Get Adobe Flash player

Kuasa Keubahan

The power of transformation

Filipi 3:20-21

marquee_SuprtKingdomPendahuluan – Proloque

3. Mengapa kita perlu keubahan? – Why do we need transformation?

I Korintus 15:50, ”Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.

Alasan utama perlunya kita semua mengalami keubahan adalah karena firman Allah dengan jelas dan tegas menyatakan bahwa …

darah dan daging tidak dapat masuk Kerajaan Allah

the blood and flesh can’t inherit the Kingdom of God

Kerajaan Allah kekal dan penuh kemuliaan, sehingga tidak mungkin dapat ditempati oleh hal yang tidak mulia. Manusia telah berdosa, kehilangan kemuliaan Allah, dan otomatis juga kehilangan hak untuk dapat masuk Kerajaan Allah. Makanya, manusia perlu kuasa keubahan, dipulihkan, bebas dari dosa untuk mendapatkan kembali haknya.

Kini, Allah sedang mengadakan restorasi (pembokaran/pemulihan) di bumi. Itulah sebabnya mengapa Yesus masih tertahan, duduk di sebelah kanan Bapa di Sorga (Kisah Para Rasul 3:21). Setelah pemulihan segala sesuatu yang Allah kerjakan untuk menampilkan sidang jemaat yang tidak bercacat cela / sempurna terjadi (Efesus 5:26-27), barulah Yesus datang untuk menjemput mereka.

Lebih dulu yang harus dipulihkan adalah mereka yang masuk dalam 5 jawatan / jabatan inti (rasul, nabi, penginjil, gembala, guru), untuk dapat membawa jemaat pada pemulihan. Bersama Roh Kudus, mereka turut mempersiapkan jemaat melalui penyampaian kebenaran firman Allah bagi pertumbuhan rohani tubuh Kristus sebagaimana dikehendaki Allah.

Matius 22:23-33, “Pada hari itu datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya: 24“Guru, Musa mengatakan, bahwa jika seorang mati dengan tiada meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu. 25Tetapi di antara kami ada tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin, tetapi kemudian mati. Dan karena ia tidak mempunyai keturunan, ia meninggalkan isterinya itu bagi saudaranya. 26Demikian juga yang kedua dan yang ketiga sampai dengan yang ketujuh. 27Dan akhirnya, sesudah mereka semua, perempuan itupun mati. 28Siapakah di antara ketujuh orang itu yang menjadi suami perempuan itu pada hari kebangkitan? Sebab mereka semua telah beristerikan dia.” 29Yesus menjawab mereka: “Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah! 30Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga. 31Tetapi tentang kebangkitan orang-orang mati tidakkah kamu baca apa yang difirmankan Allah, ketika Ia bersabda: 32Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup.” 33Orang banyak yang mendengar itu takjub akan pengajaran-Nya.

Yesus telah bangkit, duduk di sebelah kanan Bapa, menunggu untuk datang kembali setelah pemulihan segala sesuatu terjadi. Namun hal itu tidak dapat diterima oleh pikiran …

orang Saduki – the Sadducees

Mereka tidak percaya akan kebangkitan dan kehidupan setelah kematian, serta memandang kehidupan di Sorga seperti di bumi. Pikiran mereka telah disesatkan oleh perkara-perkara dunia.

Kehidupan di Sorga penuh dengan kemuliaan Allah. Di Sorga, kita hidup seperti malaikat (makhluk ilahi yang diberikan kepada manusia sebagai pelayan – Ibrani 1:13-14), tidak berjenis kelamin – laki-laki atau perempuan, dan tidak ada keinginan daging – kawin-mengawin (Markus 12:25). Tapi bukan berarti suami-isteri tidak saling mengenal lagi. Sebaliknya hubungan mereka lebih mendalam dan rohani sekalipun tidak dikuasai lagi oleh hubungan pernikahan seperti di bumi.

4. Apa Firman Tuhan katakanWhat the Lord word says

Efesus 4:20-24, “Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus. 21Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, 22yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, 23supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, 24dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

Untuk dapat turut ambil bagian dalam rencana pemulihan yang sedang Allah kerjakan, pertama yang harus dibaharui dalam diri kita adalah …

roh dari pikiran diubah

the spirit of our mind was change

Manusia lama dengan segala pikiran dan perbuatan jahatnya, yang menemui kebinasaan ditanggalkan. Melalui pembaharuan roh, kini kita mengenakan manusia baru yang sudah dibaharui dengan segala pikiran dan perbuatan baik, kembali pada ciptaan Allah semula, diciptakan serupa dengan gambar-Nya yang muli, dan tidak dapat binasa.

Mengapa? Why?

Kejadian 6:5, “Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata

Perbuatan jahat awalnya dari roh pikiran, yang sudah tercemar sejak manusia jatuh dalam dosa di Taman Eden. Kain membunuh Habil, adiknya, semata-mata karena hatinya jahat. Ketika melihat persembahan Habil diindahkan Tuhan, sementara persembahannya tidak, hati Kain menjadi jahat dan timbul pikiran untuk membunuh adiknya itu. Dosa telah membuat manusia memiliki …

pikiran hati jahat – the thought of heart was evil

Itulah sebabnya mengapa roh pikiran kita perlu diubah/dipulihkan, karena dari hati keluar pikiran-pikiran jahat (Matius 15:19). Sebagaimana yang terjadi pada bangsa Israel sampai kini. Pola pikir (mind set) orang-orang Israel tidak mau dibaharui, sehingga sulit menerima rencana Allah yang dinyatakan baik lewat Yohanes Pembaptis sampai yang terakhir Yesus Kristus. Bahkan pikiran hati mereka yang jahat sampai pada puncaknya menyalibkan Yesus.

Sampai kini bangsa Israel masih menantikan kedatangan Sang Mesias (yang pertama), sebagaimana yang Allah sudah janjikan pada nenek moyang mereka. Dan ini dapat dilihat pada apa yang menjadi pokok doa mereka di tembok ratapan: kokohnya kerajaan Israel, Mesias segera datang, dan membangun kembali Bait Allah.

Roma 1:21-28, “Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. 22Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh. 23Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar. 24Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka. 25Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin. 26Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar. 27Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka. 28Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas:

Efesus 4:17-19, “Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia 18dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka. 19Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran.

Dampak dari pikiran yang lama, pikiran hati yang jahat, salah satunya adalah jatuh dalam kehidupan seks bebas. Kembali pada kehidupan lama yang dikuasai oleh hawa nafsu dengan segala kecemarannya. Itulah sebabnya mengapa kita ….

perlu keubahan – need transformation

Jika tidak, kita akan terus terjerumus dalam perbuatan cemar, hawa nafsu yang memalukan. Ditinggalkan Allah, sehingga pikiran kita senantiasa terpikat oleh kejahatan dan keinginan dosa seksual. Bertobatlah dan serahkan segenap diri kita untuk dipulihkan Allah sepenuhnya.

5. Nasihat – Advise

Roma 12:2, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”

Sadarilah bahwa sistem dunia ini jahat adanya, karena dunia masih berada di bawah kuasa pemerintahan iblis. Sampai tiba waktunya nanti, Kristus datang kembali untuk memerintah bersama-sama umat tebusan-Nya.

Selama masa penantian ini, baiklah kita jaga hati dan pikiran, tetap hidup kudus, berkenan kepada Allah, dan …

jangan menjadi serupa dengan dunia

don’t be conformed to the world

Dunia dan gereja Tuhan merupakan dua kelompok yang berbeda. Dunia di bawah kuasa iblis, sementara gereja Tuhan adalah milik Allah semata. Karenanya, kita harus memisahkan diri dari dunia, tidak serupa dan tidak mengasihi dunia dengan segala keinginannya yang jahat.

Mengasihi dunia berarti bersekutu dengan cara-cara dan kesenangan dunia. Hal ini bukan yang Tuhan kehendaki. Tuhan mau kita dipulihkan secara penuh, terpisah dari dunia, tidak serupa dengan dunia, …

tapi berubah oleh pembaharuan hatimu

but be transformed by the renewing of heart

tahu baik dan jahat – knowing good and evil

Tinggalkan dan tanggalkan karakter lama, berubah menjadi sama seperti Kristus. Waspada terhadap tipu muslihat iblis yang memakai daya tarik dunia untuk membinasakan hidup Allah dalam diri kita. Jangan kompromi dengan kejahatan yang ditimbulkan oleh keinginan daging (kenajisan, pemuasan hawa nafsu), keinginan mata (kebejatan, pornografi), dan keangkuhan hidup (roh kecongkakan, bersandar pada diri sendiri).

Allah sedang memulihkan kita pada kesempurnaan, hati dan pikiran kita dibaharui untuk menjadi serupa dengan diri-Nya yang mulia. Sekarang kita adalah manusia  baru, yang lama sudah berlalu – yang baru telah datang. Miliki pengalaman baru dengan Kristus, hidup baru, dan pola pikir yang baru. Lain dulu – lain sekarang. Jadi terang dan garam dunia, mengasihi dan memenangkan mereka yang belum bertobat bagi Kristus. Tuhan memberkati.

29 September 2010

Khotbah Mingguan WSB 26 september 2010

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah Minggu | Tag

Khotbah Mingguan dari WSB 26 September 2010 oleh HambaNya,Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo,Bc.M

livingwater2aUraian     

 C. KENAL KUASANYA!KNOWING HIS POWER!

     C43.  Tantangan kekudusanThe challenge of holiness

C. Seks

Bagaimana cara menghormati perkawinan? How to respect marriage?

  1. A.   Memulai dengan baikStanding well

 I Tesalonika 4:3-7, “Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, 4supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan, 5bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah, 6dan supaya dalam hal-hal ini orang jangan memperlakukan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya. Karena Tuhan adalah pembalas dari semuanya ini, seperti yang telah kami katakan dan tegaskan dahulu kepadamu. 7Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus.

 Allah dengan tegas memerintahkan umat-Nya untuk menghormati perkawinan. Alasannya jelas: lewat perkawinan, yang merupakan idenya Allah sendiri, Allah menghendaki hadirnya keturunan ilahi. Keturunan anak-anak Allah, yang dipersiapkan untuk kelak masuk ke kota kudus –Yerusalem Baru.

