Get Adobe Flash player
2 March 2011

Generasi yang diberkati ( The blessing generation )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian edisi dwi bahasa ( Daily bread bilingual edition ) by wsb editorial staff

RABU, 2 MARET 2011

KEJADIAN 11:10-26

“Setelah Terah hidup tujuh puluh tahun, ia memperanakkan Abram, Nahor dan Haran” (ayat 26).  Tercatat dalam Alkitab bahwa sebelum air bah, yakni ketika kejahatan manusia makin besar dibumi, Allah memberikan batasan umur manusia menjadi seratus dua puluh tahun. Dan sejak saat itu umur manusia terus berkurang dan hal itu nampak nyata dalam daftar keturunan Sem ini, bahkan Musa dalam kitab Mazmur menulis kalau masa hidup manusia hanya tujuh puluh tahun dan bila kuat delapan puluh tahun.  Keturunan Sem secara khusus dituliskan disini karena dari keturunannya  Allah pada akhirnya membentuk sebuah bangsa pilihan, Israel. Sem sendiri membawa berkat bagi keturunannya dari Nuh, ayahnya, dimana waktu itu, sesudah air bah, Kanaan atau Ham, dikutuk Nuh untuk menjadi hamba Sem dan jugaYafet, akan berlindung dalam kemah Sem. Dari keturunan yang utama dan diberkati inilah akhirnya Allah memilih Abram yang menjadi cikal bakal berdirinya bangsa Israel. Sikap Sem yang mampu menghormati dan menghargai kekudusan ayahnya akhirnya berbuah manis sekalipun yang menikmati adalah keturunannya. Sikap hidup kita sejak dini akan membawa dampak dan pengaruh bagi keturunan kita yang akan hadir. Orang yang suka bersekutu dengan kuasa gelap akan menghadirkan keturunan yang hidup dalam bayang-bayang kuasa gelap. Sebaliknya orang yang hidup dalam takut akan Tuhan dan menuruti perintah-Nya, maka Allahpun juga akan memelihara keturunannya. Tidakkah membahagiakan bila Tuhan ber-kenan memakai keturunan kita untuk menjadi alat-Nya yang mulia dan luar biasa ? Dan untuk itu mulailah dari diri sendiri untuk hidup benar dihadapan-Nya. Karena itu perhatikan dengan saksama bagaimana kita hidup, jangan seperti orang bebal, tapi seperti orang arif (Efesus 5:15) .

ANGKATAN ORANG BENAR AKAN DIBERKATI TUHAN.

 WEDNESDAY, 2 MARCH 2011
11:10-26 EVENTS
“After Terah lived seventy years, he beget Abram, Nahor and Haran” (verse 26). Recorded in the Bible that before the Flood, when the wickedness of man the greater the earth, God gave man the age limit to be one hundred and twenty years. And since then human life is declining and it is obvious in the list of Shem, even Moses in the Book of Psalms writes that human life is only seventy years, and when strong eighty years. The descendants of Shem specifically written here because of God’s offspring eventually formed a chosen people, Israel. Sem itself bring blessing to the descendants of Noah, his father, which at that time, after the flood, Canaan or Ham, Noah cursed to be servants of Shem and Japheth, he would take refuge in the tent of Shem. From the main lineage and blessed is ultimately God chose Abram who became the forerunners of the founding of Israel. Sem attitude that is able to respect and appreciate the sanctity of his father eventually bear fruit is sweet though who enjoy their offspring. The attitude of our lives from an early age will have an impact and influence for our descendants who will be present. People who like allied with the power of darkness will bring the descendants who live in the shadow of dark power. Instead of people who live in fear of God and obey His commandments, then God was also going to maintain their offspring. Would not happy when God is pleased to use our descendants to be his instrument of noble and extraordinary? And for that start from ourselves to live right before Him. Therefore consider carefully how we live, do not be such a fool, but as wise (Ephesians 5:15).
TRUE FORCE PEOPLE, will be blessed of the LORD

l

 

1 March 2011

BABEL ATAU TUBUH KRISTUS (BABEL OR BODY OF CHRIST )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renunga harian edisi dwi bahasa ( Daily bread bilingual edition ) by WSB editorial staff

