Get Adobe Flash player

Renungan harian GPT Baithani Denpasar

Rabu 20 Agustus 2014

Yesaya 43: 8-21

“ Kamu ini lah saksi-saksiKu dan hamba-Ku yang telah kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia..” ( yesaya 43:10 a )

Tuhan menghendaki agar setiap orang Kristen berperan menjadi saksi di tengah dunia. Alkitab menyatakan bahwa setiap orang percaya adalah garam dunia dan terang dunia ( baca Matius 5: 13-14 ) dengan demikian kita harus memiliki kehidupan yang berbeda dari orang-orang dunia.

Saksi tidak sama dengan reporter, seorang reporter memiliki tugas menyampaikan informasi tentang orang lain, sedangkan tugas saksi adalah memberikan kesaksian tentang apa yang dialami, dilihat dan dirasakannya secara pribadi, bukan menceritakan pengalaman orang lain. Itulah sebabnya Roh Kudus dicurahkan kepada para rasul agar mereka memperoleh kuasa untuk menjadi saksi.
“.. Kamu akan menerima kuasa , kalau Roh Kudus turun keatas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai keujung bumi.” ( Kisah 1:8 )

Kita masih melihat bahwa masih banyak orang kristen yang hidupnya tidak menjadi saksi yang baik bagi orang lain. Mungkin kita pandai merangkai kata saat bersaksi didepan jemaat, tetapi sesungguhnya kita belum sepenuhnya menjadikan hidup kita benar-benar sebagai saksi. Jadi banyak orang kristen pandai bersaksi, tetapi tidak menjadikan hidupnya sebagai saksi. Menjadi saksi bukan dengan perkataan semata akan tetapi harus melalui kehidupan kita secara nyata. Jadi orang lain dapat melihat kehidupan kristen itu nyata didalam kehidupan kita setiap hari. Ucapan dan perbuatan kita selaras, tidak ada perbedaan dan semuanya itu mencerminkan bahwa ada Kristus di dalam kita. Seorang saksi, tentu akan sangat antusias untuk bersaksi kepada orang-orang disekitar tentang pengalaman hidupnya didalam Tuhan, sehingga orang lain boleh mengenal Kristus melalui hidupnya, jika kekristenan kita biasa-biasa saja dan tidak jauh berbeda dengan orang dunia, maka kita akan mengalami kesulitan bersaksi, karena menjadi saksi berarti iman dan juga nilai-nilai kebenaran kristus tidak disembunyikan , tetapi justru dinyatakan melalui sikap, perkataan dan perbuatan. Ternyata tidak mudah menjadi saksi bagi dunia!

“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya didepan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan bapamu yang di sorga.” ( Matius 5:16 )

Daily Bread GPT Baithani Denpasar
Wednesday, August 20, 2014

Isaiah 43: 8-21

“You are the one witnesses-witnesses and my servant whom I have chosen, that you may know and believe me and understand that I am He ..” (Isaiah 43:10 a)

God wants every Christian to be a witness in the central role the world. The Bible states that every believer is the salt of the earth and light of the world (read Matthew 5: 13-14) so we should have a different life from the world.

Witnesses are not the same as a reporter, a reporter has the task of conveying information about other people, whereas the task of witness is to testify about what they experienced, seen and felt in person, instead of telling other people’s experiences. That is why the Holy Spirit is poured out upon the apostles to give them the power to be a witness.
“.. You will receive power when the Holy Spirit come upon you, and ye shall be witnesses unto me both in Jerusalem and in all Judea and Samaria and to the ends of the earth.” (Acts 1: 8)

We still see that there are many Christians whose lives do not become a good witness for others. Maybe we are good at stringing words when testifying in front of the church, but in fact we have not fully make our lives truly as a witness. So many good Christians testify, but did not make his life as a witness. Being a witness not by words alone but must go through our lives significantly. So other people can see it real Christian life in our lives every day. Our words and actions in harmony, there is no difference and all it reflects that there is Christ in us. A witness, it would be very enthusiastic to witness to people around about his experiences in the Lord, so that others may know Christ through his life, if our Christianity mediocre and not much different from the world, then we will have difficulty testify , because a witness means faith and also the values ​​of truth of Christ is not hidden, but it is expressed through attitudes, words and actions. It was not easy to be a witness to the world!

“Let your light so shine before the people, that they may see your good works and glorify your father which is in heaven.” (Matthew 5:16)

19 August 2014

Melayani sampai garis akhir 2 ( Serve until the end of the line 2 )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian GPT Baithani Denpassar
Selasa , 19 Agustus 2014
2 Timotius 4: 1-8

tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaaan pemberita injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu !.” ( 2 Timotius 4:5 )

Tak henti-hentinya rasul paulus mendorong dan menguatkan Timotius supaya terus maju dalam memberitakan injil. Memang seharusnya Timotius meneladani pemimpin rohaninya itu, walau berada didalam penjara tidak surut semangatnya untuk berkarya bagi Tuhan. Paulus sadar bahwa “…penderitaan zaman sekarang ini, tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.”( Roma8:18 ), sehingga ia dapat menasehati, “ Beritakanlah firman Tuhan, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasehatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.” ( 2 Timotius 4:2 )

