Get Adobe Flash player

Renungan Harian GPT Baithani Denpasar

Sabtu , 23 Agustus 2014

Mazmur 31

“Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kau simpan bagi orang yang takut akan Engkau, yang telah Kau lakukan bagi orang yang berlindung pada-Mu, di hadapan manusia !” Mazmur 31 : 20

Takut akan Tuhan adalah unsur penting dalam kehidupan orang yang percaya. Takut yang bagaimana ? Ada banyak diantara kita yang takut akan banyak hal, seperti takut akan hantu, takut akan ketinggian, takut akan keramaian dan sebagainya. Takut akan Tuhan bukanlah hal seperti itu. Pengertian takut akan Tuhan menjadi jelas jika kita mengerti siapa dan seperti apa Tuhan itu.

Secara Alkitabiah takut akan Tuhan berbicara tentang kekuatan, kebesaran, otoritas dan kekudusan Tuhan. Takut akan Tuhan di sini adalah wujud rasa takut dalam arti postif. Artinya kita menghormati Dia karena kebesaran-Nya, kekudusan-Nya, keadilan-Nya dan juga kebenaran-Nya. Tanpa rasa takut akan Tuhan orang Kristen cenderung berpikir, berkata, dan berbuat sesuka hatinya sendiri. Rasa takut akan Tuhan yang seperti ini juga tidak didasari oleh karena takut mengalami hukuman atau takut masuk neraka, karena jika hal ini yang terjadi maka rasa takut semacam ini tidak didasarkan pada kasih kepada Tuhan.

Takut akan Tuhan adalah ketetapan hati dan pikiran orang percaya yang tidak mengecewakan Tuhan melalui pikiran, ucapan dan tindakannya sebagai ekspresi kasih kepada-Nya. Jadi orang yang takut akan Tuhan akan berusaha untuk hidup seturut Firman-Nya, menjauhkan diri dari segala bentuk kejahatan (dosa) dengan kerelaan hatinya sendiri, bukan karena terpaksa atau karena dorongan dari orang lain. Dalam Pengkotbah 12 : 13 dikatakan : “Akhir kata dari segala yang di dengar ialah : takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.”

Ada berkat-berkat yang disediakan Tuhan bagi orang-orang yang takut akan Dia : 1. Kita akan hidup dalam kebahagiaan dan ketentraman (baca Mazmur 128 : 1 dan Amsal 14 : 26). 2. Kita tidak akan kekurangan sesuatu pun yan baik dari Tuhan. “Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kau simpan bagi orang yang takut akan Engkau” (Mazmur 31 : 20a). 3. Kita akan diperhatikan oleh Tuhan (baca Mazmur 33 : 18). 4. Doa kita akan di dengar dan dijawab Tuhan. “Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka.” (Mazmur 145 : 19).

ORANG YANG TAKUT AKAN TUHAN PASTI AKAN MENGALAMI SEMUA KEBAIKAN TUHAN !

Daily Bread GPT Baithani Denpasar

Saturday, August 23, 2014

Psalm 31

“How abundant goodness have you saved for those who fear you, which you have done for them that trust in thee, in the sight of men!” Psalm 31: 20

The fear of the Lord is an important element in the life of believers. Fear is how? There are many of us who are afraid of many things, such as fear of ghosts, fear of heights, fear of crowds, and so on. The fear of God is not like that. Understanding fear of God becomes clear if we understand who and what God is.

In biblical fear of God speaks of strength, greatness, authority and holiness of God. The fear of the Lord here is a manifestation of fear in a positive sense. This means that we honor Him for His greatness, His holiness, His justice and His righteousness. Without the fear of God Christians tend to think, say, and do as they please themselves. The fear of God is like this is also not based on fear of punishment or fear of having to go to hell, because if this is the case then this kind of fear is not based on love for God.

The fear of the Lord is the determination and mind of the believer who does not disappoint God through thoughts, words and actions as an expression of love for Him. So those who fear the Lord will seek to live according to His Word, abstain from all forms of evil (sin) by expressing his own heart, not out of necessity or because of encouragement from others. In Ecclesiastes 12: 13 says: “The end of all that is heard is: fear God and keep His commandments, because this applies to every person.”

There are blessings the Lord has provided for those who fear him: 1 We will live in happiness and peace (read Psalm 128: 1 and Proverbs 14: 26). 2 We will not lack anything good from God yan. “How abundant goodness have you saved for those who fear thee” (Psalm 31: 20a). 3 We are going to be noticed by the Lord (see Psalm 33: 18). 4 Our prayers will be heard and answered God. “He did the will of those who fear Him, listen to their cry and saves them.” (Psalm 145: 19).

PEOPLE WHO FEAR GOD WILL SURELY WILL HAVE ALL THE GOOD LORD!

Renungan Harian GPT Baithani Denpasar  
Jumat, 22 Agustus 2014
Amsal 21

“Harta yang indah dan minyak ada di kediaman orang bijak, tetapi orang yang bebal memboroskannya.”

Saudara pernah memiliki utang ? Utang seringkali menjadi sumber pertengkaran dan bebab berat dalam kehidupan rumah tangga : utang juga menjadi penghalang untuk bisa memberi atau menabur. Oleh karena itu Alkitab mengingatkan kita untuk hidup sesuai dengan kemampuan atau penghasilan yang ada. Ketika seseorang memiliki penghasilan yang masih minim dia masih bisa mencukupkan diri karena kebutuhannya juga masih sedikit (tidak berpikir ‘macam-macam’). Namun meningkatnya pendapat seseorang seringkali diikuti pula dengan peningkatan kebutuhan, bahkan sampai lepas kontrol, ‘besar pasak daripada tiang’. Siapa pun kita bisa terbebas dari jerat utang jika kita sangat menginginkan hal itu. Dan kita bisa memulainya sejak saat ini juga.

