Get Adobe Flash player
29 November 2009

Muliakan Dia Lewat Kehidupanmu!

Oleh Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo Bc.M | Dalam Pendalaman Alkitab | Tag

happy02C. Perintah Agung!

Markus 16:15-18, “Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. 16Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. 17Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, 18mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan ta-ngannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.

C1. Siapakah aku?

Efesus 2:10, “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Perintah Agung diberikan oleh-Nya bagi seluruh umat-Nya, menjadi tugas orang percaya. Me-ngapa kita mendapat perintah Agung untuk memberitakan Injil? Karena …

Kita buatan Allah
Diciptakan di dalam Yesus

Jadi ada alasan yang jelas ketika Tuhan menciptakan kita. Dengan maksud dan tujuan yang jelas, melakukan pekerjaan yang baik yang telah dipersiapkan-Nya.

Manusia buatan Allah -yang pertama telah rusak oleh dosa- sehingga perlu dibaharui di dalam Yesus (Roma 3:23), Bermula dari pilihan Adam yang salah yang diseret oleh keinginannya, me-nyebabkan manusia terusir dari Eden. Hati-hati dengan keinginan kita, jangan sampai terseret di dalamnya yang pada akhirnya berujung pada maut (Yakobus 1:13-15).

Memang semua manusia pasti punya keinginan, tetapi hendaknya keinginan itu selaras dengan kehendak Allah. Jagalah hati dari segala yang patut dijaga dan dipelihara (Amsal 4:23), karena dari hati lah terpancar keinginan-keinginan yang sering dimanfaatkan oleh iblis untuk menjebak manusia. Untuk menjaga supaya hati kita tidak terseret oleh keinginan-keinginan yang membuahkan dosa, isilah selalu hati kita dengan Firman Tuhan dan Roh Kudus.

Untuk apa?

Untuk perbuatan baik

Sejak semula Tuhan menciptakan manusia dengan tujuan yang baik, namun karena tidak menjaga hati dari keinginan yang jahat maka manusia menjadi rusak.

Maka manusia diciptakan di dalam Yesus Kristus –lahir baru- di baharui hidupnya. Istilahnya diciptakan kembali, untuk melakukan hal-hal yang baik yang dipersiapkan Tuhan terdahulu. 

C2. Ingat

Kejadian 1:27, “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Kejadian 2:15, “TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.

Manusia yang dijadikan oleh Allah diberi tanggung jawab untuk …

Mengelola milik-Nya

Bukan untuk memilikinya. Kelak tanggung jawab yang di berikan itu akan dimintai pertanggung jawaban kembali, sudahkah dikerjakan dengan semestinya.

C3. Apa itu perbuatan baik?

Markus 16:15, “Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Markus 16:17-18, “Tanda-tanda ini akan me-nyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, 18mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.

Kita diciptakan untuk melakukan perbuatan baik, yang dimaksud adalah …

Beritakan kabar baik

Banyak cara untuk memberitakan Injil, kabar baik itu, tidak hanya dalam bentuk khotbah tetapi juga dalam bentuk penginjilan pribadi melalui kehidupan sehari-hari (Ibrani 12:1-2). Dimulai dari dalam lingkup keluarga dan berkembang ke lingkungan sekitarnya. Sesungguhnya kita sendiri adalah Injil yang terbuka, dibaca dan dilihat oleh orang lain.

Penugasan untuk memberitakan kabar baik itu, akan disertai :

Tanda-tanda ajaib

Orang percaya punya kuasa di dalam nama-Nya. Akan memberikan kekuatan untuk melangkah dengan pasti dalam berkarya. Di dalam Dia, ada kuasa untuk mengerjakan perkara adikodrati dalam menjalankan Amanat Agung. Kuasa yang dahyat dan berdampak nyata, semua dapat dilakukan untuk kemuliaan nama-Nya.

C4. Penutup

I Korintus 6:20, “Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Kalau hidup kita sudah menjadi milik Tuhan, berarti kita sudah tidak punya hak atas diri kita sendiri. Tuhan yang menjadi Tuan atas kita, dan Ia mau kita melakukan perbuatan baik, seperti rancangan yang telah Ia rancangkan sejak semula. Ia menjadi Allah bagi kita, dan kita menjadi umat-Nya. Hidup yang telah ditebus oleh-Nya kini, telah menjadi milik-Nya, maka :

Muliakan Dia

lewat kehidupanmu!