Selagi masih ada kesempatan, mari tunaikan tugas pelayanan kita sebaik mungkin, jangan sia-siakan . “ Kita harus mengerjakan pekerjaan DIA yang mengutus AKU, selama masih siang;akan datang malam, dimana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja.” ( Yohanes 9:4 ).
“ Karena akan datang waktunya orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat.” ( 2 Timotius 4:3 ). Jadi tugas memberitakan injil Kristus dan menyatakan kebenaran secara tegas adalah tugas illahi yang bersifat wajib dan sangat mendesak, karena jemaat akhir jaman ini, kian tertidur rohani dan makin disibukkan oleh perkara-perkara duniawi.. Bukan hanya itu, mereka juga lebih suka “… Mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.” ( 2 Timotius 4:3-4 )

Sudahkah kita menjalankan tugas pelayanan kita dengan benar ? Butuh komitmen tinggi, kesetiaan, kesabaran dan kesungguhan hati untuk menjadi seorang pelayan Tuhan! Selain itu kita harus punya dasar iman dan pengajaran yang kuat yang diperoleh dengan cara bertekun membaca, meneliti, dan merenungkan firman Tuhan. Yang paling penting, kita harus hidup didalam firman dan menjadi pelaku firman Tuhan, “… Supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang.” ( 1 Timotius 4:15 ) menjadi pelayan Tuhan berarti terlebih dahulu memberikan teladan hidup bagi orang lain.

Jadilah pelayan Tuhan yang berkenan kepada Tuhan, Motivasi benar, memberi yang terbaik dan hidup dalam kebenaran sampai akhir hidup kita !.

Daily Bread GPT Baithani Denpassar
Tuesday, August 19, 2014
2 Timothy 4: 1-8

“But watch thou in all things, endure afflictions endure afflictions, do evangelists employment and fulfill your ministry.” (2 Timothy 4: 5)

Unrelenting apostle Paul encourages Timothy to strengthen and move forward in preaching the gospel. It is supposed to imitate Timothy’s spiritual leader, despite being in prison is not recede zeal to work for the Lord. Paul realized that “… sufferings of this present time, can not be compared with the glory that will be revealed to us.” (Roma8: 18), so that he can advise, “Preach the word of God, prepared in season or not a good time, let it be known what wrong, rebuke and admonish with all patience and teaching. “(2 Timothy 4: 2)

While there’s still a chance, let us exert our best service tasks, do not waste it. “We must work the works of him that sent me, while it is day: the night cometh, wherein no man can work.” (John 9: 4).
“For the time will come when people will not endure sound doctrine.” (2 Timothy 4: 3). So the task of preaching the gospel of Christ and declare the truth of divine task explicitly is mandatory and very urgent, because the church of these last days, growing spiritually asleep and increasingly preoccupied with worldly matters .. Not only that, they also prefer “.. . Collecting teachers at his will to satisfy the desires of his ears. They will turn away from the truth and open ears for a fairy tale. “(2 Timothy 4: 3-4)

Have we run our mission, right? It takes commitment, loyalty, patience and sincerity to be a servant of God! In addition, we must have faith and teaching basic solid obtained by diligent reading, researching, and meditating on the Word of God. Most importantly, we must live within the Word and become doers of the word of God, “… To be real to everyone your progress.” (1 Timothy 4:15) becomes the servant of God means first providing a living example to others.

Be the servant of God who is pleasing to God, true motivation, provide the best and live in righteousness to the end of our lives!.

18 August 2014

Melayani Sampai Garis Akhir ( Serve until the end of the line )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian GPT Baithani Denpasar

Senin, 18 Agustus 2014

1 Timotius 4 : 1 – 16

 

“Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu.” 1 Timotius 4 : 16a

Dewasa ini makin banyak anak Tuhan turut terlibat dalam pelayanan pekerjaan Tuhan. Ini adalah berita baik ! Namun menjadi pelayan Tuhan yang benar bukanlah pekerjaan yang mudah. Ada harga yang harus kita bayar ! Kita tidak bisa melayani Tuhan dengan asal-asalan atau sekedar latah karena ikut-ikutan. Melayani Tuhan adalah tugas yang sangat mulia, karena itu kita harus melakukannya dengan kesungguhan hati dan komitmen yang tinggi.

Timotius adalah seorang pemuda yang bertalenta dan memiliki kehidupan rohani yang mumpuni. Komitmen dalam melayani Tuhan tak diragukan lagi. Itulah sebabnya Rasul Paulus tak henti-hentinya berdoa untuk Timotius supaya ia tetap memiliki semangat dalam melayani Tuhan. ….”kuperingatkan engkau untuk mengorbankan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.” (1 Timotius 1 : 6). Ada banyak alasan bagi Timotius untuk menjadi lemah dan patah semangat melayani karena banyak tantangan dan ujian menghadang langkahnya dalam mengemban Amanat Agung Tuhan ini. Apalagi saat itu Paulus selaku pembina rohani Timotius sedang dipenjara oleh karena Injil : secara manusia mental Timotius pasti terpengaruh dan terganggu !

Orang berpendapat bahwa orang muda itu masih ‘Hijau’,minim pengalaman,belum banyak mengenyam asam garam kehidupan,sehingga mereka memandang Timotius dengan sebelah mata. Mereka berpendapat orang muda belum layak menjadi pemimpin rohani. Belum lagi permasalahan yang ada dalam jemaat di Efesus yang begitu kompleks. Ibarat suatu penyakit, maka penyakit jemaat Efesus itu stadium empat atau sudah kronis. Pada saat itu banyak pengajar-pengajar sesat yang menyusup di antara jemaat menebarkan ajarannya yang menyimpang dari kebenaran Injil,sehingga jemaat mulai terjebak dengan takhayul dan dongeng-dongeng. Rasul Paulus menasihati Timotius, “Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu,dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.” (1 Timotius 4 : 12).

