Get Adobe Flash player
25 January 2011

Dari Rumah Allah ( Begin from The House Of God )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilin gual Edition ) By WSB Editorial Staff

palu-hakimSELASA, 25 JANUARI 2011

WAHYU 15:5-8

“Dan Bait Suci itu dipenuhi asap karena kemuliaan Allah dan karena kuasa-Nya, dan seorangpun tidak dapat memasuki Bait Suci itu, sebelum berakhir ketujuh malapetaka dari ketujuh malaikat itu” (ayat 8). Ketujuh malapetaka yang terakhir yang dilambangkan dengan tujuh cawan tersebut, keluar dari Bait Suci, dari kemah kesaksian disorga. Semua itu sudah dipersiapkan dengan baik dengan tujuh malaikat yang akan menjadi pelaksana untuk menumpahkan ketujuh cawan murka tersebut. Para malaikat itu hanya melaksanakan, sementara yang merancangkan adalah Allah sendiri. Bukan karena Ia adalah Allah yang kejam, tapi Ia adalah Allah yang kasih sekaligus adil. Kasih-Nya nyata dengan masih tetap menunggu dan memberi kesempatan untuk manusia bertobat dari segala kejahatannya sampai pada akhir jaman, disaat kejahatan manusia semakin meningkat. Tapi sebagai Allah yang adil Ia juga sekali-kali tidak membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, apalagi mereka yang mempermainkan kemura han-Nya. Keluarnya hukuman dari Bait Suci memberikan pengertian akan rusaknya hubungan manusia dengan Allah yang ditandai dengan ibadah yang rusak, dan itu menjadi puncak kesabaran Allah. Dengan demikian sekarang kita tahu dari mana harus memperbaiki diri supaya tidak jatuh dalam murka Allah. Hal itu juga memberi kita pengertian bahwa jika ibadah kita sudah tidak sehat dihadapan Allah berarti hidup kita juga sudah rusak dan jauh dari-Nya. Jadi kita tidak bisa memandang ringan hidup peribadatan kita karena itulah yang menjadi tolok ukur apakah hidup ini masih dalam kemurahan-Nya atau tidak. Jangan menimbun murka Allah oleh karena kita keras hati dan tidak mau bertobat, perbaiki segera hubungan kita dengan Allah melalui ibadah yang berkenan kepada-Nya (Ibrani 10:25-27).

DARI RUMAH ALLAH SENDIRI PENGHAKIMAN DIMULAI.

TUESDAY, 25 JANUARY 2011
Revelation 15:5-8

“And the temple was filled with smoke from the glory of God and because of his power, and no one can enter the temple, until the seven plagues of the seven angels” (verse 8). The seven last plagues are represented by seven bowls, the exit from the Temple, from the tent of witness in heaven. All were well prepared with the seven angels who will be managing to shed the anger of the seven bowls. The angels were only carried out, while the design is God Himself. Not because he is a cruel God, but He was God in love as well as fair. His love real to still keep waiting and give people a chance to repent of all his crimes until the end of time, when human crimes is increasing. But as a just God He has also never release the guilty from punishment, especially those who are toying with his generosity. emergence sentence that starts from the temple to give understanding about the destruction of human relationship with God is marked by the emergence of deviant worship, and it became the top limit of patience of God. Thus we now know where to improve themselves so as not to fall in the wrath of God. It also gives us the sense that if our worship is not right before God means that our lives have also been damaged and far from Him. So we can not look lightly our worship life because that is the benchmark on whether life is still in his favor or not. Do not hoard the wrath of God through our hearts remain hardened and would not repent immediately fix our relationship with God through worship that is pleasing to Him (Hebrews 10:25-27).

HOUSE OF GOD OWN JUDGEMENT BEGINS

24 January 2011

Nyanyian Kemenangan ( The Victory Song )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By WSB Editorial Staff

