Get Adobe Flash player
25 February 2011

Perjanjian yang abadi ( The Eternal agreement )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

marquee_SuprtKingdomRenungan harian edisi dwi bahasa ( Daily bread bilingual edition ) by WSB Editorial staff

JUM’AT, 25 PEBRUARI 2011

KEJADIAN 9:1-17  

“Maka Kuadakan perjanjian-Ku dengan kamu, bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi” (ayat 11).  Murka Allah telah surut, apalagi Nuh berhasil melunakkan hati-Nya dengan korban persembahannya, akibatnya bukan hanya Allah berfirman dalam hati-Nya takkan mengutuk bumi lagi, tapi juga Allah mengikat perjanjian dengan Nuh dan segala makhluk hidup lainya. Allah berjanji bahwa Ia tidak akan lagi memusnahkan bumi dengan air bah apapun keadaannya. Dan sebagai tanda perjanjian Allah menaruh busur-Nya diawan, maka apabila datang awan dan busur itu nampak diawan, Allah mengingat perjanjian-Nya dengan segala makhluk. Dan bukan hanya perjanjian yang Allah nyatakan dengan Nuh, tapi Ia juga memberkatinya dan berfirman kepadanya supaya manusia yang masih sisa itu beranak cucu, bertambah banyak dan memenuhi bumi. Tapi sejak saat itu juga Allah memberikan aturan perlindungan akan kesela matan dan nyawa manusia, yakni setiap orang yang menumpahkan darah sesamanya, Allah akan menuntutnya sebab Allah membuat manusia menurut gambar dan rupanya sendiri. Allah telah memegang janji-Nya, sampai saat ini bumi masih terpelihara dan manusia terus bertambah banyak sekalipun juga dosa dan kejahatan terus bertumbuh. Bukan hanya secara umum terhadap manusia dan bumi Allah memegang janji-Nya, tapi terlebih juga terhadap umat yang percaya dan menyembah-Nya, baik secara umum mau pun pribadi. Maka jangan pernah ragukan kesetiaan Allah akan janji-Nya, itu sudah terbukti, termasuk juga didalamnya janji akan kedatangan Anak-Nya yang tunggal kedua kalinya kedunia ini. Percayalah, Dia adalah Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang mengasihi-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai pada beribu-ribu keturunan (Ulangan 7: 9).

 ALLAH TIDAK AKAN PERNAH MELANGGAR PERJANJIAN-NYA

Friday, 25 February 2011

EVENTS 9:1-17

“So I held my covenant with you, that since there is no living that will be swept away by flood waters again, there will be no flood to destroy the earth” (verse 11). God’s anger has subsided, especially Noah managed to soften his heart with his offering, a result not only God said in His heart would not curse the earth again, but also God’s covenant with Noah and all other living things. God promised that He will not again destroy the earth with a flood of the circumstances. And as a sign of the covenant God set His bow in the cloud, then the clouds come and bow when it appears in the clouds, God remember His covenant with all creatures. And not only that God’s covenant with Noah’s claim, but He also blessed him and said to him that humans are still the remaining childless grandson, multiply and fill the earth. But since then God also gives rules for the safety and protection of human life, that every person who shed the blood of others, God will demand it because God made man in our image and apparently myself. God has kept His promise, until recently the earth has been preserved and continue to multiply despite human sin and crime also continued to grow. Not just in general to humans and the earth God is in His promise, but especially also against people who believe and worship Him, both public and private. So do not ever doubt God’s faithfulness to His promise, it has been proven, including in it the promise of the coming of His only begotten Son the second time in this world. Believe me, He is faithful God, who holds the contract and His unfailing love toward those who love Him and keep His commandments, to the thousands and thousands of descendants (Deuteronomy 7: 9).

 GOD WILL NEVER VIOLATED HIS CONTRACT.

24 February 2011

Senangkan hati-Nya ( Fun heart God’s )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian edisi dwi bahasa ( Daily bread bilingual edition ) by WSB Editorial Staff

