Get Adobe Flash player
31 July 2010

Dikuasai damai ( mastered peace )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso, WSB Editorial Staff

imagepostSABTU, 31 JULI 2010

2 TESALONIKA 3:16-18

               “Dan Ia, Tuhan damai sejahtera, kiranya mengaruniakan damai sejahtera-Nya terus menerus, dalam segala hal, kepada kamu. Tuhan menyertai kamu sekalian.” (ay. 16). Rasul Paulus tidak pernah lepas untuk memberikan suatu janji berkat damai sejahtera yang berasal dari Tuhan. Yang berarti bahwa Rasul Paulus, benar-benar menginginkan timbul suatu damai sejahtera di dalam setiap jemaat. Namun bukan sembarang damai sejahtera, tetapi sejahtera yang ia rindukan adalah damai sejahtera dari Tuhan yang bersifat terus-menerus. Dan jika damai sejahtera Allah yang menguasai jemaat dan juga dirinya, maka akan terjalin suatu hubungan yang harmonis dan baik diantara mereka. Bahkan Paulus juga memohon kepada Tuhan, agar mengaruniakan penyertaan-Nya terhadap masing-masing mereka. Tidak henti-hentinya ia memohon Kasih karunia dan penyertaan Tuhan Yesus. Begitu juga halnya dengan pemimpin kita. Pastilah mereka merindukan suatu damai sejahtera terjadi di dalam kehidupan dan lingkungan kita, dan juga mereka pasti  tetap memohonkan doa kepada Tuhan agar kita tetap di sertai oleh-Nya. Oleh sebab itu kita juga harus tetap mendoakan setiap pemimpin kita, agar mereka juga hidup dengan damai sejahtera dan senantiasa berada dalam penyertaan Tuhan. Berkat bukan hanya hal –hal yang bersifat materi yang dunia miliki, tapi kasih karunia dan damai sejahtera adalah berkat besar yang tidak bisa dunia berikan. Kasih karunia dan damai sejahtera hanya Tuhan saja yang dapat memberikannya karena Dialah sumber kasih karunia dan damai sejahtera. Jangan ukur berkat hanya dengan materi. Allah memanggil kita untuk hidup dalam damai sejahtera, marilah kita juga mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera (Roma 14:19).

 ORANG YANG TEGUH HATI DIJAGAI ALLAH DENGAN DAMAI SEJAHTERA.

 SATURDAY, 31 JULI 2010

2 Thessalonians 3:16-18

              “And He, the Lord of peace, would grant His peace continually, in all things, to you. God be with you all. “(V. 16). The Apostle Paul never loose to give a promise of peace blessing that comes from God. Which means that the Apostle Paul, really wants a peace arises within each congregation. But not just any peace, but peace that he longed for the peace of God which is ongoing. And if the peace of God which controls the church and also himself, it will knit a harmonious and good relations among themselves. Even Paul also pleaded to God, that gave his investment against each of them. Endlessly she pleaded grace and inclusion of the Lord Jesus. It’s the same with our leaders. Surely they yearn for a peace happen in life and our environment, and also they would still pray a prayer to God to keep us on Facebook by him. Therefore, we must also keep praying for each of our leaders, that they also live with peace and inclusion will always be in God. Thanks to not only the things that have the character of the material world, but the grace and peace is a great blessing that the world can not give. The grace and peace that only God alone can give it because He is the source of grace and peace. Do not be measured only with material blessings. God calls us to live in peace, let us also pursue what brings peace (Romans 14:19).
 
PEOPLE WHO PERTINACIOUS, PROTECTED BY THE PROSPEROUS PEACE WITH GOD.

30 July 2010

Hidup terpelihara (Living Maintained )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread BIlingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso, WSB Editorial Staff