79564SENIN, 24 JANUARI 2011

WAHYU 15:1-4

“Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: “Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan –Mu, ya Raja segala bangsa!” (ayat 3).  Pada akhirnya kemenangan tetaplah ada dipihak Allah dan juga mereka yang telah mengalahkan binatang itu dengan kesaksian dan darah Anak Domba, yakni setiap orang yang tidak memakai tanda bilangan binatang itu dan juga tidak menyembahnya. Dengan pujian dan permainan kecapi ditangan, mereka yang menang tersebut memberi kesaksian bahwa tidak ada yang seperti Dia, Allah yang besar dan perkasa, ajaib dalam segala pekerjaan-Nya, adil dan benar segala jalan-Nya, maka hanya kepada-Nya saja segala bangsa sujud menyembah. Mereka yang menang menaikkan pujian pengagungan, sebaliknya mereka yang kalah, yang menyembah binatang dan mengenakan bilangannya pada dahi atau tangan mereka, harus bersiap untuk menerima tujuh malapetaka Allah yang terakhir yang ditandai dengan tujuh cawan murka yang telah disiapkan-Nya. Beratnya tantangan yang kita hadapi tidak akan pernah membuat kita undur dari iman, karena kita tahu kesudahan segala sesuatu  ini dan apa yang telah Allah siapkan untuk setiap orang yang menang, setiap kita yang bertahan sampai akhir. Allah tidak pernah menutup mata dengan beratnya tantangan yang kita hadapi, tapi dengan tantangan itu Ia melatih kita untuk kuat, sebab Dia sendiri yang akan memberi kita kekuatan untuk menanggung segala perkara. Jangan mudah menyerah, pandanglah jauh kedepan, pada kekekalan, pada apa yang telah Allah siapkan untuk setiap orang yang menang. Jangan goyah, teguhlah berpegang pada pengharapan yang kita miliki, raihlah kemenangan bersama-Nya dan didalam kekuatan Allah dan Ia akan memberika kita nyanyian baru, nyanyian kemenangan untuk memuji kebesaran-Nya (Mazmur 40:4).

NYANYILAH, PUJILAH KEAGUNGAN-NYA.

MONDAY, 24 JANUARY 2011
Revelation 15:1-4
“And they sing the song of Moses the servant of God, and the singing of the Lamb, saying:” Great and miraculous all thy work, O Lord, God Almighty! Just and true are your ways, O King of all nations “(verse 3). In the end the victory is still there on the part of God and also those who have defeated the beast with the testimony and the blood of the Lamb, that every person who does not wear a sign that the animal numbers and also do not worship it. With praise and play harp in hand, those who win these bear witness that there is nothing like Him, the great and mighty God, wonderful in all His work, just and righteous all his ways, only to Him alone all the nations bow down worship. Those who won increasing praise exaltation, on the contrary they are the losers, who worship the beast and the wear number is on their foreheads or their hands, must be prepared to accept God’s final seven plagues which are marked with the seven bowls of wrath has prepared him. Weighing the challenges we face will never make us depart from the faith, because we knew this was the end of all things and what God has prepared for every person who wins, each of us who endure to the end. God never turn a blind eye to the severity of the challenges we face, but with the challenge that he trained us to be strong, because He alone will give us the strength to endure all things. Do not easily give up, look far ahead, in eternity, in what God has prepared for every person who wins. Do not waver, Be firm hold on to hope that we have, reach victory with Him and in power of God and He will give us a new song, singing a victory for the praise of His glory (Psalm 40:4).
SING, PRAISE HIS GREATNESS.

22 January 2011

Tuaian Akhir Zaman ( Harvest end of the age )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By WSb Editorial staff

danauatitlanSABTU, 22 JANUARI2011

WAHYU 15:14-20

 Lalu malaikat itu mengayunkan sabitnya keatas bumi, dan memotong buah pohon anggur di bumi dan

melemparkannya kedalam kilangan besar, yaitu murka Allah” (ayat 15). Akhir zaman juga menjadi masa

penuaian, satu kelompok akan dituai dan dikumpulkan, sementara satu kelompok yang lain dituai untuk

masuk dalam kilangan besar, yakni murka Allah.

 Kelompok yang pertama dituai oleh Anak Manusia dangan sebuah mahkota emas diatas kepala-Nya, dan kelompok yang kedua dituai oleh seorang malaikat yang memegang sabit tajam. Perhatikan bahwa penuaian itu terjadi setelah adanya pemberitahuan tentang penghakiman yang terakhir.

Jadi bisa dikatakan mereka yang tidak menghiraukan pintu kemurahan Allah yang terakhir, dimana melalui malaikat-Nya Allah telah memberitakan Injil supaya semua orang bertobat dan menyembah Tuhan, akan dituai untuk masuk dalam kilang murka Allah, padahal pohon anggur adalah gambaran dari umat pilihan Allah sendiri. Artinya disini kita tidak bisa bermegah dengan status kita sebagai

orang beragama yang menyembah Allah yang hidup, kita tidak bisa mengandalkan agama karena agama

tidak menyelamatkan. Iman percaya kita harus terus bertumbuh dan menghasilkan buah yang menyenangkan hati Allah, jika tidak mau dituai pada akhir jaman dan masuk dalam kilang murka Allah. Dan untuk menghasilkan buah yang demikian tidak bisa tidak kita harus lebih dahulu mengalami pertobatan yang sungguh-sungguh. Jangan bersantai-santai,bekerjalah mulai dari sekarang selagi masih ada waktu, bekerjalah untuk memperoleh upah disorga dan bukan hanya upah dibumi. Hasilkan buah yang sesuai dengan pertobatan, sebab pohon anggur hanya dinikmati buahnya, maka jika buahnya masam tidak bergunalah ia dan slap untuk dibakar (YehezkieI15:2-5).