Utang adalah suatu kewajiban atau tanggung jawab untuk membayar atau mengembalikan sesuatu yang dipinjam kepada orang lain yang memilikinya. Memiliki utang seringkali sebagai akibat dari ketidakmampuan kita mengelola keuangan dengan baik, padahal kemampuan kita mengelola uang akan menentukan kepercayaan Tuhan kepada kita atas kekayaan-Nya. Setelah mengembalikan persepuluhan banyak dari kita yang berpikir bahwa sisa yang 90% adalah milik kita sendiri. Sesungguhnya kita ini hanyalah bendahara-Nya saja, ketidakmengertian inilah yang akhirnya mendorong orang Kristen hidup boros. Salomo menyebut orang yang boros sebagai orang yang bebal. Perhatikanlah : yang penting bukanlah seberapa banyak uang yang kita miliki, melainkan seberapa bijak kita mengendalikan pengeluaran. Mengapa banyak orang Kristen tidak dapat mengelola uang mereka dengan bijak ? Karena kita memiliki gaya hidup konsumtif. Seringkali kita mengeluarkan uang bukan untuk hal-hal yang penting dan yang benar-benar dibutuhkan, tetapi hanya sekedar memuaskan mata.

Mari berubah ! Milikilah sikap hidup hemat dan sederhana. Pikirkan masak-masak sebelum membeli segala sesuatu, apakah barang tersebut benar-benar kita butuhkan atau tidak ? Dan berhentilah membandingkan diri kita dengan orang lain ! Karena itu buatlah anggaran keuangan sesuai dengan prioritas yang benar. Prioritas yang benar adalah : persepuluhan, lalu kebutuhan hidup yang utama, lalu benih untuk di tabur, dan terakhir tabungan.

JIKA DAPAT MENGELOLA UANG DENGAN BENAR KITA PASTI TIDAK LAGI BERUTANG !

Daily Bread GPT Baithani Denpasar
Friday, August 22, 2014

  Proverbs 21
“Beautiful treasure and oil in the dwelling of the wise, but the foolish waste it.”

Have you ever had a debt? Debt is often a source of contention and heavy bebab in domestic life: debt can also be a hindrance to give or sow. Therefore, the Bible reminds us to live in accordance with the existing ability or income. When someone has a minimal income still he can still suffice himself because his needs are also still a little (do not think ‘kinds’). However, increasing one’s opinion is often followed by an increase in demand, even out of control, ‘big unbalanced’. Anyone we can get rid of debt trap if we really want it. And we can start from today.

Debt is an obligation or responsibility to pay for or return something borrowed to others who have it. Having debt is often as a result of our inability to manage finances well, but our ability to manage money will determine our confidence in God to his property. After returning tithe many of us who think that the rest of the 90% is ours alone. Indeed, we are only His treasurer course, ignorance is what ultimately encourage Christians to live lavishly. Solomon calls the wasteful as one of the fools. Note: the important thing is not how much money we have, but how we control spending wise. Why do many Christians can not manage their money wisely? Because we have a consumptive lifestyle. Often we spend money not on things that are important and that is really needed, but merely to satisfy the eye.

Let’s turn! Have an attitude of life-saving and simple. Think carefully before buying everything, whether the goods we really need it or not? And stop comparing ourselves with others! Because it make financial budget according to the right priorities. The right priorities are: tithing, then the main necessities of life, then the seed for sowing, and the last saving.

IF MONEY COULD MANAGE CORRECTLY WE WILL NO LONGER OWE!

 

 

 

 

 

 

Renungan Harian GPT Baithani Denpasar 

Kamis, 21 Agustus 2014
Amsal 10

“Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya.” Amsal 10 : 4
Adakah kita menemukan orang yang malas dan lamban berhasil dalam hidupnya ? Mustahil bila ada. Alkitab jelas menyatakan bahwa “Tangan yang lamban membuat miskin.” tidak hanya itu, “Kemalasan mendatangkan tidur nyenyak,dan orang yang lamban akan menderita lapar.” (Amsal 19 : 15), bahkan Alkitab mengkategorikan orang yang malas sebagai perusak. Tertulis : “Orang yang bermalas-malasan dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara si perusak.” (Amsal 18 : 9). Dimana pun berada, baik itu di kantor, di sekolah, di rumah, di gereja atau pelayanan, seorang pemalas hanya akan menjadi pengganggu atau perusak bagi yang lain. Itulah sebabnya Firman Tuhan menasihatkan agar kita mau belajar dari kebiasaan semut. “Pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak, biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen. Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring ? Bisakah engkau akan bangun dari tidurmu? “Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk berbaring” – maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang bersenjata.” (Amsal 6 : 6 – 11).

Seorang pemalas biasanya suka menunda-nunda pekerjaan atau tugas sehingga pekerjaannya kian menumpuk. Prinsip mereka : “Besok masih ada waktu, sekarang santai dulu saja !” Orang yang lamban dan pemalas selalu menyia-nyiakan waktu dan kesempatan yang ada seperti yang diperbuat oleh orang yang menerima satu talenta, sehingga tuannya menjadi sangat marah. “Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, dan campak-kan hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Disanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.” (Matius 25 : 26, 30). Jadi kemalasan dapat dikategorikan sebagai kejahatan. Langkah untuk mengalahkan kemalasan adalah keharusan hidup disiplin dan bekerja lebih keras lagi.