gse_multipart36955JUM’AT, 30 JULI 2010 

2 TESALONIKA 3:1-15 

 “Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat” (ay. 3). Sekalipun Paulus adalah seorang rasul, tapi ia juga masih seorang manusia yang juga butuh  bantuan dari yang lain. Maka iapun tidak malu untuk meminta kepada jemaat Tesalonika supaya mendoakan dirinya, bukan untuk kepentingannya pribadi, tapi demi perkembangan Injil, yakni  supaya Firman Tuhan beroleh kemajuan dan dimuliakan, dan  agar mereka sendiri juga jauh dari tantangan pengacau dan orang-orang jahat yang di hadapi oleh Jemaat. Paulus juga memberikan janji dan penghiburan dan kekuatan dari Firman Tuhan, bahwa Tuhan  tidak akan pernah meninggalkan setiap orang percaya sehingga mereka larut di dalam kejahatan, dan di dalam kekacauan. Dia pasti memelihara kehidupan setiap orang percaya. Paulus juga memberikan pesan-pesan kepada jemaat di Tesalonika supaya segala pesan yang ia berikan dapat dilaksanakan jemaat Tesalonika, sama halnya juga dengan Paulus, yang harus juga melakukan tugasnya. Pesan Rasul Paulus di dalam bagian ini sangat keras, karena Ia memberi pesan kepada mereka supaya setiap orang yang tidak bekerja, tidak boleh makan. Semua itu dimaksudkan demi ketertiban ditengah-tengah jemaat itu sendiri. Maka ia memberi pesan supaya tidak hidup bergaul dengan orang tersebut, dalam arti bukan memusuhinya tapi tetap menuntun dan mendidik yang bersangkutan dengan menerapkan disiplin. Jika setiap orang tahu akan tugas dan tanggungjawabnya dan melakukannya, akan menjadi kelompok jemaat yang tertib dan kuat dalam menghadapi apa yang jahat. Bagian kita adalah tunduk dan melakukan firman Tuhan, maka Allah juga akan melakukan bagian-Nya untuk memelihara kita didalam kekuatan-Nya (1 Petrus 1:5).  

DALAM NAMA-NYA ADA JAMINAN PEMELIHARAAN.

 Friday, 30 JULI 2010

2 Thessalonians 3:1-15

“But God is faithful. He will strengthen your heart and keep you from evil “(v. 3). Although Paul was an apostle, but he’s also still a human being who also need help from others. So he is not ashamed to ask the Thessalonians to pray for him, not for personal interests, but for the sake of development of the gospel, namely that the Word of God might receive the progress and glorified, and that they themselves are far from vandals and challenge the bad guys are in the face by congregation. Paul also gave a promise and consolation and strength from God’s Word, that God will never leave each person to believe that they are soluble in the crime, and in the chaos. He must maintain the life of every believer. Paul is also giving messages to the church at Thessalonica that he gave all the messages can be implemented Thessalonians, as well as with Paul, who must also do its job. The Apostle Paul’s message in this section is very hard, because he gave a message to them so that anyone who does not work, should not eat. All were intended for public order amid the church itself. So she gave the message that life is not hanging out with that person, in a sense is not hostile but still guiding and educating concerned with discipline. If everyone knew would be the duties and responsibilities and do it, would be an orderly church groups and strong in the face of what is evil. Section we are submissive and do the word of God, God will also do his part to maintain our strength in Him (1 Peter 1:5).

IN HIS NAME WAS GUARANTEE MAINTAINING SECURITY

 

 

29 July 2010

Pilihan Allah ( God Choice )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

gse_multipart36955Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso, WSB Editorial Staff

KAMIS, 29 JULI 2010

2 TESALONIKA 2:13-17

 “Akan tetapi kami harus selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara, yang dikasihi Tuhan, sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kamu dan dalam kebenaran yang kamu percayai.” (ay. 13). Ucapan syukur Rasul Paulus kepada Allah, disebabkan pemilihan Allah terhadap Jemaat di Tesalonika. Membuktikan bahwa keselamatan yang diterima oleh jemaat di Tesalonika itu bukan karena suatu perbuatan yang mereka perbuat kepada Paulus, tetapi oleh karena pilihan Allah terhadap mereka, bersamaan dengan kebenaran yang dipercayai oleh jemaat di Tesalonika. Sehingga Rasul Paulus memberikan peringatan yang keras kepada mereka supaya mereka tetap berdiri teguh dan berpegang pada ajaran-ajaran yang di berikan oleh Paulus. Dipilih Allah untuk diselamatkan sama dengan mendapatkan anugerah yang tak ternilai, dan hal itu patut untuk disyukuri baik oleh yang dipanggil maupun bagi yang lain yang juga telah mendapat karunia yang sama. Demikian kita menjadi orang-orang pilihan Allah karena kita adalah bagian orang yang percaya kepada Yesus Kristus. Bukan karena apa yang ada pada kita maka Ia yang memilih kita, tapi itu adalah anugerah dan juga karena Ia memiliki rencana yang indah bagi setiap orang yang percaya. Ia yang telah memilih, Ia juga mengasihi, menganugrahkan penghiburan abadi, dan pengharapan kepada kita orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Bahkan Ia akan menghibur dan menguatkan hati kita di dalam pekerjaan dan perkataan yang baik. Dan jika Allah yang karena kasih-Nya telah memilih kita untuk diselamatkan, maka marilah kita berusaha dengan sungguh-sungguh supaya panggilan dan pilihan Allah atas kita makin teguh (2 Petrus 1:10).

