Get Adobe Flash player
28 February 2011

Dampak Kesaksian yang Hidup

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah, Khotbah Minggu | Tag

ibadah_setiabudiRingkasan khotbah minggu pagi

20 Februari 2011

 DAMPAK KESAKSIAN YANG HIDUP.

II Raja-raja 5:1-6

Oleh Pdp. Supardji Utomo

 Pagi ini bersama-sama kita akan belajar tentang dampak kesaksian yang hidup. Pelajaran yang berharga ini kita pelajari dari kisah Namaan, yaitu dari kesaksian hidup tokoh-tokoh yang ada di dalamnya. Ada beberapa tokoh dalam kisah Naaman ini antara lain : Raja Aram, Raja Isarel, Naaman, Anak Perempuan yang tertawan/pegawai-pegawai Naaman, Elisa, dan Gehazi. Namun pagi ini kita akan mempelajari dua figur saja yaitu, Naaman dan anak perempuan Israel yang tertawan.

 

Apa yang  pagi ini kita pelajari juga berkaitan dengan misi gereja kita pada butir pertama yaitu : memperlengkapi talenta  dan memberdayakan karunia jemaat. Seperti yang disampaikan Bapak Gembala melalui khotbahnya pada pertengahan tahun 1995 / 1996, Allah berkarya melalui gereja lokal dengan lima jawatan yaitu : Rasul, Nabi, Penginjil, Gembala, Guru dan diperlengkapi dengan karunia-karunia, ini bagaikan kesatuan dari satu tubuh, menyatu dan saling bekerja sama. Tidak ada satu bagianpun dari tubuh kita, terutama sel yang hidup yang tidak berguna, semua memiliki peran, semua ada manfaatnya mulai dari ujung rambut hingga telapak kaki.

 

Dalam sebuah bukunya Juan Carlos Curtis yang adalah  pendeta sekaligus penginjil mengisahkan bahwa  ia telah memulai pelayanannya dengan seratus delapan puluh empat orang, kemuadian ia mengikuti seminar dan membaca banyak buku dan kemudian diterapkan dalam pelayanannya. Gerejanya berkembang, jemaatnya menjadi enam ratus orang, tetapi dengan jumlah yang sedemikian perkembangan menjadi  stacknan/berhenti, pelayanannya tidak bertambah lagi, sekalipun bertambah mereka tidak bertumbuh . Setelah bergumul dua minggu, mengambil waktu secara pribadi untuk berdoa kepada Tuhan, ia menemukan bahwa ia harus turun kepada jemaat, harus menyatu dengan mereka. Dengan demikian, maka ia akan menemukan talenta-talenta  yang dimiliki jemaatnya. Semua komponen gereja harus mendukung Visi &Misi gereja, bagi orang percaya tidak ada yang boleh nganggur.

 

Kembali lagi pada kisah Naaman, pada  ayat pertama kita bisa mengetahui bahwa, Naaman adalah panglima raja Aram, orang yang terpandang di hadapan tuannya dan sangat disayangi tuannya, dikenang oleh Tuhan, tetapi ia juga pahlawan yang sedang sakit kusta. Naaman adalah gambaran orang yang sedang mencapai puncak kejayaan, bukan saja jabatan, posisi dalam pemerintahan, tetapi ia juga sangat kaya, berlimpah secara finansial. Hal ini disebutkan pada ayat lima : “Lalu pergilah Naaman dan membawa sebagai persembahan sepuluh talenta perak dan enam ribu syikal emas dan sepuluh potong pakaian” Jika dihitung, satu  talenta sama dengan tiga puluh empat kilogram, jadi  sepuluh talenta sama dengan tiga ratus empat puluh kilogram. Jika satu gram perak nilai jualnya enam puluh ribu pergram menurut data dari geogle, maka total semuanya senilai dua puluh empat miliar empat ratus juta rupiah. Sedangkan satu syikal sama dengan sebelas koma empat gram, satu gram emas dua puluh empat karat saat ini harganya empat ratus tiga puluh empat ribu lima ratus rupiah, maka enam ribu syikal emas, nilainya dua puluh sembilan miliar tujuh ratus Sembilan belas juta delapan ratus ribu rupiah. Jadi  total keseluruhan mencapai lima puluh sampai lima puluh lima miliar rupiah. Secara financial Naaman sungguh sangat kaya.

 

Selanjutnya pada ayat yang kedua kita menjumpai tokoh lain yang dituliskan sebagai Anak perempuan Israel yang tertawan. Jika kita bandingkan maka posisi / status anak ini sangat kontras dengan Naaman, namanya saja tidak disebutkan, ia menjadi tawanan perang, pada saat itu anjing piaran masih sangat beruntung hidupnya daripada seorang tawanan, karena tawanan kerap disiksa,bahkan  tidak diberi makan.  Ia perempuan dan masih anak-anak, orang menyebutnya masih bau kencur / tidak memiliki pengalaman. Ini merupakan gambaran dari wong cilik, orang yang tidak pernah diperhatikan, orang pinggiran (orang yang termarginalkan). Menyikapi pribadi level Namaan dan melihat kenyataan hidup anak perempuan Israel ini, menyadarkan kita bahwa di dunia ini hidup orang-orang dengan level majemuk. Namun seringali perhatian kita cenderung memandang ke level Naaman. Karena kaya maka  si “A” diangkat jadi majelis, memperoleh ini dan itu. Saudara, ini adalah pola pikir yang salah.

 

Sekalipun ia seorang tawanan, namun anak ini mempunyai keberanian yang luar biasa. Coba kita bayangkan – seorang pembantu rumah tangga (anak ini lebih rendah dari pembantu rumah tangga) masih bisa menangkap peluang dengan melontarkan kata-kata  iman. Ini adalah perbuatan yang sangat beresiko, bisa disebut sebagai pelecehan bagi Naaman. Jika usulan ini ditolak, tentunya hidup anak ini ke depan sangat suram. Anak ini tentunya tumbuh di keluarga yang mengasihi Tuhan, keluarga yang selalu mengajarkan bahwa kuasa dan pertolongan Tuhan itu sungguh nyata, keluarga yang selalu berharap pada Tuhan, sehingga ia tumbuh dalam kebenaran Tuhan. Kata-kata iman yang ditanamkan oleh keluarganya sejak kecil, menciptakan sebuah keyakinan yang luar biasa kepada Tuhan, sehingga dengan dengan percaya diri ia berkata kepada isteri Namaan, “Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya.”

 

Isteri Naaman menyampaikan cerita ini kepada Naaman, dan kemudian Naaman menanggapinya  secara positif. Perpaduan antara perkataan iman anak perempuan Israel dengan kerendahan hati Naaman, membuahkan sebuah tindakan bagi Naaman, ia berangkat ke Israel dengan membawa persembahan, ini dapat diartikan bahwa ia berangkat dengan keyakinan. Sesampainya di Israel Naaman menyerahkan surat pengantar yang ditulis Raja Aram bagi Raja Israel dan surat ini menimbulkan kemarahan Raja Israel. Namun setelah didengar oleh Nabi  Elisa maka Naaman disarankan agar datang kepadanya.

 

Naaman adalah seorang panglima, ia biasa memperoleh perlakuan yang semestinya namun setibanya di kediaman Nabi Elisa, ia hanya ditemui seorang pembantu nabi Elisa. Pada ayat yang kesebelas kita dapat membaca betapa kecewanya Naaman dengan sambutan Elisa, perkataannya adalah reaksi pada puncak kemarahan, ia merasa sangat dilecehkan. Namun pada ayat yang keduabelas, dituliskan bahwa pertolongan datang dari pegawai-pegawainya, sekali lagi dari wong cilik. Berkat namaan turun karena mendengar wong cilik. Pikiran Namaan terlalu tinggi, sehingga ia tidak dapat menerima  usulan untuk hal-hal yg sederhana.

 

Perilaku Naaman mengingatkan kepada kita bahwa setinggi apapun yang dicapai seseorang pada suatu saat akan pasti akan mentok/buntu. Oleh karenanya kita diingatkan untuk tidak berharap pada manusia. Dalam kitab Yeremia 17:5dikatakan “terkutuklah orang yang mengandalkan manusia”, dalam kitab Yesaya 64:6 dituliskan “segala kesalehan manusia seperti kain kotor”, dalam kitab  Mazmur 103:15-16 dituliskan “hari-hari manusia seperti rumput”. Sesungguhnya manusia tidak memiliki sesuatu yang dapat diandalkan di hadapan Tuhan. Keberhasilan kita saat ini hendaknya tidak membuat kita menjadi sombong. Jika seseorang memiliki karunia memberi itu artinya ia memiliki sesuatu yang dapat diberikan kepada orang lain, hal ini bisa berupa usul atau materi. Orang kaya harus merelakan hidupnya dibentuk oleh Firman Tuhan, agar ia tidak serakah, karena mammon ada rohnya – ia begitu mengikat dan jahat, menyebabkan orang tidak akan pernah puas (seperti Gayus Tambunan). Orang kaya dalam gereja bukan untuk pamer tetapi agar ada keseimbangan.

 

Setiap talenta harus digarap, seperti usul yang sederhana dapat membawa berkat kesembuhan dan keselamatan. Mari belajar dari Anak perempuan Israel dengan kata-kata imannya: dibalik ketidak berdayaannya, ia sangat menghargai talenta yang dimilikinya. Ia menyadari bahwa Tuhan menciptakannya karena dan dalam anugerah. Allah tidak menciptakan manusia dengan iseng, dalam kitab Mazmur 103:14, dituliskan bahwa manusia berasal dari debu, namun debu yang memiliki potensi luar biasa, karena di dalamnya tersimpan harta keyaan yaitu kekuatan ilahi. Sekali lagi, siapapun kita mari belajar dari anak perempuan Israel ini, selalu siap sedia mengambil kesempatan mengabarkan kabar baik. Jangan berpangku tangan, tidak ada seorangpun yang tidak berguna. Anak perempuan Israel ini hidup dalam banyak keterbatasan namun bisa mengusulkan sesuatu yang berdampak baik bagi orang lain. Apalagi kita yang saat ini memiliki kesempatan yang luas.

 

Ternyata wong cilik/orang terpinggirkan/tidak diperhatikan, jika diberi kesempatan mampu menghasilkan sesuatu. Jika Naaman tidak mendengarkan Anak perempuan Israel dan pegawai-pegawainya maka ceritanya akan berbeda. Betapa pentingnya belajar dari peristiwa/berbagai kejadian saat ini, Benny Hinn, James Backer, tidak mau mendengarkan jemaat dan orang-orang terdekatnya sehingga ia jatuh. Jangan sepelekan orang kecil. Dan jika kita merasa sebagai wong cilik, jangan kecil hati dengan kondisi saat ini, percayalah! kita berharga di mata Tuhan. Tuhan memiliki rencana bagi setiap kita dimanapun kita ditempatkan.

 

Saya akhiri khotbah pagi ini dengan sebuah kisah bersejarah yang saya dapatkan ketika berkunjung ke Israel, yaitu ketika mengunjungi gereja sampah di daerah Alexandria. Disana terdapat bongkah bukit yang bernama makatam. Sejarah Mesir mencatat bahwa bukit ini bergeser/pindah sejauh empat kilometer. Hal ini disebabkan karena pada masa itu (tahun 975 sebelum masehi) Mesir mengalami masalah politik yang serius, yang membuat keristenan /orang Kristen hidup dalam tekanan karena harus keluar dari Mesir. Ada salah satu tentara Mesir/pemuka pemerintahan di Kairo memberi tahu kepada Bapa Sinoda (pemimpin jemaat) bahwa orang Mesir terusik dengan pengajaran Yesus tentang iman sebesar biji sesawi dapat memindahkan gunung. Mereka menganggap ini adalah ajaran sesat. Gunung sering kita pahami sebagai masalah, namun tidak demikian dengan orang Mesir, mereka mengartikannya secara lahiriah. Mereka menantang orang percaya saat itu, jika perkataan Yesus dapat dibuktikan maka mereka tidak perlu keluar dari Mesir. Maka Bapa Sinoda segera meresponinya, ia mengumpulkan seratus orang percaya, dan naik ke bukit Makatam. Di sana mereka berdoa selama tiga hari tiga malam, hanya sebaris kalimat yang diucapkan berulang-ulang, yaitu “Tuhan kasihanilah kami”.  Hari pertama gunung mulai goyah – Mesir gempar, hari kedua gunung beranjak – Mesir tambah gempar, dan hari ketiga gunung mulai berjalan – Mesir berteriak HENTIKAN! Saudara, hal ini pernah terjadi. Jika saja peristiwa ini terjadi 325 tahun sebelum masehi tentunya akan dikanonkan.

