Get Adobe Flash player
18 November 2010

Keadilan Allah Nyata ( Real of God Justice )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By WSB Editorial Staff

palu-hakimKAMIS, 18 NOPEMBER 2010

2 PETRUS 2:1-22

“Maka nyata, bahwa Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan dan tahu menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman” (ayat 9).  Kejahatan terus berkembang sesuai dengan perkembangan jaman. Kalau zaman dahulu penyesatan nampak nyata melalui nabi-nabi palsu, maka sesuai zamannya akan tampil guru-guru palsu yang memasukkan pengajaran-pengajaran yang sesat dan membinasakan. Dengan cara hidup yang dikuasai hawa nafsu, mudahlah bagi mereka untuk mendapat banyak pengikut. Mencari untung adalah motivasi mereka sehingga mereka hanya berusaha untuk menye nangkan telinga pendengarnya dengan cerita-cerita isapan jempol. Jika dihadapan manusia mereka hidup dalam hawa nafsu, dihadapan Allah mereka juga bersikap angkuh dan be-rani menghujat apa yang tidak mereka ketahui. Tapi sesungguhnya keadaan mereka itu seperti mata air yang kering, seperti kabut yang dihalau angin. Intinya mereka adalah orang-orang yang murtad, yang kembali lagi dalam dunia lamanya. Tapi untuk segala perbuatan mereka tersebut telah disediakan hukuman dan kebinasaan atasnya tidak akan tertunda, sebab Allah itu adil, Ia akan menghukum setiap kejahatan dan menyelamatkan orang-orang benar. Jangan mempermainkan kemurahan Allah dengan hidup dalam hawa nafsu dan berbagai-bagai bentuk kejahatan. Jangan pernah merasa akan bebas dari hukuman Allah sekalipun sepertinya sekarang semua keadaan baik-baik saja. Tidak ada satu bentuk pe-langgaranpun yang akan bebas dari hukuman dan untuk itu semua ada waktunya. Sekalipun sekarang kita melihat bahwa kefasikan sepertinya menang, tapi ada waktunya hukuman, maka jangan tergoda untuk hidup didalamnya. Tuhan akan membalas setiap orang menurut perbuatannya, hidup kekal kepada mereka yang berbuat baik, tetapi geram dan murka kepada yang tidak taat (Roma 2:6-10).

TUHAN ITU ADALAH ALLAH YANG CEMBURU DAN PEMBALAS.

THURSDAY, 18 NOVEMBER 2010
2 Peter 2:1-22

“So real, that God knows rescue the godly from temptation and know keep the bad guys to be tortured on Judgement day” (verse 9). Crime continues to grow in accordance with the development of the era. If the past is obvious deception through false prophets, then according to his time would appear false teachers who enter the heretical teachings and destroy. By way of life that dominated the passions, it is easy for them to get a lot of followers. Seeking profit is their motivation so that they are just trying to please the ears of listeners with stories of myth. If the man in front of them living in lust, in God’s sight they are also being arrogant and dare not blaspheme what they know. But really are like a dry spring, such as wind driven fog. Essentially they are people who apostate, who returned in a previous life. But for all their actions has been provided by the punishment and destruction upon them and this will not be delayed, because God is just, He will punish every evil and save the righteous. Do not be toying with God’s grace to live in lust and various forms of crime. Do not ever feel God will be free from punishment even if it seems now all things fine. No single form of abuse will be free from punishment and for it all in good time. Even now we see that the wickedness seems to win, but there’s time will come the punishment, then do not be tempted to live in sin. God will repay each person according to his deeds, eternal life to those who do good, but the fury and wrath on a disobedient (Romans 2:6-10).

GOD IT IS GOD THAT JEALOUS AND AVENGER.

17 November 2010

Perhatikan Firman-Nya ( Pay attention to His Word )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By WSB Editorial Staff