 BERBAHAGIALAH ORANG YANG TERPANGGIL, YANG DIPILIH DAN YANG SETIA.

 THURSDAY, 29 JULI 2010

2 Thessalonians 2:13-17

“But we must always give thanks to God for you, brothers and sisters, who loved the Lord, because God from the beginning chose you for salvation in the Spirit who sanctifies you and you believe in the truth.” (V. 13). Paul’s thanksgiving to God, because God’s election of the Thessalonians. Prove that salvation is received by the church in Thessalonica was not because of an act they had done to Paul, but because of the choice of God against them, along with the truth believed by the church in Thessalonica. So the Apostle Paul gives a harsh warning to them to keep them to stand firm and hold to the teachings given by Paul. Chosen by God to be saved the same as getting a priceless gift, and it ought to be thankful for good by being called as well for others who also have got the same gift. Thus we become God’s chosen people, because we are part of people who believe in Jesus Christ. Not because of what is in us then He who chose us, but it is a gift and also because he has a wonderful plan for every believer. He who has chosen, he also loves, confers lasting comfort, and hope to our people who believe in the Lord Jesus Christ. Even as He will comfort and strengthen our hearts in the work and words of good. And if God because his love has chosen us to be saved, so let us try earnestly to the call of God upon our choices and the more steadfast (2 Peter 1:10).
BLESSED ARE THEY WHO ARE CALLED, THE CHOSEN AND FAITHFUL

28 July 2010

WASPADAI PENYESATAN (BEWARE OF MISDIRECTION )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Billingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso, WSB Editorial Staff

gse_multipart49345RABU, 28 JULI 2010

2 TESALONIKA 2:1-12

“Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa” (ayat 3). kembali Paulus mengingatkan jemaat Tesalonika tentang kedatangan Tuhan yang kedua kali. Iblis dengan tipu dayanya berusaha untuk menyesatkan sebanyak mungkin orang percaya, salah satunya dengan memakai janji akan kedatangan Yesus yang kedua kali. Suatu peringat-an yang tegas Paulus sampaikan bahwa ada orang-orang yang mengaku mendapat ilham roh ataupun mengaku membawa surat dari Paulus yang menyatakan hari Tuhan telah tiba. Semua itu hanya untuk membingungkan, menyesatkan dan membuat jemaat gelisah. Jemaat harus waspada supaya mereka tidak disesatkan oleh berbagi bentuk tipu muslihat iblis dengan para pengikutnya. Jemaat bisa mewaspadainya dengan melihat keadaan yang terjadi, karena sebelum hari itu murtad dan kedurhakaan akan menyatakan dirinya. Sedang kedurhakaan itu sendiri akan disertai dengan rupa-rupa tanda dan mujizat palsu. Sekarang kita hidup dipenghujung jaman akhir, maka kita harus lebih waspada lagi karena iblis juga lebih cerdik untuk memperdayakan orang percaya. Jangan menyandarkan iman kita pada tanda-tanda dan mujizat karena hal itu paling banyak dipakai oleh iblis. Memang mujizat Allah juga akan terus dinyatakan, tapi jangan iman kita berkajang atasnya. Sebalik nya nantikan saat kedatangan-Nya dalam segala kekudusan hidup. Dengarkan nasehat firman Tuhan yang lahir dari kebenaran dan kemurnian hati supaya kita tidak hanyut mengikuti kehendak roh yang menyesatkan sehingga tubuh, jiwa dan roh kita tetap terpelihara didalam Tuhan (1 Yohanes 4:6).

 DI DALAM KEBENARAN TIDAK ADA PENYESATAN.