 SETIAP POHON YANG BAlK MENGHASILKAN BUAH YANG BAlK.

 SATURDAY, 22 JANUARY 2011
Revelation 15:14-20

“So the angel swung his sickle and above the earth, and cut fruit vine of the earth and
threw it into a big place, the wrath of God “(verse 15). End of era as well be a period
harvest, one group will be harvested and collected, while the other group harvested for
fit in the big, the wrath of God.
 The first group reaped by the Son of man is the view of a golden crown above his head, and a second group harvested by an angel holding a sharp sickle. Notice that the harvest took place after the notification of the final judgments.
So to say they are not ignoring the last door of the mercies of God, which through His angels of God have preached the Gospel to all people to repent and worship God, be harvested for entry in the refinery wrath of Allah, when the vine is a picture of God’s own chosen people. This means that here we can not boast with our status as
religious people who worship the living God, we can not rely on religion because religion
does not save. Faith believes we must continue to grow and produce fruit pleasing to God, if not harvested at the end of time and included in the refinery wrath of God. And to produce such fruit can not but we must first experience a genuine conversion. Do not relax, work from now while there is still time, work to earn wages in heaven and on earth not just wages. Produce fruit in keeping with repentance, because only enjoyed the fruit of the vine, so if the sour fruit of course is not useful and ready to be burned (YehezkieI15 :2-5). 

EVERY GOOD TREE FRUIT MAKE GOOD.

21 January 2011

Menghargai Kemurahan-Nya ( Respect to His Mercy )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By WSB Editorial Staff

Korban DiaJUM’AT, 21 JANUARI2011

 WAHYU 14:6-13

 “Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air” (ayat 7). Sebagaimana iblis tidak berhenti berusaha untuk menjatuhkan iman orang-orang percaya, Allah juga tidak berhenti berusaha dan berkemurahan serta memberi kesempatan supaya manusia bertobat. Allah mengutus seorang malaikat untuk memberitakan Injil yang kekal kepada semua bangsa yang diamdiatas bumi. Mereka yang mau bertobat  lalu takut akan Dia, memuliakan dan menyembah Dia, akan mendapat keselamatan pada detik-detik terakhir sebelum Allah benar-benar mencurahkan amarah-Nya sehingga tertutup sudah pintu kemurahan-Nya. Sebaliknya setiap orang yang tidak mau bertobat, tapi menerima tanda binatang itu pada dahinya dan menyembahnya, maka ia akan minum  cawan murka Allah, ia akan disiksa dengan api dan belerang  sampai selama-Iamanya. Itu menjadi waktu yang sulit untuk membuat pilihan, setiap orang yang mempertahankan nyawanya dengan menyembah binatang, akan binasa ditangan Allah, tapi setiap orang yang tidak memiliki tanda binatang itu akan mati ditangan binatang tersebut. Karena itulah dikatakan adalah lebih berbahagia mereka yang mati didalam Tuhan sebelum saat itu tiba. Bagi kita sekarang yang terpenting adalah bagaimana kita mampu menghargai pintu kemurahan Allah yang masih terbuka hingga saat ini. Kita tidak tahu dengan pasti kapan saat penghakiman itu tiba, maka selagi masih ada waktu, mari kita bertobat dengan sungguh-sungguh, jangan anggap sepi kesabaran da kemurahan-Nya. Karena itu perhatikan kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, jangan permainkan kemurahan -Nya jika kita tidak mau dipotong dan masuk dalam  murka-Nya (Roma 11:22).