 Hadirnya keturunan-keturunan ilahi ini, hanya dimungkinkan sebagai hasil dari suatu perkawinan yang kudus. Inilah caranya kita menghormati perkawinan, dengan hidup ….

 dalam pengudusan – In sanctification

 Membangun nikah / rumah tangga dengan landasan kekudusan, yang dimulai sejak mencari pasangan. Memulai dengan pertemanan yang sehat, mencari pasangan dengan baik dan yang seiman – sama-sama dalam terang.

 Kejadian 1:27-28, ”Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 28Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.

 Perhatikan bahwa hidup masa muda sangat berharga. Jangan sia-siakan masa muda dengan melakukan hal-hal yang tidak kudus. Jauhi perbuatan-perbuatan tercela / percabulan, keinginan-keinginan daging yang bertentangan dengan kebenaran Firman Tuhan. Letakkan fondasi yang kuat, sebelum masuk dalam sebuah pernikahan yang kudus.

 Pernikahan yang dimulai dari pengudusan, urutan yang benar yang menjadi kehendak Tuhan adalah jelas yaitu …..

 diberkati – seks – bonus

 blessed – sex – bonus

 Bukan dibalik, seks – diberkati. Ini yang sedang dikembangkan iblis di jaman akhir. Roh-roh percabulan ditebarkan, banyak anak muda hidup dalam seks bebas bahkan yang sudah menikah pun tidak luput dari roh perzinahan, Karena itu, perhatikan bagaimana kita bergaul, jaga kehidupan di masa muda dalam kekudusan. Bagi yang sudah menikah, jaga kehidupan perkawinannya agar tetap selalu dalam pengudusan.

 B.   Monogami Monogamy

 I Tesalonika 4:4, “supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan

 Jelas, yang dikehendaki Allah adalah pernikahan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan. Seorang laki-laki hanya menikah dengan seorang perempuan dan sebaliknya, tidak lebih hanya …

   seorang – a person                                    

 Suatu bentuk perkawinan monogami (satu suami, satu isteri), bukan poligami (lebih dari satu isteri) atau pun poliandri (lebih dari satu suami). Hormati perkawinan, suami hanya mempunyai / mengambil seorang perempuan untuk menjadi isterinya sendiri dan hidup dalam kekudusan.

 C.  Menolak kekerasan Reject hardness

 Kolose 3:19, “Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.”

I Petrus 3:7, “Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.

 Selanjutnya, dalam kehidupan perkawinan, suami sebagai kepala dituntut untuk bertindak …

                        Bijaksana – Wise / understanding

Dalam kehidupan rumah tangga jauhi kekerasan (KDRT), tindakan kasar, atau perkataan yang menyakitkan terhadap isterinya. Berlakulah sopan, hormati isteri sebagai teman penolong. Ingat bahwa “kesuksesan suami tidak lepas dari peran isteri, yang dengan setia mendukung dan mendoakannya.” 

 Suami-isteri hendaklah bertindak bijaksana, saling pengertian. Sebagai kepala, memang segala keputusan ada di tangan suami, tetapi jangan bertindak terlalu dominan. Tempatkan isteri dalam posisi yang benar, sebagai teman hidup dalam berbagi suka dan duka. Sebaliknya, isteri juga harus menyadari posisinya dan menempatkan dirinya dengan benar, bukan mendominasi suami.

 D.  Tanpa perceraianWithout separation / divorce

 Maleakhi 2:16, “Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel–juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!

 Karena perkawinan merupakan idenya Allah sendiri, tidak mungkin Allah mengijinkan terjadinya perceraian. Justru …

                              Allah benci perceraian – God hates divorce

  Perceraian dapat terjadi, salah satu penyebab adalah adanya masalah dalam kehidupan rumah tangga, masalah antara suami-isteri, yang dibiarkan berlarut-larut dan tidak diselesaikan. Tetapi apapun alasannya, perceraian sangat dibenci oleh Tuhan.

 Solusinya, jika ada masalah, selesaikan dengan cepat dan baik, jangan ditunda-tunda (Efesus 4:26). Setiap pelanggaran ada pengampunan, kalau diakui. Tanamkan sikap keterbukaan di antara suami-isteri, tidak ada yang ditutup-tutupi. Saling jujur, saling mengampuni, saling percaya, dan saling menjaga kekudusan akan semakin memperkuat tali ikatan perkawinan yang sudah dibangun.

 E.  Nasihat Advise

 Efesus 4:27, “dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.

Permasalahan-permasalahan atau pelanggaran-pelanggaran yang dibiarkan berlarut-larut, tidak cepat diselesaikan akan membuka celah bagi iblis untuk masuk dan menjebak kita dalam dosa. Karena itu, sekali-kali ….

      Jangan beri tempat kepada iblis

     Don’t give devil a space

  Bagi suami-isteri, hormati dan jaga suasana perkawinan yang harmonis. Berani mengakui kesalahan dan tidak diulangi lagi. Tuntaskan setiap pelanggaran yang terjadi sampai ke akar-akarnya, sehingga kelak tidak ada tuduhan lagi, yang sengaja dihembuskan iblis untuk menghancurkan kehidupan rumah tangga.

 Bagi anak-anak muda, perhatikan bagaimana kamu hidup, jaga kekudusan dalam segala tingkah lakumu. Jauhkan diri dari roh-roh percabulan dan dari pergaulan yang tidak baik. Bangun kekudusan melalui pergaulan yang baik, mencari pasangan hidup dengan cara yang sehat dan dijalani dengan sehat pula sampai berlanjut pada pernikahan yang kudus. Tuhan memberkati.

5 September 2010

Khotbah Mingguan dari WSB 5 September 2010

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah, Khotbah Minggu | Tag

Oleh Hamba-Nya Bp.Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo, Bc.M

gse_multipart28152C. KENAL KUASANYA!KNOWING HIS POWER!

         C43.  Tantangan kekudusanThe challenge of holiness

C. Seks

49. Mengapa? Why?

F. Kejadian 1:28, “Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka:Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.

 Maleakhi 2:15, “Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.

Alasan lain Allah memerintahkan agar setiap orang menghormati perkawinan, yang tidak lain merupakan idenya Allah sendiri itu, adalah karena Allah punya rencana yang jelas yaitu ….

 Hadirnya keturunan ilahi – Presenting the Godly generation

Itulah sebabnya mengapa Allah sangat membenci perceraian, termasuk perkawinan yang tidak dilandasi kekudusan. Allah juga marah ketika orang-orang Israel menikah dengan non Israel. Allah telah memilih bangsa Israel sebagai umat pilihan-Nya, bangsa yang kudus, sehingga wajar kalau Allah menghendaki hadirnya keturunan-keturunan ilahi dari mereka.

Perhatikan! Attention!

 Betapa kudusnya perkawinan di hadapan Tuhan. Hadirnya keturunan ilahi, sebagaimana yang menjadi rencana Tuhan,  hanya mungkin lewat suatu perkawinan yang kudus. Karena itu Tuhan tentukan dengan tegas aturan-aturannya. Urutannya pun jelas:

             Berkat — beranak cucu — bonus    (sex)

Keturunan ilahiThe Godly generation

Diberkati dahulu, baru terikat secara resmi dalam hubungan sebagai suami-isteri (seks), dan melahirkan keturunan-keturunan ilahi. Perhatikan pergaulan kita, jangan sampai jatuh dalam kehidupan seks bebas. Jaga kekudusan sebelum dan sesudah nikah.

 54. Yang ada sekarang The current condition

 I Yohanes 3:10, “Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.

 Allah hanya menghendaki hadirnya keturunan-keturunan ilahi, tapi faktanya yang terjadi adalah hadirnya dua jenis keturunan …..

                                                            Anak-anak Allah – The children of God

 Anak-anak iblis – The children of devil

Dosa telah memunculkan hadirnya keturunan lain, yang bukan berasal dari Allah, yaitu keturunan iblis. Hadirnya anak-anak iblis ini berawal dari sikap hidup yang tidak menghargai Allah (Firman Tuhan). Sebagaimana kehadiran Kain, benih dari pelanggaran Adam dan Hawa, yang dikatakan berasal dari si jahat (I Yohanes 3:12).

 Sejak semula, iblis adalah pembohong, bapa segala dusta (Yohanes 8:44). Sebaliknya, Firman Tuhan adalah kebenaran, katakan “ya” atau “tidak”, lebih dari pada itu berasal dari si jahat (Matius 5:37).

55. Bagaimana caranya menghadirkan generasi ilahi?

How to present the Godly generation?

 I Tesalonika 4:3-7, “Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, 4supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan, 5bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah, 6dan supaya dalam hal-hal ini orang jangan memperlakukan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya. Karena Tuhan adalah pembalas dari semuanya ini, seperti yang telah kami katakan dan tegaskan dahulu kepadamu. 7Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus.

 I Korintus 7:1-2, “Dan sekarang tentang hal-hal yang kamu tuliskan kepadaku. Adalah baik bagi laki-laki, kalau ia tidak kawin, 2tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri.

Untuk menghadirkan keturunan-keturunan ilahi adalah dengan …

                       Membangun nikah kudus – Building a holy marriage

Tuhan menghadirkan kita untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang kudus. Larilah dari perbuatan-perbuatan cabul dan matikan roh percabulan itu, agar tidak muncul kembali untuk menggoda kita.

Pernikahan yang dibangun dengan dasar kekudusan, berefek positif pada keturunannya. Tuhan peduli pada keturunan/generasi anak-anak Allah, yang tidak akan dibiarkannya meminta-minta (Mazmur 37:25).

 Hiduplah kudus dalam segala tingkah laku, karena kita adalah anak-anak terang. Bercermin pada kehidupan Yusuf, yang sejak masa mudanya (± 17 tahun) punya pendirian yang kuat dan sehat dengan dasar kebenaran Firman Tuhan.

 Ingat! Remember!

 Efesus 4:26-27, “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu 27dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.     

 Sejak kekalahannya di padang gurun, iblis tidak pernah menyerah dan selalu mencari kesempatan, seperti singa yang mengaum-ngaum siap menerkam siapa saja yang dapat dimangsanya. Waspadalah dan ….

 Jangan beri tempat kepada iblis – Don’t give devil a space

 Jangan biarkan iblis leluasa untuk menguasai dan memangsa kita. Kapan itu bisa terjadi? Di antaranya adalah saat memendam amarah, yang akan memberi peluang/celah bagi iblis untuk menguasai dan menjebak kita dalam pelanggaran-pelanggaran (dosa). Marah boleh asal alasannya jelas dan cepat diselesaikan dengan baik.

