Get Adobe Flash player
14 April 2011

PERGUMULAN TIADA HENTI

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian GPT.Baithani

KAMIS, 14 APRIL 2011

KEJADIAN 32:22-32

“Lalu kata orang itu: “Namamu tidak akan lagi disebutkan Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah ber gumul melawan Allah dan manusia dan engkau menang” (ayat 28).  Rasa takut untuk bertemu dan menghadapi kakaknya membuat Yakub gelisah sehingga sekalipun hari masih malam ia memaksa untuk menyeberangkan istri-istri, anak-anak dan segala miliknya dan iapun tingal seorang diri dikemah dimana ia bermalam. Dalam kesendiriannya mempersiapkan mental untuk bertemu kakaknya, seorang laki-laki dating dan bergulat dengannya sampai fajar menyingsing. Cukup aneh, seorang Yakub yang dulunya orang yang tenang dan suka tinggal dikemah, mampu bergulat sekian lama dan tidak berhasil dikalah kan. Mungkin itulah hasil secara fisik dari pekerjaannya selama dua puluh tahun di rumah Laban. Dan pergulatan Yakub malam itu tidak menjadi sia-sia sekalipun sendi pahanya terpelecok dan menjadi pincang karena dipukul orang tersebut, tapi ia juga mendapat berkat, yaitu namanya yang baru, Israel, sebab ia telah bergumul melawan Allah dan manusia dan ia menang. Bergumul, memang itulah hal yang seharusnya kita lakukan manakala tantangan dan kesulitan datang menghadang. Kita tidak bergumul secara fisik seperti Yakub, tapi lebih pada mengalahkan hawa nafsu sendiri dalam mencari kehendak Tuhan, menemukan pertolongan yang daripada-Nya. Menyerahkan segala perkara dan kekuatiran kita pada-Nya adalah sebuah pergumulan, karena hal itu berarti kita harus rela menomorduakan keinginan kita sendiri. Dan bila kita sudah bergumul bukan berarti masalah selesai, masalah harus tetap kita hadapi, tapi akan kita hadapi bersama dan dalam kekuatan Allah. Memang manusia harus bergumul dibumi dan hari-harinya seperti orang upahan, maka pergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya (Kolose 1:29).

PERGUMULKAN SEGALA PERKARA DIDALAM DOA.

13 April 2011

DIHANTUI RASA TAKUT

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian GPT.Baithani

RABU, 13 APRIL 2011

KEJADIAN 32:1-21

“Lalu sangat takutlah Yakub dan merasa sesak hati; maka dibaginyalah orang-orangnya yang bersama -sama dengan dia, kambing dombanya, lembu sapi dan untanya menjadi dua pasukan” (ayat 7).  Satu masalah selesai dan sekarang masalah yang lebih membuat Yakub ketakutan adalah bertemu dengan Esau, kakaknya dan itu adalah hal yang tidak bisa dihindari tapi harus dihadapi. Semua terjadi karena kepergian Yakub dari rumah keluarganya dikarenakan masalah dirinya dengan kakaknya tersebut. Dan semua itu dimulai dari peristiwa Esau menjual hak kesulungannya dan juga Yakub yang mengakali ayahnya untuk mendapat berkat kesulungan yang sebenarnya milik kakaknya. Sekarang dia kembali dan siap atau tidak ia harus menghadapi kemarahan kakaknya yang disimpan dalam hatinya sejak waktu itu. Maka tidak bisa tidak hati Yakub dilanda ketakutan yang sangat untuk bertemu dengan kakaknya terse but dan diapun berusaha untuk melunakkan hati kakaknya dengan menyuruh utusan untuk lebih dahulu menemuinya tapi justru rasa takut yang lebih ia dapatkan karena kenyataan kakaknya tersebut datang menemuinya dengan empat ratus orang yang menyertainya. Untuk itulah ia bertindak dengan membagi rombongannya menjadi kelompok-kelompok dan kelompok-kelompok yang terdepan bertugas menjaga dan membawa persembahan untuk melunakkan hati Esau. Menjadi pelajaran bagi kita untuk tidak membiarkan masalah berlarut-larut karena hal itu tidak mendatangkan kebaikan tapi justru akan membe bani bahkan membuat kita hidup dalam suasana ketakutan, kehilangan damai sejahtera yang dari Allah. Daripada hidup dalam suasana ketakutan, hiduplah dalam suasana kasih sebab kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan oleh karena sifat kasih itu sendiri yang tidak menyimpan kesalahan (1Yohanes 4:18).