 HIDUPLAH DALAM TANDA KEMURAHAN ALLAH

Friday, 21 JANUARY 2011 
 Revelation 14:6-13

“Fear God and glorify him, because it has arrived at his judgment, and worship Him who made heaven and earth and sea and all eyes water” (verse 7). As the devil will not stop trying to overthrow the faith of believers, God did not stop trying and be genereous and give humans a chance to repent.
God sent an angel to preach the everlasting Gospel to all nations who live on  earth. Those who want to repent and fear Him, glorify and worship Him, will receive salvation in the final seconds before God really pour his anger that had closed the doors of His mercy. Instead of each person who will not repent, but receive the mark of the beast on their foreheads and worship him, then he will drink the cup of God’s wrath, he shall be tormented with fire and brimstone until at maximum. It becomes a hard time to make a choice, every person who maintains his life with the worship of animals, will perish in the hands of God, but anyone who does not have the mark of the beast will die in the hands of the animal. That’s why they say are more blessed who die in the Lord before that time arrives. For us now the most important is how we are able to appreciate the grace of God that the door is still open until today. We do not know exactly when it arrived at the judgment, then while there is still time, let us repent sincerely, do not assume da quiet patience of God’s grace. Because of that notice the mercies of God and His violence also, do not harass His mercy if we do not want to cut and go in His wrath (Romans 11:22).

SIGN IN GOD MERCY LIVE.
 

 

20 January 2011

Hasil Kerja Keras ( Result of Hard work )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By WSB Editorial Staff

Horse-7970KAMIS, 20 JANUARI 2011

WAHYU 14:1-5

“Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu kemana saja la pergi” (ayat 4). Saat dibumi penuh dengan berbagai aniaya dan derita karena geramnya si iblis, Anak Domba Allah menyatakan diri-Nya di gunung Sion bersama-sama dengan orang-orang kudus-Nya, seratus empat puluh empat ribu orang banyaknya. Jika dibumi manusia menerima tanda binatang supaya mereka dapat bertahan hidup, tidak dianiaya oleh binatang tersebut, keseratus empat puluh empat ribu orang pilihan Anak Domba tersebut juga memiliki tanda di dahi mereka. Bukan tanda bilangan seperti yang ada di bumi, tapi nama Anak Domba dan nama Bapa-Nya. Itulah tanda pilihan dan kepemilikan yang didapat dengan berani bayar harga, bukan dengan kuasa atau kekayaan dunia, tapi dengan kekudusan hidup.  Mereka sama sekali tidak memikirkan dirinya sendiri, tapi berusaha bagaimana hidup menyenangkan hati Allah dengan menolak kesenangan duniawi dan menjauhkan diri dari perempuan sehingga mereka kedapatan hidup murni dihadapan Allah. Mereka juga adalah orang-orang yang taat dan setia dengan bukti selalu mengikuti Anak Domba kemana saja la pergi. Dan lagi tidak ada dusta dalam mulut mereka. Allah itu setia dan adil, la akan membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya. Nantinya dalam kerajaan -Nya, status orang percaya, apakah mereka bisa masuk kedalam himpunan orang kudus pilihan-Nya, ataukah orang-orang yang diberi hak bersama-sama ikut  memerintah atau juga hanya sebagai warga kerajaan sorga biasa, ditentukan oleh apa yang kita perbuat selama hidup di dunia. Setiap orang yang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, akan dikuduskan dan dipandang layak untuk setiap maksud dan pekerjaan yang mulia (2 Timotius 2:21).

 SIAPA YANG KUDUS BIARLAH TERUS MENGUDUSKAN DIRINYA.

 THURSDAY, 20 JANUARY 2011 
 Revelation 14:1-5

They were people who were not defiled with women, because they are virgins. They are the people who follow the Lamb wherever he went” (verse 4). When the earth is full of mayhem and suffering because he growled the devil, the Lamb of God revealed Himself on Mount Zion, together with the saints of his, one hundred and forty-four thousand. If people receive the mark of the beast on earth so that they can survive, not persecuted by the animal, the hundred and forty-four thousand people a choice of the Lamb is also a mark on their foreheads. Not the sign of numbers like the ones on earth, but the name of the Lamb and the name of His Father. That’s the sign of choice and ownership obtained by controlling the worldly passions as a consequence they should take, not by power or wealth of the world, but with the holiness of life. They equally do not think of himself, but trying to how to live pleasing to God by rejecting worldly pleasures and keep away from women so that they caught a pure life before God. They also are the ones who obey and be loyal to the evidence always follow the Lamb wherever he goes. And again there was no deceit in their mouths. God is faithful and just, He will give to each person according to his deeds. Later in his kingdom, the status of believers, whether they can enter into the set of his chosen saints, or those who were given the right to govern together or also just as ordinary citizens of the kingdom of heaven, is determined by what we do during live in the world. Every person who purifies himself from evil things, will be sanctified and deemed appropriate for every purpose and noble work (2 Timothy 2:21).