rel01SELASA, 1 MARET 2011

KEJADIAN 11:1-9

“Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena disitulah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN keseluruh bumi” (ayat 9). Berasal dari satu bapa, wajarlah bila penduduk bumi setelah air bah itu jika mereka masih satu bahasa  dan logatnya. Tapi setelah air bah waktu itu, Allah memberkati mereka dan berfirman supaya mereka beranak cucu, bertambah banyak dan memenuhi bumi. Mereka pergi tapi tetap berkumpul jadi satu di tanah Sinear, bahkan mereka berusaha untuk tetap berkumpul dengan mendirikan sebuah kota dengan sebuah menara yang tinggi, yang puncaknya sampai kelangit supaya mereka tidak terserak keseluruh bumi dan sebuah nama dianggap akan bisa untuk tetap mempersatukan mereka. Dihadapan Allah apa yang dilakukan mereka itu adalah permulaan dari segala usaha manusia dimana mulai saat itu apapun yang mereka rencanakan pasti akan terlaksana. Tapi seluruh bumi harus dipenuhi, maka Allahpun mengacaubalaukan bahasa mereka sehingga pembangunan kota dan menaranya terhenti, maka nama kota tersebut disebut Babel. Apa yang kita anggap baik belum tentu benar dihadapan Tuhan. Apa yang kita anggap baik cenderung hanya berfokus dan bertujuan demi kepentingan diri sendiri ataupun hanya untuk kepentingan kelompok. Itu tidak salah tapi juga tidak selalu benar dihadapan Allah. Yang pasti selalu benar adalah sikap tunduk dan taat akan perintah dan kehendak Allah. Artinya disini apapun yang kita kerjakan adalah untuk kemuliaan Allah dan bukan hanya sekedar untuk mencari nama dan kemulia an diri sendiri. Jangan biarkan diri turut dalam pembangunan babel secara rohani, tapi turutlah dalam pembangunan tubuh Kristus, membangun kesatuan untuk persembahan rohani yang memuliakan nama-Nya (1 Petrus 2:5).

JADILAH PESERTA DALAM PEMBANGUNAN TUBUH KRISTUS.

TUESDAY, 1 MARCH 2011

11:1-9 EVENTS

“That is why until now the name of the city was called Babel, because that’s where the mess the language of the LORD all the earth and from there the LORD scattered them throughout the earth” (verse 9). Derived from one father, it is natural inhabitants of the earth after the flood it if they are still one language and accent. But after the flood that time, God blessed them and said that they were childless grandchildren, multiply and fill the earth. They go but still gathered together in the land of Shinar, and even they try to stay together to build a city with a high tower, whose top up to heaven so they are not scattered throughout the earth and a name considered to be able to continue to unite them. Before God that they have done it is the beginning of all human effort which began at that time anything they plan will definitely happen. But the whole earth to be fulfilled, then God was turvy mess out their language so that the construction of the city and the tower stopped, then the name of the city called Babylon. What we think is good is not necessarily right before God. What we think is good tend to just focus and aims for the sake of self-interest or simply for the sake of the group. It’s not wrong but also not always true in God’s sight. What is certain is always right is submission and obedience to the commands and will of God. This means that everything we do here is to the glory of God and not merely to find the name and glory of themselves. Do not allow yourself to participate in a babel of spiritual development, but also is in the body of Christ, build unity to offer up spiritual sacrifices that glorify His name (1 Peter 2:5).

BE PARTICIPANTS IN THE BODY OF CHRIST.

 

28 February 2011

Bangsa didalam terang ( Nation in the light )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily bread bilingual edition ) by WSB editorial staff

cross_on_blueSENIN, 28 PEBRUARI 2011

kEJADIAN 10:1-32

“Itulah segala kaum anak-anak Nuh menurut keturunan mereka, menurut bangsa mereka. Dan dari mereka itulah berpencar bangsa-bangsa dibumi setelah air bah itu” (ayat 32).  Kitab Kejadian memiliki keistimewaan tersendiri yakni disebut juga sebagai kitab permulaan. Dalam kitab inilah tercatat permula an alam semesta, permulaan hidup manusia, permulaan pernikahan, permulaan sabat, permulaan dosa, permulaan rencana keselamatan, permulaan peradaban dan permulaan bangsa-bangsa. Ketiga anak Nuh yang menjadi cikal bakal bangsa-bangsa yang ada dibumi masing-masing membawa suasana berkat atau kutuk bagi kaum dan bangsanya sesuai dengan yang mereka terima dari leluhurnya, Nuh. Secara umum dan garis besarnya, Sem menghadirkan bangsa-bangsa di timur tengah plus Israel karena nenek moyang Israel, yakni Abram berasal dari timur tengah. Sementara dari Yafet akhirnya muncul bangsa yang besar, yakni Rusia. Dan Ham menghadirkan bangsa Palestina, Mesir dan bangsa-bangsa lain yang secara geografis ada di Afrika dan sebagian Asia selatan. Kehendak bebas yang Allah berikan membuat bangsa -bangsa berkembang, tapi kehendak bebas itu juga membuat bangsa-bangsa bebas untuk mencari tuhan yang mereka sembah sesukanya sehingga banyak bangsa yang berjalan dalam kegelapan karena yang mereka sembah sesungguhnya bukan Tuhan. Dia bukan Allah milik satu kaum atau bangsa saja, Dia adalah Allah semua bangsa-bangsa lain, baik yang bersunat maupun yang tidak bersunat, hanya bangsa tersebut sendirilah yang memilih allah bagi diri mereka sendiri. Bangsa yang mau berjalan dalam terang Nya dan menyembah-Nya, akan menikmati berkat-Nya dan segala yang baik, sementara yang tidak mempercayai-Nya akan tetap berjalan dalam kegelapan. Kehadiran Mesias kedunia mampu membawa bangsa yang berjalan dalam kegelapan dan negeri yang diam dalam kekelaman melihat terang yang besar (Yesaya 9:1).