WEDNESDAY, 28 JULI 2010

2 Thessalonians 2:1-12

Let no man deceive you gave yourself that way anyway! Because before that day must come first to be declared an apostate and lawless past, which should perish “(verse 3). again Paul reminds the Thessalonians about the coming of the Lord’s second. Devil with devil trying to mislead as many people believe, one of them by using the promise of the coming of Jesus’ second coming. An explicit warning of Paul to say that there are people who claim inspiration or claimed to bring the spirit of Paul’s letter stating the day the Lord has come. All that just to confuse, mislead and make the congregation uncomfortable. The Church must be vigilant lest they be misled by the deceit of the devil to share with his followers. Beware of the congregation could see the situation that happened, because before the day was apostate and evil will be revealed. Who’s perfidy itself will be accompanied by assorted signs and false miracles. Now we live in the era of late, so we must be more vigilant because the devil is also more clever to bamboozle people believe. Do not rely on our faith in the signs and miracles because it is the most widely used by the devil. It is a miracle of God will also continue otherwise, but do not rely upon our faith. Instead of waiting for his arrival Him in all holiness of life. Listen to the advice of the word of God that is born of truth and purity of heart so we will not follow the will of the spirits who wander astray so that the body, soul and our spirit is maintained in the Lord (1 John 4:6).

NO TRUTH IN MISDIRECTION

27 July 2010

Disempurnakan Allah ( Perfected by God )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso, WSB Editorial Staff

     gse_multipart49343  SELASA, 27 JULI 2010

   2 TESALONIKA 1:3-12

 “Karena itu kami senantiasa berdoa juga untuk kamu, supaya Allah kita mengganggap kamu layak bagi panggilan-Nya dan dengan kekuatan-Nya menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik dan me-nyempurnakan segala pekerjaan imanmu” (ayat 11). Kesuciaan hidup orang Tesalonika mendatangkan suatu kewajiban bagi Paulus dan kawannya untuk mengucap syukur kepada Allah. Iman dan kasih jemaat di Tesalonika bertumbuh dengan pesat karena iman mereka telah dijawab oleh Tuhan Yesus. Iman mereka bertumbuh karena mereka percaya tentang Firman Tuhan yang disampaikan oleh Paulus. Iman orang Tesalonika tidak luntur di dalam penganiayaan dan penindasan. Sekalipun orang Yahudi dan orang Yunani mencoba untuk memalingkan mereka dari iman mereka yang sejati kepada Kristus, mereka tetap tabah dan iman mereka tetap teguh. Pembelaan dan keadilan Allah dinyatakan atas mereka. Paulus berdoa supaya kekuatan Allah nyata dalam setiap perbuatan baik yang mereka lakukan bahkan menyempurnakannya. Paulus memakai mereka untuk menjadi teladan bagi jemaat-jemaat lain. Iman yang sehat dan benar itu kuat, dan kekuatannya nyata dalam kesusahan. Kesusahan-kesusahan yang menimpa kita bukan suatu tanda bahwa Allah meninggalkan kita, melainkan suatu bukti bahwa Allah menyertai dan menguatkan kita. Dalam kesusahan dan dalam penderitaan, kasih karunia, kekuatan dan kuasa-Nya akan lebih nyata daripada dalam waktu senang manakala kita lebih percaya kepada kekuatan Tuhan dari pada diri sendiri. Tetap beriman dan berharap kepada Tuhan  dalam segala kesusahan akan memperkaya kehidupan rohani kita. Kesusahan dan penderitaan bukan alasan untuk kita tidak berbuat baik, tetap lakukan pekerjaan iman kita dan Allah akan melakukan bagian-Nya untuk menyempurnakannya (1 Petrus 4:19).

JANGAN JEMU-JEMU BERBUAT BAIK.

 TUESDAY, 27 JULI 2010

2 Thessalonians 1:3-12

“Therefore we also pray always for you, that God may we assume you are eligible for call Him and by His power to improve your will to do good and completing all the work of your faith” (verse 11). Thessalonians sanctity of life brings an obligation for Paul and his friends to give thanks to God. Faith and love of the church at Thessalonica to grow rapidly due to their faith have been answered by the Lord Jesus. Grow their faith because they believe about God’s Word delivered by Paul. The faith of the Thessalonians did not fade in the persecution and oppression. Although Jews and Greeks are trying to turn them from their true faith in Christ, they remain steadfast and their faith remains firm. Defense and justice of God revealed to them. Paul prays that the power of God is manifest in every good deed they did even perfected. Paul wore them to be an example to other churches. A healthy and true faith is strong, and real strength in adversity. Sorrow-sorrow that struck us was not a sign that God abandoned us, but a proof that God is with and strengthen us. In sorrow and in suffering, grace, strength and His power will be more apparent than in the more pleased when we believe in the power of God than to himself. And wished to remain faithful to God in all the troubles will enrich our spiritual lives. Distress and suffering is no excuse for us not doing good, keep doing the work of our faith and God will do his part to improve it (1 Peter 4:19).

NEVER WEARY OF DOING GOOD.