  56. NasihatAdvise

 Kolose 3:5-6, “Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, 6semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka).

Agar pernikahan yang dibangun tetap kudus, …

          Matikan percabulan – Put to death fornication

Hal ini sebagai bagian dari yang Tuhan inginkan. Keberhasilan hidup kita ditentukan bagaimana kita menjalani hidup. Kata-kata kotor (jorok) yang keluar dari mulut, itu menandakan hati yang kotor. Karena apa yang diucapkan mulut, meluap dari hati (Lukas 6:45).

 Miliki hati yang beres di hadapan Tuhan, seperti Meja Roti Sajian yang di atasnya diletakkan tumpukan roti (Firman Tuhan). Isi selalu loh hati kita dengan Firman-Nya, sehingga tidak ada peluang bagi iblis untuk menjerat kita dalam dosa.

 I Petrus 1:14-16, “Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, 15tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, 16sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Bapa kita adalah Bapa yang Mahakudus, sudah sepatutnyalah kita sebagai anak-anak-Nya dituntut untuk ….

 Hidup dalam kekudusan – Live in holiness

 Hidup kudus dalam segala hal. Jangan ada dusta dalam mulut, kuasai diri dari segala hawa nafsu daging yang dapat membawa kita pada dosa. Kita telah dipanggil dari gelap menuju terang, sehingga tidak ada alasan lagi untuk kembali pada hidup yang lama.

 Kita telah dibayar lunas dengan harga yang sangat mahal, lewat korban darah Kristus di kalvari. Pemulihan terjadi dan dimulai dari keluarga, Tuhan hendaki hadirnya keturunan-keturunan ilahi. Bangun pernikahan yang kudus, suami-isteri saling menghormati dan hidup dalam kekudusan. Amin.

29 August 2010

Khotbah Mingguan dari WSB 29 Agustus 2010

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah Minggu | Tag

Oleh Hamba-Nya Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo,B.cm

gse_multipart36955C. KENAL KUASANYA!KNOWING HIS POWER!

         C43.  Tantangan kekudusanThe  challenge of holynes

C. Seks

49. Mengapa? Why?

 E. Kejadian 1:27-28, “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 28Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka:Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.

 Seperti dalam perumpamaan membayar pajak, Yesus dengan tegas mengingatkan tentang kewajiban membayar pajak. Hendaklah setiap orang membayar pajak kepada yang berhak, sesuai dengan buatan / gambar pada mata uang. Mata uang buatan dan bergambar kaisar, berikan kepada kaisar (Matius 22:15-22).

Demikianlah, kita adalah buatan Allah, dibuat sesuai dengan gambar atau citra Allah. Sebagai gambar Allah, maka sudah seharusnya seluruh hidup kita diberikan kepada-Nya, tidak terkecuali perihal perkawinan.

 Hendaklah setiap keluarga, suami – isteri, menghormati perkawinan sebab ….

                      Perkawinan adalah ide Allah – Marriage is God’s idea

Allah yang pertama kali mempersatukan Adam dan Hawa dalam ikatan perkawinan yang kudus. Perkawinan bukan hal coba-coba, tetapi ada tujuan jelas yang Tuhan kehendaki. Urutannya pun jelas lebih dulu diberkati, lalu berkembang biak (terkait seks), dan kuasai bumi dengan segala isinya.

 Kejadian 3:23-24, “Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil. 24Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyala beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.

Sayang, manusia (Adam dan Hawa) tidak dapat menjaga dan mempertahankan kekudusan perkawinannya. Terjadi ….

  Kehancuran nikah – The crushed of marriage

Kehancuran nikah, berawal dari ketidaktaatan mereka terhadap larangan Allah atas buah pengetahuan yang baik dan yang jahat. Buah dari ketidaktaatan itu mereka menjadi telanjang dan akhirnya terusir dari taman Eden.

Hubungan nikah mereka mengalami keretakan, yang berawal dari tidak adanya kejujuran. Mereka saling menuduh / menyalahkan, terlebih Adam sebagai suami yang adalah kepala. Sebagai kepala keluarga, Adam lebih mendengarkan kata isterinya daripada kata Tuhan. Adam juga tidak mau menanggung kesalahan isterinya, sebaliknya yang terjadi ia justru menyalahkan Tuhan. Suatu bentuk tindakan seorang kepala yang tidak bijaksana, tidak menjalankan fungsinya sebagai kepala dengan baik dan benar.

 Jaga kehidupan nikah kita, jangan sampai retak apalagi hancur. Kembangkan sikap saling menghormati dan mengasihi antara suami-isteri. Suami, sebagai kepala keluarga, kebutuhannya adalah dihormati. Jangan lecehkan suami, hormati dan tunduklah. Sebaliknya, isteri sebagai penolong, kebutuhannya adalah dikasihi.

51. Rencananya bergulir His plan is rolling

I Korintus 15:45-49, “Seperti ada tertulis: “Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup”, tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan. 46Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah. 47Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga. 48Makhluk-makhluk alamiah sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga. 49Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi.

 Walaupun gambar Allah yang pertama lewat Adam dan Hawa telah dirusak oleh dosa, perkawinan yang Allah bangun telah hancur, tapi rencana-Nya terus bergulir. Iblis tidak dapat mengancurkan rencana Allah untuk menghadirkan ….

                       Yesus, Adam yang akhir – Jesus is the last Adam

Justru peristiwa kehancuran nikah ini menjadi momen untuk terus bergulirnya rencana pemulihan, yang telah direncanakan Allah sejak di kitab Kejadian 3:15, “keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.

Cukup lama rencana pemulihan itu digulirkan, membutuhkan kurun waktu 4000 tahun bagi tergenapinya. Adam yang Akhir dihadirkan untuk meremukkan dosa.

Kelahiran gereja-Nya The birth of His church

 Yohanes 19:34, “tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

 Kisah Para Rasul 2:1-4, “Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. 2Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; 3dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. 4Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

 I Yohanes 5:7-8, “Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. 8Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi): Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.

 Yesus, Adam yang Akhir, sudah hadir mengadakan pemulihan bagi kita semua. Ia bertindak sebagai Kepala atas gereja yang adalah tubuh-Nya (Efesus 1:22-23).

 Pemulihan terjadi melalui kelahiran baru, kelahiran gereja yang ditandai ….

  Tanda: Air; Darah; Roh – Signs: Water; Blood; Spirit

 Tanda kelahiran baru ini sudah tergambar dalam pola kerajaan Allah (Tabernakel):

  • Baptisan darah —– Mezbah Korban Bakaran
  • Baptisan air —– Kolam Pembasuhan
  • Baptisan Roh —– Pintu Kemah

 Air dan darah adalah tanda kelahiran seorang anak manusia, tetapi itu saja belum cukup harus ada suara (menangis), baru dikatakan hidup. Itulah sebabnya di loteng Yerusalem ada suara yang menandai turunnya Roh Kudus, sebagai kelahiran Gereja Mula-Mula. Gereja Tuhan mendapat kuasa ketika Roh Kudus turun (Kisah Para Rasul 1:8).

 Tujuannya The purpose

Efesus 5:25-27, “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya 26untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, 27supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

Kelahiran baru gereja Tuhan yang ditandai darah, air, dan Roh mempunyai tujuan akhir ….

  Gereja sempurna – The perfect church

Ada tugas dan tanggung jawab besar yang harus kita kerjakan, setelah mengalami pemulihan. Sebagaimana jemaat gereja mula-mula, setelah dipulihkan mereka bertekun dalam Kristus dan kesaksian hidupnya menyebabkan jumlah orang yang bertobat bertambah.

Kisah Para Rasul 2:42 “Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.”

 Ketekunan hidup mereka juga tergambar dalam pola Tabernakel:

  • Bertekun dalam pengajaran Firman Tuhan — Meja Roti Sajian
  • Bertekun dalam persekutuan — Pelita Emas
  • Bertekun dalam doa — Mezbah Dupa

 Tujuan akhirnya (goal) adalah KESEMPURNAAN.

 Demikian juga dalam perkawinan, kehidupan perkawinan harus tetap kudus untuk menuju pada kesempurnaan. Sebagaimana Kristus sebagai mempelai Pria adalah sempurna, maka gereja sebagai mempelai wanita-Nya juga harus  sempurna.

52. Puncak pemulihan The top of restoration

Wahyu 19:6-9, “Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: “Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja. 7Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia. 8Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!” (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.) 9Lalu ia berkata kepadaku: “Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba.” Katanya lagi kepadaku: “Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah.

Pemulihan telah Tuhan kerjakan lewat tanda darah, air, dan roh dengan tujuan kesempurnaan. Gereja yang sempurna  menyongsong kedatangan Sang Mempelai Pria Surgawi, masuk pada pesta ….

                        Malam perjamuan kawin Anak Domba

 The marriage supper of the Lamb

Sebagaimana layaknya pengantin, kelak kita sebagai mempelai wanita-Nya dikenakan pakaian lenan yang putih bersih, gambaran perbuatan-perbuatan benar menurut Firman Tuhan. Sebelumnya, kita mengenakan kain kesumba / larah,  penuh dengan perbuatan-perbuatan dosa (Yesaya 1:18).

 Berjuanglah terus untuk sampai pada puncak kesempurnaan, pada malam perjamuan kawin Anak Domba yang kudus. Dimulai dari nikah dan diakhiri dengan nilkah pula.

 53. NasihatAdvise

 Ibrani 12:1-2, “Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. 2Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Sasaran akhir dari rencana pemulihan Tuhan sudah jelas, yaitu kesempurnaan menuju perkawinan Anak Domba. Untuk sampai pada hal itu bertekunlah dan berjuang terus, tidak bergerak di tempat tetapi ….

           Berlari menuju sasaran – Running to the goal

 Tinggalkan dosa dan beban yang menjerat, yang tidak pernah berhenti mengejar kita. Sejak menjadi milik Kristus, iblis tidak punya kuasa lagi atas kita. Yang bisa dilakukan iblis hanya mencobai kita, itu pun  harus minta ijin Tuhan. Kalau pun Tuhan ijinkan, pasti ada tujuan positif yang Tuhan mau atas hidup kita. Beda halnya dengan godaan, yang datang dari keinginan (hawa nafsu) daging kita sendiri.