 

 Iman sebesar biji sesawi bisa melakukan sesuatu yang luar biasa, jadi mari berjuang mulai dengan talenta yang kecil, jangan sampai kita dipandang oleh Tuhan sebagai orang-orang  yang  menyembunyikan talenta  – (Matius 25:25, orang jahat/malas/ tidak berguna). Dalam 1 Timotius 4:14a kita diingatkan untuk tidak lalai mempergunakan karunia yang kita miliki. Tidak ada satu jemaatpun yang berkata aku tidak bisa apa-apa, semua kita diberi talenta. Anak perempuan Israel mengembangkan talentanya,  sehingga ia memiliki kesaksian hidup yang luarbiasa, dan bisa memberkati orang lain. Dalam ayat ke lima belas bagian b, segala sesuatu yang kita lakukan harus bertujuan agar nama Tuhan yang dipermuliakan. Dalam ayatnya yang ketujuh belas dituliskan bahwa Naaman diselamatkan, dan ia bertobat. Saudara, jangan pernah mengadalkan manusia, kejayaan Naaman menyadarkan kita bahwa, Kemegahan, kejayaan dan kekuatan manusia sangat terbatas, suatu saat pasti akan mentok, tetapi bagi orang percaya SELALU ADA HARAPAN. Tuhan Yesus memberkati!

 

-Cyelamardyasmara-

21 February 2011

Seri Khotbah Minggu 13 Februari 2011

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah, Khotbah Minggu | Tag

Kuasa Keubahan

The power of transformation

Filipi 3:20-21

 

Uraian

 Contoh ketujuh The seven example  

Jemaat Laodikia The church of Laodicea

Wahyu 3:7-13

 6.6.  The Lukwarm Church Jemaat yang suam-suam kuku

 Wahyu 3:15, Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! 

 Kali ini kita melihat kehidupan jemaat yang di tegor keras oleh Tuhan. Tegoran itu ditujukan sebagai langkah pertobatan dalam sikap hidp jemaat ini, jemaat Laodikia dilihat Tuhan sebagai jemaat yang tidak dingin, namun juga tidak panas. Persekutuan yang dijalankan oleh jemaat ini berjalan tanpa greget, tanpa semangat di dalam Terang Tuhan. Percaya kepada Kristus, terima Dia sebagai “Tuhan dan Juruselamat” tetapi semuanya dijalankan dengan biasa-biasa, keseharian ibadahnya stagnan dalam pemandangan-Nya, sementara Kasih-Nya dicurahkan dengan luar biasa, jemaat ini nampak kurang menyadarinya.

 Bandingkan – Compare

 Matius 13:22, “Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah

 Firman Tuhan yang disampaikan dalam kehidupan jemaat itu laksana benih yang ditaburkan. Firman yang diterima itu, jatuh ke dalam lahan hati masing-masing jemaat, namun tidak semua benih dapat tumbuh dan kelak menghasilkan buah. Dari empat jenis lahan tempat jatuhnya benih dalam perumpaaan penabur tersebut hanya satu yang berhasil. Di perumpaam penaburan benih ketiga, benih itu jatuh itu jatuh ke dalam semak belukar. Benih itu tumbuh tapi :

  Tidak berbuah – Unfruitful

 Akibatnya – The effect

 Wahyu 3:16, “Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.

 Matius 3:10, “Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.

 Setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik pasti ditebang dan :

 Dibuang ke dalam api – Thrown into the fire

 Kehidupan yang dibuang sama dengan dimuntahkan seperti yang dituliskan kepada jemaat Laodikia, di buang dan menjadi tidak berguna. Maka perlu dipahami, jangan sampai kekristenan kita seperti jemaat Laodikia, ditolak Tuhan.Menjadi orang percaya dan mengaku sudah melayani tapi ditolak Tuhan, sebab Tuhan tidak mengenalnya.

 6.7.  Apa penyebabnya? What is the cause?

 Matius 13:22, “Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.

Mengapa orang Kristen suam-suam (Jw. Kerem-kerem kambang), dalam kebanyakan kondisi imannya muncul tidak tenggelam tidak. Ada sesuatu di dalam kehidupannya, yaitu :

        Kekuatiran – Fearness

 Firman yang ditaburkan laksana benih itu tergencet oleh roh kuatir, dan ini mempengaruhi jalan hidup seseorang. Firman yang memiliki kuasa untuk membebaskan, meski telah ditabur tergeser oleh kekuatiran. Membuat kuasa Firman tidak dirasakan dalam kehidupan seseorang.

 Mengapa bisa kuatir? Karena tidak mengenal siapa Allahnya, Allah yang menciptakan langit dan bumi, yang sangat memperhatikan umat-Nya. Bukti nyatanya adalah Kristus yang diutus oleh Bapa untuk memuliakan kembali manusia di dalam diri-Nya, menuju kehidupan yang berbahagia.

 Hal lain adalah :

Percintaan dunia – Loved the world

 Saat ini, bagi kita yang masih hidup tentunya masih tinggal di dunia. Namun sebagai orang percaya yang telah dipanggil dari gelap menuju Terang-Nya yang ajaib, kita tidak boleh mencintai dunia.

 Hal ini tentu tidak mudah, namun hendaklah disadari bila bicara cinta, arah nomor satu tentunya kepada Tuhan, seperti Sabda Suci-Nya cintai Tuhan dengan sebulat hati. Yang kedua cintai sesama manusia (dimulai dengan dari yang paling dekat, pasangan hidup –suami atau istri), kemudian anak-anak, keluarga, tetangga dan seterusnya sebagai sesama manusia.

 Bila dasarnya benar maka sikapnya dalam hidup akan tidak arogan. Melayani Tuhan dan sesama dengan penuh Kasih. Memberitakan kabar baik dengan penuh Cinta Kasih bukan dengan menonjolkan kebenaran dan kemauan sendiri. Bertindak bijaksana tanpa harus menjelek-jelekan orang lain.

  Ingat – Remember

 Matius 6:27-32, “Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? 28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, 29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.30 Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? 31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? 32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu

 Dalam Karya per-utusan-Nya, Yesus mengajarkan kepada murid-murid dan semua orang percaya berkenaan dengan :

 Roh kuatir  – The spirit of fear

 Kekuatiran tidak menambah sedikitpun jalan hidup. Rasa kuatir ini sangatlah berbeda dengan sikap hati-hati dalam hidup seseorang. Hati-hati memang perlu sebagai bagian dari akal budi dan hikmat yang telah Ia berikan. Tetapi kekuatiran adalah sikap yang cenderung negatif hasil dari pikiran dan pandangan yang berlebihan dalam menanggapi suatu permasalahan. Karena kuatir hidup bisa tersendat, menyebabkan sakit, diantaranya karena peredaran darah yang tidak teratur, serta mengakibatkan pola makan yang tidak sehat.

 Tuhan itu pemelihara, Ia punya rencana yang indah. Dalam Sabda-Nya, Ia memberikan gambaran logis, bagaimana bunga bakung bermekaran dengan indah juga burung-burung yang beterbangan dengan riang di udara. Raja Salomo, seorang raja yang kaya-raya saja tidak berpakaian seindah dan semegah bunga bakung yang indah itu. Artinya, bila Tuhan perduli tanaman yang sederhana –yang masa hidupnya singkat- apalagi manusia, ciptaan yang diciptakan seturut citra-Nya. Tuhan pasti beri solusi!!

 Sekarang mari kita lihat percintaan dunia. 

 I Yohanes 2:15-17, “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. 16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. 17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

 Yakobus 4:4, “Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.”

 Sabda Tuhan mengatakan semua yang ada di dalam dunia yaitu, keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup itu bukan berasal dari Bapa. Semua itu berasal dari dunia. Maka keinginan daging jangan dipuja, keinginan mata jangan dituruti sebab mata tidak akan pernah puas, dan keangkuhan hidup dapat mencelakakan. Semua kemegahan yang ada di dunia akan lenyap, sebab kelak Tuhan akan jadikan langit dan bumi baru (Why 21).

 Maka sekali lagi, jangan pernah bangga dengan apa yang dimiliki di dunia ini karena kelak akan dilenyapkan, akan musnah. Mari kita bersama hargai berkat Tuhan dan mengucap syukur bila Tuhan memperkenankan kita mengelola kekayaan dari-Nya. Kelola dengan bijak pula.

 Meski hidup di dunia, namun sikap dan cara hidup orang benar bukan menggunakan cara hidup dan pandangan dunia –yang meminggirkan Tuhan bahkan tidak mengakui keberadaan Tuhan-, tapi menggunakan pandangan dan sikap hidup sorgawi. Hidup tidak tercemari dengan dunia, ibarat ikan laut yang ketika hidup tidak akan terasa asin. Hanya ketika ikan itu mati maka air laut yang merasuk ke dalam tubuh ikan yang membuat menjadi asin.

        Mencintai dunia                           Tiada Kasih Allah

       Love the world                             No God’s Love

 Bila mengasihi dunia akan tidak ada Kasih Allah, dan Allah tidak akan mengasihi. Bersahabat (Yun. Philia φιλία) dengan dunia akan menjadikan kita menjadi seteru Allah, berseberangan dengan Allah (Yak. 4:4), selaku orang percaya kita tidak ber-kasih-kasihan dengan dunia. Sebab keinginan dunia yang telah tercemari dosa dan kehendak Allah yang Kudus bagaikan dua kutub yang berlawanan, dan tidak akan tersatukan.

 Semestinya saat orang percaya menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, Ia telah masuk ke dalam areal keselamatan, dan seiring dengan pertumbuhan rohani ia akan masuk dalam kekudusan di bawah perlindungan dan Kasih yang nyata dari-Nya.

 

 

  

 

 

 

 

Bila Pejanjian Lama berpusat pada Torat maka Perjanjian Baru pada Anugerah –Yesuslah penggenapan Torat, di Perjanjian Baru Janji Allah yang mengasihi manusia itu di genapi.

 Perjanjian Baru di awali dengan hadirnya nabi Yohanes pembaptis, ia menyerukan pertobatan dan juga baptisan sebagai tanda –simbolik- pertobatan. Bicara Baptisan, nabi Yohanes pembaptis ini berkata “..kapak sudah siap, yang tidak berbuah akan ditebang” (Mat 13:22).

 Posisi baptisan ada di halaman. Seorang Imam di Tabernakel, setelah masuk dari pintu gerbang, ia akan melangkah untuk cuci tangan dahulu di kolam pembasuhan. Artinya, setiap pelayan Tuhan yang sudah lahir baru harus melayani Tuhan dengan hati nurani atau motivasi yang beres di hadapan Tuhan (2 Tim 1:3).

 Rasul Paulus menasehati Timotius muridnya yang kala itu masih muda (20th), saat sebelum memulai tugas penggembalaan. Bahwa melayani Tuhan harus dengan hati yang tulus ikhlas, melayani dengan benar di hadapan-Nya supaya menjadi pelayanan yang berbobot. Pelayanan tidak boleh sekedar asal jalan, asal jadi, asal dilaksanakan tanpa ada ketulusan hati untuk melayani-Nya. Maka disisi lain untuk menghadirkan pelayanan yang berbobot prima, sebagai institusi gereja perlu tertib, perlu dikelola dengan seksama dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai wadah pertumbuhan yang sehat di hadapan-Nya.

 Berdasar pada skema Tabernakel di atas, secara sederhana umat Tuhan umumnya (yang ber-gereja) minimal sudah ada di area halaman, percaya dan terima Kristus, memberi diri dibaptis dan sudah terima Roh Kudus, maka seyogyanya ada buah yaitu buah pertobatan. Menghasilkan kehidupan yang baru, memiliki kesaksian dalam hidupnya dan menunjukkan perbedaan sikap hidup dibanding dengan sikap hidup orang yang tidak percaya.

 Seseorang yang sudah melangkah dari area halaman dan masuk dalam persekutuan Ruangan Suci. Ia akan berjumpa dengan tiga benda, meja roti pertunjukan, pelita emas dan mezbah dupa. Ketiga benda itu memberikan arti dalam pertumbuhan rohani seseorang. Meja roti pertunjukan berarti tumbuh dalam kesucian karena persekutuan dengan Firman Tuhan dan perjamuan suci yang menjadi daging. Pelita Emas, berarti tumbuh dalam pelayanan dalam manifestasinya Roh Kudus dan Mezbah dupa berarti tumbuh dalam hidup di dalam doa –dalam Roh dan Kebenaran-

Berjuang untuk terus ada di Ruangan Suci –Tumbuh menjadi dewasa- dan berbuah kekudusan, dan terus bertekun kepada sasaran puncak, hingga nanti di persekutuan sempurna di Ruangan Maha Suci. Sempurna adalah puncakdari proses, sebab Bapa itu sempurna (Mat 5:48). Berjuang terus menyucikan diri dan menyempurnakan kekudusan (2 Kor 7:1). Menjaga diri supaya tidak terlibat dalam pencemaran jasmani dan rohani/pikiran.

