Get Adobe Flash player
22 December 2010

Kejatuhan yang dalam ( In The Fall )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By WSB Editorial Staff

bibleRABU, 22 DESEMBER 2010

WAHYU 2:1-7     

“Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat” (ayat 5).  Kepada jemaat di Efesus, Dia yang berfiman menampilkan diri sebagai yang memegang ketujuh bintang ditangan kanan-Nya dan berjalan diantara ketujuh kaki dian emas. Jemaat Efesus dipuji karena rajin dalam berjerih payah dan tekun, mereka juga sabar menderita karena dan tidak mengenal lelah. Tapi dibalik segala semaraknya pelaya nan dan pekerjaan yang mereka lakukan, dihadapan Dia yang berfirman semua itu hampir tidak ada artinya alias sia-sia oleh karena mereka lakukan semuanya itu diluar kasih. Ya, mereka telah meninggal kan kasihnya yang semula sehingga yang dilakukannya dihadapan Allah hanya sebatas kebiasaan. Untuk itu mereka harus bertobat dan kembali melakukan segala pekerjaannya didalam kasih, sebab jika tidak Allah akan mengambil kaki dian jemaat dari tempatnya. Dan siapa yang menang, yakni mereka yang tetap melakukan pekerjaannya didalam kasih, akan diberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah. Ini juga menjadi peringatan bagi kita dalam mengiring dan melayani Allah. Bukan semaraknya ataupun banyaknya pekerjaan dan pelayanan yang kita kerjakan yang dikehendaki Allah, tapi Allah menghendaki semua pekerjaan itu dilakukan karena dan didalam kasih. Jangan sampai kita sudah berusaha begitu rupa bekerja dan melayani tapi dihadapan Allah hal itu tidak berarti oleh karena dilakukan sebagai kebiasaan atau lebih parah lagi untuk mencari hormat dan kemuliaan bagi diri sendiri. Karena itu, lakukanlah segala pekerjaanmu didalam kasih, sesederhana apapun yang dapat kita perbuat (1 Korintus 16:14).

IMAN ITU BEKERJA OLEH KASIH.  

WEDNESDAY, 22 DECEMBER 2010

 Revelation 2:1-7
Therefore remember how deep you have fallen! Repent and do what you did at first. If not, I will come to you and I will remove your lampstand from its place, if you do not repent “(verse 5). To the church at Ephesus, He who berfiman present ourselves as who holds the seven stars of his right hand and walks among the seven golden candlesticks. The Church of Ephesus was praised for his diligent effort in the exhaust and diligent, they also suffer because of patient and tireless. But behind all the splendor of service and work they do, in front of him who spoke it almost does not matter aka useless because they do these things out of love. Yes, they have killed my love for the original so that it does in God’s sight only a habit. For that they should repent and re-do all the work within you, because if not God will take the church lampstand from its place. And who wins, those who remain do their work within you, will be fed from the tree of life in the Garden of Eden God. It’s also a warning to us in mengiring and serve God. Not the splendor or the amount of work and service we are doing the will of God, but God wants all the work was done by and in love. Let us not have attempted such a way to work and serve before God but that does not mean therefore be done as a habit or even worse to seek honor and glory for themselves. Therefore, do all your work in love, simple as anything we can do (1 Corinthians 16:14).

LOVE BY FAITH THAT WORK.

21 December 2010

Ilham Roh Kudus ( Holy Spirit inspiration )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By WSB  Editorial Staff