BERBAHAGIALAH BANGSA YANG ALLAHNYA ADALAH TUHAN.

 MONDAY, February 28, 2011

10:1-32 EVENTS

“That’s all the sons of Noah according to their offspring, according to their nations. And of those that split the nations on earth after the flood it “(verse 32). Genesis has a distinctive book that is referred to as the beginning. In this book noted the beginning of the universe, the beginning of human life, the beginning of the marriage, the beginning of the Sabbath, the beginning of sin, the beginning of the plan of salvation, the beginning of civilization and the beginning of nations. Third son of Noah who became the forerunners of the nations on earth to bring the atmosphere of each blessing or curse for the nation and in accordance with which they received from their ancestors, Noah. In general and outlines, Shem brings the nations of the Middle East plus Israel because the ancestors of Israel, the Abram came from the middle east. While from Japheth great nation finally emerged, namely Russia. And Ham bring the Palestinians, Egypt and other nations that are geographically in Africa and parts of southern Asia. God-given free will to make developing nations, but it also makes the free will of nations free to find a deity that they worship as they please so many people who walk in darkness because they worship is not really God. He is not God belong to one of the only, or a particular nation, He is the God of all other nations, whether circumcised or uncircumcised, the only people themselves who choose for themselves their own gods. Nations that want to walk in His light and His worship, will enjoy his blessing and all that is good, while that does not believe in Him will keep running in the dark. The presence of the Messiah into the world able to bring people who walk in darkness and silence on the eve of the country which saw great light (Isaiah 9:1).

BLESSED NATION, WHICH IS LORD HIS GOD.

26 February 2011

Keturunan yang diberkati (Descendants of the blessed )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian edisi dwi bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) by WSB Editorial Staff

pelataranSABTU, 26 PEBRUARI 2011

KEJADIAN 9:18-29

“Allah meluaskan kiranya tempat kediaman Yafet, dan hendaklah ia tinggal dalam kemah-kemah Sem, tetapi hendaklah Kanaan menjadi hamba baginya” (ayat 27).  Sangat disayangkan sebenarnya jika hanya ada empat pasang manusia yang selamat dari air bah, yakni Nuh dan isterinya beserta ketiga anak mereka dengan isterinya masing-masing, tapi salah satu dari mereka harus hidup dalam suasana kutuk. Sikap Ham yang kurang menghormati ayahnya dan tidak menghargai kekudusannya, menghadirkan kutuk dalam hidupnya, yakni ia menjadi hamba bagi kedua saudaranya yang lain.   Sebaliknya sikap Sem dan Yafet yang menghormati dan menghargai kekudusan ayahnya menghadirkan berkat dalam hidup mereka. Semua itu bermula dari peristiwa dimana Nuh, setelah air bah itu, menjadi petani dan membuat kebun anggur dan sekali peristiwa ia mabuk anggur dan telanjang karenanya. Ham yang melihat ayah nya telanjang justru membeberkan aib tersebut kepada dua saudaranya tanpa mengambil tindakan apa-apa untuk menutupinya, sedang dua saudaranya yang lain demi mendengar apa yang sedang terjadi dengan ayahnya langsung mengambil tindakan untuk menutupi ketelanjangan ayahnya. Dua hal yang bisa kita ambil hikmahnya dari peristiwa tersebut adalah supaya kita sebagai seorang anak tahu menghor mati dan menghargai kekudusan orang tua. Dan sebagai orang tua kita juga harus belajar untuk mengen dalikan ucapan bibir, karena ingat, perkataan orang benar itu ada kuasa didalamnya, dan tentu kita tidak mau anak-anak kita hidup dalam suasana kutuk oleh karena perkataan orang tuanya sendiri. Berkat atau kutuk, baiklah setiap kita tahu kedudukan dan tanggungjawabnya masing-masing didalam Tuhan supaya kita juga dapat hidup dalam suasana kelimpahan berkat-Nya (Kolose 3:18-21).