Sebagai bukti iman bahwa kita adalah anak Allah, milik Kristus, lakukan perbuatan-perbuatan benar sesuai Firman Tuhan. Pergunaan waktu yang ada, berpacu dengan waktu yang semakin singkat untuk mencapai sasaran yang Tuhan kehendaki, menjadi sama seperti Dia. Amin.

2 July 2010

Ringkasan Khotbah pada WSB Minggu 27 Juni 2010

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah Minggu | Tag

gse_multipart49343

Khotbah Minggu,Oleh hamba-Nya Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo, Bc.M     

 KENAL KUASANYA!KNOWING HIS POWER!

     C39.  Kuasa PenyucianThe power of sanctification

                                                     A. Hedonisme (kemapanan)

32. Jemaat LaodikiaThe church of Laodiceans

 Wahyu 3:14-20, “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah: 15Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! 16Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku. 17Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang, 18maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat. 19Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! 20Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.

Inilah kondisi rohani jemaat Laodikia,

                                                 jemaat yang suam-suam kuku

                                         the Lukewarm church

Tanggung, tidak ada gregetnya. Aktif tidak, pasif juga tidak. Padahal sebelumnya, mereka memiliki roh perjuangan yang menggebu-gebu, mencari Tuhan dengan berdoa siang-malam, berpuasa, dsb.. Tetapi mengapa mereka berubah demikian rupa, menjadi suam-suam kuku?

 Ayat 17A, “Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa

 Karena jemaat Laodikia hidupnya …

 merasa mapan – feeling save

Kemapanan hidup telah membawa mereka pada suasana nyaman, yang akhirnya menjadi terlena dan lupa diri. Rohani mereka menjadi suam-suam kuku, tidak ada perjuangan, tidak ada semangat dalam doa dan ibadah. Berjalan biasa-biasa saja, karena sudah merasa hidup mapan, tidak ada masalah.

 33. Keadaan sesungguhnyaThe real condition

Wahyu 3:17B, “dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang.”

 Mereka tidak menyadari bahwa dibalik kemapanan itu, sesungguhnya mereka melarat, malang, miskin, buta, dan telanjang. Itulah kondisi mereka yang amat …

 menyedihkan – sorrowful

Perasaannya hidupnya sudah mapan, kaya, tidak kekurangan, tetapi kenyataan sesungguhnya bertolak belakang. Jangan mengandalkan pikiran dan perasaan yang seringkali menipu. Siapa yang tahu pikiran dan perasaan hati manusia, selain Tuhan.

 Kemapanan hidup telah membuat jemaat Laodikia lalai dan sembrono. Makanya, Tuhan memberi mereka KADO ISTIMEWA — dalam bentuk TEGURAN. ”Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; …” (Wahyu 3:19).

 34. Apa maunya TuhanWhat He want to?

 Wahyu 3:18, “maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.

 I Petrus 1:6-7, ”Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. 7Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu–yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api–sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

 Tuhan menegur jemaat Laodikia dan untuk memulihkan keadaan mereka adalah melalui …

 Baptisan api – The fire baptism

Untuk mencapai kekudusan, ada harga yang harus dibayar. Bukan dengan uang, tetapi dengan suatu perjuangan, pikul salib setiap hari (dan pikul salib ini yang sering ditolak). Nabi Yohanes membaptis dengan air, tetapi Yesus membaptis dengan Roh Kudus dan dengan api (Matius 3:11).

 Baptisan air, sebagai tanda pertobatan, pada waktu itu adalah sesuatu yang baru yang tidak ada di zaman Torat sehingga menimbulkan pro dan kontra pada bangsa Israel, termasuk apa yang dilakukan Yesus sendiri (mujizat-mujizat). Paradigma mereka tidak mau dibaharui, sehingga penolakan demi penolakan terjadi.

 Baptisan api, adalah untuk memurnikan hidup. Kualitas iman menjadi murni lewat ujian iman – api penyucian. Kekristenan tidak akan sepi dengan penyucian. Iman kita diproses melalui tantangan hidup.

Tujuan ujian iman adalah supaya kita memiliki ketekunan sehingga menjadi utuh – sempurna – tidak kekurangan sesuatu. Inilah cara-cara Tuhan dengan ijinkan api penyucian, maka Yesus membaptis kita dengan Roh Kudus dan api.

Lewat api penyucian, Tuhan mau kita diproses semakin tekun dan membuahkan suatu pekerja yang baik dan sempurna sehingga tidak berkekurangan (Yakobus 1:2-4). Motivasi kita dalam pelayanan disucikan.

 IngatRemember

 Wahyu 16:15, ”Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya.

 Kedatangan Tuhan semakin dekat. Walau Henok sudah menubuatkannya jauh sebelumnya (Yudas 1:14-15), tetapi bicara tentang waktu tidak ada seorang pun yang tahu kapan Tuhan datang,

                      Dia datang seperti pencuri – He will come like a thief

Karena itu persiapkan hidup kita, agar jangan sampai ketika tiba waktunya Ia datang, dijumpai kita dalam keadaan tidak layak. Jangan biarkan kemapanan hidup menjadikan kita terlena dan sembrono.

Berani keluar dari zona nyaman, jadi terang dan garam dunia dimana pun berada. Sehingga saat Ia datang, didapatkan kualitas iman kita bisa dipertanggungjawabkan.

35.  PenutupEnding

 Wahyu 3:21, ”Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.

Berbahagialah yang menang!

Blessed are those who win!

Jaminan-Nya ya dan amin. Hidup manusia itu bagaikan orang yang perang, musuhnya adalah penguasa udara yang jahat, yang seringkali masuk dalam keinginan hawa nafsu daging, kemapanan hidup, kekayaan, seks, dsb. Dan untuk dapat menang, berjuang dan berjaga-jaga lewat pertolongan firman dan Roh Allah. Inilah sarana yang Tuhan berikan bagi gereja-Nya agar menjadi menang, lebih dari pemenang.

 Yesus memenangkan peperangan sampai tetes darah terakhir, ketika disalib Ia berkata, ”Sudah selesai”. Pada waktu di taman Getsemani, Ia masih terus berjuang dan menjadi puncak peperangan-Nya. Sebagai manusia, Yesus takut menghadapi salib, suara daging-Nya gemetar sehingga sampai keringat-Nya menetes seperti darah. Yesus mengakhiri pertempuran dengan kemenangan.

 Bertekun sampai akhir, kemenangan kita raih bersama Dia. Amin.

 

31 May 2010

Ringkasan Khotbah Pada WSB Minggu 30 Mei 2010

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah Minggu | Tag

burungKhotbah pada Hari Pantekosta oleh hambaNya Bp.Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo.Bc.M

C36.  Hari Pantekosta The day of Pentacost

18. Tujuan penyucian the goal of sanctification

  

Efesus 5:26-27, “untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan air dan firman, 27supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

 

Kolose 3:10, “dan telah mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya

 

Kembali kepada gambar Allah, adalah bagian dari tujuan penyucian. Disucikan lewat Roh Kudus dan Firman Allah, untuk menempatkan gereja-Nya cemerlang …

tanpa cacat cela – without blemish

 

  

Sempurna - Perfect

Tampil sebagai mempelai wanita Anak Domba yang sempurna, tiada kenajisan.

Bukan kebetulan, bicara tentang penyucian, Rasul Paulus menyisipkannya pada kehidupan keluarga. Dimulai dari keluarga, dengan menghormati perkawinan sebagai gambaran hubungan Kristus dan gereja. Yang dikehendaki dalam pernikahan yang kudus adalah hadirnya keturunan-keturunan ilahi (anak-anak Allah).

  1. Siapakah orang sempurna?Who is the perfect man?

  

Yakobus 3:2, “Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

 

Wahyu 14:4-5, “Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti  Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu. 5Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela.

Hidup sempurna yang dimaksud adalah mereka yang lidahnya terkendali, dari mulutnya tidak ada kesalahan, …tidak bersalah dalam kata-kata

no stumble in words

Jadi orang-orang seperti ini, di dalam mulutnya tidak ada dusta. Mereka inilah yang ditebus sebagai yang sulung dari bumi. Kita sedang diproses menuju kesempurnaan itu.

  1. Cara Allah The way of God

  

Kisah Para Rasul 2:3-4, “dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. 4Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Supaya kita dapat hidup sampai pada kesempurnaan, Allah mengirim Roh Kudusnya. Jangan bergerak / bertindak tanpa Roh Kudus. Kalau ada Roh Kudus, kita punya kuasa untuk menaklukkan dalam peperangan rohani (Kisah Para Rasul 1:8).

Itulah sebabnya mengapa kita butuh Roh Kudus (Roh Kebenaran – Roh Penolong), yang pada akhirnya menjadikan kita berhasil. Lewat kuasa Roh Kudus ini, mujizat terjadi (Kisah Para Rasul 2:41-43).

Kalau lidah adalah yang menggerakkan roda kehidupan, demikian halnya pada gereja mula-mula. Mereka diijinkan bergerak setelah Roh Kudus memenuhi mereka, yang ditandai oleh …

 

Lidah-lidah api di atas mereka

 

Mereka penuh dengan Roh Kudus

Lidah mereka dikuasai oleh Roh Kudus

Pada saat itu, ada 18 suku bangsa datang ke tempat di mana para murid-murid Yesus menunggu di Yerusalem pada hari Pentakosta. Mereka heran mendengar orang-orang yang dipenuhi Roh Kudus berbicara dalam bahasa mereka.

Di dorong dari dalam hati, meluap ke mulut. Ucapan bahasa lidah mengagungkan Tuhan, menceritakan tentang perbuatan-perbuatan Allah yang agung, dan membangun sidang jemaat. Karenanya, bangkitkan kerinduan kita untuk dipenuhi Roh Kudus.

  1. Dosa gereja mula-mula The sin of the early church

Kisah Para Rasul 5:1-11, “Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah. 2Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul. 3Tetapi Petrus berkata: “Ananias, mengapa dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? …

* Dosa lidah – The sin of tongued DUSTA – LIE

Begitu besarnya kuasa Roh Kudus, sehingga dampaknya juga besar jika mendustai-Nya. Seperti Ananias yang berdusta tentang harga tanah, tidak hanya mendustai imam tetapi lebih dari itu mendustai Roh Kudus, akibatnya ia mati demikian juga dengan istrinya.