(Mc-Sr)

18 October 2009

Kebangkitan Yesus

Oleh Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo Bc.M | Dalam Pendalaman Alkitab | Tag

A. Kebangkitan Yesus

Markus 16:1-8

A1. Persembahan yang hampa!

kubur01_htMarkus 16:1-3, “Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Sa-lome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus. 2Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur. 3Mereka berkata seorang kepada yang lain: “Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?

Pada pagi-pagi benar setelah hari Sabat, ketiga perempuan itu datang ke kubur Yesus dengan membawa rempah-rempah serta minyak dengan tujuan meminyaki tubuh Yesus. Sayang, ketika sampai di sana mereka tidak menemui tubuh Yesus. Ini berarti bahwa segala yang mereka bawa, rempah-rempah dan minyak menjadi tidak berguna atau …

Sia-sia

Suatu bentuk persemba-han yang hampa, peng-orbanan yang terlambat dan sia-sia karena tubuh Yesus tidak ada. Ia sudah bangkit. Seharusnya itu mereka lakukan waktu Yesus masih hidup seperti yang dilakukan oleh be-berapa perempuan dan di antaranya adalah Maria Magdalena yang melayani Yesus serta murid-murid-Nya dengan kekayaannya (Lukas 8:1-3). Atau sebelum Yesus dikuburkan, seperti yang dilaku-kan Yusuf Arimatea dan Nikodemus sehingga sampai kini kedua nama mereka terukir dalam pemberitaan firman Tuhan.

Ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Tangkap setiap peluang yang ada, jangan sampai terlam-bat sehingga menjadi sia-sia, tidak ada gunanya (mubazir). Kalau Tuhan telah berikan kita talenta, manfaatkan dan kembangkan talenta itu selagi masih ada kesempatan. Jangan tunggu atau tunda yang nantinya akan membuat kita menjadi menyesal.

A2. Kubur itu kosong

Markus 16: 4-6, “Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah, batu yang memang sang-at besar itu sudah terguling. 5Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk di sebelah kanan. Mereka pun sangat terkejut, 6tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: “Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia.”

Andaikan mereka ingat firman Tuhan, tentu tidak akan datang ke kubur dan membawa persembahan yang akhirnya menjadi sia-sia. Mereka menjadi ketakutan ketika mendapatkan kubur itu kosong dan tubuh Yesus tidak ada di dalamnya. Setelah mendapat teguran dari malaikat Tuhan, baru teringatlah mereka akan kebangkitan Yesus (Lukas 24:5-8).Sebagaimana yang telah dikatakan Yesus se-waktu masih hidup bahwa pada hari ketiga …

Dia bangkit

Yesus telah bangkit dan nuansa ke-bangkitan-Nya membawa warna tersendiri bagi kita. Ibadah kita bukan mencari kubur yang kosong, tetapi untuk menikmati kuasa kebangkitan-Nya. Kematian dan kebangkitan-Nya telah membawa suatu lembaran yang baru bagi kita yang per-caya kepada-Nya. Kita masuk dalam suasana ibadah kebangkitan, datang dengan hati yang teguh dan saling memperhatikan seorang akan yang lain (Ibrani 10:19-25).

A3. Pergi ke Galilea

Markus 16:7-8, “Tetapi sekarang pergilah, kata-kanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu.” 8Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapa pun juga karena takut. Dengan singkat mereka sampaikan semua pesan itu kepada Petrus dan teman-temannya. Sesudah itu Yesus sendiri dengan perantaraan murid-murid-Nya memberitakan dari Timur ke Barat berita yang kudus dan tak terbinasakan tentang keselamatan yang kekal itu.