09sept27rSELASA, 21 DESEMBER 2010

WAHYU 1:9-19

 “Aku, Yohanes, saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam Kerajaan dan dalam ketekunan menan tikan Yesus, berada dipulau yang bernama Patmos oleh karena firman Allah dan kesaksian yang diberi kan oleh Yesus” (ayat 9).  Yohanes menempatkan dirinya sebagai saudara dan sekutu bukan hanya dalam menantikan Yesus ataupun dalam Kerajaan, tapi juga dalam kesusahan yang dihadapi oleh semua orang percaya. Apa yang ia tuliskan bukan sesuatu yang muncul dari rekaan hatinya sendiri, tapi pernya taan dan mandat yang ia terima dari Allah sendiri. Untuk itupun ia harus rela lebih dahulu untuk meng alami aniaya dan penderitaan karena firman Allah dan juga karena kesaksian akan Yesus Kristus. Roh Kudus menguasainya ketika ia dalam pembuangan di pulau Patmos dan mendapat perintah untuk menu liskan apa yang akan ia lihat. Dan hal pertama yang ia lihat adalah tujuh kaki dian dari emas, lalu penam pilan Anak Manusia ditengah-tengahnya dengan jubah yang sampai ke kaki dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas, kepala dan rambut-Nya putih metah, mata-Nya bagaikan nyala api, kaki-Nya mengkilap bagai tembaga dalam perapian dan suara-Nya bagai desau air bah. Dan Ia memegang tujuh bintang dengan tangan kanan-Nya, sedang dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua dan wajah-Nya bersinar bagai matahari yang terik. Itulah salah satu bukti bahwa apa yang tertulis didalam Alkitab adalah pernyataan dari Allah sendiri melalui ilham Roh Kudus yang menguasai hamba-hamba-Nya. Dan untuk itu semua mereka rela terlebih dahulu menderita karenanya. Maka jangan pernah anggap bahwa Alkitab adalah sekumpulan cerita yang hanya untuk dibaca dan dilupakan, tapi jadikan sebagai harta yang berharga dan perhatikanlah seperti memperhatikan pelita yang bercahaya dalam gelap (2 Petrus 1:19-21).

BAGI ORANG SUCI SEGALA SESUATU ADALAH SUCI.

TUESDAY, 21 DECEMBER 2010
Revelation 1:9-19
I, John, brother and ally in distress, in the Kingdom and the persistence waiting for Jesus, was the island called Patmos for the word of God and the testimony of Jesus” (verse 9). John positioned himself as a brother and an ally not only in waiting for Jesus or the Kingdom, but also the difficulty faced by all believers. What he wrote was not something that comes from his own invention, but the statement and the mandate he received from God himself. For even then he must be willing first to experience the mayhem and suffering for the word of God and also because the testimony of Jesus Christ. Holy Spirit prevail when he was in exile on the island of Patmos and had orders to write down what he saw. And the first thing he saw was seven candlesticks of gold, and the appearance of the Son of Man in the middle-center with robes that cover the legs and chest is winding belt of gold, the head and his white hair shining, his eyes like a flame of fire, His feet like polished copper in the fireplace and his voice like many waters. And He holds the seven stars in His right hand, while from His mouth come out sharp two-edged sword and his face shining like the sun is scorching. That is one proof that what is written in the Bible is a statement from God himself through the inspiration of the Holy Spirit who mastered his servants. And for that all they are willing to suffer for it in advance so do not ever think that the Bible is a collection of stories only to be read and forgotten, but use as a valuable treasure .  and look like a lamp that glow in the dark (2 Peter 1:19-21).

 

FOR THE SAINTS EVERYTHING IS HOLY

20 December 2010

Pemberian yang besar ( Giving large )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) by WSB Editorial Staff

Korban DiaSENIN, 20 DESEMBER 2010

WAHYU 1:4-8

 “Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada dihadapan takhta-Nya” (ayat 4).   Mengawali pewartaannya tentang apa yang sedang terjadi, akan terjadi dan kesudahan segala sesuatu dialam semesta ini, Yohanes menyapa penerima suratnya dengan salam kasih karunia dan damai sejahtera. Penerima surat itu adalah ketujuh jemaat di Asia kecil, yakni jemaat Efesus, Smirna, Pergamus, Tiatira, Sardis, Filadelfia dan Laodikia. Bukan damai sejahtera yang dari dunia ini, tapi damai sejahtera dan kasih karunia dari Dia, yang ada, dan yang sudah ada dan yang akan datang, dari Bapa yang kekal, Allah semesta alam, Allah diatas segala allah, dan dari Yesus Kristus , yang mengasihi dan melepaskan manusia dari dosanya melalui darah-Nya. Dia, yang adalah Alfa dan Omega, yang bersemayam ditempatNya yang maha tinggi dan maha kudus, akan datang kembali dengan awan-awan untuk menjemput umat ketebusan-Nya, maka setiap mata akan melihat dan semua bangsa dibumi akan meratap, termasuk mereka yang telah menikam-Nya. Bukankah ini merupakan berkat yang luar biasa juga bagi kita, orang percaya, umat ketebusan-Nya, dimana Dia, Allah yang besar dan dahsyat itu juga memberikan damai sejahtera dan kasih karunia-Nya kepada kita ? Jika seorang petinggi ataupun pejabat pemerintahan menyebut nama kita untuk sesuatu yang baik, kita pasti bangga, dan tidakkah kita akan lebih bangga lagi karena bukan hanya nama kita akan dipanggil-Nya, tapi Ia sendiri telah memberi kan tanda bahwa kita milik-Nya dengan memberikan damai sejahtera dan kasih karuniaNya? Ketahuilah dengan pasti bahwa apa yang Dia beri bukan seperti apa yang dunia beri, dan jika Dia sudah memberi kan damai sejahtera-Nya, maka jangan gelisah menghadapi apa yang akan terjadi (Yohanes 14:27)

.YANG DATANGNYA DARI ATAS DIATAS SEGALANYA.     