Peristiwa ini menjadi pelajaran bagi kita semua, dimulai dalam kehidupan keluarga. Suami – istri harus jujur, tidak ada dusta di antara mereka sebagai gambaran hubungan Allah dengan gereja-Nya,

22.  Penutup – Ending

Kolose 3:8-9, “Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, firnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. 9Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya

Tanggalkan manusia lama

Berhenti berdusta – Stop lie

Dusta dimulai dari Taman Eden, Adam – Kain – berlanjut terus – saksi dusta (imam-imam kepala) saat Yesus diadili sampai pada berita kebangkitannya. Itulah sebabnya mengapa sampai kini masih banyak yang tidak percaya kalau Yesus benar-benar bangkit.

Ingat bahwa pendusta tidak mendapat tempat dalam Keajaan Allah. Makanya cara Tuhan untuk menyucikan kita dari dosa lidah ini, adalah lewat peristiwa Pantekosta – mencurahkan Roh Kudus-Nya, yang akan menguasai lidah kita. Hidup kita diubahkan, karakter lama dibaharui menjadi karakter yang baru, sehingga kita menjadi layak menuju kota Yerusalem Baru, Kota yang Kudus. Menanggalkan manusia lama ditandai dengan lidah yang tidak suka dusta !

22 May 2010

Ringkasan Khotbah Minggu pada WSB 23 Mei 2010

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah Minggu | Tag

tarianKelanjutan Seri Khotbah “The Power of Sanctification” Oleh HambaNya,Bp.Pdt.Otniel Firmanyo  Osiyo,Bc.M

C.KENAL KUASANYA! – KNOWING HIS POWER!

C.3.1  Kuasa Penyucian The power of sanctification

10.Bagaimana caranya? How is the way?

I Yohanes 1:5-7, “Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. 6Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran. 7Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.

Kalau kita berjalan di dalam Terang, maka bersekutulah kita satu dengan yang lain sehingga darah anak-Nya itu menyucikan dari segala dosa.

Hidup dalam terang – Live in the light

Akibatnya :

Penyucian terjadi – Sanctification happend

ini adalah cara yang berkenan kepada-Nya, bila orang percaya rindu penyucian terjadi, ia dituntut untuk hidup di dalam terang. Suratan Korintus menuliskan terang dan gelap tidak bisa bersatu, bila gelap dominan terang tidak ada di situ, sebaliknya bila ada terang otomatis gelap berlalu.

Bila hidup di dalam terang seperti Dia yang adalah terang, kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain. Persekutuan di mulai dari dua menjadi satu -nikah- lalu meluas kepada keluarga, persekutuan gereja, hingga Gereja yang disempurnakan – Gerea yang berpakaian Terang-

11.Apa artinya?What is the meaning?

I Yohanes 1:8-9, “Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. 9Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. 10Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita.

Berjalan di dalam terang, rasul Yohanes menuliskan dilakukan dengan

Mengakui segala dosa – Confessing all sin

Kalau kita mengakui dosa kita -tidak menutupi dosa-dosa kita maka itu adalah tanda orang percaya hidup di dalam Terang. Bila suka menutupi dosa berarti masih suka hidup dalam gelap, sebab dosa adalah perbuatan gelap.

Kalau kita mengakui dosa ada berkat dobel : pertama Ia akan mengampuni, lalu Dia menyucikan kita dari segala kejahatan.

Pengakuan dosa itu tidak dapat hanya diucapkan secara global, namun harus diungkapkan dengan spesifik supaya bagian yang kotor menjadi bersih dari dosa. Ibarat seseorang yang mencuci pakaian kotor, maka pada bagian yang terdapat noda kotor ia akan menyikatnya atau membersihkannya dengan lebih keras.Ketika dosa telah diselesaikan maka banyak hal yang akan terlihat nyata seturut pernyataan-Nya.

Pernyataan-Nya akan menjaga langkah kehidupan orang percaya pada kehidupan yang berkemenangan. Bila pengajaran-Nya yang menyucikan kehidupan telah disampaikan dan mengerti maksud-Nya maka orang percaya dapat mempraktekannya untuk kebaikannya. Praktek iman yang benar akan membawa kepada pertumbuhan iman ke arah yang lebih dewasa.

Rasul paulus menuliskan kepada jemaat ada banyak yang akan dikatakan tetapi respon mereka lamban, tidak cekatan, menjadi penyebab mengapa meski pengajaran sudah dijelaskan tetap tidak mengerti. (ibrani 5:11). Kalau kita sudah terang hidup akan enak, dosa sudah dicabut seakar-akarnya, hidup pasti akan menjadi lebih baik.

12.Ingat peran lidahRemember the function of a tounge

Matius

Pengakuan dosa yang diucapkan oleh orang percaya tentu berhubungan dengan lidah. Seperti yang Kitab Suci tuliskan tentang peran lidah :

Hidup dan Mati ada  dalam kuasa lidah

Life and dead are in the power of tounge

Lidah menggerakkan roda kehidupan

The tounge moves the wheel of live

Ada peran besar dari lidah bagi tubuh manusia, kecil dan tersembunyi tapi dapat membawa dampak yang fatal. Peran itu digambarkan sebagaimana cara mengendalikan kuda-gambaran kekuatan- maka lidahnya dikekang, juga sebuah kapal yang besar dikendalikan oleh kemudi yang kecil.

Lidah, memiliki peran yang besar bagi tubuh. Lidah menggerakkan roda kehidupan manusia. Bila tidak bertobat akan membawa akan kehancuran, menentukan mati hidupnya seseorang.

Dengan hati orang percaya dibenarkan, dengan lidah orang mengaku dan diselamatkan. Orang percaya perlu ada pengakuan untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, dengan pengakuan itu maka ada kekuatan bahwa orang percaya adalah milik-Nya.

13.Penutup Ending

Matius 15:18-19, “Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. 19Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.

Ucapan lidah dari mulut seseorang bermula :

Dari hati keluar ke mulut – From the heart come out to mouth

Dari hati muncul pikiran jahat, meluapnya ke mulut. Bila hatinya bersih kudus, ucapannya akan penuh berkat.

Bagaimana kita dapat mengaku dosa, kemudian mengucap syukur perlu ada yang mendorongnya.

So:

Ibrani 8:10, “”Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu,” demikianlah firman Tuhan. “Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

Kisah Para Rasul 1:4-5, “Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang — demikian kata-Nya — “telah kamu dengar dari pada-Ku. 5Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.

Untuk memungkinkan mulut mengucapkan hal positif sebagai tanda hidup di dalam Terang maka perlu :

Hati diisi Firman Tuhan dan Roh Kudus

Fill your heart with the word of God and the Holy Spirit

Lebih dahulu hati perlu diisi Firman Allah. Ya, Tuhan mau menaruh hukum-Nya di loh hati -akal budhi atau dianoya /otak kanan- Setelah hati berisi Firman, maka Roh-Nya akan berdiam (Yeh 36:26-27)

Dengan landasan Firman dan Roh Kudus di hati orang percaya, maka ucapannya akan kudus sebab sumbernya kudus. Tuhan mau kehidupan orang percaya disucikan hingga kelak disempurnakan, Karena orang percaya masih hidup di tengah dunia maka ia perlu bertekun di dalam Firman dan Roh-Nya, ada pengakuan sebagai bagian dari proses pengudusan hidup. Untuk sebuah proses pendewasaan, hidup yang dibangun menuju kemuliaan.

8 May 2010

Ringkasan Khotbah Minggu pada WSB 9 Mei 2010

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah Minggu | Tag

Kelanjutan Seri Khotbah Minggu ( The Power of Sanctification ) Oleh HambaNya Bp.Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo,Bc.M

36C.    KENAL KUASANYA! – KNOWING HIS POWER!

 C31.  Kuasa Penyucian The power of   Sanctification

 1.Siapakah manusia? Who is of man?

 Kejadian 1:27, “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

 Mazmur 8:4-5, “Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: 5apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?

 Setelah Allah menciptakan semesta dan isinya, Ia lalu menciptakan manusia. Dengan kuasa-Nya Ia menjadikan manusia pertama Adam laki-laki, kemudian diciptakan pula pasangan manusia supaya sempurna karya-Nya. Baik manusia laki-laki dan manusia perempuan diciptakan seturut gambar-Nya.

Manusia dicipta sempurna, oleh tangan-Nya manusia dibentuk. Dipedulikan oleh-Nya, namun manusia melanggar perintah. Manusia telah berbuat dosa (Roma 3:23).

                Ciptaan Allah yang telah berdosa

                                              God’s creation who has sined

 Karena ketidaktaatan manusia pertama kepada perintah-Nya, maka manusia kehilangan kemuliaan-Nya. Manusia kini menjadi manusia yang berdosa, karena perbuatan itu maka keturunannyapun menjadi berdosa pula.

1.Usaha AllahThe initiative of God

 1A.      Ibrani 9:18-22, “Itulah sebabnya, maka perjanjian yang pertama tidak disahkan tanpa darah. 19Sebab sesudah Musa memberitahukan semua perintah hukum Taurat kepada seluruh umat, ia mengambil darah anak lembu dan darah domba jantan serta air, dan bulu merah dan hisop, lalu memerciki kitab itu sendiri dan seluruh umat, 20sambil berkata: “Inilah darah perjanjian yang ditetapkan Allah bagi kamu.” 21Dan juga kemah dan semua alat untuk ibadah dipercikinya secara demikian dengan darah. 22Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.

 Allah yang baik, tetap perduli kepada umat manusia. Kepada manusia yang di dalam hati-Nya terus mencari-Nya, Ia ceritakan siapa Diri-Nya. Kepada Abraham –Bapa orang beriman- Ia ucapkan Janji-Nya, ada cara untuk dapat berkenan kepada-Nya dan pemeliharaan-Nya akan dinyatakan. Semua perjanjian itu ditandai dengan darah sebagai lambang ikatan kehidupan.

 Itulah sebabnya perjanjian yang lama harus disahkan dengan darah, tanda darah mutlak ada di …

Perjanjian Lama – The Old Testament

 Bangsa pilihan-Nya, keturunan Abraham dari Ishak dan Yakub, diikat dengan perjanjian yang sama. Untuk berkenan kepada-Nya bangsa ini menjalani ritual khusus.

 Seluruh umat beribadah khusus di hari yang ditentukan untuk memohon pengampunan-Nya. Pada puncak ibadah ada darah yang digunakan sebagai bagian dari ritual ibadah, Tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan, dan sistem Perjanjian Lama harus disahkan dengan tanda darah untuk pengampunan baik pribadi atau massal.