bibleRABU, 17 NOPEMBER 2010

2 PETRUS 1:16-21

“Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya ditempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar didalam hatimu” (ayat 19).      Rasul Petrus memberi kesaksian bahwa apa yang ia beritakan tentang kuasa dan kedatangan Tuhan Yesus Kristus sebagai raja bukanlah cerita isapan jempol, tapi ia sendiri telah menjadi saksi atau menyaksi kan dengan mata kepala sendiri akan kebesaran-Nya. Apa yang telah disampaikan oleh para nabi tentang kemuliaan Kristus telah digenapi, dan Petrus adalah salah satu pribadi yang menyaksikannya diatas gunung yang kudus. Untuk itu ia mendorong orang percaya supaya mau memperhatikan bahkan terus memperhatikan kebenaran nubuatan firman Tuhan karena firman Tuhan itu sendiri bagaikan pelita yang bersinar dalam kegelapan yang menyinari hati sehingga orang yang memperhatikannya tidak akan tersandung maupun tersesat. Namun demikian, karena nubuat-nubuat dalam Kitab Suci adalah karya Roh Kudus, maka itu tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri tapi juga melalui peran Roh Kudus juga. Bukan hanya kemuliaan Kristus yang telah digenapi yang karenanya menjadi dasar pelayanan orang percaya, tapi nubuat tentang kedatangan-Nya kedua kali untuk menjemput umat kepunyaan-Nya pasti juga akan digenapi, bahkan semua apa yang tertulis dalam Kitab Suci pasti digenapi. Dan kita akan tahu apa yang sudah dan akan digenapi ketika kita mau memperhatikan firman Tuhan. Bukan sekedar memperhati kan tapi memperhatikan dengan seksama seperti memperhatikan pelita yang menyala dalam kegelapan, perlu kesungguhan dan rasa perlu dengan kesadaran bahwa tanpa firman kita hidup dalam kegelapan. Perhatikanlah firman dan kita pasti akan mendapat kebaikan dan percayalah kepada-Nya maka kita akan berbahagia karenanya (Amsal 16:20).

SIAPA BIJAK HATI MEMPERHATIKAN FIRMAN-NYA.

WEDNESDAY, 17 NOVEMBER 2010
2 Peter 1:16-21

“It would be nice if you watched just as a lamp that illuminated a dark place till dawn and star rises in your hearts” (verse 19). The Apostle Peter testified that what he preached about the power and coming of the Lord Jesus Christ as king is not a groundless story, but he had personally witnessed or seen with my own eyes to His greatness. What has been communicated by the prophets about the glory of Christ had been fulfilled, and Peter is one person who saw it on the holy mountain. For that he would encourage believers to continue to pay attention to even consider the truth of God’s prophetic word for the word of God itself is like a lamp that shines in the darkness that illuminate the heart so that people who pay attention will not stumble or get lost. However, because of the prophecies in the Bible is the work of the Holy Spirit, then it should not be interpreted according to the will of its own but also through the role of the Holy Spirit as well. Not just the glory of Christ who has fulfilled the basic services therefore become a believer, but his prophecy about the coming of the second time to pick up His own people must also be fulfilled, even all of what is written in Scripture must be fulfilled. And we will know what has been and will be fulfilled when we want to pay attention to the word of God. Not just pay attention, but look closely at such a lamp is lit in the darkness, it is necessary seriousness and sense of need by the realization that without the word we live in darkness. Notice the word and we will definitely get a good and believe in Him then we will be happy so (Proverbs 16:20).

WHO IS WISE HEART INTO CONSIDERATION HIS WORD.

16 November 2010

Teguhkan Panggilan ( Firmly Calls )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By WSB Editorial Staff

Compassion_143002846SELASA, 16 NOPEMBER 2010

2  PETRUS 1:3-15

“Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung” (ayat 10).   Sebagai hamba dan rasul Kristus Yesus, Petrus merasa bahwa sebelum ia menanggalkan kemah tubuhnya, ia berke wajiban untuk mengingatkan kepada orang percaya yang menerima dan membaca suratnya akan pangilan dan pilihan Allah atas mereka. Petrus juga berharap bahwa sesudah kepergiannya mereka tetap mengingat semua yang ia ajarkan. Karena Allah telah mengaruniakan segala sesuatu yang berguna untuk hidup saleh oleh pengenalan akan Dia, maka orang percaya harus terus berjuang untuk menambahkan kepada imannya kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, kasih akan saudara-saudara dan kasih akan semua orang. Semua itu akan membuat orang percaya menjadi giat dan berhasil dalam usahanya untuk mengenal Kristus Yesus dengan benar. Perjuangan selanjutnya adalah berusaha sungguh-sungguh supaya panggilan dan pilihan Allah makin teguh. Hasilnya adalah karunia hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat manusia, Yesus Kristus. Luar biasa berkat yang terkandung dalam panggilan dan pilihan Allah atas kita. Dan bila kita mengerti dan menyadari akan hal itu , maka kita tidak akan mudah melepasnya, bahkan kita pasti akan berjuang untuk mempertahankannya apa pun tantangannya. Namun memang benar bahwa tanta-ngan kedepan akan semakin berat, untuk itu kita harus lebih lagi bersungguh-sungguh berusaha supaya panggilan dan pilihan Allah atas kita semakin teguh. Teramat besar kekayaan kemuliaan yang terkan-dung dalam panggilan Allah yang menjadi bagian kita, maka, berusahalah sungguh-sungguh supaya panggilan dan pilihan-Nya atas kita makin teguh (Efesus 1:18).