Inilah tantangan tersendiri bagi Timotius untuk menunjukkan kualitas hidupnya sebagai pelayan Tuhan muda !

 

Daily Bread GPT Baithani Denpasar

Monday, August 18, 2014

 1 Timothy 4: 1-16 

“Watch your life and watch it to the doctrine itself.” 1 Timothy 4: 16a

Nowadays more and more children are involved in the ministry of God the Lord’s work. This is good news! But being a true servant of God is not an easy job. There is a price we have to pay! We can not serve God with perfunctory or just talkative as it went along. Serving God is a very noble task, therefore we must do so with sincerity and commitment.

Timothy is a talented young man and has a qualified spiritual life. Commitment in serving the Lord no doubt. That is why the Apostle Paul prayed unceasingly to Timothy that he still has a passion for serving the Lord. …. “I remind you to sacrifice the gift of God which is in you through the laying on of my hands.” (1 Timothy 1: 6). There are many reasons for Timothy to be weak and discouraged serve as many challenges and examinations facing step in carrying out the Great Commission of the Lord. Especially when it’s Paul as spiritual adviser Timothy was imprisoned by the gospel: the man mentally affected and disturbed certainly Timothy!

People found that young people are still ‘green’, lack of experience, not much of a acid salt of life, so they looked at Timothy with one eye. They argue young people not worthy of being a spiritual leader. Not to mention the problems that exist in the church at Ephesus were so complex. Like a disease, the disease was stage four Ephesian or chronic. At that time many misguided teachers who infiltrate in the congregation to spread his teachings that deviate from the truth of the gospel, so that the congregation began to get stuck with superstition and fairy tales. The Apostle Paul admonished Timothy, “Do not let anyone look down on you because you are young. Be an example for the believers in speech, in life, in love, in faithfulness and in purity. “(1 Timothy 4: 12).

This is the challenge for Timothy to demonstrate the quality of life as a young servant of God!

16 August 2014

MENJADI TERANG DI TENGAH DUNIA BAGIAN 2

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian GPT Baithani Denpasar

Sabtu, 16 Agustus 2014

Yohanes 1:1-18

“Ia datang sebagai saksi unttuk memberikan kesaksian tentang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.” Yohanes 1:7

Sebagai orang percaya, didalam kita ada terang ilahi yang harus terpancar. Tugas kita adalah memancarkan cahaya ditengah dunia yang diliputi oleh kegelapan, inilah panggilan hidup kita !
“Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.” ( Yohanes 1:5 )

Banyak orang kristen yang hanya menjadi terang di tengah lingkungan yang juga terang, kita bersinar diantara anak-anak Tuhan , sehingga terang kita tidak tampak nyata. Sementara ketika berada di tengah-tengah dunia yang gelap kita justru larut didalam kegelapan, turut terlibat dalam perbuatan-perbuatan gelap. Firman Tuhan menegaskan, “…sekarang kamu adalah terang didalam Tuhan, sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang.” ( Efesus 5:8 ). Sebagai anak-anak terang tidak seharusnya kita berkompromi dengan kegelapan dunia ini, sebaliknya hidup kita harus bercahaya sehingga orang-orang diluar Tuhan dapat melihatnya, karena kita memiliki kehidupan yang berbeda. Jadi “janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini.” ( Roma 12:2 )

Karena tugas kita adalah sebagai terang dunia berarti kita harus menjadi saksi kristus yang adalah terang sejati. Sebagai saksi kristus kita tidak berhak mendapatkan pujian dan hormat dari manusia melebihi terang kristus yang kita jadikan subyek kesaksian kita. Jadi Tuhan Yesus harus menjadi yang terutama di dalam hidup ini. “ Ia harus makin besar , tetapi aku harus makin kecil..” ( Yohanes 3:30 ). Tujuan kita bersaksi adalah membawa orang lain kepada terang sejati, artinya membuat orang lain menjadi percaya kepada Tuhan Yesus. Begitulah sesungguhnya maksud Tuhan menempatkan kita di dunia yang gelap ini, yaitu agar terang Tuhan bercahaya di tengah-tengah dunia, sehingga dunia mempermuliakan Tuhan Yesus, sang terang sejati itu. Bagaimana kita dapat menerangi dunia ini dengan terang Kristus ? Yaitu melalui perbuatan dan tindakan kita yang menjadi berkat dan kesaksian yang baik bagi orang lain.

INILAH KEHENDAK TUHAN ITU “ “… SUPAYA KAMU TIADA BERAIB DAN TIADA BERNODA, SEBAGAI ANAK-ANAK ALLAH YANG TIDAK BERCELA DI TENGAH-TENGAH ANGKATAN YANG BENGKOK HATINYA DAN YANG SESAT INI, SEHINGGA KAMU BERCAHAYA DI ANTARA MEREKA SEPERTI BINTANG-BINTANG DI DUNIA .” ( fILIPI 2: 15 )

INTO THE LIGHT IN THE MIDDLE OF THE WORLD PART 2

Daily Bread GPT Baithani Denpasar
Saturday, August 16, 2014

John 1: 1-18

“He came as a witness to testify about unttuk it, so that by him all the people believed.” John 1: 7

As believers, we are in the divine light to be emitted. Our task is to emit light amid the world covered by darkness, this is the call of our lives!
“The light shines in the darkness and the darkness did not prevail against it.” (John 1: 5)