 Ibrani 10:1-4, “Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya. 2Sebab jika hal itu mungkin, pasti orang tidak mempersembahkan korban lagi, sebab mereka yang melakukan ibadah itu tidak sadar lagi akan dosa setelah disucikan sekali untuk selama-lamanya. 3Tetapi justru oleh korban-korban itu setiap tahun orang diperingatkan akan adanya dosa. 4Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa.”

Tapi kekuatan pengampunan di dalam Perjanjian Lama – hanyalah bayangan dan bukan hakekat pengampunan itu sendiri.

  Penyucian melalui darah binatang

 Purified through the blood of animal

 Mustahilimpossible

 Ritual pengampunan itu diulang setiap tahun, yang memberikan arti ada keterbatasan dari cara ini. Imam Besar melakukan tugas penyucian kepada kaum Israel setahun sekali, dengan membawa darah binatang belum dapat mengubah manusia untuk dapat layak dihadapan-Nya. Untuk layak dihadapan-Nya memerlukan kesempurnaan, korbannya pun harus sempurna. Kena-mengena dengan kesempurnaan, tidak bisa manusia kerjakan dengan usahanya. Hanya belas Kasih Allah yang dapat memberikan solusi.

 1B.      Ibrani 8:7-9, “Sebab, sekiranya perjanjian yang pertama itu tidak bercacat, tidak akan dicari lagi tempat untuk yang kedua. 8Sebab Ia menegor mereka ketika Ia berkata: “Sesungguhnya, akan datang waktunya,” demikianlah firman Tuhan, “Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan dengan kaum Yehuda, 9bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka, pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Sebab mereka tidak setia kepada perjanjian-Ku, dan Aku menolak mereka,” demikian firman Tuhan.

 Upaya yang pertama tidak berhasil, sebab umat Israel menolak perintah-Nya. Bangsa Israel tidak taat kepada Taurat Tuhan, akibatnya Tuhan akan mengadakan Perjanjian Baru (Yeremia 21). Perjanjian Lama hanya bayangan dan penyucian yang dilakukan terbatas.

                   Perjanjian Baru – The New Testament

Perjanjian yang baru bukan bayangan dan merupakan penggenapan dari perjanjian yang telah diberikan terdahulu. Belas Kasih Allah dianugrahkan kepada manusia, supaya manusia dapat menyembah Allah yang hidup dan menjadi umat-Nya yang sejati.

 Kegenapannyathe fulfilt

 Ibrani 9:11-14, “Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, — artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, — 12dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal. 13Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, 14betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.

 Yesus diutus Bapa untuk menjadi Imam Besar yang membawa darah-Nya sendiri, sebagai korban pendamaian (Yohanes 1:29). Yesus Anak Domba Allah, yang mengangkat dosa manusia, melalui-Nya keselamatan dan penyucian umat manusia dikerjakan dengan sempurna (ayat 36). Ia juga disebut sebagai Yesus Anak Domba Allah, yang kelak akan mempersunting gereja-Nya, masuk dalam sukacita pesta. Menggenapkan warta kemuliaan “Berbahagialah mereka yang diundang dalam pesta Anak Domba Allah”.

 Ketika peristiwa salib digenapi dengan Yesus menyerahkan nyawa-Nya kepada Bapa, tabir Bait Allah terbelah. Ia telah melewati kemah yang bukan dibuat oleh manusia. Kemah Allah ada di tengah manusia.

 Rancangan Allah telah mendapat kegenapan-Nya (Ibrani 10:14). Oleh satu korban, mampu menyempurnakan mereka yang sudah disucikan. Itu digenapkan melalui :

   Penyucian oleh darah Kristus

 Purified by the blood of Christ 

 Perjanjian baru memberikan babak baru dalam hidup manusia. Cinta Kasih Allah yang luar biasa di dalam Kristus menuntun manusia kembali kepada-Nya. Barangsiapa yang percaya kepada-Nya tidak akan binasa, melainkan mewrisi hidup yang kekal. Ia akan terus diubahkan ke arah kehidupan yang dewasa, kehidupan yang tunduk kepada kedaulatan Kristus sebagai kepala dan berjumpa kehidupan yang mulia dalam kesempurnaan

 Kita menantikan kedatangan-Nya kembali untuk diubah menjadi sempurna (Filipi 3:21). Korban Kristus tidak saja menyucikan, tapi akan menyempurnakan manusia kembali kepada rencana-Nya yang mulia.

 Inilah kuasa penyucian Allah

 This is the power of God’s sanctification

 Ia hadir untuk membawa keselamatan kepada semua orang (Efesus 2:15-16) yang percaya kepada-Nya. Melalui karya wafat Kristus menghasilkan manusia baru yang berdamai dengan Allah –vertikal-. Karya salib juga mendamaikan Yahudi dan non Yahudi menjadi satu bangsa yang baru dengan Kristus sebagai pemersatu –horisontal-.

Manusia baru dalam persekutuan yang baru dalam Roh Kudus akan menghasilkan manusia kudus (gereja yang kudus – daging tidak bersuara). Dalam persekutuan dengan Dia sebagai perobek tirai (Wahyu 12) akan melahirkan manusia sempurna (Wahyu 21:  ) dibawa ke dalam kesempurnaan kelak, bukan di bumi tapi di sorga.

 1.Nasihat Advice

 1.A.      Ibrani 10:19-24, “Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, 20karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, 21dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. 22Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. 23Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia. 24Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.

 Karya Kristus menghadirkan babak baru dalam kehidupan manusia. Melalui-Nya pengampunan diberikan, Ia mentahirkan manusia dari dosa, sehingga manusia memiliki jawaban yang pasti atas masa depan. Bila bersandar kepada-Nya, hidup melekat pada-Nya maka ia akan dapat hidup dalam kesucian. Berani menghadap tahta kudus.

Dalam kehidupan yang disucikan manusia percaya diri menghadap Dia dengan tulus ikhlas dan penuh keyakinan. Ada kekuatan darah Kristus yang membersihkan hidup. Di dalam hadirat-Nya, maka apa saja yang diminta seturut kehendak-Nya pasti akan diberi.

 Korban Kristus adalah landasan penyucian manusia untuk berjumpa dengan Allah yang Maha Kudus. Manusia memperoleh naturnya yang diperbarui untuk layak dihadapan-Nya. Maka sebab itu :

 Hargai korban Kristus – Appreciate the sacrifice of Christ

 Memegang teguh iman yang menyelamatkan dengan komitmen yang benar sebab keselamatan yang diperoleh adalah anugrah terbesar bagi manusia. Karena darah Kristus maka manusia merdeka dan dapat hidup mulia. Maka mari kita bersama datang kepada-Nya dengan tidak munafik, tapi dengan sungguh-sungguh untuk mengalami proses menjadi manusia baru dengan tekun.

 1.B.      Ibrani 10:25, “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

Darah Kristus telah memperdamaikan manusia dengan sesama-Nya di dalam diri-Nya. Kerinduan-Nya untuk melihat jemaat-Nya kompak dan bersatu tidak dapat ditawar lagi. Ia telah berkorban demi manusia supaya manusia dapat bersatu atau bersekutu dengan Allah, juga menyatukan manusia untuk dapat hidup dalam kebenaran. Hidup dalam kebenaran adalah dasar dari kebahagiaan sejati.

 Menjalin persekutuan dengan sesama orang percaya, adalah tanda bahwa sebagai bagian dari umat milik-Nya, telah mendengar dan mengerti kerinduan-Nya. Umat-Nya diberi nasehat, supaya :

 Jangan menghina darah penyucian-Nya

Don’t humiliate His blood of purification

Kalau ada orang yang suka menelantarkan ibadah, ia berarti belum memahami kerinduan Kristus yang mempersatukan. Salib adalah tanda di mana darah-Nya telah tercurah untuk menyucikan manusia. Bersekutu di bawah kaki salib Tuhan akan membuat umat-Nya akan kokoh bila ada terpaan badai, terpelihara di tengah kegalauan zaman, dan tetap sukacita ditengah dunia yang bertambah kelam.

 Sebaliknya bila tidak suka persekutuan akan mudah dipengaruhi dengan kejahatan, Kasih kepada Kristus menjadi dingin dan mati rohani. menjadi awal kembali ke kehidupan lama yang akan berakhir menuju penghukuman. Orang seperti ini akan menerima hukuman yang berat, karena sepadan dengan menghina korban Kristus – menyalibkan Dia kembali. Cukup sekali korban Kristus tercurah, dipersembahkan bagi kehidupan kita di Kalvari. Kini kita melangkah pasti, bersedia merendahkan hati untuk tetap dituntun oleh-Nya, hingga kelak berjumpa dengan-Nya. 

 

3 May 2010

Kuasa Penyucian ( The Power of Sanctification )

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah Minggu | Tag

kelanjutan dari Seri Khotbah Minggu Tentang Kuasa Penyucian, Oleh Hamba-Nya Bp.Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo,Bc.M

161.C.    KENAL KUASANYA! – KNOWING HIS POWER!

C31.  Kuasa Penyucian The power of sanctification

 Perintah-Nya His command

 II Korintus 6:17, “Sebab itu:  Keluarlah kamu dari antara mereka,  dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan,  dan janganlah menjamah apa yang najis,  maka Aku akan menerima kamu.

 Yesaya 52:9-11, “Bergembiralah, bersorak-sorailah bersama-sama, hai reruntuhan Yerusalem! Sebab TUHAN telah menghibur umat-Nya, telah menebus Yerusalem. 10TUHAN telah menunjukkan tangan-Nya yang kudus di depan mata semua bangsa; maka segala ujung bumi melihat keselamatan yang dari Allah kita. 11Menjauhlah, menjauhlah! Keluarlah dari sana! Janganlah engkau kena kepada yang najis! Keluarlah dari tengah-tengahnya, sucikanlah dirimu, hai orang-orang yang mengangkat perkakas rumah TUHAN!

 Wahyu 18:4-5, “Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: “Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya. 5Sebab dosa-dosanya telah bertimbun-timbun sampai ke langit, dan Allah telah mengingat segala kejahatannya.