INGAT, BANYAK YANG DIPANGGIL TAPI SEDIKIT YANG DIPILIH. 

TUESDAY, 16 NOVEMBER 2010
2 Peter 1:3-15

Therefore, brethren, seek earnestly, so call and the choice more firmly. For if you do, you will never stumble “(verse 10). As a servant and apostle of Christ Jesus, Peter felt that before he took off his tent, he was obliged to remind the believers who received and read a letter will be answering and choice of God upon them. Peter is also hoped that after his departure they still remember everything he taught. Because God has blessed all that useful for godly living by the knowledge of Him, then the believer must continue to strive to add to faith virtue, knowledge, self-control, diligence, piety, love of the brethren and love to all people. All of that will make people believe to be viable and successful in his attempt to get to know Christ Jesus correctly. Continuing struggle is trying earnestly to God’s call and the firm selected. The result is a gift of the full right to enter the eternal kingdom, namely the Kingdom of God and Savior of men, Jesus Christ. Incredible blessing contained in the call and the choice of God upon us. And if we understand and are aware of it, then we will not easily let go, even we would struggle to defend any challenge. But it is true that the challenge ahead will be heavier, for that we need even more earnestly trying to make a call and God’s choice for our growing firm. Very big riches contained in the glory of God’s call to be part of us, then, try earnestly to the call and his choice for our growing firm (Ephesians 1:18).

 

REMEMBER, MANY ARE CALLED, BUT FEWER ARE CHOSEN

15 November 2010

Damai yang melimpah (Abundant Peace)

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By WSB Editorial Staff

burungSENIN, 15 NOPEMBER 2010

2  PETRUS 1:1-2

“Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita” (ayat 2).  Rasul Petrus menutup suratnya yang pertama dengan menyertakan berkat damai sejahtera yang akan menyertai orang percaya yang tetap berada dalam Kristus. Salam pembuka dalam suratnya yang kedua kepada setiap orang yang telah beroleh iman sebagai bukti keadilan Allah dan Juru selamat, yakni Yesus Kristus, ia kembali menunjukkan bahwa damai sejahtera hadir bukan seperti durian runtuh, datang begitu saja dalam hidup orang percaya. Selain harus tetap tinggal dalam Kristus, pe-ngenalan akan Allah dan akan Kristus sendiri merupakan hal mutlak untuk dapat menikmati damai sejahtera Allah yang melimpah. Pengenalanpun bukanlah pengenalan sepihak, yakni hanya mengenal pribadi Allah saja atau hanya Kristus saja, melainkan mengenal Allah, Kristus dan Roh Kudus. Dan untuk itu semua dibutuhkan yang namanya perjuangan. Mengenal seorang pribadi dengan benar dibutuhkan perjuangan tersendiri dan juga waktu. Contoh seorang yang hendak menikah sebelumnya pasti berjuang untuk mengenal pasangan nya masing-masing dan itu membutuhkan waktu yang cukup lama dan tidak hanya dengan melihatnya sekilas. Bahkan proses saling mengenal dengan lebih baik akan terus berlangsung dalam kehidupan selama kehidupan nikahnya. Demikianlah pengenalan kita akan Allah juga tidak pernah mengalami kata cukup karena Allah teramat dalam untuk diselidiki. Yang terpenting bagi kita adalah terus berusaha untuk menge nal Allah dengan benar dan sesuai dengan firman-Nya kita akan dilimpahi dan menikmati damai sejahtera dan kasih karunia-Nya. Marilah kita berusaha sungguh-sungguh untuk mengenal Tuhan dan Ia akan muncul seperti fajar dan datang seperti hujan untuk melimpahi kita dengan damai sejahtera-Nya (Hosea 6:3).

ALLAH MENYUKAI PENGENALAN AKAN DIA LEBIH DARI SEGALA KORBAN.