WHO IS THE HOLY LET CONTINUES  SANCTIFIED THEMSELVES

17 January 2011

Disembuyikan Allah ( Hidden by The Hand of God )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

gse_multipart36952Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By WSB Editorial Staff

SENIN, 17 JANUARI2011

WAHYU 12:13-18

 

“Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ketempatnya

di padang gurun, dimana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan

setengah masa” (ayat 14)c Usaha naga besar untuk merebut Anak yang baru dilahirkan oleh perempuan

yang berselubungkan matahari dengan mahkota bintang diatas kepalanya dan bulan dibawah kakinya, dari

tangan Allah menemui kegagalan, ia dikalahkan oleh Mikhael dan maikat-malaikatnya dan dilempar kebumi.

Menyadari kenyataan tersebut akhirnya sang naga memburu perempuan itu, tapi sekali lagi ia menemui

kegagalan, Allah memberikan kepada perempuan itu kedua sayap dari burung nagar yang besar supaya

ia melarikan diri ke padang gurun, ketempat yang jauh dari tempat ular itu. Naga tak menyerah, ia

menyemburkan air yang besar untuk menghanyutkan perempuan itucTapi Allah juga tidak kehilangan cara

untuk menolong perempuan tersebut dengan membuka mulut bumi untuk.menelan air semburan naga itu.

Sadar bahwa ia juga tidak bisa membunuh perempuan itu, akhirnya ia mengalihkan perhatiannya kepada

keturunan yang lain dari perempuan itu yang menuruti hukum-hukum Allah dan kesaksian Yesus dan

memerangi mereka. Sadarlah bahwa iblis tidak akan menyerah dalam usahanya untuk menjatuhkan iman

orang-orang percaya yang takut akan Tuhan, segala cara akan ia lakukan. Pertanyaannya, siapkah kita

menghadapinya ? Kalaupun kita harus menghadapi geramnya, jangan takut kare,na Allah akan menolong

dan menyertai kita, yang penting kita tetap bertahan dalam iman dan setiac Dan lebih indah lagi jika kita

mencapai kedewasaan iman sehingga terluput dari geramnya iblis. Selagi masih ada waklu, kita waspada,

berusaha dan berjuang untuk menjadi orang-orang yang mengalami pengangkatan sebelum datangnya

masa aniaya besar tersebut (Matius 24:40-42).

BANYAK YANG DIPANGGIL, TAPI SEDIKIT YANG DIPILIH

MONDAY, 17 JANUARY 2011 
 Revelation 12:13-18

“To the woman were given two wings of a great vulture, so he flew into place
in the desert, where he was kept far away from where the snake was during one period and two period and half a time “
(verse 14) c Operating great dragon to win the Child that is born by women
is clothed with the sun with a crown of stars above his head and the moon under her feet, from
God’s hand of failure, he was defeated by Michael and his angels and thrown to earth.
Recognizing the fact that eventually the dragon chasing the woman, but once again he found
failure, God gives the woman the two wings of vultures are large so that
he fled into the wilderness, a place far from where the snake. Dragon did not give up, he
large spout of water to wash away the woman, but God also does not lose way
to help these women by way of opening the mouth of the earth to absorb the blast of water dragon.
Aware that he could not kill the woman, he finally turned his attention to
Another offspring of women who keep the commandments of God and the testimony of Jesus and
combat them. Realize that the devil will not give up in his attempt to overthrow the faith
believers who fear the Lord, all the way he would have done. The question, we prepared
deal with it? Even if we have to face he growled, do not be afraid because God will help
and with us, which is important we stay in faith and loyal. And more beautiful if we
reach maturity of faith that escapes from the demon growled. While there’s still time, we are vigilant,
seek and strive to be the ones who suffered the appointment before coming
great tribulation period (Matthew 24:40-42).

MANY ARE CALLED, BUT SOME ARE CHOSEN

23 December 2010

Setia sampai Akhir ( Faithfull to the end )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) by WSB Editorial Staff