niceKAMIS, 24 PEBRUARI 2011

KEJADIAN 8:1-22  

Ketika Tuhan mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah Tuhan dalam hati-Nya: “Aku tak kan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat sejak kecilnya dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan” (ayat 21).  Seratus lima puluh hari air menggenangi bumi hingga matilah segala yang bernafas dibumi kecuali Nuh dan keluarganya yang ada dalam bahtera. Allah mengingat Nuh, maka Ia menutup segala mata air dan menghentikan hujan serta membuat angin berhembus untuk mengeringkan bumi. Setelah bumi benar-benar kering, Nuh beserta keluarganya dan seluruh binatang keluar dari bahtera dan ia mendirikan mezbah bagi Tuhan, mempersembahkan korban bakaran yang menyenangkan hati Tuhan. Itu menjadi persembahan yang harum dihadapan Tuhan, yang menarik belas kasih dan kemurahan-Nya atas manusia sehingga Tuhan berfirman dalam hati-Nya takkan mengutuk bumi lagi dengan air bah, sekalipun Ia tahu bahwa benih dosa tetap ada dalam diri manusia yang selamat yang membuat hati manusia tetap cenderung untuk berbuat jahat sejak dari kecilnya. Tidak dengan rela hati Allah memukul, dan kalaupun itu Ia lakukan adalah demi kebaikan kita sendiri. Juga tidaklah berat untuk melunakkan hati-Nya, Ia adalah Allah yang penuh belas kasihan, maka dengan merendahkan diri dihadapan-Nya dengan sungguh -sungguh, tidak akan Ia bertahan dalam murka-Nya dan Ia akan segera memeluk kita dalam dekapan kasih-Nya. Hanya jangan mempermain-mainkan belas kasih-Nya karena Ia juga adalah Allah yang adil yang akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. Jangan berkeras hati dengan kebenaran diri sendiri, lunakkan hati Allah dengan merendahkan diri, maka Ia akan memulihkan kita (2 Tawarikh 33:12-13).

PERSEMBAHKAN SYUKUR DALAM KERENDAHAN HATI SEBAGAI KORBAN.

THURSDAY, February 24, 2011

EVENTS 8:1-22

When the Lord smelled a fragrant offering, the LORD said in his heart:” I do not curse the earth again because of man, even if that caused his heart is evil from his small and I will not again destroy every living thing like that I do “(verse 21). One hundred and fifty days the water flooded the earth until death came to all that breathes on earth except Noah and his family are in the ark. God remembers Noah, then he closed the spring waters and stop the rain and make the wind blowing to dry the earth. Once completely dry earth, Noah and his family and all the animals out of the ark and he built an altar to God, making the offerings which are pleasing to God. It becomes a fragrant offering to God, who pulled his compassion and his generosity to mankind so that God said in His heart would not curse the earth again with a flood, even though he knew that the seed of sin still exist in the person who survived that makes the human heart still tend to do evil since the small. God does not willingly beat, and even if it he did was for our own good. Also it is not hard to soften his heart, He is God who is merciful, then to humble ourselves before Him earnestly, He will not survive the wrath of him, and he will soon embrace you in His arms of love. Just do not fool him mercy because he also is a just God who will repay each person according to his deeds. Do not insist on careful with the truth of yourself, softened the heart of God with humility, He will restore us (2 Chronicles 33:12-13).

THANKSGIVING IN HUMILITY OFFER AS A SACRIFICE.

23 February 2011

Pasti diselesaikan-Nya ( Completly sure by Him )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian edisi dwi bahasa ( daily bread bilingual edition ) by WSB Editorial Staff

Korban DiaRABU, 23 PEBRUARI 2011

KEJADIAN 7:1-24   

“Demikianlah dihapuskan Allah segala yang ada, segala yang dimuka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang melata dan burung-burung diudara, sehingga semuanya dihapuskan dari muka bumi; hanya Nuh yang tinggal hidup dan semua yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera” (ayat 23).  Allah menggenapi firman-Nya, tujuh hari sebelum air bah datang, Ia menyuruh Nuh dan keluarga nya masuk dalam bahtera yang telah dibuatnya, lalu menutup pintu bahtera tersebut dan Nuh melakukan segala yang diperintahkan Tuhan kepadanya dengan membawa segala jenis binatang yang tidak haram tujuh pasang dan yang haram satu pasang. Tujuh hari kemudian air bah benar-benar melanda bumi, selama empat puluh hari terjadi hujan lebat dan segala mata air terbuka, bahkan air bah itu berkuasa atas bumi selama seratus lima puluh hari. Maka matilah semua yang bernafas dibumi, tidak ada yang ter kecuali, hanya mereka yang mendapat kasih karunia Allah yang tinggal hidup, yakni Nuh dan keluarga nya yang ada dalam bahtera. Air bah itu sangat dahsyat bahkan sampai melebihi setiap gunung yang tinggi. Tak ada yang dapat menghentikan jika Allah sendiri telah mengambil keputusan untuk melaku kan suatu perkara sampai Ia menyelesaikannya. Alangkah baik dan indahnya jika itu adalah untuk kebaikan kita, tapi betapa mengerikannya jika itu dilakukan Allah untuk menghukum dosa kita. Ngeri benar jika jatuh dalam tangan kekerasan Tuhan, maka hargailah kemurahan-Nya, jangan menunggu mengalami kekerasan-Nya baru menyadari arti kemurahan dan belas kasih-Nya. Allah tidak pernah ber ubah, apa yang dikehendaki-Nya pasti dilaksanakan-Nya tanpa ada yang dapat menghalanginya dan Ia juga pasti menyelesaikan apa yang telah ditetapkan-Nya tersebut (Ayub 23:13-14).