 Kekuatiran dan percintaan dunia yang menghambat pertumbuhan untuk menghasilkan buah. Solusinya seperti apa?      

 6.8.  Penutup Ending

  Filipi 4:6-7,Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. 7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

 Kehidupan menjadi tidak bertumbuh, Firman yang ditabur tidak bertumbuh dan membuahkan sesuatu aksi dalam kehidupan perlu dicarikan solusi.

 Dari dua hal yang menyebabkan kehidupan yang tidak berbuah, kita akan lihat satu persatu.

Bila :

Kuatir                                           Berdoalah

       Fear                                             Let us pray

menyatakan keinginan kita dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Bersyukur masih bisa menyatakan permohonan kepada Allah yang sanggup memenuhi segala keperluan kita. Setelah kita menyatakannya kita akan melihat dan merasakan bahwa Tuhan sealu memiliki rencana yang indah dalam hidup kita dan damai sejahtera akan turun dalam kehidupan kita.

 Bila damai sejahtera Allah menguasai hati dan pikiran kita akibatnya akan ada keyakinan. Ada ketenangan dan tidak  kuatir. Berdoalah supaya tenang dan ada kemantapan saat menghadapi masalah, menjadi percaya diri dalam melangkah di jalan kehidupan. Bila suatu saat merasa kuatir, maka serahkan saja kuatirmu pada Tuhan.

 Solusi atas percintaan dengan dunia sehingga menjadi tidak bertumbuh dan menghasilkan buah :

 Ibrani 13:5-6, “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” 6 Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: “Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?

 Meski berat berjuanglah untuk :

                         Jangan mencintai dunia – Don’t love the world

 Ditunjukkan dalam bentuk kongkrit dengan tidak cinta akan uang. Uang penting tetapi  jangan sampai diperbudak oleh uang. Bila akarnya cinta akan uang, itu akan menumbuhkan berjenis-jenis kejahatan.Orang percaya telah ditebus dengan harga yang mahal –seharga darah Kristus- di bebaskan dari kesia-siaan hidup (Rom 12:1). Maka berubahlah, jangan lagi menjadi budak kejahatan.

 Ingat, dimana ada hartamu, disitu ada hatimu. Orang percaya yang sudah terima Kristus akan menjalankan Sabda-Nya untuk mencintai-Nya sebulat hati, dan senantiasa percaya bahwa hidupnya ada di dalam rancangan-Nya yang indah. Tuhan sekali-kali tidak akan membiarkan dan meninggalkan kita itu adalah Sabda-Nya, tidak akan dibiarkan orang yang mengasihi-Nya dengan sebulat hati dibiarkan sendiri, dibiarkan terlantar, hidup tersia-sia.

 Orang benar dan hidup dalam kebenaran akan cakap menanggung segala perkara –hidup berkemenangan besar- , sebab Ia memampukannya. Sehingga orang percaya akan selalu berkata dalam hati dan ucapannya bahwa : 

 Tuhanlah penolongku – God is my helper

 

31 January 2011

Khotbah Mingguan WSB 29 Januari 2011

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah, Khotbah Minggu | Tag

kelanjutan seri khotbah “Kuasa Keubahan” oleh hamba-Nya, Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo,B.cm

tanggal 2 januari 2011

YESUS1 JEMAAT PERGAMUS THE CHURCH OF PERGAMOS

Wahyu 2:12-17

 42.  Penampilan Tuhan The Lord appereance

 Wahyu 2:12, “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Pergamus: Inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua

 Wahyu 1:16, “Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.”

 Ini adalah penampilan Yesus setelah kebangkitan-Nya, yang membuat Rasul Yohanes rebah ketika melihatnya, untuk disampaikan kepada jemaat Pergamus. Ia ditampilkan sebagai Pribadi yang memiliki …

 Pedang tajam bermata dua – the sharp two edged sword

 Ibrani 4:12, “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

 Pedang tajam bermata dua itu tidak lain adalah ….

Firman Allah – the Word of God 

yang lebih tajam dari pedang matapun, pedang bermata dua yang sanggup menembus hati kita. Firman Allah mampu mengorek isi hati dan pikiran kita.

 43.  Posisi jemaat Pergamus The position of Pergamos church

 Wahyu 2:13, “Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam.

 Alasan Tuhan tampil bagaikan pedang tajam bermata dua, karena kondisi jemaat Pergamus digambarkan berada pada ….

                  Tahta iblis – satan’s throne

Padahal jemaat ini memiliki iman yang luar biasa. Mereka setia dan selalu berpegang pada firman Tuhan.

 Mengapa?Why?

Wahyu 2:14-15, “Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah. 15Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus.

 Penyebabnya adalah karena ternyata di tengah-tengah mereka …

  Ada ajaran Bileam dan Nikolaus

  There were the teaching of Balaam and Nicolaitans

Bilangan 31:16, “Bukankah perempuan-perempuan ini, atas nasihat Bileam, menjadi sebabnya orang Israel berubah setia terhadap TUHAN dalam hal Peor, sehingga tulah turun ke antara umat TUHAN.

Bileam adalah seorang nabi yang menolak suap dari raja Balak dan lebih menuruti perintah Tuhan untuk tidak mengutuki bangsa Israel (Bilangan 22). Tapi kesalahan Bileam adalah pada ….

                   Nasihat Bileam The advice of Balaam

Walaupun Bileam menolak untuk mengutuki bangsa Israel, tetapi ia mulai terpengaruh oleh berkat yang ditawari oleh raja Balak. Ia kemudian memberikan nasihat kepada raja Balak dengan memberitahukan kelemahan bangsa Israel melalui penyembahan berhala dan perzinahan sehingga akan dihukum Tuhan.

 Atas nasihat Bileam inilah, akhirnya raja Balak menjebak dan menyesatkan bangsa Israel. Akibat penyembahan berhala dan perzinahan itu, bangsa Israel yang dibunuh mati ada 24.000 orang. Suatu korban yang luar biasa, gara-gara terjebak karena nasihat Bileam.

 Sementara Nikolaus, ajarannya adalah menghalalkan perzinahan dan perselingkuhan. Jemaat Pergamus memiliki iman yang luar biasa, tetapi sayang mereka kompromi dengan ajaran Bileam dan Nikolaus.

 Ajaran Bileam ini adalah gambaran dari bagaimana gereja sudah kompromi dengan berkat-berkat yang tidak benar, menggunakan trik-trik yang tidak sehat.

                   Inilah gereja yang berkompromi dengan dosa

                  This is the compromising church with sin

 Jemaat Pergamus imannya YES, tapi berkompromi dengan dosa penyembahan berhala, perzinahan, dan perselingkuhan. Itulah sebabnya mengapa jemaat Pergamus dikatakan berada di tahta iblis.

 44.  Nasihat Advise

 Wahyu 2:16, “Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini.

 Roma 1:21, “Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.

 Salah satu cara untuk mematikan dosa adalah dengan …

              bertobat – repent        

 Jangan beri kesempatan dosa menguasai hidup kita. Jika melakukan kesalahan, cepat minta ampun, jangan kompromi lagi. Bertobat dimulai …

     dari pikiran – from the thought

 Karena pola pikir yang belum bertobat akan membawa kita pada kompromi dengan dosa. Pola pikir yang salah harus diubah dulu, sehingga dapat mengenal kebenaran yang sesungguhnya.   

 II Korintus 6:17-18, “Sebab itu:  Keluarlah kamu dari antara mereka,  dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis,  maka Aku akan menerima kamu. 18Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan  demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa.

 Wahyu 18:4-5, “Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: “Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya. 5Sebab dosa-dosanya telah bertimbun-timbun sampai ke langit, dan Allah telah mengingat segala kejahatannya.

 Perhatikan bagaimana kita hidup. Jauhkan diri dari pergaulan yang tidak baik, karena akan merusak kebiasaan yang baik. Karena itu …

                  pisahkan diri dari dosa – separate the self from sin

Maka kita akan diterima sebagai anak-Nya. Katakan TIDAK pada dosa, YA pada kebenaran firman Tuhan. Jadilah pemenang, melangkah dengan Tuhan, dan nama kita tercatat dalam buku kehidupan. Amin.

20 December 2010

Khotbah Minggu dari WSB 17 Desember 2010

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah, Khotbah Minggu | Tag

Oleh Hambanya, Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo,B.cM

Pendahuluan – Proloque

YESUS1 29.  Pikiran Kristus The mind of Christ

Markus 10:45, Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.

 Yohanes 10:11, “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya

            

Lukas 19:10, Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.

Yehezkiel 34:11-12, “Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: Dengan sesungguhnya Aku sendiri akan memperhatikan domba-domba-Ku dan akan mencarinya. 12Seperti seorang gembala mencari dombanya pada waktu domba itu tercerai dari kawanan dombanya, begitulah Aku akan mencari domba-domba-Ku dan Aku akan menyelamatkan mereka dari segala tempat, ke mana mereka diserahkan pada hari berkabut dan hari kegelapan.

 Yehezkiel 34:15-21, “Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku dan Aku akan membiarkan mereka berbaring, demikianlah firman Tuhan ALLAH. 16Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya. 17Dan hai kamu domba-domba-Ku, beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba, dan di antara domba jantan dan kambing jantan. 18Apakah belum cukup bagimu bahwa kamu menghabiskan padang rumput yang terbaik? Mesti pulakah kamu injak-injak padang rumput yang lain-lain dengan kakimu? Belum cukup bahwa kamu minum air yang jernih? Mesti pulakah yang tinggal itu kamu keruhkan dengan kakimu? 19Apakah domba-domba-Ku seharusnya memakan rumput yang sudah diinjak-injak kakimu dan meminum air yang sudah dikeruhkan kakimu? 20Oleh sebab itu, beginilah firman Tuhan ALLAH terhadap mereka. Dengan sesungguhnya Aku sendiri akan menjadi hakim di antara domba yang gemuk dengan domba yang kurus; 21oleh karena semua yang lemah kamu desak dengan lambungmu dan bahumu serta kamu tanduk dengan tandukmu, sehingga kamu menghalau mereka ke luar kandang

Kristus datang ke dunia, bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani, bahkan menyerahkan nyawa-Nya (hidup-Nya). Suatu ciri khas Kristus sebagai Gembala, Gembala yang baik bagi domba-domba-Nya, memberi / berkorban bukan menerima karena Ia sangat ….

memikirkan keselamatan domba-domba

Think about the salvation of the lambs

 Hati dan pikiran Kristus mengarah pada keselamatan orang-orang yang tersesat, merebut  dan membebaskan mereka dari kuasa dosa, hukuman, dan ancaman kebinasaan/kematian kekal. Ia datang untuk mencari domba yang hilang, yang tercerai-berai, dan menyelamatkannya. Sebagai Gembala yang baik, Ia tidak hanya mencari tetapi juga mengembalakan mereka sehingga terlindungi dan tidak kekurangan. Suatu gambaran kasih sayang Kristus dalam memelihara domba-domba-Nya: penuh perhatian, kewaspadaan, dan kasih.

 Karya-Nya sebagai Gembala yang baik, mencari domba yang terhilang ditunjukkan sampai beberapa hari sebelum penyaliban-Nya. Sebelum menyerahkan nyawa-Nya di kayu salib, Kristus masih terus berusaha untuk menyelamatkan yang hilang.  Ia datang kepada Zakheus, seorang pemungut cukai yang ditolak dan dipandang rendah oleh masyarakat. Perhatian-Nya telah membawa Zakheus pada pertobatan dan keselamatan.

 Kedatangan Kristus sebagai Gembala telah dinubuatkan sebelumnya oleh Nabi Yehezkiel. Sebagai akibat kegagalan para pemimpin bangsa Israel membawa bangsanya hidup benar, membuat Tuhan sendiri turun tangan untuk mengatur umat-Nya. Ia akan memelihara, menghakimi yang salah, dan mengikat perjanjian damai dengan umat-Nya.

Kristus mengajarkan kepada kita untuk menggembalakan domba-domba tidak hanya di dalam (gereja), tetapi juga di luar kepada orang-orang yang tertolak, terhilang, tersesat, terluka, dsb. karena mereka juga memerlukan keselamatan. Tujuannya agar mereka menjadi domba-domba yang sehat di hadapan Tuhan, mengalami keubahan total. Adalah menjadi tugas dan tanggung jawab dari kelima jawatan pokok, sebagai denyut jantungnya Kristus, untuk saling berjejaring membawa domba-domba (jiwa-jiwa) datang kepada-Nya.

