhan The Lord’s promise

 Kejadian 8:21-22, “Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: “Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan. 22Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.

 Kehidupan Nuh mampu mempengaruhi hati Allah, sehingga menyatakan takutNya untuk tidak lagi membinasakan yang hidup! (Hati yang benar ada kuasa yang besar).

 Kejahatan telah menguasai hati manusia, sejak manusia pertama jatuh dalam dosa. Dan kejahatan itu terus bertambah, setelah Tuhan mengutuki bumi dan mengusir manusia dari hadapan-Nya. Tapi Tuhan tidak membiarkan dosa terus menghancukan manusia, maka …

               Ia punya rencana bagi manusia

 Bukan sembarang rencana / rancangan, tapi rancangan yang penuh harapan (Yeremia 29:11). Bahkan Tuhan tegaskan bahwa Ia tidak akan mengutuki bumi lagi, sebagaimana yang sudah dilakukan-Nya, tapi Ia merancangkan damai sejahtera.

 9. Apa solusinya? What is the solution?

Ibrani 8:10, “Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu,” demikianlah firman Tuhan. “Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

Kisah Para Rasul 2:4, “Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

 Yehezkiel 36:26-27, “Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. 27Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.

Jauh sebelumnya, nabi Yeremia telah menubuatkan hal itu (Tuhan tidak lagi mengutuki bumi – Yeremia 31:31-33). Bahkan Allah mau menaruh rancangan-Nya dalam loh hati manusia, Karena itu maksud dari pemulihan Allah, Allah kerjakan lewat hati sehingga perlu … 

             hati diisi Firman Allah dan Roh Kudus

     Inilah jawaban Allah terhadap dosa di dalam hati, yaitu pembaharuan yang dialami oleh semua orang yang bertobat dari dosa dan berbalik kepada Allah. Secara pribadi percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Tidak hanya pemulihan secara jasmaniah, tetapi juga rohaniah dan mencakup pemberian hati yang baru supaya kita taat Firman Tuhan. Diisi Firman Tuhan dan ditaruh Roh Kudus dalam hati, supaya kita dapat menjalankan hidup benar dan mengikuti jalan Allah. Kalau hati dipenuhi dengan Roh Allah, maka yang keluar dari mulutnya adalah perkataan-perkataan yang membangun.

10. Nasihat – Advise

  Ibrani 3:7-11, “Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, 8janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun, 9di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatan-Ku, empat puluh tahun lamanya. 10Itulah sebabnya Aku murka kepada angkatan itu, dan berkata: Selalu mereka sesat hati, dan mereka tidak mengenal jalan-Ku, 11sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku.

Tuhan sudah menyediakan hari depan yang penuh harapan, diisikannya Firman Allah dan Roh Kudus dalam loh hati kita. Dan pesan-Nya tetap, …

  jangan keraskan hatimu  

Hati yang menyerahkan diri untuk melakukan kejahatan dan terus-menerus menolak mendengarkan dan menaati Firman Tuhan, beresiko akan menjadi keras. Pada akhirnya akan menjadi kehilangan kepekaan kepada Firman dan keinginan Roh Kudus.

 Kalau sampai hari ini masih Tuhan ijinkan berbagai peristiwa terjadi, itu bukan kutukan. Karena Tuhan sudah tegaskan bahwa Ia tidak akan lagi lakukan hal itu. Janjinya ya dan amin. Segala peristiwa yang sudah, sedang, dan akan terjadi bukan bagian dari rancangan Allah. Itu hanya bagian dari peringatan Tuhan atas kekerasan hati manusia.

Dengarkan apa yang Roh katakan dan responi dengan baik. Memuji Tuhan dengan segenap hati, menyimpan Firman Tuhan dalam hati, mengandalkan Tuhan, mengalami kasih Tuhan yang dicurahkan ke dalam hati, dsb. adalah bentuk nyata dari kegiatan hati yang sudah dibaharui. Tuhan memberkati.
The power of transformation

Philippians 3:20-21

6. Why the liver? – Why is the heart?

Proverbs 4:23, “Keep thy heart with all vigilance, it is the wellspring of life.”

Word of God has explained that the spirit of the human mind needs to be changed / restored, because of liver come out evil thoughts (Matthew 15:19). Hence the heart must be changed first, because of careful radiated life. This shows that …

heart center – the heart is central

 thought

feeling

willing
The liver is central to human life. From heart-centered all my thoughts, feelings, and human will. Said to be the center of the mind, because all the activities such as thinking, planning something, believe or doubt, pray, contemplate, keep the Word of God, etc.. Arising from the heart. It said the center feeling, because all the activities such as joy, sadness, love, anger, fear, courage, repent, excited, etc.. also arise from the heart. While the center will be said, because all such activities are subject to the commands of God, faithful to seek God, wanted to do something, make decisions, hard refused to do the Word of God, etc.. sourced from the heart.

Jeremiah 17:9-10, “What a heart cunning, deceitful above all things, his heart was petrified: who can know it? 10Aku, Lord, who investigated the liver, which test the mind, to reward the behavior of every person is worth the pace, is worth the result of his actions. ”

Heart like a mountain of ice, which looks beyond the very small, while the inside is not visible more than 90%. What appears: personality ± 7%, while hidden within the character and temperament.

recovery willed by God is first changed hearts, hearts like his heart Christ recreated. Two become one, the image of Christ’s relationship with the church as husband and wife, who have thoughts, feelings, and will like Christ. When he saw us like sheep without shepherd, touched the heart of Christ. When saw we will perish, the heart of Christ was moved to save him. A proof that the heart of Christ together with our ransom His people who have undergone liver recovery.