TAKUT AKAN TUHAN, ADALAH SUMBER BERKAT.

SATURDAY, February 26, 2011

9:18-29 EVENTS

“God would extend the residence of Japheth, and let him stay in the tents of Shem, but let Canaan a servant for him” (verse 27). It is unfortunate that in fact if there were only four pairs of men who survived the flood, namely Noah and his wife and their three children with his wife each, but one of them must live in an atmosphere of condemnation. Ham attitude is less honor his father and did not appreciate his holiness, to bring the bane of his life, that he became a servant for the two other siblings. Shem and Japheth contrary attitude of respect and value the sanctity of her father brings blessings in their lives. It all stems from events in which Noah, after the flood, became farmers, and plant vineyards and wine at all events he was drunk and naked for it. Ham saw his father naked actually reveal disgrace to the two brothers without taking any action to conceal it, while two other brothers in order to hear what is going on with his father immediately took action to cover the nakedness of his father. Two things we can take lesson from these events is that we as a dead child knows respect and appreciate the holiness of their parents. And as parents we also have to learn to control speech mengen lips, because remember, the word of truth is the power in it, and we certainly do not want our children to live in the atmosphere because of the curse by saying his parents own. Blessing or a curse, let each of us know the position and responsibilities of each in God so that we too can live in an atmosphere of an abundance of thanks to Him (Colossians 3:18-21).

 FEAR WILL LORD IS BLESSING SOURCE.

25 February 2011

Perjanjian yang abadi ( The Eternal agreement )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

marquee_SuprtKingdomRenungan harian edisi dwi bahasa ( Daily bread bilingual edition ) by WSB Editorial staff

JUM’AT, 25 PEBRUARI 2011

KEJADIAN 9:1-17  

“Maka Kuadakan perjanjian-Ku dengan kamu, bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi” (ayat 11).  Murka Allah telah surut, apalagi Nuh berhasil melunakkan hati-Nya dengan korban persembahannya, akibatnya bukan hanya Allah berfirman dalam hati-Nya takkan mengutuk bumi lagi, tapi juga Allah mengikat perjanjian dengan Nuh dan segala makhluk hidup lainya. Allah berjanji bahwa Ia tidak akan lagi memusnahkan bumi dengan air bah apapun keadaannya. Dan sebagai tanda perjanjian Allah menaruh busur-Nya diawan, maka apabila datang awan dan busur itu nampak diawan, Allah mengingat perjanjian-Nya dengan segala makhluk. Dan bukan hanya perjanjian yang Allah nyatakan dengan Nuh, tapi Ia juga memberkatinya dan berfirman kepadanya supaya manusia yang masih sisa itu beranak cucu, bertambah banyak dan memenuhi bumi. Tapi sejak saat itu juga Allah memberikan aturan perlindungan akan kesela matan dan nyawa manusia, yakni setiap orang yang menumpahkan darah sesamanya, Allah akan menuntutnya sebab Allah membuat manusia menurut gambar dan rupanya sendiri. Allah telah memegang janji-Nya, sampai saat ini bumi masih terpelihara dan manusia terus bertambah banyak sekalipun juga dosa dan kejahatan terus bertumbuh. Bukan hanya secara umum terhadap manusia dan bumi Allah memegang janji-Nya, tapi terlebih juga terhadap umat yang percaya dan menyembah-Nya, baik secara umum mau pun pribadi. Maka jangan pernah ragukan kesetiaan Allah akan janji-Nya, itu sudah terbukti, termasuk juga didalamnya janji akan kedatangan Anak-Nya yang tunggal kedua kalinya kedunia ini. Percayalah, Dia adalah Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang mengasihi-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai pada beribu-ribu keturunan (Ulangan 7: 9).

 ALLAH TIDAK AKAN PERNAH MELANGGAR PERJANJIAN-NYA

Friday, 25 February 2011

EVENTS 9:1-17

“So I held my covenant with you, that since there is no living that will be swept away by flood waters again, there will be no flood to destroy the earth” (verse 11). God’s anger has subsided, especially Noah managed to soften his heart with his offering, a result not only God said in His heart would not curse the earth again, but also God’s covenant with Noah and all other living things. God promised that He will not again destroy the earth with a flood of the circumstances. And as a sign of the covenant God set His bow in the cloud, then the clouds come and bow when it appears in the clouds, God remember His covenant with all creatures. And not only that God’s covenant with Noah’s claim, but He also blessed him and said to him that humans are still the remaining childless grandson, multiply and fill the earth. But since then God also gives rules for the safety and protection of human life, that every person who shed the blood of others, God will demand it because God made man in our image and apparently myself. God has kept His promise, until recently the earth has been preserved and continue to multiply despite human sin and crime also continued to grow. Not just in general to humans and the earth God is in His promise, but especially also against people who believe and worship Him, both public and private. So do not ever doubt God’s faithfulness to His promise, it has been proven, including in it the promise of the coming of His only begotten Son the second time in this world. Believe me, He is faithful God, who holds the contract and His unfailing love toward those who love Him and keep His commandments, to the thousands and thousands of descendants (Deuteronomy 7: 9).