MONDAY, 20 DECEMBER 2010
Revelation 1:4-8

“From John to the seven churches in Asia Minor: Grace and peace be with you, from him who is and existing and future, and from the seven Spirits who are before His throne” (verse 4). He started preaching about what is happening, will happen and its sequel the wild things of this universe, John addressed his letter with greetings recipient of grace and peace. Recipient letter are seven churches in Asia Minor, which is the church of Ephesus, Smyrna, Pergamum, Thyatira, Sardis, Philadelphia and Laodicea. Not the peace of this world, but peace and grace from Him, that exist, and existing and future, of the Eternal Father, God of hosts, the God above all gods, and from Jesus Christ, who loves and releasing people from their sins through His blood. He, who is Alpha and Omega, the dwelling place of the most high and most holy, will come back with the clouds to meet the people who have redeemed him, every eye will see and all peoples on earth will mourn, including those who have stabbed him. Is not this an extraordinary blessing also for us, believers, people who have redeemed him, where He, God the great and terrible it also gives peace and His grace to us? If a high-ranking government officials or our name to something good, we would be proud, and we would not be even more proud because not only our names will be called upon Him, but He Himself has given signs that we belong to Him to give peace and grace? Know for sure that what He gave what the world is not like berries, and if He has given His peace, then do not be anxious to face what would happen (John 14:27)

THAT COMES FROM ABOVE,A BOVE ALL

18 December 2010

Sudah Siaplah Kita ( Are we prepare )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) by WSB Editorial Staff

cross_on_blueSABTU, 18 DESEMBER 2010

WAHYU 1:1-3

“Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis didalamnya, sebab waktunya sudah dekat” (ayat 3). Banyak kitab yang dianggap suci oleh masing-masing kelompok atau agama didunia, tapi Alkitab orang percaya tetap berbe da. Ditulis oleh tidak kurang dari empat puluh orang yang diilhami oleh Roh Kudus dengan masa penuli san mencapai ratusan tahun, Alkitab memberi informasi yang sangat jelas tentang awal mula segala sesuatunya dan juga akhir dari segala sesuatunya. Dimulai dari kitab Kejadian yang ditulis oleh Musa yang memberikan informasi awal dari segala sesuatunya, diakhiri oleh kitab Wahyu yang ditulis oleh rasul Yohanes yang memberikan informasi akhir dari segala sesuatunya ini. Apa yang sedang terjadi dan masih akan terjadi, tantangan-tantangan yang harus dihadapi oleh orang percaya dipaparkan denganjelas dalam kitab Wahyu ini. Maka berbahagialah mereka yang membacakannya, terlebih lagi yang mau men dengar dan menuruti apa yang ada tertulis didalamnya. Membaca, mendengar dan menuruti apa yang tertulis didalamnya membuat orang siap manakala harus menghadapi apa yang harus terjadi dan juga siap menyongsong kedatangan-Nya kali yang kedua. Kitab Wahyu bukan kitab yang menakutkan yang membuat sebagian orang enggan untuk membacanya, tapi memberi informasi apa yang akan terjadi. Dan dengan informasi yang diberikan, sudah seyogyanya kita mempersiapkan diri, tahu apa yang harus kita lakukan dan siap untuk menghadapinya, caranya dengan menuruti apa yang ada tertulis didalamnya. Hanya mereka yang telah siap sedia akan masuk dalam perjamuan malam kawin Anak Domba, jangan menjadi bodoh denan tidak melakukan persiapan, maka siapkan diri, turuti apa yang ada tertulis dalam Alkitab (Matius 25:10).

ORANG BIJAK MELIHAT MALAPETAKA, BERSEMBUNYILAH IA.

SATURDAY, 18 DECEMBER 2010
Are we prepared?