26 July 2010

Dalam Kasih Karunia-Nya ( In His Grace )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso

gse_multipart28152SENIN, 26 JULI 2010

2 TESALONIKA 1:1-2

 “Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu” (ayat 2 ).   Pokok surat Tesalonika yang pertama adalah kedatangan Tuhan Yesus di dalam awan di angkasa. Paulus sudah memberitahukan dan mengajarkan hal itu pada waktu dia ada bersama mereka di Tesalonika. Jemaat di Tesalonika pada waktu itu sedang mengalami penderitaan yang sangat hebat, demikian juga dengan Paulus, Timotius dan silwanus. Jemaat menyangka bahwa murka Tuhan pada “hari Tuhan” sudah mulai menimpa mereka. Mereka menyangka bahwa mereka sudah memulai masa kesengsaraan seperti yang dikatakan Yesus akan menimpa mereka di Akhir zaman. Dalam surat yang ke dua inilah Rasul Paulus meluruskan kesalahpahaman itu. Paulus mengajarkan bahwa orang-orang saleh yang hidup pada masa itu tidak akan ditimpa oleh murka Tuhan. Tuhan Yesus akan kembali, dan pada waktu itu ia mempunyai suatu rencana untuk orang-orang saleh-Nya dan juga rencana bagi orang-orang berdosa yang menolak-Nya. Rasul Paulus dalam salamnya mengatakan bahwa Allah menjadi Bapa kita orang yang percaya. Seseorang itu tidak dapat menyebut Allah sebagai Bapa jika orang itu belum menerima Kristus. Kasih karunia Tuhan Yesus sudah melimpah ke atas anggota-anggota jemaat di Tesalonika. Mereka dilahirkan dari Roh Kudus, dan diperdamaikan dengan Allah dengan kematiaan Yesus Kristus, dan mereka berusaha taat kepada Kristus. Kasih karunia Allah menolong kita dalam tiap-tiap keperluan kita, baik sekarang maupun di alam kekekalan. Kita memperoleh damai sejahtera dalam tiap kegelisahan hati kita dan dalam setiap persoalan yang kita hadapi.  Maka, jaga diri supaya jangan sampai kita hidup jauh dari kasih karunia Allah agar tidak tumbuh akar yang pahit manakala menghadapi berbagai bentuk tantangan dan penderitaan (Ibrani 12:15).

BERTUMBUHLAH DALAM KASIH KARUNIA ALLAH.

MONDAY, 26 JULI 2010

2 Thessalonians 1:1-2

“Grace and peace to you from God our Father and the Lord Jesus Christ be with you” (verse 2). The first principal Thessalonians letter was the arrival of the Lord Jesus in the clouds in the sky. Paul has been told and taught about it at the time he was with them at Thessalonica. The church at Thessalonica, at that time was having a very great suffering, as well as with Paul, Timothy and Silvanus. The Church thought that the wrath of God on “the Lord’s day” had begun to overtake them. They think that they have started their period of misery as they say Jesus will befall them in the end times. In a letter to the second misconception is that the Apostle Paul set the record straight. Paul taught that the righteous ones who live in those days will not be overwritten by the wrath of God. The Lord Jesus will return, and at that time he has a plan for the righteous ones, and also his plans for sinners who rejected Him. The Apostle Paul in his greetings to say that God becomes our Father who believe. A person can not be referring to God as Father if that person has not accepted Christ. The grace of the Lord Jesus is overflowing into the rest of the congregation at Thessalonica. They are born of the Holy Spirit, and be reconciled to God by the death of Jesus Christ, and they try to obey Christ. The grace of God helped us in our every need, both now and in nature conservation. We obtain peace in our hearts and every anxiety in every issue we face. Then, keep myself alive so let’s not far from the grace of God so that no bitter root grows when facing various forms of challenge and suffering (Hebrews 12:15).

GROW IN GRACE GOD.

