Get Adobe Flash player
11 April 2011

BUKTI PENYERTAAN ALLAH

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian GPT.Baithani

SENIN, 11 APRIL 2011

KEJADIAN 31:2242

“Pada waktu malam datanglah Allah dalam suatu mimpi kepada Laban, orang Aram itu, serta berfir man kepadanya: “Jagalah baik-baik, supaya engkau jangan mengatai Yakub dengan sepatah katapun” (ayat 24).  Dibakar rasa kecemburuan dihati oleh karena Yakub telah memperoleh banyak ternak dari kawanan kambing dombanya, tiga hari kemudian setelah diketahuinya Yakub telah pergi dengan memba wa istri-istrinya, anak-anak dan semua hewan ternak yang telah diperolehnya, maka Labanpun mengejar Yakub. Bersama dengan sanak saudaranya seminggu kemudian Laban dapat menyusul Yakub dan rom bongannya di Gilead. Memang Laban dapat mengejar Yakub, tapi ia tidak dapat berbuat sesuatu yang bisa mendatangkan celaka karena perlindungan Allah yang telah menyuruh Yakub untuk meninggalkan Laban dan pergi kembali kenegerinya, bahkan mengata-katai Yakub saja tidak diijinkan-Nya. Namun demikian hati Yakub panas juga ketika Laban menggeledah isi kemahnya untuk mencari terafimnya yang hilang dan ternyata diambil oleh Rahel tanpa sepengetahuannya. Dan kekecewaan yang dipendam nya selama ia bekerja pada Laban seperti mendapat jalan untuk diungkapkannya. Perlindungan Allah bisa dinyatakan-Nya dengan banyak cara tergantung situasi dan kondisi yang sedang terjadi. Allah sendiri yang akan menjaga dan melindungi setiap orang yang berjalan menurut kehendak-Nya sekalipun jalan yang sedang ditempuhnya sepertinya tidak dalam tanda pembelaan-Nya. Bisa saja Dia mencegah untuk tidak terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan, tapi jika toh hal itu tetap terjadi, Ia juga sanggup bertindak untuk menyelamatkan. Penyertaan-Nya sempurna, didalamnya ada pembelaan, pemeliharaan dan sebagainya, maka tidak ada suatupun yang akan menimpa kita tanpa seijin Tuhan (Roma 8:31-39).

ALLAH MENYERTAI DAN AKAN MELEPASKAN KITA DARI YANG JAHAT.  

9 April 2011

Dipaksa untuk kembali

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

SABTU, 9 APRIL 2011

KEJADIAN 31:1-21

Akulah Allah yang di Betel itu, dimana engkau mengurapi tugu, dan dimana engkau bernazar kepada-Ku; maka sekarang, bersiaplah engkau, pergilah dari negeri ini dan pulanglah kenegeri sanak saudara mu” (ayat 13).  Tidak dapat dihindari bahwa keberhasilan Yakub dalam bekerja sehingga ia diberkati Tuhan menimbulkan kecemburuan di hati Laban dan anak-anaknya. Keadaan sudah berubah, mulai ada jarak yang lebar antara Yakub dan keluarga Laban yang mana pada akhirnya membuat Yakub tidakbetah dan memutuskan untuk kembali kenegerinya karena memang tidak ada niat dia untuk menetap di Padan Aram. Memang sudah ada niat dalam diri Yakub untuk kembali, tapi ia masih menunggu waktu. Akhir nya Allah sendiri melalui sebuah mimpi menguatkan hati Yakub untuk pulang kenegerinya. Demikian lah dengan diam-diam Yakub beserta seluruh keluarganya dan juga harta benda yang didapatnya menye berangi sungai Efrat dan kembali kenegerinya. Kadang suatu perkara yang tidak menyenangkan Tuhan ijinkan terjadi atas kita bukan dimaksudkan untuk membebani atau membuat kita menderita, tapi untuk membuat kita tetap ada dialur rencana-Nya. Waspadalah dengan ikatan kekayaan dunia, jangan sampai oleh karena kekayaan dunia, oleh karena kemapanan hidup kita bergeser dari hidup dalam rancangan Allah pada hidup menuruti keinginan dunia. Maka jika kita mendapat tegoran atau peringatan melalui peristiwa yang tidak menyenangkan, anggaplah itu sebagai kasih Allah untuk membuat kita tetap hidup dalam rancangan-Nya. Bukankah rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera untuk memberi kan hari esok yang penuh pengharapan? Maka terimalah dengan segala kerelaan hati apabila ditegor dan diperingatkan Allah karena Dia menghendaki kita hidup dalam damai sejahtera-Nya (Wahyu 3:19).