Kerja keras adalah faktor penting penentu keberhasilan ! Maka belajarlah menggunakan waktu sebaik mungkin, jangan lagi menunda-nunda mengerjakan tugas yang ada supaya tidak semakin menumpuk. Kemalasan dan kelambanan hanya akan membawa kita kepada kegagalan.

KARENA ITU JADILAH SEORANG YANG RAJIN !

Daily Bread GPT Baithani Denpasar

Thursday, August 21, 2014
 Proverbs 10

“Hands were slow to make the poor, but the hand of the diligent makes rich.” Proverbs 10: 4

Do we find people who are lazy and slow to succeed in life? Impossible if any. The Bible clearly states that “slow hand made ​​poor.” Does just that, “Laziness brings on deep sleep, and the idle person will suffer hunger.” (Proverbs 19: 15), even the Bible categorizes people lazy as a destroyer. Written: “The person who idled in his work is a brother of the destroyer.” (Proverbs 18: 9). Wherever they are, be it at the office, at school, at home, at church or ministry, a slacker would only be a nuisance or destructive to others. That is why the Word of God advises us to learn from the habits of ants. “Go to the ant, consider its ways and be wise, having no chief, officer or ruler, it prepares its food in summer and gathers its food at harvest. Hi slacker, how long will you lie? Could you will wake up from your sleep? “A little sleep, a little slumber, a little folding hands in a moment to lie down” – hence poverty come to you as an invader, and like shortage of armed men. “(Proverbs 6: 6-11).

Usually a slacker procrastinator jobs or tasks that work piling up. Their principles: “Tomorrow there is still time, first just relax now!” People are slow and slacker always wasted time and opportunities like that done by the person who received the one talent, so his master became very angry. “O ye wicked and lazy servant, and measles-the useless servant into the outer darkness. That’s where there will be weeping and gnashing of teeth. “(Matthew 25: 26, 30). So laziness can be categorized as a crime. Steps to overcome laziness is a necessity of life of discipline and work harder.

Hard work is the important factor determining the success! So learn to use the time as best as possible, no more procrastinating existing tasks that are not accumulating. Laziness and inaction will only lead us to failure.

Therefore be the diligent people !

Renungan harian GPT Baithani Denpasar

Rabu 20 Agustus 2014

Yesaya 43: 8-21

“ Kamu ini lah saksi-saksiKu dan hamba-Ku yang telah kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia..” ( yesaya 43:10 a )

Tuhan menghendaki agar setiap orang Kristen berperan menjadi saksi di tengah dunia. Alkitab menyatakan bahwa setiap orang percaya adalah garam dunia dan terang dunia ( baca Matius 5: 13-14 ) dengan demikian kita harus memiliki kehidupan yang berbeda dari orang-orang dunia.

Saksi tidak sama dengan reporter, seorang reporter memiliki tugas menyampaikan informasi tentang orang lain, sedangkan tugas saksi adalah memberikan kesaksian tentang apa yang dialami, dilihat dan dirasakannya secara pribadi, bukan menceritakan pengalaman orang lain. Itulah sebabnya Roh Kudus dicurahkan kepada para rasul agar mereka memperoleh kuasa untuk menjadi saksi.
“.. Kamu akan menerima kuasa , kalau Roh Kudus turun keatas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai keujung bumi.” ( Kisah 1:8 )

Kita masih melihat bahwa masih banyak orang kristen yang hidupnya tidak menjadi saksi yang baik bagi orang lain. Mungkin kita pandai merangkai kata saat bersaksi didepan jemaat, tetapi sesungguhnya kita belum sepenuhnya menjadikan hidup kita benar-benar sebagai saksi. Jadi banyak orang kristen pandai bersaksi, tetapi tidak menjadikan hidupnya sebagai saksi. Menjadi saksi bukan dengan perkataan semata akan tetapi harus melalui kehidupan kita secara nyata. Jadi orang lain dapat melihat kehidupan kristen itu nyata didalam kehidupan kita setiap hari. Ucapan dan perbuatan kita selaras, tidak ada perbedaan dan semuanya itu mencerminkan bahwa ada Kristus di dalam kita. Seorang saksi, tentu akan sangat antusias untuk bersaksi kepada orang-orang disekitar tentang pengalaman hidupnya didalam Tuhan, sehingga orang lain boleh mengenal Kristus melalui hidupnya, jika kekristenan kita biasa-biasa saja dan tidak jauh berbeda dengan orang dunia, maka kita akan mengalami kesulitan bersaksi, karena menjadi saksi berarti iman dan juga nilai-nilai kebenaran kristus tidak disembunyikan , tetapi justru dinyatakan melalui sikap, perkataan dan perbuatan. Ternyata tidak mudah menjadi saksi bagi dunia!

“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya didepan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan bapamu yang di sorga.” ( Matius 5:16 )

Daily Bread GPT Baithani Denpasar
Wednesday, August 20, 2014

Isaiah 43: 8-21

“You are the one witnesses-witnesses and my servant whom I have chosen, that you may know and believe me and understand that I am He ..” (Isaiah 43:10 a)

God wants every Christian to be a witness in the central role the world. The Bible states that every believer is the salt of the earth and light of the world (read Matthew 5: 13-14) so we should have a different life from the world.