7 July 2010

Rela menderita baginya (Suffering for His Real )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) by Jeremia Puji Santoso, WSB Editorial Staff

RABU, 7 JULI 2010

KOLOSE 1:24-2:5

 “Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam daging ku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat” (ayat 24).  Kesadaran Paulus akan keutamaan Kristus dalam segala sesuatu dan bahwa ia juga telah dipanggil untuk menjadi pelayan-Nya, membuatnya tampil menjadi pelayan Kristus yang militan. Kristus telah begitu rupa menderita untuk keselamatan manusia, maka Paulus juga mau meneladani jejak-Nya, ia rela bahkan bersukacita boleh menderita untuk tubuh Kristus, yakni jemaat. Perjuangannya yang berat untuk jemaat dia jalani dengan sukacita karena dia tahu bahwa pelayanan yang dia kerjakan adalah pelayanan yang membawa pada kemuliaan karena ia memberitakan rahasia yang tersembunyi berabad-abad yang kaya dan mulia. Rahasia itu adalah Kristus, yang adalah pengharapan akan kemuliaan, dan didalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan. Karena itu memberitakan Kristus berarti memberikan kekayaan kekal kepada jemaat. Maka sekalipun ia juga harus mengalami penderitaan badani, Paulus menerimanya dengan bersukacita. Melayani Tuhan bukan untuk mencari hormat dan kemuliaan bagi diri sendiri, sebab jika pelayanan itu hanya untuk mencari kemuliaan bagi diri sendiri, kita tidak akan rela dan tidak akan tahan menderita karenanya. Sebaliknya, kesadaran bahwa Allah telah lebih dahulu melayani dan memberikan kekayaan yang tidak akan mampu diberikan oleh dunia, akan membuat kita  bergairah dalam melayani-Nya. Dan jika kita harus menderita karenanya, kita tidak akan bersungut-sungut, tapi bisa menerimanya dengan sukacita, dengan kata lain kita rela menderita dalam pelayanan. Jangan hanya mau enaknya atau kemuliaan saja, sebab kita dipanggil bukan hanya untuk percaya, tapi kita juga harus rela menderita bagi Kristus (Filipi 1:29).

IKUTLAH BERSEKUTU JUGA DALAM PENDERITAAN-NYA.

 WEDNESDAY, 7 JULI 2010
Colossians 1:24-2:5

“Now I rejoice that I may suffer because of you, and fulfill in my flesh what is lacking in the sufferings of Christ, for His body, the church” (verse 24). Paul would have the virtue of Christ Consciousness in all things and that he had also called to be His servants, making them appear to be the servant of Christ who militants. Christ has been so much suffering for the salvation of man, then Paul also wanted to emulate his footsteps, he should rejoice even willing to suffer for the body of Christ, which is the church. The heavy struggle for the church he lived with joy because he knew that the ministry he is doing is a ministry that brings the glory because he preached the secrets hidden for centuries a rich and noble. The Secret is Christ, who is the hope of glory, and in whom all the treasures of wisdom and hidden knowledge. Therefore preach Christ means to give eternal wealth to the church. And though he also must have suffered bodily, Paul accepted it with joy. Serving God is not to seek honor and glory for themselves, for if the ministry was only to seek glory for ourselves, we will not willingly and does not deserve to suffer for it. Conversely, the realization that God has first serve and give the wealth which will not be able to be given by the world, will make us passionate about serving Him. And if we must suffer for it, we will not grumble, but can receive it with joy, in other words we are willing to suffer in service. Do not just want maximum flexibility, or the glory of course, because we are called not only to believe, but we must also be willing to suffer for Christ (Philippians 1:29).
FOLLOW ALLIED  ALSO IN HER PAIN.

 

 

 

 

6 July 2010

Kristus yang Utama ( Christ the Main )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso, WSB Editorial Staff

gse_multipart36834SELASA, 6 JULI 2010

KOLOSE 1:15-23

 “Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu” (ayat 18).   Salah satu bukti pengenalan akan Allah adalah menyadari bahwa Allah telah melepaskan orang percaya dari kegelapan dan memindahkannya kedalam Kerajaan Terang, kerajaan Anak-Nya. Hal itu terjadi karena memang Allah bekerja melalui dan didalam Kristus: Ia menciptakan segala sesuatu baik yang dibumi dan disorga, yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan, singgasana maupun kerajaan, pemerintah maupun penguasa, didalam Kristus. Sebagai gambar Allah yang tidak kelihatan, Kristus telah ada dari segala sesuatu dan Ia lebih utama dari segala yang diciptakan karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam didalam Dia. Tidak berhenti sampai disitu, Kristus juga adalah kepala tubuh, yakni jemaat, Ia juga adalah yang sulung dan yang pertama bangkit dari antara orang mati. Melalui dan didalam Kristus pulalah Allah memperdamaikan segala sesuatu baik yang dibumi maupun yang dengan diri-Nya. Dan jika jemaat telah diperdamaikan dengan Allah didalam Kristus, maka Paulus mendorong dan menasehatkan supaya mereka bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang dari pengharapan Injil. Dengan segala kenyataan yang telah ada dan juga karya-Nya yang mulia, maka Dia menjadi yang utama dalam segala sesuatu. Maka, sudahkah Kristus juga menjadi yang utama dalam hidup kita? Tidak ada kekuatan, kuasa atau apapun juga yang sanggup menggantikan keutamaan Kristus karena hanya didalam Dialah Allah menyatakan kepenuhan-Nya. Karena itu, jadikanlah Kristus sebagai yang utama dalam hidup kita dengan jalan meng kuduskan-Nya dalam hati kita sebagai Tuhan (1 Petrus 3:15).