TAKUT PADA MANUSIA MENDATANGKAN JERAT.

12 April 2011

PAKAI JALAN TERBAIK

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian GPT.Baithani

SELASA, 12 APRIL 2011

KEJADIAN 31:43-55

 Jika engkau mengaibkan anak-anakku, dan jika engkau mengambil istri lain disamping anakku itu, ingatlah, walau tidak ada orang dekat kita, Allah juga yang menjadi saksi antara aku dan engkau” (ayat 50).  Masing-masing merasa telah berjasa dan berbuat benar, Yakub merasa bahwa karena dialah Laban diberkati Allah, sebab sebelum dia datang ternak laban sedikit, tapi telah menjadi sangat banyak dengan kehadirannya. Sementara Laban juga merasa telah menolong Yakub dengan menerima dia di rumahnya, bahkan anak-anak perempuannya telah diberikannya pada Yakub, demikian juga kawanan ternak yang ada pada Yakub juga berasal daripadanya. Dan jika masing-masing tetap pada kebenarannya , sendiri-sendiri, maka hanya akan mengakibatkan perselisihan dan perseteruan, maka cara terbaik menyelesaikan masalah tersebut adalah mengadakan perjanjian damai diantara keduanya. Allahlah yang menjadi saksi atas perjanjian yang mereka buat sehingga masing-masing mereka bertanggungjawab atas perjanjian tersebut kepada Allah. Maka setelah semuanya itu, Yakubpun dapat meneruskan perjalananya dengan tenang karena satu masalah yang membebaninya sudah terselesaikan dan masih ada masalah lain yang harus ia hadapi, bertemu kakaknya, Esau. Amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran dihada pan Allah dan juga hanya akan menimbulkan kesulitan yang baru jika memberikan diri untuk dikuasai nya. Kemarahan ataupun panas hati dimulai dari kebenaran diri sendiri yang tidak diperhitungkan atau dipandang oleh yang lain. Maka daripada diri sendiri hangus terbakar oleh panas hati, adalah lebih baik jika kita mau saling merendahkan diri dan mengusahakan perdamaian, itulah yang berharga dihadapan Tuhan. Pembalasan adalah hak Tuhan, maka jangan balas kejahatan dengan kejahatan, sebaliknya usahakan dan hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang, kalahkan kejahatan dengan kebaikan (Roma 12:17-21).

BERBAHAGIALAH ORANG YANG MEMBAWA DAMAI.

11 April 2011

BUKTI PENYERTAAN ALLAH

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian GPT.Baithani

SENIN, 11 APRIL 2011

KEJADIAN 31:2242

“Pada waktu malam datanglah Allah dalam suatu mimpi kepada Laban, orang Aram itu, serta berfir man kepadanya: “Jagalah baik-baik, supaya engkau jangan mengatai Yakub dengan sepatah katapun” (ayat 24).  Dibakar rasa kecemburuan dihati oleh karena Yakub telah memperoleh banyak ternak dari kawanan kambing dombanya, tiga hari kemudian setelah diketahuinya Yakub telah pergi dengan memba wa istri-istrinya, anak-anak dan semua hewan ternak yang telah diperolehnya, maka Labanpun mengejar Yakub. Bersama dengan sanak saudaranya seminggu kemudian Laban dapat menyusul Yakub dan rom bongannya di Gilead. Memang Laban dapat mengejar Yakub, tapi ia tidak dapat berbuat sesuatu yang bisa mendatangkan celaka karena perlindungan Allah yang telah menyuruh Yakub untuk meninggalkan Laban dan pergi kembali kenegerinya, bahkan mengata-katai Yakub saja tidak diijinkan-Nya. Namun demikian hati Yakub panas juga ketika Laban menggeledah isi kemahnya untuk mencari terafimnya yang hilang dan ternyata diambil oleh Rahel tanpa sepengetahuannya. Dan kekecewaan yang dipendam nya selama ia bekerja pada Laban seperti mendapat jalan untuk diungkapkannya. Perlindungan Allah bisa dinyatakan-Nya dengan banyak cara tergantung situasi dan kondisi yang sedang terjadi. Allah sendiri yang akan menjaga dan melindungi setiap orang yang berjalan menurut kehendak-Nya sekalipun jalan yang sedang ditempuhnya sepertinya tidak dalam tanda pembelaan-Nya. Bisa saja Dia mencegah untuk tidak terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan, tapi jika toh hal itu tetap terjadi, Ia juga sanggup bertindak untuk menyelamatkan. Penyertaan-Nya sempurna, didalamnya ada pembelaan, pemeliharaan dan sebagainya, maka tidak ada suatupun yang akan menimpa kita tanpa seijin Tuhan (Roma 8:31-39).