KEMBALILAH PADA GEMBALA DAN PEMELIHARA JIWAMU

7 April 2011

Mencari perhatian ( Looking for attention )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian edisi dwi bahasa ( Daily bread bilingual edition ) by WSB Editorial staff

KAMIS, 7 APRIL 2011

KEJADIAN 29:31-30:24

Ketika dilihat Rahel bahwa ia tidak melahirkan anak bagi Yakub, cemburulah ia kepada kakaknya itu, lalu berkata kepada Yakub: “Berikanlah kepadaku seorang anak; kalau tidak, akau akan mati” (ayat 1).  Dari semula cinta Yakub itu untuk Rahel, sedang kepada Lea ia tidak mencintainya, tapi karena adat dan budaya setempat ia harus lebih dahulu menikahi Lea untuk mendapat Rahel. Berat bagi Lea sebenarnya menikah dengan seorang yang tidak mencintainya, dan Allah melihat hal itu, maka Iapun membuka kan dungannya, sedang Rahel mandul. Empat anak laki-laki pertama Lea diberi nama yang mengandung arti perjuangannya dalam mendapatkan cinta dari suaminya. Hal itu membuat Rahel cemburu sehingga ia memberikan budaknya kepada suaminya supaya budaknya tersebut melahirkan anak dipangkuannya. Maka terjadilah, kedua kakak beradik dengan suami yang sama tersebut berlomba mendapat perhatian dan cinta dari suami mereka dengan memberikan anak bagaimanapun caranya. Dan sang suami sendiri bagai barang sewaan yang harus membagi kasihnya kepada kedua istrinya tersebut hingga Allah ingat kepada Rahel dan membuka kandungannya lalu melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Yusuf. Apapun adanya, kebutuhan mendasar bagi perempuan, bagi seorang istri khususnya adalah cinta atau kasih dari suaminya. Ketika seorang istri mendapat perhatian dan kasih dari sang suami sebagaima na seharusnya, seorang istri yang baik tidak akan berbuat sesuatu yang tidak perlu yang bisa mengakibat kan hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan berbagai kelemahan dan kekurangannya, seorang istri yang dicintai suaminya akan merasa aman dan jiwanyapun merasa tentram dalam mendampingi suaminya. Maka para suami, hiduplah bijaksana dengan istrimu sebagai kaum yang lebih lemah, kasihi dan hormatilah dia sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan sehingga doamu tidak terhalang (1 Petrus 3:7).

 SUAMI-ISTRI PADA HAKEKATNYA ADALAH SATU DAGING.

THURSDAY, 7 APRIL 2011

29:31-30:24 EVENTS

 “When viewed Rachel that she did not bear children to Jacob, then she is jealous of her sister, and said to Jacob:” Give me a child, otherwise, I will die “(verse 1). From the beginning of Jacob’s love for Rachel, Leah was told he did not love her, but because of local customs and culture he must first marry Leah for Rachel. Weight for Lea actually married to someone who does not love her, and God saw it, then He Himself opened it has conceived, while Rachel was barren. Four boys are first given the name Leah means struggle in getting the love from her husband. It makes Rachel jealous so she gives her slave to her husband so that his slave is his lap child. So it came to pass, the two sisters with the same husband are racing to get attention and love from their husbands by giving the child somehow. And the husband himself as a rental item that must share his love for both his wife until God remembered Rachel and opened her womb to then give birth to a boy named Joseph. Whatever it is, a fundamental requirement for women, for a wife in particular is love or love from her husband. When a wife gets the attention and love from her husband as they should, a good wife would not do something that could not have resulted in the things that are not desired. With the various weaknesses and shortcomings, a wife who loved her husband will feel safe and soul felt at ease in assisting  her husband. So the husbands, live with your wife as the weaker, love and respect her as a friend heir of the grace of life so that your prayers are not hindered (1 Peter 3:7).