 GOD WILL NEVER VIOLATED HIS CONTRACT.

24 February 2011

Senangkan hati-Nya ( Fun heart God’s )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian edisi dwi bahasa ( Daily bread bilingual edition ) by WSB Editorial Staff

niceKAMIS, 24 PEBRUARI 2011

KEJADIAN 8:1-22  

Ketika Tuhan mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah Tuhan dalam hati-Nya: “Aku tak kan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat sejak kecilnya dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan” (ayat 21).  Seratus lima puluh hari air menggenangi bumi hingga matilah segala yang bernafas dibumi kecuali Nuh dan keluarganya yang ada dalam bahtera. Allah mengingat Nuh, maka Ia menutup segala mata air dan menghentikan hujan serta membuat angin berhembus untuk mengeringkan bumi. Setelah bumi benar-benar kering, Nuh beserta keluarganya dan seluruh binatang keluar dari bahtera dan ia mendirikan mezbah bagi Tuhan, mempersembahkan korban bakaran yang menyenangkan hati Tuhan. Itu menjadi persembahan yang harum dihadapan Tuhan, yang menarik belas kasih dan kemurahan-Nya atas manusia sehingga Tuhan berfirman dalam hati-Nya takkan mengutuk bumi lagi dengan air bah, sekalipun Ia tahu bahwa benih dosa tetap ada dalam diri manusia yang selamat yang membuat hati manusia tetap cenderung untuk berbuat jahat sejak dari kecilnya. Tidak dengan rela hati Allah memukul, dan kalaupun itu Ia lakukan adalah demi kebaikan kita sendiri. Juga tidaklah berat untuk melunakkan hati-Nya, Ia adalah Allah yang penuh belas kasihan, maka dengan merendahkan diri dihadapan-Nya dengan sungguh -sungguh, tidak akan Ia bertahan dalam murka-Nya dan Ia akan segera memeluk kita dalam dekapan kasih-Nya. Hanya jangan mempermain-mainkan belas kasih-Nya karena Ia juga adalah Allah yang adil yang akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. Jangan berkeras hati dengan kebenaran diri sendiri, lunakkan hati Allah dengan merendahkan diri, maka Ia akan memulihkan kita (2 Tawarikh 33:12-13).

PERSEMBAHKAN SYUKUR DALAM KERENDAHAN HATI SEBAGAI KORBAN.

THURSDAY, February 24, 2011

EVENTS 8:1-22

When the Lord smelled a fragrant offering, the LORD said in his heart:” I do not curse the earth again because of man, even if that caused his heart is evil from his small and I will not again destroy every living thing like that I do “(verse 21). One hundred and fifty days the water flooded the earth until death came to all that breathes on earth except Noah and his family are in the ark. God remembers Noah, then he closed the spring waters and stop the rain and make the wind blowing to dry the earth. Once completely dry earth, Noah and his family and all the animals out of the ark and he built an altar to God, making the offerings which are pleasing to God. It becomes a fragrant offering to God, who pulled his compassion and his generosity to mankind so that God said in His heart would not curse the earth again with a flood, even though he knew that the seed of sin still exist in the person who survived that makes the human heart still tend to do evil since the small. God does not willingly beat, and even if it he did was for our own good. Also it is not hard to soften his heart, He is God who is merciful, then to humble ourselves before Him earnestly, He will not survive the wrath of him, and he will soon embrace you in His arms of love. Just do not fool him mercy because he also is a just God who will repay each person according to his deeds. Do not insist on careful with the truth of yourself, softened the heart of God with humility, He will restore us (2 Chronicles 33:12-13).

THANKSGIVING IN HUMILITY OFFER AS A SACRIFICE.