ALLAH TIDAK AKAN PERNAH BEKERJA SETENGAH HATI.

WEDNESDAY, February 23, 2011

EVENTS 7:1-24

“This is what God eliminated all that is, everything on earth, both man and beast and creeping things and birds of the air, so that all eliminated from the face of the earth, only Noah was left alive and all of that together with him in the ark” ( paragraph 23). God fulfilled his word, seven days before the flood came, He told Noah and his family entered the ark which he had built, and closed the door ark and Noah did everything God commanded him to bring all kinds of domesticated animals and seven pairs one pair of unclean. Seven days later the flood actually hit the earth, for forty days it was raining heavily and all the springs open, the floodwaters and even rule over earth for one hundred and fifty days. So die all who breathe on earth, nothing happened except, only those who receive the grace of God who lives life, namely Noah and his family are in the ark. The Flood was very powerful even to exceed every high mountain. Nothing can stop if God himself has taken the decision to do it an issue until he finished. What a nice and beautiful if it is for our good, but how terrible if it is done by God to punish our sins. True horror of violence if it falls in the hands of God, then respect God’s grace, do not wait for experiencing violence just realized the meaning of His mercy and His mercy. God never had to change, what He will surely be his and no one can stop him and he also must finish what it set Him (Job 23:13-14).

 GOD WILL NEVER WORKING  HALF- HEARTEDLY.

22 February 2011

Mengundang berkat ( Inviting blessing )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian edisi dwi bahasa ( Daily bread bilingual edition ) by WSB editorial Staff

berdoaSELASA, 22 PEBRUARI 2011

KEJADIAN 6:9-22              

“Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela diantara orang-orang sezaman nya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah” (ayat 9).  Dalam rasa sedih dan sesal-Nya melihat kejahatan manusia dibumi sehingga Ia berikhtiar untuk memusnahkan manusia, Allah masih melihat seorang manusia yang hidupnya berkenan dihadapan-Nya. Dia adalah Nuh, seorang ayah dengan tiga orang anak laki-laki: Sem, Ham dan Yafet. Sementara manusia lainnya mempraktekkan hidup jahat dimata Tuhan, Nuh justru hidup benar dan tidak bercela dihadapan Allah, ia hidup bergaul dengan Allah . Bukti bahwa Nuh hidup benar  dan tidak bercela serta bergaul dengan Allah adalah ketaatannya akan perintah Allah untuk membuat bahtera yang besar sehingga iapun rela diolok-olok karena kapal tersebut dibuat ditempat dan dalam keadaan yang tidak semestinya. Sebagai akibatnya Nuh mendapat kasih karunia dimata Tuhan sehingga ia dan keluarganya tidak akan turut dimusnahkan Allah bersama-sama dengan manusia yang lain. Allah memberitahukan rencana-Nya untuk memusnahkan manusia kepada Nuh dan sebagai cara pemeliharaan Nuh disuruh membuat bahtera karena Allah akan memusnahkan manusia dengan air bah. Bagaimana dengan kita sekarang yang hidup dalam suasana seperti zaman Nuh dimana dosa dan kejahatan merajalela, apakah kita ikut arus dunia dengan mempraktekkan cara hidup seperti orang yang tidak mengenal Allah atau berani melawan arus dosa dengan hidup benar dihadapan-Nya? Hidup benar dihadapan-Nya ditengah dunia yang rusak akan menyelamatkan kita dari kebinasaan yang bisa menimpa manusia kapan saja. Memang sekarang adalah jaman yang gila tapi kita tidak boleh ikut-ikutan gila supaya hidup, percayalah, Tuhan menopang hidup orang benar (Mazmur 37:23-26).

 BERKAT  TUHAN ADA DI ATAS KEPALA ORANG BENAR.