 30.  Kerinduan-NyaHis desire

Yohanes 10:16, “Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

Keselamatan tidak hanya diperuntukkan bagi bangsa Israel (Yahudi), sebagai bangsa pilihan Allah. Ada domba yang lain,  non Yahudi, termasuk kita semua yang menjadi pikiran Kristus sebagai Gembala. Kerinduan-Nya adalah untuk ….

             

mengumpulkan yang lain juga – to collect another

 Tuhan mencari tidak hanya golongan kita, orang-orang yang percaya, tapi juga di luar lingkup kita yaitu mereka yang belum mengenal dan mendengar tentang Kristus. Karena memang untuk itulah Kristus datang, datang untuk semua orang dan menjadikan mereka kawanan domba yang menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Yesus begitu peduli, peduli penuh atas domba-domba-Nya. Bahkan kita semua terukir di telapak tangan-Nya, tidak pernah dilupakan. Mata Tuhan senantiasa terarah kepada kita, memperhatikan dan mengawasi demi kebaikan kita.

31.  Doa-Nya His prayer

Yohanes 17:20-23, “Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; 21supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. 22Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: 23Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

Sebagai Gembala yang baik, tidak hanya menjaga dan melindungi domba-domba-Nya, tetapi kerinduan-Nya yang lain diungkapkan Yesus dalam doa-Nya yaitu …

            supaya mereka jadi satu – that they all may be one

Kesatuan yang didoakan Yesus bukan kesatuan organisasi, tetapi kesatuan rohani yang berlandaskan hidup di dalam Kristus. Tujuannya agar umat-Nya menjadi gereja yang AM, yang kudus, yang menjadi satu kesatuan, tidak terpecah-belah. Berjejaring bersama, tidak dibatasi oleh tembok-tembok denominasi yang notabene tidak menyelamatkan, hanya Kristus yang dapat menyelamatkan.

Menjadi satu adanya, merupakan suatu tindakan yang berkesinambungan, terus-menerus bersatu. Kesatuan hati, tujuan, pikiran, dan kehendak di dalam orang-orang percaya yang berlandaskan kesamaan hubungan kepada Bapa dan Anak, memiliki sikap yang sama terhadap dunia, Firman Allah, dan menjangkau mereka yang hilang.

Kerendahan hati, penyangkalan diri, dan kesediaan untuk menderita bagi Kristus akan memastikan kesatuan sejati orang percaya dan membawa pada kemuliaan sejati. Mulailah dari keluarga, bina kesatua  tersebut sampai menuju pada kesempurnaan.

32.  Moto-NyaHis motto

Yohanes 4:34, “Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.”

Filipi 2:8, “Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Dakam berkarya, hati dan pikiran Kristus mengarah pada bagaimana menuntaskan karya-Nya. Itulah sebabnya sebelum menyerahkan nyawa-Nya di atas kayu salib, Kristus berkata, “sudah selesai”. Yesus tidak mau berkarya setengah-setengah. Ia mau menyelesaikannya sampai tuntas, penuh tanggung jawab dalam ….

mentaati kehendak Bapa – obey the will of the Father

Yesus bekerja sampai akhir, mentaati kehendak Bapa bahkan sampai mati sebagai harga yang harus dibayar untuk membebaskan manusia kuasa dosa, dari hukuman dan kematian. Kristus sebagai Gembala yang baik tidak akan membiarkan domba-domba-Nya menderita. Ia begitu peduli, sejauh kita hidup benar dan mau digembalakan oleh-Nya.

Domba yang baik akan mengenal suara gembalanya (Yohanes 10:3). Gembala yang akan menuntun ke tempat yang baik dan aman. Dengarkan suara gembala yang menyampaikan firman Allah, jangan keras hati dan membantah.

 33.  Nasihat Advise

Filipi 2:5-7, ”Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 6yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

 Yesus merupakan pribadi yang sangat rendah hati. Ia rela mengosongkan diri dan mengambil rupa seorang hamba. Walau benar-benar ilahi, Kristus mengambil sifat manusia dengan segala pencobaan, kehinaan, dan kelemahannya namun Ia tanpa dosa. Terakhir, Kristus taat sampai mati. Biarlah kita ….

Milikilah pikiran dan perasaan Kristus

                                 Having the mind and the feeling of Christ

 Mengikuti hidup-Nya yang rendah hati dan memikul salib. Kerjakan keselamatan dengan takut dan gentar (Filipi 2:12). Berusahalah terus-menerus dengan menggunakan cara yang ditetapkan Tuhan untuk mengalahkan kejahatan, menentang dosa, menyatakan kehidupan Kristus, dan mengikuti keinginan Roh Kudus.

Jangan andalkan kekuatan sendiri. Kalau ingin berhasil, jangan sombong, mengucap syukur dalam segala hal, karena segala sesuatu berasal dari dan oleh Dia. Kosongkan dan rendahkan diri untuk kemuliaan Tuhan. Tuhan memberkati!

11 December 2010

Khotbah Minggu WSB 12 Desember 2010

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah, Khotbah Minggu | Tag

Oleh Hambanya Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo,Bc.M

Lanjutan Khotbah tentang Kuasa Keubahan

danauatitlanPendahuluan – Proloque 

 25.  Perilaku seseorang ditentukan oleh 3 hal!

 The behaviour of men is determined by three things!

 Pada dasarnya, perilaku seseorang ditentukan dari:

1.     Pola pikirCognitive

2.     Pola rasaAffective

3.     Pola tindakmotoric

Ketiga hal ini sangat mempengaruhi kehidupan seseorang, dilihat dari bagaimana ia berpikir, bagaimana ia merespon, dan bagaimana ia mengambil tindakan. Pola pikir yang baik / benar akan menghasilkan respon yang baik dan terimplikasi pada tindakan yang baik pula. Sebaliknya, pola pikir yang salah / tidak benar akan menghasilkan respon yang salah dan terimplikasi pada tindakan yang salah pula.

 Pola pikir mengontrol seluruh rasa, gerak, dan tindakan manusia. Karenanya, penting bagi seseorang untuk memiliki pola pikir (mind set) yang benar, pola pikir yang terus menerus dibaharui sehingga tidak menyimpang dari kebenaran.

 26.  Strategi iblis!Satan strategy!

 Menyadari begitu vitalnya pengaruh pola pikir terhadap perilaku manusia, maka iblis menyusun strategi untuk menghancurkan manusia dengan ….

             Merusak pola pikir manusia – Destroyed the cognitive of man

 Inilah yang akhirnya menyebabkan manusia jatuh dalam dosa, dengan mengacaukan pola pikir manusia. Sejak di taman Eden sampai kini, iblis tidak pernah berhenti untuk mencoba memutarbalikkan kebenaran Allah, menimbulkan keragu-raguan mengenai kebenaran itu dengan merusak pola pikir manusia. Faktanya, manusia banyak terjebak oleh tipu muslihat iblis, jatuh dalam dosa dan semakin jauh dari Tuhan.

 Contoh Examples

 * Adam–Hawa – Adam-Eve

 Kejadian 3:1-5, “Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?2Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, 3tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.” 4Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati, 5tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.

 Dengan kecerdikannya (bicara tentang pola pikir), melalui ular, iblis berhasil menipu dan mengacaukan pola pikir Hawa di taman Eden. Kebenaran Firman Allah yang didengar oleh Hawa, diputarbalikkan sehingga Hawa menjadi ragu. Pola pikir Hawa dirusak,  menjadi kacau dan ragu, dan diakhiri dengan tindakan yang salah.

 Pola pikir yang telah dirusak, membuat Hawa tidak percaya pada Firman Allah, tetapi lebih percaya pada perkataan iblis dan kemudian menurutinya dengan memakan buah larangan. Suatu tindakan yang gegabah, melanggar perintah Tuhan dan dampaknya luar biasa, manusia …  

                                    diusir – was thrown out

Manusia jatuh dalam dosa, kemuliaan Allah hilang dan menjadi binasa, serta hubungan yang intim dengan Allah menjadi putus. Manusia diusir dari taman Eden, dijauhkan dan tidak dapat menikmati pohon kehidupan. Iblis telah berhasil menghancurkan gambar Allah, manusia yang diciptakan serupa dengan diri-Nya, dengan merusak pola pikir manusia.

 * Zaman Nuh – Noah age

 Kejadian 6:5, “Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata

Keberhasilan iblis merusak pola pikir manusia di taman Eden berlanjut terus. Kejahatan manusia semakin bertambah, bahkan sifat dosa manusia ditunjukkan dengan  terang-terangan di Zaman Nuh. Pikiran / angan-angan manusia rusak, pikiran dan hatinya semata-mata jahat adanya. Kebejatan manusia tidak berubah, nafsu seksual dan kekerasan merupakan sarana ungkapan kejahatan yang tak terkendali.

Dosa telah membuat hubungan intim manusia dengan Allah terputus, membuat Allah menyembunyikan diri dari manusia (Yesaya 59). Akhirnya Allah mengambil keputusan untuk memusnahkan manusia lewat ….

                                                 banjir – flood

Tetapi Nuh dan keluarganya diselamatkan, karena hanya mereka yang Allah jumpai masih hidup benar. Di tengah kefasikan dan dan kejahatan yang merajalela, Nuh tetap hidup benar, memisahkan diri dari kejahatan yang ada di sekitarnya, dan berusaha untuk tetap berhubungan dan bergaul dengan Allah.

* Zaman Israel – Israel age

 Bilangan 14:22-23, “Semua orang yang telah melihat kemuliaan-Ku dan tanda-tanda mujizat yang Kuperbuat di Mesir dan di padang gurun, namun telah sepuluh kali mencobai Aku dan tidak mau mendengarkan suara-Ku, 23pastilah tidak akan melihat negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka! Semua yang menista Aku ini tidak akan melihatnya.

Sebagai bangsa pilihan, bangsa Israel memiliki kecerdasan yang luar biasa, karena Allah sendiri yang melindungi dan menolong mereka. Tetapi sayang, iblis dibiarkan mengacaukan pola pikir mereka. Berbagai tanda ajaib yang Tuhan sudah dan sedang lakukan tidak membuat mereka percaya dan menaruh pengharapan sepenuhnya kepada-Nya.

 Persungutan, pemberontakan, dan ketidakpercayaan kepada Tuhan adalah tindakan yang mereka lakukan, buah dari pola pikir yang telah rusak. Puncaknya tampak pada respon mereka terhadap laporan para utusan, yang dikirim Musa untuk mengintai keaadan tanah Kanaan.

Kabar kurang baik yang disampaikan oleh 10 dari 12 pengintai itu, telah membuat mereka menjadi takut dan gentar. Pola pikir mereka telah dikacaukan, sehingga mereka lebih percaya pada perkataan ke-10 pengintai itu dibanding kuasa Allah. Akibatnya Allah murka, persungutan dan ketidakpercayaan kepada-Nya membuat mereka …..

                                                 binasa – perish

 Mujizat-mujizat yang Allah lakukan saat membawa mereka keluar dari Mesir, ditanggapi salah. Pola pikir mereka telah dirusak iblis sehingga mereka menjadi buta, menyalahkan Musa, tidak percaya dan bahkan juga menyalahkan Tuhan.

 Menurut cara pikir mereka, mereka tidak bisa lagi bersandar kepada Tuhan dalam segala keadaan. Mereka telah gagal untuk mengingat kesetiaan Allah pada waktu lalu, mempercayai firman-Nya, dan mempercayainya sebagai Tuhan. Alhasil, yang terjadi kemudian, mereka berniat balik ke Mesir. Suatu tindakan yang fatal, sebagai akibat dari pola pikir yang salah.

* Zaman akhir – the last age

Roma 1:21, “Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.

 II Korintus 4:3-4, “Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, 4yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.     

Berlanjut sampai kini, di zaman akhir ini, iblis terus mencari jalan untuk membawa manusia jauh dari Tuhan. Pola pikir manusia dirusak, dikacaukan, sehingga menjadi buta, hatinya gelap, dan pada akhirnya juga akan ….

  binasa – perish

 Manusia sering tidak melibatkan Allah dalam setiap pikiran, perasaan, dan tindakannya sehingga memberi peluang besar bagi iblis untuk merusak pola pikirnya.

 Akibatnya The effect

 Tindakan tidak melibatkan Allah dalam pikiran, lebih mengandalkan pada akalnya sendiri berakibat ….

 Mereka bertindak salah – They do wrong / wrong motoric

 Pikirannya menjadi buta, dibutakan oleh ilah zaman ini (iblis). Percaya dan mengenal Tuhan, mendengar firman-Nya, tetapi tidak dapat melihat dan menikmati kuasa-Nya. Hatinya menjadi keras, tidak dapat menerima kebenaran Injil. Pikiran dan tindakannya semata-mata jahat, yang pada akhirnya menuju pada kebinasaan.