 HUSBAND-WIFE IS ESSENTIALLY ONE FLESH.

6 April 2011

Hidup dengan bijak

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian GPT.Baithani Denpasar

RABU, 6 APRIL 2011

KEJADIAN 29:1-30

“Kemudian berkatalah Laban kepada Yakub: “Masakan karena engkau adalah sanak saudaraku, engkau bekerja padaku dengan cuma-cuma? Katakanlah kepadaku apa yang patut menjadi upahmu” (ayat 15).  Allah menyertai Yakub, dan sampailah ia kesebuah tempat penggembalaan kambing domba dimana waktu itu para gembala sedang bersiap untuk memberi minum hewan gembalaan mereka. Rahel pun, anak Laban, saudara ibu Yakub, juga datang ketempat tersebut dan bertemu dengan Yakub dan segera memberitahukan hal itu kepada ayahnya yang juga langsung menyambutnya. Laban memperlaku kan Yakub dengan baik, dan sekalipun ia adalah sanak saudaranya, bagi Laban Yakub harus tetap men dapat upah dari apa yang dikerjakan dirumahnya. Dan Yakub memilih untuk mendapat istri sebagai upah dari segala yang dikerjakannya dirumah Laban. Maka tujuh tahun kemudian mimpinya untuk mem peristri Rahel menjadi kenyataan walau harus melalui lika-liku perjuangan dan dengan syarat yang juga harus dipenuhinya, taat pada adat dan budaya setempat yang membuat dia harus lebih dahulu menikahi Lea, kakak Rahel. Demi cintanya kepada Rahel, tujuh tahun Yakub rasa hanya beberapa hari meskipun untuk itu ia harus bekerja tujuh tahun lagi pada Laban. Dimanapun kita adanya jika mampu membawa diri dengan baik pasti juga akan diterima dengan baik pula. Untuk itu kita juga harus mengenal dan menghormati peraturan-peraturan yang berlaku, entah itu dalam kalangan sanak saudara sendiri, digereja , dilingkungan kerja dan usaha ataupun dilingkungan dimana kita tinggal. Maka hiduplah dengan penuh hikmat, istimewa terhadap orang-orang luar, itulah hidup yang berpadanan dengan panggilan (Kolose 4:5-6).

 HIDUPLAH BERPADANAN DENGAN INJIL KRISTUS.

5 April 2011

Allah kaya dengan cara

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian GPT Baithani

SELASA, 5 APRIL 2011

KEJADIAN 28:10-22

“Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, kemanapun engkau pegi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melain kan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu” (ayat 15). Yakub pergi oleh karena keselamatan nya terancam oleh kakaknya sendiri, tapi dia pergi dengan membawa jaminan berkat yang diterima oleh Abraham dan Ishak dari Allah. Kepergiaannya membawa hikmah tersendiri baginya karena dengan itu Allah untuk pertama kalinya menyatakan diri-Nya kepada Yakub melalui sebuah mimpi. Melalui mimpi tersebutlah Allah secara pribadi menyatakan janji-Nya bahwa Ia akan membuat keturunan Yakub seperti  debu tanah banyaknya dan ia akan mengembang kesebelah timur, barat, utara dan selatan. Allah juga berjanji menyertai dan melindunginya dan akan membawanya kembali kenegeri yang ditinggalkannya untuk sementara tersebut. Bagi Yakub teramat dahsyat kehadiran Allah melalui mimpi tersebut dan ia tidak menyadari kehadiran Allah ditempat ia sedang istirahat tersebut. Maka Yakubpun bernazar jika Allah menyertai, melindungi, memberkati dan membawanya kembali kenegeri yang ditinggalkannya, maka Tuhan akan menjadi Allahnya dan ia akan memberikan sepersepuluh dari semua berkat yang ia terima. Mungkin kita tidak mendengar secara langsung ataupun melalui mimpi Allah menyatakan diri dan kehendak-Nya sekalipun bukan tidak mungkin Allah secara khusus melawat kita melalui mimpi, tapi yang pasti, melalui firman-Nya kita bisa mengenal dan mengetahui kehendak-Nya. Allah kaya dengan cara untuk menyatakan diri-Nya. Lihat, Dia berdiri dimuka pintu dan mengetok, maka bukalah pintu hatimu dan undanglah Dia masuk lalu nikmatilah lawatan-Nya yang luar biasa (Wahyu 3:20).