 Tuhan memerintahkah umat-Nya, untuk keluar dari antara orang yang hidup dalam kenajisan. Dalam hal ini, jangan jadi orang Kristen yang ekstrim, kalimat “keluarlah kamu” tidak dimaknai secara hurufiah –dengan mengasingkan diri, atau membentuk komunitas yang secara fisik terpisah dari komunitas lainnya-, tapi tekanannyan kepada sikap tidak menyentuh hal yang tidak kudus.

 hidup kudus – holly life

Jemaat mula-mula yang diberi perintah di atas, secara fisik mereka tetap tinggal di Korintus, tapi tidak kembali kepada tata cara hidup yang tidak mengenal Kristus.

 Menjadi orang percaya tidaklah mengembangkan hidup yang eksklusif. Sebaliknya semasa masih tinggal di dunia, orang percaya harus melaksanakan panggilan-Nya di tengah dunia. Menghargai keberadaan orang lain sebagai wujud Kasih adalah tindakan yang sesuai dengan perintah-Nya juga

Mohon hikmat Tuhan untuk melaksanakan pemberitaan Kabar Baik yang seturut kehendak-Nya. Ada banyak cara yang Tuhan dapat tunjukkan kepada orang yang dipanggil-Nya, diantaranya adalah kontekstualisasi pemberitaan dengan tetap mendasarinya dengan iman kepada Kristus.

 Orang percaya sendiri dalam berkarya tetap menjaga hidupnya untuk tidak tercemar dengan sekelilingnya –dengan perkara yang bertentangan dengan Firman Tuhan- meski ia tetap berada melayani sekelilingnya. Seperti ikan yang hidup di laut, tapi tidak menjadi asin sebab ia hidup. Kalau ikan itu mati, pasti akan asin juga.

 Nabi Yesaya menyatakan Firman-Nya kepada umat Tuhan, Tuhan yang Baik telah menebus Yerusalem – berkenaan dengan Mesias – maka jangan menyentuh lagi hal yang tidak kudus.

 Seperti Mordekhai di masa Ester, meski ia hidup di Persia sebagai orang buangan, Mordekhai tidak hidup menurut adat Persia, tapi tetap sebagai umat Allah dengan tidak bersedia menyembah manusia (Haman).

 Perintah itu tidak saja diperkatakan pada masa perjanjian lama, di masa perjanjian baru orang percaya lebih lagi diingatkan. Pada masa kini ada aktivitas besar yang akan mengarah pada terbentuknya Babel Besar, kotanya kenajisan. Suatu aktivitas yang bertentangan dengan Tuhan dan akan kelak dihancurkan oleh-Nya.

 Saat ini Babel Besar tengah dibangun dengan giatnya, didukung dengan modal finansial yang besar. Pemimpin-pemimpin dunia usaha dan pemerintah yang berkuasa bekerjasama mewujudkan aktivitas tersebut di tengah masyarakat. Standar moral yang mulia dipinggirkan, bahkan ditiadakan sebab impian semu Babel itu telah berakar dengan kuatnya.

 Jangan ambil bagian dalam dosa Babel demikian Sabda-Nya, juga jangan berdagang dengan hal ini, sebab dosa Babel telah bertimbun sampai langit. Orang percaya  dituntut bersikap positip, tidak ikut ambil bagian dalam kejahatan.

 Bila Tuhan nyatakan ada dosa dalam diri orang percaya, cepat diselesaikan, supaya tidak bertumpuk sampai ke langit. Berhenti berbuat dosa, dan kembali kepada-Nya. Hidup dalam perintah-Nya kembali yang mengarah pada kehidupan yang mulia.

 Apa berkat-Nya? – What is His blessing?

A.      I Korintus 3:17, “Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.

 Bila kita hidup kudus dihadapan Tuhan, kita dinyatakan sebagai Bait Allah. Bait Allah itu kudus dan untuk itu kita harus berani bayar harga.

 Bila kita hidup dalam kekudusan, kita layak disebut Bait Allah, sebab Allah sudi berdiam di dalam hidup kita. Orang yang hidup dalam kekudusan akan …

 dibela Allah – defended by God

Ada pembelaan dari-Nya. Tuhan berjanji bagi orang percaya. Sejak kepada bapa Abraham diucapkan Janji-Nya (Kej. 12:1-3.), janji itu berlaku hingga kini. Yang membinasakan Bait-Nya akan dibinasakan.

 Sidang jemaat-Nya akan dibela oleh-Nya. Kristus sebagai Kepala tidak akan tinggal diam bila tubuh-Nya teraniaya. Seperti kepala yang merawati dan mengasihi tubuhnya, demikianlah pembelaan-Nya bagi orang percaya.

Senada dengan hal di atas, Tuhan membela orang pilihan-Nya. Apalagi orang yang tekun melayani-Nya, yang hidup dalam kekudusan, maka berhati-hatilah. Jangan sampai menyakiti orang-Nya meski ada kekurangannya sebab Ia pasti tidak akan tinggal diam. Hamba-hamba-Nya yang diurapi, kepada orang-Nya, Allah punya ukuran sendiri.

 B.      I Korintus 3:16, “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?

 Kamu adalah Bait Allah, bila kita hidup kudus berkat selanjutnya adalah :

 diberi Roh Kudus – fulfilled by Holly Spirit

Roh Allah – oknum Allah – akan berdiam dalam kehidupan kita, memberikan hati yang lembut, yang taat (Yehezkhiel 36:26). Bila hati telah dibaharui, Roh-Nya akan berdiam dalam kita, sehingga hidup akan ditandai keberhasilan. Menuntun langkah-langkah kita setiap hari.

 Ingat, Roh Kudus tidak mau berkompromi dengan dosa (II Korintus 2:9-10). Apa yang tidak pernah didengar, dilihat, dan timbul dalam hati manusia, disediakan kepada orang yang ada roh-Nya. Sebab Roh itu menyelidiki segala sesuatu.

 Roh Kudus itu luar biasa, maka ada Roh Kudus itu istimewa. Roh Kudus mampu memberikan inspirasi, masa depan yang harus dilalui orang percaya. Memberikan jawaban jalan yang harus ditempuh bila menghadapi persimpangan jalan.

 Melalui Roh Kudus yang berdiam dalam hidup orang percaya menjadi jaminan penyertaan dan pemeliharaan Tuhan kepada umat-Nya. Ia memelihara dengan banyak cara, kekayaan orang kafir diberikan kepada orang percaya yang di dalam hidupnya ada Roh Kudus. Maka dahulukanlah kerajaan-Nya. Kejarlah perkara yang menyenangkan-Nya – hidup dalam kekudusan-Nya- maka semua yang menjadi keperluan kita akan ditambahkan oleh-Nya.

 C.      II Korintus 6:18, “Dan Aku akan menjadi Bapamu,  dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa.”

 Bila kita berani bayar harga, kita akan:

 jadi anak-anak Allah – become the sons of God

Dia yang menjadikan langit dan bumi akan menjadi Bapa kita. Bukan sekedar menjadi anak dari Bapa yang kuasa-Nya terbatasi, tapi kuasa-Nya tidak terbatas.

 Bapa kita luar biasa, maka jangan bingung bila berhadapan dengan masalah. Kalau kita hidup benar, jangan kuatir, apalagi Yesus berada di sebelah kanan Bapa, Ia memperhatikan umat-Nya untuk memberikan solusi tepat pada waktu-Nya.

 D.      Roma 8:14-17, “Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. 15Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!” 16Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. 17Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

 Kalau kita anak-anak Allah, apa jaminan-Nya? Kita adalah adalah ahli waris yang akan dipermuliakan bersama-Nya. Menjadi anak-anak Allah berarti

sewaris dengan Kristus – joins heirs with Christ

Banyak janji yang diberikan oleh Allah kepada umat-Nya, dan itu digenapi dalam kehidupan umat-Nya. Bila dalam ketekunan mengiring Tuhan harus melalui jalan penderitaan demi nama-Nya, maka akan menerima kemuliaan bersama-Nya. Ada jaminan Allah bagi orang percaya yang hidup dalam kekudusan

 Nasihat Advice

 II Timotius 2:15, “Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu.

 Kuasa penyucian akan diterima orang percaya yang tekun dalam jalan-Nya. Kata Taat dan setia adalah salah satu kata komitmen yang sering terdengar untuk menjalankan nasehat :

 usahakan hidup layak dihadapan Tuhan

try to live decently before the Lord

Namun ada banyak lagi yang dapat Roh Kudus berikan supaya orang percaya dapat layak dihadapan-Nya. Tetapi itu semua di mulai dari diri orang percaya yang berkomitmen untuk mengerjakannya.

 Usahakan hidup layak berarti hidup yang  cocok, hidup  benar. Sesuai dengan perintah-Nya, hidup praktek Firman Tuhan.  Suatu perjuangan yang tidak semudah membalik telapak tangan. Mengatakan kebenaran adalah tanda dari orang dewasa iman, dan menjadi sidang Jemaat-Nya yang dewasa hanya bisa terwujud dengan penyucian.

                             

29 April 2010

Kuasa Penyucian ( The Power of Sanctification )

Oleh victor anusa indra | Dalam Khotbah Minggu | Tag
  1. C.    KENAL KUASANYA! – KNOWING HIS POWER!

             6C31.  Kuasa Penyucian The power of sanctification

  1. Mengapa penyucian? Why sanctification?

 a.       Matius 5:8, “Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. 

 Sejak menjadi orang percaya, kita menerima pengajaran mula-mula -penginjilan atau pengajaran dasar-, setelah menerima hal itu, maka perlu dilanjutkan (Ibr.6: 1) dengan apa yang disebut pengajaran penyempurnaan / kesempurnaan. Runutan itu tidak bisa dipisah, tidak bisa belum mengerti pengajaran dasar langsung membahas pengajaran penyempurnaan, atau sebaliknya, hanya pengajaran mula-mula saja yang ditekankan dan meminggirkan yang lain. Tapi kedua hal itu saling kait-mengkait.

 Dalam pengiringan kepada Tuhan, orang percaya akan melangkah memasuki tahapan demi tahapan dalam kehidupannya. Seperti tubuh jasmani yang bertumbuh dan menjadi seorang yang dewasa, maka secara spritual orang percaya akan juga bertumbuh untuk menjadi pribadi yang dewasa secara spritual. Kehidupan dewasa –ditandai dengan berbicara dan berjalan dalam kebenaran- yang layak untuk bersanding dalam hubungan kekudusan yang intim dengan-Nya

 Setelah percaya kepada Yesus dan menerima-Nya sebagai Tuhan dan juruselamat pribadi, orang percaya akan hidup dalam komitmen menjalankan perintah-Nya. Bukan perkara yang mudah orang percaya dapat melewati banyak tantangan dalam kehidupannya supaya dapat berjalan dalam kehendak-Nya.