MONDAY, 15 NOVEMBER 2010
2 Peter 1:1-2
“The grace and peace to overwhelm you by the knowledge of God and of Jesus our Lord” (verse 2). The Apostle Peter closes his first epistle to include the blessing of peace that will accompany believers who remain in Christ. Greeting in his second letter to everyone who has been allotted faith as evidence of the justice of God and Savior, Jesus Christ, he again showed that the peace comes not like a windfall, just came to me in the lives of believers. In addition to remain in Christ, knowledge of God and Christ’s own will is essential to be able to enjoy the peace of God in abundance. The introduction is not the introduction of unilateral, ie only know God personally or only Christ alone, but to know God, Christ and the Holy Spirit. And for that all required whose name the struggle. Know a person with care needs its own struggle and also in time. Example of a previous marriage who would surely struggle to get to know their partners each and it takes quite a long time and not just looking at a glance. Even the process to know each other better will continue to take place in life for a life of illegitimate. Thus the introduction of God we will also never have enough because God’s word very in to be investigated. The most important thing for us is to continue to strive to know God properly and in accordance with His word we will be overwhelmed and enjoy the peace and grace. Let us seek earnestly to know God and He will appear like the dawn, and come like rain to overwhelm us with His peace (Hosea 6:3).

GOD LIKES KNOWING HIM, MORE THAN THE  SACRIFICES.

13 November 2010

Dalam Damai Sejahtera ( Prosper in Peace )

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By WSB Editorial Staff

99SABTU, 13 NOPEMBER 2010

1 PETRUS 5:12-14

“Berilah salam seorang kepada yang lain dengan cium yang kudus. Damai sejahtera menyertai kamu sekalian yang berada dalam Kristus. Amin” (ayat 14).  Petrus menutup suratnya yang pertama dengan menyertakan salamnya. Dengan perantaraan Silwanus yang ia anggap sebagai saudara yang dapat diperca yai, ia berusaha untuk menasehati jemaat yang ada dalam perantauan. Nasehat-nasehat itu adalah kasih karunia Allah, maka ia mendorong mereka untuk berdiri teguh didalamnya. Pada akhirnya Petrus menyer takan berkat damai sejahtera Allah bagi mereka. Tapi perlu disadari dan diperhatikan bahwa berkat damai sejahtera tersebut akan menyertai dan menjadi bagian mereka yang tetap tinggal dalam Kristus. Tanda bahwa seorang benar-benar tetap tinggal dalam Kristus adalah mereka tidak hidup menurut tingkah laku dunia, tapi tetap mengembangkan gaya hidup yang sesuai dengan panggilannya sebagai orang percaya, karena tidak mungkin Allah memberikan damai sejahtera-Nya sementara yang bersangkutan hidup dalam rupa-rupa hawa nafsu dan persahabatan dengan dunia. Damai sejahtera Allah menghadirkan ketenangan dalam hidup kita. Damai sejahtera Allah membuat kita kuat dan tidak takut menghadapi berbagai bentuk tantangan dan penderitan karena kebenaran. Damai sejahtera Allah membuat kita tidak kuatir menjalani kehidupan kita sehari-hari dengan berbagai kebutuhannya. Tapi ketahuilah bahwa damai sejahtera akan di limpahkan Allah kepada orang yang hidup benar dan berkenan kepada-Nya, yakni kepada setiap orang yang tidak hidup dalam hawa nafsu dunia, tapi yang mau dan rela melakukan kehendak-Nya dengan setia. Menjadi ciptaan baru dan hidup dalam kehendak Allah melalui tuntunan firman-Nya, itulah yang akan membuat damai sejahtera Allah dilimpahkan atas kita (Galatia 6:15-16).

 HIDUPLAH DALAM DAMAI SEJAHTERA ALLAH.

SATURDAY, 13 NOVEMBER 2010
1 PETER 5:12-14

“Give greetings to one another with a holy kiss. Peace be with you all who are in Christ. Amen “(verse 14). Peter closes his first epistle to include greeting. With the mediation of Silvanus, which he regarded as brothers who can be trusted, he tried to advise the congregation who is in overseas. Advice that is the grace of God, so he encouraged them to stand firm in it. In the end, thanks to Peter include the peace of God for them. But we need to realize and note that the blessing of peace will accompany and be part of those who remain in Christ. Signs that a truly remain in Christ is that they do not live according to the behavior of the world, but still develop a lifestyle consistent with his calling as a believer, because it is impossible that God gives His peace while living in the respective varieties of weather lust and friendship with the world. And the peace of God to bring peace in our lives. And the peace of God makes us strong and not afraid to face various forms of challenge and suffering because of righteousness. And the peace of God makes us not worry live our lives everyday with different needs. But know that the peace will be given by God to the people who live right and pleasing to Him, that is to everyone who does not live in a world of lust, but who want and are willing to do His will faithfully. Being a new creation and live in the will of God through the guidance of his word, that’s what will make the peace of God bestowed upon us (Galatians 6:15-16).LIVE IN PEACE GOD PROSPER.