27.  Cara Allah God strategy

Membaharui pikiran! Renewing the mind!

 Efesus 4:20-24, “Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus. 21Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, 22yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, 23supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, 24dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

 Inilah cara Allah menolong manusia terhindar / terbebas dari pikiran jahat. Iblis telah menjatuhkan manusia, salah satunya dengan merusak pola pikirnya. Maka Allah menolong manusia dengan membaharui pola pikirnya, dibaharui dalam roh dan pikiran sehingga menjadi manusia baru yang serupa kembali dengan diri-Nya. 

 Bagaimana caranya? How is the way?

 Ibrani 8:10, “Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu,” demikianlah firman Tuhan. “Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

 Tuhan memberi kesempatan kembali kepada manusia untuk dapat berkomunikasi dan berpikir dengan benar. Kalau sebelumnya iblis telah merusak pikiran manusia dengan memakai firman Tuhan yang diputarbalikkan, maka Allah membaharui pikiran manusia dengan cara …..  

   Taruh Firman di pikiran / loh hati - Put the word in the mind / (Dia Noya)

Kebenaran Firman Tuhan ditaruh dan diukir dalam loh hati (dia noya – otak kanan) manusia, karena Allah mau tinggal dalam setiap pikiran manusia. Bukan lagi iblis yang menguasai pikiran dan hati manusia, tetapi hanya kebenaran Allah.    

 Akibatnya The effect

Kolose 3:1-3, “Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. 2Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. 3Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.

Matius 6:33, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Kalau pikiran dan hati manusia dipenuhi Firman Tuhan, maka pasti langkah / tindakan yang muncul adalah ada kerinduan untuk selalu …

     cari Tuhan – seek the Lord

 Firman Tuhan mengarahkan pikiran manusia untuk lebih dahulu memikirkan tentang Kerajaan Allah yang bersifat kekal, daripada hal-hal di bumi yang hanya bersifat sementara. Cari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya di atas segala-galanya, maka berkat-berkat jasmani akan Tuhan berikan/tambahkan.

 Mencari kebenaran tidak hanya dengan datang ke gereja, beribadah, atau membaca Firman Tuhan. Kebenaran yang sesungguhnya adalah terpancar dalam setiap kehidupan kita, menjadi garam dan terang di manapun berada dan apapun yang kita lakukan. Nyatakan kebenaran Allah dalam setiap pikiran, perasaan, dan tindakan kita. Miliki kebenaran Kristus dan tunjukkan kasih Kristus kepada semua orang.

28.  Nasihat Advise

I Korintus 2:16, “Sebab: “Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?” Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.

 Manusia yang sudah dibaharui, roh dan pikirannya dipenuhi Firman Tuhan, maka ia akan juga ….

  Miliki pikiran Kristus – Have Christ mind

 Mengetahui kehendak-Nya serta rencana dan maksud penebusan-Nya. Menghargai dan memandang segala perkara sesuai dengan cara Allah, sehingga pikiran dan pandangan hidup orang percaya berbeda sama sekali dengan dunia.

 Klimaksnya, kalau Firman Tuhan tinggal dalam loh hati sehingga memiliki pikiran Kristus, maka otomatis manusia akan …..

  Taat Firman Allah – Obey God mind

 Manusia akan kembali serupa dengan Dia, seperti pada mulanya Allah menciptakan manusia sebelum dosa merusaknya. Tidakkah kita merindukan hal ini?

 Berjuanglah untuk memiliki pikiran Kristus dan Firman Tuhan benar-benar terukir / termeterai dalam loh hati kita. Taat, setia, dan lakukan kehendak Tuhan dengan sungguh-sungguh. Undung Roh Kudus untuk menolong dan memampukan kita melakukan semuanya itu. Tuhan memberkati.

Kuasa Keubahan

The power of transformation

Filipi 3:20-21

kasih001 6. Mengapa hati? – Why is the heart?

 Amsal 4:23, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

 Firman Tuhan telah jelaskan bahwa roh pikiran manusia perlu diubah/dipulihkan, karena dari hati keluar pikiran-pikiran jahat (Matius 15:19). Makanya hati harus diubahkan dulu, karena dari hatilah terpancar kehidupan. Ini menunjukkan bahwa … 

                         hati itu pusat – the heart is central

 pikiran – thought

perasaan – feeling

kehendak – willing

Hati merupakan sentralnya kehidupan manusia. Dari hati berpusat seluruh pikiran, perasaan, dan kehendak manusia. Dikatakan sebagai pusat pikiran, karena segala kegiatan seperti berpikir, merencanakan sesuatu, percaya atau ragu, berdoa, merenung, menyimpan Firman Tuhan, dsb. Timbul dari hati. Dikatakan pusat perasaan, karena segala kegiatan seperti gembira, sedih, mengasihi, marah, takut, berani, bertobat, bersemangat, dsb. juga timbul dari hati. Sementara dikatakan pusat kehendak, karena segala kegiatan seperti tunduk pada perintah Tuhan, setia mencari Tuhan, ingin melakukan sesuatu, mengambil keputusan, keras menolak melakukan Firman Tuhan, dsb. bersumber dari hati.

 Yeremia 17:9-10, “Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya? 10Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya.

Hati bagaikan gunung es, yang terlihat diluar amat kecil, sementara didalam tidak terlihat lebih dari 90%. Yang muncul : personality ± 7% sementara karakter dan temperamen terselubung didalam.

 Sasaran keubahan/pemulihan yang dikehendaki Tuhan adalah lebih dulu hati yang diubah, hati yang diciptakan kembali seperti hatinya Kristus. Dua menjadi satu, gambaran hubungan Kristus dengan jemaat sebagai suami-isteri, yang punya pikiran, perasaan, dan kehendak seperti Kristus. Ketika melihat kita seperti domba yang tidak tergembala, hati Kristus terenyuh. Ketika melihat kita akan binasa, hati Kristus tergerak untuk menyelamatkannya. Suatu bukti bahwa hati Kristus menyatu dengan kita umat tebusan-Nya yang telah mengalami pemulihan hati.

 Baik atau jahatnya manusia bergantung bagaimana kondisi hatinya. Dan siapa yang tahu isi hati manusia, selain Tuhan dan manusia itu sendiri. Tuhan menyelidiki hati kita yang terdalam, bahkan sebelum kita sendiri menyadarinya.

 Dosa telah membuat hati manusia menjadi rusak secara rohani, terpisah dari hidup keselamatan dan persekutuan dengan Kristus. Dosa timbul dari hati, karena ….

 hati itu licik / penipu – the heart is deceitful

 Kelicikan hati ini dipertegas oleh Yesus saat mengatakan bahwa yang menjadikan seorang najis di hadapan Tuhan bukan kelalaiannya dalam mematuhi hukum tertentu, tetapi kesediaan untuk mendengarkan kecenderungan-kecenderungan fasik yang tertanam dalam hati (Matius 7:21-22).

 7. Apa isinya?What is it’s content?

 Matius 15:19, “Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.”

Markus 7:21-22, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, 22perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.

 Sebagai pusat, tidak hanya yang baik tetapi yang jahat juga bersumber dari hati. Dosa telah membuat hati manusia berisi ….

              macam-macam kejahatan – the kinds of evils

 Pikiran jahat, perasaan jahat, dan kehendak pun jahat. Begitu banyaknya kejahatan yang timbul dari hati (setidaknya telah disebutkan 7 sampai 13 macam kejahatan hati). Itulah sebabnya mengapa sangat penting hati diubahkan, hati yang isinya penuh dengan segala macam kejahatan. Perubahan hati harus terus berkesinambungan.

 Keluar melalui through out

 Lukas 6:45, “Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.

Matius 12:34, “Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.

 Memang hati manusia tidak terselidiki secara nyata, tapi dari kata-katanya dapat ditebak bagaimana hatinya. Sebab dari hati, keluar melalui … 

 mulut – mouth

 Laksana sumber mata air yang dapat memancarkan air bersih atau kotor, bergantung pada isinya, demikianlah hati menjadi sumber atau tempat perbendaharaan yang dapat memancarkan hal yang baik atau yang jahat.

 Hati yang dipenuhi firman Tuhan, hatinya baik dan dari mulutnya keluar kata-kata yang baik pula, kata-kata yang bersifat membangun dan menjadi berkat bagi orang yang mendengarnya. Tidak ada kata dusta dan sia-sia keluar dari mulut mereka yang hatinya baik (bersih). Sebaliknya, hati yang isinya penuh dengan kejahatan, tidak ada kata-kata baik keluar dari mulutnya. Yang ada hanya kata-kata yang jahat, tidak bersifat membangun, penuh dengan kata-kata dusta dan sia-sia.

 8. Janji Tuhan The Lord’s promise

 Kejadian 8:21-22, “Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: “Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan. 22Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.

 Kehidupan Nuh mampu mempengaruhi hati Allah, sehingga menyatakan takutNya untuk tidak lagi membinasakan yang hidup! (Hati yang benar ada kuasa yang besar).

 Kejahatan telah menguasai hati manusia, sejak manusia pertama jatuh dalam dosa. Dan kejahatan itu terus bertambah, setelah Tuhan mengutuki bumi dan mengusir manusia dari hadapan-Nya. Tapi Tuhan tidak membiarkan dosa terus menghancukan manusia, maka …

               Ia punya rencana bagi manusia

 Bukan sembarang rencana / rancangan, tapi rancangan yang penuh harapan (Yeremia 29:11). Bahkan Tuhan tegaskan bahwa Ia tidak akan mengutuki bumi lagi, sebagaimana yang sudah dilakukan-Nya, tapi Ia merancangkan damai sejahtera.

 9. Apa solusinya? What is the solution?

Ibrani 8:10, “Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu,” demikianlah firman Tuhan. “Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

Kisah Para Rasul 2:4, “Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

 Yehezkiel 36:26-27, “Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. 27Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.

Jauh sebelumnya, nabi Yeremia telah menubuatkan hal itu (Tuhan tidak lagi mengutuki bumi – Yeremia 31:31-33). Bahkan Allah mau menaruh rancangan-Nya dalam loh hati manusia, Karena itu maksud dari pemulihan Allah, Allah kerjakan lewat hati sehingga perlu … 

             hati diisi Firman Allah dan Roh Kudus

     Inilah jawaban Allah terhadap dosa di dalam hati, yaitu pembaharuan yang dialami oleh semua orang yang bertobat dari dosa dan berbalik kepada Allah. Secara pribadi percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Tidak hanya pemulihan secara jasmaniah, tetapi juga rohaniah dan mencakup pemberian hati yang baru supaya kita taat Firman Tuhan. Diisi Firman Tuhan dan ditaruh Roh Kudus dalam hati, supaya kita dapat menjalankan hidup benar dan mengikuti jalan Allah. Kalau hati dipenuhi dengan Roh Allah, maka yang keluar dari mulutnya adalah perkataan-perkataan yang membangun.

10. Nasihat – Advise

  Ibrani 3:7-11, “Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, 8janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun, 9di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatan-Ku, empat puluh tahun lamanya. 10Itulah sebabnya Aku murka kepada angkatan itu, dan berkata: Selalu mereka sesat hati, dan mereka tidak mengenal jalan-Ku, 11sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku.

Tuhan sudah menyediakan hari depan yang penuh harapan, diisikannya Firman Allah dan Roh Kudus dalam loh hati kita. Dan pesan-Nya tetap, …

  jangan keraskan hatimu  

Hati yang menyerahkan diri untuk melakukan kejahatan dan terus-menerus menolak mendengarkan dan menaati Firman Tuhan, beresiko akan menjadi keras. Pada akhirnya akan menjadi kehilangan kepekaan kepada Firman dan keinginan Roh Kudus.

 Kalau sampai hari ini masih Tuhan ijinkan berbagai peristiwa terjadi, itu bukan kutukan. Karena Tuhan sudah tegaskan bahwa Ia tidak akan lagi lakukan hal itu. Janjinya ya dan amin. Segala peristiwa yang sudah, sedang, dan akan terjadi bukan bagian dari rancangan Allah. Itu hanya bagian dari peringatan Tuhan atas kekerasan hati manusia.

Dengarkan apa yang Roh katakan dan responi dengan baik. Memuji Tuhan dengan segenap hati, menyimpan Firman Tuhan dalam hati, mengandalkan Tuhan, mengalami kasih Tuhan yang dicurahkan ke dalam hati, dsb. adalah bentuk nyata dari kegiatan hati yang sudah dibaharui. Tuhan memberkati.
The power of transformation

Philippians 3:20-21

6. Why the liver? – Why is the heart?

Proverbs 4:23, “Keep thy heart with all vigilance, it is the wellspring of life.”