DIA ADALAH ALLAH YANG MAHA HADIR.

4 April 2011

Bekal yang terbaik

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renunga Harian  GPT.Baithani Denpasar

SENIN, 4 APRIL 2011

KEJADIAN 27:41-28:9              

“Moga-moga Ia memberikan kepadamu berkat yang untuk Abraham, kepadamu serta kepada keturunan mu, sehingga engkau memiliki negeri ini yang kau diami sebagai orang asing, yang telah diberikan Allah kepada Abraham” (ayat 4). Dalam kemarahan Esau terhadap Yakub sehingga ia menaruh dendam kepadanya dan berniat untuk membunuhnya. Demikian juga ada nada kekecewaan Esau terhadap ayah nya yang membuat dia sepertinya mengharap kematian ayahnya dengan segera. Niat hati Esau tidak ter sembunyi dan hal itu sampai ketelinga Ribka yang juga segera mengambil tindakan dengan menyuruh Yakub pergi ke Padan-Aram, kepada Laban, saudara ibunya. Kepergian Yakub disertai dengan berkat yang dari ayahnya, Ishak, itulah juga berkat yang Ishak terima dari Abraham, ayahnya, bahwa siapapun yang menerima berkat tersebut asalkan ia adalah keturunan Abraham, akan memiliki negeri yang saat itu masih mereka diami sebagai orang asing dan juga ia akan dibuat-Nya menjadi banyak sehingga menjadi sekumpulan bangsa. Hal itu berarti sekalipun Yakub harus pergi ke Padan-Aram, Allah pasti akan mem bawanya kembali kenegeri yang sudah diberikan-Nya kepada Abraham. Setiap orang memiliki perjala nan hidupnya masing-masing dengan berbagai peristiwa yang dialaminya, tapi janji-Nya kepada setiap orang yang hidup seturut dengan kehendak-Nya pasti akan digenapi-Nya. Apa dan bagaimanapun perja lanan hidup orang yang hidup berkenan kepada-Nya, Allah tetap menyertainya. Maka jangan berkecil hati dengan berbagai peristiwa yang kita hadapi sekalipun itu sama sekali tidak menyenangkan dan nam pak sepertinya tidak ada harapan, yakinlah bahwa Ia tidak pernah gagal, Ia selalu menyertai dan member kati dan juga memeliharakan kita apapun yang terjadi disekeliling kita. Percayalah, Dia yang memang gil kita adalah Allah yang setia, Ia juga akan menggenapi janji firman-Nya (1 Tesalonika 5:23). JANGAN PERNAH SEKALIPUN MERAGUKAN KASIH SETIA-NYA.

2 April 2011

KEHILANGAN BAGIANNYA ( Lost his part )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian edisi dwi bahasa ( Daily bread bilingual edition ) by WSB editorial staff

SABTU, 2 APRIL 2011

KEJADIAN 27:1-40

Siapakah gerangan dia, yang memburu binatang itu dan yang telah membawanya kepadaku? Aku telah memakan semuanya, sebelum engkau datang, dan telah memberkati dia; dan dia akan tetap orang yang diberkati” (ayat 33). Sebagai sebuah keluarga, tidak lepas pula keluarga Ishak dari masalah.Di mulai dari sikap orang tua yang membanding-bandingkan yang membuat mereka masing-masing lebih mengasihi yang satu dari yang lain. Masalah mencapai puncaknya ketika Ishak telah menjadi tua dan akan memberikan berkat kesulungan pada anak sulungnya, Esau. Ribka tidak rela berkat kesulungan jatuh ketangan Esau karena ia lebih mengasihi Yakub, maka dia bertindak dengan cerdik untuk mengha dirkan berkat tersebut bagi anak kesayangannya, Yakub. Rencananya berhasil, sebaliknya hal itu menim bulkan kepedihan yang mendalam dalam hati Esau. Tapi walau bagaimanapun juga berkat yang sudah diberikan oleh Ishak tidaklah bisa ditarik kembali, Yakub tetaplah menjadi orang yang diberkati dengan segala yang baik, apa dan bagaimanapun pandangan saudara dan ayahnya terhadap dirinya.  Dengan demikian, apa yang Allah firmankan tentang keduanya ketika Ribka masih mengandung, mulai digena pi. Tidak ada kuasa ataupun kekuatan yang sanggup menggagalkan berkat ataupun rancangan Allah yang indah sejauh kita hidup dalam takut akan Dia. Diri kita sendirilah yang bisa merusak dan mengagal kan berkat dan rancangan Allah atas kita, baik melalui sikap hidup ataupun ketidakmampuan kita dalam menghargai kasih karunia-Nya. Jangan turuti hawa nafsu ataupun memiliki nafsu yang rendah seperti Esau jika tidak mau kehilangan bagian atas berkat-berkat yang telah disediakan-Nya (Ibrani 12:16-17).