gse_multipart49343KAMIS, 23 DESEMBER 2010

WAHYU 2:8-11

“Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya iblis akan melemparkan bebera pa orang dari antaramu kedalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan sela ma sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati…” (ayat 10).   Dia yang berfirman kepada jemaat Smirna tampil sebagai Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali. Sebagai Allah yang telah mengalami penderitaan bahkan sampai mati dikayu salib, Di tahu dengan pasti penderitaan yang dialami oleh jemaat Smirna. Sekalipun dihadapan dunia mereka miskin, tapi dihadapan Allah mereka sesungguhnya kaya. Karena Dia telah lebih dahulu menderita dalam keadaan-Nya sebagai manusia, maka Dia tetap mendorong jemaat Smirna untuk tidak takut dengan apa yang harus mereka derita dan tetap setia sampai mati walau harus mengalami banyak dan kesusahan. Siapa yang menang, yakni mereka yang tetap setia sampai mati, akan menerima mahkota kehidupan dan tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua. Keselamatan yang kita terima adalah anugerah, kasih karunia dari Allah, tapi dalam mempertahankan keselamatan itu kita harus siap bayar harga. Sadarlah bahwa lawan kita si iblis berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum dan mencari orang yang dapat ditelannya dan menggagalkan keselamatannya. Banyak cara akan dilakukannya, dari yang halus sampai kepada yang keras, dari tipu daya dunia dengan keinginannya sampai aniaya dan derita. Maka jangan pernah menjual iman hanya karena kemapanan hidup dan keinginan duniawi lainnya supaya kita juga kuat dan tetap setia walau harus mengalami penderitaan. Ingatlah bahwa semuanya itu hanya penderitaan ringan yang tidak perlu ditakuti karena Allah pasti memberi kita kekuatan, tapi jika kita takut kehilangan nyawa, kita akan kehilangan, tapi siapa kehilangan nyawa karena Dia, akan mendapat kannya ( Lukas 9:23-25).

TERHADAP ORANG SETIA ALLAH BERLAKU SETIA.   

 THURSDAY, 23 DECEMBER 2010
Revelation 2:8-11

“Do not be afraid of what you have suffered! In fact the devil shall cast some of you into prison that ye may be tempted and you will receive an affliction for ten days. Be thou faithful unto death … “(verse 10). He who spoke to the church of Smyrna, featured as the Beginning and the End, who has been dead and alive again. As a God who have suffered even unto death on the cross, He knew with certainty the suffering endured by the church of Smyrna. the world view they are poor, but in view of God they truly rich. Because He had previously suffered in His human state, then he is still pushing the church of Smyrna to not be afraid by what they have to suffer and remain faithful until death even have to undergo much hardship. Who would win, namely those who remained faithful until death, will receive the crown of life and will not suffer anything by the second death. Salvation is a gift we receive, the grace of God, but in maintaining the safety that we must be prepared to suffer. Realize that our adversary the devil walking around like a roaring lion looking for someone to devour and are working hard to thwart their safety. Many ways to do, from the subtle to the violent, intrigue dani world with his desire to persecution and suffering. So do not ever sell just because the establishment of living faith and worldly desires so that we are also strong and remain faithful even have experienced much suffering. Remember that it was only a mild pain that does not need to fear because God will give us strength, but if we are afraid for their lives, then we will lose, but who lost their lives because of him, will get his life back (Luke 9:23-25).

PEOPLE ON THE FAITHFUL, FAITHFUL GOD ACCEPTED

22 December 2010

Kejatuhan yang dalam ( In The Fall )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By WSB Editorial Staff

bibleRABU, 22 DESEMBER 2010

WAHYU 2:1-7     

“Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat” (ayat 5).  Kepada jemaat di Efesus, Dia yang berfiman menampilkan diri sebagai yang memegang ketujuh bintang ditangan kanan-Nya dan berjalan diantara ketujuh kaki dian emas. Jemaat Efesus dipuji karena rajin dalam berjerih payah dan tekun, mereka juga sabar menderita karena dan tidak mengenal lelah. Tapi dibalik segala semaraknya pelaya nan dan pekerjaan yang mereka lakukan, dihadapan Dia yang berfirman semua itu hampir tidak ada artinya alias sia-sia oleh karena mereka lakukan semuanya itu diluar kasih. Ya, mereka telah meninggal kan kasihnya yang semula sehingga yang dilakukannya dihadapan Allah hanya sebatas kebiasaan. Untuk itu mereka harus bertobat dan kembali melakukan segala pekerjaannya didalam kasih, sebab jika tidak Allah akan mengambil kaki dian jemaat dari tempatnya. Dan siapa yang menang, yakni mereka yang tetap melakukan pekerjaannya didalam kasih, akan diberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah. Ini juga menjadi peringatan bagi kita dalam mengiring dan melayani Allah. Bukan semaraknya ataupun banyaknya pekerjaan dan pelayanan yang kita kerjakan yang dikehendaki Allah, tapi Allah menghendaki semua pekerjaan itu dilakukan karena dan didalam kasih. Jangan sampai kita sudah berusaha begitu rupa bekerja dan melayani tapi dihadapan Allah hal itu tidak berarti oleh karena dilakukan sebagai kebiasaan atau lebih parah lagi untuk mencari hormat dan kemuliaan bagi diri sendiri. Karena itu, lakukanlah segala pekerjaanmu didalam kasih, sesederhana apapun yang dapat kita perbuat (1 Korintus 16:14).