JANGAN ADA PADAMU TUHAN LAIN SELAIN  KRISTUS.

 TUESDAY, 6 JULI 2010
Colossians 1:15-23

“He is the head of the body, the church. He is the eldest, who first rose from the dead, that he is more mainstream in all things “(verse 18). One proof of knowledge of God is to realize that God has let go of believers from the darkness and move it into the Kingdom of Light, the kingdom of His Son. It happened because God works through and in Christ: He created all things, both earthly and Heaven, which is visible or invisible, as well as the royal throne, the government or ruler, in Christ. As the image of the invisible God, Christ has existed from all things and He is greater than all creation because all the fullness of God was pleased to dwell in Him. Do not stop there, Christ is also head of the body, which is the church, He also is the oldest and the first rise from the dead. Through and propitiate God in Christ also the good things of earth and that to himself. And if the church has been reconciled with God in Christ, Paul encouraged and advised that they may persevere in the faith, stay firm and do not shake the hope of the Gospel. With all the reality that already exist and also His glorious works, then He became a major in everything. So, have also become the main Christ in our lives? No power, power, or anything that could replace the primacy of Christ because only He is God revealed in his fullness. Therefore, and teach Christ as first in our lives by His holy path to our hearts as Lord (1 Peter 3:15).
DO NOT YOU EXIST ANOTHER GOD,THAN OTHERS CHRIST

 

3 July 2010

Ketahui kehendak Allah ( God Will Know )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso, WSB Editorial Staff

gse_multipart28152SENIN, 5 JULI 2010

KOLOSE 1:3-14

 “Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna” (ayat 9).  Dalam setiap suratnya kepada jemaat-jemaat, Paulus senantiasa memulainya dengan ucapan syukur, itu bukanlah sekedar kebiasaan karena didalamnya mengandung berkat, doa dan harapan. Demikian pula dalam suratnya kepada jemaat di Kolose, Paulus juga mengucap syukur dan menaikkan doa untuk jemaat kepada Allah. Dari Epafras Paulus mendengar tentang kasih dan iman dari jemaat Kolose yang membangkitkan rasa syukur Paulus kepada Allah. Tapi Paulus berharap jemaat Kolose tidak berpuas diri sampai disitu, maka diapun menaikkan doanya kepada Allah supaya jemaat menerima segala hikmat dan pengertian yang benar supaya dapat mengerti kehen dak Allah dengan sempurna.  Mengerti kehendak Allah dengan sempurna membuat hidup jemaat layak dan berkenan kepada Allah dalam segala hal, dan mereka juga mampu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah. Jemaat juga akan dikuatkan dengan segala kekuatan Allah untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar. Adalah hal yang sangat indah untuk mengenal Allah dengan benar dan mengerti kehendak-Nya dengan sempurna. Namun untuk itu semua kita tidak bisa bersandar atau mengandalkan pengertian dan kebena ran kita sendiri. Kita butuh hikmat yang dari Allah untuk dapat mengenal Allah dan mengerti kehendak-Nya. Allah dan kehendak-Nya terlalu dalam untuk dikenal dan dimengerti oleh akal budi dan pikiran manusiawi kita. Jangan menjadi bodoh, mengetahui kehendak Allah tidak datang begitu saja, hal itu perlu perjuangan dan harus diusahakan (Efesus 5:17).

SIAPA TINGGAL DALAM ALLAH TAHU KEHENDAK-NYA.