23 February 2011

Pasti diselesaikan-Nya ( Completly sure by Him )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian edisi dwi bahasa ( daily bread bilingual edition ) by WSB Editorial Staff

Korban DiaRABU, 23 PEBRUARI 2011

KEJADIAN 7:1-24   

“Demikianlah dihapuskan Allah segala yang ada, segala yang dimuka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang melata dan burung-burung diudara, sehingga semuanya dihapuskan dari muka bumi; hanya Nuh yang tinggal hidup dan semua yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera” (ayat 23).  Allah menggenapi firman-Nya, tujuh hari sebelum air bah datang, Ia menyuruh Nuh dan keluarga nya masuk dalam bahtera yang telah dibuatnya, lalu menutup pintu bahtera tersebut dan Nuh melakukan segala yang diperintahkan Tuhan kepadanya dengan membawa segala jenis binatang yang tidak haram tujuh pasang dan yang haram satu pasang. Tujuh hari kemudian air bah benar-benar melanda bumi, selama empat puluh hari terjadi hujan lebat dan segala mata air terbuka, bahkan air bah itu berkuasa atas bumi selama seratus lima puluh hari. Maka matilah semua yang bernafas dibumi, tidak ada yang ter kecuali, hanya mereka yang mendapat kasih karunia Allah yang tinggal hidup, yakni Nuh dan keluarga nya yang ada dalam bahtera. Air bah itu sangat dahsyat bahkan sampai melebihi setiap gunung yang tinggi. Tak ada yang dapat menghentikan jika Allah sendiri telah mengambil keputusan untuk melaku kan suatu perkara sampai Ia menyelesaikannya. Alangkah baik dan indahnya jika itu adalah untuk kebaikan kita, tapi betapa mengerikannya jika itu dilakukan Allah untuk menghukum dosa kita. Ngeri benar jika jatuh dalam tangan kekerasan Tuhan, maka hargailah kemurahan-Nya, jangan menunggu mengalami kekerasan-Nya baru menyadari arti kemurahan dan belas kasih-Nya. Allah tidak pernah ber ubah, apa yang dikehendaki-Nya pasti dilaksanakan-Nya tanpa ada yang dapat menghalanginya dan Ia juga pasti menyelesaikan apa yang telah ditetapkan-Nya tersebut (Ayub 23:13-14).

ALLAH TIDAK AKAN PERNAH BEKERJA SETENGAH HATI.

WEDNESDAY, February 23, 2011

EVENTS 7:1-24

“This is what God eliminated all that is, everything on earth, both man and beast and creeping things and birds of the air, so that all eliminated from the face of the earth, only Noah was left alive and all of that together with him in the ark” ( paragraph 23). God fulfilled his word, seven days before the flood came, He told Noah and his family entered the ark which he had built, and closed the door ark and Noah did everything God commanded him to bring all kinds of domesticated animals and seven pairs one pair of unclean. Seven days later the flood actually hit the earth, for forty days it was raining heavily and all the springs open, the floodwaters and even rule over earth for one hundred and fifty days. So die all who breathe on earth, nothing happened except, only those who receive the grace of God who lives life, namely Noah and his family are in the ark. The Flood was very powerful even to exceed every high mountain. Nothing can stop if God himself has taken the decision to do it an issue until he finished. What a nice and beautiful if it is for our good, but how terrible if it is done by God to punish our sins. True horror of violence if it falls in the hands of God, then respect God’s grace, do not wait for experiencing violence just realized the meaning of His mercy and His mercy. God never had to change, what He will surely be his and no one can stop him and he also must finish what it set Him (Job 23:13-14).

 GOD WILL NEVER WORKING  HALF- HEARTEDLY.

22 February 2011

Mengundang berkat ( Inviting blessing )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian edisi dwi bahasa ( Daily bread bilingual edition ) by WSB editorial Staff

berdoaSELASA, 22 PEBRUARI 2011

KEJADIAN 6:9-22              

“Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela diantara orang-orang sezaman nya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah” (ayat 9).  Dalam rasa sedih dan sesal-Nya melihat kejahatan manusia dibumi sehingga Ia berikhtiar untuk memusnahkan manusia, Allah masih melihat seorang manusia yang hidupnya berkenan dihadapan-Nya. Dia adalah Nuh, seorang ayah dengan tiga orang anak laki-laki: Sem, Ham dan Yafet. Sementara manusia lainnya mempraktekkan hidup jahat dimata Tuhan, Nuh justru hidup benar dan tidak bercela dihadapan Allah, ia hidup bergaul dengan Allah . Bukti bahwa Nuh hidup benar  dan tidak bercela serta bergaul dengan Allah adalah ketaatannya akan perintah Allah untuk membuat bahtera yang besar sehingga iapun rela diolok-olok karena kapal tersebut dibuat ditempat dan dalam keadaan yang tidak semestinya. Sebagai akibatnya Nuh mendapat kasih karunia dimata Tuhan sehingga ia dan keluarganya tidak akan turut dimusnahkan Allah bersama-sama dengan manusia yang lain. Allah memberitahukan rencana-Nya untuk memusnahkan manusia kepada Nuh dan sebagai cara pemeliharaan Nuh disuruh membuat bahtera karena Allah akan memusnahkan manusia dengan air bah. Bagaimana dengan kita sekarang yang hidup dalam suasana seperti zaman Nuh dimana dosa dan kejahatan merajalela, apakah kita ikut arus dunia dengan mempraktekkan cara hidup seperti orang yang tidak mengenal Allah atau berani melawan arus dosa dengan hidup benar dihadapan-Nya? Hidup benar dihadapan-Nya ditengah dunia yang rusak akan menyelamatkan kita dari kebinasaan yang bisa menimpa manusia kapan saja. Memang sekarang adalah jaman yang gila tapi kita tidak boleh ikut-ikutan gila supaya hidup, percayalah, Tuhan menopang hidup orang benar (Mazmur 37:23-26).