Dampak/efek dari pengorbanan yang hampa (sia-sia) itu, ketika malaikat Tuhan meminta untuk menyampaikan kabar kebangkitan-Nya kepada murid-murid Yesus lainnya dan menunggu di Galilea, mereka menjadi …

Takut dan dahsyat

Mengapa? Karena mereka tidak siap dan sadar akan kebangkitan Yesus. Berbeda halnya kalau mereka sadar akan janji-janji kebangki-tan-Nya, tentu disambut dengan sukacita – gegap gempita. Fak-tanya, mereka belum sepenuhnya menerima akan berita itu, sehingga mereka pun tidak mengatakan apa-apa kepada siapa pun juga karena takut.

Peristiwa tentang kebangkitan-Nya sesung-guhnya merupakan kegenapan dari Kejadian 3:15, “kepala ular (kekuatan iblis) itu diremuk-kan”. Yesus telah bangkit, SHEKINAH GLORY (Cahaya kemuliaan Allah) itu melingkupi dunia. Karena itu suasana ibadah kita bukan didasari ketakutan, tetapi suasana ibadah yang ditandai kemenangan yang besar (I Korintus 15:53-55).

A4. Penutup – Ending

Yohanes 16:20-22, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan me-ratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. 21Seorang perempuan berdu-kacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia. 22Demikian juga kamu sekarang diliputi du-kacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seo-rang pun yang dapat merampas kegembi-raanmu itu dari padamu.

Kematian Yesus telah membuat suasana su-kacita bagi dunia dan iblis, tetapi duka cita bagi murid-murid dan para pengikut-Nya. Karena dalam pandangan mereka, Yesus yang diharap-kan sebagai raja Israel yang akan membebaskan mereka dari penjajahan Romawi wafat. Padahal justru jauh lebih dari sebatas raja di bumi, Yesus disiapkan sebagai Raja yang Kekal.

Setelah Yesus bangkit, suasana menjadi ter-balik …

Duka cita jadi sukacita

Dunia dan iblis berduka cita, sebaliknya dukacita murid-murid dan para pengikut-Nya diganti men-jadi sukacita.

Kebangkitan-Nya telah membawa kemenangan yang besar, hanya kadang-kadang kita diijinkan melewati suatu proses, tantangan hidup. Tetapi jangan berkecil hati, proses itu suatu waktu akan lewat, duka cita kita akan diganti sukacita. Segala sesuatu ada masanya, ada rancangan-Nya. Lewat kuasa kebangkitan-Nya, kita menda-pat jaminan kemenangan yang abadi. (Mc-Sr)

  1. A. Resurrection of Jesus
    Mark 16:1-8
    A1. The empty offering!

    Mark 16:1-3, “After the Sabbath, Mary Magdalene and Mary the mother of James, and Salome bought spices to go to the tomb and anoint Jesus. 2 And very early on the first day of the week, after sunrise, they went to the tomb. 3 They said to each other: “Who will roll the stone for us from the door of the tomb?”

    In the early morning after the Sabbath, the three women came to the tomb with spices and oil to anoint the body of Jesus’ purpose. Unfortunately, when I got there they did not see the body of Jesus. This means that everything they carry, spices and oils to be useless or …

Futile

A blank form of sacrifice, lawyer-orbanan late and in vain because the body of Jesus was not there. He has risen. They should have done when Jesus was alive as practiced by some women and among them was Mary Magdalene who serve Jesus and his disciples with his wealth (Luke 8:1-3). Or before Jesus was buried, as did Joseph From Arimatea  and Nicodemus that until now both of their names engraved in preaching the word of God.

This is a lesson for us all. Capture every opportunity, do not be late, so be in vain, useless (redundant). If God has given us his Lenta, use and develop talent while still a chance. Do not wait or delay which will make us regret it.

A2. Empty tomb
Mark 16: 4-6, “But when they look closely, it appears, is the stone-at large had been overturned. 5 Then they went into the tomb and they saw a young man who wore a white robe sitting on the right. They were very surprised, but the 6 young men said to them: “Do not be afraid! You seek Jesus of Nazareth, who was crucified. He has risen. He is not here. Look! This is where they laid him.”

Had they remembered the word of God, would not have come to the tomb and bring offerings that eventually became useless. They became frightened when a grave was empty and the body of Jesus was not in it. After a warning from the angel of God, just remembered they were in the resurrection of Jesus (Luke 24:5-8).
As Jesus had said while still alive that on the third day …

He rose

Jesus has risen and the nuances of his resurrection brings color to our own. Worship we are not looking for an empty tomb, but to enjoy the power of his resurrection.