TUESDAY, February 22, 2011

EVENTS 6:9-22

“This is the history of Noah: Noah was a righteous and blameless among his contemporaries, and Noah’s life hanging out with God” (verse 9). In a sense his sadness and regret to see the wickedness of man on earth so that He will seek to destroy human beings, God still saw a man whose life is pleasing before Him. He is Noah, a father with three sons: Shem, Ham and Japheth. While practicing the life of other human evil in the eyes of God, Noah actually live right and without blemish before God, he lives hanging out with God. Proof that Noah was righteous and blameless, and hang out with God is obedience to God’s command to make a large ark so that he himself was willing to be teased because the ship was made in place and in circumstances that do not deserve. As a result of Noah found grace in the eyes of God so that he and his family will not be part of God destroyed along with another man. God tells his plan to exterminate humans as a way to Noah and Noah maintenance ordered to make an ark because God will destroy humans with a flood. How about we now live in an atmosphere like the days of Noah where sin and crime is rampant, whether we go with the flow of the world by practicing how to live like people who do not know God or sin to dare to go against the flow of life right before Him? Right before his life amid a broken world will save us from the destruction that can befall a person at any time. Indeed, now is the time that crazy but we should not bandwagon mad to live, believe me, the Lord sustains the righteous life (Psalm 37:23-26).

THANKS TO GOD IS IN THE HEAD RIGHT PEOPLE

21 February 2011

Penyesalan dari Allah ( Regret from God )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian edisi dwi bahasa ( Daily bread bilingual edition ) by WSB Editorial Staff

SENIN,21 PEBRUARI 2011

KEJADIAN 6:1-8

“ Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka” ( ayat 7 ). Allah menggenapi firman-Nya untuk memberkati manusia sehingga mereka bertambah banyak jumlahnya di bumi. Namun demikian ada dua garis keturunan yang bertambah banyak jumlahnya di bumi, yakni mereka yang disbut sebagai keturunan anak-anak manusia dan keturunan anak-anak Allah. Keturunan  manusia juga menghadirkan orang-orang raksasa di bumi. Dua garis keturunan tersebut sama-sama telah membawa benih dosa  sebagai akibat dari ketidaktaatan manusia pertama, sehingga mereka yang disebut sebagai keturunan anak-anak Allah itu akhirnya juga cenderung untuk melakukan perbuatan yang tidak berkenan dihati Allah. Hal itu dimulai dari tindakan mereka yang mengambil anak-anak perempuan manusia, siapa saja yang disukai menurut kehendak hatinya. Kejahatan akhirnya berkembang seiring dengan bertambahnya jumlah manusia di bumi, dan Allah sangat sedih melihat kenyataan tersebut, Ia menyesal dan berihktiar  untuk menghapuskan manusia yang telah diciptakan-Nya tersebut. Benih dosa telah membuat kecenderungan hati manusia untuk berbuat jahat meskipun ia berasal dari garis keturunan yang disebut anak-anak Allah, menyadari kenyataan tersebut hendaknya kita tidak bermain api, tidak bermain main dengan dosa dalam menjalani hidup ini. Jangan membuat sedih dan menyesal hati Allah untuk kesekian kalinya melihat tingkah kita yang lebih sering berbuat jahat dihadapan-Nya, jangan sampai karena hal itu nama kita akhirnya dihapus dari kitab kehidupan karena Allah tidak akan membiarkan diriNya di permainkan. Buatlah Allah menyesal atas malapetaka yang akan dijatuhkan-Nya, karena melihat pertobatan kita sehingga Ia tidak jadi melakukan-Nya dan bukan menyesal karena telah menciptakan kita (Yeremia 18:8)

Pertobatan membuka pintu kemurahan-Nya

 MONDAY, February 21, 2011

EVENTS 6:1-8

“I will wipe mankind whom I have created it from the earth, both man and beast and creeping beasts and birds of the air, for I regret that I have made them” (verse 7). God fulfilled His word to bless people so that they multiply on the earth. However, there are two lineages which multiply on the earth, namely those who disbut as a descendant of the children of men and the descendants of the children of God. Human Heredity also bring those giants in the earth. Two lines are alike have brought the seeds of sin as a result of human disobedience first, so they are called sons of God were eventually also tend to perform acts that are not pleasing God hearts. It starts from their actions that took the daughters of man, who is favored by the will of his heart. Crimes eventually developed along with the increasing number of humans on earth, and God is very sad to see this fact, he regrets and seeks to eliminate the humans who have created them are. The seed of sin has made the human tendency to do evil hearts even though he comes from the lineage of the so-called children of God, aware of the fact that we should not play with fire, do not play around with sin in this life. Do not make a sad and sorry heart of God for the umpteenth time to see our behavior more often misbehave in front of him, do not let our name because it was eventually removed from the book of life because God will not be mocked. Make God doom sorry for him to be dropped, because of our repentance so that He did not do his and not sorry for having created us (Jeremiah 18:8)