Witnesses are not the same as a reporter, a reporter has the task of conveying information about other people, whereas the task of witness is to testify about what they experienced, seen and felt in person, instead of telling other people’s experiences. That is why the Holy Spirit is poured out upon the apostles to give them the power to be a witness.
“.. You will receive power when the Holy Spirit come upon you, and ye shall be witnesses unto me both in Jerusalem and in all Judea and Samaria and to the ends of the earth.” (Acts 1: 8)

We still see that there are many Christians whose lives do not become a good witness for others. Maybe we are good at stringing words when testifying in front of the church, but in fact we have not fully make our lives truly as a witness. So many good Christians testify, but did not make his life as a witness. Being a witness not by words alone but must go through our lives significantly. So other people can see it real Christian life in our lives every day. Our words and actions in harmony, there is no difference and all it reflects that there is Christ in us. A witness, it would be very enthusiastic to witness to people around about his experiences in the Lord, so that others may know Christ through his life, if our Christianity mediocre and not much different from the world, then we will have difficulty testify , because a witness means faith and also the values ​​of truth of Christ is not hidden, but it is expressed through attitudes, words and actions. It was not easy to be a witness to the world!

“Let your light so shine before the people, that they may see your good works and glorify your father which is in heaven.” (Matthew 5:16)

19 August 2014

Melayani sampai garis akhir 2 ( Serve until the end of the line 2 )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian GPT Baithani Denpassar
Selasa , 19 Agustus 2014
2 Timotius 4: 1-8

tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaaan pemberita injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu !.” ( 2 Timotius 4:5 )

Tak henti-hentinya rasul paulus mendorong dan menguatkan Timotius supaya terus maju dalam memberitakan injil. Memang seharusnya Timotius meneladani pemimpin rohaninya itu, walau berada didalam penjara tidak surut semangatnya untuk berkarya bagi Tuhan. Paulus sadar bahwa “…penderitaan zaman sekarang ini, tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.”( Roma8:18 ), sehingga ia dapat menasehati, “ Beritakanlah firman Tuhan, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasehatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.” ( 2 Timotius 4:2 )

Selagi masih ada kesempatan, mari tunaikan tugas pelayanan kita sebaik mungkin, jangan sia-siakan . “ Kita harus mengerjakan pekerjaan DIA yang mengutus AKU, selama masih siang;akan datang malam, dimana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja.” ( Yohanes 9:4 ).
“ Karena akan datang waktunya orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat.” ( 2 Timotius 4:3 ). Jadi tugas memberitakan injil Kristus dan menyatakan kebenaran secara tegas adalah tugas illahi yang bersifat wajib dan sangat mendesak, karena jemaat akhir jaman ini, kian tertidur rohani dan makin disibukkan oleh perkara-perkara duniawi.. Bukan hanya itu, mereka juga lebih suka “… Mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.” ( 2 Timotius 4:3-4 )

Sudahkah kita menjalankan tugas pelayanan kita dengan benar ? Butuh komitmen tinggi, kesetiaan, kesabaran dan kesungguhan hati untuk menjadi seorang pelayan Tuhan! Selain itu kita harus punya dasar iman dan pengajaran yang kuat yang diperoleh dengan cara bertekun membaca, meneliti, dan merenungkan firman Tuhan. Yang paling penting, kita harus hidup didalam firman dan menjadi pelaku firman Tuhan, “… Supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang.” ( 1 Timotius 4:15 ) menjadi pelayan Tuhan berarti terlebih dahulu memberikan teladan hidup bagi orang lain.

Jadilah pelayan Tuhan yang berkenan kepada Tuhan, Motivasi benar, memberi yang terbaik dan hidup dalam kebenaran sampai akhir hidup kita !.

Daily Bread GPT Baithani Denpassar
Tuesday, August 19, 2014
2 Timothy 4: 1-8

“But watch thou in all things, endure afflictions endure afflictions, do evangelists employment and fulfill your ministry.” (2 Timothy 4: 5)

Unrelenting apostle Paul encourages Timothy to strengthen and move forward in preaching the gospel. It is supposed to imitate Timothy’s spiritual leader, despite being in prison is not recede zeal to work for the Lord. Paul realized that “… sufferings of this present time, can not be compared with the glory that will be revealed to us.” (Roma8: 18), so that he can advise, “Preach the word of God, prepared in season or not a good time, let it be known what wrong, rebuke and admonish with all patience and teaching. “(2 Timothy 4: 2)

While there’s still a chance, let us exert our best service tasks, do not waste it. “We must work the works of him that sent me, while it is day: the night cometh, wherein no man can work.” (John 9: 4).
“For the time will come when people will not endure sound doctrine.” (2 Timothy 4: 3). So the task of preaching the gospel of Christ and declare the truth of divine task explicitly is mandatory and very urgent, because the church of these last days, growing spiritually asleep and increasingly preoccupied with worldly matters .. Not only that, they also prefer “.. . Collecting teachers at his will to satisfy the desires of his ears. They will turn away from the truth and open ears for a fairy tale. “(2 Timothy 4: 3-4)

Have we run our mission, right? It takes commitment, loyalty, patience and sincerity to be a servant of God! In addition, we must have faith and teaching basic solid obtained by diligent reading, researching, and meditating on the Word of God. Most importantly, we must live within the Word and become doers of the word of God, “… To be real to everyone your progress.” (1 Timothy 4:15) becomes the servant of God means first providing a living example to others.

Be the servant of God who is pleasing to God, true motivation, provide the best and live in righteousness to the end of our lives!.