12 November 2010

Sadar dan berjagalah ( Conscious and Guard )

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Renungan Harian | Tag

09sept27rRenungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread BIlingual Edition ) By WSB Editorial

JUM’AT, 12 NOPEMBER 2010

1 PETRUS 5:1-11

 “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya” (ayat 8).  Kepemimpinan didalam Allah adalah ketelada nan. Untuk itulah rasul Petrus mengingatkan kepada para penatua jemaat supaya mereka menunjukkan keteladanan dalam menggembalakan dan bukan menguasai ataupun memerintah. Dan hal itupan harus dikerjakan dalam tanda pengabdian diri dan bukan untuk mencari keuntungan bagi diri sendiri. Dengan demikian mereka akan mendapat mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu. Dalam kesemuanya itu, baik penatua maupun jemaat harus menyadari sepenuhnya bahwa mereka memiliki lawan yang tidak kelihatan, yakni si iblis, yang berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum mencari orang yang dapat ditelannya. Memang si iblis dapat menimbulkan penderitaan, tapi Allah akan melengkapi, meneguhkan dan menguatkan semua orang percaya untuk mampu menanggungnya, sehingga mereka dapat melawan iblis dengan iman yang teguh. Dalam pada itu sikap merendahkan diri dihadapan Allah adalah hal mutlak untuk dilakukan oleh semua orang percaya. Iblis adalah lawan semua orang percaya, tidak peduli kedudu kan rohaninya, dan ia memiliki strategi berjalan keliling sambil mengaum-aum seperti singa untuk menim bulkan ketakutan dan mengalahkan orang percaya. Dan jika kita sudah mengerti dengan strategi iblis tersebut, sudah seharusnya kita mengambil sikap untuk selalu sadar dan berjaga-jaga. Jangan meremehkan iblis dan merasa diri kuat atau sanggup menghadapinya. Ingat dia itu licik, maka bila kita tidak berjaga-jaga kita bisa masuk dalam perangkap tipu dayanya sehingga tanpa kita sadari kita telah berada dalam pengaruh dan kuasanya. Karena itu, berjaga-jagalah didalam doa dan ucapan syukur, berdirilah teguh dalam iman dan bersikaplah sebagai laki-laki dan tetap kuat sehingga kita tidak masuk dalam perangkap iblis (1 Korintus 16:13).

 JANGAN TIDUR, TAPI BERJAGA-JAGALAH.

Friday, 11 NOVEMBER 2010

1 Peter 5:1-11

“Wake up and watch! Because your adversary the devil, walks around like a roaring lion looking for someone to devour “(verse 8). Leadership in God is exemplary. For this reason the apostle Peter reminded the elders of the church so that they demonstrate exemplary in herding and not controlling or governing. And it must be done through the dedication itself and not to seek profit for themselves. Thus they will receive the crown of glory that can not wither. In all of them, both elders and the congregation should be fully aware that they have an invisible opponent, namely the devil, who runs around like a roaring lion looking for someone to devour. Indeed, the devil can cause suffering, but God will complement, strengthen and reinforce all believers to be able to bear it, so they can fight the devil with faith. In the meantime servility before God is the absolute thing to be done by all believers. Satan is the opposite of all believers, regardless of spiritual condition, and he has a strategy of walking around with a roar like a lion to cause fear and defeat the believer. And if we are to understand the strategy of the devil, should we take the attitude to always be aware and on guard. Do not underestimate the devil, and feel themselves strong or able to deal with it. Remember he was sly, so if we will not watch us get into the trap of their tricks so that without us knowing we have been under the influence and power. Therefore, keep watch in prayer and thanksgiving, stand firm in your faith and be a man and stay strong so we do not enter the trap of the devil (1 Corinthians 16:13).

DO NOT SLEEP, BUT WATCH.