Repentance opens the doors of His mercy

11 February 2011

Upah yang setimpal ( The wage are worth it )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian edisi dwi bahasa ( daily bread bilingual edition ) by WSB Editorial staff

kerjaJUM’AT, 11 PEBRUARI 2011

WAHYU 22:6-17

“Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya” (ayat 12).  Akhir dari penglihatan rasul Yohanes adalah kepastian akan kebenaran dari semua yang telah rasul Yohanes lihat dan semua perkataan yang ia dengar. Melalui malaikat-Nya Allah telah memberitahukan apa yang akan segera terjadi atas alam semesta ini termasuk kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Kedatangan-Nya kedua kali bukan lagi sebagai bayi mungil dalam palungan, tapi sebagai Tuhan dan Raja segala raja yang akan membalaskan setiap orang menurut perbuatannya. Maka berbahagialah setiap telinga yang mendengar dan percaya kepada berita yang malaikat Allah sampaikan karena dengan demikian mereka akan mengadakan persiapan. Tidak ada lagi waktu untuk bermain-main dengan dosa atau hidup abu-abu, hidup mendua hati, kedatangan-Nya kedua kali hanya bisa disikapi dengan hidup dalam kekudusan atau dalam dosa dan kecemaran. Tapi karena kedatangan-Nya adalah untuk membalaskan setiap orang menurut perbuatannya, maka berbahagialah setiap orang yang membasuh jubahnya karena mereka akan memperoleh hak atas pohon kehidupan Allah. Sebaliknya setiap orang yang tetap hidup dalam hawa nafsunya yang menyesatkan akan tinggal diluar dan siap untuk menerima pehukuman kekal. Jangan mengulang kebodohan yang sama seperti jaman Nuh yang menganggap berita yang mereka dengar sebagai lelucon sehingga kebinasaan benar-benar menimpa mereka. Semua telah dipaparkan dengan jelas dihadapan kita, percayalah dan mari mem persiapkan diri dengan hidup dalam kebenaran dan mengejar kekudusan yang sesungguhnya. Apa yang kita tabur, itu juga yang akan kita tuai, apa yang kita perbuat dalam iman diperhitungkan oleh Allah dan percayalah, upah pekerjaan orang benar membawa kepada kehidupan (Amsal 10:16).

DARI TUHAN, KITA MENERIMA BAGIAN YANG DITENTUKAN SEBAGAI UPAH.

 Friday, 11 February 2011

Revelation 22:6-17

“Surely I come quickly and I brought my wages to give to each person according to his deeds” (verse 12). End of the apostle John’s vision is the certainty of the truth of all that has been the apostle John saw and all the words he hears. Through His angel of God had told what will soon happen to this universe including the coming of the Lord Jesus’ second coming. His coming a second time is no longer a tiny baby in a manger, but as Lord and King of kings who will give every man according to his deeds. So blessed every ear that hears and believes the news that the angels of God to say because then they will make preparations. No more time to play around with sin or, double-minded life, his coming the second time could only be addressed by living in holiness is not in sin and uncleanness. But since his coming is to avenge every person according to his deeds, blessed every person who washed his robes because they’ll get right to the tree of life of God. Instead of each person who still live in a misleading desires will stay outside and ready to receive eternal damnation. Do not repeat the same stupidity as in the Noah’s life, where society at that time thought they heard the news as a joke so that the destruction was finally upon them. All have been described clearly in front of us, believe and let us prepare ourselves to live in righteousness and true holiness pursuit. What we sow, that shall he also reap us, what we do in faith will be taken into account by God and believe me, the wages of the righteous work will bring us to life (Proverbs 10:16).

FROM GOD, WE ARE REQUIRED TO RECEIVE AS PART OF WAGES.

10 February 2011

Pandang kemuliaan-Nya ( View His Glory )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian edisi dwi bahasa ( Daily bread bilingual edition ) by WSB Editorial Staff