ALLAH MENYERTAI DAN AKAN MELEPASKAN KITA DARI YANG JAHAT.  

9 April 2011

Dipaksa untuk kembali

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

SABTU, 9 APRIL 2011

KEJADIAN 31:1-21

Akulah Allah yang di Betel itu, dimana engkau mengurapi tugu, dan dimana engkau bernazar kepada-Ku; maka sekarang, bersiaplah engkau, pergilah dari negeri ini dan pulanglah kenegeri sanak saudara mu” (ayat 13).  Tidak dapat dihindari bahwa keberhasilan Yakub dalam bekerja sehingga ia diberkati Tuhan menimbulkan kecemburuan di hati Laban dan anak-anaknya. Keadaan sudah berubah, mulai ada jarak yang lebar antara Yakub dan keluarga Laban yang mana pada akhirnya membuat Yakub tidakbetah dan memutuskan untuk kembali kenegerinya karena memang tidak ada niat dia untuk menetap di Padan Aram. Memang sudah ada niat dalam diri Yakub untuk kembali, tapi ia masih menunggu waktu. Akhir nya Allah sendiri melalui sebuah mimpi menguatkan hati Yakub untuk pulang kenegerinya. Demikian lah dengan diam-diam Yakub beserta seluruh keluarganya dan juga harta benda yang didapatnya menye berangi sungai Efrat dan kembali kenegerinya. Kadang suatu perkara yang tidak menyenangkan Tuhan ijinkan terjadi atas kita bukan dimaksudkan untuk membebani atau membuat kita menderita, tapi untuk membuat kita tetap ada dialur rencana-Nya. Waspadalah dengan ikatan kekayaan dunia, jangan sampai oleh karena kekayaan dunia, oleh karena kemapanan hidup kita bergeser dari hidup dalam rancangan Allah pada hidup menuruti keinginan dunia. Maka jika kita mendapat tegoran atau peringatan melalui peristiwa yang tidak menyenangkan, anggaplah itu sebagai kasih Allah untuk membuat kita tetap hidup dalam rancangan-Nya. Bukankah rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera untuk memberi kan hari esok yang penuh pengharapan? Maka terimalah dengan segala kerelaan hati apabila ditegor dan diperingatkan Allah karena Dia menghendaki kita hidup dalam damai sejahtera-Nya (Wahyu 3:19).

KEMBALILAH PADA GEMBALA DAN PEMELIHARA JIWAMU

7 April 2011

Mencari perhatian ( Looking for attention )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian edisi dwi bahasa ( Daily bread bilingual edition ) by WSB Editorial staff

KAMIS, 7 APRIL 2011

KEJADIAN 29:31-30:24

Ketika dilihat Rahel bahwa ia tidak melahirkan anak bagi Yakub, cemburulah ia kepada kakaknya itu, lalu berkata kepada Yakub: “Berikanlah kepadaku seorang anak; kalau tidak, akau akan mati” (ayat 1).  Dari semula cinta Yakub itu untuk Rahel, sedang kepada Lea ia tidak mencintainya, tapi karena adat dan budaya setempat ia harus lebih dahulu menikahi Lea untuk mendapat Rahel. Berat bagi Lea sebenarnya menikah dengan seorang yang tidak mencintainya, dan Allah melihat hal itu, maka Iapun membuka kan dungannya, sedang Rahel mandul. Empat anak laki-laki pertama Lea diberi nama yang mengandung arti perjuangannya dalam mendapatkan cinta dari suaminya. Hal itu membuat Rahel cemburu sehingga ia memberikan budaknya kepada suaminya supaya budaknya tersebut melahirkan anak dipangkuannya. Maka terjadilah, kedua kakak beradik dengan suami yang sama tersebut berlomba mendapat perhatian dan cinta dari suami mereka dengan memberikan anak bagaimanapun caranya. Dan sang suami sendiri bagai barang sewaan yang harus membagi kasihnya kepada kedua istrinya tersebut hingga Allah ingat kepada Rahel dan membuka kandungannya lalu melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Yusuf. Apapun adanya, kebutuhan mendasar bagi perempuan, bagi seorang istri khususnya adalah cinta atau kasih dari suaminya. Ketika seorang istri mendapat perhatian dan kasih dari sang suami sebagaima na seharusnya, seorang istri yang baik tidak akan berbuat sesuatu yang tidak perlu yang bisa mengakibat kan hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan berbagai kelemahan dan kekurangannya, seorang istri yang dicintai suaminya akan merasa aman dan jiwanyapun merasa tentram dalam mendampingi suaminya. Maka para suami, hiduplah bijaksana dengan istrimu sebagai kaum yang lebih lemah, kasihi dan hormatilah dia sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan sehingga doamu tidak terhalang (1 Petrus 3:7).