Many Christians are just becoming light in the middle of a neighborhood that is also bright, we shine among the children of God, so that we do not seem real bright. Temporarily while in the midst of a dark world we actually dissolve in the darkness, was involved in a dark deeds. The Word of God affirms, “… now you are light in the Lord, for Walk as children of light.” (Ephesians 5: 8). As children of light, we should not compromise with the darkness of this world, otherwise we have to glowing life so people can see it outside of God, because we have a different life. So “do not be conformed to this world.” (Romans 12: 2)

Because our job is as the light of the world means that we should be witnesses of Christ who is the true light. As a witness of Christ we are not entitled to the praise and honor of men exceeds the light of Christ that we are made ​​the subject of our testimony. So Jesus must be first in this life. “He must increase, but I must decrease ..” (John 3:30). Our goal is to bring others testify to the true light, it means making other people believed in the Lord Jesus. That’s the real purpose God put us in this dark world, namely that God’s light shine in the midst of the world, so the world may glorify the Lord Jesus, the true light. How we can illuminate the world with the light of Christ? Namely through deeds and our actions are a blessing and a good testimony for others.

THIS IS THAT GOD WILL “” YOU THERE … BE THERE AND STAINED BERAIB, AS GOD CHILDREN unblemished FORCE IN THE MIDDLE OF THE BENT HIS HEART AND THE NEGATIVE, SO YOU LIKE THEM AMONG luminous STARS IN THE WORLD . “(Philippians 2: 15)
  

Renungan Harian GPT Baithani Denpasar

Jumat, 15 Agustus 2014

 Yohanes 8 : 12 – 20

“Akulah terang dunia : barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” Yohanes 8 : 12

 

Coba bayangkan bila dunia ini gelap gulita, tanpa secercah cahaya sedikitpun. Pasti tidak akan ada kehidupan karena manusia tidak bisa melakukan apa-apa, dan tidak ada makhluk yang dapat hidup. Karena itu berfirmanlah Tuhan, “Jadilah terang. Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam.” (Kejadian 1 : 3 – 5a). Tuhan pun melengkapi dengan benda-benda langit : matahari,bulan,bintang. Dengan adanya terang, makhluk hidup dapat bertumbuh dan ada kehidupan, manusia pun dapat melakukan aktivitasnya. Sungguh, semua orang membutuhkan terang atau cahaya. Memang, kita memiliki mata yang berfungsi untuk melihat, tetapi apabila tidak ada terang atau cahaya, mata kita pun tidak dapat berfungsi untuk melihat.

Saat ini dunia masih diliputi oleh kegelapan rohani karena dunia telah di penuhi oleh segala macam kejahatan dan dosa. Akibatnya banyak orang mata rohaninya menjadi buta sehingga mereka tidak dapat melihat kebenaran. Kegelapan inilah yang menuntun manusia kepada kematian kekal. Itulah sebabnya dunia sangat membutuhkan terang sejati. Adapun terang sejati itu adalah Tuhan Yesus Kristus. “Akulah terang dunia,barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” (Ayat Mas). Dua ribu tahun silam Yesus menyinari dunia ini dengan terang-Nya yang ajaib. Seluruh waktu, tenaga, dan hidupnya Dia curahkan untuk melayani jiwa-jiwa dengan penuh kasih : mengajar, menyembuhkan orang sakit, bahkan membangkitkan orang mati. Bukan hanya itu, ia pun rela menyerahkan nyawa-Nya, mati diatas Kalvari untuk menebus dosa seluruh umat manusia.

Kini Tuhan Yesus menyerahkan tongkat estafet itu kepada kita, anak-anak Nya, untuk melanjutkan tugasnya menyinari dunia ini dengan terang sorgawi. Tuhan Yesus berkata, “Kamu adalah terang dunia, demikianlah hendaknya terangmu bercahaya didepan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu di surga.” ( Mat 5:14-16 )
TUHAN YESUS ADALAH TERANG SEJATI BAGI DUNIA

 

 

Daily Bread GPT Baithani Denpasar

Friday, August 15, 2014

, John 8: 12-20

“I am the light of the world: he who follow me, he will not walk in darkness but will have the light of life.” John 8: 12
Just imagine if the world was pitch black, without the slightest glimmer of light. Surely there would be no life because man can not do anything, and no creature can live. Therefore the Lord God said, “Let there be light. And there was light. God saw that the light was good, and he separated the light from the darkness. And God called the light Day, and the darkness He called Night. “(Genesis 1: 3 – 5a). God also equips with the celestial bodies: sun, moon, stars. With the light, living things can grow and there is life, man can do activities. Indeed, everyone needs a bright or light. Indeed, we have functioning eyes to see, but if there is no light or light, our eyes were not able to function to see.

Currently the world is pervaded by spiritual darkness because the world has been filled by all kinds of evil and sin. As a result, many people become blind spiritual eyes so they can not see the truth. Darkness is what leads men to eternal death. That is why the world is in desperate need of true light. The true light that is the Lord Jesus Christ. “I am the light of the world, whoever follow me, he will not walk in darkness, but will have the light of life.” (Verse Mas). Two thousand years ago Jesus illuminate the world with his marvelous light. The whole time, effort, and he devote his life to serve the souls with love: teaching, healing the sick and even raised the dead. Not only that, he was willing to lay down his life, dying on Calvary to atone for the sins of all mankind.