11 November 2010

Bersuka cita dalam penderitaan ( Rejoice in so much pain )

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Renungan Harian | Tag

Renungan  Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By WSB Editorial Staff

handheavensh1KAMIS, 11 NOPEMBER 2010

1 PETRUS 4:12-19

“Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya” (ayat 13). Iman dan penderitaan. Bagaimana orang percaya memandang penderitaan beda dengan orang dunia memandang nya. Jika orang dunia memandang penderitaan sebagai nasib atau takdirnya, orang percaya harus meman dangnya sebagai ujian iman, asal ia menderita karena kebenaran. Dan jika orang dunia menghadapi dengan keluh kesah dan persungutan, orang percaya menghadapinya dengan sukacita dalam  pengharapan. Sukacita hadir ketika orang percaya sadar dan mengerti bahwa apabila ia menderita karena kebenaran, berarti Roh kemuliaan ada padanya dan juga ia memiliki pengharapan akan turut bersukacita pada waktu Kristus menyatakan kemuliaan-Nya. Dengan kenyataan yang ada tersebut, janganlah hendaknya orang percaya menderita karena berbuat jahat. Oleh karena itu, baiklah setiap orang yang karena kehendak Allah harus mengalami penderitaan, tetap menyerahkan jiwanya kepada Allah dan tetap selalu berbuat baik. Jika kita menderita karena kebenaran dan dengan penuh kesabaran dan sukacita kita menanggungnya, maka Allah akan dipermuliakan dan kita mendapat pujian. Tapi jika kita menderita karena kesalahan sendiri ataupun karena perbuatan jahat yang kita lakukan, berarti kita mempermalukan nama Tuhan dan wajar bila kita dihinakan. Penderitaan karena kebenaran yang sedang dialami juga bukan alasan untuk tidak berbuat kebaikan, sebaliknya justru ketika dalam penderitaan kita tetap berbuat baik, kita sesungguhnya sedang mengumpulkan harta yang kekal. Ingatlah bahwa semua penderitaan didunia ini ringan tapi mengerjakan kemuliaan kekal yang melebihi segalanya, jauh lebih besar daripada penderitaan yang ada (2 Korintus 4:17).

KEMULIAAN KEKAL TIDAK SEBANDING DENGAN PENDERITAAN.

THURSDAY, 11 NOVEMBER 2010

1 PETER 4:12-19

“On the contrary, rejoice, according to the part that you can be in the sufferings of Christ, so that you also may rejoice and be glad when He declared His glory” (verse 13). Faith and suffering. How can people believe in looking suffering people of the world looked different with her. If the world view of suffering as fate or destiny, believers should view it as a test of faith, as long as he is suffering because of righteousness. And if the world faced with complaints and grumbles, believers meet it with joy in hope. The joy comes when believers realize and understand that if he suffered because of the truth, it means that the Spirit of glory in him and also he has hope will also rejoice at the time of Christ reveals His glory. With the fact that there is, believers should not suffer for doing evil. Therefore, let every man who by the will of God must have suffered, still gave his soul to God and remain always do good. If we suffer because of righteousness, and with patience and joy we endure it, then God will be glorified and we get the credit. But if we suffer for his own mistakes or because of bad deeds we do, we are shaming the name of God and the fair when we are humiliated. Suffering is being experienced because the truth is no excuse for not doing good, instead they were when the suffering we continue to do good, we really are the eternal treasures. Remember that all suffering in this world the glory of eternal light, but doing that above all things, far greater than any suffering (2 Corinthians 4:17).

ETERNAL GLORY BY SUFFERING NOT COMPARABLE

10 November 2010

Pengurus yang baik ( The Good Manager )

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Dwui Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By WSB Editorial Staff

berdoaRABU, 10 NOPEMBER 2010

1 PETRUS 4:7-11

“Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah” (ayat 10). Allah menghendaki bahwa hidup orang percaya benar-benar beda dengan model kehidupan dunia bukan hanya dalam iman dan rohaninya tapi juga dalam bertindak-tanduk. Model kehidupan orang dunia yang belum mengenal Allah nyata dalam perbuatan yang digerakkan oleh hawa nafsu dan keinginan dosa. Tidak demikian hendaknya hidup orang percaya, bahkan sebaliknya mereka harus hidup dalam suasana saling mengasihi, suka mengulurkan tangan dan memberi bantuan tanpa keterpaksaan dan persungutan. Kasih karunia Allah, yakni keselamatan, harus dikerjakan dan bukan hanya dibanggakan. Hidup saling melayani dengan segenap hati dan dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah. Pendek kata hidup orang percaya adalah hidup yang dikuasai dan digerakkan oleh kasih Allah sehingga dalam segala hal Allah dimuliakan. Dengan cara hidup yang demikian, berarti orang percaya telah tampil sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah. Jika sebagai orang percaya kita dikatakan sebagai pengurus dari kasih karunia, berarti kita harus siap untuk mempertanggungjawabkan  kasih karunia yang telah kita terima. Allah sudah melengkapi kita dengan karunia-Nya supaya kita bisa menjadi pengurus yang baik dari kasih karunia Allah. Yang perlu kita kerjakan adalah mempergunakan setiap karunia yang Allah berikan untuk kita hidup saling melayani satu dengan yang lainnya. Dan untuk itu setiap orang hendaknya tidak hanya memperhatikan kepentingannya sendiri tapi kepentingan orang lain juga. Jangan menjadi fasik dengan menyalahgunakan kasih karunia Allah untuk melampiaskan hawa nafsu, jangan membuatnya menjadi sia-sia, tapi jadilah pengurus yang baik (2 Korintus 6:1).