JANGAN PANDANG RINGAN KASIH KARUNIA ALLAH.

SATURDAY, 2 APRIL 2011

27:1-40 EVENTS

Who is he, who hunt the beast, and who had brought him to me? I had eaten it all, before you come, and have blessed him, and he will continue the blessed “(verse 33). As a family, Isaac’s family are not free from problems. At the start of the attitude of parents to compare which makes them more loving each one of the other. The problem reached its peak when Isaac had grown old and will give thanks to the birthright of her eldest son, Esau. Rebekah was not willing to fall into the hands of Esau’s birthright blessing because he is more loved Jacob, then he done wisely to bring these blessings for her beloved son, Jacob. The plan succeeded, otherwise it is weighing rise to a deep pain in the heart of Esau. But however well as the blessing was given by Isaac is not able to retract, Jacob still be people who are blessed with all that is good, what and how the views of his brother and father. Thus, what God says about them when Rebecca was pregnant, began to be fulfilled. There is no power or strength that can thwart God’s blessing or a beautiful design as far as we are living in fear of him. We are the ones who can destroy and thwart God’s blessing and design upon us, either through attitudes or our inability to appreciate His grace. Do not obey the passions or have a low appetite like Esau if you do not want to lose the top of the blessings that have been provided to him (Hebrews 12:16-17).

DO NOT VIEW GIFTS LIGHTER LOVE GOD

1 April 2011

PANDANG JAUH KEDEPAN ( Look for the Future )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian edisi dwi bahasa ( Daily bread bilingual edition ) By WSB Editorial staff

JUM’AT, 1 APRIL 2011

KEJADIAN 26:1-35

Tinggallah dinegeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau,sebab kepadamulah dan kepada keturunanmu akan Kuberikan seluruh negeri ini, dan Aku akan menepati sumpah yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu” (ayat 3). Peristiwa yang sama seperti yang terjadi pada jaman Abraham kembali terjadi di negeri dimana Ishak tinggal, yakni kelapa ran. Dan sebagaimana yang diperbuat Abraham dulu, demikianlah Ishak menghadapinya, yakni pergi kepada Abimelekh, raja orang Filistin di Gerar. Dan Tuhan sendiri berfirman kepada Ishak supaya ia tidak pergi ke Mesir, tapi tetap tinggal di Gerar sebagai orang asing karena itulah negeri yang akan diberikan Allah kepadanya dan kepada keturunannya, dan Tuhan sendiri berjanji akan menyertai dan memberkatinya. Ishak taat, maka terjadilah seperti yang difirmankan Tuhan, Ishak menabur disana dan menuai hasil seratus kali lipat dan ia makin lama makin kaya sehingga Abimelekh sendiri menjadi takut dan memintanya untuk meninggalkan daerahnya sebab Ishak telah menjadi jauh lebih berkuasa daripada nya. Abimelekh tidak mempergunakan kekerasan melainkan dengan jalan damai, yakni mengikat perjan jian damai seperti yang dilakukannya dulu dengan Abraham. Pandanglah rencana dan rancangan Allah jauh kedepan, sekalipun sepertinya sekarang kita hanya mendengar janji dan belum melihat kenyataan nya, tapi yakinlah, dengan bermodalkan kepercayaan dan ketaatan, kita pasti akan menikmati kegenapan nya. Waktu dan saat ada ditangan Tuhan sendiri, tapi yang pasti Dia menyertai sekalipun kita tidak melihat-Nya secara kasat mata. Jangan lepaskan kepercayaan kita kepada-Nya, besar upah yang menan tinya, bertekunlah dalam kepercayaan kepada-Nya dan kita akan memperoleh apa yang dijanjikan-Nya (Ibrani 10:35-36).