Revelation 1:1-3

“Blessed is he who reads and those who listen to the words of thisprophecy, and keep those things which are written therein: for the time is near” (verse 3). Many books that are considered sacred byeach group or religion in the

world, but Bible believers remaindifferent. Written by no less than forty people who were

inspired bythe Holy Spirit with the writing of hundreds of years, the

Bible givesvery clear information about the beginning of everything and also the

end of everything. Starting from the book of Genesis written byMoses who gave the initial

information from everything, capped by the book of Revelation, written by the apostle John who informs the end of these things. What is going on and still going to happen, the challenges faced by believers clearly described in the book ofRevelation. And blessed are those who read it, even more who will listen and obey what is written therein.

Read, hear and obey what is written in it to make people ready when the need to

face whatshould happen and also ready to

welcome his arrival the secondtime. The Book of Revelation is

not a scary book that makes somepeople reluctant to read it, but give information what will

happen.And with the information provided, we should already be prepared,know what we

should do and be ready to face it, the way to things which

are written therein. Only those who were ready to enter themarriage supper of the Lamb, do

not be stupid with no preparation,so prepare yourself, obey what is written in the

Bible (Matthew25:10).

WISE PEOPLE SEE HAVOC, HIDE HER.

17 December 2010

Penjaga yang Setia ( Guard The faithful )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By WSB Editorial Staff

10JUM’AT, 17 DESEMBER 2010

YUDAS :24-25

“Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan dihadapan kemuliaan-Nya” (ayat 24). Pada akhirnya Yudas menutup suratnya dengan mempersembahkan kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa kepada Allah yang esa. Inilah sikap yang seharusnya menjadi panutan bagi setiap orang percaya terlebih bagi seorang hamba Tuhan, yakni apapun yang dilakukan, dipersembahkannya bagi kemuliaan Tuhan. Ia juga yakin bahwa Allah berkuasa menjaga orang-orang pilihan-Nya sehingga mereka tidak tersandung dan menem patkan mereka dengan tidak bernoda dihadapan-Nya. Itulah kenyataannya bahwa Dia adalah Allah yang setia dan adil, maka Dia juga pasti akan menjaga, melindungi, membela dan memelihara mereka yang percaya kepada-Nya. Demikianlah adanya, Allah pasti melakukan bagian-Nya karena Dia menghendaki rindu menempatkan jemaat kudus dan tak bernoda dihadapan-Nya. Justru kenyataan yang sering terjadi  adalah kita yang melalaikan bagian yang harus kita lakukan, tapi kita menuntut Tuhan untuk melakukan bagian-Nya. Apa bagian yang harus kita lakukan? Bukan persembahan dan juga bukan korban yang Allah kehendaki, tapi ketaatan dan penundukan akan firman Tuhan. Allah berlaku setia terhadap orang yang setia melakukan firman-Nya, tapi terhadap orang yang bengkok hatinya dan berbelat-belit, Ia juga menahan tangan-Nya untuk bertindak. Jangan hanya mau enaknya saja, Tuhan bukan pembantu yang harus melakukan semua yang kita kehendaki, sebaliknya senangkan hati-Nya, maka Ia akan melimpahi kita dengan segala kebaikan-Nya. Bukan orang yang mengaku mengenal Allah yang dijaga dan dibela-Nya, tapi semua orang yang mengasihi-Nya (Mazmur 145:20).

TUHAN MENJAGA ORANG- ORANG SETIAWAN.

Friday, 17 DECEMBER 2010

Jude :24-25

To Him who is able to make lest you stumble and who took you by without blemish and full of joy before His glory(verse 24). In the end Judas closed his letter with a present glory, greatness, power and authority to one God. This attitude should be the role model for every believer especially for a servant of God, that whatever was done, he offered to the glory of God. He also believes that God is able to keep the people of his choice so that they do not stumble and place them with spotless before Him. That is the reality that He is faithful and just God, then He is also bound to maintain, protect, defend and preserve those who trust in Him. That is, God will do his part because he wants the church holy and without blemish before Him. Precisely the fact that often happens is that we are neglecting the part we have to do, but we demand God to do His part. What part do we do? Not offering and also not a victim of God’s will, but obedience and subordination to the words of God. God applies faithful to the faithful to his word, but against those who bent his heart, he also held his hand to acting. Do not just want delicious alone, God is not a servant who must do all we want, otherwise the heart to please Him, then He will smother us with all his goodness. Not the people who claim to know God who guarded and defended him, but all those who love Him (Psalm 145:20).