18 August 2014

Melayani Sampai Garis Akhir ( Serve until the end of the line )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian GPT Baithani Denpasar

Senin, 18 Agustus 2014

1 Timotius 4 : 1 – 16

 

“Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu.” 1 Timotius 4 : 16a

Dewasa ini makin banyak anak Tuhan turut terlibat dalam pelayanan pekerjaan Tuhan. Ini adalah berita baik ! Namun menjadi pelayan Tuhan yang benar bukanlah pekerjaan yang mudah. Ada harga yang harus kita bayar ! Kita tidak bisa melayani Tuhan dengan asal-asalan atau sekedar latah karena ikut-ikutan. Melayani Tuhan adalah tugas yang sangat mulia, karena itu kita harus melakukannya dengan kesungguhan hati dan komitmen yang tinggi.

Timotius adalah seorang pemuda yang bertalenta dan memiliki kehidupan rohani yang mumpuni. Komitmen dalam melayani Tuhan tak diragukan lagi. Itulah sebabnya Rasul Paulus tak henti-hentinya berdoa untuk Timotius supaya ia tetap memiliki semangat dalam melayani Tuhan. ….”kuperingatkan engkau untuk mengorbankan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.” (1 Timotius 1 : 6). Ada banyak alasan bagi Timotius untuk menjadi lemah dan patah semangat melayani karena banyak tantangan dan ujian menghadang langkahnya dalam mengemban Amanat Agung Tuhan ini. Apalagi saat itu Paulus selaku pembina rohani Timotius sedang dipenjara oleh karena Injil : secara manusia mental Timotius pasti terpengaruh dan terganggu !

Orang berpendapat bahwa orang muda itu masih ‘Hijau’,minim pengalaman,belum banyak mengenyam asam garam kehidupan,sehingga mereka memandang Timotius dengan sebelah mata. Mereka berpendapat orang muda belum layak menjadi pemimpin rohani. Belum lagi permasalahan yang ada dalam jemaat di Efesus yang begitu kompleks. Ibarat suatu penyakit, maka penyakit jemaat Efesus itu stadium empat atau sudah kronis. Pada saat itu banyak pengajar-pengajar sesat yang menyusup di antara jemaat menebarkan ajarannya yang menyimpang dari kebenaran Injil,sehingga jemaat mulai terjebak dengan takhayul dan dongeng-dongeng. Rasul Paulus menasihati Timotius, “Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu,dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.” (1 Timotius 4 : 12).

Inilah tantangan tersendiri bagi Timotius untuk menunjukkan kualitas hidupnya sebagai pelayan Tuhan muda !

 

Daily Bread GPT Baithani Denpasar

Monday, August 18, 2014

 1 Timothy 4: 1-16 

“Watch your life and watch it to the doctrine itself.” 1 Timothy 4: 16a

Nowadays more and more children are involved in the ministry of God the Lord’s work. This is good news! But being a true servant of God is not an easy job. There is a price we have to pay! We can not serve God with perfunctory or just talkative as it went along. Serving God is a very noble task, therefore we must do so with sincerity and commitment.

Timothy is a talented young man and has a qualified spiritual life. Commitment in serving the Lord no doubt. That is why the Apostle Paul prayed unceasingly to Timothy that he still has a passion for serving the Lord. …. “I remind you to sacrifice the gift of God which is in you through the laying on of my hands.” (1 Timothy 1: 6). There are many reasons for Timothy to be weak and discouraged serve as many challenges and examinations facing step in carrying out the Great Commission of the Lord. Especially when it’s Paul as spiritual adviser Timothy was imprisoned by the gospel: the man mentally affected and disturbed certainly Timothy!

People found that young people are still ‘green’, lack of experience, not much of a acid salt of life, so they looked at Timothy with one eye. They argue young people not worthy of being a spiritual leader. Not to mention the problems that exist in the church at Ephesus were so complex. Like a disease, the disease was stage four Ephesian or chronic. At that time many misguided teachers who infiltrate in the congregation to spread his teachings that deviate from the truth of the gospel, so that the congregation began to get stuck with superstition and fairy tales. The Apostle Paul admonished Timothy, “Do not let anyone look down on you because you are young. Be an example for the believers in speech, in life, in love, in faithfulness and in purity. “(1 Timothy 4: 12).

This is the challenge for Timothy to demonstrate the quality of life as a young servant of God!

16 August 2014

MENJADI TERANG DI TENGAH DUNIA BAGIAN 2

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian GPT Baithani Denpasar

Sabtu, 16 Agustus 2014

Yohanes 1:1-18

“Ia datang sebagai saksi unttuk memberikan kesaksian tentang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.” Yohanes 1:7

Sebagai orang percaya, didalam kita ada terang ilahi yang harus terpancar. Tugas kita adalah memancarkan cahaya ditengah dunia yang diliputi oleh kegelapan, inilah panggilan hidup kita !
“Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.” ( Yohanes 1:5 )

Banyak orang kristen yang hanya menjadi terang di tengah lingkungan yang juga terang, kita bersinar diantara anak-anak Tuhan , sehingga terang kita tidak tampak nyata. Sementara ketika berada di tengah-tengah dunia yang gelap kita justru larut didalam kegelapan, turut terlibat dalam perbuatan-perbuatan gelap. Firman Tuhan menegaskan, “…sekarang kamu adalah terang didalam Tuhan, sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang.” ( Efesus 5:8 ). Sebagai anak-anak terang tidak seharusnya kita berkompromi dengan kegelapan dunia ini, sebaliknya hidup kita harus bercahaya sehingga orang-orang diluar Tuhan dapat melihatnya, karena kita memiliki kehidupan yang berbeda. Jadi “janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini.” ( Roma 12:2 )

