Markus 16:15-18, “Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. 16Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. 17Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, 18mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan ta-ngannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”
C1. Siapakah aku?
Efesus 2:10, “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.”
Perintah Agung diberikan oleh-Nya bagi seluruh umat-Nya, menjadi tugas orang percaya. Me-ngapa kita mendapat perintah Agung untuk memberitakan Injil? Karena …
Kita buatan Allah
Diciptakan di dalam Yesus
Jadi ada alasan yang jelas ketika Tuhan menciptakan kita. Dengan maksud dan tujuan yang jelas, melakukan pekerjaan yang baik yang telah dipersiapkan-Nya.
Manusia buatan Allah -yang pertama telah rusak oleh dosa- sehingga perlu dibaharui di dalam Yesus (Roma 3:23), Bermula dari pilihan Adam yang salah yang diseret oleh keinginannya, me-nyebabkan manusia terusir dari Eden. Hati-hati dengan keinginan kita, jangan sampai terseret di dalamnya yang pada akhirnya berujung pada maut (Yakobus 1:13-15).
Memang semua manusia pasti punya keinginan, tetapi hendaknya keinginan itu selaras dengan kehendak Allah. Jagalah hati dari segala yang patut dijaga dan dipelihara (Amsal 4:23), karena dari hati lah terpancar keinginan-keinginan yang sering dimanfaatkan oleh iblis untuk menjebak manusia. Untuk menjaga supaya hati kita tidak terseret oleh keinginan-keinginan yang membuahkan dosa, isilah selalu hati kita dengan Firman Tuhan dan Roh Kudus.
Untuk apa?
Untuk perbuatan baik
Sejak semula Tuhan menciptakan manusia dengan tujuan yang baik, namun karena tidak menjaga hati dari keinginan yang jahat maka manusia menjadi rusak.
Maka manusia diciptakan di dalam Yesus Kristus –lahir baru- di baharui hidupnya. Istilahnya diciptakan kembali, untuk melakukan hal-hal yang baik yang dipersiapkan Tuhan terdahulu.
C2. Ingat
Kejadian 1:27, “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.”
Kejadian 2:15, “TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.”
Manusia yang dijadikan oleh Allah diberi tanggung jawab untuk …
Mengelola milik-Nya
Bukan untuk memilikinya. Kelak tanggung jawab yang di berikan itu akan dimintai pertanggung jawaban kembali, sudahkah dikerjakan dengan semestinya.
C3. Apa itu perbuatan baik?
Markus 16:15, “Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.”
Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
Markus 16:17-18, “Tanda-tanda ini akan me-nyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, 18mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”
Kita diciptakan untuk melakukan perbuatan baik, yang dimaksud adalah …
Beritakan kabar baik
Banyak cara untuk memberitakan Injil, kabar baik itu, tidak hanya dalam bentuk khotbah tetapi juga dalam bentuk penginjilan pribadi melalui kehidupan sehari-hari (Ibrani 12:1-2). Dimulai dari dalam lingkup keluarga dan berkembang ke lingkungan sekitarnya. Sesungguhnya kita sendiri adalah Injil yang terbuka, dibaca dan dilihat oleh orang lain.
Penugasan untuk memberitakan kabar baik itu, akan disertai :
Tanda-tanda ajaib
Orang percaya punya kuasa di dalam nama-Nya. Akan memberikan kekuatan untuk melangkah dengan pasti dalam berkarya. Di dalam Dia, ada kuasa untuk mengerjakan perkara adikodrati dalam menjalankan Amanat Agung. Kuasa yang dahyat dan berdampak nyata, semua dapat dilakukan untuk kemuliaan nama-Nya.
C4. Penutup
I Korintus 6:20, “Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!”
Kalau hidup kita sudah menjadi milik Tuhan, berarti kita sudah tidak punya hak atas diri kita sendiri. Tuhan yang menjadi Tuan atas kita, dan Ia mau kita melakukan perbuatan baik, seperti rancangan yang telah Ia rancangkan sejak semula. Ia menjadi Allah bagi kita, dan kita menjadi umat-Nya. Hidup yang telah ditebus oleh-Nya kini, telah menjadi milik-Nya, maka :
Muliakan Dia
lewat kehidupanmu!
(Mc-Sr)









Markus 16:1-3, “Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Sa-lome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus. 2Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur. 3Mereka berkata seorang kepada yang lain: “Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?”