 BERKAT  TUHAN ADA DI ATAS KEPALA ORANG BENAR.

TUESDAY, February 22, 2011

EVENTS 6:9-22

“This is the history of Noah: Noah was a righteous and blameless among his contemporaries, and Noah’s life hanging out with God” (verse 9). In a sense his sadness and regret to see the wickedness of man on earth so that He will seek to destroy human beings, God still saw a man whose life is pleasing before Him. He is Noah, a father with three sons: Shem, Ham and Japheth. While practicing the life of other human evil in the eyes of God, Noah actually live right and without blemish before God, he lives hanging out with God. Proof that Noah was righteous and blameless, and hang out with God is obedience to God’s command to make a large ark so that he himself was willing to be teased because the ship was made in place and in circumstances that do not deserve. As a result of Noah found grace in the eyes of God so that he and his family will not be part of God destroyed along with another man. God tells his plan to exterminate humans as a way to Noah and Noah maintenance ordered to make an ark because God will destroy humans with a flood. How about we now live in an atmosphere like the days of Noah where sin and crime is rampant, whether we go with the flow of the world by practicing how to live like people who do not know God or sin to dare to go against the flow of life right before Him? Right before his life amid a broken world will save us from the destruction that can befall a person at any time. Indeed, now is the time that crazy but we should not bandwagon mad to live, believe me, the Lord sustains the righteous life (Psalm 37:23-26).

THANKS TO GOD IS IN THE HEAD RIGHT PEOPLE

21 February 2011

Penyesalan dari Allah ( Regret from God )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian edisi dwi bahasa ( Daily bread bilingual edition ) by WSB Editorial Staff

SENIN,21 PEBRUARI 2011

KEJADIAN 6:1-8

“ Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka” ( ayat 7 ). Allah menggenapi firman-Nya untuk memberkati manusia sehingga mereka bertambah banyak jumlahnya di bumi. Namun demikian ada dua garis keturunan yang bertambah banyak jumlahnya di bumi, yakni mereka yang disbut sebagai keturunan anak-anak manusia dan keturunan anak-anak Allah. Keturunan  manusia juga menghadirkan orang-orang raksasa di bumi. Dua garis keturunan tersebut sama-sama telah membawa benih dosa  sebagai akibat dari ketidaktaatan manusia pertama, sehingga mereka yang disebut sebagai keturunan anak-anak Allah itu akhirnya juga cenderung untuk melakukan perbuatan yang tidak berkenan dihati Allah. Hal itu dimulai dari tindakan mereka yang mengambil anak-anak perempuan manusia, siapa saja yang disukai menurut kehendak hatinya. Kejahatan akhirnya berkembang seiring dengan bertambahnya jumlah manusia di bumi, dan Allah sangat sedih melihat kenyataan tersebut, Ia menyesal dan berihktiar  untuk menghapuskan manusia yang telah diciptakan-Nya tersebut. Benih dosa telah membuat kecenderungan hati manusia untuk berbuat jahat meskipun ia berasal dari garis keturunan yang disebut anak-anak Allah, menyadari kenyataan tersebut hendaknya kita tidak bermain api, tidak bermain main dengan dosa dalam menjalani hidup ini. Jangan membuat sedih dan menyesal hati Allah untuk kesekian kalinya melihat tingkah kita yang lebih sering berbuat jahat dihadapan-Nya, jangan sampai karena hal itu nama kita akhirnya dihapus dari kitab kehidupan karena Allah tidak akan membiarkan diriNya di permainkan. Buatlah Allah menyesal atas malapetaka yang akan dijatuhkan-Nya, karena melihat pertobatan kita sehingga Ia tidak jadi melakukan-Nya dan bukan menyesal karena telah menciptakan kita (Yeremia 18:8)