Karena tugas kita adalah sebagai terang dunia berarti kita harus menjadi saksi kristus yang adalah terang sejati. Sebagai saksi kristus kita tidak berhak mendapatkan pujian dan hormat dari manusia melebihi terang kristus yang kita jadikan subyek kesaksian kita. Jadi Tuhan Yesus harus menjadi yang terutama di dalam hidup ini. “ Ia harus makin besar , tetapi aku harus makin kecil..” ( Yohanes 3:30 ). Tujuan kita bersaksi adalah membawa orang lain kepada terang sejati, artinya membuat orang lain menjadi percaya kepada Tuhan Yesus. Begitulah sesungguhnya maksud Tuhan menempatkan kita di dunia yang gelap ini, yaitu agar terang Tuhan bercahaya di tengah-tengah dunia, sehingga dunia mempermuliakan Tuhan Yesus, sang terang sejati itu. Bagaimana kita dapat menerangi dunia ini dengan terang Kristus ? Yaitu melalui perbuatan dan tindakan kita yang menjadi berkat dan kesaksian yang baik bagi orang lain.

INILAH KEHENDAK TUHAN ITU “ “… SUPAYA KAMU TIADA BERAIB DAN TIADA BERNODA, SEBAGAI ANAK-ANAK ALLAH YANG TIDAK BERCELA DI TENGAH-TENGAH ANGKATAN YANG BENGKOK HATINYA DAN YANG SESAT INI, SEHINGGA KAMU BERCAHAYA DI ANTARA MEREKA SEPERTI BINTANG-BINTANG DI DUNIA .” ( fILIPI 2: 15 )

INTO THE LIGHT IN THE MIDDLE OF THE WORLD PART 2

Daily Bread GPT Baithani Denpasar
Saturday, August 16, 2014

John 1: 1-18

“He came as a witness to testify about unttuk it, so that by him all the people believed.” John 1: 7

As believers, we are in the divine light to be emitted. Our task is to emit light amid the world covered by darkness, this is the call of our lives!
“The light shines in the darkness and the darkness did not prevail against it.” (John 1: 5)

Many Christians are just becoming light in the middle of a neighborhood that is also bright, we shine among the children of God, so that we do not seem real bright. Temporarily while in the midst of a dark world we actually dissolve in the darkness, was involved in a dark deeds. The Word of God affirms, “… now you are light in the Lord, for Walk as children of light.” (Ephesians 5: 8). As children of light, we should not compromise with the darkness of this world, otherwise we have to glowing life so people can see it outside of God, because we have a different life. So “do not be conformed to this world.” (Romans 12: 2)

Because our job is as the light of the world means that we should be witnesses of Christ who is the true light. As a witness of Christ we are not entitled to the praise and honor of men exceeds the light of Christ that we are made ​​the subject of our testimony. So Jesus must be first in this life. “He must increase, but I must decrease ..” (John 3:30). Our goal is to bring others testify to the true light, it means making other people believed in the Lord Jesus. That’s the real purpose God put us in this dark world, namely that God’s light shine in the midst of the world, so the world may glorify the Lord Jesus, the true light. How we can illuminate the world with the light of Christ? Namely through deeds and our actions are a blessing and a good testimony for others.

THIS IS THAT GOD WILL “” YOU THERE … BE THERE AND STAINED BERAIB, AS GOD CHILDREN unblemished FORCE IN THE MIDDLE OF THE BENT HIS HEART AND THE NEGATIVE, SO YOU LIKE THEM AMONG luminous STARS IN THE WORLD . “(Philippians 2: 15)
  

Renungan Harian GPT Baithani Denpasar

Jumat, 15 Agustus 2014

 Yohanes 8 : 12 – 20

“Akulah terang dunia : barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” Yohanes 8 : 12

 

Coba bayangkan bila dunia ini gelap gulita, tanpa secercah cahaya sedikitpun. Pasti tidak akan ada kehidupan karena manusia tidak bisa melakukan apa-apa, dan tidak ada makhluk yang dapat hidup. Karena itu berfirmanlah Tuhan, “Jadilah terang. Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam.” (Kejadian 1 : 3 – 5a). Tuhan pun melengkapi dengan benda-benda langit : matahari,bulan,bintang. Dengan adanya terang, makhluk hidup dapat bertumbuh dan ada kehidupan, manusia pun dapat melakukan aktivitasnya. Sungguh, semua orang membutuhkan terang atau cahaya. Memang, kita memiliki mata yang berfungsi untuk melihat, tetapi apabila tidak ada terang atau cahaya, mata kita pun tidak dapat berfungsi untuk melihat.

Saat ini dunia masih diliputi oleh kegelapan rohani karena dunia telah di penuhi oleh segala macam kejahatan dan dosa. Akibatnya banyak orang mata rohaninya menjadi buta sehingga mereka tidak dapat melihat kebenaran. Kegelapan inilah yang menuntun manusia kepada kematian kekal. Itulah sebabnya dunia sangat membutuhkan terang sejati. Adapun terang sejati itu adalah Tuhan Yesus Kristus. “Akulah terang dunia,barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” (Ayat Mas). Dua ribu tahun silam Yesus menyinari dunia ini dengan terang-Nya yang ajaib. Seluruh waktu, tenaga, dan hidupnya Dia curahkan untuk melayani jiwa-jiwa dengan penuh kasih : mengajar, menyembuhkan orang sakit, bahkan membangkitkan orang mati. Bukan hanya itu, ia pun rela menyerahkan nyawa-Nya, mati diatas Kalvari untuk menebus dosa seluruh umat manusia.