Death and resurrection has brought a new sheet for us who believe in Him. We entered in an atmosphere of worship resurrection, comes with a strong heart and consider how one another (Hebrews 10:19-25).
A3. Go to Galilee
Mark 16:7-8, “But now go, tell his disciples to him and to Peter: He is before you into Galilee there you will see him, as I said unto you.” 8 Then they came out and ran out of the tomb, for trembling and terrible happen to them. They did not say anything to anyone because of fear. In short, they convey those messages to Peter and his friends. After this, Jesus himself, through his disciples His preaching from East to West the holy and the news was not perish out of eternal salvation. ”
Impact / effect of the sacrifice that vacuum (in vain) that, when the angel of the Lord asked to break the news of his resurrection to his disciples the other and waited in Galilee, they become …

Scared and powerful

Why? Because they are not ready and aware of the resurrection of Jesus. Unlike the case if they were aware of the promises of resurrection, would be greeted with joy – went wild. In fact, they will not fully accept the news, so they did not say anything to anyone because of fear.

Event of His resurrection is actually the fulness of Genesis 3:15, “the head of the snake (evil forces) was crushed”. Jesus has risen, Shekinah GLORY (Light of the glory of God) that surrounds the world. Because the atmosphere of worship that we are not based on fear, but the atmosphere of worship that marked the great victory (I Corinthians 15:53-55).

A4. Closing
John 16:20-22, “I say to you, you will weep and weep, but the world will rejoice; you will mourn, but the grief will turn into joy. 21 A woman mourning at the time she gave birth, but after she gave birth to her child, she no longer remembers the anguish, for joy that a man is born into the world. 22 Remember that you now overwhelmed with grief, but I’ll see you again and your hearts will rejoice, and no one can take your joy from you. ”

The death of Jesus has made the atmosphere of joy for the world and the devil, but grief for students and his followers. Because in their view, Jesus is expected as the king of Israel who would liberate them from Roman rule dies. And it is much more than limited to the king on earth, Jesus was prepared as the Eternal King.

After Jesus rose, the atmosphere is reversed …

So joy sorrow

The world and the devil mourning, grief instead students and his followers changed into joy.
His resurrection has brought a great victory, just sometimes we are allowed through a process, the challenges of life. But do not be discouraged, the process was a time will pass, our grief will be replaced by joy. Everything there was a time, there was his design. Through the power of His resurrection, we receive assurance of eternal victory. (Mc-Sr)

11 October 2009

Penyaliban dan penguburan-Nya

Oleh Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo Bc.M | Dalam Pendalaman Alkitab | Tag

pic01Penyaliban dan penguburan-Nya

The crucifixion and His burial

5. Yesus dikuburkan

Jesus was buried

Markus 15:42-47, “Sementara itu hari mulai malam, dan hari itu adalah hari persiapan, yaitu hari menjelang Sabat. 43Karena itu Yusuf, orang Arimatea, seorang anggota Majelis Besar yang terkemuka, yang juga menanti-nantikan Kerajaan Allah, memberanikan diri menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. 44Pilatus heran waktu mendengar bahwa Yesus sudah mati. Maka ia memanggil kepala pasukan dan bertanya kepadanya apakah Yesus sudah mati. 45Sesudah didengarnya keterangan kepala pasukan, ia berkenan memberikan mayat itu kepada Yusuf. 46Yusuf pun membeli kain lenan, kemudian ia menurunkan mayat Yesus dari salib dan mengapaninya dengan kain lenan itu. Lalu ia memba-ringkan Dia di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu. Kemudian digulingkannya sebuah batu ke pintu kubur itu. 47Maria Magdalena dan Maria ibu Yoses melihat di mana Yesus dibaringkan.

5.1.  Dua tokoh – The two figures

Markus 15:43 , “Karena itu Yusuf, orang Arimatea, seorang anggota Majelis Besar yang terkemuka, yang juga menanti-nantikan Kerajaan Allah, memberanikan diri menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus.