Good or bad depending on how the human heart. And who knows the human heart’s content, besides God and man himself. God investigating our deepest hearts, even before we ourselves realize

.Sin has made the human heart to be broken spiritually, separate from the safety of life and communion with Christ. Sin arises from the heart, because

hearts were deceitful / trickster – the heart is deceitful

Cunning heart was reaffirmed by Jesus when he said that what makes an unclean before God rather than negligence in complying with certain laws, but a willingness to listen to wicked tendencies which are embedded in the heart (Matthew 7:21-22).

7. What does it say? – What is it’s content?

Matthew 15:19, “Because of the heart come evil thoughts, murder, adultery, fornication, theft, perjury and blasphemy.”

Mark 7:21-22, “For from within, from the heart of men, proceed evil thoughts, fornication, theft, murder, 22perzinahan, greed, evil, cunning, lust, envy, blasphemy, arrogance, ignorance.”

As a center, not only good but also evil comes from the heart. Sin has made the human heart contains

 the Kinds of evils

Evil thoughts, evil feelings, and will even evil. So many crimes that arise from the liver (at least mentioned 7 to 13 kinds of evil hearts). That is why it is very important transformed liver, heart is filled with all kinds of evil. Continuous change of heart must continue.

Exit through – through-out

Luke 6:45, “People who are either out of good stuff from the treasury of his heart is good and bad people out items from perbendaharaannya evil is evil. Due to his mouth, overflowing from his heart.  

Matthew 12:34, “O ye descendants of vipers, how you can say good things, while you yourself bad? Because the mouth overflowed from the heart. ”
Indeed, the human heart terselidiki not real, but from his words can be guessed how his heart. Because of the heart, out through

 mouth
Like water sources that can emit clean water or dirty, depending on its content, so the liver becomes the source or place of repertory that can emit a good thing or a bad.

Heart-filled word of God, good heart and from his mouth out the words are good also, words that are built and a blessing to those who hear it. No word lies and vain from the mouth of those whose hearts are good (clean). In contrast, a heart is filled with evil, no good words out of his mouth. There was only evil words, do not be constructive, full of lies and the words in vain.
8. Promises of God – The Lord’s promise

Genesis 8:21-22, “When the Lord smelled the pleasing odor, the LORD said in his heart:” I will not again curse the earth because of man, even if that caused his heart is evil from since childhood, and I will not again destroy everything I do live like that. 22Selama earth still exist, will not stop-stop season of sowing and reaping, cold and heat, drought and rain, day and night.

Noah’s life can affect the heart of God, so that states are no longer afraid to destroy a life! (Heart is right there is great power).
Crime has mastered the human heart, since the first man fell into sin. And the crime continues to increase, after the Lord cursed the earth and the human drive from his presence. But God does not let sin continue menghancukan man, then …
He had a plan for human beings

                   He has a plan for man
Not just any plan / design, but design is full of hope (Jeremiah 29:11). Even God does not affirm that He will curse the earth again, as is already done by him, but he design for peace.

9. What’s the solution? – What is the solution?

Hebrews 8:10, “For this is the Kuadakan covenant with the house of Israel after those days, saith the Lord.” I will put My laws in their minds and write it in their hearts, so I will be their God and they will be my people.

 Acts 2:4, “they were all filled with the Holy Spirit, then they began to speak in other languages, such as that given by the Spirit to them to say it.”

Ezekiel 36:26-27, “You will give a new heart and new spirit in your psychic and I will be away from your body a hard heart and I give an obedient heart. I will give my 27Roh dwells in your mind and I’ll make you walk in all My statutes and keep my rules and do it.

Long before, the prophet Jeremiah had foretold it (God is no longer curse the earth – Jeremiah 31:31-33). Even God would put his design in the tablets of human hearts, therefore the purpose of restoration of God, the Lord is doing through the liver so it needs …

hearts filled with the Word of God and the Holy Spirit

      a heart filled with the word of God and Holyspirit

This is God’s answer to sin in our hearts, that these innovations were experienced by all who repent from sin and turn to God. Personally believe in Jesus as Lord and Savior.

Not only the physical recovery, but also spiritual and involves giving a new heart so that we obey God’s Word. Fill in the Word of God and the Holy Spirit placed in the heart, so that we can run live right and follow the path of Allah. If hearts are filled with the Spirit of God, then that comes out of his mouth are the words that build.

10. Advice – Advise

 Hebrews 3:7-11, “Therefore, as the Holy Spirit says:” On this day, if you hear His voice, 8janganlah harden your hearts as in anger at the time of temptation in the wilderness, where your fathers 9di tempt me with their road test me, even if they saw my deeds, forty years. 10Itulah’s why I’m angry with that generation, and said: Always they lost heart, and they do not know my way, 11sehingga I swear in my wrath: They will not go into a place of my rest.

God has provided a hopeful future, diisikannya Word of God and the Holy Spirit in the tablets of our hearts. And his message remains,

 Do not harden your heart – do not Harden your heart

Heart who surrendered to commit crimes and continually refused to listen and obey the Word of God, are at risk will be hard. In the end will be a loss of sensitivity to the Word and the Spirit desires.

if this day is still God allows events to happen, it is not a curse. Because God has affirmed that he will no longer do that. Promise yes and amen. Any event that has been, is, and will happen is not part of God’s design. That’s just part of God’s warning for the violence of the human heart.

Listen to what the Spirit says and Respond well. Praising the Lord with all your heart, save the Word of God in the heart, relying on God, experience God’s love poured into hearts, etc.. is a real form of activity that has been renewed heart. God bless.