Kini Tuhan Yesus menyerahkan tongkat estafet itu kepada kita, anak-anak Nya, untuk melanjutkan tugasnya menyinari dunia ini dengan terang sorgawi. Tuhan Yesus berkata, “Kamu adalah terang dunia, demikianlah hendaknya terangmu bercahaya didepan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu di surga.” ( Mat 5:14-16 )
TUHAN YESUS ADALAH TERANG SEJATI BAGI DUNIA

 

 

Daily Bread GPT Baithani Denpasar

Friday, August 15, 2014

, John 8: 12-20

“I am the light of the world: he who follow me, he will not walk in darkness but will have the light of life.” John 8: 12
Just imagine if the world was pitch black, without the slightest glimmer of light. Surely there would be no life because man can not do anything, and no creature can live. Therefore the Lord God said, “Let there be light. And there was light. God saw that the light was good, and he separated the light from the darkness. And God called the light Day, and the darkness He called Night. “(Genesis 1: 3 – 5a). God also equips with the celestial bodies: sun, moon, stars. With the light, living things can grow and there is life, man can do activities. Indeed, everyone needs a bright or light. Indeed, we have functioning eyes to see, but if there is no light or light, our eyes were not able to function to see.

Currently the world is pervaded by spiritual darkness because the world has been filled by all kinds of evil and sin. As a result, many people become blind spiritual eyes so they can not see the truth. Darkness is what leads men to eternal death. That is why the world is in desperate need of true light. The true light that is the Lord Jesus Christ. “I am the light of the world, whoever follow me, he will not walk in darkness, but will have the light of life.” (Verse Mas). Two thousand years ago Jesus illuminate the world with his marvelous light. The whole time, effort, and he devote his life to serve the souls with love: teaching, healing the sick and even raised the dead. Not only that, he was willing to lay down his life, dying on Calvary to atone for the sins of all mankind.

Now the Lord Jesus handed the baton to us, His children, to continue its work illuminate the world with heavenly light. The Lord Jesus said, “Ye are the light of the world, so let your light shine in front of people, that they may see your good works and glorify your Father in heaven.” (Mt 5: 14-16)
LORD JESUS ​​IS THE TRUE LIGHT FOR THE WORLD

14 August 2014

Orang Kristen harus bijak 2 ( Christians must be wise 2 )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian GPT Baithani Denpasar

Kamis 14 Agustus 2014
Efesus 5:1:21

Karena itu perhatikanlah dengan seksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi sperti orang arif. ( Ef 5:15 )

Menghadapi hari-hari yang semakin sukar dan jahat ini,dibutuhkan sebuah hati yang bijak,supaya kita mampu menjalaninya,dengan tidak keluar dari koridor Tuhan. Karena itu, miliki lah hati yang bijaksana.

Orang kristen dapat disebut bijak apabila ia :

Selalu mawas diri, banyak orang mengalami kegagalan dalam hidupnya, karena tidak bisa berlaku secara bijaksana. Hikmat Tuhan melalui firman-Nya akan memampukan kita untuk berlaku bijaksana dan membuat pancaindera kita semakin peka dan terlatih. “… Sehingga kamu dapat membedakan, manakah kehendak Allah, apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” ( Roma 12:2 ) arti kata perhatikanlah dengan seksama , meminta kita untuk selalu berjaga-jaga,melihat dan mengawasi keadaan di sekitar kita,jangan sampai kita tertidur secara rohani dan tidak mawas diri. Orang yang mawas diri senantiasa melakukan pengujian,tentang apa yang berkenan bagi Tuhan. Paulus menasehati jemaat Tesalonika akan hal ini. “ujilah segala sesuatu dan peganglah apa yang baik.” ( 1 Tes 5:21 )
Dapat mengatur waktu dengan baik, “…pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.” ( Ef 5:16 ) efektifitas hidup seseorang sangat ditentukan dari cara mengelola waktu yang baik, siapapun kita, tanpa terkecuali, mendapatkan waktu yang sama dari Tuhan yaitu 24 jam dalam sehari. Meskipun demikian tiap-tiap orang memiliki tingkat efektifitas dan produktivitas yang berbeda-beda. Semua tergantung bagaimana cara kita mengatur waktu dengan bijak. Ingat waktu terus berjalan dan tidak bisa diulang kembali. Karena itu, jangan sia-siakan waktu yang ada, hidup kita sangat singkat, jangan biarkan waktu berlalu tanpa makna, isilah untuk hal-hal yang berguna.
Mengerti kehendak Tuhan, “… Usahakanlah agar kamu mengerti kehendak Tuhan.” ( Ef 5:17 ) orang bijak adalah yang mengerti kehendak Tuhan, apa tandanya ? Tidak lagi menuruti keinginan daging. Melainkan menuruti pimpinan Roh Kudus, baca Galatia 5:16.
“SIAPA YANG BIJAKSANA, BIARLAH IA MEMAHAMI SEMUANYA INI, SEBAB JALAN-JALAN TUHAN ADALAH LURUS, DAN ORANG-ORANG BENAR MENEMPUHNYA.” ( HOSEA 14:10 )

 

Daily Bread  GPT Baithani Denpasar

Thursday, August 14, 2014
Ephesians 5: 1: 21

Therefore consider carefully how you live, not as fools, but just as wise. (Eph 5:15)

Facing the days are increasingly difficult and evil, it takes a wise heart, so that we are able to live, with no out of the corridors of the Lord. Because of this, the one had a heart of wisdom.