Now the Lord Jesus handed the baton to us, His children, to continue its work illuminate the world with heavenly light. The Lord Jesus said, “Ye are the light of the world, so let your light shine in front of people, that they may see your good works and glorify your Father in heaven.” (Mt 5: 14-16)
LORD JESUS ​​IS THE TRUE LIGHT FOR THE WORLD

14 August 2014

Orang Kristen harus bijak 2 ( Christians must be wise 2 )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian GPT Baithani Denpasar

Kamis 14 Agustus 2014
Efesus 5:1:21

Karena itu perhatikanlah dengan seksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi sperti orang arif. ( Ef 5:15 )

Menghadapi hari-hari yang semakin sukar dan jahat ini,dibutuhkan sebuah hati yang bijak,supaya kita mampu menjalaninya,dengan tidak keluar dari koridor Tuhan. Karena itu, miliki lah hati yang bijaksana.

Orang kristen dapat disebut bijak apabila ia :

Selalu mawas diri, banyak orang mengalami kegagalan dalam hidupnya, karena tidak bisa berlaku secara bijaksana. Hikmat Tuhan melalui firman-Nya akan memampukan kita untuk berlaku bijaksana dan membuat pancaindera kita semakin peka dan terlatih. “… Sehingga kamu dapat membedakan, manakah kehendak Allah, apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” ( Roma 12:2 ) arti kata perhatikanlah dengan seksama , meminta kita untuk selalu berjaga-jaga,melihat dan mengawasi keadaan di sekitar kita,jangan sampai kita tertidur secara rohani dan tidak mawas diri. Orang yang mawas diri senantiasa melakukan pengujian,tentang apa yang berkenan bagi Tuhan. Paulus menasehati jemaat Tesalonika akan hal ini. “ujilah segala sesuatu dan peganglah apa yang baik.” ( 1 Tes 5:21 )
Dapat mengatur waktu dengan baik, “…pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.” ( Ef 5:16 ) efektifitas hidup seseorang sangat ditentukan dari cara mengelola waktu yang baik, siapapun kita, tanpa terkecuali, mendapatkan waktu yang sama dari Tuhan yaitu 24 jam dalam sehari. Meskipun demikian tiap-tiap orang memiliki tingkat efektifitas dan produktivitas yang berbeda-beda. Semua tergantung bagaimana cara kita mengatur waktu dengan bijak. Ingat waktu terus berjalan dan tidak bisa diulang kembali. Karena itu, jangan sia-siakan waktu yang ada, hidup kita sangat singkat, jangan biarkan waktu berlalu tanpa makna, isilah untuk hal-hal yang berguna.
Mengerti kehendak Tuhan, “… Usahakanlah agar kamu mengerti kehendak Tuhan.” ( Ef 5:17 ) orang bijak adalah yang mengerti kehendak Tuhan, apa tandanya ? Tidak lagi menuruti keinginan daging. Melainkan menuruti pimpinan Roh Kudus, baca Galatia 5:16.
“SIAPA YANG BIJAKSANA, BIARLAH IA MEMAHAMI SEMUANYA INI, SEBAB JALAN-JALAN TUHAN ADALAH LURUS, DAN ORANG-ORANG BENAR MENEMPUHNYA.” ( HOSEA 14:10 )

 

Daily Bread  GPT Baithani Denpasar

Thursday, August 14, 2014
Ephesians 5: 1: 21

Therefore consider carefully how you live, not as fools, but just as wise. (Eph 5:15)

Facing the days are increasingly difficult and evil, it takes a wise heart, so that we are able to live, with no out of the corridors of the Lord. Because of this, the one had a heart of wisdom.

Christians can be called wise if he:

Always introspective, many people fail in life, not being able to apply them wisely. The wisdom of God through His Word will enable us to apply wisdom and make us more sensitive senses and trained. “… So you can distinguish, which of the will of God, what is good, pleasing to God and perfect.” (Romans 12: 2) carefully consider the meaning of the word, asking us to always keep watch, look and overseeing the state around us, lest we fall asleep spiritually and not introspective. Introspective person who always do the testing, about what is pleasing to God. Paul advised the Thessalonians this. “Test all things and hold fast what is good.” (1 Thess 5:21)
Can manage time well, “… redeeming the time, because the days are evil.” (Eph 5:16) the effectiveness of one’s life is determined from how to manage time well, whoever we are, without exception, get time the same God that is 24 hours a day. However everyone has a level of effectiveness and productivity of different. All depends on how we manage time wisely. Remember the time continues to run and can not be repeated again. Therefore, do not waste your time, our life is very short, do not let time pass without meaning, charge for things that are useful.
Understand the will of God, “… Seek ye understand God’s will.” (Eph 5:17) is a wise person who understands the will of God, what sign? No longer fulfill the lust of the flesh. But obey the Holy Spirit, read Galatians 5:16.
“WHO IS WISE, LET HIM UNDERSTAND ALL THIS, BECAUSE THE STREETS ARE STRAIGHT LORD, AND RIGHTEOUS FOLLOW IT.” (Hosea 14:10)

13 August 2014

ORANG KRISTEN HARUS BIJAK ( CHRISTIANS MUST BE WISE )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian GPT Baithani Denpasar

Rabu , 13 Agustus 2014
  
 Mazmur 90 : 1 – 17

“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” Mazmur 90 : 12

Menjadi orang yang berhasil, punya kedudukan tinggi, pintar, terkenal dan kaya raya adalah impian dari semua orang. Inilah dunia, di mana setiap individu selalu menilai orang lain berdasarkan apa yang terlihat secara kasat mata. Hanya sedikit orang yang punya kerinduan untuk menjadi orang yang bijaksana. Namun Alkitab mengatakan demikian, “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?” Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?” (Matius 16 : 26). Tuhan menghendaki setiap kita memiliki hati yang bijak, menjadi pribadi-pribadi yang bijaksana. Bijaksana tidak selalu berkaitan dengan kecerdasan atau kedalaman wawasan seseorang. Banyak orang yang smart dan memiliki intelijensia tinggi, hidup secara tidak bijaksana. Itulah sebabnya Firman Tuhan memperingatkan, “Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan.” (Amsal 3 : 7).