GOD KEEP THE  FAITHFUL PEOPLE

16 December 2010

Membangun diri sendiri ( Build Your Self )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By WSB Editorial Staff

berdoaKAMIS, 16 DESEMBER 2010

YUDAS :17-23

“Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri diatas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus” (ayat 20). Semua yang sedang terjadi dan masih akan terjadi telah dinubuatkan, termasuk hadirnya pengejek-pengejek yang tidak percaya akan kedatang an Yesus Kristus yang kedua kali. Para pengejek itu adalah pemecah belah yang hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini. Itulah tantangan ang harus dihadapi oleh semua orang percaya, khususnya yang masih hidup sampai akhir zaman, termasuk kita. Menghadapi kenyataan yang demikian, maka dinasehatkan kepada semua orang percaya untuk membangun diri sendiri diatas dasar imannya yang paling suci dan berdoa dalam Roh Kudus. Kekuatan pengejek-pengejek tidak bisa dihadapi dengan perjuangan fisik, karena itu digerakkan oleh roh maka juga harus dihadapi didalam roh pula yakni dalam kuasa Roh Kudus. Ini adalah perjuangan kedalam, sementara keluar orang percaya harus mengembangkan hidup saling memperhatikan, saling peduli dan saling mendorong dalam kasih diantara sesama saudara. Jangan marah, malu ataupun tersinggung jika karena kebenaran kita diejek ataupun dilecehkan karena memang sekarang adalah masanya. Sebaliknya mari kita tunjukkan dan hadapi semua itu dalam kebersamaan oleh ikatan kasih dan damai sejahtera. Jangan mau kalah dengan kejahatan tapi kita kalahkan kejahatan dengan kebaikan,maka sekalipun ada saudara yang tersesat, jangan dibenci atau dimusuhi, tapi bencilah dosa yang menguasainya dan tetap berdoa untuknya. Teguhlah berpegang kepada kebenaran didalam kasih, maka kita akan bertumbuh dan membangun diri sendiri dan sesama didalam kasih (Efesus 4:15-16).

KEJARLAH APA YANG BER GUNA UNTUK SALING MEMBANGUN.

THURSDAY, 16 DECEMBER 2010

Jude :17-23
But you, beloved brethren, get yourself on the basis of your most holy faith and pray in the Holy Spirit (verse 20). All that is happening and is still going to happen was prophesied, including the presence of scoffers, mockers who do not believe in the coming of Jesus Christ a second time. The scoffers are breaking apart of life obey their wicked lust controlled only by the desires of this world. That is the challenge to be faced by all believers, especially those who are still alive until the end of time, including us. Facing the fact that the case, then advised to all believers to build yourself on the basis of the most holy faith and pray in the Holy Spirit. Strength-scoffers scoffers could not be faced with a physical struggle, because it is driven by the spirit then also be faced in the same spirit that is within the power of the Holy Spirit. It is a struggle inside, while the fight came out, the believer must develop a caring life, care about each other and encourage each other in Christian love among brothers. Do not be angry, embarrassed or offended because the truth if we are ridiculed or harassed because now is the time. Instead let us show and face it all in together by bonds of love and peace. Never to be outdone by the crime but we defeat evil with goodness, so even if there are brothers who get lost, do not be hated or despised, but hate the sin that prevail and continue to pray for him. Be firm hold to the truth in love, then we will grow and develop yourself and others in love (Ephesians 4:15-16).
PURSUE WHAT IS USEFUL FOR MUTUAL BUILDING

15 December 2010

Jangan salah gunakan (Do not Abused )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By WSB Editorial Staff

niceRABU, 15 DESEMBER 2010

YUDAS :3-16

“Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang  menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus” (ayat 4b). Tema dari surat Yudas adalah peringatan akan bahaya penyesatan yang menyusup ditengah-tengah persekutuan orang percaya untuk menggoyahkan iman mereka. Demi keselamatan mereka bersama maka Yudas terdorong untuk menuliskan hal tersebut supaya mereka tetap teguh berjuang mempertahankan iman. Dan memang mereka sudah mengetahui akan hal tersebut, tapi aksi dari para penyesat, guru-guru palsu tersebut tidak boleh dipandang ringan. Yudas mencontohkan perjalanan nenek moyang bangsa Israel yang dibawa keluar dari Mesir oleh Allah sendiri tapi sekali lagi Ia membinasakan mereka yang tidak percaya. Bahaya  itu tetap ada melalui penyesatan untuk membuat umat Tuhan kehilangan kepercayaan mereka akan keselamatan didalam Yesus Kristus. Dengan jelas Yudas menggambarkan keadaan mereka yang mengikuti jalan yang ditempuh Kain, melakukan kesesa tan seperti Bileam dan hidup durhaka seperti Korah. Kasih karunia Allah tidak ada artinya bagi mereka sehingga mereka lebih memilih untuk hidup dalam rupa-rupa hawa nafsu. Mereka suka membuka aib sendiri tanpa rasa malu dan menganggap hal itu sudah biasa, dan yang pasti lagi mereka suka mengeluh tentang nasibnya. Waspadalah, dosa tetaplah dosa yang tidak bisa dianggap sebagai masalah yang biasa dan bisa diterima, upah dosa tetaplah sama, yakni maut. Jangan menyalahgunakan kasih karunia Allah kalau tidak mau terseret dalam arus penyesatan dosa. Allah memang tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya, tapi jangan juga kita membuat menjadi sia-sia kasih karunia-Nya (2 Korintus 6:1). JADILAH PENGURUS YANG BAIK DARI KASIH KARUNIA.