MONDAY, 5 JULI 2010
Colossians 1:3-14

“We request that you receive all that true wisdom and understanding, to know the perfect will of God” (verse 9). In every letter to the churches, Paul always begin with thanksgiving, it is not just a habit because in it contains a blessing, prayers and hopes. Similarly, in a letter to the Colossians, Paul also give thanks and pray for the church to God. From Epaphras Paul heard about love and faith of the Colossians that evokes a sense of gratitude to God, Paul. But Paul hopes the Colossians not complacent until there, then he too raised his prayer to God that the church accepts all true wisdom and understanding so they can not understand the will of God perfectly. Perfectly understood the will of God congregations make life decent and acceptable to God in all things, and they were also able to give fruit in every good work and grow in the knowledge of God. The Church will also be strengthened with all power of God to bear all things with diligence and patience. It is so beautiful to know God properly and understand His will perfectly. Yet for all that we can not rely, or rely on understanding and kebena our own bed. We need wisdom from God to be able to know God and understand His will. God and His will is too deep to be known and understood by reason and our human minds. Do not be stupid, to know God’s will does not come just like that, it needs to struggle and must be cultivated (Ephesians 5:17).
GOD KNOWS WHO LIVED IN HIS WILL.

24 June 2010

Miliki Pikiran Kristus ( Have the mind of Christ )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso, WSB Editorial Staff

gse_multipart49343KAMIS, 24 JUNI 2010

 FILIPI 2:1-11

 “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus” (ayat 5).  Hidup dalam Kristus harus ditandai dengan nasihat yang murni, penghiburan kasih, persekutuan Roh, kasih mesra dan belas kasihan. Maka jemaat juga harus berjuang untuk sehati sepikir, satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, tidak mementingkan diri sendiri, rendah hati, dan tidak mencari pujian untuk diri sendiri. Paulus memberikan teladan yang sempurna untuk itu, yaitu Kristus sendiri, dan dengan itulah Paulus mengajarkan jemaat akan kerendahan hati. Tidak ada seorangpun yang dapat menyangkal keteladanan yang Kristus berikan, yang walaupun dalam rupa Allah tidak mengang gap keserupaan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, tapi telah mengosongkan diri sendiri dan mengambil rupa seorang hamba yang taat sampa mati. Akibatnya adalah pemuliaan dan peninggian dari Allah. Jadi, ketaatan dan kerendahan hati adalah jalan pemuliaan dari Allah. Merendahkan diri dan ketaatan bukanlah hal yang mudah, perlu penyangkalan diri yang sungguh. Merendahkan diri berarti berani melepas kebanggaan dan apapun yang kita anggap sebagai keunggulan diri sendiri atas yang lain, berani menjadi seperti orang miskin, berani menjadi seperti orang bodoh sekalipun memi liki semuanya, maka kita juga tidak akan mengaggap diri lebih hebat ataupun lebih baik. Sementara itu tidak bisa dipungkiri bahwa untuk meraih semua impian kesuksesan hidup harus melalui perjuangan yang tidak ringan. Maka perlu penyangkalan diri supaya tidak sombong dengan keadaan kita, dan untuk itu dibutuhkan ketaatan. Dan ketaatan itu sendiri merupakan suatu proses pembelajaran. Keberadaan dan semua yang ada pada kita adalah milik Tuhan yang harus rela kita lepaskan jika Ia menghendaki dan berlakulah seperti orang yang tak bermilik, sekalipun memiliki segala sesuatu (2 Korintus 6:10).

 BERBAHAGIA ORANG YANG MISKIN DIHADAPAN ALLAH.

 THURSDAY, 24  JUNI 2010 
  Philippians 2:1-11

“Be ye in your life together, put your thoughts and feelings that are also in Christ Jesus” (verse 5). Life in Christ should be marked by pure advice, encouragement, love, fellowship of the Spirit, affection and compassion. So the church also had to fight for one heart, same mind, one love, one soul, one purpose, selflessness, humility, and not seek praise for himself. Paul provides the perfect example for that, namely Christ himself, and with that Paul taught the church will be humility. No one can deny that Christ gave the example, that although in the form of God did not pick a gap similarity with God a thing to be grasped, but emptied himself and took the form of a servant who obeyed the required die. The result is the glorification and exaltation of God. Thus, obedience and humility is the path of the glorification of God. Humility and obedience is not easy, self-denial is really necessary. Humility and pride that dare to release whatever we think of as self-superiority over the other, dare to be like the poor, as people dare to be stupid even thinking possessed them all, then we also would not consider themselves more powerful or better. While it is undeniable that in order to achieve all your dreams of success through the struggles that life should not light. Self-denial is necessary in order not arrogant with our circumstances, and for that required obedience. And obedience itself is a learning process. The existence and all that is in us belong to the Lord that we must be willing to let go if he wants and Be like a man nothing, though possessing all things (2 Corinthians 6:10).

HAPPY PEOPLE ARE POOR BEFORE GOD