Untuk bisa menjadi orang yang bijaksana tiada jalan lain selain harus melekat kepada Tuhan, menyediakan banyak waktu untuk bersekutu dengan-Nya dan merenungkan Firman-Nya. Semakin kita menyukai Taurat Tuhan semakin kita dibentuk menjadi pribadi yang bijak. Inilah yang dirasakan Daud, “Betapa kucintai Taurat-Mu ! Aku merenungkannya sepanjang hari. Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana daripada musuh-musuh ku , sebab selama-lamanya itu ada padaku. Aku lebih berakal budi daripada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu ku renungkan. Aku lebih mengerti daripada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu.” (Mazmur 119 : 97-100). Karena itu Musa pun berdoa, “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.”

Membaca banyak buku ilmu pengetahuan apapun sangat bagus, karena membuat wawasan kita bertambah. Namun jangan pernah lupa membaca dan merenungkan Firman Tuhan setiap hari. Bangsa Israel beroleh teguran keras dari Tuhan karena mereka melupakan ajaran-Nya.”…hai bangsa yang bebal dan tidak bijaksana?” (Ulangan 32:6).

( ayat Emas )

LANGKAH AWAL MENJADI ORANG KRISTEN YANG BIJAK ADALAH MENCINTAI FIRMAN TUHAN DAN MERENUNGKAN ITU SIANG DAN MALAM. SUDAHKAH KITA MELAKUKANNYA SETIAP HARI ?

 

Daily Bread GPT Baithani Denpasar

Wednesday, August 13, 2014

 Psalm 90: 1-17

“Teach us to number our days, that we may gain a heart of wisdom.” Psalm 90: 12

Be successful, have a high status, smart, famous and rich is the dream of all people. This is the world, where every individual is always judging others based on what is visible to the human eye. Only a few people who have the desire to become a wise man. But the Bible says so, “What is the use of a gain the whole world but loses his soul?” And what can a man give in exchange for his soul? “(Matthew 16: 26). God wants each of us has a heart wise, be wise individuals. Wise is not always related to one’s intelligence or depth of insight. Many people are smart and have high intelligence, life is not wise. That is why the Word of God warns, “Do not be wise in your own eyes, fear the Lord and depart from evil.” (Proverbs 3: 7).

To be a wise man no other way than to be attached to God, providing plenty of time for fellowship with Him and meditate on His Word. The more we love the law of God the more we are formed into a wise person. This is what David felt, “How I love your law! I meditate on it all day. Your commandments make me wiser than my enemies, because eternity is present with me. I have more understanding than all my teachers: for thy warnings I ponder. I understand more than the ancients, because I keep thy precepts. “(Psalm 119: 97-100). Therefore Moses prayed, “Teach us to number our days, that we may gain a heart of wisdom.”

Read a lot of books of any science is very good, because it makes us gain insight. But do not forget to read and meditate on the Word of God every day. The nation of Israel hath rebuke of God because they forget his teachings. “… O foolish people and unwise?” (Deuteronomy 32: 6).

STEP INTO EARLY CHRISTIANS THE WISE IS LOVE IS THE WORD AND MEDITATE DAY AND NIGHT. DO WE HAVE EVERY DAY?

Renungan Harian GPT Baithani Denpasar

Selasa, 12 Agustus 2014

2 Raja-Raja 5 : 1 - 27

“Maka turunlah ia membenamkan dirinya 7 kali dalam sungai Yordan, sesuai dengan perkataan abdi Allah itu. Lalu pulih-lah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir.” ( 2 Raja-Raja 5:14 )

Naaman pun tergerak hatinya dan mengikuti anjuran dari hamba kecil itu, Naaman berharap beroleh kesembuhan dengan cara terhormat, misalkan melalui penumpangan tangan, atau mungkin dia berharap kesembuhan itu langsung dari sorga. Namun Naaman kembali dihadapkan pada ujian kerendahan hati, karena ternyata apa yang disampaikan abdi Allah itu dliuar dugaannya. Elisa mengutus seorang utusan kepadanya mengatakan : “ Pergilah mandi 7 kali dalam sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih kembali, sehingga engkau menjadi tahir.” ( 2 Raja-Raja 5:10 ) naaman diminta mandi di sungai Yordan ! Hal ini membuatnya tersinggung, sehingga ia menolak perintah Elisa. Bukankah Abana dan Parpar, sungai-sungai Damsyik, lebih baik dari segala sungai di Israel ? Bukankah aku dapat mandi disana dan menjadi tahir? Kemudian berpalinglah ia dan pergi dengan panas hati.( 2 Raja-Raja 5:12 ) ada pergumulan hebat dalam diri Naaman,antara ego, keangkuhan dan juga iman. Namun atas desakan pegawai-pegawainya Naaman pun melakukan apa yang diperintahkan Elisa. “Maka turunlah ia membenamkan diri di sungai itu, mujizat terjadi : Naaman sembuh, bahkan”…pulih-lah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir.”