PANDANGLAH PADA JANJI-JANJI-NYA YANG KEKAL.

Friday, 1 APRIL 2011

26:1-35 EVENTS

Stay in this country as strangers, then I will be with thee and bless thee, for thee and to thy seed will I give the whole country, and I will fulfill my oath that has been declared the to Abraham, your father” (verse 3). Same event as happened at the time of Abraham back in the country where Isaac lived, namely hunger. And, as Abraham had done, so is Isaac face it, that went to Abimelech, king of the Philistines in Gerar. And God himself said to Isaac, so he did not go to Egypt, but remained in Gerar as an alien because that country will be given by God to him and to his descendants, and God himself promised to be with and bless him. Isaac obeyed, then there like that spoken of the Lord, Isaac sowing and reaping there a hundred times and he grew rich that Abimelech himself became frightened and asked him to leave the area because Isaac has become far more powerful than him. Abimelech did not use violence but by peaceful means, ie binding peace agreement as he did first with Abraham. Look to God’s plan and design far ahead, though it seems now we only hear the promise and reality have not seen it yet, but rest assured, to capitalize the trust and obedience, we will surely enjoy her fullness. Time and time is in the hands of God himself, but who would accompany him even if we do not see Him by naked eye. Do not remove our trust in Him, waiting for him big wages, was devoted to Him in faith and we will get what is promised (Hebrews 10:35-36).

LOOK ON HIS PROMISES ETERNAL.

31 March 2011

Alat bagi rancangan-Nya ( His tools for the design )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian edisi dwi bahasa ( Daily bread bilingual edition ) by WSB editorial staff

KAMIS, 31 MARET 2011

KEJADIAN 25:19-34

“Dua bangsa ada dalam kandunganmu, dan dua suku bangsa akan berpencar dari dalam rahimmu; suku bangsa yang satu akan lebih kuat dari yang lain, dan anak yang tua akan menjadi hamba kepada anak yang muda” (ayat 23). Abraham telah mengambilkan seorang istri yang tepat bagi Ishak, anaknya, yakni dari kalangan kaum keluarganya. Tapi tidak jauh berbeda dengan orang tuanya, ternyata Ribka, istrinya juga adalah seorang yang mandul. Kuasa Tuhan tidak terbatas, oleh sebab Ia sudah berjanji akan menjadikan Abraham sebagai bangsa yang besar, maka sesuai dengan doa Ishak, Tuhan membuka rahim Ribka sehingga iapun mengandung. Masalahnya, anak yang ada dalam kandungannya bertolak-tolakan yang ternyata anak kembar didalamnya.  Kedua anak itupun Tuhan persiapkan menjadi dua bangsa yang besar, tapi anak yang bungsu akan lebih kuat bangsanya dari anak yang sulung. Demikianlah Esau dan Yakub hadir didunia, dan sesuai dengan apa yang telah Tuhan firmankan, tanda-tanda bahwa Yakub akan lebih kuat dari Esau nampak dari sikap Esau yang memandang ringan hak kesulungan hanya demi semangkuk sup kacang merah. Sedang Yakub dengan kecerdikannya akhirnya beroleh berkat dari hak kesulungan karena baginya itu adalah berkat yang besar. Dua contoh sikap dalam memandang kasih karunia Allah dengan akibatnya. Ketidakmampuan kita dalam menghargai kasih karunia Allah hanya akan menghasilkan kegagalan hidup sekalipun Tuhan sudah memperlengkapi dan menyiapkan rancang an-Nya yang besar atas kita. Sebaliknya, sikap menghargai kasih karunia Allah akan menghasilkan kebahagiaan dan keberhasilan sekalipun kecil kekuatan kita. Rencana dan rancangan Allah digenapi atas kita bukan karena kekuatan dan kemampuan atau apapun yang kita miliki, tapi karena kepercaya an, ketaatan dan penundukkan kita pada firman-Nya, maka jadilah penurut-penurut Allah (Efesus 5:1).