cross_on_blueKAMIS, 10 PEBRUARI 2011

 WAHYU 22:1-5

“Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada didalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-      Nya” (ayat 3).  Bukan hanya fisik bangunan dari kota Yerusalem baru yang membuat kota itu istimewa, tapi juga karena dikota itulah Allah dan Anak Domba berdiam dan memerintah. Takhta Allah dan takhta Anak Domba tegak dikota itu dan pemerintahan-Nya bebas dari laknat sehingga hamba-hamba-Nya dapat beribadah kepada-Nya tanpa rasa cemas bahkan dapat memandang wajah-Nya. Lengkaplah keistimewaan kota tersebut dengan adanya sungai air kehidu pan yang mengalir keluar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba, bahkan pohon-pohon kehidupan ada tumbuh diseberang-menyeberang sungai kehidupan tersebut. Tidak dapat kita bayangkan bagaimana suasana dan keadaan Yerusalem baru, pemerintahan yang dipegang Allah sendiri dengan kota yang terbuat dari emas, tidak ada laknat atau setitikpun kejahatan, hanya ada damai, sukacita dan penyembaha kepada Dia yang duduk memerintah. Dan bukankah memang itu yang Tuhan Yesus kehendaki yakni supaya dimana Ia ada, disitu pula umat-Nya berada. Jika Dia sendiri begitu merindu untuk bersekutu dengan umat-Nya, menyediakan tempat untuk selamanya hadir ditengah-tengah umat-Nya, tidakkah kita memiliki kerinduan hati yang sama, rindu untuk selama-lamanya diam bersama dengan Allah dan Anak Domba dalam pemerintahan-Nya? Kerinduan hati itulah yang akan memacu kita untuk berusaha bagai mana hidup berkenan dihadapan-Nya sehingga jika saatnya tiba kita benar-benar berdiam dengan-Nya dan memandang wajah-Nya. Yesus Kristus sungguh merindu untuk menjadi satu dengan umat-Nya, Ia mau supaya kita umat-Nya, kelak dapat memandang kemuliaan-Nya (Yohanes 17:22-24).  

 TANPA KEKUDUSAN TIDAK MUNGKIN ORANG MEMANDANG ALLAH.

 THURSDAY, 10 February 2011

 Revelation 22:1-5

 Then there will be no more curse. Throne throne of God and the Lamb will be in it and his servants shall serve him “(verse 3). Not just the physical building of the new Jerusalem that makes the city special, but also because the city is God and the Lamb dwell and reign. Throne of God and the Lamb throne erect in the city and his administration free from the curse so that His servants to serve him without feeling anxious even to look at His face. Complete privilege of the city with the rivers of living water that flows out of the throne of God and the throne of the Lamb, even the trees of life is growing side of the river is life. We can not imagine how the atmosphere and circumstances of new Jerusalem, God’s government held its own with the city made of gold, there is no curse or a speck of any crime, there is only peace, joy and worship to Him who sat rule. And is not that’s what the Lord Jesus wants to be where he is, there are also his people. If he himself is so longed for fellowship with His people, as well as provide a place for His people forever and he is present in the midst of his people, would not we have the same hearts desire, to dwell forever with God and the Lamb in His reign? Hearts desire that will spur us to seek how to live pleasing before Him so that when the time comes we actually stayed with him and looked at his face. Jesus Christ really yearn to become one with His people, He will that we are his people, later to view his glory (John 17:22-24).

 HOLINESS WITHOUT LOOKING PEOPLE MAY NOT GOD.

9 February 2011

Kota Masa Depan ( The Future City )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian edisi dwi bahasa ( daily bread bilingual edition ) by WSB editorial staff

handheavensh1RABU, 9 PEBRUARI 2011

WAHYU 21:9-27

“Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal” (ayat 11). Allah telah menjadikan segala sesuatu baru, langit yang lama dan bumi yang lama telah berlalu dan diganti dengan langit dan bumi yang baru. Tidak berhenti sampai disitu, Iapun juga menurunkan kota Yerusalem yang baru. Sangat jauh berbeda penampi lan antara Yerusalem yang lama dengan Yerusalem yang baru. Sebuah kota yang dibangun dengan emas murni, bahkan jalan-jalannyapun juga dari emas murni, bening bagaikan kristal, temboknya terbuat dari permata yaspis dengan dasar-dasarnya dibuat dari dua belas batu berharga. Sementara Yerusalem lama yang dibumi telah rusak oleh kejahatan penduduknya. Perbedaan lainnya lagi adalah tidak ada Bait Suci dikota Yerusalem yang baru, sebab Allah dan Anak Domba itu sendiri yang menjadi Bait Sucinya, Allah sendiri telah berdiam bersama-sama dengan umat-Nya. Kemuliaan Allah menerangi kota tersebut sehing ga kota itu tidak memerlukan matahari. Dan sama seperti langit dan bumi yang baru, hanya mereka yang namanya ada tertulis dalam kitab kehidupan yang akan tinggal didalamnya. Sekarang, dibumi ini kita sering mengagumi kemegahan bangunan-bangunan buatan tangan manusia yang mudah hancur. Kita kagum melihat kemegahan bangunan WTC di Amerika yang hanya dengan sekali sentuhan kecil Allah menjadi hancur dan tidak berbentuk lagi. Tidakkah kita akan lebih bangga dan kagum dengan apa yang telah Allah sediakan dan merindu untuk tinggal didalamnya, di Yerusalem baru, kota yang mulia buatan Allah sendiri? Jangan biarkan kemuliaan dunia ini memudarkan kerinduan kita akan kota yang mempu nyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah sendiri, Yerusalem baru, nantikanlah itu (Ibrani 11:10).