Kesaksian seorang budak kecil disertai kerendahan hati dan ketaatan Naaman akhirnya menggerakkan hati Tuhan untuk bertindak. Panglima Raja Aram itu pun disembuhkan dari penyakit kustanya. Kuncinya adalah iman yang disertai dengan perbuatan ! Sebab “Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.” (Yakobus 2 : 17)

IMAN SEORANG HAMBA KECIL SANGGUP MEMBAWA DAMPAK BESAR BAGI ORANG LAIN !

Daily Bread GPT Baithani Denpasar

Tuesday, August 12, 2014

2 King 5: 1-27

“So he went down to immerse himself seven times in the Jordan, according to the words of the prophet. Then his body was recovered-back like a child’s body and he was made ​​clean. “(2 Kings 5:14)

Naaman was moved and follow the advice of the little servant, Naaman hope hath healing respectable manner, for example through the laying on of hands, or perhaps he hoped that healing directly from heaven. But Naaman was again faced with the test of humility, because it turns out what the man of God dliuar expected. Elisha sent a messenger to him, saying: “Go and wash seven times in the Jordan, then your body will recover, so you will be clean.” (2 Kings 5:10) Naaman asked to bathe in the Jordan! This makes it hurt, so he refused orders Elisha. Are not Abana and Parpar, rivers of Damascus, better than all the rivers of Israel? Did not I can bathe there and be clean? Then he turned and went with a hot heart. (2 Kings 5:12) there is a great struggle within Naaman, the ego, arrogance and faith. But at the urging of his servants, Naaman was commanded to do what Elisha. “Then he went down the river to immerse themselves in it, a miracle happened: Naaman healed, even” … the one recovered his body back like a child’s body and he will be clean. ”

Testimony of a little slave with humility and obedience of Naaman finally moves the heart of God to act. Commander of the king of Aram was cured of his leprosy. The key is faith that is accompanied by action! Because “If faith without works, then that faith is dead.” (James 2: 17)

SERVANT OF A LITTLE FAITH CAN CARRY A BIG IMPACT FOR OTHERS!

 

11 August 2014

Hamba kecil beriman besar ( Servant who had great faith )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian GPT Baithani Denpasar

Senin, 11 Agustus 2014

2 Raja-Raja 5 : 1 – 27

“Sekiranya tuanku menghadapi nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya.” 2 Raja-Raja 5 : 3

Naaman adalah salah satu tokoh di dalam Alkitab, namanya tidak asing di telinga orang Kristen. Ia sangat terkenal, berkuasa, berpengaruh dan dihormati oleh orang banyak. Sebagai Panglima Raja Aram bisa dikatakan sebagai tangan kanan Raja, karena itu ia sangat dikasihi oleh Raja. Naaman bukan hanya seorang jenderal, tapi juga seorang pahlawan perang yang gagah perkasa. Kontribusinya bagi Negara tidak diragukan lagi.

Meski memiliki posisi tinggi dan terpandang ada satu “noda” dalam hidup Naaman, yaitu penyakit kusta yang di deritanya. Siapapun orangnya dan setinggi apapun pangkatnya jika terserang penyakit ini pasti dijauhi banyak orang, apalagi di kalangan orang Ibrani penyakit kusta dianggap najis dan berbahaya karena dapat menular kepada orang lain. Maka dari itu orang yang menderita sakit ini harus diasingkan dari masyarakat luas. Tidak seorangpun yang diperbolehkan bersentuhan dengannya, “Selama ia kena penyakit itu, ia tetap najis, ia harus tinggal terasing, di luar perkemahan itulah tempat kediamannya.” (Imamat 13 : 46)

Di rumah Naaman ada anak perempuan kecil dari Israel yang merupakan tawanan yang dibawa oleh gerombolan orang Aram saat terjadi perang, dan ia dijadikan hamba bagi Isteri Naaman. Melihat tuannya sakit kusta, hamba kecil ini pun memberikan diri menyampaikan usulannya kepada istri Naaman, “Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya.” (2 Raja-Raja 5 : 3). Nabi yang dimaksudkan adalah Elisa. Sebagai anak Yahudi, ia tahu banyak tentang mujizat-mujizat yang dilakukan Elisa. Ia pun bersaksi kepada majikan perempuannya tentang kedahsyatan kuasa Allah bangsa Israel yang dinyatakan melalui Elisa. Hamba kecil ini sangat percaya jika tuannya mau datang kepada abdi Allah itu pasti akan sembuh. Mungkin orang akan berpikir, “Masakan seorang tuan yang berpangkat jenderal da terpandang harus mendengarkan saran seorang budak kecil?” Memang ini tidak mudah, dibutuhkan kerendahan hati. Namun yang ada di benak Naaman hanyalah bagaimana ia bisa sembuh dari sakit kustanya. Maka Naaman tidak perlu merasa gengsi atau jaim (“Jaga Image”).

 

Daily Bread GPT Baithani Denpasar

Monday, August 11, 2014

  2 Kings 5: 1-27

“If only my master face prophet in Samaria, then surely the prophet would cure him of his illness.” 2 Kings 5: 3

Naaman is one of the characters in the Bible, the name is familiar in the ears of Christians. He is very well-known, powerful, influential and respected by many people. As Commander of the King of Aram can be regarded as the King’s right hand, because he was loved by the King. Naaman not only a general, but also a mighty man of war. Its contribution to the State no doubt.