Word of God has explained that the spirit of the human mind needs to be changed / restored, because of liver come out evil thoughts (Matthew 15:19). Hence the heart must be changed first, because of careful radiated life. This shows that …

heart center – the heart is central

 thought

feeling

willing
The liver is central to human life. From heart-centered all my thoughts, feelings, and human will. Said to be the center of the mind, because all the activities such as thinking, planning something, believe or doubt, pray, contemplate, keep the Word of God, etc.. Arising from the heart. It said the center feeling, because all the activities such as joy, sadness, love, anger, fear, courage, repent, excited, etc.. also arise from the heart. While the center will be said, because all such activities are subject to the commands of God, faithful to seek God, wanted to do something, make decisions, hard refused to do the Word of God, etc.. sourced from the heart.

Jeremiah 17:9-10, “What a heart cunning, deceitful above all things, his heart was petrified: who can know it? 10Aku, Lord, who investigated the liver, which test the mind, to reward the behavior of every person is worth the pace, is worth the result of his actions. ”

Heart like a mountain of ice, which looks beyond the very small, while the inside is not visible more than 90%. What appears: personality ± 7%, while hidden within the character and temperament.

recovery willed by God is first changed hearts, hearts like his heart Christ recreated. Two become one, the image of Christ’s relationship with the church as husband and wife, who have thoughts, feelings, and will like Christ. When he saw us like sheep without shepherd, touched the heart of Christ. When saw we will perish, the heart of Christ was moved to save him. A proof that the heart of Christ together with our ransom His people who have undergone liver recovery.

Good or bad depending on how the human heart. And who knows the human heart’s content, besides God and man himself. God investigating our deepest hearts, even before we ourselves realize

.Sin has made the human heart to be broken spiritually, separate from the safety of life and communion with Christ. Sin arises from the heart, because

hearts were deceitful / trickster – the heart is deceitful

Cunning heart was reaffirmed by Jesus when he said that what makes an unclean before God rather than negligence in complying with certain laws, but a willingness to listen to wicked tendencies which are embedded in the heart (Matthew 7:21-22).

7. What does it say? – What is it’s content?

Matthew 15:19, “Because of the heart come evil thoughts, murder, adultery, fornication, theft, perjury and blasphemy.”

Mark 7:21-22, “For from within, from the heart of men, proceed evil thoughts, fornication, theft, murder, 22perzinahan, greed, evil, cunning, lust, envy, blasphemy, arrogance, ignorance.”

As a center, not only good but also evil comes from the heart. Sin has made the human heart contains

 the Kinds of evils

Evil thoughts, evil feelings, and will even evil. So many crimes that arise from the liver (at least mentioned 7 to 13 kinds of evil hearts). That is why it is very important transformed liver, heart is filled with all kinds of evil. Continuous change of heart must continue.

Exit through – through-out

Luke 6:45, “People who are either out of good stuff from the treasury of his heart is good and bad people out items from perbendaharaannya evil is evil. Due to his mouth, overflowing from his heart.  

Matthew 12:34, “O ye descendants of vipers, how you can say good things, while you yourself bad? Because the mouth overflowed from the heart. ”
Indeed, the human heart terselidiki not real, but from his words can be guessed how his heart. Because of the heart, out through

 mouth
Like water sources that can emit clean water or dirty, depending on its content, so the liver becomes the source or place of repertory that can emit a good thing or a bad.

Heart-filled word of God, good heart and from his mouth out the words are good also, words that are built and a blessing to those who hear it. No word lies and vain from the mouth of those whose hearts are good (clean). In contrast, a heart is filled with evil, no good words out of his mouth. There was only evil words, do not be constructive, full of lies and the words in vain.
8. Promises of God – The Lord’s promise

Genesis 8:21-22, “When the Lord smelled the pleasing odor, the LORD said in his heart:” I will not again curse the earth because of man, even if that caused his heart is evil from since childhood, and I will not again destroy everything I do live like that. 22Selama earth still exist, will not stop-stop season of sowing and reaping, cold and heat, drought and rain, day and night.

Noah’s life can affect the heart of God, so that states are no longer afraid to destroy a life! (Heart is right there is great power).
Crime has mastered the human heart, since the first man fell into sin. And the crime continues to increase, after the Lord cursed the earth and the human drive from his presence. But God does not let sin continue menghancukan man, then …
He had a plan for human beings

                   He has a plan for man
Not just any plan / design, but design is full of hope (Jeremiah 29:11). Even God does not affirm that He will curse the earth again, as is already done by him, but he design for peace.

9. What’s the solution? – What is the solution?

Hebrews 8:10, “For this is the Kuadakan covenant with the house of Israel after those days, saith the Lord.” I will put My laws in their minds and write it in their hearts, so I will be their God and they will be my people.

 Acts 2:4, “they were all filled with the Holy Spirit, then they began to speak in other languages, such as that given by the Spirit to them to say it.”

Ezekiel 36:26-27, “You will give a new heart and new spirit in your psychic and I will be away from your body a hard heart and I give an obedient heart. I will give my 27Roh dwells in your mind and I’ll make you walk in all My statutes and keep my rules and do it.

Long before, the prophet Jeremiah had foretold it (God is no longer curse the earth – Jeremiah 31:31-33). Even God would put his design in the tablets of human hearts, therefore the purpose of restoration of God, the Lord is doing through the liver so it needs …

hearts filled with the Word of God and the Holy Spirit

      a heart filled with the word of God and Holyspirit

This is God’s answer to sin in our hearts, that these innovations were experienced by all who repent from sin and turn to God. Personally believe in Jesus as Lord and Savior.

Not only the physical recovery, but also spiritual and involves giving a new heart so that we obey God’s Word. Fill in the Word of God and the Holy Spirit placed in the heart, so that we can run live right and follow the path of Allah. If hearts are filled with the Spirit of God, then that comes out of his mouth are the words that build.

10. Advice – Advise

 Hebrews 3:7-11, “Therefore, as the Holy Spirit says:” On this day, if you hear His voice, 8janganlah harden your hearts as in anger at the time of temptation in the wilderness, where your fathers 9di tempt me with their road test me, even if they saw my deeds, forty years. 10Itulah’s why I’m angry with that generation, and said: Always they lost heart, and they do not know my way, 11sehingga I swear in my wrath: They will not go into a place of my rest.

God has provided a hopeful future, diisikannya Word of God and the Holy Spirit in the tablets of our hearts. And his message remains,

 Do not harden your heart – do not Harden your heart

Heart who surrendered to commit crimes and continually refused to listen and obey the Word of God, are at risk will be hard. In the end will be a loss of sensitivity to the Word and the Spirit desires.

if this day is still God allows events to happen, it is not a curse. Because God has affirmed that he will no longer do that. Promise yes and amen. Any event that has been, is, and will happen is not part of God’s design. That’s just part of God’s warning for the violence of the human heart.

Listen to what the Spirit says and Respond well. Praising the Lord with all your heart, save the Word of God in the heart, relying on God, experience God’s love poured into hearts, etc.. is a real form of activity that has been renewed heart. God bless.

 

Kuasa Keubahan

The power of transformation

Filipi 3:20-21

marquee_SuprtKingdomPendahuluan – Proloque

3. Mengapa kita perlu keubahan? – Why do we need transformation?

I Korintus 15:50, ”Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.

Alasan utama perlunya kita semua mengalami keubahan adalah karena firman Allah dengan jelas dan tegas menyatakan bahwa …

darah dan daging tidak dapat masuk Kerajaan Allah

the blood and flesh can’t inherit the Kingdom of God

Kerajaan Allah kekal dan penuh kemuliaan, sehingga tidak mungkin dapat ditempati oleh hal yang tidak mulia. Manusia telah berdosa, kehilangan kemuliaan Allah, dan otomatis juga kehilangan hak untuk dapat masuk Kerajaan Allah. Makanya, manusia perlu kuasa keubahan, dipulihkan, bebas dari dosa untuk mendapatkan kembali haknya.

Kini, Allah sedang mengadakan restorasi (pembokaran/pemulihan) di bumi. Itulah sebabnya mengapa Yesus masih tertahan, duduk di sebelah kanan Bapa di Sorga (Kisah Para Rasul 3:21). Setelah pemulihan segala sesuatu yang Allah kerjakan untuk menampilkan sidang jemaat yang tidak bercacat cela / sempurna terjadi (Efesus 5:26-27), barulah Yesus datang untuk menjemput mereka.

Lebih dulu yang harus dipulihkan adalah mereka yang masuk dalam 5 jawatan / jabatan inti (rasul, nabi, penginjil, gembala, guru), untuk dapat membawa jemaat pada pemulihan. Bersama Roh Kudus, mereka turut mempersiapkan jemaat melalui penyampaian kebenaran firman Allah bagi pertumbuhan rohani tubuh Kristus sebagaimana dikehendaki Allah.

Matius 22:23-33, “Pada hari itu datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya: 24“Guru, Musa mengatakan, bahwa jika seorang mati dengan tiada meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu. 25Tetapi di antara kami ada tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin, tetapi kemudian mati. Dan karena ia tidak mempunyai keturunan, ia meninggalkan isterinya itu bagi saudaranya. 26Demikian juga yang kedua dan yang ketiga sampai dengan yang ketujuh. 27Dan akhirnya, sesudah mereka semua, perempuan itupun mati. 28Siapakah di antara ketujuh orang itu yang menjadi suami perempuan itu pada hari kebangkitan? Sebab mereka semua telah beristerikan dia.” 29Yesus menjawab mereka: “Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah! 30Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga. 31Tetapi tentang kebangkitan orang-orang mati tidakkah kamu baca apa yang difirmankan Allah, ketika Ia bersabda: 32Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup.” 33Orang banyak yang mendengar itu takjub akan pengajaran-Nya.

Yesus telah bangkit, duduk di sebelah kanan Bapa, menunggu untuk datang kembali setelah pemulihan segala sesuatu terjadi. Namun hal itu tidak dapat diterima oleh pikiran …

orang Saduki – the Sadducees

Mereka tidak percaya akan kebangkitan dan kehidupan setelah kematian, serta memandang kehidupan di Sorga seperti di bumi. Pikiran mereka telah disesatkan oleh perkara-perkara dunia.

Kehidupan di Sorga penuh dengan kemuliaan Allah. Di Sorga, kita hidup seperti malaikat (makhluk ilahi yang diberikan kepada manusia sebagai pelayan – Ibrani 1:13-14), tidak berjenis kelamin – laki-laki atau perempuan, dan tidak ada keinginan daging – kawin-mengawin (Markus 12:25). Tapi bukan berarti suami-isteri tidak saling mengenal lagi. Sebaliknya hubungan mereka lebih mendalam dan rohani sekalipun tidak dikuasai lagi oleh hubungan pernikahan seperti di bumi.

4. Apa Firman Tuhan katakanWhat the Lord word says

Efesus 4:20-24, “Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus. 21Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, 22yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, 23supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, 24dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

Untuk dapat turut ambil bagian dalam rencana pemulihan yang sedang Allah kerjakan, pertama yang harus dibaharui dalam diri kita adalah …

roh dari pikiran diubah

the spirit of our mind was change

Manusia lama dengan segala pikiran dan perbuatan jahatnya, yang menemui kebinasaan ditanggalkan. Melalui pembaharuan roh, kini kita mengenakan manusia baru yang sudah dibaharui dengan segala pikiran dan perbuatan baik, kembali pada ciptaan Allah semula, diciptakan serupa dengan gambar-Nya yang muli, dan tidak dapat binasa.

Mengapa? Why?

Kejadian 6:5, “Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata

Perbuatan jahat awalnya dari roh pikiran, yang sudah tercemar sejak manusia jatuh dalam dosa di Taman Eden. Kain membunuh Habil, adiknya, semata-mata karena hatinya jahat. Ketika melihat persembahan Habil diindahkan Tuhan, sementara persembahannya tidak, hati Kain menjadi jahat dan timbul pikiran untuk membunuh adiknya itu. Dosa telah membuat manusia memiliki …

pikiran hati jahat – the thought of heart was evil

Itulah sebabnya mengapa roh pikiran kita perlu diubah/dipulihkan, karena dari hati keluar pikiran-pikiran jahat (Matius 15:19). Sebagaimana yang terjadi pada bangsa Israel sampai kini. Pola pikir (mind set) orang-orang Israel tidak mau dibaharui, sehingga sulit menerima rencana Allah yang dinyatakan baik lewat Yohanes Pembaptis sampai yang terakhir Yesus Kristus. Bahkan pikiran hati mereka yang jahat sampai pada puncaknya menyalibkan Yesus.