YERUSALEM SORGAWI, ITULAH KOTA MASA DEPAN KITA.

 WEDNESDAY, February 9, 2011

Revelation 21:9-27

 “The city was filled with the glory of God and the light is the same as the most beautiful jewel, jewel like jasper, clear as crystal” (verse 11). God has made all things new, the old heaven and earth had passed and replaced with a new heaven and earth. Do not stop there, he also lowered the new city of Jerusalem. Very much different appearance between the Jerusalem of the old with the new Jerusalem. A city that was built with pure gold, even the streets are also made of pure gold, like transparent crystal, its wall made of jasper gem with the basics made of twelve precious stones. While the old Jerusalem on earth has been corrupted by the evil inhabitants. Another difference again is no temple in the city of New Jerusalem, for God and the lamb itself became its temple, God himself has lived together with his people. The glory of God illuminates the city so the city does not need the sun. And in the heaven and new earth, only those whose names are written in the book of life that will live in it. Now, this earth we often admire the grandeur of the buildings made with hands, which easily destroyed. We marveled at the splendor of the WTC buildings in America with just a small touch of God to be destroyed and no longer form. Would not we be more proud and amazed by what God has provided and yearn to live in it, the new Jerusalem, a city made glorious God himself? Do not let the glory of this world will diminish our desire to have a city base, which was planned and built by God himself, the new Jerusalem, and wait for it (Hebrews 11:10).

HEAVENLY JERUSALEM, THAT’S THE FUTURE OF OUR CITY.

8 February 2011

Langit dan Bumi yang baru ( The New Sky and Earth )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian edisi dwi bahasa ( Daily bread bilingual edition ) by WSB editorial staff

YESUS1SELASA, 8 PEBRUARI 2011

WAHYU 21:1-8

“Ia yang duduk diatas takhta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!” Dan firman –Nya: “Tuliskanlah,karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar” (ayat 5). Bumi telah rusak, demikian pula dengan penduduknya mempraktekkan hidup yang rusak pula, sedang mata Allah terlalu suci untuk melihat kejahatan, maka Iapun menjatuhkan hukuman atasnya. Seiring dengan dihukumnya dosa dan kejahatan dengan biang keroknya, yakni si iblis, maka Allah berkenan untuk memulihkan sega la sesuatunya. Allah menciptakan langit yang baru dan  bumi yang baru pula, maka mereka yang akan menikmatinya juga adalah orang-orang yang telah diperbaharui. Jika dilangit yang lama dan bumi yang lama dosa dan penderitaan begitu menjajah hidup manusia, maka dilangit yang baru dan bumi yang baru semua itu tidak akan ada, tidak akan ada perkabungan dan ratap tangis, demikian pula dengan dukacita dan air mata, bahkan mautpun tidak ada lagi. Pendek kata untuk selama-lamanya mereka yang tinggal didalamnya akan hidup dalam damai dan kebahagiaan karena Allah sendiri akan berdiam bersama-sama manusia. Mereka yang menang, yakni mereka yang telah mengalami pemulihan dan menanggalkan manusia lama akan menikmati semua itu, tapi semua orang yang tetap berbuat dosa akan mendapat bagiaannya dalam lautan api yang menyala-nyala. Jika demikian adanya, mari mulai sekarang berhenti berbuat dosa, tanggalkan manusia lama kita dan beri diri untuk diperbaharui. Allah tidak akan membiar kan ada titik hitam sekecil apapun dalam apa yang telah Ia jadikan baru, jadi harus benar-benar menjadi manusia baru untuk masuk kedalamnya. Sejak menerima Kristus sesungguhnya kita menjadi manusia baru, tapi pembaharuan itu akan terus berlangsung selama kita masih hidup di dunia ini (Kolose 3:10).

 BERUBAHLAH OLEH PEMBAHARUAN BUDIMU.