JANGAN MENJAUHKAN DIRI DARI KASIH KARUNIA ALLAH.

WEDNESDAY, 10 NOVEMBER 2010

1 Peter 4:7-11

“Serve one another, according to the gifts that have been obtained by each person as a good administrator of the grace of God” (verse 10). God willed that believers live really different from the model of the world lives not only in faith and spiritual but also in acting-horn. Model life of the world who do not know the real God in the act which is driven by the passions and sinful desires. Not so should the lives of believers, on the contrary they must live in an atmosphere of mutual love, love to reach out and provide assistance without any compulsion and lamentations. The grace of God, namely safety, must be done and not just be proud. Living to serve one another with all your heart and with the power granted by God. In short the lives of believers is to live a controlled and driven by the love of God so that in everything God is glorified. By way of living that way, meaning people believe has been featured as a good manager of God’s grace. If as believers we are said to be a board of grace, means that we must be prepared to account for the grace we have received. God provides us with His grace so that we can become good managers of God’s grace. What we need to do is to use every gift that God gives us to serve each other live with each other. And for that every person should not only consider its own interests but the interests of others as well. Do not be wicked to abuse the grace of God into lasciviousness, do not make it in vain, but be a good manager (2 Corinthians 6:1).

DO NOT SHY AWAY GIFTS OF LOVE GOD

9 November 2010

Gunakan dengan Bijak ( Use Wisdom )

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By WSB Editorial Staff

gse_multipart28152SELASA, 9 NOPEMBER 2010

1 PETRUS 4:1-6

“Supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tapi menurut kehendak Allah” (ayat 2).   Penderitaan badani Kristus adalah jejak yang harus diteladani oleh setiap orang percaya. Maksud dari diijinkannya oleh Allah orang percaya mengalami penderitaan karena kebenaran salah satunya adalah menghentikan perbuatan dosa. Dengan lain kata Allah mau memisahkan orang percaya dari dunia, bukan mengangkatnya secara jasmani dari dunia ini tapi memisahkan perbuatannya sehingga nampak perbedaan antara orang yang beribadah kepada Allah dan yang tidak beribadah kepada-Nya. Tidaklah ada artinya bagi Allah jika orang percaya juga tetap melakukan perbuatan jahat seperti yang diperbuat oleh orang yang belum mengenal Allah. Ketika orang percaya tetap hidup dalam perbuatan lama nya, dunia juga memandang bahwa sama saja antara dirinya dengan orang percaya sehingga membuat mereka juga tidak tertarik untuk mengenal Allah. Dan penderitaan badani bisa menghentikan perbuatan sia-sia tersebut sehingga waktu yang sisa tidak lagi dipergunakan untuk hidup menurut rupa-rupa keingina n dan hawa nafsu dunia tapi menurut kehendak Allah. Hawa nafsu dunia dengan perbuatan jahatnya tidak akan pernah mengenal kata cukup, satu kejahatan akan membawa kepada perbuatan jahat lainnya, sehingga jika dituruti akan membuat seorang menjadi semakin jahat. Sadarlah bahwa sebagai milik Allah kita tidak boleh menuruti keinginan hawa nafsu dunia, sebaliknya kita harus hidup menurut kehendak Allah. Jangan terus gunakan waktu yang Allah berikan untuk memuaskan keinginan daging, tapi perguna kan untuk menyenangkan hati Tuhan. Jangan bodoh, tetapi usahakanlah untuk mengerti kehendak Tuhan, perhatikan dengan seksama bagaimana kamu hidup, jangan seperti orang bebal tapi seperti orang arif (Efesus 5:15-17).

PERGUNAKANLAH WAKTU YANG ADA DENGAN BIJAKSANA.