Sampai kini bangsa Israel masih menantikan kedatangan Sang Mesias (yang pertama), sebagaimana yang Allah sudah janjikan pada nenek moyang mereka. Dan ini dapat dilihat pada apa yang menjadi pokok doa mereka di tembok ratapan: kokohnya kerajaan Israel, Mesias segera datang, dan membangun kembali Bait Allah.

Roma 1:21-28, “Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. 22Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh. 23Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar. 24Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka. 25Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin. 26Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar. 27Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka. 28Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas:

Efesus 4:17-19, “Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia 18dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka. 19Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran.

Dampak dari pikiran yang lama, pikiran hati yang jahat, salah satunya adalah jatuh dalam kehidupan seks bebas. Kembali pada kehidupan lama yang dikuasai oleh hawa nafsu dengan segala kecemarannya. Itulah sebabnya mengapa kita ….

perlu keubahan – need transformation

Jika tidak, kita akan terus terjerumus dalam perbuatan cemar, hawa nafsu yang memalukan. Ditinggalkan Allah, sehingga pikiran kita senantiasa terpikat oleh kejahatan dan keinginan dosa seksual. Bertobatlah dan serahkan segenap diri kita untuk dipulihkan Allah sepenuhnya.

5. Nasihat – Advise

Roma 12:2, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”

Sadarilah bahwa sistem dunia ini jahat adanya, karena dunia masih berada di bawah kuasa pemerintahan iblis. Sampai tiba waktunya nanti, Kristus datang kembali untuk memerintah bersama-sama umat tebusan-Nya.

Selama masa penantian ini, baiklah kita jaga hati dan pikiran, tetap hidup kudus, berkenan kepada Allah, dan …

jangan menjadi serupa dengan dunia

don’t be conformed to the world

Dunia dan gereja Tuhan merupakan dua kelompok yang berbeda. Dunia di bawah kuasa iblis, sementara gereja Tuhan adalah milik Allah semata. Karenanya, kita harus memisahkan diri dari dunia, tidak serupa dan tidak mengasihi dunia dengan segala keinginannya yang jahat.

Mengasihi dunia berarti bersekutu dengan cara-cara dan kesenangan dunia. Hal ini bukan yang Tuhan kehendaki. Tuhan mau kita dipulihkan secara penuh, terpisah dari dunia, tidak serupa dengan dunia, …

tapi berubah oleh pembaharuan hatimu

but be transformed by the renewing of heart

tahu baik dan jahat – knowing good and evil

Tinggalkan dan tanggalkan karakter lama, berubah menjadi sama seperti Kristus. Waspada terhadap tipu muslihat iblis yang memakai daya tarik dunia untuk membinasakan hidup Allah dalam diri kita. Jangan kompromi dengan kejahatan yang ditimbulkan oleh keinginan daging (kenajisan, pemuasan hawa nafsu), keinginan mata (kebejatan, pornografi), dan keangkuhan hidup (roh kecongkakan, bersandar pada diri sendiri).

Allah sedang memulihkan kita pada kesempurnaan, hati dan pikiran kita dibaharui untuk menjadi serupa dengan diri-Nya yang mulia. Sekarang kita adalah manusia  baru, yang lama sudah berlalu – yang baru telah datang. Miliki pengalaman baru dengan Kristus, hidup baru, dan pola pikir yang baru. Lain dulu – lain sekarang. Jadi terang dan garam dunia, mengasihi dan memenangkan mereka yang belum bertobat bagi Kristus. Tuhan memberkati.

29 September 2010

Khotbah Mingguan WSB 26 september 2010

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah Minggu | Tag

Khotbah Mingguan dari WSB 26 September 2010 oleh HambaNya,Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo,Bc.M

livingwater2aUraian     

 C. KENAL KUASANYA!KNOWING HIS POWER!

     C43.  Tantangan kekudusanThe challenge of holiness

C. Seks

Bagaimana cara menghormati perkawinan? How to respect marriage?

  1. A.   Memulai dengan baikStanding well

 I Tesalonika 4:3-7, “Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, 4supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan, 5bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah, 6dan supaya dalam hal-hal ini orang jangan memperlakukan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya. Karena Tuhan adalah pembalas dari semuanya ini, seperti yang telah kami katakan dan tegaskan dahulu kepadamu. 7Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus.

 Allah dengan tegas memerintahkan umat-Nya untuk menghormati perkawinan. Alasannya jelas: lewat perkawinan, yang merupakan idenya Allah sendiri, Allah menghendaki hadirnya keturunan ilahi. Keturunan anak-anak Allah, yang dipersiapkan untuk kelak masuk ke kota kudus –Yerusalem Baru.

 Hadirnya keturunan-keturunan ilahi ini, hanya dimungkinkan sebagai hasil dari suatu perkawinan yang kudus. Inilah caranya kita menghormati perkawinan, dengan hidup ….

 dalam pengudusan – In sanctification

 Membangun nikah / rumah tangga dengan landasan kekudusan, yang dimulai sejak mencari pasangan. Memulai dengan pertemanan yang sehat, mencari pasangan dengan baik dan yang seiman – sama-sama dalam terang.

 Kejadian 1:27-28, ”Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 28Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.

 Perhatikan bahwa hidup masa muda sangat berharga. Jangan sia-siakan masa muda dengan melakukan hal-hal yang tidak kudus. Jauhi perbuatan-perbuatan tercela / percabulan, keinginan-keinginan daging yang bertentangan dengan kebenaran Firman Tuhan. Letakkan fondasi yang kuat, sebelum masuk dalam sebuah pernikahan yang kudus.

 Pernikahan yang dimulai dari pengudusan, urutan yang benar yang menjadi kehendak Tuhan adalah jelas yaitu …..

 diberkati – seks – bonus

 blessed – sex – bonus

 Bukan dibalik, seks – diberkati. Ini yang sedang dikembangkan iblis di jaman akhir. Roh-roh percabulan ditebarkan, banyak anak muda hidup dalam seks bebas bahkan yang sudah menikah pun tidak luput dari roh perzinahan, Karena itu, perhatikan bagaimana kita bergaul, jaga kehidupan di masa muda dalam kekudusan. Bagi yang sudah menikah, jaga kehidupan perkawinannya agar tetap selalu dalam pengudusan.

 B.   Monogami Monogamy

 I Tesalonika 4:4, “supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan

 Jelas, yang dikehendaki Allah adalah pernikahan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan. Seorang laki-laki hanya menikah dengan seorang perempuan dan sebaliknya, tidak lebih hanya …

   seorang – a person                                    

 Suatu bentuk perkawinan monogami (satu suami, satu isteri), bukan poligami (lebih dari satu isteri) atau pun poliandri (lebih dari satu suami). Hormati perkawinan, suami hanya mempunyai / mengambil seorang perempuan untuk menjadi isterinya sendiri dan hidup dalam kekudusan.

 C.  Menolak kekerasan Reject hardness

 Kolose 3:19, “Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.”

I Petrus 3:7, “Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.

 Selanjutnya, dalam kehidupan perkawinan, suami sebagai kepala dituntut untuk bertindak …

                        Bijaksana – Wise / understanding

Dalam kehidupan rumah tangga jauhi kekerasan (KDRT), tindakan kasar, atau perkataan yang menyakitkan terhadap isterinya. Berlakulah sopan, hormati isteri sebagai teman penolong. Ingat bahwa “kesuksesan suami tidak lepas dari peran isteri, yang dengan setia mendukung dan mendoakannya.” 

 Suami-isteri hendaklah bertindak bijaksana, saling pengertian. Sebagai kepala, memang segala keputusan ada di tangan suami, tetapi jangan bertindak terlalu dominan. Tempatkan isteri dalam posisi yang benar, sebagai teman hidup dalam berbagi suka dan duka. Sebaliknya, isteri juga harus menyadari posisinya dan menempatkan dirinya dengan benar, bukan mendominasi suami.

 D.  Tanpa perceraianWithout separation / divorce

 Maleakhi 2:16, “Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel–juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!

 Karena perkawinan merupakan idenya Allah sendiri, tidak mungkin Allah mengijinkan terjadinya perceraian. Justru …

                              Allah benci perceraian – God hates divorce

  Perceraian dapat terjadi, salah satu penyebab adalah adanya masalah dalam kehidupan rumah tangga, masalah antara suami-isteri, yang dibiarkan berlarut-larut dan tidak diselesaikan. Tetapi apapun alasannya, perceraian sangat dibenci oleh Tuhan.

 Solusinya, jika ada masalah, selesaikan dengan cepat dan baik, jangan ditunda-tunda (Efesus 4:26). Setiap pelanggaran ada pengampunan, kalau diakui. Tanamkan sikap keterbukaan di antara suami-isteri, tidak ada yang ditutup-tutupi. Saling jujur, saling mengampuni, saling percaya, dan saling menjaga kekudusan akan semakin memperkuat tali ikatan perkawinan yang sudah dibangun.

 E.  Nasihat Advise

 Efesus 4:27, “dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.

Permasalahan-permasalahan atau pelanggaran-pelanggaran yang dibiarkan berlarut-larut, tidak cepat diselesaikan akan membuka celah bagi iblis untuk masuk dan menjebak kita dalam dosa. Karena itu, sekali-kali ….

      Jangan beri tempat kepada iblis

     Don’t give devil a space

  Bagi suami-isteri, hormati dan jaga suasana perkawinan yang harmonis. Berani mengakui kesalahan dan tidak diulangi lagi. Tuntaskan setiap pelanggaran yang terjadi sampai ke akar-akarnya, sehingga kelak tidak ada tuduhan lagi, yang sengaja dihembuskan iblis untuk menghancurkan kehidupan rumah tangga.

 Bagi anak-anak muda, perhatikan bagaimana kamu hidup, jaga kekudusan dalam segala tingkah lakumu. Jauhkan diri dari roh-roh percabulan dan dari pergaulan yang tidak baik. Bangun kekudusan melalui pergaulan yang baik, mencari pasangan hidup dengan cara yang sehat dan dijalani dengan sehat pula sampai berlanjut pada pernikahan yang kudus. Tuhan memberkati.

5 September 2010

Khotbah Mingguan dari WSB 5 September 2010

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah, Khotbah Minggu | Tag

Oleh Hamba-Nya Bp.Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo, Bc.M

gse_multipart28152C. KENAL KUASANYA!KNOWING HIS POWER!

         C43.  Tantangan kekudusanThe challenge of holiness

C. Seks

49. Mengapa? Why?

F. Kejadian 1:28, “Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka:Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.

 Maleakhi 2:15, “Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.

Alasan lain Allah memerintahkan agar setiap orang menghormati perkawinan, yang tidak lain merupakan idenya Allah sendiri itu, adalah karena Allah punya rencana yang jelas yaitu ….

 Hadirnya keturunan ilahi – Presenting the Godly generation

Itulah sebabnya mengapa Allah sangat membenci perceraian, termasuk perkawinan yang tidak dilandasi kekudusan. Allah juga marah ketika orang-orang Israel menikah dengan non Israel. Allah telah memilih bangsa Israel sebagai umat pilihan-Nya, bangsa yang kudus, sehingga wajar kalau Allah menghendaki hadirnya keturunan-keturunan ilahi dari mereka.

Perhatikan! Attention!

 Betapa kudusnya perkawinan di hadapan Tuhan. Hadirnya keturunan ilahi, sebagaimana yang menjadi rencana Tuhan,  hanya mungkin lewat suatu perkawinan yang kudus. Karena itu Tuhan tentukan dengan tegas aturan-aturannya. Urutannya pun jelas:

             Berkat — beranak cucu — bonus    (sex)

Keturunan ilahiThe Godly generation

Diberkati dahulu, baru terikat secara resmi dalam hubungan sebagai suami-isteri (seks), dan melahirkan keturunan-keturunan ilahi. Perhatikan pergaulan kita, jangan sampai jatuh dalam kehidupan seks bebas. Jaga kekudusan sebelum dan sesudah nikah.

 54. Yang ada sekarang The current condition

 I Yohanes 3:10, “Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.

 Allah hanya menghendaki hadirnya keturunan-keturunan ilahi, tapi faktanya yang terjadi adalah hadirnya dua jenis keturunan …..

                                                            Anak-anak Allah – The children of God

 Anak-anak iblis – The children of devil

Dosa telah memunculkan hadirnya keturunan lain, yang bukan berasal dari Allah, yaitu keturunan iblis. Hadirnya anak-anak iblis ini berawal dari sikap hidup yang tidak menghargai Allah (Firman Tuhan). Sebagaimana kehadiran Kain, benih dari pelanggaran Adam dan Hawa, yang dikatakan berasal dari si jahat (I Yohanes 3:12).

 Sejak semula, iblis adalah pembohong, bapa segala dusta (Yohanes 8:44). Sebaliknya, Firman Tuhan adalah kebenaran, katakan “ya” atau “tidak”, lebih dari pada itu berasal dari si jahat (Matius 5:37).