IMAN ITU BEKERJA OLEH KASIH.  

WEDNESDAY, 22 DECEMBER 2010

 Revelation 2:1-7
Therefore remember how deep you have fallen! Repent and do what you did at first. If not, I will come to you and I will remove your lampstand from its place, if you do not repent “(verse 5). To the church at Ephesus, He who berfiman present ourselves as who holds the seven stars of his right hand and walks among the seven golden candlesticks. The Church of Ephesus was praised for his diligent effort in the exhaust and diligent, they also suffer because of patient and tireless. But behind all the splendor of service and work they do, in front of him who spoke it almost does not matter aka useless because they do these things out of love. Yes, they have killed my love for the original so that it does in God’s sight only a habit. For that they should repent and re-do all the work within you, because if not God will take the church lampstand from its place. And who wins, those who remain do their work within you, will be fed from the tree of life in the Garden of Eden God. It’s also a warning to us in mengiring and serve God. Not the splendor or the amount of work and service we are doing the will of God, but God wants all the work was done by and in love. Let us not have attempted such a way to work and serve before God but that does not mean therefore be done as a habit or even worse to seek honor and glory for themselves. Therefore, do all your work in love, simple as anything we can do (1 Corinthians 16:14).

LOVE BY FAITH THAT WORK.

21 December 2010

Ilham Roh Kudus ( Holy Spirit inspiration )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By WSB  Editorial Staff

09sept27rSELASA, 21 DESEMBER 2010

WAHYU 1:9-19

 “Aku, Yohanes, saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam Kerajaan dan dalam ketekunan menan tikan Yesus, berada dipulau yang bernama Patmos oleh karena firman Allah dan kesaksian yang diberi kan oleh Yesus” (ayat 9).  Yohanes menempatkan dirinya sebagai saudara dan sekutu bukan hanya dalam menantikan Yesus ataupun dalam Kerajaan, tapi juga dalam kesusahan yang dihadapi oleh semua orang percaya. Apa yang ia tuliskan bukan sesuatu yang muncul dari rekaan hatinya sendiri, tapi pernya taan dan mandat yang ia terima dari Allah sendiri. Untuk itupun ia harus rela lebih dahulu untuk meng alami aniaya dan penderitaan karena firman Allah dan juga karena kesaksian akan Yesus Kristus. Roh Kudus menguasainya ketika ia dalam pembuangan di pulau Patmos dan mendapat perintah untuk menu liskan apa yang akan ia lihat. Dan hal pertama yang ia lihat adalah tujuh kaki dian dari emas, lalu penam pilan Anak Manusia ditengah-tengahnya dengan jubah yang sampai ke kaki dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas, kepala dan rambut-Nya putih metah, mata-Nya bagaikan nyala api, kaki-Nya mengkilap bagai tembaga dalam perapian dan suara-Nya bagai desau air bah. Dan Ia memegang tujuh bintang dengan tangan kanan-Nya, sedang dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua dan wajah-Nya bersinar bagai matahari yang terik. Itulah salah satu bukti bahwa apa yang tertulis didalam Alkitab adalah pernyataan dari Allah sendiri melalui ilham Roh Kudus yang menguasai hamba-hamba-Nya. Dan untuk itu semua mereka rela terlebih dahulu menderita karenanya. Maka jangan pernah anggap bahwa Alkitab adalah sekumpulan cerita yang hanya untuk dibaca dan dilupakan, tapi jadikan sebagai harta yang berharga dan perhatikanlah seperti memperhatikan pelita yang bercahaya dalam gelap (2 Petrus 1:19-21).

BAGI ORANG SUCI SEGALA SESUATU ADALAH SUCI.