 Namun hal itu bukan berarti tidak mungkin, untuk tujuan itulah Ia telah kirimkan Roh Kudus sebagai penolong supaya manusia dapat kuat dan bertahan dalam jalur-Nya. Pilihan reformasi dan transformasi pribadi yang telah dilakukan orang percaya lakukan, akan terwujud bila Roh Kudus dilibatkan secara aktif dalam kehidupannya. 

 Kesediaan untuk bertekun dalam perintah-Nya dengan melibatkan Roh Kudus secara aktif akan membawa orang percaya pada suatu tahapan yang sangat penting. Itu adalah penyucian. Perihal penyucian ini tidak bisa dikerjakan dengan hanya berpijak pada kekuatan sebagai manusia, sebab kecenderungan manusia yang masih hidup dalam darah dan daging akan selalu diarahkan keluar dari jalur-Nya.   

 Kenapa kita bicara penyucian, sebab …

                                                  tanpa penyucian kita tidak dapat melihat Allah

                                                                         without holliness we can not see God

 Memandang saja tidak akan bisa, bagaimana dapat tinggal bersama-Nya. Bila kita rindu tinggal di sana bersama-Nya, maka kita perlu penyucian. Disinilah kita perlu berjuang, diproses dalam ibadah sepanjang waktu yang telah Ia karuniakan.

 Mazmur 99:9, Tinggikanlah TUHAN, Allah kita, dan sujudlah menyembah di hadapan gunung-Nya yang kudus! Sebab kuduslah TUHAN, Allah kita!

 Yesaya 6:3, Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: “Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!

 Wahyu 4:8, Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang.

 Wahyu 15:4, “Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan yang tidak memuliakan nama-Mu? Sebab Engkau saja yang kudus; karena semua bangsa akan datang dan sujud menyembah Engkau, sebab telah nyata kebenaran segala penghakiman-Mu.

Alasan pertama:

 Dia kudus – He is holy

 Kita perlu penyucian atau pengudusan sebab Ia adalah Allah yang kudus. Natur dari Allah adalah kudus. Manusia pun pada mulanya diciptakan dengan kekudusan sebab manusia dicipta segambar dengan Dia. Ketika di Eden manusia dan Allah dapat bercakap-cakap dan hidup dalam tempat yang sama. Namun karena manusia pertama melanggar perintah-Nya maka manusia kehilangan natur kudus itu dan menjadi fana. 

 b.      Imamat 19:2, Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel dan katakan kepada mereka: Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus.

 I Petrus 1:15-16, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, 16sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

II Petrus 3:11, “Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup

 Alasan kedua:

   Ini kerinduan-Nya – This is His desire

 Allah menghendaki umat-Nya kudus, sehingga sejak zaman Israel dibentuk, bangsa ini dikhususkan untuk menjadi bangsa pilihan-Nya, dikuduskan bagi kemuliaan-Nya. Maka jangan heran, untuk tujuan itu makanannya diatur, ibadah mereka ditata sedemikian rupa dan dijalankan dengan aturan yang sangat ketat.

 Tapi kerinduan-Nya untuk mengkuduskan umat-Nya Israel, tidak bersambut dengan sempurna. Bangsa Israel menunjukkan ketegar tengkukan pada beberapa episode sejarah kehidupan bangsanya. Hal itu mewakili adanya perjuangan yang sangat berat karena manusia telah jatuh dalam dosa.

 Hingga Kristus menjadi solusi atas hal ini, yang telah mengenal dan percaya kepada-Nya, maka jalan menuju kerinduan-Nya itu untuk menjadi umat-Nya yang kudus menjadi terbuka. Kristus memulihkan hubungan yang dahulu sulit dijangkau untuk dapat terjadi antara Allah dengan umat-Nya

 Korban Kristus menjadi landasan untuk menerima kekudusan-Nya. Orang percaya disatukan dalam perhimpunan yang diikat dengan korban Kristus. Prosesi penyatuan itu dirayakan oleh orang percaya dalam suatu perjamuan kudus.

Mengingat betapa berartinya prosesi perjamuan kudus dalam hidup orang percaya. Maka ia harus menjalankannya dengan kesungguhan hati. Rasul Paulus menuliskan berkenaan dengan hal ini, bila seseorang tidak layak memakan perjamuan kudus, ia berdosa (I Korintus 11:27). Sebelum dan selama menerima perjamuan kudus ia perlu menguji diri. Perjamuan kudus yang dilaksanakan sebagai sebuah seremonial –tanpa menghayati makna- dalam ibadah orang percaya, dapat berakibat fatal. Dampaknya, maunya cemerlang justru berbuah bahaya, searti tidak menghargai Kristus yang telah berkorban dan maksud karya perutusan-Nya.

 Sekali lagi, alasan kedua mengapa orang percaya perlu penyucian. Sebab hidup kudus adalah kerinduan-Nya. Tidak sebatas selamat, tapi berlanjut dengan kekudusan yang dipraktekkan dalam kehidupan orang percaya.

 c.       Matius 5:48, Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.

 II Korintus 13:11, Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera; maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu!

Kolose 1:28-29, Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus. 29Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku.

 Efesus 4:13, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus

 Efesus 5:27, supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

 I Tesalonika 5:23, “Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

 Selanjutnya karena Allah kita adalah Allah yang sempurna maka untuk dapat berjumpa dengan-Nya, manusia harus pula sempurna. “Hendaklah kamu sempurna, seperti Bapa yang sempurna”. Kata sempurna artinya utuh, komplit, perfect. Suatu tuntutan untuk hidup kelak ‘tanpa cacat dan kerut’.

 Dan sebagai orang percaya :

     Ini tujuan akhir kita – This is our final destiny

 Proses menuju kesempurnaan sebagai tujuan akhir kehidupan orang percaya, tidak serta merta terjadi sedemikian saja –semudah membalikkan telapak tangan- tapi ada proses yang perlu tekun dilaksanakan.  

 

Gambar Skema Tabernakel

 

Secara jelas langkah-langkah itu dapat dilihat dan diartikan dalam skema Tabernakel. Sejak percaya (di depan pintu gerbang), akan melangkah terus menuju ke Ruangan Suci, lalu akan masuk lagi ke Ruang Maha Suci, sempurna bersekutu dengan-Nya.

Setelah terima Yesus -pintu keselamatan- masuk halaman, praktek hidup benar dengan bertobat serta membuang karakter lama – mezbah korban bakaran dan kolam pembasuhan.

 Langkah dalam beribadah kepada-Nya akan dilanjutkan untuk masuk ke Ruangan Suci. Menerima baptisan Roh, Yesus Pembaptis Roh Kudus (pintu kemah), Ia-lah yang memenuhkan Roh Kudus, bukan karena karya manusia tetapi Roh sendiri yang memberikan (Kisah Para Rasul 2:4).

 Bila seseorang menyembah dengan khusyuk, ia akan dibawa ke dalam hadirat Tuhan, daging tidak bersuara lagi selain penyerahan total kepada kekudusan-Nya. Iapun akan mendapati dirinya masuk dalam Ruang Maha Suci, di sinilah hadirat Tuhan ada, Ia berkenan memancarkan kemuliaan sebagai tanda bahwa Ia berhadirat di tengah umat-Nya.

Di dalam Ruangan Maha Suci ada Tabut Perjanjian, yang petinya berisi buli emas, tongkat Harun, dan 2 Loh Batu. Tabut Perjanjian adalah lambang persekutuan yang intim antara Allah dengan umat-Nya, pada tabut itu sendiri memberikan gambaran sempurna antara persekutuan yang dirancangkan oleh Allah di dalam Kristus –Tutup Tabut- bersama dengan jemaat-Nya –petinya Tabut perjanjian-.

 Waspada – Caution!

 Matius 7:21, 23, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. … 23Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!

 Wahyu 21:8, “Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.

 Wahyu 21:27, “Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.

Penyucian atau pengudusan adalah hal yang sangat berarti sebagai orang percaya. Hal ini adalah tindakan lanjut setelah seseorang mendeklarasikan kehidupannya menjadi orang percaya. Di dalam penyucian mencakup hati yang diarahkan untuk memuliakan-Nya saja, memiliki motivasi yang benar bila seseorang melayani-Nya, sebab ia telah mengenal kebenaran.

 Mewaspadai tentang kondisi yang diperingatkan Tuhan berkenaan dengan  …

      tidak dikenal Allah – Did not recognized by God

Orang percaya akan belajar dan bertumbuh Melayani Tuhan dalam kebenaran. Bukan pelayananya nampak benar dalam pemandangan manusia, tapi motivasinya tidak benar. Yang melayani karena ‘perut’, integritasnya tidak ada. Makanya pelayanan perlu pengudusan. Sekecil apapun pelayanan kita, motivasi harus benar, ditujukan bagi kemuliaan Tuhan.

 Filipi 3:18-19 ”Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus. 19 Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi”.

 Nasihat Advice

     I Korintus 9:26-27, “Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. 27Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

 I Timotius 4:10-11, “Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya. 11Beritakanlah dan ajarkanlah semuanya itu.

Rasul Paulus menggambarkan pengiringannya kepada Tuhan bagaikan atlet, menguasai diri seluruhnya, supaya tidak setelah ia menyampaikan Firman Tuhan –mengajarkan, memproklamasikan kebenaran- kepada orang lain, diri sendiri ditolak. Di tolak karena apa yang disampaikannya tidak sama dengan apa yang dikerjakannya, dan itu namanya tidak utuh.

 Untuk mencapai garis akhir yang sempurna, orang percaya perlu :

                   Berjuang & Berjerih lelah – Fight & Labor

 Ibadah perlu perjuangan, kehidupan yang dikuduskan perlu pengorbanan –ada perobekan daging- , dalam pengertian rohani tentunya hal itu akan menempatkan pada situasi yang “tidak nyaman” bagi kehidupan orang percaya ditengah dunia yang meng-idolakan dan mempromosikan kenyamanan hidup.

 Namun berjerih lelah dengan tekun akan membawa pada kebahagiaan sejati, ada hasil yang kekal , ada kenyamanan yang kekal  karena akhirnya mengarah pada kesempurnaan, dan itu adalah suatu proses pendewasaan.