JADILAH ALAT TUHAN BAGI KEGENAPAN RANCANGAN-NYA.

THURSDAY, 31 MARCH 2011

25:19-34 EVENTS

Two nations are in your womb, and two tribal nations will be split up from inside your womb; tribes which one will be stronger than others, and older children will become slaves to young children” (verse 23). Abraham had the right to pick a wife for Isaac, his son, from among the family. But not much different from their parents, turned out to Rebekah, his wife also was a barren. God’s power is not unlimited, so He has promised to make Abraham a great nation, then in accordance with the prayer of Isaac, God opened the womb of Rebecca, so she began to conceive. The problem is that there is a child in her womb-repulsion that was contrary to twins in it. Second child of God and even then prepare to be two great nation, but the youngest child will be more powerful nation than the first-born child. Thus Esau and Jacob present world, and in accordance with what has God says about the signs that Jacob would be stronger than is apparent from the attitude of Esau Esau who despised his birthright for a bowl of soup just red bean. Who’s Jacob with cleverness finally obtain the blessing of his birthright because it is a great blessing. Two examples of the attitude of looking at the grace of God with the consequences. Our inability to appreciate the grace of God will only result in failure to live even if God has been equipping and preparing the design of his great on us. Conversely, respect for God’s grace will produce happiness and success despite our small strength. Plan and design of God was fulfilled upon us not because of the strength and ability, or whatever we have, but because of trust, obedience and submission we are in his words, then be imitators of God (Ephesians 5:1).

BE A DESIGN TOOL LORD FOR HIS FULNESS.

30 March 2011

Dalam kuasa Allah

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian

RABU, 30 MARET 2011

KEJADIAN 25:12-18

“Itulah anak-anak Ismael, dan itulah nama-nama mereka, menurut kampung mereka dan menurut perkemahan mereka, dua belas orang raja, masing-masing dengan sukunya” (ayat 16).  Tepat seperti  yang Allah katakan kepada Abraham ketika Ia membuat tanda perjanjian dengan mengadakan sunat, demikianlah akhirnya Ismael benar-benar memperanakkan dua belas orang yang pada perkembangannya menghadirkan dua belas raja diatas bumi. Kedar dan Nebayot menjadi keturunan yang paling menonjol dan sering ditulis dalam Alkitab mewakili saudara-saudaranya yang lain. Mereka menetap berhadapan dengan semua saudara mereka. Dan Allahpun juga setia akan janji-Nya terhadap Abraham untuk mem berkati Ismael dan keturunannya dan siapa yang diberkati Tuhan tetaplah orang yang terberkati, tidak peduli dari manapun asal muasalnya. Demikianlah pada akhirnya keturunan Ismael juga menjadi bangsa yang besar dan diberkati Tuhan oleh karena Abraham. Menjadi pelajaran bagi kita untuk tidak mengang gap bahwa hanya kitalah orang, kelompok, suku bangsa atau bahkan agama sebagai satu-satunya yang diberkati Tuhan. Dia bukan hanya Tuhannya satu kelompok, suku bangsa atau agama tertentu, tapi Dia adalah Tuhan atas segala yang ada ini dan Dia tetap memberkati siapapun yang Ia kehendaki. Sebalik nya kita akan menjadi orang yang seharusnya patut dikasihani jika menganggap Tuhan itu hanya milik suku bangsa atau agama kita padahal kita sendiri tidak taat pada kehendak dan firman-Nya, hidup jauh dari-Nya dan hanya memuliakan Dia dengan bibir padahal hati kita jauh daripada-Nya. Allah berkuasa penuh untuk memberkati siapa saja yang dikehendaki-Nya, Ia mau memperlihatkan kuasa-Nya dan memasyhurkan nama-Nya karenanya, maka jangan merasa diri sebagai yang paling dikasihi Tuhan (Roma 9:15-18).

TUHAN ITU SETIA DAN TIDAK PERNAH MEMANDANG MUKA.