 TUESDAY, 8 February 2011

Revelation 21:1-8

“He who sits on the throne saying:” Behold, I make all things new! “And His words:” Write, for these words are trustworthy and true “(verse 5). Earth has been damaged, as well as with its inhabitants practiced a damaged life too, was the sight of God is too holy to see evil, then He also condemned man. Along with doing the condemnation of sin and evil along with the culprits, namely the devil, it pleased God to restore everything. God creates the new heavens and new earth, then those who would enjoy it are the ones that have been updated. If the old heavens and earth of the old sins and sorrows of human life is so controlled, then the new heaven and new earth it would not exist, there will be no more mourning and wailing cry, so it is with sorrow and tears, not even death will be no more. In short forever those who live in it will live in peace and happiness because God Himself will dwell with them. Those who win, namely those who have experienced recovery and take off the old man’s life will enjoy all that, but everyone who commits sin will get a share in a sea of flaming fire. If so, let’s start now we stop sinning, take our old man and give ourselves to be renewed. God will not let there any small black dots in our lives that have been updated, so we should really be a new man in order to go into it. Since receiving Christ we truly become a new man, but the renewal will continue as long as we still live in this world (Colossians 3:10).

 BY RENEWAL OF YOUR MIND WAS CHANGED.

2 February 2011

Kenal melalui Firman ( Know through the Word of God )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian edisi dwi bahasa ( Daily bread bilingual edition ) Oleh  staf redaksi WSB

renunganRABU, 2 PEBRUARI 2011

WAHYU 19:11-16

Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: “Firman Allah” (ayat 13).  Saatnya telah tiba untuk Allah menampilkan diri-Nya sebagai Raja segala raja dan Tuan diatas segala tuan setelah dosa dan kejahatan dihukum setimpal dengan perbuatanya dan masih akan menyusul binatang serta nabinya dan tidak ketinggalan si iblis. Sebagai Raja segala raja yang Setia dan Benar, Ia akan memerintah, menghakimi dan berperang dengan adil, Ia akan membersihkan dosa dan kejahatan dalam kilangan anggur murka-Nya. Pedang yang keluar dari mulut-Nya akan memukul segala bangsa yang hidup dalam kejahatan karena Allah tidak akan membiarkan kejahatan ada dalam pemerintahan-Nya. Pasukan-Nya menunggang kuda putih dan mereka mengenakan lenan halus yang putih bersih, siap sedia untuk berperang. Dan jubah yang dikenakan-Nya sendiri bernama Firman Allah, hal itu memberi pengertian bahwa jika kita mau mengenal siapa Allah, Raja segala raja dan Tuan diatas segala tuan itu, kita bisa mengenal-Nya melalui firman Allah. Pada mulanya adalah firman, firman itu bersama-sama dengan Allah dan firman itu adalah Allah. Bila Allah sendiri menampilkan diri sebagai firman, maka tidak ada media lain untuk mengenal-Nya selain melalui firman. Jika kita berkata mau mengenal Allah tapi menolak firman Allah itu sendiri, allah manakah yang hendak kita kenal ? Dia bukan Allah yang ber belit-belit sehingga susah untuk dikenal, Dia juga bukan Allah yang rumit dengan berbagai peraturan dan permintaan, tapi Dia adalah Allah yang maha hadir dan memberi diri untuk ditemukan siapa saja yang mencari-Nya. Tidak ada pilihan lain untuk mengenal Allah, terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam dihati karena itulah yang berkuasa menyelamatkan jiwa kita (Yakobus 1:21).

 IMAN TIMBUL DARI PENDENGARAN AKAN FIRMAN ALLAH.

 WEDNESDAY, February 2, 2011

Revelation 19:11-16

 “And He wore robe that has been dipped in blood, and his name is:” The Word of God “(verse 13). The time has come for God displaying Himself as King of kings and Lord of Lords over the sin and wickedness punished accordingly with actions and still will follow the beast and his prophet and do not miss the devil. As King of kings who Faithful and True, he will rule, judge and war with justice, He will cleanse sin and evil in the hallway wine of his wrath. The sword comes out of his mouth would hit the nations who live in the crime because God will not let evil exist within the government. His troops and their white horses dressed in fine linen white and clean, ready for war. And his worn robes of his own called the Word of God, it gives the sense that if we want to know who God, King of kings and Lord of Lords above it, we can know Him through the word of God. In the beginning was the word, the word together with God and the Word was God. If God himself present themselves as the word, then there is no other media to get to know him other than through words. If we say want to know God but reject the word of God itself, the question is, Which god shall we know? He is not God convoluted so hard to be known, He is also not a God of strict and rigid with the various rules and requests, but He is God’s omnipresent and always gave Himself to be found by anyone who seeks Him. There is no other choice to know God, but to accept with meekness the implanted word of hearts, because that’s in power save our souls (James 1:21).

  FAITH  WILL ARISE FROM HEARING THE WORD OF GOD.