WEDNESDAY, 15 DECEMBER 2010
Judas :3-16
“They are people who rebel, turning the grace of our God into lasciviousness, and denying the only Lord and our Lord Jesus Christ”
(v. 4b). The theme of the letter of Jude is a warning about the dangers of apostasy that infiltrated in the midst of the fellowship of believers to shake their faith. For safety reasons they are together then Judas compelled to write it so that they remain firm struggling to maintain faith. And indeed they already know will matter, but the action of the deceivers, false teachers should not be viewed lightly. Judas pointed ancestral journey that brought the Israelites out of Egypt by God himself, but once again he destroyed them who do not believe. The danger is still there through deception to make God’s people lose their trust for salvation in Jesus Christ. Judas clearly describes the state of those who follow the way of Cain, perform error such as Balaam and Korah’s rebellious life. The grace of God means nothing to them so that they prefer to live in different kinds of passion. They like to open a disgrace themselves without shame and thought it was unusual, and certainly the more they like to complain about his fate. Beware, sin remains sin which can not be regarded as a common problem and can be accepted, the wages of sin remains the same, namely death. Do not abuse the grace of God if you do not want to be dragged in the flow of misdirection sin. God does not regret the grace and his call, but we also do not make a futile His grace (2 Corinthians 6:1).

BE A GOOD MANAGER OF LOVE GIFTS.

14 December 2010

Hidup Bagi Kristus ( Living for Christ )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By WSB Editorial Staff

imageSELASA, 14 DESEMBER 2010

YUDAS :1-2

“Dari Yudas, hamba Yesus Kristus dan saudara Yakobus, kepada mereka, yang terpanggil, yang dikasihi dalam Allah Bapa, dan yang dipelihara untuk Yesus Kristus” (ayat 1).  Satu lagi Tuhan memakai hamba-Nya untuk memelihara iman orang yang percaya kepada-Nya dengan cara menuliskan apa yang Roh Kudus ilhamkan kepadanya. Dia adalah Yudas, saudara Yakobus, yang menyebut dirinya sebagai hamba Yesus Kristus. Yudas menuliskan surat secara terbuka untuk mereka yang terpanggil, yang dikasihi dalam Allah Bapa dan yang dipelihara untuk Yesus Kristus, dan itu bisa siapa saja, bukan hanya suatu golongan atau kelompok tertentu. Namun demikian, dalam alamat surat tersebut tersirat akan apa dan bagaimana keadaan orang percaya. Dipanggil, dikasihi dan dipelihara untuk Yesus, itulah hakekat setiap orang percaya. Setiap orang yang percaya adalah orang yang terpanggil, dalam arti dipanggil untuk mendapat anugerah keselamatan dan hal itu membuat mereka menjadi orang-orang yang dikasihi dalam Allah Bapa. Tidak berhenti sampai disitu, Allah juga menyatakan pemeliharaan-Nya atas mereka yang percaya. Salam dalam surat Yudas ini mengajak kita untuk merenungkan hidup kita di dalam Tuhan, adakah kita sudah sungguh menyadari bahwa kita adalah orang-orang panggilan Allah, dan apakah kita juga benar-benar merasakan kasih Allah dalam panggilan-Nya tersebut. Dan sadarkah kita bahwa kita dipanggil, dikasihi dan dipelihara dalam kekuatan Allah supaya kita hidup bagi Kristus ? Mari menyadari bahwa panggilan dan kasih pemeliharaan Allah,merupakan sesuatu yang tak ternilai harganya, percayalah kita tak akan sanggup kita mendapatkan semua itu dengan segala kebaikan dan kesalehan maupun kekayaan kita. Allah telah memanggil kita dengan panggilan kudus, dan karena kasih-Nya Ia merelakan anak-Nya mati bagi mereka yang dipanggilNya, supaya mereka yang terpanggil tidak hidup untuk diri sendiri tapi untuk Dia (2 Korintus 5:15).