TUESDAY, 21 DECEMBER 2010
Revelation 1:9-19
I, John, brother and ally in distress, in the Kingdom and the persistence waiting for Jesus, was the island called Patmos for the word of God and the testimony of Jesus” (verse 9). John positioned himself as a brother and an ally not only in waiting for Jesus or the Kingdom, but also the difficulty faced by all believers. What he wrote was not something that comes from his own invention, but the statement and the mandate he received from God himself. For even then he must be willing first to experience the mayhem and suffering for the word of God and also because the testimony of Jesus Christ. Holy Spirit prevail when he was in exile on the island of Patmos and had orders to write down what he saw. And the first thing he saw was seven candlesticks of gold, and the appearance of the Son of Man in the middle-center with robes that cover the legs and chest is winding belt of gold, the head and his white hair shining, his eyes like a flame of fire, His feet like polished copper in the fireplace and his voice like many waters. And He holds the seven stars in His right hand, while from His mouth come out sharp two-edged sword and his face shining like the sun is scorching. That is one proof that what is written in the Bible is a statement from God himself through the inspiration of the Holy Spirit who mastered his servants. And for that all they are willing to suffer for it in advance so do not ever think that the Bible is a collection of stories only to be read and forgotten, but use as a valuable treasure .  and look like a lamp that glow in the dark (2 Peter 1:19-21).

 

FOR THE SAINTS EVERYTHING IS HOLY

20 December 2010

Pemberian yang besar ( Giving large )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) by WSB Editorial Staff

Korban DiaSENIN, 20 DESEMBER 2010

WAHYU 1:4-8

 “Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada dihadapan takhta-Nya” (ayat 4).   Mengawali pewartaannya tentang apa yang sedang terjadi, akan terjadi dan kesudahan segala sesuatu dialam semesta ini, Yohanes menyapa penerima suratnya dengan salam kasih karunia dan damai sejahtera. Penerima surat itu adalah ketujuh jemaat di Asia kecil, yakni jemaat Efesus, Smirna, Pergamus, Tiatira, Sardis, Filadelfia dan Laodikia. Bukan damai sejahtera yang dari dunia ini, tapi damai sejahtera dan kasih karunia dari Dia, yang ada, dan yang sudah ada dan yang akan datang, dari Bapa yang kekal, Allah semesta alam, Allah diatas segala allah, dan dari Yesus Kristus , yang mengasihi dan melepaskan manusia dari dosanya melalui darah-Nya. Dia, yang adalah Alfa dan Omega, yang bersemayam ditempatNya yang maha tinggi dan maha kudus, akan datang kembali dengan awan-awan untuk menjemput umat ketebusan-Nya, maka setiap mata akan melihat dan semua bangsa dibumi akan meratap, termasuk mereka yang telah menikam-Nya. Bukankah ini merupakan berkat yang luar biasa juga bagi kita, orang percaya, umat ketebusan-Nya, dimana Dia, Allah yang besar dan dahsyat itu juga memberikan damai sejahtera dan kasih karunia-Nya kepada kita ? Jika seorang petinggi ataupun pejabat pemerintahan menyebut nama kita untuk sesuatu yang baik, kita pasti bangga, dan tidakkah kita akan lebih bangga lagi karena bukan hanya nama kita akan dipanggil-Nya, tapi Ia sendiri telah memberi kan tanda bahwa kita milik-Nya dengan memberikan damai sejahtera dan kasih karuniaNya? Ketahuilah dengan pasti bahwa apa yang Dia beri bukan seperti apa yang dunia beri, dan jika Dia sudah memberi kan damai sejahtera-Nya, maka jangan gelisah menghadapi apa yang akan terjadi (Yohanes 14:27)

.YANG DATANGNYA DARI ATAS DIATAS SEGALANYA.     

MONDAY, 20 DECEMBER 2010
Revelation 1:4-8

“From John to the seven churches in Asia Minor: Grace and peace be with you, from him who is and existing and future, and from the seven Spirits who are before His throne” (verse 4). He started preaching about what is happening, will happen and its sequel the wild things of this universe, John addressed his letter with greetings recipient of grace and peace. Recipient letter are seven churches in Asia Minor, which is the church of Ephesus, Smyrna, Pergamum, Thyatira, Sardis, Philadelphia and Laodicea. Not the peace of this world, but peace and grace from Him, that exist, and existing and future, of the Eternal Father, God of hosts, the God above all gods, and from Jesus Christ, who loves and releasing people from their sins through His blood. He, who is Alpha and Omega, the dwelling place of the most high and most holy, will come back with the clouds to meet the people who have redeemed him, every eye will see and all peoples on earth will mourn, including those who have stabbed him. Is not this an extraordinary blessing also for us, believers, people who have redeemed him, where He, God the great and terrible it also gives peace and His grace to us? If a high-ranking government officials or our name to something good, we would be proud, and we would not be even more proud because not only our names will be called upon Him, but He Himself has given signs that we belong to Him to give peace and grace? Know for sure that what He gave what the world is not like berries, and if He has given His peace, then do not be anxious to face what would happen (John 14:27)

THAT COMES FROM ABOVE,A BOVE ALL