Yohanes 19:39 , “Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya .”

Yusuf Arimatea & Nikodemus

Joseph of Arimathea & Nicodemus

Ada dua tokoh yang turut ambil bagian dalam penguburan Yesus. Yusuf Arimatea, seorang anggota Majelis besar yang sebenarnya sudah lama percaya dan menjadi murid Yesus (Matius 27:57), serta menanti-nantikan kerajaan Allah. Ia tidak setuju dengan keputusan serta tindakan majelis untuk menyalibkan Yesus, dan hanya karena situasinya yang belum memungkinkan, ia tidak berani tampil. Ketika saatnya tiba, ia berani muncul dan tidak tanggung-tanggung (dengan segala konsekuensinya) ia meminta kepada Pilatus mayat Yesus untuk dikuburkan.

Apa yang dilakukan oleh Yusuf Arimatea ter-nyata tidak sendirian. Ada tokoh lainnya yang turut membantu penguburan Yesus, yaitu Nikodemus  – orang Farisi – seorang pemimpin yang percaya Yesus (Yohanes 3:1).

Banyak orang yang melihat dan menyaksikan kematian Yesus di atas salib, tetapi tidak ada seorangpun di antara mereka yang memikirkan penguburan Yesus, termasuk Ahli Taurat sendiri. Padahal kalau dibiarkan mayat Yesus tetap diatas kayu Salib, itu melanggar hukum Torat. Justru Yusuf Arimatea dan Nikodemus yang berani mengambil resiko untuk menguburkan Yesus. Dalam hal ini, berarti mereka turut andil mempersiapkan kebangkitan Yesus, karena memang Yesus harus mati dan dikubur.

Efesus 5:15-16. “Karena itu, perhatikanlah de-ngan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, 16dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.”

Roma 13:11, “Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya.

Tindakan yang dilakukan kedua tokoh di atas dengan mengorbankan harga dirinya, mempertaruhkan kedudukan dan kekayaaannya, bahkan kuburan pribadinya menunjukkan kepada kita tentang peluang, bagaimana  …

Mereka menangkap kesempatan

They catch the opportunity

Saat ada kesempatan, mereka tampil dengan berani untuk menangkap kesempatan itu. Bagaimana dengan kita? Tangkap setiap peluang yang ada untuk melayani Tuhan. Jangan harga diri, kedudukan, dan kekayaan menjadi penghalang bagi kita untuk turut berpartisipasi dalam setiap kesempatan yang Tuhan berikan bagi pelayanan-Nya. Ada saatnya nanti kesempatan itu tidak ada lagi, jangan sampai kita terlewatkan dan menyesal.

5.2.  Kubur itu dijaga

The tomb was guarded

Matius 27:62-66, “Keesokan harinya, yaitu sesudah hari persiapan, datanglah imam-imam kepala dan orang-orang Farisi bersama-sama menghadap Pilatus, 63dan mereka berkata: “Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit. 64Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga; jikalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang untuk mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati, sehingga penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya dari pada yang pertama.” 65Kata Pilatus kepada mereka: “Ini penjaga-penjaga bagimu, pergi dan jagalah kubur itu sebaik-baiknya.” 66Maka pergilah mereka dan dengan bantuan penjaga-penjaga itu mereka memeterai kubur itu dan menjaganya.

Setelah dikubur, ternyata masih ada ketakutan di antara mereka yang telah menyalibkan Yesus. Walau mereka tidak percaya Yesus, tetapi tetap ingat akan perkataan-Nya waktu masih hidup bahwa Ia akan bangkit. Sementara murid-murid Yesus sendiri yang percaya, justru lupa dan pergi ke kubur, barulah setelah Yesus benar-benar bangkit, mereka teringat akan perkataan-Nya (Lukas 24:5-8).