HIDUP BERPADANAN DENGAN PANGGILAN KITA.

TUESDAY, 14 DECEMBER 2010

Judas :1-2

From Jude, a servant of Jesus Christ and brother of James, to them, who are called, beloved in God the Father, and kept for Jesus Christ” (verse 1). One more thing God used His servant to maintain the faith of people who believe in Him by the Holy Spirit to write what inspired him. He was Judas, the brother of James, who calls himself the servant of Jesus Christ. Jude wrote a letter publicly to those who are called, beloved in God the Father and kept for Jesus Christ, and it could be anyone, not just a class or group. However, implicit in the letter will address what and how the state of the believer. Called, loved and nurtured for Jesus, that’s the essence of every believer. Any person who believes is a person who called, in a sense be called to get the gift of salvation and it makes them into people who are loved in God the Father. Do not stop there, God also said his maintenance over those who believe. Greetings in this Judas letter invites us to ponder our lives in God, is there anything we’ve really realized that we were God’s call, and if we really feel the love of God in His call them. And we realize that we are called, are loved and nurtured in the power of God that we might live for Christ? Let’s realize that the calls and the maintenance of God’s love, is something that is priceless, believe us we will not be able to get all of that with all the goodness and piety as well as our wealth. God has called us with an holy calling, and because of His love He gave up His son to die for them is called, so that those who are called do not live for ourselves but for Him (2 Corinthians 5:15).

CORRESPONDING TO THE CALL OUR LIVES

13 December 2010

Ciri Khas Anak Allah (Special features The Son Of God )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual,By WSB Editorial Staff )

air kehidupanSENIN, 13 DESEMBER 2010

 3 YOHANES :13-15

 “Damai sejahtera menyertai engkau ! Salam dari sahabat-sahabatmu. Sampaikanlah salamku kepada sahabat-sahabat satu persatu” (ayat 15).  Sebagaimana dalam penutup surat yang dialamatkan kepada ibu yang terkasih, rasul Yohanes menutup suratnya kepada Gayus dengan menyatakan kerinduan untuk bisa bertemu muka dengannya dan berbicara secara langsung. Akhirnya suratpun ditutup dengan salam dari teman-teman Gayus dan juga salam rasul Yohanes sendiri terhadap semua sahabat yang ada bersama dengan Gayus satu persatu. Hal itu membuktikan bahwa rasul Yohanes mengenal dengan baik sahabat-sahabat yang terkasih didalam Tuhan dan bukan hanya sekedar kenal muka. Salam yang disampaikanpun adalah salam yang penuh dengan berkat Tuhan, yakni salam damai sejahtera. Itulah ciri khas yang indah didalam Tuhan, ciri khas anak-anak-Nya, saling memberkati dengan damai sejahtera yang dari Allah. Ciri khas seperti ini perlu terus dipelihara dan dikembangkan karena inilah salah satu hal yang membedakan orang percaya dengan orang dunia pada umumnya. Ciri khas ini dapat terus terpe lihara dengan baik dengan memelihara hubungan yang baik pula satu dengan yang lainnya. Dan hubungan akan terpelihara dengan baik manakala masing-masing mau hidup dalam kerendahan hati. Sebaliknya tanpa kerendahan hati ciri khas ini akan hilang karena masing-masing mengejar hormat untuk diri sendiri, suka menerima dan bukan berlomba untuk saling mendahului dalam memberi hormat. Biarkan dunia mengenal kita karena sesuatu yang baik dan indah dan bukannya menganggap kita sama saja dengan mereka karena sikap kita yang tiada bedanya dengan mereka. Tunjukkanlah tanda-tanda yang nyata bahwa kita adalah anak-anak Allah yang berbeda dengan dunia, hiduplah didalam kasih dan kerendahan hati ( Efesus 5:1-2).

KASIH ADALAH PENGIKAT YANG MEMPERSATUKAN.