55. Bagaimana caranya menghadirkan generasi ilahi?

How to present the Godly generation?

 I Tesalonika 4:3-7, “Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, 4supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan, 5bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah, 6dan supaya dalam hal-hal ini orang jangan memperlakukan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya. Karena Tuhan adalah pembalas dari semuanya ini, seperti yang telah kami katakan dan tegaskan dahulu kepadamu. 7Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus.

 I Korintus 7:1-2, “Dan sekarang tentang hal-hal yang kamu tuliskan kepadaku. Adalah baik bagi laki-laki, kalau ia tidak kawin, 2tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri.

Untuk menghadirkan keturunan-keturunan ilahi adalah dengan …

                       Membangun nikah kudus – Building a holy marriage

Tuhan menghadirkan kita untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang kudus. Larilah dari perbuatan-perbuatan cabul dan matikan roh percabulan itu, agar tidak muncul kembali untuk menggoda kita.

Pernikahan yang dibangun dengan dasar kekudusan, berefek positif pada keturunannya. Tuhan peduli pada keturunan/generasi anak-anak Allah, yang tidak akan dibiarkannya meminta-minta (Mazmur 37:25).

 Hiduplah kudus dalam segala tingkah laku, karena kita adalah anak-anak terang. Bercermin pada kehidupan Yusuf, yang sejak masa mudanya (± 17 tahun) punya pendirian yang kuat dan sehat dengan dasar kebenaran Firman Tuhan.

 Ingat! Remember!

 Efesus 4:26-27, “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu 27dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.     

 Sejak kekalahannya di padang gurun, iblis tidak pernah menyerah dan selalu mencari kesempatan, seperti singa yang mengaum-ngaum siap menerkam siapa saja yang dapat dimangsanya. Waspadalah dan ….

 Jangan beri tempat kepada iblis – Don’t give devil a space

 Jangan biarkan iblis leluasa untuk menguasai dan memangsa kita. Kapan itu bisa terjadi? Di antaranya adalah saat memendam amarah, yang akan memberi peluang/celah bagi iblis untuk menguasai dan menjebak kita dalam pelanggaran-pelanggaran (dosa). Marah boleh asal alasannya jelas dan cepat diselesaikan dengan baik.

  56. NasihatAdvise

 Kolose 3:5-6, “Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, 6semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka).

Agar pernikahan yang dibangun tetap kudus, …

          Matikan percabulan – Put to death fornication

Hal ini sebagai bagian dari yang Tuhan inginkan. Keberhasilan hidup kita ditentukan bagaimana kita menjalani hidup. Kata-kata kotor (jorok) yang keluar dari mulut, itu menandakan hati yang kotor. Karena apa yang diucapkan mulut, meluap dari hati (Lukas 6:45).

 Miliki hati yang beres di hadapan Tuhan, seperti Meja Roti Sajian yang di atasnya diletakkan tumpukan roti (Firman Tuhan). Isi selalu loh hati kita dengan Firman-Nya, sehingga tidak ada peluang bagi iblis untuk menjerat kita dalam dosa.

 I Petrus 1:14-16, “Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, 15tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, 16sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Bapa kita adalah Bapa yang Mahakudus, sudah sepatutnyalah kita sebagai anak-anak-Nya dituntut untuk ….

 Hidup dalam kekudusan – Live in holiness

 Hidup kudus dalam segala hal. Jangan ada dusta dalam mulut, kuasai diri dari segala hawa nafsu daging yang dapat membawa kita pada dosa. Kita telah dipanggil dari gelap menuju terang, sehingga tidak ada alasan lagi untuk kembali pada hidup yang lama.

 Kita telah dibayar lunas dengan harga yang sangat mahal, lewat korban darah Kristus di kalvari. Pemulihan terjadi dan dimulai dari keluarga, Tuhan hendaki hadirnya keturunan-keturunan ilahi. Bangun pernikahan yang kudus, suami-isteri saling menghormati dan hidup dalam kekudusan. Amin.

29 August 2010

Khotbah Mingguan dari WSB 29 Agustus 2010

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah Minggu | Tag

Oleh Hamba-Nya Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo,B.cm

gse_multipart36955C. KENAL KUASANYA!KNOWING HIS POWER!

         C43.  Tantangan kekudusanThe  challenge of holynes

C. Seks

49. Mengapa? Why?

 E. Kejadian 1:27-28, “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 28Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka:Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.

 Seperti dalam perumpamaan membayar pajak, Yesus dengan tegas mengingatkan tentang kewajiban membayar pajak. Hendaklah setiap orang membayar pajak kepada yang berhak, sesuai dengan buatan / gambar pada mata uang. Mata uang buatan dan bergambar kaisar, berikan kepada kaisar (Matius 22:15-22).

Demikianlah, kita adalah buatan Allah, dibuat sesuai dengan gambar atau citra Allah. Sebagai gambar Allah, maka sudah seharusnya seluruh hidup kita diberikan kepada-Nya, tidak terkecuali perihal perkawinan.

 Hendaklah setiap keluarga, suami – isteri, menghormati perkawinan sebab ….

                      Perkawinan adalah ide Allah – Marriage is God’s idea

Allah yang pertama kali mempersatukan Adam dan Hawa dalam ikatan perkawinan yang kudus. Perkawinan bukan hal coba-coba, tetapi ada tujuan jelas yang Tuhan kehendaki. Urutannya pun jelas lebih dulu diberkati, lalu berkembang biak (terkait seks), dan kuasai bumi dengan segala isinya.

 Kejadian 3:23-24, “Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil. 24Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyala beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.

Sayang, manusia (Adam dan Hawa) tidak dapat menjaga dan mempertahankan kekudusan perkawinannya. Terjadi ….

  Kehancuran nikah – The crushed of marriage

Kehancuran nikah, berawal dari ketidaktaatan mereka terhadap larangan Allah atas buah pengetahuan yang baik dan yang jahat. Buah dari ketidaktaatan itu mereka menjadi telanjang dan akhirnya terusir dari taman Eden.

Hubungan nikah mereka mengalami keretakan, yang berawal dari tidak adanya kejujuran. Mereka saling menuduh / menyalahkan, terlebih Adam sebagai suami yang adalah kepala. Sebagai kepala keluarga, Adam lebih mendengarkan kata isterinya daripada kata Tuhan. Adam juga tidak mau menanggung kesalahan isterinya, sebaliknya yang terjadi ia justru menyalahkan Tuhan. Suatu bentuk tindakan seorang kepala yang tidak bijaksana, tidak menjalankan fungsinya sebagai kepala dengan baik dan benar.

 Jaga kehidupan nikah kita, jangan sampai retak apalagi hancur. Kembangkan sikap saling menghormati dan mengasihi antara suami-isteri. Suami, sebagai kepala keluarga, kebutuhannya adalah dihormati. Jangan lecehkan suami, hormati dan tunduklah. Sebaliknya, isteri sebagai penolong, kebutuhannya adalah dikasihi.

51. Rencananya bergulir His plan is rolling

I Korintus 15:45-49, “Seperti ada tertulis: “Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup”, tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan. 46Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah. 47Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga. 48Makhluk-makhluk alamiah sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga. 49Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi.

 Walaupun gambar Allah yang pertama lewat Adam dan Hawa telah dirusak oleh dosa, perkawinan yang Allah bangun telah hancur, tapi rencana-Nya terus bergulir. Iblis tidak dapat mengancurkan rencana Allah untuk menghadirkan ….

                       Yesus, Adam yang akhir – Jesus is the last Adam

Justru peristiwa kehancuran nikah ini menjadi momen untuk terus bergulirnya rencana pemulihan, yang telah direncanakan Allah sejak di kitab Kejadian 3:15, “keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.

Cukup lama rencana pemulihan itu digulirkan, membutuhkan kurun waktu 4000 tahun bagi tergenapinya. Adam yang Akhir dihadirkan untuk meremukkan dosa.

Kelahiran gereja-Nya The birth of His church

 Yohanes 19:34, “tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

 Kisah Para Rasul 2:1-4, “Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. 2Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; 3dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. 4Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

 I Yohanes 5:7-8, “Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. 8Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi): Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.

 Yesus, Adam yang Akhir, sudah hadir mengadakan pemulihan bagi kita semua. Ia bertindak sebagai Kepala atas gereja yang adalah tubuh-Nya (Efesus 1:22-23).

 Pemulihan terjadi melalui kelahiran baru, kelahiran gereja yang ditandai ….

  Tanda: Air; Darah; Roh – Signs: Water; Blood; Spirit

 Tanda kelahiran baru ini sudah tergambar dalam pola kerajaan Allah (Tabernakel):

  • Baptisan darah —– Mezbah Korban Bakaran
  • Baptisan air —– Kolam Pembasuhan
  • Baptisan Roh —– Pintu Kemah

 Air dan darah adalah tanda kelahiran seorang anak manusia, tetapi itu saja belum cukup harus ada suara (menangis), baru dikatakan hidup. Itulah sebabnya di loteng Yerusalem ada suara yang menandai turunnya Roh Kudus, sebagai kelahiran Gereja Mula-Mula. Gereja Tuhan mendapat kuasa ketika Roh Kudus turun (Kisah Para Rasul 1:8).

 Tujuannya The purpose

Efesus 5:25-27, “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya 26untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, 27supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

Kelahiran baru gereja Tuhan yang ditandai darah, air, dan Roh mempunyai tujuan akhir ….

  Gereja sempurna – The perfect church

Ada tugas dan tanggung jawab besar yang harus kita kerjakan, setelah mengalami pemulihan. Sebagaimana jemaat gereja mula-mula, setelah dipulihkan mereka bertekun dalam Kristus dan kesaksian hidupnya menyebabkan jumlah orang yang bertobat bertambah.

Kisah Para Rasul 2:42 “Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.”

 Ketekunan hidup mereka juga tergambar dalam pola Tabernakel:

  • Bertekun dalam pengajaran Firman Tuhan — Meja Roti Sajian
  • Bertekun dalam persekutuan — Pelita Emas
  • Bertekun dalam doa — Mezbah Dupa

 Tujuan akhirnya (goal) adalah KESEMPURNAAN.

 Demikian juga dalam perkawinan, kehidupan perkawinan harus tetap kudus untuk menuju pada kesempurnaan. Sebagaimana Kristus sebagai mempelai Pria adalah sempurna, maka gereja sebagai mempelai wanita-Nya juga harus  sempurna.

52. Puncak pemulihan The top of restoration

Wahyu 19:6-9, “Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: “Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja. 7Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia. 8Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!” (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.) 9Lalu ia berkata kepadaku: “Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba.” Katanya lagi kepadaku: “Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah.

Pemulihan telah Tuhan kerjakan lewat tanda darah, air, dan roh dengan tujuan kesempurnaan. Gereja yang sempurna  menyongsong kedatangan Sang Mempelai Pria Surgawi, masuk pada pesta ….

                        Malam perjamuan kawin Anak Domba

 The marriage supper of the Lamb

Sebagaimana layaknya pengantin, kelak kita sebagai mempelai wanita-Nya dikenakan pakaian lenan yang putih bersih, gambaran perbuatan-perbuatan benar menurut Firman Tuhan. Sebelumnya, kita mengenakan kain kesumba / larah,  penuh dengan perbuatan-perbuatan dosa (Yesaya 1:18).

 Berjuanglah terus untuk sampai pada puncak kesempurnaan, pada malam perjamuan kawin Anak Domba yang kudus. Dimulai dari nikah dan diakhiri dengan nilkah pula.

 53. NasihatAdvise

 Ibrani 12:1-2, “Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. 2Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Sasaran akhir dari rencana pemulihan Tuhan sudah jelas, yaitu kesempurnaan menuju perkawinan Anak Domba. Untuk sampai pada hal itu bertekunlah dan berjuang terus, tidak bergerak di tempat tetapi ….

           Berlari menuju sasaran – Running to the goal

 Tinggalkan dosa dan beban yang menjerat, yang tidak pernah berhenti mengejar kita. Sejak menjadi milik Kristus, iblis tidak punya kuasa lagi atas kita. Yang bisa dilakukan iblis hanya mencobai kita, itu pun  harus minta ijin Tuhan. Kalau pun Tuhan ijinkan, pasti ada tujuan positif yang Tuhan mau atas hidup kita. Beda halnya dengan godaan, yang datang dari keinginan (hawa nafsu) daging kita sendiri.

Sebagai bukti iman bahwa kita adalah anak Allah, milik Kristus, lakukan perbuatan-perbuatan benar sesuai Firman Tuhan. Pergunaan waktu yang ada, berpacu dengan waktu yang semakin singkat untuk mencapai sasaran yang Tuhan kehendaki, menjadi sama seperti Dia. Amin.