 SUAMI-ISTRI PADA HAKEKATNYA ADALAH SATU DAGING.

THURSDAY, 7 APRIL 2011

29:31-30:24 EVENTS

 “When viewed Rachel that she did not bear children to Jacob, then she is jealous of her sister, and said to Jacob:” Give me a child, otherwise, I will die “(verse 1). From the beginning of Jacob’s love for Rachel, Leah was told he did not love her, but because of local customs and culture he must first marry Leah for Rachel. Weight for Lea actually married to someone who does not love her, and God saw it, then He Himself opened it has conceived, while Rachel was barren. Four boys are first given the name Leah means struggle in getting the love from her husband. It makes Rachel jealous so she gives her slave to her husband so that his slave is his lap child. So it came to pass, the two sisters with the same husband are racing to get attention and love from their husbands by giving the child somehow. And the husband himself as a rental item that must share his love for both his wife until God remembered Rachel and opened her womb to then give birth to a boy named Joseph. Whatever it is, a fundamental requirement for women, for a wife in particular is love or love from her husband. When a wife gets the attention and love from her husband as they should, a good wife would not do something that could not have resulted in the things that are not desired. With the various weaknesses and shortcomings, a wife who loved her husband will feel safe and soul felt at ease in assisting  her husband. So the husbands, live with your wife as the weaker, love and respect her as a friend heir of the grace of life so that your prayers are not hindered (1 Peter 3:7).

 HUSBAND-WIFE IS ESSENTIALLY ONE FLESH.

6 April 2011

Hidup dengan bijak

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian GPT.Baithani Denpasar

RABU, 6 APRIL 2011

KEJADIAN 29:1-30

“Kemudian berkatalah Laban kepada Yakub: “Masakan karena engkau adalah sanak saudaraku, engkau bekerja padaku dengan cuma-cuma? Katakanlah kepadaku apa yang patut menjadi upahmu” (ayat 15).  Allah menyertai Yakub, dan sampailah ia kesebuah tempat penggembalaan kambing domba dimana waktu itu para gembala sedang bersiap untuk memberi minum hewan gembalaan mereka. Rahel pun, anak Laban, saudara ibu Yakub, juga datang ketempat tersebut dan bertemu dengan Yakub dan segera memberitahukan hal itu kepada ayahnya yang juga langsung menyambutnya. Laban memperlaku kan Yakub dengan baik, dan sekalipun ia adalah sanak saudaranya, bagi Laban Yakub harus tetap men dapat upah dari apa yang dikerjakan dirumahnya. Dan Yakub memilih untuk mendapat istri sebagai upah dari segala yang dikerjakannya dirumah Laban. Maka tujuh tahun kemudian mimpinya untuk mem peristri Rahel menjadi kenyataan walau harus melalui lika-liku perjuangan dan dengan syarat yang juga harus dipenuhinya, taat pada adat dan budaya setempat yang membuat dia harus lebih dahulu menikahi Lea, kakak Rahel. Demi cintanya kepada Rahel, tujuh tahun Yakub rasa hanya beberapa hari meskipun untuk itu ia harus bekerja tujuh tahun lagi pada Laban. Dimanapun kita adanya jika mampu membawa diri dengan baik pasti juga akan diterima dengan baik pula. Untuk itu kita juga harus mengenal dan menghormati peraturan-peraturan yang berlaku, entah itu dalam kalangan sanak saudara sendiri, digereja , dilingkungan kerja dan usaha ataupun dilingkungan dimana kita tinggal. Maka hiduplah dengan penuh hikmat, istimewa terhadap orang-orang luar, itulah hidup yang berpadanan dengan panggilan (Kolose 4:5-6).