MONDAY, 13 DECEMBER 2010

 3 JOHN :13-15

“Peace be with you! Greetings from your friends. Convey my regards to the friends one by one “(verse 15). As in the cover letter addressed to the beloved mother, the apostle John closes his letter to Gaius by stating the desire to be able to meet face to face with him and talk directly. Finally, the letter closes with greetings from friends Gaius and also the apostle John’s own greetings to all friends who have shared with Gaius one by one. It proves that the apostle John knew very well beloved friends in the Lord and not just a familiar face. Conveyed greetings are greetings filled with the blessing of God, namely peace greeting. That’s typical of the beautiful in God, the hallmark of his children, bless each other with the peace of God. Characteristic of this kind need to be continuously maintained and developed because this is one thing that distinguishes the believer with the world at large. Characteristic of this can continue to be maintained well by maintaining good relationships with each other well. And the relationship will be well taken care of when each wants to live in humility. Conversely without the characteristic humility is lost because each pursuing respect for yourself, like receiving and not racing to precede each other in a salute. Let the world know us for something good and beautiful and not assume we are the same as them because our attitude is no different from them. Show real signs that we are children of God are different from the world, live in love and humility (Ephesians 5:1-2).

LOVE IS A BINDER THAT UNITES

25 November 2010

Model Kasih Allah ( Model of God’s Love )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian  Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By WSB Editorial Staff

YESUS1KAMIS, 25 NOPEMBER 2010

1 YOHANES 2:7-15

“Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada didalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada dalam orang itu” (ayat 15).     Kasih adalah terang dan didalam terang pasti ada kasih. Jika seorang katakan bahwa ia hidup didalam terang tapi kenyataanya, dalam prakteknya ia masih membenci saudaranya, sesungguhnya ia masih hidup dalam kegelapan. Kasih yang ia miliki adalah kasih dunia, kasih emosi. Sebagaimana terang itu berkuasa untuk menelenjangi kegelapan, demi kian pula kasih yang benar akan mengatasi kebencian. Maka, siapapun orangnya, entah dia anak-anak, orang-orang muda ataupun orang tua, jika dalam hidupnya dikuasai oleh kasih yang benar, maka dia akan mengenal Allah, kuat dan mampu mengalahkan yang jahat. Penghalang untuk mempraktekkan kasih Allah adalah kasih akan dunia. Dua kenyataan kasih yang sangat berbeda antara kasih Allah dan kasih dunia. Jika kasih Allah itu memberi, maka kasih dunia itu mengambil. Jika kasih Allah terarah pada kebutuhan orang lain, kasih duniawi berpusat pada diri sendiri. Dengan dua kenyataan yang ber tolak belakang tersebut maka tidak mungkin seorang yang mengasihi dunia ini akan bisa mengasihi Bapa. Kasih akan Bapa bersifat kekal, tapi kasih dunia akan lenyap dengan segala keinginannya. Laku kan kehendak Allah untuk hidup dalam kasih-Nya, maka kita akan hidup. Mempraktekkan kasih Allah perlu pengorbanan dan penyangkalan diri sendiri karena seringkali kita harus mengeyampingkan keingin an diri sendiri demi orang lain. Dan untuk bisa mempratekkan dengan sesungguhnya, maka kasih akan dunia harus kita tekan sedemikian rupa. Seperti Petrus ditanya apakah ia mengasihi Yesus, demikian juga jika kita diperhadapkan Allah pada pertanyaan yang sama apakah jawab kita kepada Allah dan dapatkah kita membuktikannya? (Yohanes21:15-17).

 ORANG YANG MENGASIHI ALLAH DIKENAL OLEH ALLAH.

THURSDAY, 25 NOVEMBER 2010
1 JOHN 2:7-15

“Love not the world and what is therein. If people loved the world, the love of the Father is not in man “(verse 15). Love is in the bright light and there must be love. If one says that he lives in the light but in reality, in practice he still hates his brother, it would still be alive in the darkness. The love he had was the love of the world, the love emotion. As the light was in power to illuminate the darkness, so true love will overcome hatred. So, whoever the person, whether he is the children, young people or parents, if in his life dominated by love that is true, then he would know God, strong and able to overcome the evil. Barriers to practice God’s love is the love of the world. Two very different realities of love between the love of God and love of the world. If the love of God that gives, the love of the world is taking. If the love of God focused on the needs of others, love of worldly self-centered. With two contrasting reality is it is not possible one who loves this world will be able to love the Father. Father’s love will be eternal, but love the world would disappear with all her wishes. Do it God’s will to live in His love, then we will live. Practicing God’s love needs sacrifice and self denial because we often have to ignore the wishes themselves for the sake of others. And to be able to apply to the real, the love of the world should we press in such a way. As Peter was asked if he loved Jesus, so also if we are faced with God on the same question whether we are accountable to God and can we prove it? (Yohanes21 :15-17).

PEOPLE THAT LOVE GOD, KNOWN BY GOD.