Despite having a high and respected position there is a “stain” in the life of Naaman, the leprosy in misery. Whoever the person and however high his rank if this disease must be shunned many people, especially among the Hebrews leprosy was considered unclean and dangerous because it can be transmitted to others. That is why people who suffer from this illness must be isolated from the wider community. No one is allowed to come in contact with him, “As long as she’s illness, he remains unclean, he must live in isolation, his place of residence outside the camp.” (Leviticus 13: 46)

Naaman in the house there is a little girl from Israel who was taken prisoner by the Syrians during a gang war, and he made ​​a servant to Naaman’s wife. Seeing his master leprosy, small servant was also given a self-delivering proposals to Naaman’s wife, “If only my master overlooks the prophet in Samaria, then surely the prophet would cure him of his illness.” (2 Kings 5: 3). Elisha the prophet is intended. As a Jewish child, he knows a lot about the miracles that Elisha has done. He also testified to her employer about the awesomeness of the power of the God of Israel is expressed through Elisha. This very small servant if his master trust will come to the man of God must be cured. Maybe people will think, “Cuisine a gentleman who held the rank of general of da respected should listen to the advice of a little slave?” It is not easy, it takes humility. But that is in the minds of Naaman just how he can recover from his leprosy hospital. So Naaman should not feel pride .
 

9 August 2014

Jangan Berbuat Dosa Lagi ( Do not sin again )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian GPT Baithani Denpasar

Sabtu , 09 Agustus 2014

MAZMUR 32 : 1 -11
“Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan, aku berkata : “Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku.” Mazmur 32 : 5

Dengan segala iming-iming yang menggiurkan : harta kekayaan, nasib baik, usaha laris dan sebagainya, Iblis memasang jerat-nya dan banyak orang terperangkap di dalamnya. Mereka berduyun-duyun datang dan meminta pertolongan kepada Iblis dan bala tentaranya. Mereka pun lebih percaya kepada kuasa-kuasa gelap yang dapat memberikan pertolongan secara instan daripada harus menunggu jawaban dari Tuhan. Jangan berkata bahwa perbuatan semacam ini hanya dilakukan oleh orang-orang yang belum percaya, ada juga orang Kristen yang turut terlibat meski mereka juga masih aktif menghadiri jam-jam peribadatan. Satu-satunya jalan untuk terlepas dari kuasa kegelapan yang membelenggu adalah membereskannya di hadapan Tuhan Yesus, karena Dia satu-satunya Pribadi yang sanggup membebaskan kita dari kutuk dosa. “Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis : “Terkutuklah orang yang digantung *ada kayu salib ! Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh Iman kita menerima Roh yang telah dijanjikannya itu.” (Galatia 3 : 13 – 14).

Di dalam Kristus kita bukan lagi menjadi hamba dosa, melainkan hamba kebenaran. Kita tidak lagi berada dalam kegelapan, melainkan telah dipindahkan kepada terang-Nya yang ajaib. Karena itu kita tidak layak untuk berbuat dosa lagi atau turut ambil bagian dalam perbuatan-perbuatan gelap. Selain itu kita disebut juga berbuat dosa jika kita tidak mau berbuat baik, “…Jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.” (Yakobus 4 : 17). Apalah artinya kita hanya berteori tentang hal-hal yang baik dalam pikiran dan hati, bila kita tidak mau melakukannya ?

Jadi setiap anak Tuhan harus berbuat baik, sebab Iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati (baca Yakobus 2 : 17). Buang semua pikiran jahat karena itu juga termasuk pelanggaran Firman Tuhan ; meski belum melakukan tetapi jika di dalam pikiran dan hati kita tersimpan segala yang jahat, itu sudah disebut dosa (baca Matius 15 : 19).

TINGGALKAN DOSA, MARI HIDUP SEBAGAI MANUSIA BARU DI DALAM KRISTUS !

 

Daily Bread GPT Baithani Denpasar

Saturday, August 9, 2014

PSALM 32: 1 -11
“I told my sin unto thee, and I hid not my fault, I said:” I will confess my transgressions to the Lord. “Psalm 32: 5

With all the tempting lure: wealth, good fortune, business demand and so, the devil set his traps and a lot of people caught in it. They flocked in and ask for help to Satan and his armies. They also have more confidence in the powers of darkness that can provide instant relief rather than having to wait for an answer from God. Do not say that this kind of action is only done by people who do not believe, there are also Christians who are involved even though they are still actively attending the hours of worship. The only way to escape from the power of darkness cuff is clean it before the Lord Jesus, because He is the only One who can deliver us from the curse of sin. “Christ redeemed us from the curse of the law by becoming a curse for us: for it is written:” Cursed is everyone who hangs * no cross! Jesus Christ has made in order that the blessing of Abraham might come upon the Gentiles, so that by faith we receive the Spirit that he had promised. “(Galatians 3: 13-14).

In Christ we are no longer a slave to sin, but servants of righteousness. We are no longer in darkness, but have been moved to his wonderful light. Therefore we do not deserve to sin again or take part in a dark deeds. In addition, we are also called sin if we do not want to do good, “… If one knows how he should do good, but he does not do so, he is guilty.” (James 4: 17). What does it mean we only theorize about the good things in your mind and heart, if we do not want to do that?

So every child of God to do good, because Faith without works is dead (read James 2: 17). Discard all evil thoughts because it is also a violation of God’s Word; although not done, but if in the minds and hearts of all the evil stored, it has been called the sin (see Matthew 15: 19).

LEAVE SIN, LET’S LIFE AS A NEW MAN IN CHRIST!