 HIDUPLAH BERPADANAN DENGAN INJIL KRISTUS.

5 April 2011

Allah kaya dengan cara

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian GPT Baithani

SELASA, 5 APRIL 2011

KEJADIAN 28:10-22

“Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, kemanapun engkau pegi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melain kan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu” (ayat 15). Yakub pergi oleh karena keselamatan nya terancam oleh kakaknya sendiri, tapi dia pergi dengan membawa jaminan berkat yang diterima oleh Abraham dan Ishak dari Allah. Kepergiaannya membawa hikmah tersendiri baginya karena dengan itu Allah untuk pertama kalinya menyatakan diri-Nya kepada Yakub melalui sebuah mimpi. Melalui mimpi tersebutlah Allah secara pribadi menyatakan janji-Nya bahwa Ia akan membuat keturunan Yakub seperti  debu tanah banyaknya dan ia akan mengembang kesebelah timur, barat, utara dan selatan. Allah juga berjanji menyertai dan melindunginya dan akan membawanya kembali kenegeri yang ditinggalkannya untuk sementara tersebut. Bagi Yakub teramat dahsyat kehadiran Allah melalui mimpi tersebut dan ia tidak menyadari kehadiran Allah ditempat ia sedang istirahat tersebut. Maka Yakubpun bernazar jika Allah menyertai, melindungi, memberkati dan membawanya kembali kenegeri yang ditinggalkannya, maka Tuhan akan menjadi Allahnya dan ia akan memberikan sepersepuluh dari semua berkat yang ia terima. Mungkin kita tidak mendengar secara langsung ataupun melalui mimpi Allah menyatakan diri dan kehendak-Nya sekalipun bukan tidak mungkin Allah secara khusus melawat kita melalui mimpi, tapi yang pasti, melalui firman-Nya kita bisa mengenal dan mengetahui kehendak-Nya. Allah kaya dengan cara untuk menyatakan diri-Nya. Lihat, Dia berdiri dimuka pintu dan mengetok, maka bukalah pintu hatimu dan undanglah Dia masuk lalu nikmatilah lawatan-Nya yang luar biasa (Wahyu 3:20).

DIA ADALAH ALLAH YANG MAHA HADIR.

4 April 2011

Bekal yang terbaik

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renunga Harian  GPT.Baithani Denpasar

SENIN, 4 APRIL 2011

KEJADIAN 27:41-28:9              

“Moga-moga Ia memberikan kepadamu berkat yang untuk Abraham, kepadamu serta kepada keturunan mu, sehingga engkau memiliki negeri ini yang kau diami sebagai orang asing, yang telah diberikan Allah kepada Abraham” (ayat 4). Dalam kemarahan Esau terhadap Yakub sehingga ia menaruh dendam kepadanya dan berniat untuk membunuhnya. Demikian juga ada nada kekecewaan Esau terhadap ayah nya yang membuat dia sepertinya mengharap kematian ayahnya dengan segera. Niat hati Esau tidak ter sembunyi dan hal itu sampai ketelinga Ribka yang juga segera mengambil tindakan dengan menyuruh Yakub pergi ke Padan-Aram, kepada Laban, saudara ibunya. Kepergian Yakub disertai dengan berkat yang dari ayahnya, Ishak, itulah juga berkat yang Ishak terima dari Abraham, ayahnya, bahwa siapapun yang menerima berkat tersebut asalkan ia adalah keturunan Abraham, akan memiliki negeri yang saat itu masih mereka diami sebagai orang asing dan juga ia akan dibuat-Nya menjadi banyak sehingga menjadi sekumpulan bangsa. Hal itu berarti sekalipun Yakub harus pergi ke Padan-Aram, Allah pasti akan mem bawanya kembali kenegeri yang sudah diberikan-Nya kepada Abraham. Setiap orang memiliki perjala nan hidupnya masing-masing dengan berbagai peristiwa yang dialaminya, tapi janji-Nya kepada setiap orang yang hidup seturut dengan kehendak-Nya pasti akan digenapi-Nya. Apa dan bagaimanapun perja lanan hidup orang yang hidup berkenan kepada-Nya, Allah tetap menyertainya. Maka jangan berkecil hati dengan berbagai peristiwa yang kita hadapi sekalipun itu sama sekali tidak menyenangkan dan nam pak sepertinya tidak ada harapan, yakinlah bahwa Ia tidak pernah gagal, Ia selalu menyertai dan member kati dan juga memeliharakan kita apapun yang terjadi disekeliling kita. Percayalah, Dia yang memang gil kita adalah Allah yang setia, Ia juga akan menggenapi janji firman-Nya (1 Tesalonika 5:23). JANGAN PERNAH SEKALIPUN MERAGUKAN KASIH SETIA-NYA.