Pertobatan membuka pintu kemurahan-Nya

 MONDAY, February 21, 2011

EVENTS 6:1-8

“I will wipe mankind whom I have created it from the earth, both man and beast and creeping beasts and birds of the air, for I regret that I have made them” (verse 7). God fulfilled His word to bless people so that they multiply on the earth. However, there are two lineages which multiply on the earth, namely those who disbut as a descendant of the children of men and the descendants of the children of God. Human Heredity also bring those giants in the earth. Two lines are alike have brought the seeds of sin as a result of human disobedience first, so they are called sons of God were eventually also tend to perform acts that are not pleasing God hearts. It starts from their actions that took the daughters of man, who is favored by the will of his heart. Crimes eventually developed along with the increasing number of humans on earth, and God is very sad to see this fact, he regrets and seeks to eliminate the humans who have created them are. The seed of sin has made the human tendency to do evil hearts even though he comes from the lineage of the so-called children of God, aware of the fact that we should not play with fire, do not play around with sin in this life. Do not make a sad and sorry heart of God for the umpteenth time to see our behavior more often misbehave in front of him, do not let our name because it was eventually removed from the book of life because God will not be mocked. Make God doom sorry for him to be dropped, because of our repentance so that He did not do his and not sorry for having created us (Jeremiah 18:8)

Repentance opens the doors of His mercy

11 February 2011

Upah yang setimpal ( The wage are worth it )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian edisi dwi bahasa ( daily bread bilingual edition ) by WSB Editorial staff

kerjaJUM’AT, 11 PEBRUARI 2011

WAHYU 22:6-17

“Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya” (ayat 12).  Akhir dari penglihatan rasul Yohanes adalah kepastian akan kebenaran dari semua yang telah rasul Yohanes lihat dan semua perkataan yang ia dengar. Melalui malaikat-Nya Allah telah memberitahukan apa yang akan segera terjadi atas alam semesta ini termasuk kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Kedatangan-Nya kedua kali bukan lagi sebagai bayi mungil dalam palungan, tapi sebagai Tuhan dan Raja segala raja yang akan membalaskan setiap orang menurut perbuatannya. Maka berbahagialah setiap telinga yang mendengar dan percaya kepada berita yang malaikat Allah sampaikan karena dengan demikian mereka akan mengadakan persiapan. Tidak ada lagi waktu untuk bermain-main dengan dosa atau hidup abu-abu, hidup mendua hati, kedatangan-Nya kedua kali hanya bisa disikapi dengan hidup dalam kekudusan atau dalam dosa dan kecemaran. Tapi karena kedatangan-Nya adalah untuk membalaskan setiap orang menurut perbuatannya, maka berbahagialah setiap orang yang membasuh jubahnya karena mereka akan memperoleh hak atas pohon kehidupan Allah. Sebaliknya setiap orang yang tetap hidup dalam hawa nafsunya yang menyesatkan akan tinggal diluar dan siap untuk menerima pehukuman kekal. Jangan mengulang kebodohan yang sama seperti jaman Nuh yang menganggap berita yang mereka dengar sebagai lelucon sehingga kebinasaan benar-benar menimpa mereka. Semua telah dipaparkan dengan jelas dihadapan kita, percayalah dan mari mem persiapkan diri dengan hidup dalam kebenaran dan mengejar kekudusan yang sesungguhnya. Apa yang kita tabur, itu juga yang akan kita tuai, apa yang kita perbuat dalam iman diperhitungkan oleh Allah dan percayalah, upah pekerjaan orang benar membawa kepada kehidupan (Amsal 10:16).

DARI TUHAN, KITA MENERIMA BAGIAN YANG DITENTUKAN SEBAGAI UPAH.

 Friday, 11 February 2011

Revelation 22:6-17

“Surely I come quickly and I brought my wages to give to each person according to his deeds” (verse 12). End of the apostle John’s vision is the certainty of the truth of all that has been the apostle John saw and all the words he hears. Through His angel of God had told what will soon happen to this universe including the coming of the Lord Jesus’ second coming. His coming a second time is no longer a tiny baby in a manger, but as Lord and King of kings who will give every man according to his deeds. So blessed every ear that hears and believes the news that the angels of God to say because then they will make preparations. No more time to play around with sin or, double-minded life, his coming the second time could only be addressed by living in holiness is not in sin and uncleanness. But since his coming is to avenge every person according to his deeds, blessed every person who washed his robes because they’ll get right to the tree of life of God. Instead of each person who still live in a misleading desires will stay outside and ready to receive eternal damnation. Do not repeat the same stupidity as in the Noah’s life, where society at that time thought they heard the news as a joke so that the destruction was finally upon them. All have been described clearly in front of us, believe and let us prepare ourselves to live in righteousness and true holiness pursuit. What we sow, that shall he also reap us, what we do in faith will be taken into account by God and believe me, the wages of the righteous work will bring us to life (Proverbs 10:16).

FROM GOD, WE ARE REQUIRED TO RECEIVE AS PART OF WAGES.