TUESDAY, 9 NOVEMBER 2010
1 PETER 4:1-6

“So when the rest do not you use human desires, but according to the will of God” (verse 2). Physical suffering of Christ is the trail that must be exemplified by every believer. The purpose of allowing the God of believers have suffered because of the truth of one of them is to stop acts of sin. In other words God would separate the believer from the world, not lifted bodily from this earth but to separate his actions so that the visible difference between those who worship God and who does not worship Him. It is not nothing to God if people believe also continue to do something evil like that done by people who do not know God. When people believe still lives in his old deeds, the world also considers that the same thing between himself and making people believe they are also not interested to know God. And physical suffering can stop the futile act so that the remaining time is no longer used to live according to different kinds of desires and passions of the world but according to the will of God. The passions of the world with his evil deeds will never know the word enough, one crime will lead to other evil deeds, so that if followed would make a becoming evil. Realize that as belonging to God we must not indulge the passions of the world, rather we should live according to God’s will. Do not continue to use the time that God gave to satisfy the lust of the flesh, but perguna it to please God. Do not be stupid, but get yourself to understand God’s will, consider carefully how you live, do not like fools but as wise (Ephesians 5:15-17).

REDEEMING THE TIME WISELY.

 

8 November 2010

Tidak Takut menderita ( No Fear To Suffering )

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By WSB Editorial Staff

imageSENIN, 8 NOPEMBER 2010

1 PETRUS 3:13-22

“Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar” (ayat 14).  Hidup dalam suasana kasih dan damai tanpa disadari menjadi perlindungan bagi setiap orang yang mempraktekkannya. Dalam hidup perdamaian dengan semua orang yang didasari oleh kasih, peluang orang untuk berbuat jahat  jadi semakin kecil. Tapi, jika Allah mengijinkan untuk menderita karena kebenaran, itu adalah kasih karunia. Sebagaimana Kristus telah menderita bukan karena berbuat salah, tapi demi keselamatan manusia, demiki an juga hendaknya setiap orang percaya harus siap menderita karena kebenaran dan bukan karena berbuat jahat. Jika penderitaan Kristus sampai mati di kayu salib telah membuka peluang untuk Ia memberitakan Injil kepada roh-roh yang tertawan, penderitaan karena kebenaran yang dialami orang percaya juga bisa mendatangkan kebaikan bagi mereka yang belum mengenal Allah. Untuk itu orang percaya tidak harus takut jika mengalami penderitaan karena kebenaran. Kesabaran dalam menanggung penderitaan terjadi jika Kristus telah bertakhta sebagai Tuhan dalam hati orang percaya. Menderita karena kejahatan ataupun kesalahan sendiri memang menimbulkan kerugian bagi yang mengalaminya. Tapi penderitaan karena kebenaran justru membawa keuntungan dan kebaikan bagi yang dilatih olehnya. Tidak ada orang yang suka mengalami penderitaan, tapi siapa yang sanggup untuk mengelakkanya jika Allah sendiri yang meng ijinkanya? Lebih baiklah kita memandang bahwa menderita karena kebenaran bukanlah hal yang menakut kan, maka kita akan dapat menanggungnya dengan segala kesabaran. Karena itu katakan kepada diri sendiri bahwa aku tidak takut oleh sebab Tuhanlah yang menjadi penolongku, apakah yang dapat dilaku kan manusia terhadap aku? (Ibrani 13:6).

JANGAN TAKUT SEBAB TUHAN BESERTA KITA

MONDAY, 8 NOVEMBER 2010 
 1 PETER 3:13-22

“But even if you should suffer for righteousness, you are blessed. So do not fear what they fear and do not be afraid “(verse 14). Living in an atmosphere of love and peace unwittingly becomes the protection for everyone who practice it. In a life of peace with all people based on love, the opportunity for people to do evil to be getting smaller. But, if God allowed to suffer because of righteousness, it is grace. As Christ has suffered not because of doing wrong, but for the sake of human salvation, so too should every believer must be prepared to suffer for the truth and not for doing evil. If the suffering of Christ to death on the cross He has opened up opportunities to preach the gospel to the spirits of the captives, because the truth of suffering experienced by the believer can also be good to those who do not know God. For that believers should not fear if you have suffered because of the truth. Patience in suffering happens when Christ enthroned as Lord in the hearts of believers. Suffer because of crime or fault itself is causing harm to the experience. But the truth of suffering because it brings benefit and goodness to those who were trained by him. Nobody likes to suffer, but who is able to avoid it if God himself who mengijinkanya? More let us consider that suffer because the truth is not a scary thing right, then we will be able to bear it with great patience. Therefore say to myself that I was not afraid because of God who became my helper, what can not you people done to me? (Hebrews 13:6).

DO NOT BE AFRAID CAUSE WITH OUR LORD.