2 April 2011

KEHILANGAN BAGIANNYA ( Lost his part )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian edisi dwi bahasa ( Daily bread bilingual edition ) by WSB editorial staff

SABTU, 2 APRIL 2011

KEJADIAN 27:1-40

Siapakah gerangan dia, yang memburu binatang itu dan yang telah membawanya kepadaku? Aku telah memakan semuanya, sebelum engkau datang, dan telah memberkati dia; dan dia akan tetap orang yang diberkati” (ayat 33). Sebagai sebuah keluarga, tidak lepas pula keluarga Ishak dari masalah.Di mulai dari sikap orang tua yang membanding-bandingkan yang membuat mereka masing-masing lebih mengasihi yang satu dari yang lain. Masalah mencapai puncaknya ketika Ishak telah menjadi tua dan akan memberikan berkat kesulungan pada anak sulungnya, Esau. Ribka tidak rela berkat kesulungan jatuh ketangan Esau karena ia lebih mengasihi Yakub, maka dia bertindak dengan cerdik untuk mengha dirkan berkat tersebut bagi anak kesayangannya, Yakub. Rencananya berhasil, sebaliknya hal itu menim bulkan kepedihan yang mendalam dalam hati Esau. Tapi walau bagaimanapun juga berkat yang sudah diberikan oleh Ishak tidaklah bisa ditarik kembali, Yakub tetaplah menjadi orang yang diberkati dengan segala yang baik, apa dan bagaimanapun pandangan saudara dan ayahnya terhadap dirinya.  Dengan demikian, apa yang Allah firmankan tentang keduanya ketika Ribka masih mengandung, mulai digena pi. Tidak ada kuasa ataupun kekuatan yang sanggup menggagalkan berkat ataupun rancangan Allah yang indah sejauh kita hidup dalam takut akan Dia. Diri kita sendirilah yang bisa merusak dan mengagal kan berkat dan rancangan Allah atas kita, baik melalui sikap hidup ataupun ketidakmampuan kita dalam menghargai kasih karunia-Nya. Jangan turuti hawa nafsu ataupun memiliki nafsu yang rendah seperti Esau jika tidak mau kehilangan bagian atas berkat-berkat yang telah disediakan-Nya (Ibrani 12:16-17).

JANGAN PANDANG RINGAN KASIH KARUNIA ALLAH.

SATURDAY, 2 APRIL 2011

27:1-40 EVENTS

Who is he, who hunt the beast, and who had brought him to me? I had eaten it all, before you come, and have blessed him, and he will continue the blessed “(verse 33). As a family, Isaac’s family are not free from problems. At the start of the attitude of parents to compare which makes them more loving each one of the other. The problem reached its peak when Isaac had grown old and will give thanks to the birthright of her eldest son, Esau. Rebekah was not willing to fall into the hands of Esau’s birthright blessing because he is more loved Jacob, then he done wisely to bring these blessings for her beloved son, Jacob. The plan succeeded, otherwise it is weighing rise to a deep pain in the heart of Esau. But however well as the blessing was given by Isaac is not able to retract, Jacob still be people who are blessed with all that is good, what and how the views of his brother and father. Thus, what God says about them when Rebecca was pregnant, began to be fulfilled. There is no power or strength that can thwart God’s blessing or a beautiful design as far as we are living in fear of him. We are the ones who can destroy and thwart God’s blessing and design upon us, either through attitudes or our inability to appreciate His grace. Do not obey the passions or have a low appetite like Esau if you do not want to lose the top of the blessings that have been provided to him (Hebrews 12:16-17).

DO NOT VIEW GIFTS LIGHTER LOVE GOD