Christians can be called wise if he:

Always introspective, many people fail in life, not being able to apply them wisely. The wisdom of God through His Word will enable us to apply wisdom and make us more sensitive senses and trained. “… So you can distinguish, which of the will of God, what is good, pleasing to God and perfect.” (Romans 12: 2) carefully consider the meaning of the word, asking us to always keep watch, look and overseeing the state around us, lest we fall asleep spiritually and not introspective. Introspective person who always do the testing, about what is pleasing to God. Paul advised the Thessalonians this. “Test all things and hold fast what is good.” (1 Thess 5:21)
Can manage time well, “… redeeming the time, because the days are evil.” (Eph 5:16) the effectiveness of one’s life is determined from how to manage time well, whoever we are, without exception, get time the same God that is 24 hours a day. However everyone has a level of effectiveness and productivity of different. All depends on how we manage time wisely. Remember the time continues to run and can not be repeated again. Therefore, do not waste your time, our life is very short, do not let time pass without meaning, charge for things that are useful.
Understand the will of God, “… Seek ye understand God’s will.” (Eph 5:17) is a wise person who understands the will of God, what sign? No longer fulfill the lust of the flesh. But obey the Holy Spirit, read Galatians 5:16.
“WHO IS WISE, LET HIM UNDERSTAND ALL THIS, BECAUSE THE STREETS ARE STRAIGHT LORD, AND RIGHTEOUS FOLLOW IT.” (Hosea 14:10)

13 August 2014

ORANG KRISTEN HARUS BIJAK ( CHRISTIANS MUST BE WISE )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian GPT Baithani Denpasar

Rabu , 13 Agustus 2014
  
 Mazmur 90 : 1 – 17

“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” Mazmur 90 : 12

Menjadi orang yang berhasil, punya kedudukan tinggi, pintar, terkenal dan kaya raya adalah impian dari semua orang. Inilah dunia, di mana setiap individu selalu menilai orang lain berdasarkan apa yang terlihat secara kasat mata. Hanya sedikit orang yang punya kerinduan untuk menjadi orang yang bijaksana. Namun Alkitab mengatakan demikian, “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?” Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?” (Matius 16 : 26). Tuhan menghendaki setiap kita memiliki hati yang bijak, menjadi pribadi-pribadi yang bijaksana. Bijaksana tidak selalu berkaitan dengan kecerdasan atau kedalaman wawasan seseorang. Banyak orang yang smart dan memiliki intelijensia tinggi, hidup secara tidak bijaksana. Itulah sebabnya Firman Tuhan memperingatkan, “Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan.” (Amsal 3 : 7).

Untuk bisa menjadi orang yang bijaksana tiada jalan lain selain harus melekat kepada Tuhan, menyediakan banyak waktu untuk bersekutu dengan-Nya dan merenungkan Firman-Nya. Semakin kita menyukai Taurat Tuhan semakin kita dibentuk menjadi pribadi yang bijak. Inilah yang dirasakan Daud, “Betapa kucintai Taurat-Mu ! Aku merenungkannya sepanjang hari. Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana daripada musuh-musuh ku , sebab selama-lamanya itu ada padaku. Aku lebih berakal budi daripada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu ku renungkan. Aku lebih mengerti daripada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu.” (Mazmur 119 : 97-100). Karena itu Musa pun berdoa, “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.”

Membaca banyak buku ilmu pengetahuan apapun sangat bagus, karena membuat wawasan kita bertambah. Namun jangan pernah lupa membaca dan merenungkan Firman Tuhan setiap hari. Bangsa Israel beroleh teguran keras dari Tuhan karena mereka melupakan ajaran-Nya.”…hai bangsa yang bebal dan tidak bijaksana?” (Ulangan 32:6).

( ayat Emas )

LANGKAH AWAL MENJADI ORANG KRISTEN YANG BIJAK ADALAH MENCINTAI FIRMAN TUHAN DAN MERENUNGKAN ITU SIANG DAN MALAM. SUDAHKAH KITA MELAKUKANNYA SETIAP HARI ?

 

Daily Bread GPT Baithani Denpasar

Wednesday, August 13, 2014

 Psalm 90: 1-17

“Teach us to number our days, that we may gain a heart of wisdom.” Psalm 90: 12

Be successful, have a high status, smart, famous and rich is the dream of all people. This is the world, where every individual is always judging others based on what is visible to the human eye. Only a few people who have the desire to become a wise man. But the Bible says so, “What is the use of a gain the whole world but loses his soul?” And what can a man give in exchange for his soul? “(Matthew 16: 26). God wants each of us has a heart wise, be wise individuals. Wise is not always related to one’s intelligence or depth of insight. Many people are smart and have high intelligence, life is not wise. That is why the Word of God warns, “Do not be wise in your own eyes, fear the Lord and depart from evil.” (Proverbs 3: 7).

To be a wise man no other way than to be attached to God, providing plenty of time for fellowship with Him and meditate on His Word. The more we love the law of God the more we are formed into a wise person. This is what David felt, “How I love your law! I meditate on it all day. Your commandments make me wiser than my enemies, because eternity is present with me. I have more understanding than all my teachers: for thy warnings I ponder. I understand more than the ancients, because I keep thy precepts. “(Psalm 119: 97-100). Therefore Moses prayed, “Teach us to number our days, that we may gain a heart of wisdom.”

Read a lot of books of any science is very good, because it makes us gain insight. But do not forget to read and meditate on the Word of God every day. The nation of Israel hath rebuke of God because they forget his teachings. “… O foolish people and unwise?” (Deuteronomy 32: 6).

STEP INTO EARLY CHRISTIANS THE WISE IS LOVE IS THE WORD AND MEDITATE DAY AND NIGHT. DO WE HAVE EVERY DAY?