Di satu sisi, orang-orang yang tidak percaya itu ingat tentang perkataan Yesus akan kebangkitan-Nya. Tetapi di sisi lain, walaupun ingat dan tidak percaya, mereka takut kebangkitan itu benar-benar terjadi, sehingga membuat mereka meminta kepada Pilatus untuk menjaga kubur Yesus. Ada tiga hal yang menjaga kuburan Yesus yaitu …

1. Pintu kubur – the tomb’s door

2. Tentara Romawi – the centurion

3. Meterai Pilatus – The Pilate’s seal

Kekuatan dunia, daging dan iblis

The power of the world, flesh and satan

Pintu kubur ditutup dengan batu besar, dijaga oleh tentara Romawi, dan dikuatkan dengan meterai Pilatus. Tujuannya jelas yaitu untuk menghambat kebangkitan Yesus dan jangan sampai ada orang yang mencuri mayat Yesus. Suatu bentuk proteksi yang sangat berlebihan, bukti betapa takutnya mereka akan kebangkitan Kristus.

5.3 Biji gandum itu jatuh ke tanah dan mati

The grain of wheat falls into the ground and dies

Yesus mengerjakan perintah Bapa hingga tuntas. Ia memberikan keteladanan kepada semua umat yang mengasihi-Nya, untuk dapat bertumbuh dan berbuah lebat maka layaknya biji gandum, ia harus jatuh ke tanah dan mati.

Yohanes 12:24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke

dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan ba-nyak buah.”

Dalam konteks spiritual, suasana kematian berarti ada dalam masa ujian ketekunan di dalam jalan-Nya.

Bila sudah lulus uji, akan mendatangkan ketekunan dan terus berbuah hingga kelak tidak kekurangan sesuatu apapun alias sempurna.

5.4. NasihatAdvise

Pengkhotbah 3:1, “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.

II Timotius 4:7-8, “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. 8Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedata-ngan-Nya.

Bila saatnya ada di tahapan berlelah-lelah maka bersabarlah, sebab :

Untuk segala sesuatu ada masanya

To everything there was a season

Di masa yang mana kita berada, di situ kita perlu menyadari. Bila sedang memulai jangan ingin segera menuai, namun lewati prosesnya dan ucapkan syukur selalu dengan bijaksana. Tidak berfikir menanam sekarang, besok panen deng-an cara yang “adikodrati”.

Bertekun di dalam pengiringan kepada-Nya hingga tiba waktu kita tinggalkan dunia fana. Seperti rasul Paulus yang berbicara tentang waktu :

Aku telah menyelesaikan

pertandingan

I have finished the race

Rasul Paulus melaksanakan panggilan-Nya de-ngan memanfaatkan waktu yang diberikan oleh-Nya. Maka ketika Sang Khalik akan memanggilnya, ia dapat menghadapinya dengan per-nyataan yang jelas. Ya, sebab semua orang akan mempertanggung jawabkan apa yang dilakukan dalam hidup ini kepada-Nya (Pkh.12:14), maka hiduplah dengan bijaksana.

Rasul Paulus bertekun hingga akhir masanya, dan semasa hidupnya ia telah berjuang bagi kemuliaan-Nya.

Yesus telah lebih dahulu menjadi teladan sempurna dalam ketaatan-Nya kepada Bapa, hingga puncak, Ia berkata “sudah genap”. Karya pendamaian antara manusia dengan Bapa itu Ia laksanakan, Ia wafat dan bangkit dalam kemuliaan-Nya.

Bila kita bersedia me-mati-kan keinginan diri dan bertekun dalam perintah-Nya maka kitapun akan bangkit dalam keutamaan, jaya dan mulia! (Mc)

2 August 2009

#7 Markus 14:43-52 Penangkapan Yesus

Oleh admin | Dalam Pendalaman Alkitab | Tag

7A. CIUMAN PENGHIANAT (A KISS OF DECEIVERSECOND)

Markus 14:43-46, “43 Waktu Yesus masih berbicara, muncullah Yudas, salah seorang dari kedua belas murid itu, dan bersama-sama dia serombongan orang yang membawa pedang dan pentung, disuruh oleh imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua.44 Orang yang me-nyerahkan Dia telah memberitahukan tanda ini kepada mereka: “Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia dan bawalah Dia dengan selamat.” 45 Dan ketika ia sampai di situ ia segera maju mendapatkan Yesus dan berkata: “Rabi,” lalu mencium Dia.46 Maka mereka memegang Yesus dan menangkap-Nya.Read the rest of this entry »